KPU Tutup Pendaftaran, Pilgub NTT Akan Diikuti 3 Bakal Paslon

Kupang,mwartapedia.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur resmi menutup pendaftaran calon kepala daerah yang akan maju di Pilgub NTT 2024 pada Kamis (29/8/2024) pukul 23.59 WITA.


Ketua KPU NTT, Jemris Fointuna memgatakan, pemilihan Gubernur NTT akan diikuti oleh 3 bakal pasangan calon 
karena pada pelaksanaan pendaftaran tingkat Provinsi NTT pihaknya telah menerima 3 paslon yang telah mendaftar.


“Ketiga bakal pasangan calon ini statusnya lengkap dan diterima. Jadi pada Kamis pukul 23.59 WITA,, Provinsi NTT ada tiga bakal pasangan calon yang akan memeriahkan Pilgub NTT 2024,” kata Jemris Fointuna saat konferensi pers  yang didampingi oleh Ketua Divisi Sosiallisasi Pendidikan Pemilihan Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Baharudin Hamsyah, Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan, Petrus Kanisius Nahak, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan, Eliyaser Lomi Rohi, Lodwyk Frederik. Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi, dan Plh, Sekretaris, Melane WilaHege di Aula Kantor KPU NTT pada Jumad (30/8/3034) pagi.


Ketua KPU menjelaskan, tiga pasangan calon yang mendaftar. ketiganya adalah pasangan Melki Laka Lena -Jhoni Asadoma,  Pasangan Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu  dan pasangan Yohanis Fransiskus Lema-Jane Natalia Suryanto.


“Pasangan Melki Laka Lena-Jhoni Asadoma diusung oleh 11 partai politik yakni Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Demokrat, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora), Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), dan Partai Rakyat Adil Makmur (Prima),”jelasnya.


Lanjutnya, pasangan Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu diusung oleh tiga partai politik.


“Pasangan ini diusung oleh partai Nasdem, PKS dan PKB,”ucapnya.


 Ketua KPU menambahkan untuk pasangan Yohanis Fransiskus Lema-Jane Natalia Suryanto yang diusung empat parpol.


 Pasangan ini diusung oleh PDIP, Partai Hanura, PBB dan Partai Buruh,”tambahnya,.


Ketua KPU NTT mengucapkan, setelah seluruh pasangan calon yang telah dinyatakan diterima pendaftarannya selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan kesehatan yang telah dimulai dari tanggal 28 hingga 2 September mendatang.


 “Ketiga pasagan calon Gubernur saat ini sedang melakukan pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Umum Pusat Ben Mboi sesuai arahan dari KPU NTT,”ucapnya.


Ia menjelaskan, langkah selanjutnya yang akan dilakukan oleh KPU NTT adalah penelitian persyaratan administrasi calon pada tanggal 29 Agustus hingga 4 September 2024.


“Pada tanggal 22 September 2024, KPU akan menetapkan pasangan calon dan pada tanggal 23 September 2024 akan dilakukan pengundian dan pengumuman nomor urut pasangan calon,”jelasnya.


Jemris Fointuna menghimbau, kepada seluruh masyarakat NTT untuk tetap mengikuti perkembangan informasi melalui saluran resmi dan media sosial KPU.


“Kami juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam proses Pilkada 2024 dan memastikan hak pilihnya. (MI)  




Dinkes Kota Kupang Gelar Sosialisasi Indikator dan Rencana Kerja Forum Kota Sehat

 

Kupang,mwartapedia.com – Dinas Kesehatan Kota Kupang menggelar sosialisasi indikator dan rencana kerja forum kota sehat yang melibatkan semua unsur pemerintah yang berlangsung di Hotel On The Rock pada Kamis (29/8/2024).

Kepala bappeda kota kupang, Djidja kadiwanu dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan tersebut mengatakan, pendekatan kota sehat sesungguhnya telah lama digaungkan dimana penekanannya pada status kesehatan masyarakat.

“Status kesehatan masyarakat tercapai dan berkesinambungan jika semua aspek sosial, ekonomi, lingkungan dan budaya diperhatikan hal mana kemudian implementasi pendekatan kota sehat ini diatur dengan peraturan bersama mentri dalam negeri dan mentri kesehatan nomor 34 tahun 2005 dan 113/menke/pb/viii/2005 tentang penyelenggaraan kota sehat dengan demikian  kehadiran tim forum kota sehat,”ungkapnya.

Menurutnya, Tingkat Kota Kupang ini saling bersinergi dalam mencapai indikator masing-masing tatanan. 

