Kantongi Sertifikat Halal, Xiyue Perluas Pasar Lewat Gerai ke-45 di Surabaya

 


Surabaya,mwartapedia.com  – Xiyue, brand es kraim dari PT Mitra Boga Ventura yang memiliki konsep unik dan terbuat dari 100 persen produk asli Indonesia dengan bangga mengumumkan pembukaan gerai terbarunya di Surabaya berlokasi di Royal Plaza lantai 3 pada Jumat (08/09/2023). 


Ini merupakan langkah penting dalam perjalanan Xiyue di Indonesia sebagai es krim kebanggaan anak bangsa, yang kini telah menghadirkan 45 outlet di Indonesia mulai dari Jakarta, Bandung, Samarinda, Makassar, Papua dan kini Surabaya.


CEO PT Mitra Boga Ventura, Marvy Jonathan mengungkapkan, yang membuat pembukaan gerai pertama di Surabaya ini istimewa, yaitu karena adanya permintaan signifikan dari penggemar setia Xiyue melalui media sosial. 


Tim Xiyue sangat antusias untuk berkontribusi pada kebahagiaan pecinta es krim di ibu kota Jawa Timur tersebut.


Pertumbuhan gerai Xiyue terbilang pesat, pasalnya Xiyue baru secara resmi diluncurkan pada bulan Mei 2023 lalu, namun kini telah memiliki 45 gerai dan tersebar di beberapa kota. 




Hal ini menunjukkan komitmen PT Mitra Boga Ventura yang merupakan ibu perusahaan dari berbagai macam brand kuliner lainnya yaitu Xiboba, MoTahuAja, Xiji, Cochoc, Slimbowl, Absolute, Ela Greek Donuts, Xibobikes dan Blisse dalam memenuhi beragam pilihan kuliner bagi pelanggannya. 


“Kedepannya, untuk memberikan pengalaman yang berbeda bagi para pecinta es krim, dengan produk-produk asli Indonesia sebagai bahan baku Xiyue dan varian beragamnya, kami bersama para mitra berencana membuka ratusan gerai Xiyue tambahan lainnya.” ucap Marvy.


Marvy juga menambahkan informasi penting bahwa Xiyue telah mengantongi sertifikat halal dengan ID 31110007402570523 untuk seluruh gerai Xiyue di Indonesia. Hal ini tentu diharapkan membuat pelanggan menjadi lebih nyaman dan merasa aman dalam mengkonsumsi varian Xiyue. Kemitraan yang diminati seluruh kalangan 


CMO PT Mitra Boga Ventura Vanessa Rae Putri menjelaskan, jika bicara tentang mitra, salah satu aspek menarik dari kemitraan Xiyue yaitu konsep ini cocok untuk seluruh kalangan dari Sabang sampai Merauke. Mitra Xiyue terdiri dari anak muda yang baru saja memasuki dunia bisnis hingga mereka yang sudah matang berbisnis.


“Kami sangat terbuka bagi mereka yang baru terjun ke dunia bisnis. Kemitraan yang kami tawarkan tidak hanya berhenti pada bahan-bahan atau produksi, tapi juga konsultasi bisnis dan marketing campaign yang terpusat. Jadi tidak perlu khawatir untuk siapa pun yang menjadi mitra Xiyue akan mendapatkan support penuh dalam berbagai aspek.” ungkap Vanessa.




Xiyue membuka dua sistem kemitraan yang bisa disesuaikan dengan preferensi bisnis masing-masing mitra yaitu sistem mandiri dan sistem autopilot. Harga kemitraan yang ditawarkan pun terjangkau.


Sebagai informasi, sejak awal meluncur ke pasar hingga saat ini, Xiyue memiliki 10 varian menu es krim dan minuman diantaranya Signature Thai Tea Ice Cream Cone, Signature Twist Thai Tea Ice Cream Cone, Thai Tea Float, dan Thai Tea Cotton Candy Coconut. Harga yang ditawarkan Xiyue pun kompetitif yaitu dimulai dari Rp8000 saja.


Untuk informasi lebih lanjut mengenai kemitraan, produk dan promo Xiyue, masyarakat bisa membuka laman instagram Xiyue di @Xiyue.indonesia.


Tentang perusahaan

PT Mitra Boga Ventura merupakan ibu perusahaan dari brand Xiboba, MoTahuAja, Xiji, Cochoc, Slimbowl, Absolutea, Ela Greek Donuts, Xibobikes dan Blisse. (MI)




Tiba di NTT, Pj. Gubernur langsung bersilaturahmi dengan para Pemuka Agama

Kupang,mwartapedia.com – Pejabat Gubernur NTT Ayodhia G. L. Kalake melaksanakan silahturahmi dengan para tokoh agama setelah tiba di Kupang pada Kamis tanggal 7 September 2023. 


Pada kunjungan ini, Penjabat Gubernur didampingi Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Kosmas D. Lana dan rombongan, dimulai dari kunjungan ke Kantor Sinode GMIT dan diterima secara langsung oleh Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Dr. Merry Kolimon diruang kerjanya. 


“Welcome home Bapak. Merupakan suatu kebanggaan seorang anak berdarah NTT kembali untuk melayani Provinsi ini. Kami menyadari bahwa satu tahun merupakan masa yang singkat tetapi kiranya kepemimpinan ini membawa jejak-jejak positif bagi masyarakat NTT,”ungkap Pendeta Merry. 


Merry Kalimon menjelaskan,ada sejumlah agenda besar yang juga dikerjakan oleh Sinode GMIT seperti human trafficking, stunting, ancaman kekeringan dampak badai El Nino serta kondisi-kondisi sekolah swasta yang membutuhkan perhatian.


