Kapendam Udayana Ungkap Joni Kala Bisa Lanjut Seleksi Prajurit TNI AD

Denpasar,mwartapedia.com  – Yohanes Ande Kala atau yang dikenal Joni, masih diberikan kesempatan untuk mengikuti seleksi Prajurit TNI AD TA. 2024 atau seleksi prajurit yang digelar Kodam IX/Udayana. 


Joni diberikan kesempatan untuk melanjutkan serangkaian tes yang berlangsung di Kota Kupang, wilayah Korem 161/WS.


Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana Kolonel Inf Agung Udayana, S.E., M.M., terkait update seleksi Prajurit TNI AD terhadap Joni yang sempat dinyatakan tidak memenuhi syarat seleksi.


“Utamanya karena tinggi badan persyaratan minimal 163 cm, sedangkan daerah tertinggal seperti di wilayah NTT dengan ketentuan khusus 160 cm, sedangkan yang bersangkutan tingginya hanya 155,8 cm. Namun ini masih tahap administrasi,” ujar Kapendam saat dikonfirmasi, pada Selasa (6/8/2024).


Lebih lanjut Kapendam menanggapi pemberitaan yang viral karena Joni memperoleh Piagam Penghargaan dari Panglima TNI dan Mendikbud berkat aksi heroik Joni saat Upacara Peringatan HUT RI ke- 73, 17 Agustus 2018 silam. 


Terkini, hal tersebut menjadi bahan pertimbangan pimpinan angkatan darat agar Joni bisa melanjutkan tes seleksi prajurit.


“Terkait Piagam Penghargaan tersebut telah dilaporkan ke Mabesad. Perintah dari Mabesad untuk diberikan kesempatan mengikuti tes, nanti akan kita gali apakah ada potensi-potensi yang lebih di bidang lainnya,” ungkap Kapendam.


Dimana tes yang akan dijalani secara gambaran besar, meliputi tes kesehatan, Postur, jasmani dan akademik sampai dengan psikotes. 


Nantinya dari serangkaian tes tersebut apakah terdapat potensi yang sangat kuat sebagai keunggulan dari sdr. Joni.


Adapun proses seleksi dari Kodam IX/Udayana sudah dimulai hari ini. Dengan serangkaian tes yang sudah disiapkan untuk nantinya dilaporkan ke Mabes TNI AD selaku pengambil keputusan akhir.


“Nah kalau memang ada poin-poin potensi yang bersangkutan sebagai keunggulan khusus yang bisa menutup kekurangan tadi, ya kita laporkan ke Mabesad. Oleh karenanya, Joni tetap diikutkan. Nanti kita nilai secara keseluruhannya, kemudian datanya kita sampaikan ke Mabesad. Mabesad yang berikan keputusan,” demikian tegas Kapendam. (Pendam IX/Udy)




PJ. Gubernur NTT Buka Festival Mini Meko di Flotim

 

Larantuka,nwartapedia.com – Penjabat Gybernur NTT, Ayodhia G. L. Kalake membuka festival Mini Meko yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Flores Timur yang terletak di Pasir Putih Meko, Deda Pledo, Dusun Meko, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur – NTT. 

Festival yang berlangsung selama dua hari yakni Sabtu dan Minggu 3-4 Agustus 2024 tersebut mengusung tema Dari Laut Kita Membangun Peradaban dan Menjaga Lingkungan.

Pj. Gubernur NTT dalam sambutannya saat membuka festival tersebut mengatakan bahwa festival ini merupakan ajang untuk mempromosikan keindahan alam Flores Timur dan mengharapkan Pemerintah Daerah dan masyarakat Flores Timur terus memperkuat destinasi wisata setempat.

“Tempat ini masih asli dan asri. Harapan saya, festival ini memberikan motivasi untuk berlomba memperkuat destinasi wisata yang ada di wilayah ini. Saya juga berharap acara seperti ini perlu diadakan secara rutin. Tidak hanya di Dusun Meko tapi juga di destinasi wisata lain yang ada di Flores Timur,” ujar Ayodhia Kalake.

“Penguatan infrastruktur dan fasilitas untuk menunjang pariwisata menjadi kunci keberhasilan dari pariwisata.” Tambah Pj. Gubernur NTT.

Pj. Gubernur Ayodhia Kalake berharap dengan adanya promosi pariwisata Mini Meko dapat memancing wisatawan mancanegara untuk datang ke Flores Timur. Oleh karenanya Ia mengapresiasi Penjabat Bupati Flores Timur dan jajarannya serta masyarakat terkhusus di Desa Pledo yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan Festival Mini Meko di desa tersebut.

Senada dengan harapan Pj. Gubernur NTT, Sulastri H. Rasyid selaku Pj. Bupati Flores Timur, berharap festival itu dapat membuat Pulau Meko semakin dikenal dan mendunia. Ia pun meminta warga setempat bisa terus menjaga keindahan Flores Timur.

“Kewajiban kita untuk melestarikan alam ini adalah dengan menjaga lingkungan laut terutama dari sampah plastik. Karena kita juga hidup dari laut,” ujar Pj. Bupati Flotim.

Pada kesempatan tersebut, Pj. Gubernur NTT Ayodhia Kalake juga menyerahkan secara simbolis 15 kapal Dewi Bahari, serta melaunching wahana permainan air di Pulau Meko tersebut.

Usai pembukaan, Festival Mini Meko dilanjutkan dengan berbagai acara mulai dari pementasan tarian daerah, teater, puisi, hiburan musik, dan ragam acara lainnya. Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat juga turut dilibatkan dalam festival tersebut.

Sebagai informasi, destinasi wisata pasir timbul di Dusun Meko, Desa Pledo, Kecamatan Witihama, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT meraih juara 2 dalam ajang bergengsi pariwisata Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020.

Turut hadir pada festival tersebut, Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia G. L. Kalake, Penjabat Bupati Flores Timur, Sulastri H. Rasyid, Penjabat Ketua TP PKK Provinsi NTT Sofiana Milawati, Unsur Forkopimda Kabupaten Flores Timur, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan serta masyarakat setempat.

 

Penulis : Alexander Leonardo Raditia