Laskar Timur Indonesia Imbau Hindari Hoaks dan Isu SARA Jelang Pemilu 2024

                                       

Kupang,nwartapedia.com –  Ketua Umum Laskar Timor Indonesia (LTI) Pdt. Ady William Ndiy mengimbau agar masyarakat NTT menolak segala informasi hoaks dalam rangka penyelenggaraan Pemilu Serentak tahun 2024 mendatang.

Menurut dia, Pemilu Serentak tahun 2024 mendatang merupakan pesta demokrasi yang harus disukseskan dan disambut dengan sukacita.

“Untuk itu seluruh lapisan masyarakat khususnya yang ada di Provinsi NTT agar menolak segala informasi hoaks yang sengaja dibuat untuk menyesatkan banyak orang,” kata Pdt. Ady yang didampingi sejumlah pengurus LTI, Minggu (15/10/2023) petang.

Dia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat khususnya pemuda, untuk bersama-sama mensukseskan Pemilu Serentak tahun 2024 dengan tidak terpengaruh berita hoaks, menolak isu SARA dan ujaran kebencian.

“Mari kita bersama-sama menjaga kerukunan antar umat beragama dan mendukung penuh Polda NTT dalam menjaga Kamtibmas yang aman dan kondusif selama pelaksanaan Pemilu Serentak tahun 2024,” ajaknya.

“Pengalaman membuktikan bagi kita bahwa ada banyak masalah yang timbul penyebabnya bukan karena hal-hal yang prinsip, tetapi karena berita-berita hoaks dan ujaran kebencian. Oleh karena itu Laskar Timor Indonesia  mengimbau agar seluruh pemuda di NTT dan di seluruh penjuru Indonesia pada umumnya, untuk menghindari dan melawan yang namanya berita hoaks,” sambung dia.

Masih menurut Pdt. Ady, informasi yang kita terima tidak jelas kebenarannya agar tidak turut serta untuk menyebarluaskan informasi tersebut terutama dalam masa masa kampanye.

Dia juga mengharapkan kepada para kandidat dan para tim sukses agar betul-betul menghindari dan tidak lagi menggunakan isu SARA, suku dan agama untuk kendaraan politik.

“Karena berbicara tentang politik merupakan hak pribadi setiap individu. Artinya, setiap orang mempunyai pertimbangan sendiri-sendiri,” imbuhnya.

Sehingga cara-cara demikian akan membangun tembok atau sekat-sekat yang sangat mudah menjadi suatu alat pemicu terjadinya konflik horizontal antar sesama anak bangsa yang ada di tengah masyarakat.

“Terutama bagi peserta pemilu, Calon Legislatif, Calon Kepala Daerah hingga Calon Presiden dan Wakil Presiden, kami ajak marilah kita belajar politik secara dewasa dengan cara politik yang selalu mengedepankan kesantunan dalam berpolitik. Lebih baik bersaing lewat program-program agar mendapat simpati dari para masyarakat atau pemilih,” tandasnya.

“Marilah berkampanye secara santun dan etis dengan cara-cara yang dewasa, dengan cara-cara yang cerdas. Saya percaya ketika ini dilakukan, maka Indonesia akan aman dan damai, agar Pemilu 2024 mendatang dapat berjalan dengan aman dan damai sehingga melahirkan pemimpin-pemimpin yang baik dan bisa membangun serta mengangkat derajat daerah ini menjadi lebih baik,” pungkasnya. (***)




Menteri Kesehatan Melounching Implementasi Wolbachia di Kota Kupang

 

Kupang,nwartapedia.com – Menteri Kesehatan Republik Indonesia melounching implementas wolbachia sebagai inovasi penanggulangan penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD) yang berlangsung di Kantor Camat Oebobo, Kota Kupang pada Selasa (24/10/2023).

Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, teknologi inovasi penanggulangan pengurangan nyamuk sudah diteliti oleh para peneliti Indonesia di Universitas Gajah Mada (UGM) dan sudah dipakai di berbagai negara seperti Brasil dan Singapura tetapi tidak dipakai di Indonesia.

