π€πˆππŽπ 𝐒erahkan Bantuan 𝐊ebutuhan 𝐁agi 𝐂lub 𝐆urita Merah Aibura

 

𝐒ikka,mwartapedia.com – Ketua Ikatan Keluarga Besar Aibura-Pogon (π€πˆππŽπ), Martinus Wodon yang didampingi Sekretaris dan Bendahara AIPON hadir dalam Rapat Persiapan Laga Final Bola Volley Gurita Merah di Desa Desa Aibura.


Seusai Mengikuti Rapat Persiapan, Ketua AIPON juga Menyerahkan Bantuan Dukungan Perlengkapan untuk Mendukung Laga Final  Club Bola Volley Gurita Merah di Desa Aibura, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (Sabtu,6/8/2022) 


Bantuan Dukungan Tersebut diserahkan langsung oleh Ketua AIPON, Martinus Wodon kepada Pelatih Club Gurita Merah, Charles Bronson.


Martinus Wodon mengatakan bahwa bantuan dukungan kebutuhan tersebut berupa logistik dan uang tunai untuk kelancaran team Gurita Merah Aibura dalam berlaga nanti.


“Rincian Bantuan yang diserahkan Berupa, Air Mineral 7 dos, 1 PAC Susu Beruang, 2 Bungkus  permen, 2 Papan Telur, Spanduk Gurita Merah 3×1/5 Lembar, Spanduk 2×1 yaitu I Lembar, Perlengkapan P3K dan Uang Tunai Sebesar Rp.380.000 Ribu Rupiah,”ungkapnya.


Ia menambahkan, bantuan tersebut dihimpun melalui sumbangan sukarela spontanitas dari Ikatan Keluarga Besar Aibura Pogon (AIPON) guna mendukung laga final falam Ini.


“Bantuan logistik tersebut, sebagai bentuk kepedulian dan Perhatian  ikatan Keluarga Besar AIPON yang tersebar di Kota Maumere dan juga yang berada di luar wilayah Kota Maumere”Tutur Martin Wodon.


Geradus Gewar, seorang Tana Puan/Tuan Tana menyampaikan limpah ucapan terima kasih kepada kehadiran AIPON yang sudah membantu dan mendukung  penuh kegiatan kemanusiaan ini baik suka maupun duka di desa Aibura ini


“Dengan kehadiran Ikatan Keluarga Besar AIPON ini, kami Merasa Terharu dan Bersyukur, Karena sudah sekian lama tidak ada Himpunan Semacam Ini yang sudah  Mengangkat Nama Baik kedua desa tersebut,”ucapnya.


Didamping itu Tokoh Adat, Marsel Djagong juga menyampaikan semoga AIPON makin mempererat tali silaturahmi kedua desa ini serta mendorong Kaum Mudah Untuk terus berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan positif kedepannya.π€πˆππŽπ π‡π€πƒπˆπ‘


Turut Hadir Pada Kesempatan Itu,Sekdes Desa Aibura, Tana Puan Suku Mana,Tokoh Adat, Tokoh Masyarkat dan Seluruh Warga Masyarkat Desa Aibura.  (Thens Keytimu)




π€πˆππŽπ 𝐒erahkan Bantuan 𝐊ebutuhan 𝐁agi 𝐂lub 𝐆urita Merah Aibura

 

𝐒ikka,mwartapedia.com – Ketua Ikatan Keluarga Besar Aibura-Pogon (π€πˆππŽπ), Martinus Wodon yang didampingi Sekretaris dan Bendahara AIPON hadir dalam Rapat Persiapan Laga Final Bola Volley Gurita Merah di Desa Desa Aibura.


Seusai Mengikuti Rapat Persiapan, Ketua AIPON juga Menyerahkan Bantuan Dukungan Perlengkapan untuk Mendukung Laga Final  Club Bola Volley Gurita Merah di Desa Aibura, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (Sabtu,6/8/2022) 


Bantuan Dukungan Tersebut diserahkan langsung oleh Ketua AIPON, Martinus Wodon kepada Pelatih Club Gurita Merah, Charles Bronson.


Martinus Wodon mengatakan bahwa bantuan dukungan kebutuhan tersebut berupa logistik dan uang tunai untuk kelancaran team Gurita Merah Aibura dalam berlaga nanti.


“Rincian Bantuan yang diserahkan Berupa, Air Mineral 7 dos, 1 PAC Susu Beruang, 2 Bungkus  permen, 2 Papan Telur, Spanduk Gurita Merah 3×1/5 Lembar, Spanduk 2×1 yaitu I Lembar, Perlengkapan P3K dan Uang Tunai Sebesar Rp.380.000 Ribu Rupiah,”ungkapnya.


