Dihadapan Para Delegasi ASEAN BAC, Beras Premium Labuan Bajo di Lounching Arsjad Rasjid


Labuan Bajo, mwartapedia.com – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia yang adalah chairman ASEAN, Arshad Rasjid melounching beras Premium Labuan Bajo dihadapan para delegasi ASEAN Businnes Advisory Council (BAC) dari 11 negara.



Kegiatan tersebut berlangsung di restoran La Moringa, restoran asli NTT berbahan dasar kelor, sorgum dan se’i yang juga menjual produk-produk UMKM dari seluruh NTT pada Rabu (10/05/2023).




Dalam rangkaian menghadiri KTT ASEAN di Labuan Bajo, para delegasi ASEAN BAC diundang hadir di restoran La Moringa oleh Arsjad Rasjid.


Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto mempromosikan program KADIN impact awards yang diikuti oleh beberapa UMKM di NTT yaitu La Moringa, Ghaura Chocolate, Kopi Mane, BETAprint packaging,  beras Premium Labuan Bajo  Yang sekaligus melaunching beras premium Labuan Bajo.




Sementara itu, Ketua KADIN Manggarai Barat, Charles Angliwarman menyampaikan bahwa selama ini beras bermerek dati petani hanya digunakan untuk konsumsi lokal  


“Selama ini beras-beras lokal dari petani di Manggarai Barat hanya selalu menjadi konsumsi lokal dan belum pernah memiliki beras premium bermerek lokal yang asli dari petani Manggarai Barat,”ungkapnya.




Maka dari itu, lanjut Charles, melalui program KADIN pertanian HAP Mabar membentuk industri pengolahan beras untuk menghasilkan beras premium bermerek Labuan Bajo.


“Dengan program ini maka beras premium Labuan Bajo telah dikenal,”ucapnya.




Dengan bangga, Charles menyampaikan pada penghelatan ASEAN Summit.


“Beras premium Labuan Bajo telah digunakan sebagai beras resmi di hotel-hotel tempat acara dan restoran seperti La Moringa, Hotel Ayana, Hotel Meruorah, Hotel Sudamala, dan di supermarket Roxy, Zasgo dan supermarket lainny,”pungkasnya. (MI)




Sekda Buka Konsultasi Publik Penanggulangan Bencana Kota Kupang

Kupang,mwartapedia.com – Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, SE., M.Si membuka kegiatan konsultasi publik rancangan awal Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) yang dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang. 


Konsultasi publik ini diprakarsai bersama Siap Siaga yang merupakan kemitraan pemerintah Indonesia dan pemerintah Australia untuk kesiapsiagaan bencana yang berlangsung di Swiss Bellcourt Hotel Kupang, Rabu (10/5). 


Kegiatan tersebut dihadiri Koordinator Program Siap Siaga NTT, Silvia Fanggidae, Direktur Pengembang Strategi BNPB yang mengikuti secara daring, Ketua Forum PRB API Kota Kupang, Sylvester Ndaparoka, unsur Forkopimda, Staf Ahli Wali Kota Kupang, Perwakilan BPBD Provinsi NTT, Perwakilan Basarnas NTT, Perwakilan BMKG NTT, Perwakilan PMI Kota Kupang, Perwakilan Lembaga Usaha, Akademisi serta para Pimpinan Perangkat Daerah Kota Kupang terkait.




Dalam sambutannya Sekda menyampaikan apresiasi pada kegiatan ini dan mengucapkan terima kasih kepada Siap Siaga yang telah memfasilitasi agar pertemuan awal perencanaan ini dapat terselenggara dengan baik. Menurutnya masalah penanggulangan bencana tidak hanya menjadi urusan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, namun melibatkan banyak lembaga yang saling berkoordinasi. Oleh karena itu kegiatan seperti ini perlu dilakukan untuk memberikan masukan-masukan dan pendapat terkait penanggulangan bencana.

“Melalui forum ini kita diharapkan mampu mengikuti secara baik dan memberikan gagasan penting terkait penanggulangan bencana. Kita tidak boleh menganggap remeh Kota Kupang tidak rawan bencana dilihat dari segi geografis, namun seiring perubahan iklim kita perlu waspada khususnya daerah pesisir pantai serta siklon tropis yang sering terjadi setiap tahunnya,” ungkap Sekda.