“Kalau Singapura saja pakai berarti pasti teknologi kita sudah benar sehingga saya bersama Pak Melki Laka Lena anggota DPR RI Komisi  9, kami melihat teknologi ini bagus makanya kita pilot projectkan dan salah satunya adalah Kota Kupang,”ujarnya.

Budi Sadikin juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur, Walikota, Forkompimda dan seluruh masyarakat Kota Kupang yang telah menjadi pilot projectnya.

“Sekarag saya memberikan edukasi kepada masyarakat karena dulu kita mengurangi nyamuk tetapi sekarangtidak malah kita perbanyak tetapi tidak berbahaya dan jika di gigit hanya merah-merah dan tidak menular,”ucapnya.

Dirinya berharap inovasi ini dapat memberikan motifasisipeda tenaga kesehatan yang ada di Kota Kupang agar melakukan sosialisasi untuk merubah cara berpikir masyarakat Kota Kupang agar dapat memberantas demam berdarah di Kota kupang.

“Saya berharap teman-teman kesehatan akan didamping oleh tim karena saya mau buat kebijakan risetnya para ahli dan saya minta ajari juga mahasiswa FKM Universitas Nusa Cendana (UNDANA) untuk membuat perbandingan dari sebelum dan sesudah digunakan supaya kita bisa melihat keberhasilan kita,”harapnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Kementerian RI, Maksi Rein Rondonuwu dalam sambutannya menjelaskan, tujuan dari lounching implementasi ini adalah diperolehnya komitmen bersama antara Pemerintah Pusat dan Daerah dalam pengendalian DBD di Indonesia khususnya di Kota Kupang dalam mensukseskan implementasi Wolbachia sebagai inovasi penanggulangan DBD.

“Intinya kami akan melepas telur nyamuk yang sudah ada bakteri wolbachia dan perlu kami laporkan, kebutuhan perminggu di Kota kupang khususnya satu Kecamatan ada 700 buah telur nyamuk dan untuk Kota kupang secara keseluruhan tiap minggu butuh 2,6 juta telur,”jelasnya.

Dirinya menerangkan bahwa penyebaran nyamuk ber-wolbachia dilakukan dengan cara menitipkan ember berisi telur nyamuk aedes aegypti ber-wolbachia pada titik-titik yang telah ditentukan.

“Tujuannya agar nyamuk ber-wolbachia kawin dengan nyamuk lokal dan menghasilkan keturunan nyamuk ber-wolbachia dan kami akan melakukan survey jika sudah 80 persen berarti kita sudah menemukan tingkat keberhasilan artinya jika ada gigitan tidak terjadi penularan,”terangnya.

Dirinya berharap ada dukungan dan kerjasama dari semua pihak dalam upaya untuk pemberantasan penyebaran nyamuk DBD.

“Saya minta dukungan dari Lurah dan Camat untuk dapat memperhatikan hal ini karena setiap minggu ember harus diganti dengan telur nyamuk yang baru,”ucapnya.

Dirjen menegaskan, Dasar pelaksanaanya dari kegiatan ini adalah Keputusan Menteri Kesehatan RI no. 1341 tentang penyelenggaraan pilot project implementasi Wolbachia sebagai inovasi penanggulangan DBD

Penjabat Wali Kota Kupang, Fahrensy P. Funay dalam sambutannya mengucapkan  terima kasih kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang telah mengatasi wabah demam berdarah yang masih menjadi masalah kesehatan yang serius bagi masyarakat Kota Kupang.

“Terima kasih kepada Kementerian Kesehatan yang sudah berkenan menjadikan Kota Kupang sebagai pilot project implementasi  teknologi inovasi penanggulangan penyakit DBD,”ungkapnya.

Pj. Kota Kupang menjelaskan, Pemerinta Kota Kupang selalu melakukan upaya untuk melakukan langkah-langkah mencegah penularan penyakit DBD dengan cara 4M plus, pemberantasan sarang nyamuk dan berbagai macam cara seperti sosialisasi oleh petugas di lapangan.

