Pasangan Ansy -Jane Tuai Dukungan dari Kaum Milenial di Pilgub NTT

                           

Kupang,mwartapedia.com –  Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Yohanis Fransiskus Lema, S.IP, M.Si (Ansy Lema) dan Jane Natalia Suryanto menuai dukungan dari kaum milenial di Kota Kupang.


Dukungan ini diberikan saat menyambut kedatangan pasangan ini dengan tarian adat dan musik tradisional Ngada bergema di sepanjang Jalan Bajawa dan Jalan Thamrin, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang. 


Di tengah lautan pendukung dan relawan yang mengangkat bendera dengan slogan “Beta Cinta NTT”, pasangan ini terus mendapatkan dukungan luas, terutama dari kalangan muda yang tergabung dalam Relawan “Beta NTT AJA”.


Hari itu, ribuan simpatisan yang hadir tak hanya menyaksikan deklarasi dukungan, tetapi juga merasakan getaran semangat untuk perubahan di NTT. 


Dengan tekad kuat, Ketua Relawan “Beta NTT AJA”, Engky Tiu, memimpin ratusan orang muda untuk berkomitmen mendukung penuh pasangan Ansy Lema dan Jane. 


“Kami Relawan “Beta NTT AJA” berjanji akan setia mendukung dan berada dalam barisan untuk mendukung Kaka Ansy dan Kaka Jane,” tegasnya.


Jane Natalia Suryanto, sosok yang akrab dipanggil Jane, bercerita dengan penuh antusiasme mengenai perjalanan dan misinya di NTT.


Sejak 2015, perempuan yang menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 di Amerika ini telah menjalankan berbagai kegiatan sosial di bidang pendidikan. Salah satunya adalah program peningkatan kesejahteraan guru-guru honorer di Sumba, yang sebelumnya hanya mendapatkan gaji Rp200 ribu per bulan. 


“Saya bukan datang untuk mengambil kekuasaan, tetapi untuk melayani dan membantu sesama,” ujarnya.


Tak hanya itu, Jane juga dikenal melalui aksi nyata di masa pandemi COVID-19, saat ia menghadirkan ribuan vaksin ke NTT. Ia juga turun tangan langsung membantu korban bencana siklon Seroja. Semua ini dilakukannya dengan menggunakan dana pribadi dan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Central Asia (BCA).


Perempuan Sebagai Pemimpin


Ansy Lema, yang kini menjabat sebagai anggota DPR RI, menjelaskan mengapa ia memilih Jane sebagai pasangannya dalam Pilgub NTT 2024. 


Menurut Ansy, kepemimpinan perempuan sangat dibutuhkan di NTT, terutama untuk menghadapi isu-isu mendesak seperti kemiskinan, kesehatan, dan pendidikan yang sering kali berkaitan erat dengan peran perempuan. 


“Perempuan harus menjadi arus utama, subjek dalam politik dan kebijakan publik. Itulah sebabnya saya memilih Kaka Jane sebagai Calon Wakil Gubernur NTT,” tegas Ansy.


Sebagai politisi yang telah lama memperjuangkan kepentingan masyarakat NTT di level nasional, Ansy berkomitmen fokus pada pengembangan ekonomi lokal di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. “Pariwisata adalah bangunan atasnya,” katanya, seraya menekankan pentingnya pendidikan dan kesehatan dalam mendukung prioritas pembangunan di provinsi ini.


Dukungan Relawan yang Menguat


Dukungan terhadap pasangan ini tidak hanya datang dari kalangan muda. Sesepuh Jalan Bajawa, Darius Tiwu, memberikan pesan penuh harapan kepada para relawan. Ia menekankan pentingnya kerja keras dan gerakan “door to door” untuk memenangkan Ansy dan Jane.


 “Keduanya figur yang cinta NTT, merakyat, bersih, dan memiliki rekam jejak kerja nyata,” ujarnya.


Semangat dan tekad para relawan semakin membara. Mereka berjanji akan memperluas jaringan relawan dan terus mendukung Kaka Ansy dan Kaka Jane hingga pemilihan gubernur 2024 mendatang.


Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi NTT, pasangan Ansy Lema dan Jane Natalia Suryanto menghadirkan harapan baru. 


Dengan slogan “Beta Cinta NTT”, keduanya bertekad membawa perubahan nyata bagi provinsi ini, terutama melalui pemberdayaan ekonomi lokal, pendidikan, dan kesehatan. Dan di balik semua ini, ada keyakinan kuat bahwa pemimpin yang cinta daerahnya akan selalu bekerja keras untuk kesejahteraan rakyatnya. (*)




BPBD Kota Kupang Gelar Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana

Kupang,nwartapedia.com – Dalam rangka menambah wawasan serta meningkatkan pemahaman dalam menghadapi berbagai macam ancaman bencana yang berpotensi terjadi di Kota Kupang, maka BPBD Kota Kupang menggelar Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana yang berlangsung di Hotel Neo Aston Kota Kupang, Kamis (05/9/2024).

Kegiatan yang akan diselenggarakan selama 2 (dua) hari (05-06 September 2024)  ini dibuka oleh Pj.Walikota Kupang, Linus Lusi. Hadir Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTT, Cornelis Wadu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kupang, Elsje W,A Sjioen dan Ketua Forum Resiko Bencana NTT, Norman Riwu Kaho sebagai narasumber.