“Selain itu NTT juga mempunyai banyak potensi salah satunya adalah garam. Dan kami siap berkerjasama mendukung program pemerintah,” lanjut Pdt. Merry.


Pada kesempatan yang sama menanggapi hal-hal yang telah disampaikan oleh Pendeta Merry Kolimon, Pejabat Gubernur, Ayodhia Kalake menyampaikan permohonan dukungan dari berbagai pihak untuk mengatasi berbagai agenda baik human trafficking hingga stunting. 


“Terkait human trafficking , belajar dari pengalaman penanganan di Hongkong, perlu adanya sistem yang mampu mengontrol, memonitor dan melindungi para pekerja luar negeri. Sedangkan terkait sunting berikan saya waktu untuk penanganannya,” jelasnya Ayodhia. 


Bertolak dari Kantor Sinode GMIT, Penjabat Gubernur Odhi Kalake melanjutkan kunjungannya ke Istana Keuskupan Agung Kupang untuk mengunjungi Pemimpin Umat Katolik di Wilayah Keuskupan Agung yakni  Mgr. Petrus Turang, Pr. 


Dalam kunjungan tersebut Yang Mulia Uskup Petrus Turang menyambut hangat kedatangan Penjabat Gubernur dengan memberikan beberapa pesan dalam mengemban tugasnya sebagai Penjabat Gubernur Provinsi Nusa tenggara Timur. 


“Selamat datang dan selamat bekerja untuk kemuliaan nama Tuhan untuk menjadikan NTT lebih baik lagi”, Ungkap Mgr. pertus Turang. 


Ia mengatakan, NTT merupakan daerah yang aspek maritimnya belum dikelola secara benar.


“Saya selalu tekankan dari dulu agar bagaimana memaksimalkan potensi di daerah ini sehingga memperkuat aset-aset yang dimiliki daerah ini karena para investor dari luar kebanyakan cuma mengambil lalu kemudian terbang keluar. Jadi harus diperkuat pengusaha-pengusaha daerah ini. Intinya bahwa bagaimana orang-orang di NTT diberdayakan supaya keluar dari sunting, kemiskinan dan berbagai persoalan lainnya”, lanjut Uskup Agung Kupang. 


Mengakhiri pertemuan tersebut Uskup Petrus juga berpesan agar terjalinnya hubungan yang baik antara Pemerintah provinsi dan setiap kabupaten/kota yang ada juga senantiasa mendukungnya dengan memberikan dukungan dan doa agar semua program dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan. 


“Terakhir, kembangkan kerjasama antara Pemerintah Provinsi dengan kabupaten/kota supaya efektif pembangunan dengan mengedepankan partisipasi masyarakat. Kita tetap bawa dalam doa, semoga dapat melaksanakan semua target secara maksimal,” tutup Uskup Petrus. 


Sementara pada kesempatan tersebut Penjabat Gubernur NTT juga mengungkapkan terima kasih untuk waktu dan kesempatan yang ada sehingga silahturahmi yang baik ini boleh terjadi tepat pada saat ia menginjakkan kaki di Bumi Flobamorata. 


“Terima kasih atas penerimaan dan kesediaan waktunya untuk menerima saya bersama rombongan. Hari ini kami memohon waktu semua pemuka agama, dimana kami juga berharap agar tidak sekedar menerima kami tetapi juga memberi masukan bagaimana membuat NTT maju kedepannya”, Ungkap Odhi Kalake. 


Lebih lanjut Odhi menjelaskan “Ada isu penting yang menjadi prioritas seperti stunting dan hal-hal potensi garam yang luar biasa, Tindak Pidana Orang (TPO). Kami juga sudah bertemu dengan Forkopimda untuk diskusi berbagai masalah ini. Sekarang bagaimana kita maksimalkan potensi NTT, dengan alam yang indah, bahkan ada salah 1 resort terbaik dunia yang ada di Pulau Sumba. Kiranya berkat tuhan ini bisa kita optimalkan. Sudah waktunya kita bekerja keras untuk NTT. Kami akan berusaha semaksimal mungkin sesuai tugas yang dibebankan oleh Presiden untuk menjadi Penjabat Gubernur”, panjang Pj. Gubernur. 


Terakhir Penjabat Gubernur juga meminta doa dan dukungan agar bisa membawa NTT maju. 


“Kami mohon dukungan berupa masukan dan kerjasamanya, supaya benar-benar bisa membawa NTT Maju, NTT Sejahtera”, Tutup Odhi Kalake. 


Kemudian setelah melaksanakan kunjungan di Istana Keuskupan Agung Kupang, Pejabat Gubernur Ayodhia Kalake bersama rombongan bersilahturahmi di kediaman Ketua MUI Provinsi NTT, Drs. H. Muhammad Wongso yang juga dihadiri jajaran pengurus MUI. 


Pada kesempatan ini Ketua MUI Provinsi NTT, Drs. H. Muhammad Wongso menyampaikan selamat datang serta mengapresiasi terpilihnya salah seorang putra terbaik Lamaholot sebagai Pejabat Gubernur NTT, serta siap mendukung program pemerintah Provinsi NTT. 


Setelah silahturahmi dan dialog singkat, Pejabat Gubernur Ayodhia Kalake bersama Ketua MUI Provinsi NTT, Drs. H. Muhammad Wongso dan jajaran pengurus MUI kemudian melaksanakan kegiatan sholat bersama.


Demikian siaran pers ini dibuat untuk dipublikasikan. Video selengkapnya dapat disaksikan melalui _youtube channel_ Biro Administrasi Pimpinan NTT. (***)