Tidak Hanya Sasaran Fisik, TMMD Kodim 1604 /Kupang Juga Sasar Kegiatan Non Fisik


Oelamasi,mwartapedia.com –  Selain melaksanakan sasaran fisik TMMD ke-114 TA. 2022 di wilayah Kodim 1604 /Kupang  juga menyasar kegiatan-kegiatan non fisik, 


Selain sasaran fisik, sasaran non fisik dilakukan dalam beberapa kegiatan diantaranya Penyuluhan tentang Rekrutmen TNI dan Penyuluhan tentang hukum.


TMMD yang sudah berlangsung  selama satu minggu tersebut telah menyelesaian beberapa bangunan fisik antara lain 
pembangunan rumah Pastoral Gereja Katholik Santa Theresia  dengan ukuran 7 meter X 9 meter yang sudah mencapai 17 persen, pembangunan rumah Pastori Hal’O Bieto yang  berukuran 5 meter X 9 meter saat ini sudah mencapai 18 persen.


Tidak hanya rumah ibadat, TMMD juga membangun  2 unit WC ukuran 1,5 meter  X 2 meter yang sudah mencapai 25 persen, Pembangunan jalan rabat panjang 150 meter X lebar 3 meter yang sudah  22 persen, Pembangunan rumah Pastori GPDI Yehova Roi ukuran 7 meter X 9 meter yang sudah mencapai 24 persen.



Sesuai laporan Babinsa Serka  Frans Sn  mengatakan bahwa untuk hari ini, Selasa tanggal 22 Agustus 2022 telah dilakukan pelaksanaan Apel pengecekan kehadiran warga di  Gereja Santa Theresia.


“Adapun pekerjaan yang akan dilaksanakan pada hari ini adalah plester dan acian ruang bagian  dalam, sedangkan untuk Gereja GMIT Halo Bieto pada hari ini akan dilanjutkan dengan kerja cor kap, batu cor kap, batu teras depan dan pasang keramik kamar mandi,”ungkapnya.


Untuk diketahui,  TMMD ini akan dikerjakan oleh 100 orang tenaga masyarakat yang diluar nominatif Satgas TMMD dan beberapa unsur, diantaranya; TNI AD sebanyak 115 orang, TNI AL sebanyak 5 orang,  TNI AU sebanyak  5 orang,  Polri sebanyak 6 orang dan Pemerintah Kabupaten Kupang sebanyak 19 orang.  (MI)




Tidak Hanya Sasaran Fisik, TMMD Kodim 1604 /Kupang Juga Sasar Kegiatan Non Fisik


Oelamasi,mwartapedia.com –  Selain melaksanakan sasaran fisik TMMD ke-114 TA. 2022 di wilayah Kodim 1604 /Kupang  juga menyasar kegiatan-kegiatan non fisik, 


Selain sasaran fisik, sasaran non fisik dilakukan dalam beberapa kegiatan diantaranya Penyuluhan tentang Rekrutmen TNI dan Penyuluhan tentang hukum.


TMMD yang sudah berlangsung  selama satu minggu tersebut telah menyelesaian beberapa bangunan fisik antara lain 
pembangunan rumah Pastoral Gereja Katholik Santa Theresia  dengan ukuran 7 meter X 9 meter yang sudah mencapai 17 persen, pembangunan rumah Pastori Hal’O Bieto yang  berukuran 5 meter X 9 meter saat ini sudah mencapai 18 persen.


Tidak hanya rumah ibadat, TMMD juga membangun  2 unit WC ukuran 1,5 meter  X 2 meter yang sudah mencapai 25 persen, Pembangunan jalan rabat panjang 150 meter X lebar 3 meter yang sudah  22 persen, Pembangunan rumah Pastori GPDI Yehova Roi ukuran 7 meter X 9 meter yang sudah mencapai 24 persen.



Sesuai laporan Babinsa Serka  Frans Sn  mengatakan bahwa untuk hari ini, Selasa tanggal 22 Agustus 2022 telah dilakukan pelaksanaan Apel pengecekan kehadiran warga di  Gereja Santa Theresia.


