Pasangan Ansy-Jane Unggul pada Poling Pilgub Akun Facebook El Asamau

Kupang,mwartapedia.com  – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Ansy Lema dan Jane Natalia Suryanto, unggul dalam sebuah polling yang diadakan oleh politikus muda asal Kabupaten Alor, El Asamau. 


Polling tersebut dilakukan melalui halaman Facebook pribadi El Asamau dan berhasil menarik partisipasi dari 10.000 akun Facebook.


Hasil polling menunjukkan pasangan Ansy Lema-Jane Natalia memimpin dengan perolehan 53% suara. Posisi kedua ditempati oleh pasangan Melki Laka Lena-Johny Asadoma dengan 29% suara, sementara pasangan Simon Petrus Kamlasi-Andre Garu berada di urutan ketiga dengan 18% suara.


Polling ini mencerminkan dukungan publik yang kuat terhadap pasangan Ansy-Jane, yang dianggap mewakili semangat milenial dan memiliki visi yang relevan untuk membangun NTT ke arah yang lebih baik. 


Dukungan besar ini juga menunjukkan antusiasme masyarakat, khususnya di kalangan pengguna media sosial, terhadap figur-figur muda yang memiliki misi kuat dalam memajukan daerah.


Sementara itu, pasangan Melki-Johny, yang juga mendapat dukungan signifikan, masih memiliki peluang besar untuk bersaing ketat dalam Pilgub NTT mendatang, mengingat dukungan dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus yang mengusung mereka.


Polling yang diadakan oleh El Asamau ini memberi gambaran awal mengenai preferensi pemilih di NTT, meskipun hasil akhir Pilgub NTT akan tetap ditentukan oleh proses pemilihan yang sesungguhnya pada hari pemungutan suara. 


Sebelumnya, Politikus muda asal Kabupaten Alor, El Asamau telah bergabung ke tim pemenangan pasangan Calon Gubernur-Calon Wakil Gubernur Melki Laka Lena dan Johny Asadoma.


Melalui unggahannya di akun Facebook, Selasa (3/9), El Asamau yang pernah menjadi Caleg DPD NTT 2024-2029 ini mengungkapkan bahwa pilihan untuk bergabung ke tim pemenangan Melki-Johny melalui pertimbangan yang matang. (***)




Pendukung El Asamau Balik Arah Dukung Ansy dan SPK


Kupang,mwartapedia.com – Imbas unggahannya mengumumkan secara resmi di facebook untuk memberikan dukungan kepada paket Melki Laka Lena – Johny Asadoma, Politisi Muda Politisi Muda El Asamau mendapat respon negatif dari pengikutnya untuk beralih mendukung Ansy dan SPK.


Pernyataan ini disampaikan oleh El  Asamau melalui unggahan pada akun Facebook pribadinya pada Selasa (03/9/2024). 


Dalam unggahanyya yang berbunyi”Atas nama pribadi dan teman-teman relawan, saya menyatakan akan bekerja penuh waktu untuk mendukung Bung Melki Laka Lena dan Bung Johny Asadoma sebagai calon gubernur dan wakil gubernur NTT, Alasan mendasar dirinya menentukan pilihan adalah kesamaan semangat dalam memperjuangkan pendidikan di NTT yang lebih baik. Visi yang membuat saya tidak berhenti berjuang, bahkan hingga dikalahkan oleh TipX saat pemilihan DPD kemarin. Saya memohon maaf jika keputusan ini tidak sesuai dengan pilihan bapa mama kk adik basudara semua, tetapi pertimbangan matang dari saya dan sesuai diskusi tim, pilihan ini harus kita ambil.


Akibat unggahan Politikus Muda yang terungkap lewat tulisannya di facebook tersebut  akhirnya menuai robuan komentar.

Dalam komentar-komentarnya, banyak warganet yang tidak setuju dengan pernyataan El Asamau tersebut dan memilih untuk berbalik mendukung Ansy dan SPK dalam ajang Pilgub November mendatang.

El Asamau menegaskan bahwa keputusan tersebut didorong oleh visi dan semangat yang sama dalam memperjuangkan pendidikan yang lebih baik di NTT.


Sebelumnya, El juga diketahui terlibat dalam tim pemenangan pasangan calon Wali Kota Kupang, Christian Widodo dan Serena Francis, pada Pilkada Kota Kupang.


El Asamau, yang pernah maju sebagai calon anggota DPD NTT periode 2024-2029, menyatakan bahwa keputusannya untuk mendukung Melki-Johny telah dipertimbangkan dengan matang.