“Konsep kota sehat disini tidak hanya di fokuskan pada aspek layanan kesehatan semata namun seluruh aspek yang mempengaruhi kesehatan masyarakat baik jasmani maupun rohani,”kata Djidja kadiwanu  .

Ia menjelaskan, tercapainya kondisi kota untuk hidup dengan bersih, nyaman, aman, dan sehat untuk dihuni dan sebagai tempat bekerja bagi warganya menjadi tujuan kita bersama. 

“Karena itu implementasi berbagai program kesehatan maupun sektor sektor lain benar benar bersinergi dan diarahkan untuk meningkatkan sarana dan produktifitas serta perekonomian masyarakat,”jelasnya. 

Djidja kadiwanu menyampaikan, drafting surat keputusan wali kota tentang tim pembina dan forum kota sehat sudah ada namun perlu disepakati bersama nama-nama yang akan diusulkan dalam drafting surat keputusan wali kota. 

“Dalam pertemuan ini juga akan kita diskusikan terkait indikator dari masing-masing tatanan kota sehat kami mohon semua opd teknis yang terkait dalam 9 (sembilan) tatanan untuk bisa mengambil bagian sehingga semua indikator bisa di penuhi,”ujarnya. 

Ia berharap Kota Kupang pada tahun mendatang bisa ikut dalam penilaian kota sehat. 

“Kami berharap para pimpinan perangkat daerah melakukan “langkah-langkah penguatan data dan informasi, koordinasi dan kovergensi tim-forum, penguatan monitoring dan evaluasi terintegrasi, branding upaya penyelenggaraan kota sehat oleh seluruh lintas program dan sektor, serta komitmen dukungan dari berbagai lintas program dan sektor,”harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Kupang,  I Gusti Agung Ngurah Suarnawa, menjelaskan Kabupaten/kota sehat (kks) adalah suatu kondisi kabupaten/kota yang bersih, aman, nyaman dan sehat untuk dihuni penduduk, yang dicapai melalui terselenggaranya penerapan semua tatanan dengan kegiatan yang terintegrasi yang disepakati masyarakat dan pemerintah daerah.

“Konsep kota sehat tidak hanya  memfokuskan kepada pelayanan kesehatan yang lebih ditekankan kepada suatu pendekatan kondisi sehat dan problem sakit saja, tetapi kepada aspek menyeluruh yang mempengaruhi kesehatan masyarakat, baik jasmani maupun rohani,”jelasnya.

Ia menerangkan, Indonesia telah mengimplementasikan pendekatan kks sejak tahun 2005 dengan dasar pelaksanaan peraturan bersama menteri dalam negeri dan menteri kesehatan nomor 34 tahun 2005 dan 1138/menkes/pb/viii/2005 tentang penyelenggaraan kabupaten/kota sehat.

“Penyelenggaraan kks di Indonesia mengutamakan peran dari tim pembina yang berasal dari satuan perangkat daerah terkait dengan capaian indicator prioritas serta ketercapaian standar pelayanan minimal yang harus dicapai dan forum ditingkat kabupaten/kota hingga kecamatan dan kelurahan yang berasal dari toko agama, masyarakat, masyarakat dan komponen organisasi masyarakat mitra swasta lainnya yang diharapkan menjadi satu pemicu dan wadah untuk menyalurkan aspirasi serta berpartisipasi dalam menentukan arah, prioritas, perencanaan pembangunan wilayahnya untuk mewujudkan kabupaten/kota yang sehat dan sejahtera,”terangnya.

Dijelaskan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempercepat penyelesaian pemenuhan dokumen administrasi penyelenggaraan kota sehat. meningkatnya pemahaman antara masing-masing organisasi perangkat daerah dan semua unsur terkait terhadap indicator kota sehat.

“Juga adanya kesepakatan bersama nama- nama yang akan di usulkan dalam sk tim pembina dan sk forum kota sehat dan kesepakatan rencana kerja forum kota sehat,”Pungkasnya. (MI)




Pemerintah Kota Kupang Gelar Sosialisasi Indikator dan Rencana Kerja Forum Kota Sehat

Kupang,mwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Kupang menggelar sosialisasi indikator dan rencana kerja forum kota sehat yang melibatkan semua unsur pemerintah yang berlangsung di Hotel On The Rock pada Kamis (29/8/2024).


Kepala bappeda kota kupang, Djidja kadiwanu dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan tersebut mengatakan, pendekatan kota sehat sesungguhnya telah lama digaungkan dimana penekanannya pada status kesehatan masyarakat.


