Kadis Nakertrans Kota Kupang Sebut Tahun 2023 Tidak Ada Kasus bagi PMI


Kupang,mwartapedia.com – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kota Kupang, Thomas Dagang menyebut Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kota Kupang yang dikirim untuk bekerja keluar negeri pada tahun 2023 tidak mengalami kasus,


Hal ini disampaikan Kelapa Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Kupang, Thomas Dagang  kepada media ini di Kantor DPRD Kota Kupang disele-sela Sidang DPRD pada Rabu (29/11/2023).  


Thomas Dagang mengatakan, selama ini PMI yang akan dikirim keluar negeri sebelumnya diberikan pelatihan sehingga mereka mendapatkan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman untuk bekrja dengan baik.


“Sebelum diberangkatkan para PMI tersebut diberikan pelatihan pada Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) selama tiga bulan,”ungkapnya.


Dijelaskan, perusahaan jasa pengiriman PMI legal yang terdaftar di dinas Nakertrans Kota Kupang berjumlah 20 lebih.


“Selama ini di NTT banyak PMI yang mengalami kasus kekerasan bahkan ada yang meninggal di luar negeri adalah mereka yang diurus oleh perusahaan ilegal dari kabupaten lain,”terangnya.


Sedangkan untuk pekerja yang ada di Kota kupang, Thomas Dagang merincikan selama tahun 2023 ada 37 kasus yang ditangani oleh dinas Nakertans Kota Kupang.


“Ada 37 kasus yang saya tangani dan ada yang saya tangani di kantor ada yang ditangani oleh Pengadilan Hukum dan Industri,”jelasnya.


Menurutnya, perusahaan swasta yang ada di Kota Kupang memberikan upah tidak sesuai aturan yang ditetapkan oleh pemerintah dirinya mengakui bahwa selama ini pihaknya belum menerima laporan. 


“Untuk masalah ini biasanya terjadi persoalan baru mereka lapor ke saya terutama kerjanya sudah lama terus mereka protes minta keluar dan laporannya paling mengenai pembayaran pesangon,”ucapnya.


Dikatakannya, pembayaran upah buruh yang tidak sesuai biasanya terjadi pada perusahaan kecil seperti kios dan warung makan. 


“Kalau perusahaan sedang dan besar banyak laporan sehingga untuk perusahaan besar yang mempunyai kemampian dan standar jika ada yang lapor akan kita atasi jika tidak bisa ditangani akan kita lanjutkan ke tingkat atas,”pungkasnya. (MI)




Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kota Kupang Ibarat Fenomena Gunung Es


Kupang,mwartapedia.com – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Kupang ibarat fenomena gunung es yang mana kasus kekerasan ini dulu hadirnya tidak kelihatan sekarang justru kelihatannya sangat banyak.


Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kupang, Ir. Clementina R. N. Soengkono ketika ditemui media ini di kantor DPRD Kota Kupang pada Rabu (29/11/2023).


Menurut Clementina Soengkono, sejak adanya Unit Pelaksana Teknik Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak hadir di Kota Kupang maka kasus pada perempuan dan anak semakin mengalami peningkatan.


“Dengan adanya UPTD ini, kami berpikir angka kekerasan turun tetapi malah naik karena selama ini istilahnya seperti gunung es dimana kasus kekerasan banyak terjadi di Kota Kupang baik terhadap peremuan maupun anak,”ungkapnya.


Diungkapkannya, data yang diperoleh pada bulan Agustus 2023 adalah kekerasan terhadap perempuan sebanyak 106 kasus dengan rincian kekerasan fisik 15 kasus, psikis 85 kasus, seksual 5 kasus, penelantaran 14 kasus, lainnya 2 kasus.


“Sedangkan kekerasan terhadap anak ada 83 kasus diantaranya 35 laki-laki dan 48 perempuan dengan rincian kekerasan sebagai berikut fisik 3 kasus, psikis 46 kasus, seksual 10 kasus dan penelantaran 15 kasus,”ucapnya.


“Terus terang dari tahun lalu sampai dengan tahun ini kasus kekerasan yang banyak di Kota Kupang adalah perempuan dan yang paling trend adalah kasus perceraian sedangkan keserasan terhadap anak adalah kekerasan seksual yang paling mendominasi,”tambahnya.


Iapun menjelaskan, sesuai motto dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kupang bahwa perempuan dan anak yang rentan dapat dilindungi dan dilayani dengan baik,


“Sehingga kami ingin melayani dengan baik karena negara melindungi perempuan dan anak karena mereka ini dianggap rentan,”jelasnya.


Clementina Soengkono mengutarakan, ada tiga layanan yang ada di DP3A Kota Kupang yaitu layanan perlindungan bantuan hukum gratis, layanan rumah aman dan layanan pendampingan dan ketiga layanan pemberdayaan.