“Dan terbukti pada tahun 2023 jumlah penderita penyakit DBD turun menjadi 187 kasus dengan 2 kematian, hal ini menurun jika dibandingkan dengan tahun 2018 dengan 455 kasus,”pungkasnya. (MI)




Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Panen Jagung TJPS di Kabupaten Kupang

                                          

Kupang,mwartapedia.com – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT didampingi Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kepala UPTD Perbenihan TPH dan pejabat yang mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang melakukan panen bersama jagung (Pioner-21) TJPS Pola Kemitraan Non Kredit/Mandiri MT. Asep. 2023 pada kelompok tani Sehati seluas 5 Ha dengan produktivitas 8 Ton/ha yang bertempat di Kelurahan Tuatuka, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang pasa Selasa (24/10/2023).

Setelah itu dilanjutkan dengan Temu Lapang bersama kelompoktani Sehati, para Penyuluh Pertanian dan para Pendamping Lapangan (PL) TJPS Kabupaten Kupang. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Koli dalam diskusi menyampaikan terima kasih kepada kelompok tani Sehati yang sudah membuat langkah perubahan dengan mengoptimalkan sumber air yang ada untuk menanam jagung di musim kering. 

Lebih lanjut Lecky Koli juga memberikan apresiasi atas produktivitas yang dicapai. Hasil ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan serta pola tanam padi-jagung-padi terus dilaksanakan dengan lebih luas lagi. Disamping itu juga dilakukan proses pasca panen dan dijual karena harga jagung sekarang cukup baik. 

Pada sisi lain Lecky Koli juga mengarahkan Kelompoktani Sehati agar juga mulai bisa memanfaatkan biomasa jagung dan hasil jagung pipilan untuk membuat pakan ternak ayam dan memelihara ayam untuk menunjang diversifikasi usaha dan diversifikasi sumber pendapatan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Lecky Koli didampingi Kabid. Tanaman Pangan dan Hortikultura Nixon Balukh dan Kepala UPTD Perbenihan TPH Semy Kefi melanjutkan kegiatan yang sama ke  Desa Manusak Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang. 

Kegiatan Panen Bersama dilakukan pada lahan Kelompoktani Maju Bersama yang merupakan lahan pengembangan jagung hibrida kerjasama (Matching Fund) Universitas Brawijaya dan Universitas Nusa Cendana dengan Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT seluas 10 ha  dan yang dikembangkan di Kelompoktani Maju Bersama seluas 3 ha. 

Kegiatan panen Bersama ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Lecky Koli , Prof. Roy Nendissa mewakili Brawijaya-Undana, Kabid. Tanaman Pangan dan Hortikultura Nixon Balukh, Kepala UPTD Perbenihan TPH Semi Kefi dan yang mewakili Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang.

Setelah panen bersama dilanjutkan dengan kegiatan Temu Lapang yang dihadiri oleh Penyuluh Pertanian, Pendamping Lapangan TJPS, Kelompoktani Maju Bersama, Kelompoktani Sama Rasa dan para mahasiswa MBKM dari Brawijaya dan Undana. Prof. Roy Nendissa dalam sambutan/laporannya menyampaikan kegiatan kerjasama pengembangan jagung hibrida ini untuk mendukung program TJPS Pola Kemitraan sekaligus mendukung pengembangan perbenihan jagung hibrida untuk memenuhi kebutuhan di NTT secara mandiri. 

Diskusi di pandu oleh Kabid. Tanaman Pangan dan Hortikultura Nixon Balukh, menyampaikan bahwa kegiatan kerjasama jagung hibrida ini menggunakan varietas Nusa-1 dan dilaksanakan dalam 3 pola yaitu perbenihan Parental seluas 2 Ha, perbenihan F1 seluas 4,7 ha  dan areal pengembangan seluas 10 ha. 

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Lecky Koli dalam sambutan/arahannya menyampaikan terima kasih kepada Brawijaya dan Undana yang bermitra dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT untuk mendukung TJPS Pola Kemitraan dan pengembangan benih jagung hibrida. Lecky Koli juga memberikan apresiasi atas produktivitas 10 ton/ha dari hasil ubinan yang dilakukan. 