El Asamau juga mengungkapkan bahwa ada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur lain yang mendekatinya untuk bergabung, namun ia memilih untuk mendukung Melki-Johny setelah mempertimbangkan berbagai aspek. 


Ia juga meminta maaf kepada para calon lain yang telah mengajaknya bergabung, sembari tetap mendoakan yang terbaik untuk perjuangan mereka.


Dukungan El kepada pasangan Melki-Johny ini dinilai cukup emosional, mengingat Johny Asadoma adalah senior El asal Alor dan mantan Kapolda NTT. Pasangan Melki-Johny sendiri didukung oleh mayoritas partai dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.


Namun, langkah El Asamau ini memicu reaksi yang beragam dari netizen. Beberapa hari sebelum postingan di halaman Facebooknya, El sempat membuat polling terkait Pilgub NTT di halaman Facebooknya.


Hasil polling yang melibatkan 10.000 akun Facebook tersebut menunjukkan pasangan Ansy Lema-Jane Natalia unggul dengan 53% suara, diikuti Melki-Johny dengan 29%, dan pasangan SPK-Andre Garu dengan 18%.


Setelah El mengumumkan dukungannya kepada Melki-Johny, banyak netizen yang justru berbalik mendukung pasangan Ansy-Jane. Mereka menilai Ansy-Jane sebagai representasi milenial yang memiliki semangat dan misi kuat untuk membangun NTT. Dukungan ini juga dipengaruhi oleh latar belakang El sebagai seorang petani, yang dinilai lebih cocok dengan visi Ansy-Jane yang peduli terhadap nasib para petani di NTT.


Sejumlah netizen dari berbagai daerah di NTT menyampaikan komentar mereka. Seorang netizen dari Kabupaten TTU, yang mengaku telah bekerja untuk El Asamau dalam Pemilu DPD Februari lalu, menyatakan bahwa dirinya kini beralih mendukung pasangan lain untuk Pilgub NTT. 


“Bung El kita kerja untuk Bung 10 ribu di TTU. Sekarang barisan itu untuk Ansy Lema,” tulis akun Redem Kono.


“Maaf untuk kali ini saya tidak searah Kaka. Sumba for Ansy Lema dan Jane Natalia,” tulis akun Godwin Jean.


Beberapa netizen lainnya merasa bahwa El Asamau telah memilih jalan yang salah dengan bergabung ke kelompok elit yang lebih mementingkan partai daripada rakyat. Mereka mengkritik keputusan El yang dianggap lebih didorong oleh faktor nepotisme ketimbang pertimbangan rasional berdasarkan kondisi politik nasional saat ini.


“Utamakan jangan pilih bau-bau nepotisme. Ini kelihatan masyarakat harus cerdas dari hasil pilpres sampai sekarang beras dll masih mahal akibat Pemilu Presiden. Pilihlah partai yang punya prinsip. Memang ini pemilihan gubernur, bupati dan walikota, tapi diharapkan masyarakat harus cerdas lihat secara nasional ada arah pemisahan kepentingan kelompok Indonesia Maju Plus vs partai yang punya prinsip teguh yang taat Undang-undang,” tulis akun Ingo.


Adapun dukungan netizen lain ke pasangan Simon Petrus Kamlasi dan Andrianus Garu.


“Kalau untuk Gubernur saya dukung Simon Petrus Kamlasi (SPK)” tulis akun Nunu. (*)




Kosmas Lana: Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Pemprov Harus Bersinergi dengan Semua Pihak

Kupang,mwartapedia.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur sangat menyadari pentingnya sinergi antara pemerintah, swasta, akademisi, lembaga agama, lembaga kemasyarakatan, serta masyarakat pada umumya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama lewat sektor pertanian. 


Demikian disampaiakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Kosmas D. Lana yang diwakili oleh Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bapperinda, Theresia Maria Florensia, SE dalam acara Lokakarya Sosialisasi Keberlanjutan Hasil Program AIP-PRISMA, dan Hasil Background Study Bidang Pertanian dalam Rangka Penyusunan RPJMD yang berlangsung di Hotel Aston Kupang pada Rabu (04/9/2024).


Kosmas Lana mengatakan, saat ini pertanian masih menjadi sektor prioritas di NTT. Sektor ini berperan sebagai penyedia pangan, sumber pendapatan masyarakat, penyerap tenaga kerja, hingga penekan inflasi. 