“Adapun pekerjaan yang akan dilaksanakan pada hari ini adalah plester dan acian ruang bagian  dalam, sedangkan untuk Gereja GMIT Halo Bieto pada hari ini akan dilanjutkan dengan kerja cor kap, batu cor kap, batu teras depan dan pasang keramik kamar mandi,”ungkapnya.


Untuk diketahui,  TMMD ini akan dikerjakan oleh 100 orang tenaga masyarakat yang diluar nominatif Satgas TMMD dan beberapa unsur, diantaranya; TNI AD sebanyak 115 orang, TNI AL sebanyak 5 orang,  TNI AU sebanyak  5 orang,  Polri sebanyak 6 orang dan Pemerintah Kabupaten Kupang sebanyak 19 orang.  (MI)




Prabowo – Jokowi Terkuat

Oleh: Zeng Wei Jian 

Jakarta,mwartapedia.com – orsi kecil Berita Deklarasi Seknas Prabowo-Jokowi flows like underwater current. Arus bawah laut. Riak mainstream media seputar Jenderal Sambo (Not guilty) dan korupsi. Grup-grup WA masi diisi caci-maki antar pengusung Anies vs. Ganjarist. Aktivis SGY tekan KPK usut keterlibatan Anies di Skandal korupsi Formula E.


Idea duet maut “Prabowo-Jokowi” masuk ke dimenasi silent conscious mind publik. Mayoritas full-support. Yang keras resistence adalah Pentolan Timses Capres lain & Extrimis Aniser. Kalkulasi semua orang: Duet Prabowo-Jokowi tak terkalahkan. 


“Capres Prabowo” dengan “Cawapres Jokowi” adalah kombinasi paling ditakuti. Bikin minder semua pimpinan relawan dan timses kandidat lain. Massa relawan yang dibayar seadanya dan grassroot kiblat nasionalis diam-diam dukung “Prabowo-Jokowi”. 


Mereka girang waktu tau Konstitusi Tidak Melarang ex-Presiden tempur di Pilpres sebagai Cawapres. 


Para Pentolan Timses Capres partikelir kalap. Mainkan dua-point resistensi terakhir. Mereka makan duwit “Bouwheer”. 


Pertama; Masalah Dignity, pride, derajat dan bullshit sejenis. Pola pikir feodalistiknya keluar. Bringas. Nuding Ambisius. Ngamuk-ngamuk. Padahal masalah dompet. 


President bukan Raja. Sebuah jabatan tertinggi di administrasi dan management republik modern. Politisi ambisius merangkak ke atas. Dari Lurah ingin jadi Camat, Walikota, Gubernur tanpa ngukur diri. 


Jabatan is the mean, bukan the end. Kesejahteraan rakyat dan negara adalah tujuan. Jabatan Presiden hanya berfungsi sebagai media. Vladimir Putin dan H.Bambang Dwi Hartono adalah contoh praxis political maturity di alam mature democratic society. 


Presiden Jokowi masuk kategori “Manusia Setengah Dewa” bila menjadi Wapres. Tugasnya menyelesaikan program yang belum tuntas. 


Point #2 resistensi mengambil-bentuk pertanyaan, “Apa ngga ada yang lain? Kasi ke yang muda aja”. Yang muda artinya Anies, Ganjar, Erick, Andika, Ridwan Kamil, Mayor Agus. 


Dunia masuk fase the great reset dan the great uncertainty. Spekulasi dengan memilih inexperienced candidats adalah kejahatan.


Ya ngga ada yang lain. Presiden Jokowi berpengalaman 10 tahun di level tertinggi nasional. Ngerti seluk-beluk rimba kontemporer yang jauh beda dengan Zaman SBY. He is not green no more. 


Pemimpin dunia kenal Presiden Jokowi. Mempermudah komunikasi dan hubungan bilateral dengan negara sahabat. 


