Gelar Pengobatan Gratis, Warga Ucap Terima Kasih Dokter Christian Widodo

Kupang,nwartapedia.com –  Warga Kelurahan Fatukoa mengucapkan terima kasih kepada Dokter Christian Widodo bersama tim menggelar bakti sosial berupa pengobatan gratis yang berlangsung di Gereja GMIT Luz Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang pada Kamis (18/07/2024).

Yublina Manggoa sebagai Koordinatoa  Bidang Diakonina Gereja Luz Fatukoa menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dokter Christian Widodo dan para medis yang memberikan pengobatan gratis. 

“Terima kasih kepada Dokter Christian Widodo bersama tim media yang sudah memberikan pelayanan kesehatan kepada kami berupa pemeriksaan kesehatan, dapat obat-obatan, pembagian masker dan kaca mata secara gratis,”ungkapnya.

Baginya, kehadiran Dokter Christian Widodo dan tim adalah momen yang sangat berharga karena ini merupakan kunjungan pelayanan kesehatan pertama di Gereja GMIT Luz Fatukoa.

“Puji Tuhan, ini momen berharga bagi kami khususnya para lansia di jemaat ini sehingga semua warga dengan senang hati datang untuk berobat,”kata Yublina.

Ditempat yang sama, Pendeta Gereja GMIT Luz Fatukoa, Marlien Ellen Pie Bani, S,Th disela-sela kegiatan juga menyampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Dokter Christian Widodo dan tim medis yang hadir memberikan pelayanan kesehatan bagi jemaatnya.

“Saya mengucapkan terima kasih untuk pengobatan gratis dari Dokter Christian dan tim yang peduli terhadap kesehatan jemaat saya khususnya para lansia,”ujarnya.

Baginya, kehadiran Dokter Christian Widodo merupakan suatu panggilan pelayanan kesehatan, hal ini dikerenakan jemaatnya takut untuk melakukan pengobatan di rumah sakit.

“Jemaat disini takut berobat ke dokter sehingga kehadiran Dokter Christian dan tim medis merupakan suatu panggilan pelayanan disini kami merasa diperhatikan,”ucapnya.

Ia berharap kegiatan bakti sosial ini terus dilakukakan untuk membantu masyarakat Fatukoa.

“Saya berharap kegiatan pengobatan gratis ini terus dilakukan karena bekerjasama dengan tim dari puskesmas yang ada,”harapnya.

Pendeta yang menakhodai 200-an Kepala Keluarga di Gereja GMIT Luz Fatukoa ini menuturkan, jemaatnya sangat antusias dengan pengobatan gratis yang diberikan.

“Memang tidak semua hadir karena kesibukan di kebun karena mayoritas jemaat berprofesi sebagai petani tetapi puji Tuhan sebagian besar datang dalam pelayanan kesehatan ini,”ungkapnya. 

Sementara itu, bakal calon (balon) Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo mengatakan, dalam periode tahun 2024 telah melakukan pengobatan gratis sebanyak empat kali di Kelurahan Fatukoa.

“Dalam periode tahun ini (2024, red) untuk Fatukoa sudah empat kali pengobatan gratis. Tapi ini kita rutin keliling Kota Kupang dalam seminggu bisa lima kali di enam kecamatan,”kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi NTT ini.

Baginya, memberikan pelayanan pengobatan gratis yang sudah dijalankan selama 8 (delapan) tahun terakhir memberikan dampak yang sangat besar bagi masyarakat Kota Kupang. 

“Kami konsisten untuk menjemput bola karena banyak masyarakat yang sakit tapi mau ke puskesmas jaraknya jauh dimana ada yang kekurangan biaya transportasi. Apalagi yang berpenghasilan harian jika sakit maka tidak bisa mendapat penghasilan. sehingga kami datang dan memberikan pelayanan agar mereka bisa sembuh dan kembali melakukan aktivitasnya,”ungkap anggota DPRD Provinsi NTT ini dari daerah pemilihan (dapil) Kota Kupang.

Dalam kesempatan itu dirinya menghimbau masyarakat untuk segera mengurus kartu BPJS Kesehatan. 

“Dan bagi masyarakat yang belum memiliki kartu BPJS Kesehatan silahkan diurus karena ada BPJS gratis dan mandiri supaya masyarakat sakit tidak perlu biaya yang besar,”ucapnya.

Lebih lanjut kata dia, saat ini pemerintah minta agar semua warga harus mempunyai kartu BPJS Kesehatan.

