Fahren Funay Resmi Sebagai Penjabat Wali Kota Kupang

Kupang,mwartapedia.com – Fahrensy P. Funay, SE, M.Si, resmi menggantikan George M. Hadjoh, SH, sebagai Penjabat Wali Kota Kupang masa bakti 2023-2024.


 Pengambilan janji jabatan dan pelantikan Penjabat Wali Kota Kupang berlangsung di Aula El Tari Kupang oleh Gubernur NTT, Dr. Viktor B. Laiskodat, SH, M.Si atas nama Presiden Republik Indonesia didampingi rohaniwan Pdt. Antoneta Rakbawu-Mapusa, S.Th, Ketua Majelis Jemaat Kefas Oetete, Selasa (22/8). 


Kemudian langsung dilanjutkan dengan pelantikan Ny. Louisje Marlinda Funay Pellokila, S.TP sebagai Penjabat Ketua TP PKK Kota Kupang dan Penjabat Ketua Dekranasda Kota Kupang oleh Ketua TP PKK Provinsi NTT dan Ketua Dekranasda Provinsi NTT, Ny. Julie Sutrisno Laiskodat. 


Hadir dalam acara tersebut Penjabat Wali Kota Kupang Masa Bakti 2022-2023, George M. Hadjoh, SH, Sekda Provinsi NTT, Kosmas D. Lana, pimpinan dan para anggota DPRD Kota Kupang, Forkopimda Tingkat Kota Kupang, Direktur Utama Bank NTT, Wakil Gubernur NTT periode 2008-2013, Ir. Esthon Foenay, M.Si, para pimpinan perangkat daerah lingkup Kota Kupang, tokoh masyarakat serta perwakilan keluarga dari Penjabat Wali Kota yang dilantik.  


Acara pelantikan diawali dengan pembacaan Keputusan Menteri Dalam Negeri, pengucapan janji jabatan, penyematan tanda pangkat dan jabatan, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas serta penyerahan memori jabatan dari Penjabat Wali Kota sebelumnya. 


Penjabat Wali Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si, dalam wawancara dengan media usai pelantikan memastikan akan melanjutkan dan menyempurnakan program kerja yang sudah dibuat oleh Penjabat Wali Kota sebelumnya. 


“Intinya semua yang sudah dibuat baik adanya, tinggal ditingkatkan lagi. Kami juga akan melaksanakan pesan Gubernur NTT untuk menjadikan Kota Kupang bersih, terang dan harmonis sebagai kota kasih,” ungkap Fahren yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Kupang. (PKP_ans)




NTT Sudah Miliki 6 Surveior Akreditasi Puskesmas dan Klinik yang Kompeten

Kupang,mwartapedia.com – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) perlu berbangga karena saat ini sudah memiliki 6 orang surveior yang kompeten untuk bisa melakukan asesmen penilaian pelaksanaan standar akreditaasi oleh puskesmas maupun klinik.


dr. Widya Cahya kepada media ini mengatakan, 6 orang surveior dari NTT dibawah Lembaga Penyelenggara Akreditasi (LPA) Akreditasi Survey Klinik Indonesia (ASKIN) telah mengikuti pelatihan surveior Puskesmas dan klinik yang diadakan oleh Hanacaraka Training Center Indonesia (HTCI) di Yogyakarta pada  tanggal 10-18, 18-20 Agustus 2023.


“Dari NTT, kami ada 6 orang yaitu dr. Eunike,Sp.M, dr. Jeanette Mambaitfeto, MARS, dr. Andreas Fernandez, Sp.PD, dr. Diana, dr. Widya Cahya dan apoteker Samuel,”ungkapnya pada Senin (22/08/2023).


dr. Widya Cahya menjelaskan, tujuan mengikuti pelatihan surveior ini agar setiap Puskesmas dan klinik kesehatan harus terakreditasi sesuai dengan ketentuan Kementerian Kesehatan RI untuk memberikan standar pelayanan yang baik kepada pasien.


“Tujuan kita ikut tentunya untuk mengambil bagian dalam percepatan akreditas puskesmas dan klinik di Indonesia khususnya di NTT agar pelayanan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) bisa memberikan mutu pelayanan dan menjaga mutu pelayanan untuk masyarakat indonesia khususnya NTT,”jelasnya.



dr. Widya cahya menuturkan, peserta yang hadir dalam pelatihan surveior tersebut sebanyak 30 orang yang yang berasal dari 9 Provinsi di Indonesia.


“Dari LPA ASKI Klinik Indonesia ada 30 orang peserta dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan NTT.


Menjadi salah satu peserta terbaik dan mendapatkan penghargaan pada pelatihan tersebut, Dokter Widya Cahya berharap agar FKTP di NTT segera terakreditasi sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


“Bersama teman-teman, saya berharap setelah mengikuti kegiatan ini, kami bisa mengambil bagian dalam percepatan akreditasi dengan membimbing FKTP di NTT untuk persiapan dan FKTP di NTT juga segera survey akreditasi sehingga bisa memberikan pelayanan terbaik sesuai dengan standar mutu untuk masyarakat Indonesia khususnya NTT,”pungkasnya. (MI)