Direktur TI BPJS Kesehatan Ungkap Layanan Digital Program JKN ke Belahan Dunia


Denpasar,nwartapedia.com
– BPJS Kesehatan terus melakukan pengembangan layanan digital untuk menghadirkan akses pelayanan kesehatan yang mudah kepada seluruh masyarakat. 

Digitalisasi terhadap berbagai pelayanan yang diterapkan baik di kantor hingga di fasilitas kesehatan kini dianggap telah menjawab kebutuhan masyarakat di era perkembangan teknologi saat ini. 
Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan menyebut upaya peningkatan infrastruktur dengan memanfaatkan teknologi kesehatan digital saat ini sangat dibutuhkan. 
Menurutnya, digitalisasi terhadap pelayanan dapat memastikan aksesibilitas dan keterjangkauan layanan kesehatan berkualitas bagi semua orang, sehingga Indonesia bisa mencapai Universal Health Coverage (UHC). 
“Saat ini, implementasi Program JKN telah ditunjang dengan infrastruktur digital yang mumpuni. Inovasi berbasis digital, pengelolaan data sampel dan didukung dengan pengelolaan command center yang baik menjadi salah satu tonggak penting untuk penyelenggaraan Program JKN yang optimal,” ungkap Edwin pada Rabu (06/04/2024).
Edwin menjelaskan, pengembangan kompetensi digital dalam memperkuat penyelenggaraan jaminan kesehatan juga sangat penting, termasuk penerapan teknologi baru seperti Artificial Intellegent (AI). 
Bukan hanya itu, ia juga menekankan pentingnya tata kelola data kesehatan guna memastikan pengelolaan data yang aman, efisien, serta menumbuhkan kepercayaan dan integritas dalam perlindungan data pribadi dalam ekosistem layanan kesehatan. 

Ia menyebut, penyelenggaraan Program JKN juga telah mengelola data yang sangat besar. Hingga saat ini, jumlah pemanfaatan data sampel lebih dari Setiap harinya, ada 112 juta transaksi data yang berlangsung di dalam ekosistem Program JKN, atau 1.296 transaksi data per detik. Terdapat 397,8 miliar row data, yang meliputi data kepesertaan, pelayanan kesehatan, dan iuran.“Dengan pengelolaan data yang sangat besar, tentu keamanan data yang dibutuhkan semakin tinggi. Dalam pelaksanaannya, BPJS Kesehatan telah menerapkan enam layer proteksi terhadap keamanan data, dimulai dari menentukan parameter keamanan, keamanan jaringan, keamanan endpoint, keamanan di elemen manusia, kemanan terhadap aplikasi hingga kemanan terhadap data yang dimiliki,” jelas Edwin. 

Dalam kesempatan tersebut, Edwin juga memperkenalkan berbagai inovasi berbasis digital yang diluncurkan oleh BPJS Kesehatan. Salah satu inovasi yang dihadirkan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal melalui Aplikasi Mobile JKN. Inovasi ini telah mengubah pengalaman peserta di fasilitas kesehatan, mengurangi waktu tunggu di rumah sakit yang sebelumnya bisa mencapai 6 jam menjadi hanya 2,5 jam. Selain itu, Aplikasi Mobile JKN juga memungkinkan peserta untuk mengakses riwayat pelayanan kesehatan mereka dalam 12 bulan terakhir melalui i-Care JKN. 

Dengan i-Care JKN, dokter dan peserta dapat melihat riwayat kunjungan, tindakan medis, dan obat yang diberikan oleh fasilitas kesehatan dalam kurun waktu 12 bulan terakhir, sehingga dokter juga dapat memberikan pelayanan yang cepat dan tepat.

 BPJS Kesehatan juga telah menghadirkan layanan digital yang bisa diakses peserta untuk kebutuhan informasi pelayanan dan pengaduan, seperti Chat Asisstant JKN (CHIKA), Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (PANDAWA), Voice Interractive JKN (VIKA) hingga BPJS Kesehatan Care Center 165.

Di sektor pendaftaran, BPJS Kesehatan juga menghadirkan layanan E-Dabu yang bisa dimanfaatkan oleh badan usaha untuk mendaftarkan pekerjanya menjadi peserta JKN.

