Pangdam IX/Udayana Ikut Sambut Presiden RI di Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende

Ende,mwartapedia.com – Panglima Kodam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Sonny Aprianto, S. E., M. M., menyambut kedatangan Presiden RI Ir. Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo beserta Rombongan di Provinsi NTT dalam rangka menghadiri Peringatan Hari Lahirnya Pancasila di Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende, Selasa (31/05/2022).

Selain Pangdam, beberapa pejabat lainnya tampak hadir menyambut kedatangan Presiden RI, di antaranya Gubernur NTT Bapak Viktor Bungtilu Laiskodat, Kapolda NTT Irjen Pol. Setyo Budiyanto, S.H., M.H., Danrem 161 /WS Brigjen TNI Iman Budiman, S.E., Danlanud El Tari Marsma TNI Aldrin Petrus Mongan, S.T., M.Hum., M.Han, Danlantamal VII Kupang Laksma Laut (P) Dr. H. Yudho Warsono.

Pgs. Kapenrem 161/WS Mayor Inf Dafrian, S.S., menjelaskan setelah tiba di Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende, Kabupaten Ende pada pukul 17.07 Wita, Presiden RI beserta Rombongan menuju Hotel Grand wisata Kota Ende untuk istirahat.

Adapun kegiatan yang akan dilakukan oleh Presiden bersama dengan sejumlah Pejabat Negara lainnya yakni menghadiri Peringatan Hari Lahirnya Pancasila 01 Juni 2022 dan beberapa tempat yang dikunjungi baik di Kabupaten Ende maupun di Kabupaten Ngada dengan didampingi oleh Pangdam IX/Udayana, Kapolri, Gubernur NTT dan Pejabat lainnya.

(Penrem/MI)




Pangdam IX/Udayana Ikut Sambut Presiden RI di Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende

Ende,mwartapedia.com – Panglima Kodam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Sonny Aprianto, S. E., M. M., menyambut kedatangan Presiden RI Ir. Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo beserta Rombongan di Provinsi NTT dalam rangka menghadiri Peringatan Hari Lahirnya Pancasila di Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende, Selasa (31/05/2022).

Selain Pangdam, beberapa pejabat lainnya tampak hadir menyambut kedatangan Presiden RI, di antaranya Gubernur NTT Bapak Viktor Bungtilu Laiskodat, Kapolda NTT Irjen Pol. Setyo Budiyanto, S.H., M.H., Danrem 161 /WS Brigjen TNI Iman Budiman, S.E., Danlanud El Tari Marsma TNI Aldrin Petrus Mongan, S.T., M.Hum., M.Han, Danlantamal VII Kupang Laksma Laut (P) Dr. H. Yudho Warsono.

Pgs. Kapenrem 161/WS Mayor Inf Dafrian, S.S., menjelaskan setelah tiba di Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende, Kabupaten Ende pada pukul 17.07 Wita, Presiden RI beserta Rombongan menuju Hotel Grand wisata Kota Ende untuk istirahat.

Adapun kegiatan yang akan dilakukan oleh Presiden bersama dengan sejumlah Pejabat Negara lainnya yakni menghadiri Peringatan Hari Lahirnya Pancasila 01 Juni 2022 dan beberapa tempat yang dikunjungi baik di Kabupaten Ende maupun di Kabupaten Ngada dengan didampingi oleh Pangdam IX/Udayana, Kapolri, Gubernur NTT dan Pejabat lainnya.

(Penrem/MI)




Warga Tionghoa Serahkan Sumbangan Uang Tunai Bagi Penderita Lumpuh

 

Kupang,mwartapedia.com – Warga Tionghoa  menyerahkan sumbangan uang tunai sebesar sebelas juta rupiah (Rp.11 juta) bagi penderita lumpuh, Aldo Lusi (20) pasien rujukan dari Kabupaten Ngada. Penyerahan sumbangan berlangsung di Kelurahan Kuanino, Kecamatan Kota Raja, Minggu (29/5/2022).

