Dukung Pemprov NTT, KADIN Beli 1000 Membership Senilai 15 Miliar

 

Kupang,mwartapedia.com – Keputusan Pemerintah Provinsi untuk memberikan konservasi di Taman Nasional Komodo (TNK) dan Pulau Padar mendapat dukungan dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Nusa Tenggara Timur. Wujud nyata dukungan dari KADIN  ditunjukan dengan membeli 1000 membership senilai 15 miliar. 


Demikian disampaikan oleh Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto, MM, MBA saat dihubungi media Wartapedia pada Kamis (11/08/2022).


Ketum KADIN NTT kepada media ini mengatakan bahwa pihaknya  mendukung keputusan yang diambil oleh Pemprov NTT dalam pengelolaan dan konservasi Taman Nasional Komodo dan Pulau Padar serta mendukung MoU dari Pemprov kepada PT. Flobamor.


“Dukungan sepenuhnya dari KADIN untuk Pemprov dibidang pariwisata yaitu kami akan membeli 1000 membership dengan rincian 15 juta untuk setiap membership yang bisa digunakan untuk 4 orang dan akan kami distribusikan bagi teman-teman KADIN di seluruh Indonesia dan juga tentu untuk rekanan-rekanan dari KADIN,”ungkapnya.


Bobby Lianto juga mengucapkan terima kasih bahwa Pemprov NTT yang telah memberikan konpensasi sehingga kenaikan tarif Rp. 3.750.000 yang berlaku di TNK dan Pulau Padar akan diberlakukan mulai tanggal 1 Januari 2023 sehingga memberikan waktu untuk disosialisasikan kepada para pelaku usaha dan masyarakat agar bisa berjalan seperti yang diharapkan.


“Saya pikir ini adalah satu program yang bagus sekali dimana konservasi untuk melindungi Komodo tetapi saya juga melihat bahwa komunikasinya yang masih kurang sehingga banyak sekali pelaku usaha, Asosiasi dan juga masyarakat belum mengerti secara keseluruhan maksud dan tujuan dari program yang baik ini sehingga waktu enam bulan kedepan saya rasa cukup,”ucapnya.


Menurut Bobby Lianto perlu dilakukan sosialisasi dalam membangun komunikasi bagi para pelaku usaha dan stakeholder dibidang pariwisata khususnya Labuan Bajo dan NTT pada umunnya. 


“Keputusan ini,  saya pikir cukup untuk membuat teman-teman pelaku usaha dan asosiasi paham, saya juga mengajak kita semua harus berpikiran yang positif untuk menjaga Komodo dan tentu mendatangkan penghasilan untuk konservasi Komodo tersebut,”pungkasnya. (MI)




Dukung Pemprov NTT, KADIN Beli 1000 Membership Senilai 15 Miliar

 

Kupang,mwartapedia.com – Keputusan Pemerintah Provinsi untuk memberikan konservasi di Taman Nasional Komodo (TNK) dan Pulau Padar mendapat dukungan dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Nusa Tenggara Timur. Wujud nyata dukungan dari KADIN  ditunjukan dengan membeli 1000 membership senilai 15 miliar. 


Demikian disampaikan oleh Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto, MM, MBA saat dihubungi media Wartapedia pada Kamis (11/08/2022).


Ketum KADIN NTT kepada media ini mengatakan bahwa pihaknya  mendukung keputusan yang diambil oleh Pemprov NTT dalam pengelolaan dan konservasi Taman Nasional Komodo dan Pulau Padar serta mendukung MoU dari Pemprov kepada PT. Flobamor.


“Dukungan sepenuhnya dari KADIN untuk Pemprov dibidang pariwisata yaitu kami akan membeli 1000 membership dengan rincian 15 juta untuk setiap membership yang bisa digunakan untuk 4 orang dan akan kami distribusikan bagi teman-teman KADIN di seluruh Indonesia dan juga tentu untuk rekanan-rekanan dari KADIN,”ungkapnya.


