Pengamat Politik UMK Sebut Koalisi Golkar-PSI dan PDIP-PSI Pada Pilgub Masih Terbuka

Kupang,mwartapedia.com – Pengamat Politik Universitas Muhammadyah Kupang (UMK), Ahmad Atang, menyebut koalisi antara Partai Golongan Karya (Golkar) dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan PSI pada perhelatan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur NTT masih terbuka.


“Konfigurasi politik yang dibangun di tingkat lokal selalu bermuara pada dua hal, yakni desain format koalisi pusat yang diadopsi ke daerah atau membentuk konfigurasi baru dengan memperhatikan kepentingan politik lokal. Dua hal ini selalu menjadi mindset politik kepartaian,”ungkap Ahmad Atang kepada media ini pada Minggu (12/0/2024).


Ahmad Atang menjelaskan, melihat realitas ini, maka relasi kepartaian antara Golkar dan PSI mempunyai ikatan politik yang sama, karena sebagai pengusung utama Prabowo-Gibran. Hal ini berbeda relasi politik antara PDIP dengan PSI yang cenderung menciptakan rivalitas politik, baik pra dan pasca Pilpres. 


“Dengan demikian, ada persoalan psikologis politis. Namun demikian, jika dilihat dari tuntutan kepentingan politik lokal, aspek relasi di pusat dapat diabaikan. Oleh karena itu, koalisi antara golkar-PSI dan PDIP-PSI masih terbuka,”ucapnya.


Ahmad Atang berpendapat, sungguh pun begitu, politik lokal selalu bersandar pada basis sosiologis. Ansy Lema dan Melki Laka Lena datang dari basis politik dan basis sosiologis yang sama. 


“Keduanya maju sebagai anggota DPR dari dapil Timor dan Sumba dan secara sosiologis kedua sama-sama dari Ende-Flores,”jelasnya. 


Menurutnya, jika hal ini ditarik dalam politik pilkada, maka kedua mempunyai dua basis sekaligus. 


“Hal ini sama dengan Jane Natalia Suryanto yang juga memiliki basis politik yang sama dengan Ansy Lema dan Melki Laka Lena,”kata Ahmad Atang. 


Ahmad Atang menilai, jika posisi ini didesain menjadi pasangan calon tentu, antara Melki atau Ansy berpasangan dengan Jane Natalia Suryanto maka mereka akan merebut ikan di kolam yang sama dan ini butuh kerja keras untuk mendapatkan profit elektoral.


“Karena yang beroperasi pada  politik lokal bukan politik transaksional akan tetapi akomodatif yang berbasis sosiologis,”pungkasnya. (MI)




Kupang Fishing Club Gelar Deklarasi dan Aksi Sosial di Panti Asuhan Alma Sikumana

 

Kupang,mwartapedia.com – Kupang Fishing Club (KFC) menggelar deklarasi dan aksi sosial dengan mengusung tema Berbagi Bahagia Bersama Mereka di Panti Asuhan Bakti Luhur Susteran Alma Sikumana pada Sabtu (11/05/2024).


Ketua KFC, Martin Jo disela-sela kegiatan kepada awak media mengatakan bahwa alasan memilih deklarasi dan aksi sosial di Panti Asuhan Alma karena di panti asuhan ini ada banyak anak yang disabilitas ada sekitar 27 orang anak 2 orang pengasuh dan 3 orang pengurus.


“Kami memilih disini karena kami lebih tertarik dengan keadaan anak yang lebih banyak disabilitas sehingga kami tergerak hati untuk membantu mereka untuk mengurangi rasa empati mereka kepada kami apalagi mereka masih anak-anak otomatis dengan adanya kehadiran kami mereka merasa dihargai,”ungkapnya.


Baginya kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat harkat dan martabat kaum disabilitas seperti layaknya orang normal.


“Kita mengangkat harkat dan martabat mereka supaya mereka juga bisa bergaul seperti anak-anak yang normal,”kata Martin.


Martin menjelaskan, KFC sendiri terbentuk pada tanggal 18 Maret 2022 dan sudah mempunyai anggota sebanyak 325 orang yang tersebar di seluruh  Indonesia.


“Sebagian besar KFC berada di Kota Kupang, Jakarta, Yogyakarta, Ambon, Aceh dan hampir seluruh provinsi di Indonesia,”jelasnya.


Martin menambahkan, selama dua tahun KFC terbentuk sudah melakukan kegiatan mancing di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur.


“Kebanyakan kami berdomisili di Kota Kupang maka kegiatan memancing kami meliputi Pulau Rote, Papela, Semau, Naikliu, Tanjung Purung, Tanjung Gundul ini adalah spot mancing yang pernah kami lewati dan jenis ikan yang paling banyak adalah ikan dusun (Red), lancang babi, ikan merah dan kerapu,”tambahnya.


Dengan adanya kegiatan aksi sosial ini dirinya berharap agar dapat menggugah hati pemerintah maupun komunitas yang lain untuk memberikan sedikit dari kekurangan yang dimiliki untuk orang lain.


“Kita melihat anak-anak disini dari hati dimana sedikit tidaknya kita tergerak hati untuk membantu walaupun jujur kami berdiri KFC masih terlalu mudah dan belum ada dana sehingga kami berusaha untuk menggandeng sponsor maupun dan para donatur untuk memberikan warna bagi anak-anak panti,”kata Martin.


Sekretaris Panti Asuhan Bakti Luhur Susteran Alma, Suster Yolanda Rahadet Alma mengungkapkan rasa terharu dan bangga atas kehadiran KFC untuk memberikan bantuan.


“Sore hari ini kami merasa terharu dan bangga atas kehadiran KFC untuk menolong dan berbagi bersama kami,”ucapnya.


Suster Yolanda menuturkan, mengurus 27 anak disabilitas tidak mengalami kendala karena mengasuh mereka dengan penuh kasih.


“Bersama anak-anak disabilitas dan autis, kami serumah, sekamar, semeja makan dan tidak mengalami kendala,”tutur Suster Yolanda.


Ia menambahkan, pelayanan yang diberikan kepada anak-anak Panti Asuhan Alma sesuai dengan injil Matius 25:40 berbunyi Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.


“Didalam ayat ini kami percaya bahwa anak-anak ini adalah anak Tuhan yang harus dilayani dengan penuh kasih,”tambahnya.


Suster Yolanda berharap agar ke depan KFC semakin jaya dan selalu memberi kepada sesama yang membutuhkan.


“Kami berharap agar KFC selalu jaya dan sukses kedepannya dan menjadi saluran berkat bagi banyak orang,”tutupnya. 


Kegiatan deklarasi dan aksi sosial ini ditandai dengan pemotongan tumpeng dan penyerahan bantuan berupa sembako, vitamin dan stimuno dan pakaian layak pakai.  (MI)