Mewakili warga Tionghoa  Ir. Theodorus Widodo saat menyerahkan sumbangan yang didampingii oleh tim mengatakan bahwa keberadaan Aldo di Kota Kupang diperoleh dari sahabatnya.

“Ketika ketemu dengan Om Rusni saya langsung mengajak kawan-kawan  untuk memberikan bantuan secara spontanitas,”ungkapnya.

Theodorus Widodo yang akrab disapa Theo Widodo mengharapkan agar bantuan yang diberikan dapat berguna untuk pengobatan Aldo.

“Saya berharap dengan sedikit bantuan yang kami berikan ini agar dapat bermanfaat dan dipergunakan dengan baik,”demikian ucap Theo Widodo.

Sementara itu, Paulina Suka, ibu dari Aldo mengatakan, anaknya tersebut lahir di Ngada 16 tahun yang lalu dengan keadaan normal tetapi pada tahun 2016 buah hatinya mengalami kecelakaan yang menyebabkan kondisinya seperti sekarang.

“Pada usia 16 tahun Aldo mengalami kecelakaan dan saat itu kami bawa ke rumah sakit, Menurut dokter tulang terjepit, karena kekurangan biaya kami pulang kerumah dan melakukan pengobatan dengan menggunakan obat kampung,”tuturnya.

Ia menambahkan, selama empat tahun menggunakan obat kampung, Aldo sempat membaik karena bisa berjalan tetapi pada tahun 2021 Aldo mengalami lumpuh.

“Sejak tahun 2021 Aldo mengalami  lumpuh hanya bisa berdiam di tempat tidur. Pada bulan Desember 2021 kami dirujuk ke Kupang, namun selama lima bulan di Kupang Aldo tetap tidak mengalami perkembangan,”ucapnya.

Paulina juga mengucapkan terima kasih kepada warga Tionghoa  atas dukungan dan donasi yang telah diberikan untuk pengobatan putra sulungnya di Kupang.

“Terima kasih kepada warga Tionghoa di Kupang yang telah memberikan bantuan dan perhatian kepada kami selama berada di Kupang,”ujarnya.

Ditempat yang sama, Petrus Kanisius Siga Tage tim medis asal dari Ngada yang selama ini menangani Aldo selama di Kupang dan juga adalah Dosen Prodi Ners di Universitas Citra Bangsa  (UCB) menuturkan, selama Aldo berada di Kupang pihaknya melakukan koordinasi dengan beberapa donatur untuk meringankan penderitaan Aldo dan keluarga.

“Saya bersama teman-teman mengumpulkan donasi dan puji Tuhan sampai dengan saat ini sudah terkumpul 40 juta lebih dan semuanya digunakan untuk membeli obat diluar BPJS, perawatan luka dan kebutuhan hidup di kost,”ujarnya.

Menurutnya, saat ini pihaknya memprioritaskan kesembuhan pada luka yang dialami oleh Aldo.

“Karena sudah empat tahun tidak ditangani dengan baik sehingga menggangu syaraf dan saya yakin untuk syaraf tidak ada tindakan tetapi saat ini lukanya mengalami perubahan,”ujarnya.

Ia menambahkan sampai dengan saat ini pihaknya masih membutuhkan donatur untuk membantu beban penderitaan Aldo dan keluarga.

“Bagi para donatur bisa langsung menghubungi saya, Petrus Kanisius Siga Toge nomor handpone 081281412044,”tutupnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Propinsi NTT,dr. Christian Widodo,  Ketua Dewan Pembina  PSI NTT, Jane Sutyanto. Komisaris Utama BPR Christa Jaya, Chris Liyanto dan Aci Pemilik Swalayan Rukun Jaya. (MI).




Warga Tionghoa Serahkan Sumbangan Uang Tunai Bagi Penderita Lumpuh

 

Kupang,mwartapedia.com – Warga Tionghoa  menyerahkan sumbangan uang tunai sebesar sebelas juta rupiah (Rp.11 juta) bagi penderita lumpuh, Aldo Lusi (20) pasien rujukan dari Kabupaten Ngada. Penyerahan sumbangan berlangsung di Kelurahan Kuanino, Kecamatan Kota Raja, Minggu (29/5/2022).

