Usai Kunjungan Bilateral Dengan Australia, Ketum KADIN NTT Malam Ini Ke Ghana

 


Kupang,mwartapedia.com – Baru saja kembali dari Australia dalam rombongan kunjungan bilateral presiden Jokowi  k, Sydney Australia, ketua umum KADIN NTT, Bobby Lianto malam hari ini melanjutkan perjalanannya ke Ghana, Afrika. 


Bobby Lianto yang juga adalah International Youth Coordinator Full Gospel Business Men’s Fellowship International atau disingkat FGBMFI untuk asia pacific, menjadi salam satu pembicara di dalam World Convention Youth Forum yang dilaksanakan di Accra, ibukota Ghana. 


Dalam perjalanan tersebut, terdapat 7 delegasi Indonesia yang tergabung dalam National President FGBMFI Indonesia, yaitu bapak Dalie Sutanto, bapak Anthony Putihray, bapak Lukkas Anggono, bapak Adam Tedja bersama ibu Helen Tedja, dan Bpk. Adrian Kristanto. 


7 delegasi Indonesia tersebut akan menghadiri acara World Convention FGBMFI di Accra, Ghana pada tanggal 12 – 15 juli 2023. 


Selain menjadi pembicara di Youth Dorum World Convention tersebut, 



Bobby Lianto akan melakukan beberapa kunjungan untuk melihat perkebunan kakao dan proses pembuatan dari coklat di Ghana, yang terkenal sebagai negara penghasil ekspor kakao terbesar kedua di dunia setelah Pantai Gading. 


Bobby lianto juga menggunakan kesempatan tersebut untuk dapat belajar mengenai proses pembuatan coklat dari negara tersebut. Tidak ketinggalan Bobby membawa produk produk lokal NTT untuk dipasarkan.


Bobby lianto akan melanjutkan perjalanan ke beberapa negara tetangga di Afrika yaitu Togo, Benin dan kota Lagos di Nigeria. Dalam kunjungan tersebut, Bobby Lianto akan bertemu dengan Konsul Kehormatan di setiap Negara dan juga ITPC (International Trade Promotion Center) Lagos di Kedutaan Kosulat Jendral Lagos di Nigeria, di Lagos Bobby akan mengunjungi Gereja Terluas di dunia yang viral di youtube dengan luas 3 km2.


Berangkat tgl. 11 July 2023 dari Jakarta dengan Ethiopian Airlines menyinggahi Bangkok, Adis ababa (Ethiopia) dan tiba di Accra – Ghana tgl. 12 July siang hari. ***




Saksi Edy Ngganggus Sebut Pemecatan Izhak Rihi tidak Sah dan Tidak Tercantum Dalam Agenda RUPS

Kupang,mwartapedia.com – Sidang kasus Perdata gugatan Mantan Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi (Penggugat) melawan Pemegang Saham Pengendali, pemegang saham Bank NTT Seri A dan Seri B kini memasuki pemeriksaan saksi. Saksi tergugat, Eddy Ngganggus dalam persidangan menyebut pemecatan terhadap Izhak Eduard Rihi tidak sah dan tidak tercantum dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Hal ini dismpaikan oleh Eddy Ngganggus saat memberikan kesaksian yang berlangsung di ruang sidang Cakra Pengadilan Negeri Kupang pada Rabu (12/07/2023).
Untuk diketahui sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua, Florence Katerina, SH, MH yang berlangsung hari ini, pihak penggugat menghadirkan dua orang saksi yaitu Eddy Ngganggus sebagai bankers dan Johanes Rihi Gah dari pers.
Eddy mengatakan bahwa pemecatan Mantan Dirut Bank NTT tersebut tidak sah dan tidak tercantum dalam agenda RUPS dan baginya ini adalah pengalaman yang belum pernah dialami ketika bekerja di Bank NTT.
“Saat Gubernur NTT sebagai pemegang saham pengendali memberhentikan Pak Izhak Rihi dari jabatannya sebagai direktur saat itu, ada dua pemegang saham yaitu Bupati Malaka dan Bupati Ende mengusulkan agar memberikan kesempatan kepada Pak Izhak untuk menyampaikan pendapat tetapi menurut pandangan Pak Gubernur bahwa tidak perlu,”ungkapnya.
Eddy juga menambahkan, dalam RUPS-LB tersebut tidak dicantumkan alasan dan agenda serta mantan Dirut Bank NTT tidak diberikan kesempatan untuk melakukan pembelaan diri.
“Rujukan saya pada UU PT. bahwa pelaksanaan RUPS harus dicantumkan alasan dan agenda tetapi berdasarkan undangan yang kami terima sebelumnya bahwa agenda pemberhentian tersebut tidak ada pada RUPS-LB,”kata Eddy.
Ia menuturkan, yang menjadi pemimpin RUPS-LB 2020 tersebut adalah Gubernur NTT.
“Setau saya, setelah pertanggungjawaban dari Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT langsung ada pemberhentian pak Izhak dari Gubernur dan pada saat itu langsung dibacakan pemecatan,”tutur Eddy.
Eddy juga menjelaskan bahwa sejak Izhak Rihi sebagai Direktur Utama Bank NTT selama 11 bulan  semuanya berjalan normal dan tidak ada masalah yang ditemukan dalam menjalankan tugasnya.
“Sejauh saya di kantor cabang saya rasa beliau tidak ada masalah dan kesejahteraan pegawainya terjamin dan mendapatkan fasilitas yang baik,”jelasnya. (MI)



