Enam Atlet Binaan Naga Timor Sport Club Menuju ke PON 2024


Kupang,mwartapedia.com – Sebanyak 6 atlet binaan Naga Timor Sport Club Kota Kupang secara resmi dilepas menuju PON XXI 2024. 


Mereka akan mengikuti PON XXI yang dilaksanakan di Aceh- Sumut pada 8 – 20 September 2024.


Mereka dilepas dalam jamuan makan malam bersama atlet dan pelatih yang berlangsung di Kedai Hopeng, Angkatan Laut, Tode Kisar, Kota Kupang, NTT, Rabu (18/8/2024) malam.


Para Pelari Binaan Naga Timor Sport Club ini merupakan enam dari delapan pelari NTT yang akan berangkat pada 9 September 2024 menuju PON XXI 2024 Aceh-Sumut.


Ketua Dewan Pembina Naga Timor, Ir. Theo Widodo dalam kesempatan tersebut memberikan harapan kepada para Pelari Binaan Naga Timor untuk meraih medali emas.


“Kalian sudah berlatih dengan baik dan saya berharap ketika berlaga di PON, tunjukan kemampuan dan ketangguhan untuk meraih medali emas,”harapnya.


Theo Widodo menjelaskan, Para Pelari Binaan Naga Timor akan meraih medali emas dalam setiap nomor perlombaan.


“Target kami adalah meraih medali emas untuk semua nomor perlombaan karena mereka sudah mempersiapkan dirinya sejak tahun lalu dan tetap berlatih terus hingga menjelang PON,”jelasnya.


Theo Widodo menyebut, Naga Timor Sport Club juga memberikan dukungan dana sebesar RP.3.000.000 kepada keenam pelari binaanya.


“Pengurus Naga Timor Sport Club memberikan sedikit bantuan uang saku karena sampai di sana tidak semua pengeluaran terencana dengan baik,”sebutnya. 


Sementara itu, Ketua Naga Timor Sport Club, David Kenenbudy mengatakan bahwa keenam atlet Naga Timor diutus ke PON untuk mengharumkan nama NTT.


“Kalian diutus ke Medan  untuk mengharumkan nama NTT maka kembalikan kejayaan NTT di Cabang Olahraga r Atletik,”ungkapnya.


David Kenenbudy berharap keenam atlet tersebut harus meraih prestasi yang gemilang.


“Kalau pada babak kualifikasi PON Jateng Open kalian sudah berhasil meraih medali, setelah berlatih keras selama lebih dari setahun untuk persiapan menuju PON XXI Aceh-Sumut selama ini, kalian harus meraih prestasi tertinggi yaitu medali emas. Ingat, kalian ini atlit terbaik NTT,”harap David Kenenbudy.


Berikut Nama Atlet dan Nomor Tanding yang Diikuti 6 Atlet Binaan Naga Timor NTT yakni Matilda Bere akan berlaga di nomor 800 meter dan Estafet 4 x 400 meter putri, Delvita Lodia Bakun di nomor 3000 meter Steepelchase putri, Juwita Siany Koy di nomor 4 x 400 meter putri, Leohelmina Bistolen di nomor 4 x 400 meter putri, Absonia Bell di nomor  4 x 400 meter putri dan Marselino Farelian Fallo di nomor 3000 meter Steepelchase putra. (MI)




Pimcab PKN Kota Kupang Sebut Christian – Serena Layak Menjadi Walikota dan Wakil Walikota

Kupang,mwartapedia.com – Ketua Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Kota Kupang, Petrus Krispianus Matutina menyebut pasangan Dokter Christian Widodo dan Serena Francis layak menjadi Walikota dan Wakil Walikota Kupang.


“Kami memberikan dukungan kepada kedua figur tersebut karena mereka pantas dan layak untuk menduduki kursi Walikota dan Wakil Walikota Kupang periode 2024-2029,”ungkapnya saat orasi politiknya dalam acara deklarasi paket Kitong CS’AN (dr. Christian Widodo dan Serena Francies) di Taman Nostalgia Kota Kupang pada Rabu, 28 Agustus 2024.


Ia mengatakan, PKN mendukung bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang periode 2024-2029, dr. Christian Widodo-Serena Francis di pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Kupang jauh sebelum dari Surat Keputusan (SK) dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).