“Nanti urus surat keterangan tidak mampu di kantor kelurahan lalu bawa ke Kantor Dinas Sosial dan BPJS supaya dapat kartu BPJS Kesehatan gratis,”pungkasnya. (MI)




Monitoring TPA Holistik Integrasi, Bunda Paud Imbau Siapkan Generasi Emas Indonesia

 

 

Kupang,mwartapedia,com – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sofiana Milawati, saat melakukan monitoring Tempat Penitipan Anak (TPA) Holistik Integrasi (HI) meminta TPA mewujudkan mimpi dalam menyiapkan generasi emas Indonesia.

Hal ini disampaikan Sofiana Milawati di TPA Holistik Integrasi (HI) Setda Provinsi NTT pada Rabu, 17 Juli 2024.

Sofiana mengatakan, untuk mewujudkan mimpi ini dibutuhkan kolaborasi, saling menopang dan saling melengkapi agar anak-anak memiliki harapan penuh optimisme untuk maju.

 “Tumbuh kembang anak harus disertai pola asuh dan pola didik yang benar, agar kelak mereka tampil sebagai pemimpin di era Indonesia Emas,”ungkapnya..

Menurutnya, mimpi untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh tanggung jawab. Serta upaya kerja keras menjamin pemenuhan hak-hak anak untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran sejak dari anak usia dini.

“Dengan didikan dan pola asuh yang benar disertai dengan asupan gizi yang seimbang, maka akan menunjang pertumbuhan, kecerdasan, mental dan psikis dari anak-anak kita sekaligus pembentukan karakter anak yang berkepribadian Pancasila,” ujar Sofiana Milawati yang juga selaku Penjabat Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi NTT.

Sofiana juga mengharapkan adanya relasi yang sehat dan harmonis antara guru dan anak, serta ruang belajar yang nyaman ikut berpengaruh pada tumbuh kembang anak.

Untuk diketahui, TPA Holistik Integrasi (HI) Setda Provinsi NTT telah ada sejak 14 tahun silam, tepatnya berdiri sejak 10 Januari 2010, TPA ini sebagai salah satu pusat pengembangan anak usia dini yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam dan saling terkait secara simultan, sistematis, dan terintegrasi. Saat ini terdapat 29 anak yang diasuh, dimulai dari usia 1 hingga 4 tahun, dengan jumlah pengasuh atau pendidik sebanyak 12 orang. 

TPA HI yang terletak di Jalan. Polisi Militer RT.011/RW.004, Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, memiliki fasilitas ruangan seperti ruang belajar, ruang bermain, ruang makan, serta ruang administrasi. 

Dalam kunjungannya Bunda PAUD Provinsi NTT Sofiana Milawati didampingi Sekretaris PKK, dan juga Pokja TP PKK Provinsi NTT. (MI)




Simulasi Head to Head Versi IndekStat: Melki Laka Lena-Jane Natalia Suryanto Menang Pilgub NTT

Kupang,mwartapedia.com —  Lembaga Survei IndekStat merilis hasil jajak pendapat terbaru yang dilakukan pada 1 hingga 10 Juli 2024. Survei ini mengenai peluang bakal pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) 2024.

Simulasi kontestasi Head to Head, pasangan Emanuel Melkiades Laka Lena dan Jane Natalia Suryanto menang di Pilgub NTT.

Calon Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Jane Natalia Suryanto memimpin telak figur calon Wakil Gubernur NTT lainnya.

Temuan Indekstat mengungkapkan elektabilitas (keterpilihan) Jane Natalia Suryanto sebagai calon Wakil Gubernur NTT 2024-2029 menjadi yang tertinggi jika dibandingkan dengan figur lainnnya. 

Jane Natalia Suryanto memperoleh angka elektabilitas sebesar 18.1 persen. Angka ini lebih tinggi dari perolehan calon Wakil Gubernur lainnya seperti, Adrianus Garu (13,3 persen), Anita Mahenu (9,6 persen), Gabriel Beri Binna (7,6 persen), Sebastian Salang (7,6 persen) dan Refafi Gah 4,9 persen. 

Sementara dalam survei dengan simulasi pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT 2024 yang dilakukan IndekStat menunjukan Melki Laka Lena menang telak melawan pasangan calon lain jika dipasangkan dengan Jane Natalia Suryanto. 