Bobby Lianto juga mengucapkan terima kasih bahwa Pemprov NTT yang telah memberikan konpensasi sehingga kenaikan tarif Rp. 3.750.000 yang berlaku di TNK dan Pulau Padar akan diberlakukan mulai tanggal 1 Januari 2023 sehingga memberikan waktu untuk disosialisasikan kepada para pelaku usaha dan masyarakat agar bisa berjalan seperti yang diharapkan.


“Saya pikir ini adalah satu program yang bagus sekali dimana konservasi untuk melindungi Komodo tetapi saya juga melihat bahwa komunikasinya yang masih kurang sehingga banyak sekali pelaku usaha, Asosiasi dan juga masyarakat belum mengerti secara keseluruhan maksud dan tujuan dari program yang baik ini sehingga waktu enam bulan kedepan saya rasa cukup,”ucapnya.


Menurut Bobby Lianto perlu dilakukan sosialisasi dalam membangun komunikasi bagi para pelaku usaha dan stakeholder dibidang pariwisata khususnya Labuan Bajo dan NTT pada umunnya. 


“Keputusan ini,  saya pikir cukup untuk membuat teman-teman pelaku usaha dan asosiasi paham, saya juga mengajak kita semua harus berpikiran yang positif untuk menjaga Komodo dan tentu mendatangkan penghasilan untuk konservasi Komodo tersebut,”pungkasnya. (MI)




Aksi Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih oleh Bakesbangpol NTT Bersama FPK, BAIS TNI AD, GP3 NKRI, dan Ombudsman NTT

                        


Kupang,mwartapedia.com – Dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI yang ke-77 maka Badan Kesatuan dan Bangs dan Politik Provinsi Nusa Tenggara Timur (Bakesbangpol NTT) bersama  Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Badan Inteligen Strategis Tentara Nasional Indonesia (BAIS TNI) Angkatan Darat dan Gerakan Perjuangan Pembebasan Perempuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (GP3 NKRI), Ombudsman NTT  melakukan aksi gerakan Pembagian 10 Juta Bendera. 


Kepala Bidang Iwasbang Bakesnangpol NTT, Tatas Medimesa Pello,S.Sos kepada media ini mengatakan bahwa gerakan ini adalah satu upaya untuk menumbuhkan semangat kebangsaan yang mana akhir–akhir ini sudah mulai terkikis oleh paham radikalisme, terorisme, intoleran dalam menjaga keutuhan bangsa.


Tatas menyampaikan, seperti yang sudah direncanakan oleh panitia dalam konferensi pers yang berlangsung pada Kamis, 11 Agustus 2022 kemarin bahwa pada hari ini Jumad (12/08/2022) pembagian bandera merah putih dengan sasaran di kantor Samsat Provinsi  NTT khususnya kepada para wajib pajak atau masyarakat yang sedang membayar pajak.


“Pada pukul 09.00 Wita, seluruh ASN Bakesbangpol Provinsi NTT, Forum Pembauran Kebangsaan, BAIS TNI AD, GP3 NKRI, Ketua Ombudsman Provinsi NTT berkumpul di halaman kantor Samsat Provinsi NTT untuk melakukan pembagian Bendera Merah Putih kepada seluruh masyarakat yang pada saat itu datang untuk membayar pajak di kantor Samsat Provinsi NTT baik yang berada di luar ruangan maupun yang berada dalam ruangan yang dibagikan langsung oleh Ketua Ombudsman NTT,”ungkap Tatas.


Ia menambahkan, setelah dari kantor Samsat, pihaknya juga  menuju ke Bundaran PU disini sasarannya khususnya para pengendara kendaraan roda dua atau roda empat atau lebih yang melintasi seputaran bundaran PU.  


