Simulasi Head to Head Versi IndekStat: Melki Laka Lena-Jane Natalia Suryanto Menang Pilgub NTT

Kupang,mwartapedia.com —  Lembaga Survei IndekStat merilis hasil jajak pendapat terbaru yang dilakukan pada 1 hingga 10 Juli 2024. Survei ini mengenai peluang bakal pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) 2024.


Simulasi kontestasi Head to Head, pasangan Emanuel Melkiades Laka Lena dan Jane Natalia Suryanto menang di Pilgub NTT.


Calon Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Jane Natalia Suryanto memimpin telak figur calon Wakil Gubernur NTT lainnya.


Temuan Indekstat mengungkapkan elektabilitas (keterpilihan) Jane Natalia Suryanto sebagai calon Wakil Gubernur NTT 2024-2029 menjadi yang tertinggi jika dibandingkan dengan figur lainnnya. 


Jane Natalia Suryanto memperoleh angka elektabilitas sebesar 18.1 persen. Angka ini lebih tinggi dari perolehan calon Wakil Gubernur lainnya seperti, Adrianus Garu (13,3 persen), Anita Mahenu (9,6 persen), Gabriel Beri Binna (7,6 persen), Sebastian Salang (7,6 persen) dan Refafi Gah 4,9 persen. 


Sementara dalam survei dengan simulasi pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT 2024 yang dilakukan IndekStat menunjukan Melki Laka Lena menang telak melawan pasangan calon lain jika dipasangkan dengan Jane Natalia Suryanto. 


Simulasi I: 

– Melki Laka Lena – Jane Natalia Suryanto (48,9 persen) 

– Ansy Lema-Refafi Gah (15,1 persen) 

– Simon Petrus Kamlasi-Andre Garu (12,9 persen)

– Orias Moedak-Sebastian Salang (3,1 persen). 

Sementara disimulasi II pasangan calon, jika Melki Laka Lena dipasangkan dengan Gabriel Beri Binna elektabilitasnya lebih rendah. 


Simulasi II:

– Melki Laka Lena-Gabriel Beri Binna (45,3 persen)

– Ansy Lema-Refafi Gah (17,1 persen) 

– Simon Petrus Kamlasi-Andre Garu (12,6 persen)

– Orias Moedak-Sebastian Salang (2,5 persen). 


Dari dua simulasi tersebut menunjukan peluang Melki Laka Lena untuk menang lebih besar jika dipasangkan dengan Jane Natalia Suryanto dibandingkan jika dipasangkan dengan calon Wakil Gubenur NTT lainnnya. 


Survei ini merupakan hasil survei terbaru yang dilakukan IndekStat pada periode 1 hingga 10 Juli 2024 dengan populasi survei WNI yang berdomisili di Provinsi NTT dan berusia 17 tahun keatas atau menikah yang sudah memiliki hak pilih. 


Survei IndekStat dilakukan menggunakan metode multistage random sampling, dengan margi of error kurang lebih 3,8 persen. Survei Indekstat menggunakan metode tatap muka (face to face) dan dilakukan oleh enumerator profesional.


Secara elektoral, Jane Natalia Suryanto dan Melki Laka Lena menjadi figur dengan pengalaman yang mentereng di pemilihan legilatif DPR RI. 


Jane Natalia Suryanto berhasil meraih dukungan 46.055 suara di Daerah Pemilihan (Dapil) NTT II. Sementera Melki Laka Lena di dapil yang sama meraih total dukungan 95.138 suara. 


Sebelumnya, nama Jane Natalia Suryanto sempat disebut Melki Laka Lena sebagai salah satu figur yang digadang-gadang mendampingi dirinya ke Pilkada NTT.


Hal tersebut tentu berdasar, pasalnya sebagai pembina partai, Jane berhasil mengantarkan PSI meraih hasil maksimal pada Pileg Februari 2024 lalu.


PSI sebagai partai yang bisa dibilang masih muda, di Pileg 14 Februari 2024 lalu berhasil meraih 6 kursi DPRD NTT dan 28 kursi DPRD Kabupaten/Kota se-NTT.