Simulasi I: 

– Melki Laka Lena – Jane Natalia Suryanto (48,9 persen) 

– Ansy Lema-Refafi Gah (15,1 persen) 

– Simon Petrus Kamlasi-Andre Garu (12,9 persen)

– Orias Moedak-Sebastian Salang (3,1 persen). 

Sementara disimulasi II pasangan calon, jika Melki Laka Lena dipasangkan dengan Gabriel Beri Binna elektabilitasnya lebih rendah. 

Simulasi II:

– Melki Laka Lena-Gabriel Beri Binna (45,3 persen)

– Ansy Lema-Refafi Gah (17,1 persen) 

– Simon Petrus Kamlasi-Andre Garu (12,6 persen)

– Orias Moedak-Sebastian Salang (2,5 persen). 

Dari dua simulasi tersebut menunjukan peluang Melki Laka Lena untuk menang lebih besar jika dipasangkan dengan Jane Natalia Suryanto dibandingkan jika dipasangkan dengan calon Wakil Gubenur NTT lainnnya. 

Survei ini merupakan hasil survei terbaru yang dilakukan IndekStat pada periode 1 hingga 10 Juli 2024 dengan populasi survei WNI yang berdomisili di Provinsi NTT dan berusia 17 tahun keatas atau menikah yang sudah memiliki hak pilih. 

Survei IndekStat dilakukan menggunakan metode multistage random sampling, dengan margi of error kurang lebih 3,8 persen. Survei Indekstat menggunakan metode tatap muka (face to face) dan dilakukan oleh enumerator profesional.

Secara elektoral, Jane Natalia Suryanto dan Melki Laka Lena menjadi figur dengan pengalaman yang mentereng di pemilihan legilatif DPR RI. 

Jane Natalia Suryanto berhasil meraih dukungan 46.055 suara di Daerah Pemilihan (Dapil) NTT II. Sementera Melki Laka Lena di dapil yang sama meraih total dukungan 95.138 suara. 

Sebelumnya, nama Jane Natalia Suryanto sempat disebut Melki Laka Lena sebagai salah satu figur yang digadang-gadang mendampingi dirinya ke Pilkada NTT.

Hal tersebut tentu berdasar, pasalnya sebagai pembina partai, Jane berhasil mengantarkan PSI meraih hasil maksimal pada Pileg Februari 2024 lalu.

PSI sebagai partai yang bisa dibilang masih muda, di Pileg 14 Februari 2024 lalu berhasil meraih 6 kursi DPRD NTT dan 28 kursi DPRD Kabupaten/Kota se-NTT.

Dalam proses menuju Pilkada NTT, Melki Laka Lena dan Jane Natalia Suryanto sama-sama mendapatkan rekomendasi dari DPP PAN untuk membangun koalisi.

Keduanya juga belum lama ini sama-sama mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di DPP PKB dan juga di Gerindra masih menunggu hasil survey yang dilakukan.

Golkar memiliki bekal 9 kursi DPRD Provinsi NTT untuk maju ke Pilgub NTT, sementara PSI yang dipastikan akan mendukung Jane Natalia Suryanto memilki 6 kursi DPRD Provinsi NTT dari hasil Pileg 2024.

Peluang koalisi kedua partai juga bisa terulang di NTT, mengingat Golkar dan PSI yang tergabung dalam Koalisi Indonesia maju berhasil membawa Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka meraih kemenangan di Pilpres 2024. (***)




Elektabilitas Christian Widodo Menguat Pesat di Pilkada Kota Kupang 2024

Kupang,mwartapedia.com  – Kandidat milenial Wali Kota Kupang mengungguli seluruh kandidat petahana atau para mantan Wali Kota Kupang, jika kontestasi berlangsung _head-to-head_. 

Konstelasi mengejutkan itu terungkap dalam hasil jajak pendapat publik terbaru lembaga survei Indekstat terkait Pilkada Kota Kupang 2024. 

Jajak pendapat publik ini digelar pada 25 Juni – 11 Juli 2024, yang dilakukan secara tatap muka terhadap 440 responden di wilayah Kota Kupang, dengan metode _multistage random sampling_ dan _margin of error_ sebesar ± 4,8 persen.

Simulasi kontestasi _head-to-head_ yang dilakukan Indekstat memperlihatkan keunggulan elektabilitas dokter milenial tersebut terhadap para politisi senior yang pernah memimpin Kota Kupang. 