THE END




Prabowo – Jokowi Terkuat

Oleh: Zeng Wei Jian 

Jakarta,mwartapedia.com – orsi kecil Berita Deklarasi Seknas Prabowo-Jokowi flows like underwater current. Arus bawah laut. Riak mainstream media seputar Jenderal Sambo (Not guilty) dan korupsi. Grup-grup WA masi diisi caci-maki antar pengusung Anies vs. Ganjarist. Aktivis SGY tekan KPK usut keterlibatan Anies di Skandal korupsi Formula E.


Idea duet maut “Prabowo-Jokowi” masuk ke dimenasi silent conscious mind publik. Mayoritas full-support. Yang keras resistence adalah Pentolan Timses Capres lain & Extrimis Aniser. Kalkulasi semua orang: Duet Prabowo-Jokowi tak terkalahkan. 


“Capres Prabowo” dengan “Cawapres Jokowi” adalah kombinasi paling ditakuti. Bikin minder semua pimpinan relawan dan timses kandidat lain. Massa relawan yang dibayar seadanya dan grassroot kiblat nasionalis diam-diam dukung “Prabowo-Jokowi”. 


Mereka girang waktu tau Konstitusi Tidak Melarang ex-Presiden tempur di Pilpres sebagai Cawapres. 


Para Pentolan Timses Capres partikelir kalap. Mainkan dua-point resistensi terakhir. Mereka makan duwit “Bouwheer”. 


Pertama; Masalah Dignity, pride, derajat dan bullshit sejenis. Pola pikir feodalistiknya keluar. Bringas. Nuding Ambisius. Ngamuk-ngamuk. Padahal masalah dompet. 


President bukan Raja. Sebuah jabatan tertinggi di administrasi dan management republik modern. Politisi ambisius merangkak ke atas. Dari Lurah ingin jadi Camat, Walikota, Gubernur tanpa ngukur diri. 


Jabatan is the mean, bukan the end. Kesejahteraan rakyat dan negara adalah tujuan. Jabatan Presiden hanya berfungsi sebagai media. Vladimir Putin dan H.Bambang Dwi Hartono adalah contoh praxis political maturity di alam mature democratic society. 


Presiden Jokowi masuk kategori “Manusia Setengah Dewa” bila menjadi Wapres. Tugasnya menyelesaikan program yang belum tuntas. 


Point #2 resistensi mengambil-bentuk pertanyaan, “Apa ngga ada yang lain? Kasi ke yang muda aja”. Yang muda artinya Anies, Ganjar, Erick, Andika, Ridwan Kamil, Mayor Agus. 


Dunia masuk fase the great reset dan the great uncertainty. Spekulasi dengan memilih inexperienced candidats adalah kejahatan.


Ya ngga ada yang lain. Presiden Jokowi berpengalaman 10 tahun di level tertinggi nasional. Ngerti seluk-beluk rimba kontemporer yang jauh beda dengan Zaman SBY. He is not green no more. 


Pemimpin dunia kenal Presiden Jokowi. Mempermudah komunikasi dan hubungan bilateral dengan negara sahabat. 


THE END




Duet Prabowo – Jokowi

 Oleh:  Zeng Wei Jian

Jakarta,meartapedia.comSekber Prabowo-Jokowi rilis deklarasi di Bunderan HI. Usungannya “Prabowo Presiden” dan “Pa Jokowi Wapresnya”. Satu member WA Grup Politik Urang Minang merespon: Sakit Jiwa Drun…!!


Lho kok jadi kadrun. Sekber Prabowo-Jokowi adalah Loyalis Jokowi tulen. Bukan extrimis radikal pengasong teocratic state yang Anti Pancasila. 


Deklarasi keren. Prabowo-Jokowi. Out of the box. Gerakan progresif. Menuju Political Maturity dan politically mature society. Politics really a prerogative of adulthood. 


Konstitusi tegas 2 Periode. Tidak pula melarang Ex Presiden maju kontestasi sebagai Wakil Presiden. Jangan dipelintir macam modus La Nyalla Mataliti di soal 20% Presidential Treshold. Pasal mana dalam UUD 45 yang melarang PT 20%. Kaga ada cink…!!


The development of a democratic consciousness butuh penolakan terhadap “personality cult” dan respect for the rule of law. Bila Konstitusi ngga melarang ya hormati.