Peserta pelatihan dari berbagai instansi, termasuk Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kota Kupang, BPBD Kota Kupang, Para Camat, Lurah dan Aparat Desa di Kota Kupang.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTT, Cornelis Wadu pada paparan materinya mengajak untuk pemerintah melakukan kolaborasi untuk membentuk kelurahan tangguh.

“Supaya masyarakat Kota Kupang mengetahui adanya kelurahan tangguh,”ungkapnya.

Cornelis membahas berbagai strategi dan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk memitigasi risiko bencana, mulai dari perencanaan, koordinasi antar instansi, hingga pemulihan pasca bencana. 

Dengan pengalaman yang dimilikinya, Cornelis memberikan wawasan yang berharga kepada peserta pelatihan tentang pentingnya perencanaan, koordinasi, dan respons cepat dalam menghadapi bencana, langkah-langkah preventif dalam mencegah bencana serta pentingnya memiliki rencana tanggap darurat yang jelas. 

Peserta pelatihan memberikan apresiasi yang tinggi atas materi yang disampaikan oleh Cornelis. Mereka mengaku terinspirasi untuk lebih proaktif dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi potensi bencana di wilayah mereka.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kupang, Elsje W,A Sjioen menyampaikan, dalam penyajian materinya mengatakan, Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) kelurahan adalah rencana umum yang mencakup seluruh tahapan bencana dan bidang kerja kebencanaan. 

“RPB kelarahan memuat strategi, kebijakan, dan langkah-langkah teknis-administratif untuk mewujudkan kesiapsiagaan, kapasitas tanggap, dan mitigasi bencana,”ungkapnya. 

Elsje Sjioen menjelaskan,langkah-langkah penyusunan RPB kelurahan, yakni pengenalan dan pengkajian ancaman bencana, pemahaman tentang kerentanan masyarakat, analisis kemungkinan dampak bencana.

“Selain itu, pilihan tindakan pengurangan risiko bencana, penentuan mekanisme kesiapan dan penanggulangan dampak bencana dan alokasi tugas, kewenangan, dan sumber daya yang tersedia,”jelasnya. 
 
Ia menerangkan, Kelurahan Tangguh Bencana adalah kelurahan yang memiliki kemampuan untuk mengenali dan menghadapi ancaman bencana di wilayahnya. 
 
“Kelurahan Tangguh Bencana juga mampu mengorganisir sumber daya masyarakat untuk mengantisipasi atau menolong diri dan orang lain saat terjadi bencana,”terangnya.
Menurutnya, beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana, antara lain Memiliki rencana kontinjensi, Memiliki sistem peringatan dini, Memiliki rencana evakuasi masyarakat, Memiliki relawan penanggulangan bencana, Melakukan simulasi bencana secara berkala. (MI)



Mama Bendelinaa Koji Sebut Kenal Dokter Christian Widodo Sejak Masih SD

                         


Kupang,mwartapedia.com – Ikut ambil bagian dalam bakti sosial pengobatan gratis yang diadakan oleh Dokter Christian Widodo, Bendelina Koji warga RT 16/RW 12 Kelurahan Oebobo menyebut dirinya sudah lama mengenal Dokter Christian Widodo bahkan semenjak Dokter masih duduk dibangku Sekolah Dasar. 

“Saya sangat mengenal Dokter Christian Widodo sejak Dokter masih SD,”ungkapnya pada Kamis (05/9/2024).

Mama Bendelina Koji yang kesehariannya bekerja sebagai penjual jagung bakar di jalan El Tari Kota Kupang ini menuturkan, sejak kecil Dokter Christian Widodo bersama keluarga selalu mencicipi jualannya.
“Dokter Christian bersama Bapa Theo Widodo sering makan di tempat jualan saya sehingga saya sangat mengenal betul selera jagung kesukaan Dokter Christian,”ucapnya.


Didepan puluhan pasien yang datang berobat, Mama Bendelina yang berasal dari Kabupaten Sabu Raijua ini menjelaskan, hingga kini dirinya menganggap Dokter Christian Widodo sebagai anaknya sendiri.


“Begitu kenal baik sehingga saya sudah anggap Dokter Christian sebagai anak saya sendiri,”jelasnya.
Baginya, Dokter Christian Widodo dan keluarga sangat baik bagi semua orang, hal ini dilihat dari ketulusan yang ditunjukan keluarga ini dengan penuh kasih.
“Dari dulu, Dokter bersama keluarga selalu perlakukan orang dengan lemah lembut dan penuh kasih didepan pelanggan saya dan tidak pernah membeda-bedakan sesama,”kata Mama Bendelina.
Ia menambahkan, ketulusan dari Dokter Christian Widodo karena dibentuk sejak kecil sehingga hari ini ketika menjadi dokter dirinya datang melayani masyarakat dengan memberikan pengobatan gratis.

“Pesan saya semoga Dokter Christian terus melayani masyarakat dengan baik dan tulus karena saya yakin setiap pengorbanan dan perjuangan yang diberikan kelak akan membuahkan hasil dan ketulusan ini yang akan Tuhan pakai untuk memimpin Kota Kupang,”harapnya. (MI)