Misalnya simulasi jika Christian _head-to-head_ dengan kandidat petahana Wali Kota Kupang periode 2017-2022 Jefirstson Richster Riwu Kore atau yang akrab dipanggil Jeriko, maka Christian unggul dengan 38,95 dari Jeriko yang mendapatkan 25,9 persen suara responden.

Begitu juga ketika dihadapkan dengan George Melkianus Hadjoh, mantan penjabat Wali Kota Kupang pada 22 Agustus 2022 hingga 22 Agustus 2023. Christian mengungguli mendapatkan 26,5 persen suara responden, berselisih cukup jauh dari Hadjoh yang hanya mendapatkan perolehan suara 7,3 persen.

Sementara jika berhadapan _head-to-head_ dengan kandidat petahana Wali Kota Kupang periode 2012-2017, Jonas Salean, keunggulan elektabilitas dokter Chris, sapaan akrab Christian Widodo terlihat cukup signifikan dengan 22,3 persen suara dari Jonas yang mendapatkan 15,4 persen suara responden. 

 Christian Widodo mengaku senang dengan hasil jajak pendapat publik tersebut. Sebagai pasangan kandidat yang mewakili generasi muda di panggung politik Kota Kupang, ia menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan masyarakat Kota Kupang. 

“Tentu saya sangat senang dan berterimakasih atas kepercayaan yang diberikan masyarakat, kita akan terus konsolidasi dengan partai pengusung dan partai pendukung, kolaborasi dengan berbagai pihak dan terus hadir dan kerja untuk rakyat”, kata Christian Widodo dalam keterangannya Selasa (16/7/2024).

Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) NTT ini mengaku akan semakin meningkatkan program-program pelayanan publik, terutama di bidang kesehatan melalui pengobatan gratis keliling yang sudah rutin dilakukannya sejak lama dari 2016, bahkan sebelum ia menjadi anggota legislatif DPRD Kota Kupang pada 2019. 

Selain program pelayanan bidang kesehatan, ia juga sudah menyusun program-program fisik dan non-fisik, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga pembangunan sumber daya manusia (SDM), pendidikan, pembukaan lapangan kerja hingga pengelolaan sampah.

“Program-program unggulan sudah kami buat di antaranya terkait membangun SDM yg berkualitas dan berkarakter, pendidikan, kesehatan, penurunan stunting, peningkatan lapangan pekerjaan dengan memberikan pelatihan skill, penanganan sampah, hingga penyediaan ruang terbuka hijau”, paparnya.

Selain program-program pembangunan dan kebijakan pelayanan publik, dokter Chris juga menyebutkan bahwa dirinya dan wakilnya Serena siap untuk memimpin Kota Kupang dengan prinsip _good and clean governance_, dengan memberikan ruang partisipasi dan keterlibatan publik yang setara dan inklusif. 

Menurutnya, adanya ruang keterlibatan publik atau _civil society_ dalam pengawasan setiap penyelenggaraan atau tata kelola kebijakan publik, akan menambah kualitas sistem _checks and balances_ selain dari DPRD dan lembaga supervisi atau audit publik lainnya.

 “Sebagai calon pemimpin muda, kami siap menyelenggarakan tata kelola pemerintahan yang berbasis partisipasi publik yang luas, setara dan merata. Dengan adanya partisipasi dan keterlibatan publik, maka kami harapkan mekanisme kontrol dan keseimbangan atau _checks and balances_ bisa berjalan baik untuk mewujudkan prinsip _good and clean governance_. Semua  sudah kami rancang yang seperti itu”, ujar Christian. 

Pengamat politik sekaligus pengajar Sosiologi Politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) dan Universitas Nusa Cendana (Undana), Ahmad Atang, melihat bahwa dengan keunggulan Christian Widodo jika berhadapan dengan setiap kandidat petahana, maka bisa dimaknai bahwa publik Kupang menginginkan wajah baru untuk memimpin Kota Kupang. 

Hal itu, sambungnya, karena publik sudah tahu plus-minus para kandidat petahana ketika mereka memimpin Kota Kupang. Oleh karenanya, rekam jejak jabatan politik dari keempat kandidat akan mengukur tingkat popularitas dan elektabilitas masing-masing.

“Fenomena ini memberikan gambaran bahwa tingkat penerimaan publik terhadap walikota lebih tinggi pada kandidat yang bukan _incumbent_. Di sini dapat dikatakan bahwa para _incumbent_ memiliki plus-minus di mata publik Kota Kupang, sehingga mereka lebih memberikan harapan baru bagi kandidat yang belum pernah memimpin kota. Dengan demikian, ada semacam kejenuhan publik terhadap wajah lama dan lebih memilih wajah baru”, ucap Ahmad Atang saat dikonfirmasi Selasa (16/7/2024).