“Disini yang melayani secara psikologis ada tokoh agama dan ada mediasi dan layanan pemberdayaan artinya perempuan korban kekerasan ini setelah berpisah dengan suaminya sehingga dia tidak ada pekerjaan sehingga kami juga sering bekerjasama dengan Dinas Nakertrans dan UPTD Tenaga Kerjaaan agar mereka diberikan pelatihan sehingga mereka bisa mandiri,”jelasnya.


“Kami juga bekerjasama dengan tokoh agama dan LBH aktif dengan jejaring kami dari GMIT yaitu Rumah Harapan GMIT artinya seperti seperti korban-korban Tindakan Perdagangan Orang (TPO),”tambahnya.


Dirinya juga mengajak warga Kota Kupang ketika mengalami kekerasan langsung menghubungi call center 0813 3770 3300 yang tersedia di UPTD kami dan secara nasional melalui call center 129 dari situ langsung diarahkan kembali ke kami dan layanan ini beraku selama 24 jam. (MI)




Doa itu Kata-kata dan Kasih itu Perbuatan

 

Oleh: Ipda A. Fridus Bere,  Anggota Polri menerima Bintang Kehormatan dari Presiden Timor Leste 


Kupang,mwartapedia.com – Langit dan Petang di Dili turut menyaksikan anggota Polri dari Polres Malaka Polda NTT, Inspektur Dua Polisi Albertus Fridus Bere menerima Anugerah Medali Kehormatan Atas Tindakan Kemanusiaannya Bagi Timor Leste dari Presiden Republik Demokratik Timor Leste, Y.M. Dr. Jose Manuel Ramos Horta di Istana Lahane, Dili 27 November 2023, atas jasa Ipda Fridus yang telah membantu menyelamatkan nyawa seorang warga negara Timor Leste untuk bisa mendapatkan pengobatan di Malaka pada beberapa tahun silam.


Dalam perbincangannya dengan Kombes Pol Da Costa, Atase Polri KBRI Dili pada bulan 25 Juli 2023 di Istana Presiden, Presiden Horta mendapat informasi terkait tindakan kemanusiaan yang telah dilakukan oleh Ipda Fridus Bere terhadap warganya sehingga dilakukanlah penelitian untuk memberikan penghargaan khusus bagi yang bersangkutan atas hati baiknya dalam melaksanakan tugas sebagai polisi perbatasan.

Lebih jauh tentang Ipda Fridus Bere (Dikutip dari Detik.Com)


Perwira pertama (pama) Polres Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Ipda Albertus Fridus Bere salah satu dari Tiga Besar Calon penerima Hoegeng Awards 2023 karena prestasi dan integritasnya dalam  mengamankan perbatasan RI-RDTL dengan tegas namun penuh humanis dan Ipda Fridus juga telah mendapatkan penghargaan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.


Ipda Fridus diusulkan oleh salah satu pembaca detikcom yang bekerja di perbatasan Indonesia dengan Timor Leste, Sigiranus Marutho Bere, melalui formulir online di tautan http://dtk.id/hoegengawards2023. Sigiranus mengenal sosok Ipda Fridus karena juga bekerja di daerah perbatasan Kabupaten Malaka, NTT dengan Distrik Suai, Timor Leste.


Sigiranus bercerita bahwa Ipda Fridus adalah sosok yang berprestasi dalam bertugas. Ipda Fridus, menurutnya, juga sosok yang memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi.


Warga hingga pemerintah setempat mengenal Ipda Fridus memiliki sepak terjang yang baik selama menjaga Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motamasin, Malaka, NTT. Giran juga merupakan teman Fridus sejak SMA.


“Dia itu banyak testimoni dari masyarakat sampai pihak pemerintah daerah tingkat kecamatan juga tahu sepak terjang beliau baik,” kata Giran kepada detikcom, Selasa (31/1/2023).


Giran lantas bercerita salah satu kejadian saat Ipda Fridus menjabat sebagai Kepala Pos Polisi (Kapospol) Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motamasin. Dia menyebut Ipda Fridus pernah membantu wanita Timor Leste sedang sakit keras yang tidak memiliki dokumen untuk berobat ke Indonesia.


Peristiwa itu, kata Giran, terjadi pada Januari 2018. Wanita Timor Leste tersebut diantar oleh kerabatnya menggunakan sepeda motor.


“Pada saat sampai perbatasan dicegat oleh aparat karena tidak punya dokumen paspor. Nah, Fridus sebagai Kepala Pos Polisi Lintas Batas Motamasin melihat kondisi ibu ini nyaris ambruk dari sepeda motor. Karena mempertimbangkan kemanusiaan, meskipun tidak ada dokumen, dia kemudian menyuruh mereka melanjutkan perjalanan ke rumah sakit,” tutur dia.


Ipda Fridus juga disebut mencarikan mobil pik-up agar wanita tersebut dapat sampai dengan cepat ke rumah sakit. Wanita tersebut, kata Giran, menderita penyakit kuning.


“Kemudian Fridus sampaikan bahwa ‘ibu berobat saja sampai sembuh, baru balik ke Timor Leste’ waktu itu dibawa ke rumah sakit, memang karena gerakan cepat sehingga dia sembuh. Seluruh badannya kuning semua, jadi waktu itu terlambat sedikit saja sudah lewat, sudah meninggal itu,” jelasnya.