Pope Francis berkata, “Mature democracies must shun the temptation to glorify an individual political personality and make sure that the rule of law prevails over partisan interests”. 


Pengkultusan Jabatan Presiden merupakan conventional misinterpretasi. Residu feodalisme. Negeri dewasa demokrasi seperti Russia ga punya pscyhological barriers sewaktu Presiden Putin turun jadi Wakil Presiden lalu naik lagi jadi presiden. 


Yang men-sakral-kan Jabatan Presiden dan tabboo Ex Presiden turun jadi Wapres sengaja drawn us back to teendom. Childish. Kekanak-kanakan.0 Sebagian karena  x  ah disewa jadi timses Ganjar, Anies, Puan dan lain-lain. “You’re such hypocrites!”


Political maturity berdasarkan kalkulasi rasional dan kebutuhan menjawab tantangan zaman. Bukan alasan “Gengsi”. 


Pilpres 2024 harus sepakat diisi kontestan nasionalis. Ga bole ada representatif extrimis sayap kanan yang punya agenda menghapus Pancasila dan membatalkan NKRI. 


Seandainya Gerakan Radikal Sayap Kanan tak bisa dianulir sebelum 2024 dan Anies Baswedan dapet tiket maka ultimate weapon Duet Prabowo-Jokowi harus dimainkan. 


Beberapa analis berpendapat Kemenangan Pa Prabowo tergantung siapa Calon-Wapresnya. 


THE END (MI).




Duet Prabowo – Jokowi

 Oleh:  Zeng Wei Jian

Jakarta,meartapedia.comSekber Prabowo-Jokowi rilis deklarasi di Bunderan HI. Usungannya “Prabowo Presiden” dan “Pa Jokowi Wapresnya”. Satu member WA Grup Politik Urang Minang merespon: Sakit Jiwa Drun…!!


Lho kok jadi kadrun. Sekber Prabowo-Jokowi adalah Loyalis Jokowi tulen. Bukan extrimis radikal pengasong teocratic state yang Anti Pancasila. 


Deklarasi keren. Prabowo-Jokowi. Out of the box. Gerakan progresif. Menuju Political Maturity dan politically mature society. Politics really a prerogative of adulthood. 


Konstitusi tegas 2 Periode. Tidak pula melarang Ex Presiden maju kontestasi sebagai Wakil Presiden. Jangan dipelintir macam modus La Nyalla Mataliti di soal 20% Presidential Treshold. Pasal mana dalam UUD 45 yang melarang PT 20%. Kaga ada cink…!!


The development of a democratic consciousness butuh penolakan terhadap “personality cult” dan respect for the rule of law. Bila Konstitusi ngga melarang ya hormati.


Pope Francis berkata, “Mature democracies must shun the temptation to glorify an individual political personality and make sure that the rule of law prevails over partisan interests”. 


Pengkultusan Jabatan Presiden merupakan conventional misinterpretasi. Residu feodalisme. Negeri dewasa demokrasi seperti Russia ga punya pscyhological barriers sewaktu Presiden Putin turun jadi Wakil Presiden lalu naik lagi jadi presiden. 


Yang men-sakral-kan Jabatan Presiden dan tabboo Ex Presiden turun jadi Wapres sengaja drawn us back to teendom. Childish. Kekanak-kanakan.0 Sebagian karena  x  ah disewa jadi timses Ganjar, Anies, Puan dan lain-lain. “You’re such hypocrites!”


Political maturity berdasarkan kalkulasi rasional dan kebutuhan menjawab tantangan zaman. Bukan alasan “Gengsi”. 


Pilpres 2024 harus sepakat diisi kontestan nasionalis. Ga bole ada representatif extrimis sayap kanan yang punya agenda menghapus Pancasila dan membatalkan NKRI. 


Seandainya Gerakan Radikal Sayap Kanan tak bisa dianulir sebelum 2024 dan Anies Baswedan dapet tiket maka ultimate weapon Duet Prabowo-Jokowi harus dimainkan. 


Beberapa analis berpendapat Kemenangan Pa Prabowo tergantung siapa Calon-Wapresnya. 


THE END (MI).