Even Gebyar Alak Meriah Adalah Ajang Pembayaran PBB dan pengembangan UMKM

Kupang,mwartapedia.com –  Gebyar Alak Meriah yang berlangsung di Kelurahan Alak selain mengembangkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di wilayah keuarahan Alak, kegiatan ini juga diisi dengan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang berada di wilayah tersebut.


Lurah Alak, Marice Lasbuan, SE kepada media ini mengatakan bahwa dirinya menginstruksikan kepada petugas pajak yang berada di kelurahan untuk membantu warga dalam pengambilan Surat pemberitahuan pajak Terutang (SPPT) dan membayar pada saat menonton pertandingan bola volly.


“Petugas PBB yang ada di Kelurahan saya instruksikan untuk setiap malam harus berada di lokasi untuk menerima pembayaran PBB dari masyarakat jadi ketika ada warga yang datang menggambil SPPT sekalian juga dengan pembayaran dan ini berlangsung selama pertandingan berlangsung yaitu dari tanggal 19 Juni sampai dengan 19 Juli 2023,”ungkapnya di lokasi kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Lurah Alak pada Selasa (11/07/2023). .


Marice menjelaskan, informasi pembayaran pajak ini disampaikan melalui group WhastApp dari Kelurahan yang bernama Warga Peduli Alak dan pada group tersebut semua warga dapat membaca melalui pesan tersebut.


“Group WhastApp dari Kelurahan ini dibentuk sejak tahun 2019 dan ketika ada informasi yang penting bagi warga akan kita umumkan di group saja agar semua warga bisa membaca,”jelasnya.



Sementara itu ditempat yang sama,  Petugas PBB dari Kelurahan, Melki Giri mengatakan, even Gebyar Alak Meriah ini setiap malam pihaknya melakukan penyebaran SPPT dan menerima penyetoran pembayaran pajak bumi dan bangunan di Kelurahan Alak.


“Kami adalah petugas dari Bapeda Kota Kupang yang ditugaskan di wilayah Kelurahan Alak, selama Kegiatan berlangsung masyarakat sangat antusias untuk melakukan pembayaran pajak pada saat menonton pertandingan bola vollly,”ujarnya.


Ia mengakui bahwa instruksi dari Lurah ini sangat membantu masyarakat pada proses pembayaran pajak menjadi lebih mudah.


“Sebelum ada kegiatan ketika masyarakat datang membayar pada pagi hari akan kita arahkan mereka untuk langsung membayar dikantor kas Bank NTT jadi dengan adanya even ini warga datang langsung membayar kepada kami dan kami yang akan melakukan peyetoran ke kantor kas Bank NTT,”jelasnya..


Dirinya berharap kepada para wajib pajak di Kelurahan Alak untuk datang mengambil SPPT serta membayar pajak sambil menyaksikan pertandingan bola volly.


“Untuk memanjukan Kelurahan Alak maka saya mengajak para wajib pajak yang belum sempat membayar agar segera melakukan pembayaran karena setiap malam ibu lurah selalu memberikan informasi kepada masyarakat untuk membayar pajak dan mengambil SPPT,”ajaknya.