Giran menyebut Ipda Fridus sering kali membantu warga yang memiliki kendala saat melintas di perbatasan. Karena pengabdiannya itu, Ipda Fridus mendapatkan penghargaan dari Kapolri untuk melanjutkan pendidikan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) pada 2022.


“Sering itu beliau bantu orang, sering bantu dokumen-dokumen yang belum lengkap, karena sebagai Kapospol di situ beliau bertugas menjaga perbatasan jadi ada masalah seperti itu dia pasti bantu. Makanya dia waktu itu pangkatnya belum perwira, dia diganjar penghargaan oleh Kapolri,” jelasnya.


Giran juga bercerita soal kebaikan yang dilakukan oleh Ipda Fridus yang membantu ibu melahirkan pada 2020. Saat itu, ibu tersebut tidak memiliki biaya untuk bersalin di rumah sakit.


“Pernah ada satu kejadian dia bantu salah satu ibu melahirkan ditolong ke rumah sakit karena tidak punya apa-apa. Identitas nggak ada, sama duitnya nggak ada, jadi waktu itu ibu mau daftar di loket ditolak, kemudian ibu itu menangis di depan rumah sakit,” jelasnya.


Sosok Ipda Fridus juga disebut orang yang ringan tangan. Banyak warga yang datang ke rumahnya untuk mengucapkan terima kasih karena telah dibantu.


“Keluarga dari orang yang dia tolong itu semua ke rumahnya, jadi mereka anggap ini sudah jadi keluarganya ‘kami tidak bisa bantu apa-apa selain datang berkunjung ke rumah Bapak dan sampaikan terima kasih’, ringan tangan orangnya,” sebut dia.


Dapat Penghargaan dari Kapolri

Ipda Fridus menceritakan alasan dirinya mendapatkan penghargaan untuk sekolah SIP dari Kapolri. Fridus menjaga perbatasan tanpa masalah, berdedikasi tinggi, berintegritas, loyalitas dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas. Ipda Fridus juga menyertakan surat keputusan Kapolri tertanggal 9 Juni 2022 itu.


“Kemarin dapat penghargaan dari Pak Kapolri untuk perbatasan, karena lama bertugas di perbatasan tanpa ada masalah apa-apa jadi diberi kesempatan untuk sekolah SIP dan sudah selesai kembali ke Polres perbatasan asal dan sekarang lanjut Litbang di Bogor Megamendung, satu bulan, nanti bulan depan kembali,” kata Fridus kepada detikcom.


Fridus bertugas di Pos Lintas Batas Negara dari 2015 hingga 2022. Saat ini, Ipda Fridus sebagai Pama di Polres Malaka, NTT.


Beragam berita yang dialami Ipda Fridus selama menjaga pos lintas batas negara. Ipda Fridus sempat mencegah warga yang masuk dan keluar Indonesia secara ilegal.


“Kalau selama ini ilegal, pelintas ilegal, tapi kalau kita tangkap juga kita serahkan ke imigrasi yang punya kewenangan untuk urus orang,” jelasnya.


Salah satu cerita yang masih diingat Fridus adalah saat mengizinkan warga Timor Leste yang tak memiliki dokumen lengkap masuk ke Indonesia untuk berobat pada tahun 2018. Wanita Timor Leste itu disebut mengalami sakit parah.


“Yang namanya orang sakit pasti tidak bisalah secara aturan, tapi karena kondisinya badan kuning semua, habis semua, kurus, tidak bisa jalan harus dipegang tangannya kiri kanan. Yang bersangkutan harus berobat di Indonesia, tapi terkendala aturan yang kita lihat ‘ya sudah, biar masuk saja, ada risiko apa-apa saya siap tanggung jawab. Ini masalah nyawa. Kalau kita berdoa saja namun tidak melakukan perbuatan baik maka kasih itu tidak ada. Ya Kasih itu adalah tentang perbuatan kemanusiaan’,” kata Fridus.


Selain itu, pada 2021, Ipda Fridus mengatakan pihaknya membuat laporan kegiatan di seluruh perbatasan. Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motamasin mendapatkan nilai yang paling tinggi.


“Di 2021 dalam rangka mendukung 100 hari kerja Kapolri kami yang di seluruh perbatasan ditugaskan oleh Divhubinter untuk membuat laporan kegiatan di perbatasan dan pos kami yang unggul dari seluruh perbatasan,” katanya.


Fridus menyebut wanita dan keluarga yang membawanya tidak mempunyai paspor sehingga sempat dicegat di pos lintas batas. Namun, Fridus tetap memberikan izin kepada mereka untuk masuk ke Indonesia.


“Karena kalau tidak dibantu pasti nyawanya juga tidak bisa tertolong. Saya tanya ‘kenapa tidak berobat di sana?’ Alasannya bilang rumah sakit jauh waktu itu, lebih dekat ke Indonesia-nya,” jelasnya.