“Selain itu, BPJS Kesehatan juga telah memperkenalkan berbagai inovasi lainnya, seperti skrining riwayat kesehatan, yang bertujuan sebagai upaya preventif bagi peserta JKN dalam mencegah penyakit kronis. Ada juga telemedicine yang bisa memudahkan peserta untuk berobat jarak jauh. Harapannya, dengan inovasi digital yang dihadirkan bisa menghadirkan sistem layanan kesehatan yang mudah bagi seluruh peserta JKN,” tutup Edwin. (***)




Direktur TI BPJS Kesehatan Ungkap Layanan Digital Program JKN ke Belahan Dunia


Denpasar,mwartapedia.com
– BPJS Kesehatan terus melakukan pengembangan layanan digital untuk
menghadirkan akses pelayanan kesehatan yang mudah kepada seluruh masyarakat. 

Digitalisasi terhadap
berbagai pelayanan yang diterapkan baik di kantor hingga di fasilitas kesehatan kini dianggap telah
menjawab kebutuhan masyarakat di era perkembangan teknologi saat ini. 
Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan menyebut upaya peningkatan infrastruktur
dengan memanfaatkan teknologi kesehatan digital saat ini sangat dibutuhkan. 
Menurutnya, digitalisasi
terhadap pelayanan dapat memastikan aksesibilitas dan keterjangkauan layanan kesehatan berkualitas bagi
semua orang, sehingga Indonesia bisa mencapai Universal Health Coverage (UHC). 
“Saat ini, implementasi Program JKN telah ditunjang dengan infrastruktur digital yang mumpuni. Inovasi
berbasis digital, pengelolaan data sampel dan didukung dengan pengelolaan command center yang baik
menjadi salah satu tonggak penting untuk penyelenggaraan Program JKN yang optimal,” ungkap Edwin pada Rabu (06/04/2024).
Edwin menjelaskan, pengembangan kompetensi digital dalam memperkuat penyelenggaraan jaminan
kesehatan juga sangat penting, termasuk penerapan teknologi baru seperti Artificial Intellegent (AI). 
Bukan
hanya itu, ia juga menekankan pentingnya tata kelola data kesehatan guna memastikan pengelolaan data
yang aman, efisien, serta menumbuhkan kepercayaan dan integritas dalam perlindungan data pribadi dalam
ekosistem layanan kesehatan. 
Ia menyebut, penyelenggaraan Program JKN juga telah mengelola data yang sangat besar. Hingga saat ini,
jumlah pemanfaatan data sampel lebih dari Setiap harinya, ada 112 juta transaksi data yang berlangsung di
dalam ekosistem Program JKN, atau 1.296 transaksi data per detik. Terdapat 397,8 miliar row data, yang
meliputi data kepesertaan, pelayanan kesehatan, dan iuran.

“Dengan pengelolaan data yang sangat besar, tentu keamanan data yang dibutuhkan semakin tinggi. Dalam
pelaksanaannya, BPJS Kesehatan telah menerapkan enam layer proteksi terhadap keamanan data, dimulai
dari menentukan parameter keamanan, keamanan jaringan, keamanan endpoint, keamanan di elemen
manusia, kemanan terhadap aplikasi hingga kemanan terhadap data yang dimiliki,” jelas Edwin. 

Dalam kesempatan tersebut, Edwin juga memperkenalkan berbagai inovasi berbasis digital yang
diluncurkan oleh BPJS Kesehatan. Salah satu inovasi yang dihadirkan untuk memberikan pelayanan
kesehatan yang optimal melalui Aplikasi Mobile JKN. Inovasi ini telah mengubah pengalaman peserta di
fasilitas kesehatan, mengurangi waktu tunggu di rumah sakit yang sebelumnya bisa mencapai 6 jam menjadi
hanya 2,5 jam.
Selain itu, Aplikasi Mobile JKN juga memungkinkan peserta untuk mengakses riwayat pelayanan kesehatan
mereka dalam 12 bulan terakhir melalui i-Care JKN. 