Ditempat yang sama, warga RT 04/RW 02, Kelurahan Alak, Magdalena Mensiana Tosi saat ditemui media ini di lokasi kegiatan mengatakan bahwa dirinya baru saja melakukan pembayaran PBB.


“Tadi saya sudah bayar pajak dan ini sangat mudah dan membantu kami karena siang saya bekerja di kantor jadi even ini sangat membantu saya dalam membayar pajak sambil menonton pertandingan bola volly,”ucapnya.


Magdalena mengakui bahwa even Gebyar Alak Meriah sangat membantu masyarakat di Kelurahan Alak.


“Even ini sangat meriah dan merupakan pesta rakyat bagi kami dan membantu pengembangan UMKM yang ada disini jadi saya berharap even ini dapat berlangsung setiap tahun,”pungkasnya. 


Seperti disaksikan oleh media ini di lokasi kegiatan terlihat warga sangat antusias untuk membayar pajan sambil menonton pertandingan dan banyak jajanan UMKM yang berada di Kelurahan Alak. (MI)




Tiga Kepala Divisi Bank NTT jadi Saksi Kasus Pemecatan Eddy Ngganggus

 

Kupang,mwartapedia.com – -Adatiga Kepala Divisi Bank NTT menjadi saksi kasus pemecatan mantan Kepala Cabang (Kacab) Bank NTT Kefamenanu, Frederikus Mashur Ngganggus dalam sidang lanjutan Gugatan Perdata Peradilan Hubungan Industrial (PHI) di Pengadilan Negeri (PN) Kupang Kelas IA pada Selasa, 11 Juli 2023.


Dilansir dari Suara NTT.com bahwa ketiga Kepala Divisi Bank NTT tersebut antara lain; Kepala Devisi Sumber Daya Manusia (SDM) Bank NTT, Sandri Bara Lay, Kepala Devisi Corporate Secretary
dan Legal Bank NTT, Endri Wardono, dan Kepala Devisi Pengawasan dan SKAI Bank NTT, Louis Gonzalves Atie.


Mereka dihadirkan dalam sidang lanjutan Gugatan Perdata Peradilan Hubungan Industrial (PHI) di Pengadilan Negeri (PN) Kupang antara Frederikus Mashur Ngganggus selaku Penggugat melawan PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur atau Bank NTT selaku Tergugat dalam memberikan keterangan.


Untuk diketahui bahwa Eddy Ngganggus dipecat tanpa ada surat teguran atau peringatan pertama, kedua dan ketiga dari manajemen Bank NTT lantaran dirinya mengunggah video di youtube dengan judul kasus pembelian MTN senilai Rp 50 miliar ibarat ‘Nasi Sudah Menjadi Bubur’ pada tanggal 27 Desember 2021 lalu.


Dengan adanya video tersebut mereka (Bank NTT, red) menilai tindakan yang dilakukan oleh penggugat (Eddy Ngganggus) tidak sesuai dengan etika dan anggaran dasar rumah tangga (ADRT) manajemen Bank NTT serta tidak menjaga reputasi dan kerahasiaan bank tersebut.


Salah satu saksi dari Bank NTT menjelaskan, dalam video yang diunggah oleh saudara Eddy Ngganggus dinilai tidak sesuai etika dan anggaran dasar rumah tangga (ADRT) serta tidak menjaga kerahasian manajemen Bank NTT.


“Itu sangat bertentangan dengan etika dan ADRT kita di Bank NTT,”ungkap saksi itu dalam sidang.


Dikatakan, sebelumnya saudara Eddy diperiksa secara face to face oleh tim yang dibentuk dalam internal Bank NTT. Dari hasil pemeriksaan tersebut yang bersangkutan dinilai melakukan pelanggaran berat sehingga dipecat dari jabatannya.


Erwan Fanggidae Kuasa Hukum dari Eddy Ngganggus mengatakan, kliennya tidak diberikan surat teguran pertama, kedua dan tiga namun tiba-tiba dipecat.


“Ketika kita tanya kenapa klien kami tidak diberikan surat teguran pertama, kedua dan ketiga. Mereka jawab tidak tahu dan tidak pernah memberikan surat teguran,”ungkapnya penuh kesal.


Dia sentil Bank NTT tidak ada serikat pekerja seharusnya persyaratan dalam sebuah perusahaan harus ada. Karena dalam serikat pekerja itu akan ada kontrak kerja yang ditandatangani oleh karyawan dan perusahaan.