“Status kesehatan masyarakat tercapai dan berkesinambungan jika semua aspek sosial, ekonomi, lingkungan dan budaya diperhatikan hal mana kemudian implementasi pendekatan kota sehat ini diatur dengan peraturan bersama mentri dalam negeri dan mentri kesehatan nomor 34 tahun 2005 dan 113/menke/pb/viii/2005 tentang penyelenggaraan kota sehat dengan demikian  kehadiran tim forum kota sehat,”ungkapnya.


Menurutnya, Tingkat Kota Kupang ini saling bersinergi dalam mencapai indikator masing-masing tatanan. 


“Konsep kota sehat disini tidak hanya di fokuskan pada aspek layanan kesehatan semata namun seluruh aspek yang mempengaruhi kesehatan masyarakat baik jesmani maupun rohani,”kata Djidja kadiwanu  .


Ia menjelaskan, tercapainya kondisi kota untuk hidup dengan bersih, nyaman, aman, dan sehat untuk dihuni dan sebagai tempat bekerja bagi warganya menjadi tujuan kita bersama. 


“Karena itu implementasi berbagai program kesehatan maupun sektor sektor lain benar benar bersinergi dan diarahkan untuk meningkatkan sarana dan produktifitas serta perekonomian masyarakat,”jelasnya. 


Djidja kadiwanu menyampaikan, drafting surat keputusan wali kota tentang tim pembina dan forum kota sehat sudah ada namun perlu disepakati bersama nama-nama yang akan diusulkan dalam drafting surat keputusan wali kota. 


“Dalam pertemuan ini juga akan kita diskusikan terkait indikator dari masing-masing tatanan kota sehat kami mohon semua opd teknis yang terkait dalam 9 (sembilan) tatanan untuk bisa mengambil bagian sehingga semua indikator bisa di penuhi,”ujarnya. 


Ia berharap Kota Kupang pada tahun mendatang bisa ikut dalam penilaian kota sehat. 


“Kami berharap para pimpinan perangkat daerah melakukan “langkah-langkah penguatan data dan informasi, koordinasi dan kovergensi tim-forum, penguatan monitoring dan evaluasi terintegrasi, branding upaya penyelenggaraan kota sehat oleh seluruh lintas program dan sektor, serta komitmen dukungan dari berbagai lintas program dan sektor,”harapnya.


Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Kupang,  I Gusti Agung Ngurah Suarnawa, menjelaskan Kabupaten/kota sehat (kks) adalah suatu kondisi kabupaten/kota yang bersih, aman, nyaman dan sehat untuk dihuni penduduk, yang dicapai melalui terselenggaranya penerapan semua tatanan dengan kegiatan yang terintegrasi yang disepakati masyarakat dan pemerintah daerah.


“Konsep kota sehat tidak hanya  memfokuskan kepada pelayanan kesehatan yang lebih ditekankan kepada suatu pendekatan kondisi sehat dan problem sakit saja, tetapi kepada aspek menyeluruh yang mempengaruhi kesehatan masyarakat, baik jasmani maupun rohani,”jelasnya.


Ia menerangkan, Indonesia telah mengimplementasikan pendekatan kks sejak tahun 2005 dengan dasar pelaksanaan peraturan bersama menteri dalam negeri dan menteri kesehatan nomor 34 tahun 2005 dan 1138/menkes/pb/viii/2005 tentang penyelenggaraan kabupaten/kota sehat.


“Penyelenggaraan kks di Indonesia mengutamakan peran dari tim pembina yang berasal dari satuan perangkat daerah terkait dengan capaian indicator prioritas serta ketercapaian standar pelayanan minimal yang harus dicapai dan forum ditingkat kabupaten/kota hingga kecamatan dan kelurahan yang berasal dari toko agama, masyarakat, masyarakat dan komponen organisasi masyarakat mitra swasta lainnya yang diharapkan menjadi satu pemicu dan wadah untuk menyalurkan aspirasi serta berpartisipasi dalam menentukan arah, prioritas, perencanaan pembangunan wilayahnya untuk mewujudkan kabupaten/kota yang sehat dan sejahtera,”terangnya.


Dijelaskan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempercepat penyelesaian pemenuhan dokumen administrasi penyelenggaraan kota sehat. meningkatnya pemahaman antara masing-masing organisasi perangkat daerah dan semua unsur terkait terhadap indicator kota sehat.


“Juga adanya kesepakatan bersama nama- nama yang akan di usulkan dalam sk tim pembina dan sk forum kota sehat dan kesepakatan rencana kerja forum kota sehat,”Pungkasnya. (MI)