 

Menurutnya, perekonomian di NTT terbagi dalam beberapa lapangan usaha, di mana lapangan usaha terbesar ada di sektor pertanian. Hal ini juga terlihat dari sebagian besar mata pencaharian penduduk yang berbasis pada pertanian. 


“Ada beberapa komoditas pertanian, peternakan dan perikanan yang menjadi unggulan antara lain jagung, ternak sapi, ternak babi, dan rumput laut. Hal ini ditandai oleh kontribusinya terhadap pembentukan PDRB, yang cenderung meningkat dalam beberapa tahun terakhir,”ungkapnya.


Ia menjelaskan, masih ada beberapa kendala atau faktor yang berkontribusi terhadap masih rendahnya produksi dan produktivitas sebagian besar komoditi pertanian di NTT. 


“Di antaranya, budidaya yang masih sederhana di mana petani masih belum memanfaatkan varietas unggul baru atau teknologi budidaya lainnya. Selain itu, penggunaan input yang masih sangat minim. Faktor lainnya adalah minimnya penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan), sehingga sangat terbatas luasan pengelolaan,”jelasnya. 


Selain itu, tambah Kosmas Lana, petani belum melakukan spesialisasi komoditi yang diusahakan, karena masih berorientasi subsisten. Keterbatasan kualitas lahan pertanian adalah faktor lainnya.


“Mencermati beberapa gambaran kondisi di atas, maka lokakarya ini menjadi penting dan aktual, bukan hanya menjadi forum untuk berbagi informasi, tetapi juga sebagai wadah kolaboratif untuk merancang langkah-langkah konkrit menuju pemulihan dan pengembangan sektor pertanian di NTT yang berkelanjutan,”tambahnya.


Ia memberikan apresiasi atas kemitraan antara Pemerintah Provinsi NTT melalui Bapperida Provinsi NTT dan PRISMA, juga didukung oleh para pemangku kepentingan lainnya, dalam penyiapan rancangan RPJMD Teknokratik Provinsi NTT. 


“Kami mendukung upaya ini, sebagai suatu platform yang penting untuk mengumpulkan masukan dari berbagai pemangku kepentingan, terkait pengembangan sektor pertanian di NTT. Dengan melihat berbagai pencapaian dan upaya untuk memanfaatkan pembelajaran pembangunan pertanian inklusif dari PRISMA, yang telah berjalan sekitar 10 tahun di Provinsi NTT, maka momentum ini dapat menjadi kesempatan untuk berbagi pembelajaran dari implementasi PRISMA sebagai satu program,”ucapnya.


 Rekomendasi yang dihasilkan dari penyusunan kajian pendahuluan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Teknokratik untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2025 – 2029 menegaskan pentingnya pengembangan akses pasar produk pertanian dan peternakan untuk menyelaraskan agenda pembangunan di tingkat provinsi. 


Sementara itu, Kepala Bapperida NTT, Dr. Alfons Theodorus dalam sambutannya memaparkan pembelajaran program PRISMA di NTT menunjukkan pentingnya mendorong pola pertanian dari subsisten atau berfokus untuk kebutuhan konsumsi sendiri menjadi ke arah yang lebih komersial.


“Pengalaman kami bekerja sama dengan PRISMA untuk pengembangan sektor babi, jagung, sapi potong, dan mekanisasi pertanian menunjukkan pendapatan petani dan peternak dapat meningkat ketika akses komersial terhadap inseminasi buatan, pakan ternak berkualitas, layanan jasa alat pertanian, serta benih dengan harga terjangkau tersedia,” ungkap Dr. Alfons.


Untuk diketahui, intervensi PRISMA di NTT dalam sepuluh tahun terakhir memberikan manfaat berupa peningkatan produktivitas dan pendapatan bagi lebih dari 200 ribu rumah tangga petani kecil.


Chief Technical Officer PRISMA, Ferdinandus Rondong mengatakan, ”PRISMA berharap hasil kajian serta rekomendasi ini dapat membawa dampak yang signifikan bagi sektor pertanian di NTT.” 


Adapun Ifan Martino dari Direktorat Pangan dan Pertanian Kementerian PPN/Bappenas menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi PRISMA dan Pemerintah Provinsi NTT.  


”Kami sangat senang melihat hasil kajian ini ke depannya dapat mendukung pengembangan pasar pertanian dan peternakan komersial di NTT,” ungkap Ifan.


Kajian pendahuluan RPJMD Teknokratik Provinsi NTT tahun 2025 – 2029 dilaksanakan dengan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, sektor swasta, petani, akademisi, serta organisasi masyarakat sipil. (MI)