Dalam proses menuju Pilkada NTT, Melki Laka Lena dan Jane Natalia Suryanto sama-sama mendapatkan rekomendasi dari DPP PAN untuk membangun koalisi.


Keduanya juga belum lama ini sama-sama mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di DPP PKB dan juga di Gerindra masih menunggu hasil survey yang dilakukan.


Golkar memiliki bekal 9 kursi DPRD Provinsi NTT untuk maju ke Pilgub NTT, sementara PSI yang dipastikan akan mendukung Jane Natalia Suryanto memilki 6 kursi DPRD Provinsi NTT dari hasil Pileg 2024.


Peluang koalisi kedua partai juga bisa terulang di NTT, mengingat Golkar dan PSI yang tergabung dalam Koalisi Indonesia maju berhasil membawa Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka meraih kemenangan di Pilpres 2024.(***)




Elektabilitas Christian Widodo Menguat Pesat di Pilkada Kota Kupang 2024

Kupang,mwartapedia.com  – Kandidat milenial Wali Kota Kupang mengungguli seluruh kandidat petahana atau para mantan Wali Kota Kupang, jika kontestasi berlangsung _head-to-head_. 


Konstelasi mengejutkan itu terungkap dalam hasil jajak pendapat publik terbaru lembaga survei Indekstat terkait Pilkada Kota Kupang 2024. 


Jajak pendapat publik ini digelar pada 25 Juni – 11 Juli 2024, yang dilakukan secara tatap muka terhadap 440 responden di wilayah Kota Kupang, dengan metode _multistage random sampling_ dan _margin of error_ sebesar ± 4,8 persen.


Simulasi kontestasi _head-to-head_ yang dilakukan Indekstat memperlihatkan keunggulan elektabilitas dokter milenial tersebut terhadap para politisi senior yang pernah memimpin Kota Kupang. 


Misalnya simulasi jika Christian _head-to-head_ dengan kandidat petahana Wali Kota Kupang periode 2017-2022 Jefirstson Richster Riwu Kore atau yang akrab dipanggil Jeriko, maka Christian unggul dengan 38,95 dari Jeriko yang mendapatkan 25,9 persen suara responden.


Begitu juga ketika dihadapkan dengan George Melkianus Hadjoh, mantan penjabat Wali Kota Kupang pada 22 Agustus 2022 hingga 22 Agustus 2023. Christian mengungguli mendapatkan 26,5 persen suara responden, berselisih cukup jauh dari Hadjoh yang hanya mendapatkan perolehan suara 7,3 persen.


Sementara jika berhadapan _head-to-head_ dengan kandidat petahana Wali Kota Kupang periode 2012-2017, Jonas Salean, keunggulan elektabilitas dokter Chris, sapaan akrab Christian Widodo terlihat cukup signifikan dengan 22,3 persen suara dari Jonas yang mendapatkan 15,4 persen suara responden. 


 Christian Widodo mengaku senang dengan hasil jajak pendapat publik tersebut. Sebagai pasangan kandidat yang mewakili generasi muda di panggung politik Kota Kupang, ia menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan masyarakat Kota Kupang. 


“Tentu saya sangat senang dan berterimakasih atas kepercayaan yang diberikan masyarakat, kita akan terus konsolidasi dengan partai pengusung dan partai pendukung, kolaborasi dengan berbagai pihak dan terus hadir dan kerja untuk rakyat”, kata Christian Widodo dalam keterangannya Selasa (16/7/2024).


Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) NTT ini mengaku akan semakin meningkatkan program-program pelayanan publik, terutama di bidang kesehatan melalui pengobatan gratis keliling yang sudah rutin dilakukannya sejak lama dari 2016, bahkan sebelum ia menjadi anggota legislatif DPRD Kota Kupang pada 2019. 


Selain program pelayanan bidang kesehatan, ia juga sudah menyusun program-program fisik dan non-fisik, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga pembangunan sumber daya manusia (SDM), pendidikan, pembukaan lapangan kerja hingga pengelolaan sampah.


“Program-program unggulan sudah kami buat di antaranya terkait membangun SDM yg berkualitas dan berkarakter, pendidikan, kesehatan, penurunan stunting, peningkatan lapangan pekerjaan dengan memberikan pelatihan skill, penanganan sampah, hingga penyediaan ruang terbuka hijau”, paparnya.