Mari kita terus bekerjasama untuk mengambangkan menjadi industri benih jagung hibrida dan kemandirian benih jagung hibrida  di NTT. Kepada para Petani/kelompoktani agar tetap terus melakukan penanaman jagung dimusim kering serta luasannya ditambah lagi dan nanti Dinas akan mendukung dengan pengolahan lahan, Alat Tanam Jagung dan Pemipil jagung. 

JAGA PANGAN, JAGA MASA DEPAN DENGAN PERTANIAN MAJU, MANDIRI DAN MODERN.(**)




Menteri Kesehatan Melounching Implementasi Wolbachia di Kota Kupang

Kupang,mwartapedia.com – Menteri Kesehatan Republik Indonesia melounching implementas wolbachia sebagai inovasi penanggulangan penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD) yang berlangsung di Kantor Camat Oebobo, Kota Kupang pada Selasa (24/10/2023).


Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, teknologi inovasi penanggulangan pengurangan nyamuk sudah diteliti oleh para peneliti Indonesia di Universitas Gajah Mada (UGM) dan sudah dipakai di berbagai negara seperti Brasil dan Singapura tetapi tidak dipakai di Indonesia.


“Kalau Singapura saja pakai berarti pasti teknologi kita sudah benar sehingga saya bersama Pak Melki Laka Lena anggota DPR RI Komisi  9, kami melihat teknologi ini bagus makanya kita pilot projectkan dan salah satunya adalah Kota Kupang,”ujarnya.


Budi Sadikin juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur, Walikota, Forkompimda dan seluruh masyarakat Kota Kupang yang telah menjadi pilot projectnya.


“Sekarag saya memberikan edukasi kepada masyarakat karena dulu kita mengurangi nyamuk tetapi sekarangtidak malah kita perbanyak tetapi tidak berbahaya dan jika di gigit hanya merah-merah dan tidak menular,”ucapnya.


Dirinya berharap inovasi ini dapat memberikan motifasisipeda tenaga kesehatan yang ada di Kota Kupang agar melakukan sosialisasi untuk merubah cara berpikir masyarakat Kota Kupang agar dapat memberantas demam berdarah di Kota kupang.


“Saya berharap teman-teman kesehatan akan didamping oleh tim karena saya mau buat kebijakan risetnya para ahli dan saya minta ajari juga mahasiswa FKM Universitas Nusa Cendana (UNDANA) untuk membuat perbandingan dari sebelum dan sesudah digunakan supaya kita bisa melihat keberhasilan kita,”harapnya.


Sementara itu, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Kementerian RI, Maksi Rein Rondonuwu dalam sambutannya menjelaskan, tujuan dari lounching implementasi ini adalah diperolehnya komitmen bersama antara Pemerintah Pusat dan Daerah dalam pengendalian DBD di Indonesia khususnya di Kota Kupang dalam mensukseskan implementasi Wolbachia sebagai inovasi penanggulangan DBD.


“Intinya kami akan melepas telur nyamuk yang sudah ada bakteri wolbachia dan perlu kami laporkan, kebutuhan perminggu di Kota kupang khususnya satu Kecamatan ada 700 buah telur nyamuk dan untuk Kota kupang secara keseluruhan tiap minggu butuh 2,6 juta telur,”jelasnya.


Dirinya menerangkan bahwa penyebaran nyamuk ber-wolbachia dilakukan dengan cara menitipkan ember berisi telur nyamuk aedes aegypti ber-wolbachia pada titik-titik yang telah ditentukan.


“Tujuannya agar nyamuk ber-wolbachia kawin dengan nyamuk lokal dan menghasilkan keturunan nyamuk ber-wolbachia dan kami akan melakukan survey jika sudah 80 persen berarti kita sudah menemukan tingkat keberhasilan artinya jika ada gigitan tidak terjadi penularan,”terangnya.