Ditambahkannya kehadiran BPBD bersama semua stakeholder yang peduli dengan kemanusiaan mampu memberikan pelatihan-pelatihan penyelamatan dan upaya preventif dalam menghadapi bencana. Untuk itu para peserta yang mengikuti kegiatan diharapkan menyimak secara baik dan menghasilkan rancangan-rancangan yang baik agar dapat meneruskan informasi yang diperoleh kepada masyarakat. 

Koordinator Program Siap Siaga NTT, Silvia Fanggidae, dalam laporan panitia menyampaikan Program Siap Siaga dibentuk untuk penguatan sistem dan strategi penanggulangan bencana yang dilatarbelakangi oleh pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Hal ini dilakukan melalui riset tentang pentingnya upaya preventif terhadap bencana yang dapat merusak pembangunan suatu daerah yang dibangun dengan biaya cukup tinggi.    




Dijelaskannya salah satu dukungan yang diberikan oleh Program Siap Siaga adalah melakukan kajian dan perencanaan terkait pengurangan resiko bencana. Salah satunya melalui kegiatan ini akan dibahas rancangan awal penanggulangan bencana karena menurutnya masalah penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan oleh salah satu instansi terkait, namun harus melibatkan banyak pihak untuk membentuk jalur koordinasi bersama antara pemerintah dan stakeholder. 

“Bencana sangat berpengaruh ke berbagai sektor, sehingga kolaborasi dan koordinasi adalah salah satu kata kunci terpenting dalam penanggulangan bencana yang sukses. Oleh karena itu rencana penanggulangan bencana ini sangat penting untuk menjadi dasar bersama dari berbagai sektor, bahkan dari berbagai pihak untuk bersama pada satu tujuan mulia penanggulangan bencana sekaligus menyepakati pembagian tugas bersama,” jelas Silvi.*PKP_chr



Para Kepala Negara Kenakan Motif Tenun NTT di Hari Kedua KTT ASEAN 2023

Kupang, mwartapedia.com – Hari Kedua Penyelenggaraan KTT ke-42 ASEAN  yang bertempat di Hotel Meruorah Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Kamis 11 Mei 2023. Pada momen tersebut Presiden RI Joko Widodo bersama para kepala negara lainnya mengenakan busana motif tenun ikat dari Provinsi NTT.


Ini merupakan hal yang unik dan tentunya kebanggaan bagi masyarakat NTT serta memberikan pesan tersendiri bagi negara peserta terkait aset budaya yang dimiliki Provinsi Nusa Tenggara Timur. 




Sementara itu, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menghaturkan terima kasih yang tak terhingga kepada Presiden Joko Widodo yang telah mempromosikan tenun motif NTT pada penyelenggaraan KTT ASEAN ke-42 di Labuan Bajo.


“Hari ini kita menyaksikan para pemimpin ASEAN menggunakan jas tenun motif NTT. Ini tentu menjadi kebanggaan yang sangat luar biasa bagi seluruh masyarakat NTT. Hasil karya intelektual para perempuan NTT yang diwariskan secara turun temurun sejak dahulu kala, hari ini dipakai oleh para pemimpin ASEAN. Terima kasih yang tak pernah habis dari seluruh rakyat NTT kepada Presiden Joko Widodo  yang sangat mencintai NTT,” kata Gubernur VBL.




Dalam berbagai  kesempatan, Wakil Gubernur Josef Nae Soi (JNS)  juga selalu menekankan motif tenun ikat adalah kekayaan intelektual yang diturunkan secara turun-temurun oleh nenek moyang masing-masing daerah.


“Tenun ikat ini adalah kekayaan intelektual. Pantas dikatakan demikian karena tenun ikat dengan beragam motif dan warna dibuat dengan kecerdasan nenek moyang yang hingga saat ini kita wariskan. Ada makna dan nilai tersendiri dari masing-masing motif ini. Harus terus dilestarikan dan ini menjadi kebanggan bagi kita semua,” kata Wagub Nae Soi.




Seperti diberitakan sebelumnya, dalam kegiatan jumpa pers bersama awak  media di kantor Gubernur, Kamis, (27/4) lalu, Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi mengungkapkan, para kepala Negara ASEAN akan diberikan baju tenun motif NTT yang disiapkan secara khusus oleh Dekranasda NTT dan berbagai cindera mata khas NTT lainnya. (Humas)


Sumber foto : Sekretariat Negara