*Fix, empat pasang kandidat akan berkompetisi di Pilkada Kota Kupang 2024*

Hingga hari ini, tercatat empat pasang kandidat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang yang telah resmi mendapatkan dukungan dari koalisi partai politik yang memiliki kursi di DPRD Kota Kupang. Regulasi dalam Undang-undang (UU) Pilkada Nomor 10 Tahun 2016 menyebutkan bahwa syarat pencalonan kepala daerah melalui parpol adalah dari parpol atau gabungan parpol yang memiliki kursi minimal 20 persen di DPRD kabupaten/kota. Empat pasangan kandidat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang tersebut telah memenuhi syarat memiliki minimal delapan kursi (20%) dari 40 total kursi di DPRD Kota Kupang. 

Adapun empat pasangan kandidat yang akan berkompetisi di Pilkada Kota Kupang 2024 adalah:

Christian Widodo berpasangan dengan Serena Francis, resmi diusung oleh Partai Gerindra (dengan 5 kursi) dan PSI (3 kursi), memiliki total delapan kursi di parlemen Kota Kupang.

Pasangan petahana Wali Kota Jefri Riwu Kore dan Adinda Lebu Raya, diusung PDI Perjuangan (5 kursi) dan PAN (4 Kursi) sehingga memilki total sembilan kursi.

Kandidat Petahana Wali Kota Jonas Salean menggandeng Alo Sukardan, menggunakan mesin politik koalisi Partai Golkar (5 kursi) dan Partai Hanura (3 kursi) memiliki total delapan kursi.

Pasangan keempat adalah mantan penjabat Wali Kota Kupang George Hadjoh danTheodora Ewalde Taek, didukung oleh Partai NasDem (5 Kursi) dan PKB (5 Kursi), memiliki total 10 kursi di DPRD Kota Kupang. (**”)




Pakar Politik UMK Sebut Isu Sara Pada Pilkada Kota Kupang Bukan Politik yang Ilegal

 

 

Kupang,mwartapedia.com – Menanggapi isu Suku, Ras dan Agama (SARA) yang beredar di Kota Kupang pada akhir-akhir ini menurut pakar politik Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr Ahmad Atang, MSi mengatakan bahwa narasi politik yang dibangun untuk mendikotomi pasangan calon pada Pilkada Kota Kupang bukan mind set politik yang elegan. 

“Sebagai warga Kota Kupang tentu punya hak yang sama dalam politik, yakni hak memilih dan hak untuk dipilih,”ungkapnya ketika dihubungi media ini pada Selasa (16/07/2024).

Menurutnya, secara sosiologis, Kota Kupang masyarakatnya dihuni oleh multietnis, multikultural, multi ras dan mukti agama yang diakui oleh negara sebagai rakyat Kota Kupang.

“Berdasarkan realitas di atas, dalam politik dan demokrasi tidak ada pengkotak-kotakan, karena rakyat yang akan menentukan siapa yang dipercaya,”kata Ahmad Atang. 

Oleh karena itu, lanjut Ahmad Atang, politik dikotomis harus dihindari karena akan membuat demokrasi di Kota Kupang menjadi tidak sehat. 

“Apapun sukunya, apapun agamanya dan apapun daerahnya harus dilihat sebagai khazanah kekayaan yang dikelola untuk Kota Kupang ke depan,”jelasnya.

“Kita juga mengakui bahwa ada warga asli dan ada warga pendatang,”tambahnya. 

Ia menegaskan, kedua entitas ini telah membangun simbiosis mutualisme, sehingga dalam segala aspek kehidupan harus diberi ruang termasuk dalam politik. 

“Siapapun yang ingin membangun Kota Kupang yang lebih melalui jalur politik tentu harus diapresiasi kerana mereka telah berkontribusi sesuai jalur yang dipilihnya dan untuk memimpin Kota Kupang maka rakyat yang akan menentukan, biarlah mereka bersaing untuk memperebutkan suara rakyat pada pilkada mendatang,”pungkasnya. (MI)




Gelar Baksos Pengobatan Gratis, Warga Ucap Terima Kasih Dokter Christian Widodo

                                  

Kupang,mwartapedia.com –  Warga Kelurahan Fatukoa mengucapkan terima kasih kepada Dokter Christian Widodo bersama tim menggelar bakti sosial berupa pengobatan gratis yang berlangsung di Gereja GMIT Luz Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang pada Kamis (18/07/2024).