Dirinya berharap ada dukungan dan kerjasama dari semua pihak dalam upaya untuk pemberantasan penyebaran nyamuk DBD.


“Saya minta dukungan dari Lurah dan Camat untuk dapat memperhatikan hal ini karena setiap minggu ember harus diganti dengan telur nyamuk yang baru,”ucapnya.


Dirjen menegaskan, Dasar pelaksanaanya dari kegiatan ini adalah Keputusan Menteri Kesehatan RI no. 1341 tentang penyelenggaraan pilot project implementasi Wolbachia sebagai inovasi penanggulangan DBD


Penjabat Wali Kota Kupang, Fahrensy P. Funay dalam sambutannya mengucapkan  terima kasih kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang telah mengatasi wabah demam berdarah yang masih menjadi masalah kesehatan yang serius bagi masyarakat Kota Kupang.


“Terima kasih kepada Kementerian Kesehatan yang sudah berkenan menjadikan Kota Kupang sebagai pilot project implementasi  teknologi inovasi penanggulangan penyakit DBD,”ungkapnya.


Pj. Kota Kupang menjelaskan, Pemerinta Kota Kupang selalu melakukan upaya untuk melakukan langkah-langkah mencegah penularan penyakit DBD dengan cara 4M plus, pemberantasan sarang nyamuk dan berbagai macam cara seperti sosialisasi oleh petugas di lapangan.


“Dan terbukti pada tahun 2023 jumlah penderita penyakit DBD turun menjadi 187 kasus dengan 2 kematian, hal ini menurun jika dibandingkan dengan tahun 2018 dengan 455 kasus,”pungkasnya. (MI)




Laskar Timur Indonesia Imbau Hindari Hoaks dan Isu SARA Jelang Pemilu 2024

Kupang,mwartapedia.com –  Ketua Umum Laskar Timor Indonesia (LTI) Pdt. Ady William Ndiy mengimbau agar masyarakat NTT menolak segala informasi hoaks dalam rangka penyelenggaraan Pemilu Serentak tahun 2024 mendatang.


Menurut dia, Pemilu Serentak tahun 2024 mendatang merupakan pesta demokrasi yang harus disukseskan dan disambut dengan sukacita.


“Untuk itu seluruh lapisan masyarakat khususnya yang ada di Provinsi NTT agar menolak segala informasi hoaks yang sengaja dibuat untuk menyesatkan banyak orang,” kata Pdt. Ady yang didampingi sejumlah pengurus LTI, Minggu (15/10/2023) petang.


Dia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat khususnya pemuda, untuk bersama-sama mensukseskan Pemilu Serentak tahun 2024 dengan tidak terpengaruh berita hoaks, menolak isu SARA dan ujaran kebencian.


“Mari kita bersama-sama menjaga kerukunan antar umat beragama dan mendukung penuh Polda NTT dalam menjaga Kamtibmas yang aman dan kondusif selama pelaksanaan Pemilu Serentak tahun 2024,” ajaknya.


“Pengalaman membuktikan bagi kita bahwa ada banyak masalah yang timbul penyebabnya bukan karena hal-hal yang prinsip, tetapi karena berita-berita hoaks dan ujaran kebencian. Oleh karena itu Laskar Timor Indonesia  mengimbau agar seluruh pemuda di NTT dan di seluruh penjuru Indonesia pada umumnya, untuk menghindari dan melawan yang namanya berita hoaks,” sambung dia.


Masih menurut Pdt. Ady, informasi yang kita terima tidak jelas kebenarannya agar tidak turut serta untuk menyebarluaskan informasi tersebut terutama dalam masa masa kampanye.

Dia juga mengharapkan kepada para kandidat dan para tim sukses agar betul-betul menghindari dan tidak lagi menggunakan isu SARA, suku dan agama untuk kendaraan politik.


“Karena berbicara tentang politik merupakan hak pribadi setiap individu. Artinya, setiap orang mempunyai pertimbangan sendiri-sendiri,” imbuhnya.