Dengan i-Care JKN, dokter dan peserta dapat melihat
riwayat kunjungan, tindakan medis, dan obat yang diberikan oleh fasilitas kesehatan dalam kurun waktu 12
bulan terakhir, sehingga dokter juga dapat memberikan pelayanan yang cepat dan tepat.

 BPJS Kesehatan juga telah menghadirkan layanan digital yang bisa diakses peserta untuk kebutuhan
informasi pelayanan dan pengaduan, seperti Chat Asisstant JKN (CHIKA), Pelayanan Administrasi melalui
Whatsapp (PANDAWA), Voice Interractive JKN (VIKA) hingga BPJS Kesehatan Care Center 165.

 

Di sektor
pendaftaran, BPJS Kesehatan juga menghadirkan layanan E-Dabu yang bisa dimanfaatkan oleh badan
usaha untuk mendaftarkan pekerjanya menjadi peserta JKN.

“Selain itu, BPJS Kesehatan juga telah memperkenalkan berbagai inovasi lainnya, seperti skrining riwayat
kesehatan, yang bertujuan sebagai upaya preventif bagi peserta JKN dalam mencegah penyakit kronis. Ada
juga telemedicine yang bisa memudahkan peserta untuk berobat jarak jauh. Harapannya, dengan inovasi
digital yang dihadirkan bisa menghadirkan sistem layanan kesehatan yang mudah bagi seluruh peserta
JKN,” tutup Edwin. (***)




Promo Bulan Penuh Berkah Hanya di Aston Kupang Hotel dan Convention Center

Kupang,nwartapedia.com – Dalam rangka merayakan bulan Suci Ramadan, ASTON Kupang Hotel & Convention Center yang ada di Jalan Timor Raya No. 142 menawarkan berbagai macam promo menarik yang dapat tamu dapatkan.Diantaranya promo kamar yang bernama “Rahmat (Ramadhan Hemat)” dibanderol seharga Rp 668.000,00/ nett/night  ( Superior ) dan  Rp 768.000,00/ nett/night (Deluxe).

Tamu bisa menikmati fasilitas diantaranya Free Breakfast atau Suhoor untuk dua orang, Free Dinner atau Iftar untuk satu orang, serta diskon sebesar 20% untuk setiap penambahan orang dalam makan malam.

Diskon 15%  di Martha Tilaar Salon & Day Spa. Promo ini berlaku dari Tanggal 01 sampai 31 Maret 2024 dan ditawarkan khusus untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur.

 

Tidak hanya itu saja ASTON Kupang Hotel juga  mempersembahkan paket buka puasa yang selalu ditunggu – tunggu oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur dengan nama “Beduk Ramadhan”, buka puasa akan berasa jadi lebih khidmat dengan konsep All You Can Eat.

Tamu juga akan dihibur dengan Live Religious Song. Dibanderol dengan harga Rp.125.000 nett/pax.Bagi tamu yang reservasi dengan harga normal, akan mendapatkan promo bayar 10 dapat 11 pax, 5 kali reservasi mendapatkan gratis 1 Pan Pizza dan 10 kali reservasi mendapatkan 1 Voucher Menginap di ASTON Kupang Hotel.

Promo berlaku dari Tanggal 10 Maret sampai 09 April 2024.Dapatkan diskon 20% seharga RP.100.000 nett/pax jika reservasi dari tanggal 10 Maret sampai 17 maret 2024.

Selain buka puasa di restoran ASTON Kupang Hotel juga menawarkan promo “Iftar Gathering” yang lebih privasi karena akan mendapatkan fasilitas yaitu Gratis Ruangan  (Palacio/Regal) selama 4 jam, Standard Sound System, LCD and Screen.

Rayakan moment buka puasa dengan rekan kerja, keluarga atau teman arisan yang pastinya sangat nyaman dan tanpa khawatir akan tempat.Hanya dengan Rp.100.000 nett/person dan minimal group yang berjumlah 30 orang.

Tamu akan dapat menikmati varian menu yang lengkap dari mulai Takjil, Main Course, Dessert dan Special Drinks. Promo ini berlaku dari Tanggal 10 Maret sampai 09 April 2024. (***)