“Tidak ada dan difungsikan padahal itu tercantum dalam undang-undang. Ini perusahaan dikatakan benefit koq bisa begini tidak ada serikat pekerjanya,”balik bertanya.


Sementara itu Kuasa Hukum Bank NTT, Apolos Djara Bonga tegaskan bahwa harus dipahami bahwa P1 itu adalah bentuk hukuman dan teguran.


“Kalau orang melakukan pelanggaran ringan dikasih P1 atau teguran. Kalau orang masih melakukan hal yang sama maka dikasih P2 atau teguran tertulis”.ungkapnya.


“Jika perbuatan dikategorikan pelanggaran berat maka tidak perlu dikasih teguran atau P1 dan P2 tapi langsung diberhentikan atau dipecat. Itulah beberapa jenis klasifikasi hukuman ,” tegasnya.


Sidang tersebut dipimpin oleh Majelis Hakim Ketua, Rahmat Aris SB didampingi Anggota Hakim, Paulus Naro dan Daud Salama. (Hiro Tuames)




Lurah Alak Sebut Gebyar Alak Meriah Adalah Hiburan Bagi Masyarakat

Kupang,mwartapedia.comGebyar Alak Meriah yang berlangsung selama satu bulan di Kelurahan Alak adalah even tahunan yang merupakan hiburan bagi masyarakat, selain itu tiap RT mengirimkan timnya baik putra maupun putri, juga terbukti dari antusias masyarakat yang menonton jalannya pertandingan.


Demikian disampaikan oleh Lurah Alak, Marice Lasbuan, SE saat ditemui media ini pada saat pertandingan bola volly di lapangan Kantor Lurah Alak pada Selasa (11/07/2023).


Marice menjelaskan, Gebyar Alak Meriah yang terdiri dari turnamen Volly Putra dan putri antar RT, perlombaan catur serta tarian kreasi daerah adalah even tahunan yang merupakan instruksi dari Pemerintah Kota Kupang untuk setiap kelurahan. 


“Even ini merupakan instruksi dari Penjabat Wali Kota untuk semua Kelurahan agar melakukan kegiatan seperti ini dan untuk kami di Kelurahan Alak melakukan kegiatan selama satu bulan yaitu dari tanggal 19 Juni sampai dengan 19 Juli 2023,”ungkapnya.




Marice menambahkan, Gebyar Alam Meriah ini melibatkan 26 RT yang berada di wilayah Kelurahan Alak terdiri dari lomba catur ada 12 peserta, bola volley putra/putri ada 26 regu dan tarian kreasi daerah yang akan diikuti oleh seluruh RT.


“Untuk tarian kreasi daerah tergantung dari setiap RT yang akan menampilkan tarian daerahnya dan itu bebas mau pilih daerah mana saja yang ada di NTT,”tambahnya.


Marice menyebut, kegiatan ini juga dapat meningkatkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Kelurahan Alak. 


“Kami memperdayakan UMKM yang ada di Kelurahan ini dan bagi masyarakat bebas untuk berjualan apa saja,”sebutnya.



Lebih lanjut, Marice menuturkan bahwa kegiatan Gebyar Alak Meriah ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kelurahan, Karang Taruna dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) yang ada di Kelurahan Alak.


“Yang menjadi ketua dalam even perlombaan ini adalah Ketua Karang Taruna, Penasihat dan Pelindung adalah Lurah dan LPM jadi kita semua kerjasama dalam menyukseskan kegiatan ini,”tuturnya.


Dirinya berharap agar even yang yang berlangsung ini menjadi contoh bagi kelurahan lain yang ada di Kota  Kupang.


“Bagi kelurahan lain yang belum melakukan kegiatan ini saya berharap dapat melakukan even seperti kelurahan kami karena ini sangat bagus untuk meningkatkan UMKM yang berada di wilayah masing-masing,”ajaknya.


Marice menyebut, dana dari even ini diperoleh dari Pemerintah Kota Kupang dan juga swadaya dari warganya.


“Kegiatan ini didanai oleh Pemerintah Kota Kupang selain itu juga ada sumbangan dari pihak luar seperti badan usaha swasta yaitu Perseroan Terbatas (PT) dan CV yang ada di kelurahan,”pungkasnya.


Seperti disaksikan oleh media ini, pertandingan bola volly berjalan dengan baik dan sangat meriah. (MI)