Peduli Pendidikan, Jane Natalia Suryanto Salurkan Beasiswa Untuk Mahasiswa Unkriswina Sumba

 


Kupang,mwartapedia.com –  Ketua Dewan Pembina DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jane Natalia Suryanto memberikan bantuan beasiswa selama empat (4) tahun kepada dua orang mahasiswa Universitas Kristen Wira Wacana Sumba. Hal ini sebagai bentuk kepeduliannya terhadap dunia pendidikan di Provinsi NTT.


“Beasiswa full empat tahun akademik ini merupakan program beasiswa Solidaritas rutin setiap tahun dari saya, bekerja sama dengan Universitas Kristen Wira Wacana Sumba,”ungkap Jane Natalia Suryanto ketika dihubungi media ini pada Sabtu (01/04/2023).


Dengan berpedoman pada motto ‘Education is the most powerful weapon which you can use to chage the world” dari Nelson Mandela, Jane Natalia memberikan ucapan selamat kepada dua orang mahasiswa yang berhasil menjadi penerima beasiswa Solidaritas darinya. 


“Selamat untuk penerima Beasiswa Solidaritas 2023 Jane Natalia Suryanto kepada Edwin Yendri Tamu Umbu mahasiswa Program Studi Agroteknologi dan Fitrisia Mburu Indju mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Perikanan,”ucapnya.


Jane Natalia menuturkan selama beberapa tahun dirinya memberikan bantuan untuk membiayai beasiswa kepada anak–anak yang cerdas namun kurang beruntung secara ekonomi, untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.


“Saya merasa bahagia bisa memberikan kesempatan kepada dua anak muda berbakan ini untuk bisa terus sekolah sampai lulus tampa putus akibat kekurangan biaya,”ucap Pengusaha Muda yang saat ini menjadi Bakal Calon Anggota Legislatif DPR RI 2024-2029 Dapil NTT 2.




Jane Natalia juga membeberkan beberapa kategori penerima beasiswa Solidaritas yang akan diberikan kepada calon penerima.


“Kategorinya adalah mahasiswa Unuversitas Kristen Wira Wacana Sumba anggkatan 2022, berprestasi secara akademik dibuktikan dengan transkrip nilai semester 1, tidak sedang atau akan menerima beasiswadari sumber lain dan komitmen tinggi untuk menyelesaikan studi tepat waktu,”ujarnya.


Dengan Beasiswa yang diberikan, Jane Natalia ingin agar pendidikan dapat dijangkau oleh masyarakat luas untuk mengenyam pendidikan. 


“Adapun keuntungan yang diperoleh dari Beasiswa Solidaritas dari saya yaitu beasiswa diberikan hingga menyelesaikan studi (S1 = 4 tahun) dan berpeluang mengikuti program pengembangan diri,”pungkasnya. (MI)






KADIN NTT Temui Dirjen Tata Ruang ATR/BPN, Ini Yang Dibahas

Kupang,mwartapedia.com –  Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bobby Lianto bertemu dengan Direktur Jendral Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional, Gabriel Triwibawa di Jakarta pada Jumat tanggal 31 Maret 2023.


Dalam pertemuan tersebut, Bobby Lianto meminta kesediaan Dirjen Tata Ruang ATR/BPN sebagai narasumber pada seminar tentang Agraria Tata Ruang Kawasan  dan FGD yang akan dilaksanakan tanggal 25 Mei 2023 di Kupang yang diselenggarakan oleh KADIN Indonesia bersama KADIN NTT.


Pada kesempatan tersebut, Dirjen Tata Ruang ATR/BPN  bersedia untuk hadir di Kupang.


Dalam rilis tertulisnya, Bobby Lianto menjelaskan bahwa melihat bahwa begitu banyak masalah pertanahan yang terjadi di NTT.” Dengan adanya seminar yang mendatangkan langsung Dirjen Tata Ruang dari Kementrian ATR ini, akan memberikan rekomendasi, solusi dan juga arahan kepada para pelaku usaha/investor di NTT bahkan menjadi masukkan kepada permasalahan kawasan di Indonesia.


Bobby Lianto menjelaskan, ada empat hal yang menjadi masalah utama di NTT antara lain

1. permasalahan kehutanan dimana terdapat banyak lahan-lahan perumahan, lahan-lahan yang bersertifikat, yang sudah dikuasai tetapi kemudian masuk kedalam wilayah kehutanan. Dan kemudian, dengan ditetapkan tersebut, maka kegiatan pembangunan perumahan ataupun kegiatan-kegiatan lain tidak bisa dilangsungkan dengan baik dan ini menghambat investasi. 


2. adalah masalah klasik yaitu masalah tanah tumpang tindih, ini juga menjadi suatu masalah yang sering terjadi dan menjadi penghambat investasi di NTT. 


3. adalah tata ruang. Dimana di Kabupaten umumnya di NTT belum memiliki RDTR yang akhirnya menghambat para investor, dimana KADIN telah mendatangkan investor-investor untuk membangun pabrik-pabrik industri, tetapi dimana kawasan tersebut belum ada peruntukkan industri sehingga akhirnya menghambat pembangunan pabrik-pabrik di wilayah tersebut karena belum tersedianya kawasan industri yang memadai ataupun belum ada RDTR. Ini adalah suatu hal yang penting untuk mengundang para investor dan pembangunan industri di NTT. 


4. banyak pengertian masyarakat tentang HGU yang didasari dari pelepasan hak oleh investor yang harusnya dapat langsung diperpanjang apabila ada aktivitas usaha di lahan tersebut. Namun, banyak masyarakat yang diprovokasi sehingga berpikir bahwa HGU hanyalah kontrak lahan dan ini akan menghambat Investor masuk ke NTT “



Bobby Lianto berharap dengan adanya seminar dan FGD dapat menjawab permasalahan kawasan-kawasan Tata Ruang di NTT. 


Untuk itu, Bobby Lianto menyampaikan agar para pengusaha dan investor yang mengalami masalah atau ingin memberikan masukkan terkait pertanahan dapat segera menghubungi KADIN NTT agar dapat dicarikan solusinya. 


Sebagai narasumber dalam seminar mendatang adalah Dirjen Tata Ruang ATR/BPN RI dan Kanwil BPN NTT serta Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia bidang Kawasan dan Tata Ruang, Sanny Iskandar


Turut hadir pada pertemuan tersebut adalah  Fahmi Shahab, Komtap Pengadaan Tanah Kawasan Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Adi Suhartono, pengurus KADIN NTT, dan juga Sonia dari KADIN Indonesia Bidang Agraria, Tata Ruang dan Kawasan. (*/MI)