“Pukul 10.00 Wita, kegiatan selesai dan beranjak ke seputaran bundaran PU untuk melakukan kegiatan yang sama bersama para Mahasiswa asal Papua yang berada di Kota Kupang dengan menyasar para pengendara Motor dan Mobil,”tambahnya.


Tatas menerangkan bahwa untuk diketahui pada kegiatan aksi tersebut dipimpin oleh Kabid Iwasbang yang diikuti  seluruh ASN Bakesbangpol Provinsi NTT, FPK, BAIS TNI AD dan Ombudsman Provinsi NTT dan di bantu oleh Mahasiswa Asal Papua yang tinggal di Kota Kupang: 


“Pada pukul 12.00 Wita, kegiatan Aksi Pembagian Bendera Merah Putih tersebut berakhir dengan aman dan tertib dan kembali ke kantor  masing-masing,”terangnya.


Pantauan media ini, aksi pembagian bendera ini mendapat respon positif dari masyarakat yang menerima bendera merah putih tersebut.


Dalam aksi tersebut, para ASN Bakesbangpol Provindi NTT, FPK, BAIS TNI AD, GP3 NKRI dan mahasiswa Papua menggunakan baju kaos merah dan ikat kepala/Pita Merah Putih. (MI)




Aksi Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih oleh Bakesbangpol NTT Bersama FPK, BAIS TNI AD, GP3 NKRI, dan Ombudsman NTT

                        


Kupang,mwartapedia.com – Dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI yang ke-77 maka Badan Kesatuan dan Bangs dan Politik Provinsi Nusa Tenggara Timur (Bakesbangpol NTT) bersama  Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Badan Inteligen Strategis Tentara Nasional Indonesia (BAIS TNI) Angkatan Darat dan Gerakan Perjuangan Pembebasan Perempuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (GP3 NKRI), Ombudsman NTT  melakukan aksi gerakan Pembagian 10 Juta Bendera. 


Kepala Bidang Iwasbang Bakesnangpol NTT, Tatas Medimesa Pello,S.Sos kepada media ini mengatakan bahwa gerakan ini adalah satu upaya untuk menumbuhkan semangat kebangsaan yang mana akhir–akhir ini sudah mulai terkikis oleh paham radikalisme, terorisme, intoleran dalam menjaga keutuhan bangsa.


Tatas menyampaikan, seperti yang sudah direncanakan oleh panitia dalam konferensi pers yang berlangsung pada Kamis, 11 Agustus 2022 kemarin bahwa pada hari ini Jumad (12/08/2022) pembagian bandera merah putih dengan sasaran di kantor Samsat Provinsi  NTT khususnya kepada para wajib pajak atau masyarakat yang sedang membayar pajak.


“Pada pukul 09.00 Wita, seluruh ASN Bakesbangpol Provinsi NTT, Forum Pembauran Kebangsaan, BAIS TNI AD, GP3 NKRI, Ketua Ombudsman Provinsi NTT berkumpul di halaman kantor Samsat Provinsi NTT untuk melakukan pembagian Bendera Merah Putih kepada seluruh masyarakat yang pada saat itu datang untuk membayar pajak di kantor Samsat Provinsi NTT baik yang berada di luar ruangan maupun yang berada dalam ruangan yang dibagikan langsung oleh Ketua Ombudsman NTT,”ungkap Tatas.


Ia menambahkan, setelah dari kantor Samsat, pihaknya juga  menuju ke Bundaran PU disini sasarannya khususnya para pengendara kendaraan roda dua atau roda empat atau lebih yang melintasi seputaran bundaran PU.  


“Pukul 10.00 Wita, kegiatan selesai dan beranjak ke seputaran bundaran PU untuk melakukan kegiatan yang sama bersama para Mahasiswa asal Papua yang berada di Kota Kupang dengan menyasar para pengendara Motor dan Mobil,”tambahnya.