Sehingga cara-cara demikian akan membangun tembok atau sekat-sekat yang sangat mudah menjadi suatu alat pemicu terjadinya konflik horizontal antar sesama anak bangsa yang ada di tengah masyarakat.


“Terutama bagi peserta pemilu, Calon Legislatif, Calon Kepala Daerah hingga Calon Presiden dan Wakil Presiden, kami ajak marilah kita belajar politik secara dewasa dengan cara politik yang selalu mengedepankan kesantunan dalam berpolitik. Lebih baik bersaing lewat program-program agar mendapat simpati dari para masyarakat atau pemilih,” tandasnya.


“Marilah berkampanye secara santun dan etis dengan cara-cara yang dewasa, dengan cara-cara yang cerdas. Saya percaya ketika ini dilakukan, maka Indonesia akan aman dan damai, agar Pemilu 2024 mendatang dapat berjalan dengan aman dan damai sehingga melahirkan pemimpin-pemimpin yang baik dan bisa membangun serta mengangkat derajat daerah ini menjadi lebih baik,” pungkasnya. (***)




Export Perdana PT. Petrosida Gresik ke Negara Timor Leste- buah Kunjungan KADIN

Kupang,mwartapedia.com – 21 September 2023 menjadi sejarah, Perusahaan PT. Petrosida Gresik melakukan eksopr perdana ke Negara Timor Leste, berupa Pupuk, Bibit Padi, Saprodi Pertanian dan Tenaga Ahli yang Kompeten mengawal Budi daya Padi Musim 2023-2024. 


Dengan Export ini, menjawab hasil Kunjungan Kerjasama KADIN Indonesia, KADIN NTT, KADIN Manggarai Barat dengan CCI-TL, pada kunjungan 09 – 12 Juli 2023 di Timor Leste, dalam Program KADIN Pertanian HUB Ekonomi Berkelanjutan, khusus ketahanan Pangan.


Dimana PT. Petrosida Gresik sebagai mitra Produsen Pupuk terbesar di Dunia.


Direktur Operasional, Achmad Zaid menyampaikan tujuan Export adalah mendukung kemandirian pangan Timor Leste, 


“Kedepan akan mempunyai beras premium, produksi Timor Leste dan Planning kedepan, Penguatan kerjasama bisnis,”ungkapnya.


Ketua KADIN Manggarai  Barat, Charles Angliwarman mrnyampaikan Export Perdana ini menjawab Kunjungan KADIN Manggarai Barat ke  Timor Leste, pada tangga 9-12 Juli, 


KADIN Mabar juga mengajak Mitra Kerja dari PT. Petrosida Gresik.


Tutut hadir Direktur Operasi Achmad Zaid, Bagus Yulianto Bagian Litbang/pengamat Tanah  , Muh. Sohib. Kepala KPD NTT.


Dan untuk proses Tekhnologi menghasilkan beras Kualitas Premium Technology RMP (Rice Mild Plant) hadir CEO PT. BUANA GRAIN PRO, Amin Hattono; dan CEO Mulia Tani Perusahaan Beras Labuan Bajo Premium.


“Untuk Pupuk, Obat Pertanian, dan Bibit yang dipilih, spesial, dari hasil mengambil sample Tanah dan diuji kualitas di Lab Kami yakin ini akan berhasil,”ungkapnya.


Ucapan Terimakasih disampaikan Pemerintah Timor Leste, diwakili oleh President CCI-TL, Sr. Jorge Manuci de Araujo Serrano, beliau menyampaikan, Terima Kasih Banyak dan siap Menyambut baik Kerjasama ini. 


Vice President CCI-TL, Rui menyampaikan terima kasih banyak atas support dan dukungan KADIN Indonesia, KADIN NTT, DAN KADIN Manggarai Barat 


Ketum KADIN NTT, Bobby Lianto menyampaikan bahwa ini adalah tindak lanjut dari MoU KADIN Indonesia dengan  CCI-TL yang pernah di ttd saat kunjungan Presiden Ramos Horta ke Jakarta, dan juga melalui Hubungan Asean BAC  saat Asean Summit di Labuan Bajo. (***)