Yublina Manggoa sebagai Koordinatoa  Bidang Diakonina Gereja Luz Fatukoa menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dokter Christian Widodo dan para medis yang memberikan pengobatan gratis. 


“Terima kasih kepada Dokter Christian Widodo bersama tim media yang sudah memberikan pelayanan kesehatan kepada kami berupa pemeriksaan kesehatan, dapat obat-obatan, pembagian masker dan kaca mata secara gratis,”ungkapnya.


Baginya, kehadiran Dokter Christian Widodo dan tim adalah momen yang sangat berharga karena ini merupakan kunjungan pelayanan kesehatan pertama di Gereja GMIT Luz Fatukoa.


“Puji Tuhan, ini momen berharga bagi kami khususnya para lansia di jemaat ini sehingga semua warga dengan senang hati datang untuk berobat,”kata Yublina.


Ditempat yang sama, Pendeta Gereja GMIT Luz Fatukoa, Marlien Ellen Pie Bani, S,Th disela-sela kegiatan juga menyampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Dokter Christian Widodo dan tim medis yang hadir memberikan pelayanan kesehatan bagi jemaatnya.


“Saya mengucapkan terima kasih untuk pengobatan gratis dari Dokter Christian dan tim yang peduli terhadap kesehatan jemaat saya khususnya para lansia,”ujarnya.


Baginya, kehadiran Dokter Christian Widodo merupakan suatu panggilan pelayanan kesehatan, hal ini dikerenakan jemaatnya takut untuk melakukan pengobatan di rumah sakit.


“Jemaat disini takut berobat ke dokter sehingga kehadiran Dokter Christian dan tim medis merupakan suatu panggilan pelayanan disini kami merasa diperhatikan,”ucapnya.


Ia berharap kegiatan bakti sosial ini terus dilakukakan untuk membantu masyarakat Fatukoa.


“Saya berharap kegiatan pengobatan gratis ini terus dilakukan karena bekerjasama dengan tim dari puskesmas yang ada,”harapnya.


Pendeta yang menakhodai 200-an Kepala Keluarga di Gereja GMIT Luz Fatukoa ini menuturkan, jemaatnya sangat antusias dengan pengobatan gratis yang diberikan.


“Memang tidak semua hadir karena kesibukan di kebun karena mayoritas jemaat berprofesi sebagai petani tetapi puji Tuhan sebagian besar datang dalam pelayanan kesehatan ini,”ungkapnya. 


Sementara itu, bakal calon (balon) Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo mengatakan, dalam periode tahun 2024 telah melakukan pengobatan gratis sebanyak empat kali di Kelurahan Fatukoa.


“Dalam periode tahun ini (2024, red) untuk Fatukoa sudah empat kali pengobatan gratis. Tapi ini kita rutin keliling Kota Kupang dalam seminggu bisa lima kali di enam kecamatan,”kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi NTT ini.


Baginya, memberikan pelayanan pengobatan gratis yang sudah dijalankan selama 8 (delapan) tahun terakhir memberikan dampak yang sangat besar bagi masyarakat Kota Kupang. 


“Kami konsisten untuk menjemput bola karena banyak masyarakat yang sakit tapi mau ke puskesmas jaraknya jauh dimana ada yang kekurangan biaya transportasi. Apalagi yang berpenghasilan harian jika sakit maka tidak bisa mendapat penghasilan. sehingga kami datang dan memberikan pelayanan agar mereka bisa sembuh dan kembali melakukan aktivitasnya,”ungkap anggota DPRD Provinsi NTT ini dari daerah pemilihan (dapil) Kota Kupang.


Dalam kesempatan itu dirinya menghimbau masyarakat untuk segera mengurus kartu BPJS Kesehatan. 


“Dan bagi masyarakat yang belum memiliki kartu BPJS Kesehatan silahkan diurus karena ada BPJS gratis dan mandiri supaya masyarakat sakit tidak perlu biaya yang besar,”ucapnya.


Lebih lanjut kata dia, saat ini pemerintah minta agar semua warga harus mempunyai kartu BPJS Kesehatan.


“Nanti urus surat keterangan tidak mampu di kantor kelurahan lalu bawa ke Kantor Dinas Sosial dan BPJS supaya dapat kartu BPJS Kesehatan gratis,”pungkasnya. (MI)