Tatas menerangkan bahwa untuk diketahui pada kegiatan aksi tersebut dipimpin oleh Kabid Iwasbang yang diikuti  seluruh ASN Bakesbangpol Provinsi NTT, FPK, BAIS TNI AD dan Ombudsman Provinsi NTT dan di bantu oleh Mahasiswa Asal Papua yang tinggal di Kota Kupang: 


“Pada pukul 12.00 Wita, kegiatan Aksi Pembagian Bendera Merah Putih tersebut berakhir dengan aman dan tertib dan kembali ke kantor  masing-masing,”terangnya.


Pantauan media ini, aksi pembagian bendera ini mendapat respon positif dari masyarakat yang menerima bendera merah putih tersebut.


Dalam aksi tersebut, para ASN Bakesbangpol Provindi NTT, FPK, BAIS TNI AD, GP3 NKRI dan mahasiswa Papua menggunakan baju kaos merah dan ikat kepala/Pita Merah Putih. (MI)




Sambut HUT RI ke-77, Kesbangpol Gandeng FPK dan BAIS NTT Bagikan 10 Juta Bandera Merah Putih Bagi Warga

Kupang,mwartapedia.com – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-77, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Nusa Tenggara Timur (Kesbangpol)  NTT menggandeng Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) dan Badan Inteligen Strategis Tentara Nasional Indonesia (BAIS) NTT akan membagikan 10 juta bandera merah putih bagi warga di Kota Kupang.


Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT, Ir. Yohanes Oktavianus,MM yang didampingi oleh Ketua FPK NTT, Ir. Theodorus Widodo, BAIS NTT, Komandan Mayor CHP, Hery Sapto kepada awak media mengatakan bahwa gerakan pembagian 10 juta bandera merah putih pada peringatan HUT Kemerdekaan Negara Republik Indonesia Badan Kesbangpol bekerjasama dengan FPK dan BAIS NTT untuk membagian bandera kepada warga. 


“Diprovinsi lain sudah dimulai tetapi untuk NTT saya melibatkan FPK karena saya melihat FPK sangat aktif,”ungkapnya dalam konferensi pers yang berlangsung di Aula Kantor Kesbangpol Provinsi NTT pada Kamis, 11 Agustus 2022, 


Yohanes Oktavianus menambhakan bahwa Badan Kesbangpol sudah menyiapkan bandera merah putih sebanyak 10 juta dan pihaknya menyerahkan secara simbolis kepada FPK dan BAIS NTT agar bersama-sama membagikan bandera tersebut.


 “Disini bandera sudah kami siapkan dan saya juga akan menyerahkan bandera secara simbolis kepada FPK untuk menyerahkan kepada masyarakat dan pertama kita mulai ke Samsat kita akan menyerahkan kepada masyarakat yang sedang mengurus surat-suratnya kemudian kita juga akan melanjutkan keempat titik perempatan lampu merah secara bersama-sama,”jelasnya.


Sementara itu pada tempat yang sama, Ketua FPK NTT, Ir.Theodorus Widodo mengatakan bahwa perayaan HUT RI yang akan dilakukan oleh FPK ini merupakan perayaan perdana dengan melibatkan semua etnis yang ada di Kota Kupang.

“Untuk pertama kalinya FPK NTT akan menyelenggarakan HUT RI ke-77 dengan melibatkan peserta dari etnis-etnis yang ada di NTT dan yang sudah diundang sebanyak 26 etnis lalu pada hari peringatan detik-detik proklamasi Kemerdekaan RI akan dilaksanakan apel bersama yang bertempat di halaman depan kantor RUPR NTT,”ucapnya.

Theodorus Widodo yang akrab disapa Theo Widodo menjelaskan bahwa pada puncak perayaan HUT RI, pihaknya juga akan menyelengarakan berbagai kegiatan.

“Perayaan ini akan diawali dengan upacara bandera yang akan dipimpin oleh Ketua FPK dan akan dilanjutkan dengan tarian massal  daerah dan lomba jenaka disini tujuannya bukan untuk kompetisi cari juara tetapi untuk kebersamaan dan persaudaraan antar etnis daerah di NTT,”demikian jelas Theo Widodo.