Ipda Fridus juga bercerita bahwa sempat menolong ibu melahirkan karena terkendala biaya. Saat itu, Ipda Fridus mengantar orang tuanya berobat ke ruah sakit. Di sanalah dia bertemu dengan ibu hamil yang sedang menangis karena tidak memiliki BPJS.


“Jadi ibu itu menangis di tangga, terus saya tanya kenapa, ‘mau melahirkan tapi tidak dilayani karena belum bayar uang untuk daftar di loket’ jadi saya kasih uang tidak salah 300 untuk bisa daftar, terus dilayani. Iya (bayinya) selamat,” jelasnya.


Ipda Fridus berbuat baik kepada sesama karena ajaran dari orang tuanya. Ipda Fridus selalu memegang teguh pesan dari orang tuanya itu.


“Dari orang tuanya juga sama, bisa membantu orang, jadi bisa (bantu), ya mungkin kebiasaanlah,” jelasnya.


Ipda Firdus berharap bisa kembali lagi untuk menjaga perbatasan setelah mengikuti Dikbangspes Reserse di Lemdiklat Polri, Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Dia juga berterima kasih kepada pemerintah karena telah memperhatikan perbatasan.


Pada acara yang dilangsungkan pada hari Senin tanggal 27 November 2023 di Istana Presiden Timor Leste Lahane, Dili, Ipda Fridus didampingi oleh Duta Besar RI untuk Timor Leste, Y.M. Okto Dorinus Manik.


”Kita patut bersyukur dan bangga karena anggota Polri kita yang bekerja dengan penuh integritas diri di wilayah perbatasan memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi. Ini merefleksikan tindakan diskresi yang memiliki dampak luar biasa bagi hubungan kedua negara. Saya ucapkan selamat kepada Kapolri dan Kapolda NTT atas perbuatan kemanusiaan yang dilakukan anggotanya di wilayah perbatasan”, ujar Dubes RI untuk RDTL pada kesempatan yang sama. 


(Kantor Atase Polri KBRI Dili)




Warga Padati Pasar Murah, Lurah Oesapa Barat Ucapkan Terima Kasih Kepada Pemkot


Kupang,mwartapedia.com – Ratusan warga Kelurahan Oesapa Barat padati pasar murah yang digelar oleh Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Perum Bulog Cabang Kupang di Halaman Kantor Lurah Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa lima, Kota Kupang pada Kamis (23/11/2023).


Lurah Oesapa Barat, Christian E. Chamdra, SH menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang yang telah memberikan perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat di Kelurahan Oesapa Barat.


“Kami atas nama pemerintah dan warga Kelurahan Oesapa Barat mengucapkan limpah terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Perum Bulog Cabang Kupang yang telah berkenan menyelenggarakan kegiatan operasi pasar murah ini,”ungkapnya.



Kehadiran pasar murah di Kelurahan Oesapa Barat baginya merupakan suatu kegembiraan bagi warga untuk memenuhi kebutuhannya,


“Dari proses pengumuman saja warga sangat antusias untuk pelaksanaan kegiatan ini karena kita tau bersama bahwa saat ini mau masuk ke bulan Desember dimana masyarakat tentu mempersiapkan keluarganya dalam menghadapi hari raya,”ucapnya.


Dijelaskan bahwa dalam kegiatan ini pihaknya telah menghimbau seluruh warga yang ada di Kelurahan Oesapa Barat.


“Kami sampaikan kepada warga bersama dengan daftar harganya sehingga masyarakat bisa mempersiapkan diri dan ini berlaku khusus untuk warga Oesapa Barat, hal ini dibuktikan dengan foto copy Kartu Tanda Penduduk,”jelas Christian.


Menurutnya, Dalam tahun 2023 kegiatan pasar murah seperti ini sudah diadakan sebanyak empat kali di Kelurahan Oesapa Barat.


“Kegiatan pasar murah yang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Kupang dalam tahun ini sudah berlangsung dua kali di Kelurahan kami dan untuk Perum Bulog sendiri sudah dua kali juga sehingga sudah empat kali,”ucapnya.


Dirinya berharap dengan adanya kegiatan seperti ini, pemerintah dapat melakukan kestabilan harga di lapangan terutama dalam menekan angka inflasi sehingga masyarakat dapat memperoleh bahan kebutuhan pokok mereka dengan harga yang terjangkau. 


“Harapan kami kegiatan ini tidak selesai hari ini tetapi kedepannya masih bisa terlaksana lagi di Kelurahan Oesapa Barat,”tutupnya.



Sementara itu, Ibu Gatima warga RT 04/RW 05 di lokasi kegiatan mengaku dirinya mendapatkan informasi akan diadakan pasar murah oleh Pemkot di Kelurahan Oesapa Barat.


“Hari ini kebetulan ada pasar murah jadi saya akan membeli kebutuhan rumah tangga seperti beras, bawang, telur dan kebutuhan yang lain yang penting uang mencukupi,”ucapnya.