Ia menambahkan, bantuan tersebut dihimpun melalui sumbangan sukarela spontanitas dari Ikatan Keluarga Besar Aibura Pogon (AIPON) guna mendukung laga final falam Ini.


“Bantuan logistik tersebut, sebagai bentuk kepedulian dan Perhatian  ikatan Keluarga Besar AIPON yang tersebar di Kota Maumere dan juga yang berada di luar wilayah Kota Maumere”Tutur Martin Wodon.


Geradus Gewar, seorang Tana Puan/Tuan Tana menyampaikan limpah ucapan terima kasih kepada kehadiran AIPON yang sudah membantu dan mendukung  penuh kegiatan kemanusiaan ini baik suka maupun duka di desa Aibura ini


“Dengan kehadiran Ikatan Keluarga Besar AIPON ini, kami Merasa Terharu dan Bersyukur, Karena sudah sekian lama tidak ada Himpunan Semacam Ini yang sudah  Mengangkat Nama Baik kedua desa tersebut,”ucapnya.


Didamping itu Tokoh Adat, Marsel Djagong juga menyampaikan semoga AIPON makin mempererat tali silaturahmi kedua desa ini serta mendorong Kaum Mudah Untuk terus berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan positif kedepannya.π€πˆππŽπ π‡π€πƒπˆπ‘


Turut Hadir Pada Kesempatan Itu,Sekdes Desa Aibura, Tana Puan Suku Mana,Tokoh Adat, Tokoh Masyarkat dan Seluruh Warga Masyarkat Desa Aibura.  (Thens Keytimu)




Guru PNS dan Guru Honorer D2 Sumba Timur Ucap Terima Kasih Kepada Rektor UPG 1945


Kupang,mwartapedia.com – Guru yang pada dasarnya memiliki tugas mulia dalam mendidik calon-calon generasi penerus bangsa Indonesia ke depannya, justru masih menyimpan permasalahan yang tak kunjung berakhir. seperti yang dialami oleh 290 Sekolah Dasar dari Kabupaten Sumba Timur masih mengantongi ijasah D2 pada Fakultas Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) ketika hadir Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 yang memberikan kesempatan bagi mereka untuk melanjutkan pendidikannya sampai pada tingkat sarjana sehingga mereka mengucapkan terima kasih kepada Rektor Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945. 

Pengurus PGRI Sumba Timur, Fekky A. M. Parinussa, A.Ma.Pd.OR saat dihubungi media Wartapedia pada Sabtu (6/8/2022) mengatakan bahwa pada saat penutupan pengukuhan Pengurus Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di Kabupaten Sumba Timur pada tanggal  6 Agustus 2022 yang dihadiri langsung oleh Rektor UPG 1945 Provinsi Nusa Tenggara Timur dan menyambut baik keinginan mereka untuk melanjutkan pendidikannya.


“Mewakili teman-teman guru PNS dan uuru honorer D2 PJOK di Sumba Timur kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga khususnya kepada Bapak Rektor, serta Para Dosen dan Pengajar di Kampus UPG 1945 yang sudah membuka dan menjalin hubungan baik dengan kami dan mau menerima kami dalam memperjuangkan guru-guru berijazah D2 ke jenjang S1,”ungkapnya.


Ia menjelaskan, sebanyak 290 Sekolah Dasar dimana guru-gurunya masih memiliki ijasah D2 dari Universitas Terbuka (UT) adalah guru PNS dan guru honorer dari mata pelajaran Olahraga tidak sesuai dengan standar yang ditentukan oleh Pemerintah Pusat.

 .

“Kami merasa ketinggalan karena tidak sesuai dengan tuntutan undang-undang nomor 14 tahun 2005 dimana kualifikasi guru harus sarjana, karena pendidikan kami masih D2 sehingga upah yang kami terima juga dibawah standar Upah Minimum Provinsi (UMP),” ungkapnya.


Lebih lanjut, Fekky Parinussa berharap kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Timur agar dapat memberikan kemudahan bagi mereka untuk berjuang melanjutkan pendidikannya.


“Kami berharap Pemerinta Kabupaten Sumba Timur agar dapat memberikan ijin belajar bertahap kepada kami sehingga kedepan kami karena kami sudah ada kemudahan dari Kampus UPG 1945 untuk kuliah lanjut di Kupang dengan waktu yang tidak terlalu lama,”harapnya.


Sementara itu, Rektor UPG 1945 sekaligus Wakil Ketua PGRI Provinsi NTT, David Selan, S.E, M.M saat dihubungi media ini pada Sabtu, 6 Agustus 2022 mengatakan bahwa ketika mendapatkan keluhan dari dari guru-guru di Kabupaten Sumba Timur pihaknya menyambut baik niat dari PNS dan guru-guru honorer D2 PJOK di Kabupaten Sumba timur yang sedang memperjuangkan nasibnya. 