“Kami mendukung dr. Chris Widodo dan adik Serena sudah jauh-jauh hari sebelum ada SK dari Partai Gerindra dan PSI untuk mereka berdua,”ucapnya.


Baginya, PKN sebagai partai pendukung bukan partai pengusung. Dan alasan kita mendukung mereka sangat sederhanan yaitu memilih pemimpin yang muda, penuh kreasi dan edukasi untuk membangun kota ini lima tahun ke depan. 


“Bukan berarti yang tua-tua tidak penting tapi tolong tua-tua itu berhenti sudah kita kasih kepercayaan kepada anak-anak muda untuk pimpin kota ini,”ungkapnya didampingi Sekertaris PKN Kota Kupang, Yulius M. Dauzo.


“Kenapa harus orang tua terus. Berikan kesempatan bagi yang muda,” tegas Kris, mengulang.


Menurutnya, alasan lain dari dukungan ini bahwa kedua figur anak muda ini diusung oleh partai pemenang pemilu dan presiden terpilih sekarang.


“Kita tidak perlu takut bahwa bangun Kota Kupang harus orang punya koneksi dan jabatan disani sini. Tapi sekarang ini saatnya Chris dan Serena mempunyai kekuatan untuk membangun Kota Kupang,”ucap mantan anggota DPRD Kota Kupang ini.


“Kita memilih pemimpin muda itu karena kita yakin dan percaya bahwa ditangan mereka bisa membawa perubahan,”tambahnya.


Dia menyebut hadir dalam acara deklarasi ini seorang tokoh anak muda yakni adik Elyas Yohanis Asamau atau akrab disapa dengan sebutan El Asamau yang mendukung paket CS’AN dalam membangun Kota Kupang.


“Jadi kita tidak perlu melihat yang lain-lain kita sepakat untuk mendukung pak Chris dan adik Serena. Marilah kita mendoakan mereka untuk menang dalam pilkada Kota Kupang ini,”pungkasnya. ***




Pemkot Kupang Gelar Diseminasi Hasil Studi Pemetaan Program dan Pembiayaan Perubahan Iklim

 

Kupang,nwartapedia.com – Komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi resiko perubahan iklim tercermin melalui serangkaian kegiatan  bekerjasama dengan NGO Catholic Relief Services (CRS) sebagai mitra menggelar Rapat Diseminasi Hasil Studi Pemetaan Program dan Pembiayaan Perubahan Iklim di Kota Kupang yang berlangsung di Hotel Amaris, pada Rabu (28/8/2024).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kupang, Djidja Kadiwanu, didampingi Program Manager CAPACities Catholic Relief Services (CRS) Indonesia, Upi Gufiroh dalam samutannya sekaligus membuka kegiatan tersebut mengatakan, Pemerintah Kota Kupang memberikan perhatian serius terhadap isu dan upaya memitigasi resiko perubahan iklim yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami memberikan perhatian untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dengan mengidentifikasi dan memetakan apa yang sudah terjadi sehingga kita memiliki landasan untuk mengukur kemajuan dan merencanakan peningkatan pendanaan perubahan iklim di masa yang akan datang,”ungkapnya.

Ia berharap, para peserta Diseminasi Hasil Studi Pemetaan Program dan Pembiayaan Perubahan Iklim ini dapat  menyumbangkan pemikiran yang produktif bagi upaya memitigasi resiko bencana dan perubahan Iklim untuk dipetakan dengan baik, program kerja dan pembiayaan yang diperlukan bagi penanganan isu perubahan iklim di Kota Kupang.

“Saya berharap kepada kita semua untuk melakukan diskusi terkait dengan persoalan perubahan iklim yang ada di Kota Kupang dan saya yakin bersama mitra yang ada, kita bisa memberikan sesuatu sebagai sumbangan pikiran kepada pemerintah daerah dalam melakukan program pemetaan,”harapnya. 

Program Manager CAPACities Catholic Relief Services (CRS) Indonesia, Upi Gufiroh mengatakan, Indonesia secara umum adalah laboratorium perubahan iklim. Makanya, masih banyak lembaga internasional yang menjadi lembaga donor bagi kegiatan-kegiatan terkait isu perubahan iklim di Indonesia. Dimana, Kota Kupang menjadi salah satu kota dijadikan sebagai salah satu laboratorium perubahan iklim di Indonesia

“Kota Kupang berada di pulau kecil yang tentunya, ketika perubahan iklim terjadi, menjadi salah satu area yang terdampak perubahan iklim. Isu yang paling terdampak di Kupang adalah di sektor sumber daya air, nelayan/masyarakat pesisir, masyarakat urban dan penanganan sampah, serta perubahan lahan pertanian menjadi area pemukiman penduduk,”ucapnya.