Ibu Gatima yang sehariannya sebagai seorang ibu rumah tanga sangat merasakan peningkatan harga bahan pokok yang akhir-akhir ini terjadi di masyarakat sehingga pelaksanaan pasar murah ini sangat membantu untuk mendapatkan sembako dengan harga yang bisa terjangkau.


“Saya bersyukur karena dengan adanya pasar murah ini karena sekarang juga beras sudah naik harga sehingga saya berharap sekali agar kegiatan seperti ini terus diadakan di sini karena sangat membantu. Disini banyak warga yang hadir berarti bukan hanya saya saja yang membutuhkan tetapi banyak orang juga membutuhkan,”pungkasnya. (MI).




Pemkot Kupang Gandeng Perum Bulog Gelar Pasar Murah di Kecamatan Kelapa Lima

Kupang,mwartapedia.com –  Dalam rangka mewujudkan salah satu upaya penanganan inflasi, Pemerintah Kota Kupang bekerjasama dengan Perum Bulog Cabang Kupang menggelar Operasi Pasar Murah selama sepekan di Kecamatan Kelapa Lima.


Lokasi ketiga kegiatan Operasi Pasar Murah tersebut adalah di Halaman Kantor Lurah Oesapa Barat. Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Kupang, Roy Soka berkesempatan hadir langsung di lokasi guna meninjau jalannya operasi pasar murah tersebut. 


Plt. Kadis Disperindag Kota Kupang, Roy Soka kepada awak media mengatakan, untuk menekan terjadinya inflasi di Kota Kupang maka selama sepekan Pemerintah Kota Kupang melakukan operasi pasar murah bersubsidi di Kecamatan Kelapa Lima.


“Dalam rangka menekan angka inflasi di Kota Kupang dan menyambut hari raya Natal dan Tahun Baru maka hari ini kami melakukan  pasar murah bersubsidi di Kelurahan Oesapa Barat ,”ungkapnya pasa Kamis (24/11/2023).


Roy Soka menjelaskan, selain Perum Bulog, Pemerintah Kota Kupang juga menggandeng beberapa distributor yang ada di Kota Kupang untuk menyukseskan kegiatan tersebut.


“Pemerintah Kota Kupang juga bekerjasama dengan Bank Indonesia, Glory Swalayan, Sumber Cipta, Aneka Niaga, Panca Sakti, Sampurna, NCL dan Linka Jaya,”jelasnya.


Lebih lanjut, Roy Soka menambahkan, operasi pasar murah sebagai salah satu langkah solutif dari Pemerintah Kota Kupang untuk menyelesaikan persoalan ketahanan pangan, stabilitas harga barang pokok, dan pemenuhan kebutuhan bahan pangan pokok bagi masyarakat.


“Operasi pasar murah ini merupakan langkah dari Pemerintah Kota Kupang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat agar terhindar dari keterbatasan ketersediaan bahan pokok sekaligus sebagai salah satu solusi disaat harga bahan pangan pokok mengalami kenaikan sehingga angka inflasi di daerah ini dapat kami kendalikan,”tambahnya.


Menurutnya, kegiatan operasi pasar murah ini akan terus berlanjut sehingga bisa mencukupi semua kelurahan yang ada di kota kupang.


“Komoditi yang akan dijual yakni Beras, Minyak Goreng, Telur, Bawang Merah, Bawang Putih dan bahan kebutuhan bahan pokok lainnya,”pungkasnya. (MI)




KSP Obor Mas Rayakan HUT Ke-51 di Lewoleba

Dok: Fortuna

Lewoleba,mwartapedia.com – KSP Kopdit Obor Mas menemui Ulang Tahun ke-51 pada 4 November 2023. Puncak perayaan HUT dilaksanakan di Lewoleba, ibukota Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada hari ini, Jumat 17 November 2023.


Rangkaian acara ini ditandai dengan Misa Syukur Pemberkatan gedung dan peresmian oleh Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki melalui Deputi Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM RI, Ahmad Zabadi. 


Deputy Perkoperasian Ahmad Zabadi telah tiba di Lembata pada tanggal 15 November 2023 melalui Pelabuhan Lewoleba menggunakan kapal fery cepat Fantasi Ende dari Larantuka, setelah menempuh perjalanan panjang Jakarta-Kupang- Larantuka.


Misa Syukur pagi ini rencananya dipimpin oleh Romo Deken Lembata didampingi Imam Konselebrates di Aula Lantai II Kantor Kopdit Obor Mas Cabang Utama Lembata di Jalan Trans Lembata No,17 Lewoleba.


Adapun rangkaian acara HUT ke – 51 Kopdit Obor Mas diawali dengan pendidikan dan pelatihan bagi anggota dan Sahabat Obor Mas, jalan santai yang melibatkan semua komponen di Kabupaten Lembata, serta ada Seminar Nasional menghadirkan Narasumber dari Jakarta Kupang dan Maumere.