Selain program-program pembangunan dan kebijakan pelayanan publik, dokter Chris juga menyebutkan bahwa dirinya dan wakilnya Serena siap untuk memimpin Kota Kupang dengan prinsip _good and clean governance_, dengan memberikan ruang partisipasi dan keterlibatan publik yang setara dan inklusif. 


Menurutnya, adanya ruang keterlibatan publik atau _civil society_ dalam pengawasan setiap penyelenggaraan atau tata kelola kebijakan publik, akan menambah kualitas sistem _checks and balances_ selain dari DPRD dan lembaga supervisi atau audit publik lainnya.


 “Sebagai calon pemimpin muda, kami siap menyelenggarakan tata kelola pemerintahan yang berbasis partisipasi publik yang luas, setara dan merata. Dengan adanya partisipasi dan keterlibatan publik, maka kami harapkan mekanisme kontrol dan keseimbangan atau _checks and balances_ bisa berjalan baik untuk mewujudkan prinsip _good and clean governance_. Semua  sudah kami rancang yang seperti itu”, ujar Christian. 


Pengamat politik sekaligus pengajar Sosiologi Politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) dan Universitas Nusa Cendana (Undana), Ahmad Atang, melihat bahwa dengan keunggulan Christian Widodo jika berhadapan dengan setiap kandidat petahana, maka bisa dimaknai bahwa publik Kupang menginginkan wajah baru untuk memimpin Kota Kupang. 


Hal itu, sambungnya, karena publik sudah tahu plus-minus para kandidat petahana ketika mereka memimpin Kota Kupang. Oleh karenanya, rekam jejak jabatan politik dari keempat kandidat akan mengukur tingkat popularitas dan elektabilitas masing-masing.


“Fenomena ini memberikan gambaran bahwa tingkat penerimaan publik terhadap walikota lebih tinggi pada kandidat yang bukan _incumbent_. Di sini dapat dikatakan bahwa para _incumbent_ memiliki plus-minus di mata publik Kota Kupang, sehingga mereka lebih memberikan harapan baru bagi kandidat yang belum pernah memimpin kota. Dengan demikian, ada semacam kejenuhan publik terhadap wajah lama dan lebih memilih wajah baru”, ucap Ahmad Atang saat dikonfirmasi Selasa (16/7/2024).


*Fix, empat pasang kandidat akan berkompetisi di Pilkada Kota Kupang 2024*


Hingga hari ini, tercatat empat pasang kandidat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang yang telah resmi mendapatkan dukungan dari koalisi partai politik yang memiliki kursi di DPRD Kota Kupang. Regulasi dalam Undang-undang (UU) Pilkada Nomor 10 Tahun 2016 menyebutkan bahwa syarat pencalonan kepala daerah melalui parpol adalah dari parpol atau gabungan parpol yang memiliki kursi minimal 20 persen di DPRD kabupaten/kota. Empat pasangan kandidat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang tersebut telah memenuhi syarat memiliki minimal delapan kursi (20%) dari 40 total kursi di DPRD Kota Kupang. 


Adapun empat pasangan kandidat yang akan berkompetisi di Pilkada Kota Kupang 2024 adalah:


Christian Widodo berpasangan dengan Serena Francis, resmi diusung oleh Partai Gerindra (dengan 5 kursi) dan PSI (3 kursi), memiliki total delapan kursi di parlemen Kota Kupang.


Pasangan petahana Wali Kota Jefri Riwu Kore dan Adinda Lebu Raya, diusung PDI Perjuangan (5 kursi) dan PAN (4 Kursi) sehingga memilki total sembilan kursi.


Kandidat Petahana Wali Kota Jonas Salean menggandeng Alo Sukardan, menggunakan mesin politik koalisi Partai Golkar (5 kursi) dan Partai Hanura (3 kursi) memiliki total delapan kursi.


Pasangan keempat adalah mantan penjabat Wali Kota Kupang George Hadjoh danTheodora Ewalde Taek, didukung oleh Partai NasDem (5 Kursi) dan PKB (5 Kursi), memiliki total 10 kursi di DPRD Kota Kupang. (**”)