Upi Gufiroh menjelaskan, untuk sektor nelayan/masyarakat pesisir misalnya, stok persediaan ikan dulu dan sekarang itu berbeda. Sekarang ini, nelayan harus bertolak ke tengah laut untuk mencari ikan karena stok ikan sudah berkurang. Efeknya, pembiayaan untuk kebutuhan kapal nelayan menjadi naik, belum lagi emeisi karbon yang dikeluarkan saat melaut juga bertambah tinggi. Artinya, hal ini juga penting dilihat.

Wilayah pertanian di Kota Kupang, kata Upi Gufiroh, juga secara perlayan berubah menjadi area permukiman penduduk sejalan dengan keberadaan Kota Kupang sebagai kota urban. Selam aini kebutuhan masyarakat Kota Kupang akan beras dan bahan makanan lainnya juga ditopang dengan pasokan dari wilayah atau kabupaten sekitar di Pulau Timor serta dipasok dari luar Provinsi NTT. Sehingga menjadi bertambah, kerentanan terhadap resiko perubahan iklim.

“Itulah sebabnya hal ini penting untuk dilihat, sehingga dilaksanakan kegiatan yang terkait dengan isu perubahan iklim tersebut. Kegiatan yang digelar hari ini, adalah untuk ngecek sejauh mana sih penganggaran dan inisiatif perubahan iklim yang ada di pemerintah Kota Kupang. Apakah sudah memenuhi kebutuhan dari pengurangan resiko bencana dan perubahan iklim di Kota Kupanga tau seperti apa,” kata Upi Gufiroh.

Perihal kehadiran Executive Director at IRGSC (Institute of Resource Governance and Social Change), Dominggus El Cid Li, yang memaparkan materi tentang Determinasi Hasil Studi Pemetaan Program dan Pembiayaan Perubahan Iklim di Kota Kupang, menurut Upi Gufiroh, itu dilakukan karena Studi Pemetaan Program dan Pembiayaan Perubahan Iklim di Kota Kupang memang dilakukan oleh Lembaga IRGSC (Institute of Resource Governance and Social Change) yang dipimpin Dominggus El Cid Li.

“Setelah pemaparan oleh Pak Elcid, kemudian dilakukan diskusikan bersama untuk mendapatkan masukan, kira-kira masalahnya ada Dimana dalam penganggaran dan pembiayaan perubahan Iklim di Kota Kupang?. Apakah dari sisi pembiyaaan atau kegiatan yang kurang tepat sasaran, atau memang dari segi kegiatan-kegiatan ini pelu waktu untuk dilihat perubahannya terlebih dahulu,” kata Upi Gufiroh.

Tetapi tujuannya, tambah Upi Gufiroh, bukan untuk mengevaluasi program-program pemerintah tetapi justru untuk memetakan bagaimana kondisi eksisting di Kota Kupang terkait dengan pembiayaan dan kegiatan perubahan iklim itu. Sehingga jika ada kekurangan atau hal-hal yang bisa dilengkapi, melalui kegiatan ini bisa diskusi bersama.

Kegiatan ini menghadirkan Executive Director at IRGSC (Institute of Resource Governance and Social Change), Dominggus El Cid Li sebagai pemateri yang memaparkan tentang Hasil Studi Pemetaan Program dan Pembiayaan Perubahan Iklim di Pemerintahan Kota Kupang.

Rapat Diseminasi Hasil Studi Pemetaan Program dan Pembiayaan Perubahan Iklim diikuti perwakilan dari semua unsur, baik dari institusi pemerintah maupun swasta, kalangan akademisi, NGO dan juga media. Setelah pemaparan materi oleh Executive Director at IRGSC (Institute of Resource Governance and Social Change), Dominggus El Cid Li, para peserta kemudian membentuk kelompok diskusi untuk membahas tentang program dan pembiayaan yang seharusnya dilakukan dalam menghadapi resiko perubahan iklim di Kota Kupang. (MI)