Kegiatan lain yakni Misa Syukur oleh Romo Deken Lembata, dan Seremonial Peresmian Gedung Baru Kantor Cabang Lembata oleh Menteri Koperasi dan UKM RI melalui Deputy Perkoperasian Ahmad Zabadi, bersama Pj.Bupati Lembata dan Kadis Koperasi Nakertrans Provinsi NTT serta malam hiburan “Pesta Rakyat” di lapangan Hari Nusantara (Harnus) Lewoleba pada Jumat 17 November 2023 malam.


Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Lembata menyambut gembira kegiatan ini karena dipandang strategis dalam meningkatkan perekonomian dan pariwisata di daerah ini.


Hal ini karena ratusan orang dari Flores Lembata, dari Kupang dan Jakarta hadir di Lembata untuk menyukseskan dan menyemarakan kegiatan ini.


Penjabat Bupati Lembata Matheos Tan melalui Asisten I Setda Lembata menyambut hangat kehadiran Deputy Perkoperasian Ahmad Zabadi dan rombongan di dermaga dengan sapaan adat “selamat datang”, suguhan arak lokal, sirih pinang, dan tembakau koli yang dibawakan tetua adat setempat Yohakim Uak. 


Asisten I Setda Lembata kemudian mengalungkan selendang adat kepada Ahmad Zabadi dilanjutkan persembahan tarian Taan To’u mengiringi Deputy Koperasi dan rombongan dari pelabuhan Lewoleba menuju hotel Palem Indah.


Hadir menyambut langsung Deputy Perkoperasian, Ketua Pengurus Kopdit Obor Mas, Markus Menando,S.Pd dan jajaran Pengurus, Ketua Pengawas Fransiskus da Lopez,SH dan jajaran juga General Manager Obor Mas Leonard Frediyanto M.Lering,S.Ak, M.M, para manager Cabang Obor Mas dari seluruh NTT, ratusan karyawan dan para pengelola Sahabat Obor Mas serta masyarakat kabupaten Lembata.


Setelah itu, dilanjutkan dengan penerimaan secara adat Lembata yang ditandai dengan suguhan minuman arak lokal, pemberian sirih pinang, dan tembako koli Rangkaian adat jni dibawakan tetua adat setempat Yohakim Uak.


Peresmian Gedung Baru Kantor Cabang Lembata


Sementara Ketua Panitia HUT ke – 51 KSP Kopdit Obor Mas Vinsensius Hubertus kepada fortuna.press, (15/11/2023) petang mengatakan perayaan HUT tahun 2023 dirangkaikan dengan peresmian gedung baru Kantor Cabang Lembata yang akan dilaksanakan pada Jumat, 17 November 2023.


Rundown acara diawali dengan kegiatan pendidikan bagi pengelola SAHABAT Obor Mas mulai 14-15 November 2023, jalan santai pada 14 November 2023 yang diikuti ratusan orang dari unsur dari pemerintah daerah, mitra jasa keuangan, mitra gerakan koperasi kredit dan berbagai komponen masyarakat.


Pada tanggal 16 November 2023 akan digelar Seminar Nasional menghadirkan pemateri Deputy Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM RI Ahmad Zabadi, Manager Inkopdit Jakarta, dan Mantan Bupati Sikka Roby Idong.


Sementara acara puncak pada tanggal 17 November 2023, akan diawali Misa Syukur dan pemberkatan gedung kantor oleh Vikjen Keuskupan Larantuka, Seremonial Peresmian Gedung baru kantor Kopdit Obor Mas Cabang Lembata oleh Penjabat Gubernur NTT Ayodya Kalake, bersama Deputy Perkoperasian Kemenkop RI Ahmad Zabadi, Penjabat Bupati Lembata Matheos Tan serta Kepala Dinas Koperasi dan Nakertrans Provinsi NTT Ny.Sylvia Pekudjawang dan jajaran Pemda Lembata. 


Pantauan fortuna.press- ratusan delegasi KSP Kopdit Obor Mas dari berbagai penjuru NTT telah berada di Lembata sejak tanggal 13 November 2023. Kegiatan ini dipastikan memicu perekonomian dan industry kepariwisataan di Lembata. (tim/42na)




Cegah Kejahatan Narkotika Lintas Negara, BNN RI, UNODC dan BNPP Gelar Pertemuan di Kupang

Kupang,mwartapedia.com – Kejahatan narkotika termasuk dalam jenis transnational organized crime (TOC) atau kejahatan lintas negara yang terorganisir. Dalam tindak kejahatan ini, perbatasan negara yang merupakan pintu gerbang baik jalur resmi yakni Pos Lintas Batas Negara (PLBN) maupun jalur pintas atau jalur ‘tikus’ menjadi bagian yang sangat krusial dalam penyelundupan narkotika.


Melihat pentingnya kerja sama dalam menjaga perbatasan, Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) bersama dengan United Nation Office on Drugs and Crime (UNODC), dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) melakukan pertemuan bersama di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu 15 November 2023.


Pertemuan ini membahas mengenai perlindungan perbatasan dari ancaman peredaran gelap narkotika guna memastikan keamanan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI). 