Mewakili warga Tionghoa  Ir. Theodorus Widodo saat menyerahkan sumbangan yang didampingii oleh tim mengatakan bahwa keberadaan Aldo di Kota Kupang diperoleh dari sahabatnya.

“Ketika ketemu dengan Om Rusni saya langsung mengajak kawan-kawan  untuk memberikan bantuan secara spontanitas,”ungkapnya.

Theodorus Widodo yang akrab disapa Theo Widodo mengharapkan agar bantuan yang diberikan dapat berguna untuk pengobatan Aldo.

“Saya berharap dengan sedikit bantuan yang kami berikan ini agar dapat bermanfaat dan dipergunakan dengan baik,”demikian ucap Theo Widodo.

Sementara itu, Paulina Suka, ibu dari Aldo mengatakan, anaknya tersebut lahir di Ngada 16 tahun yang lalu dengan keadaan normal tetapi pada tahun 2016 buah hatinya mengalami kecelakaan yang menyebabkan kondisinya seperti sekarang.

“Pada usia 16 tahun Aldo mengalami kecelakaan dan saat itu kami bawa ke rumah sakit, Menurut dokter tulang terjepit, karena kekurangan biaya kami pulang kerumah dan melakukan pengobatan dengan menggunakan obat kampung,”tuturnya.

Ia menambahkan, selama empat tahun menggunakan obat kampung, Aldo sempat membaik karena bisa berjalan tetapi pada tahun 2021 Aldo mengalami lumpuh.

“Sejak tahun 2021 Aldo mengalami  lumpuh hanya bisa berdiam di tempat tidur. Pada bulan Desember 2021 kami dirujuk ke Kupang, namun selama lima bulan di Kupang Aldo tetap tidak mengalami perkembangan,”ucapnya.

Paulina juga mengucapkan terima kasih kepada warga Tionghoa  atas dukungan dan donasi yang telah diberikan untuk pengobatan putra sulungnya di Kupang.

“Terima kasih kepada warga Tionghoa di Kupang yang telah memberikan bantuan dan perhatian kepada kami selama berada di Kupang,”ujarnya.

Ditempat yang sama, Petrus Kanisius Siga Tage tim medis asal dari Ngada yang selama ini menangani Aldo selama di Kupang dan juga adalah Dosen Prodi Ners di Universitas Citra Bangsa  (UCB) menuturkan, selama Aldo berada di Kupang pihaknya melakukan koordinasi dengan beberapa donatur untuk meringankan penderitaan Aldo dan keluarga.

“Saya bersama teman-teman mengumpulkan donasi dan puji Tuhan sampai dengan saat ini sudah terkumpul 40 juta lebih dan semuanya digunakan untuk membeli obat diluar BPJS, perawatan luka dan kebutuhan hidup di kost,”ujarnya.

Menurutnya, saat ini pihaknya memprioritaskan kesembuhan pada luka yang dialami oleh Aldo.

“Karena sudah empat tahun tidak ditangani dengan baik sehingga menggangu syaraf dan saya yakin untuk syaraf tidak ada tindakan tetapi saat ini lukanya mengalami perubahan,”ujarnya.

Ia menambahkan sampai dengan saat ini pihaknya masih membutuhkan donatur untuk membantu beban penderitaan Aldo dan keluarga.

“Bagi para donatur bisa langsung menghubungi saya, Petrus Kanisius Siga Toge nomor handpone 081281412044,”tutupnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Propinsi NTT,dr. Christian Widodo,  Ketua Dewan Pembina  PSI NTT, Jane Sutyanto. Komisaris Utama BPR Christa Jaya, Chris Liyanto dan Aci Pemilik Swalayan Rukun Jaya. (MI).