Lebih lanjut Theo Widodo menuturkan makna substansi FPK dan juga menggambarkan dua forum penting lainnya yang sama-sama dibentuk oleh Pemerintah Indonesia berdasarkan peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 34 tahun 2006..

“Kembali ke FPK, FPK adalah Forun Pembauran Kebangsaan, bukan Forum Pembaharuan Kebangsaan disini FPK ada untuk pembauran semua etnis dan ada tiga forum yang difasilitasi oleh pemerintah. Pertama,  FPK, Forum Pembauran Kebangsaan. FPK dibentuk di Indonesia tahun 2006 dan di NTT tahun 2008. Di NTT dibentuk berdasarkan SK gubernur. Kepengurusan kita sejak tahun 2022 sampai 2023. Kedua, FKUB, Forum Kesatuan Umat Beragama yang jauh lebih dikenal publik.  Karena FKUB berada di bawah dua Kementerian, yaitu Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Agama Republik Indonesia. Ketiga,  adalah Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat, atau FKDM.”

Komandan Mayor CHP,  Hery Sapto BAIS TNI terhadap rencana ini menaruh harapan besar agar bisa dilakukan karena NTT merupakan Provinsi di Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan yang tinggi.

“Upacara peringatan HUT ke-77 dengan menghadirkan semua etnis  yang ada NTT kurang lebih 650 orang ini ide besar dan diharapkan dapat dilaksanakan. Karena ini sebagai  motivasi yang baik, NTT memiliki rasa kebangsaan yang tinggi dan menjadi model untuk Indonesia,” ujar Komandan Mayor Hery.

Kegiatan jumpa pers di Kesbanpol NTT juga dihadiri pengurus FPK lain seperi, Theo da Cunha Sekretaris FPK NTT, Aloysius Sukardan Anggota FPK NTT dan Panitia Ketua Seksi Acara, Poeji Watana,  Adhi Dejan koordinator perlengkapan acara dari Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI).

Diakhir kegiatan tersebut diisi dengan acara penyerahan atau pembagian bendera oleh Kepala Badan Kesbangpol NTT kepada ketua FPK NTT dan anggota, Komandan BAIS TNI, Koordinator Perlengkapan Acara dan watawan. (MI)




Sambut HUT RI ke-77, Kesbangpol Gandeng FPK dan BAIS NTT Bagikan 10 Juta Bandera Merah Putih Bagi Warga

Kupang,mwartapedia.com – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-77, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Nusa Tenggara Timur (Kesbangpol)  NTT menggandeng Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) dan Badan Inteligen Strategis Tentara Nasional Indonesia (BAIS) NTT akan membagikan 10 juta bandera merah putih bagi warga di Kota Kupang.


Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT, Ir. Yohanes Oktavianus,MM yang didampingi oleh Ketua FPK NTT, Ir. Theodorus Widodo, BAIS NTT, Komandan Mayor CHP, Hery Sapto kepada awak media mengatakan bahwa gerakan pembagian 10 juta bandera merah putih pada peringatan HUT Kemerdekaan Negara Republik Indonesia Badan Kesbangpol bekerjasama dengan FPK dan BAIS NTT untuk membagian bandera kepada warga. 


“Diprovinsi lain sudah dimulai tetapi untuk NTT saya melibatkan FPK karena saya melihat FPK sangat aktif,”ungkapnya dalam konferensi pers yang berlangsung di Aula Kantor Kesbangpol Provinsi NTT pada Kamis, 11 Agustus 2022, 


Yohanes Oktavianus menambhakan bahwa Badan Kesbangpol sudah menyiapkan bandera merah putih sebanyak 10 juta dan pihaknya menyerahkan secara simbolis kepada FPK dan BAIS NTT agar bersama-sama membagikan bandera tersebut.