Sebagaimana diketahui penyelundupan narkotika dari luar negeri ke Indonesia banyak memanfaatkan kelengahan pengawasan pada perbatasan.


Oleh karena itu, kolaborasi para pemangku kepentingan yang berwenang seperti BNN, BNPP, POLRI, BEA dan CUKAI, IMIGRASI serta UNODC sangat dibutuhkan apalagi mengingat semakin besarnya tantangan yang dihadapi.


Pertemuan ini menjadi wadah dalam membangun koordinasi dan komunikasi sebagai bentuk sinergi memperkuat pengawasan pada perbatasan. 


Penguatan tersebut dilakukan melalui pertukaran infomrasi yang kemudian akan ditindaklanjuti dengan tindakan yang tepat guna menutup celah penyelundupan narkotika maupun barang terlarang lainnya. (MI)




Fraksi NasDem DPRD NTT Kritisi PJ Gubernur Terkait Ambiguitas Kebijakan Pakaian Tenun Bagi ASN

Kupang,mwartapedia.com – Fraksi NasDem DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengkritisi Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia Kalake terkait ambiguitas kebijakan mengenakan pakaian tenun adat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).


Juru Bicara Fraksi NasDem, John Elpi Parera, menyampaikan kekhawatiran mereka saat sidang paripurna pembacaan pendapatan akhir terhadap Rancangan APBD Provinsi NTT tahun 2024, Selasa 14 November 2023.


Parera mengaku kebijakan Gubernur periode 2018 – 2023 yang mewajibkan ASN mengenakan pakaian tenun adat NTT pada hari tertentu tampak tidak jelas sejak kedatangan Penjabat Gubernur Ayodhia Kalake sejak 5 September 2023 lalu.


“ASN sebelumnya diharuskan mengenakan tenun dan adat NTT. Namun begitu hadirnya saudara Penjabat sejak 5 September 2023 sampai hari ini, kebijakan ini tampak tidak jelas,” ujar John Parera.


Dia menegaskan, meski beredar kabar bahwa kebijakan ini dicabut, Penjabat Gubernur membantah dan menyebut kebijakan itu tetap berlaku. Namun, dalam praktiknya, terlihat ketidakjelasan dan kurangnya kepedulian terhadap pelaksanaan.


“Fakta berbicara lain. Ketika RDP DPRD dengan saudara Penjabat, barusan, juga diangkat, tetap dengan jawaban yang sama. Tetapi tampak tidak jelas. De jure, tidak dicabut, tetapi de facto tidak dipeduli,” ungkapnya.


Fraksi NasDem mendesak Penjabat Gubernur untuk memberikan kejelasan terkait kebijakan ini. Mereka menanyakan apakah kebijakan sebelumnya dianggap salah secara aturan sehingga tidak dilanjutkan, atau kebijakan itu melukai hati dan harga diri perempuan penenun NTT.


Fraksi NasDem mengingatkan kebijakan sebelumnya merupakan terobosan progresif dan simbol komitmen untuk mendukung kemajuan perempuan penenun NTT serta melindungi warisan budaya lokal.


“Karena terobosan ini dilakukan demi mengangkat harga diri perempuan penenun NTT yang hebat, meneruskan karya intelektual yang diwariskan Leluhur NTT,” terangnya.


Kebijakan itu, kata dia, merupakan bentuk nyata keberpihakan dan simbol komitmen untuk mendorong kemajuan sekaligus melindungi ratusan motif tenun NTT, yang diperjuangkan mendapatkan hak paten, selain dampak ekonomi riil yang dirasakan dan terus digeliatkan. 


“Perempuan penenun semua warga NTT pasti bangga ketika melihat Presiden Jokowi yang kerap kali mengenakan pakain tenun dan adat NTT,” ungkapnya.


Selain itu, ketika acara Asean Summit yang diselenggarakan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, presiden negara-negara peserta yang hadir, semuanya mengenakan Jas motif Tenun NTT.


“Akan tetapi, saudara Penjabat dan Pemprov terkesan mengabaikan ‘keringat’ dari perempuan-perempuan hebat ini,” terangnya.


Fraksi NasDem juga menyoroti ketidakkonsistenan dalam komunikasi resmi dan nonresmi yang menciptakan kebingungan di kalangan ASN dan masyarakat.


Mereka menegaskan bahwa jika ada alasan lain untuk mengubah kebijakan tersebut, sebaiknya diatur dengan jelas dalam regulasi resmi.


Fraksi NasDem menekankan pentingnya ketegasan untuk menghindari ambiguitas dalam kebijakan pakaian tenun dan adat bagi ASN di Provinsi NTT.***




Pianist Jaden Lianto Tampil di Silo Singing Conference 2023

Kupang,mwartapedia.com – Jaden Lianto Pengkhotbah cilik yang viral di Kota Kupang tampil di Silo Singing Conference 2023 sebagai guest performance yang memainkan piano yang berlangsung di Gedung Gereja GMIT Silo Naikoten 1 Kota Kupang pada Jumad (10/11/2023)


Acara yang menampilkan beberapa paduan suara Kantoria SSC 2023  yang pertama adalah paduan suara Nafiri Sion, kemudian ps. Kantate Domino, ps. Angelos, ps. OMK St.  Joseph Naikoten, ps. Kupang City Choral, dan ps. Mission Voice dimana pemusiknya dari Uga Hari Ben. 