“Mewakili Pengurus PGRI Provinsi NTT, Kami dari Kampus UPG 45 NTT menyambut baik maksud mereka tetapi harus sesuai dengan regulasi atau aturan agar kelak dikemudian hari tidak ada kesulitan dalam penyesuaian diri,”ungkapnya.


Dirinya juga berharap dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sumba Timur agar nasib PNS dan guru-guru honorer D2 PJOK menjadi lebih baik. 


“Semoga Pemda Sumba Timur bisa mewujudkan harapan dari  PNS dan guru-guru honorer D2 PJOK dalam memperjuangkan nasib mereka,”pungkasnya. (MI)




Guru PNS dan Guru Honorer D2 Sumba Timur Ucap Terima Kasih Kepada Rektor UPG 1945


Kupang,mwartapedia.com – Guru yang pada dasarnya memiliki tugas mulia dalam mendidik calon-calon generasi penerus bangsa Indonesia ke depannya, justru masih menyimpan permasalahan yang tak kunjung berakhir. seperti yang dialami oleh 290 Sekolah Dasar dari Kabupaten Sumba Timur masih mengantongi ijasah D2 pada Fakultas Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) ketika hadir Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 yang memberikan kesempatan bagi mereka untuk melanjutkan pendidikannya sampai pada tingkat sarjana sehingga mereka mengucapkan terima kasih kepada Rektor Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945. 

Pengurus PGRI Sumba Timur, Fekky A. M. Parinussa, A.Ma.Pd.OR saat dihubungi media Wartapedia pada Sabtu (6/8/2022) mengatakan bahwa pada saat penutupan pengukuhan Pengurus Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di Kabupaten Sumba Timur pada tanggal  6 Agustus 2022 yang dihadiri langsung oleh Rektor UPG 1945 Provinsi Nusa Tenggara Timur dan menyambut baik keinginan mereka untuk melanjutkan pendidikannya.


“Mewakili teman-teman guru PNS dan uuru honorer D2 PJOK di Sumba Timur kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga khususnya kepada Bapak Rektor, serta Para Dosen dan Pengajar di Kampus UPG 1945 yang sudah membuka dan menjalin hubungan baik dengan kami dan mau menerima kami dalam memperjuangkan guru-guru berijazah D2 ke jenjang S1,”ungkapnya.


Ia menjelaskan, sebanyak 290 Sekolah Dasar dimana guru-gurunya masih memiliki ijasah D2 dari Universitas Terbuka (UT) adalah guru PNS dan guru honorer dari mata pelajaran Olahraga tidak sesuai dengan standar yang ditentukan oleh Pemerintah Pusat.

 .

“Kami merasa ketinggalan karena tidak sesuai dengan tuntutan undang-undang nomor 14 tahun 2005 dimana kualifikasi guru harus sarjana, karena pendidikan kami masih D2 sehingga upah yang kami terima juga dibawah standar Upah Minimum Provinsi (UMP),” ungkapnya.


Lebih lanjut, Fekky Parinussa berharap kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Timur agar dapat memberikan kemudahan bagi mereka untuk berjuang melanjutkan pendidikannya.


“Kami berharap Pemerinta Kabupaten Sumba Timur agar dapat memberikan ijin belajar bertahap kepada kami sehingga kedepan kami karena kami sudah ada kemudahan dari Kampus UPG 1945 untuk kuliah lanjut di Kupang dengan waktu yang tidak terlalu lama,”harapnya.


Sementara itu, Rektor UPG 1945 sekaligus Wakil Ketua PGRI Provinsi NTT, David Selan, S.E, M.M saat dihubungi media ini pada Sabtu, 6 Agustus 2022 mengatakan bahwa ketika mendapatkan keluhan dari dari guru-guru di Kabupaten Sumba Timur pihaknya menyambut baik niat dari PNS dan guru-guru honorer D2 PJOK di Kabupaten Sumba timur yang sedang memperjuangkan nasibnya. 


“Mewakili Pengurus PGRI Provinsi NTT, Kami dari Kampus UPG 45 NTT menyambut baik maksud mereka tetapi harus sesuai dengan regulasi atau aturan agar kelak dikemudian hari tidak ada kesulitan dalam penyesuaian diri,”ungkapnya.


Dirinya juga berharap dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sumba Timur agar nasib PNS dan guru-guru honorer D2 PJOK menjadi lebih baik. 


“Semoga Pemda Sumba Timur bisa mewujudkan harapan dari  PNS dan guru-guru honorer D2 PJOK dalam memperjuangkan nasib mereka,”pungkasnya. (MI)