 “Disini bandera sudah kami siapkan dan saya juga akan menyerahkan bandera secara simbolis kepada FPK untuk menyerahkan kepada masyarakat dan pertama kita mulai ke Samsat kita akan menyerahkan kepada masyarakat yang sedang mengurus surat-suratnya kemudian kita juga akan melanjutkan keempat titik perempatan lampu merah secara bersama-sama,”jelasnya.


Sementara itu pada tempat yang sama, Ketua FPK NTT, Ir.Theodorus Widodo mengatakan bahwa perayaan HUT RI yang akan dilakukan oleh FPK ini merupakan perayaan perdana dengan melibatkan semua etnis yang ada di Kota Kupang.

“Untuk pertama kalinya FPK NTT akan menyelenggarakan HUT RI ke-77 dengan melibatkan peserta dari etnis-etnis yang ada di NTT dan yang sudah diundang sebanyak 26 etnis lalu pada hari peringatan detik-detik proklamasi Kemerdekaan RI akan dilaksanakan apel bersama yang bertempat di halaman depan kantor RUPR NTT,”ucapnya.

Theodorus Widodo yang akrab disapa Theo Widodo menjelaskan bahwa pada puncak perayaan HUT RI, pihaknya juga akan menyelengarakan berbagai kegiatan.

“Perayaan ini akan diawali dengan upacara bandera yang akan dipimpin oleh Ketua FPK dan akan dilanjutkan dengan tarian massal  daerah dan lomba jenaka disini tujuannya bukan untuk kompetisi cari juara tetapi untuk kebersamaan dan persaudaraan antar etnis daerah di NTT,”demikian jelas Theo Widodo.

Lebih lanjut Theo Widodo menuturkan makna substansi FPK dan juga menggambarkan dua forum penting lainnya yang sama-sama dibentuk oleh Pemerintah Indonesia berdasarkan peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 34 tahun 2006..

“Kembali ke FPK, FPK adalah Forun Pembauran Kebangsaan, bukan Forum Pembaharuan Kebangsaan disini FPK ada untuk pembauran semua etnis dan ada tiga forum yang difasilitasi oleh pemerintah. Pertama,  FPK, Forum Pembauran Kebangsaan. FPK dibentuk di Indonesia tahun 2006 dan di NTT tahun 2008. Di NTT dibentuk berdasarkan SK gubernur. Kepengurusan kita sejak tahun 2022 sampai 2023. Kedua, FKUB, Forum Kesatuan Umat Beragama yang jauh lebih dikenal publik.  Karena FKUB berada di bawah dua Kementerian, yaitu Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Agama Republik Indonesia. Ketiga,  adalah Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat, atau FKDM.”

Komandan Mayor CHP,  Hery Sapto BAIS TNI terhadap rencana ini menaruh harapan besar agar bisa dilakukan karena NTT merupakan Provinsi di Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan yang tinggi.

“Upacara peringatan HUT ke-77 dengan menghadirkan semua etnis  yang ada NTT kurang lebih 650 orang ini ide besar dan diharapkan dapat dilaksanakan. Karena ini sebagai  motivasi yang baik, NTT memiliki rasa kebangsaan yang tinggi dan menjadi model untuk Indonesia,” ujar Komandan Mayor Hery.

Kegiatan jumpa pers di Kesbanpol NTT juga dihadiri pengurus FPK lain seperi, Theo da Cunha Sekretaris FPK NTT, Aloysius Sukardan Anggota FPK NTT dan Panitia Ketua Seksi Acara, Poeji Watana,  Adhi Dejan koordinator perlengkapan acara dari Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI).

Diakhir kegiatan tersebut diisi dengan acara penyerahan atau pembagian bendera oleh Kepala Badan Kesbangpol NTT kepada ketua FPK NTT dan anggota, Komandan BAIS TNI, Koordinator Perlengkapan Acara dan watawan. (MI)