Dan juga terdapat spesial performance dari  paduan suara The Counter Melody paduan suara Kupang City Choral OMK St.  Joseph Naikoten Symphony of Timur Melcoir dan paduan suara perempuan Gmit Gereja Silo.


Acara ini diperkarsai oleh Roby Toumeluk sebagai kondaktor dan juga dalam acara ini ada guest performance yaitu Natalino memainkan Sasando.  


dua lagu yang dimainkan oleh Jaden Lianto pertama adalah berjudul River Flows in You  permainan piano tunggal yang memukau para penonton yang hadir dan juga disiarkan secara live youtube. Dilanjutkan dengan permainan piano yang kedua berjudul I’m His Child.


Permainan piano yang kedua ini,  Jaden Lianto feat paduan suara Kantoria dan kombinasi ini benar-benar memukau semua orang yang hadir di sana bahkan yang mengikuti secara online sebab seorang anak berumur 11 tahun. 


Roby Tomeluk,  kondaktor, mengatakan bahwa baru pertama kali ini seorang anak mengiringi Kor Rohani dengan spektakuler. 


Roby mengatakan bahwa Jaden Lianto memang memiliki bakat sejak dia masih kecil,  bukan hanya sebagai pemain piano tetapi juga sebagai seorang pengkotbah cilik dalam berbahasa Inggris. (***)




Kepala BNN RI Dijadwalkan Lakukan Kunjungan Kerja di NTT


Kupang,mwartapedia.com Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Pol. Prof. Dr. Petrus R. Golose dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja di Provinsi Nusa Tenggara Timur pada tanggal 14 sampai dengan 18 November 2023.


Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTT, Brigjen Pol Riki Yanuarfi, SH, M.Si, kepada wartawan di My Kopi O Kupang pada Senin (13/11/2023).


Dijelaskan, dalam kunjungan tersebut, Kepala BNN RI akan menyelenggarakan serangkaian kegiatan diantaranya National Border Management Consultation Meeting Drugs Trafficking at The Border pada 15 November 2023 di Kota Kupang.


“Kegiatan National Border Management Consultation Meeting Drugs Trafficking at The Border ini merupakan kerjasama United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) atau Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Obat-obatan dan Kejahatan bersama BNN,”ungkapnya.


Ia menambahkan, Kepala BNN RI juga akan melakukan dialog kepahlawanan perang melawan narkoba wujudkan NTT Bersinar, deklarasi komitmen perang melawan Narkoba, dan launching Wisata Bersinar pada 17 November 2023 di Labuan Bajo,”ungkapnya.


Riki Yanuarfi menambahkan, sebagai salah satu upaya dan strategi untuk mencegah penyelundupan narkoba masuk ke Indonesia maka BNN bekerja sama dengan stakeholder terkait dan badan-badan luar negeri seperti ekspedisi dan penjaga Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di seluruh Indonesia.


“Seluruh kepala PLBN Indonesia akan hadir di Kota Kupang,”ucapnya.


Lebih lanjut, Riki Yanuarfi menambahkan, ada 1,95 persen populasi penduduk Indonesia sudah terpapar narkotika dan hampir 3,9 juta jiwa masuk ke Indonesia, untuk itu BNN harus menggandeng semua stakeholder agar bisa mencegah masuknya narkotika di Indonesia.


“Belum lagi ditambah dengan MTS masuk ke Indonesia, sehingga perlu adanya informasi-informasi ke setiap lembaga/stakeholder sehingga kita mempunyai satu persepsi dan visi dalam mencegah masuknya narkotika ke Indonesia,” katanya.


Menurutnya, pada tahun 90-an sampai 2000-an Indonesia adalah negara transit maka ada perkembangan waktu dan perkembangan masa sehingga Indonesia sudah menjadi target bahkan tujuan sebuah ladang perdagangan narkotika yang cukup signifikan.


“Kalau ini kita biarkan dan sudah merambat ke semua stakeholder dan lembaga-lembaga terkait maka BNN tidak akan mampu untuk bekerja sendiri.,”ucapnya.


Dikatakan, alasan kegiatan tersebut digelar di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) karena berbatasan langsung negara Malaysia, Papua Nugini, Timor Leste dan daerah lainnya karena daerah-daerah perbatasan diduga kuat sebagai wilayah peredaran keluar masuknya narkotika. Walaupun di NTT peredaran narkoba masih tergolong kecil.


“Memang rata-rata pengguna narkotika di NTT masih sangat kecil sekali. Nanti bisa cek datanya di LP dan Polda,”pungkasnya. (MI)