Jembatan Bagus, Warga Ucap Terima Kasih Kepada Dokter Christian Widodo

Kupang,mwartapedia.com – Warga Kali Sembunyi, Kelurahan Nunleu kini tersenyum bahagia, jembatan permanen yang dibangun oleh Anggota DPRD Provinsi Nusa Tengara Timur, Dokter Christian Widodo  kini tuntas dan sudah diresmikan. Akses utama warga kini sudah dilalui dengan mudah.

Sudah sekian lama warga harus menantang maut ketika hendak keluar atau kembali ke kampung. Mereka terpaksa melewati sebatang kayu yang terhubung pada kedua sisi sungai.

Dari pantauan media ini saat peresmian jembatan Solidaritas pada Minggu, 29 Mei 2022, kegembiraan warga terlihat saat menyambut kedatangan Dokter Christian Widodo dan Ibu Jane Suryanto dengan penuh suka cita,.

Salah satu warga, Elisa Tloen mengaku bersyukur kepada Dokter Christian Widodo seorang Anggota DPRD Provinsi NTT yang telah memberikan sumbangan dalam pembangunan jembatan tersebut.

“Kami sangat bersyukur sebab jembatan kami yang dibangun oleh Dokter Christian Widodo sudah bagus dan bisa dilalui dengan baik,”ungkapnya.

Elisa juga berterima kasih karena kwalitas jembatan permanen diakui lebih bagus dan layak dari sebelumnya yang hanya menggunakan sepatang kayu.

“Jembatan yang ada sekarang ini bangus, terima kasih banyak untuk Dokter Christian Widodo yang sudah memperhatikan kami rakyat kecil,”ucapnya. 

Menurut Elisa, selama masih menggunakan sebatang kayu, warga didaerah ini sangat kesulitan untuk beraktivitas, mereka juga kerap dibayangi rasa takut apalagi anak-anak saat hujan harus melewati sebatang kayu yang licin dan kadang mereka harus berlari ketika hendak ke sekolah.

“Saya juga takut anak-anak setiap hari berlari diatas kayu saat kesekolah bahkan kadang mereka sampai berlari untuk menghindari terlambat masuk ke sekolah,”tuturnya.

Anggota DPRD Provinsi NTT, Dokter Christian Widodo yang juga adalah ketua PSI NTT yang didampingi oleh Ketua Dewan Pembina PSI NTT, Jane Suryanto saat meresmikan jembatan solidaritas mengatakan bahwa pembangunan jembatan di Kali Sembunyi berawal dari laporan seorang mantan Camat tentang jembatan putus akibat dihantam badai seroja.

Setelah mendapat laporan Dokter Christian langsung ke lokasi dan memberikan bantuan dalam bentuk material untuk membangun jembatan yang layak untuk dilalui.

“Melihat kondisi sudah satu tahun warga sekitar menyeberang diatas sebatang kayu, saya rasa sangat berbahaya terlebih bagi anak sekolah, mereka harus bertarung nyawa sehingga ketika saya melihat dan harus dieksekusi segera sebelun ada korban,”ungkapnya.

Dengan sigap Dokter Christian Widodo menggunakan dana pribadinya dan bersama warga setempat langsung membangun jembatan solidaritas.

“Saya pikir pakai dana pribadi supaya lebih cepat dan saya yakin kalau kita jalan dengan doa pasti ada terang, selang satu bulan Ibu Jane hubungi saya untuk ikut berpartisipasi makanya Tuhan buka jalan sehingga saya dan Ibu Jane bisa selesaikan semuanya dan hari ini bisa diresmikan,”tutur Dokter Christian. 

Dokter menjelaskan bahwa jembatan Solidaritas ini sangat proporsional dari besi dan alasnya juga dari baja jadi semuanya sangat layak untuk digunakan.

“Pesan saya agar jembatan ini bisa dipergunakan dan dijaga dengan baik, jangan dilewati motor juga lampu di jembatan setiap malam harus tetap menyala dan saya akan memberikan uang pulsa setiap bulannya,”jelasnya.

Sementara itu ditempat yang sama Ketua Dewan Pembina PSI NTT, Jane Suryanto kepada media mengatakan, tidak ada kebahagiaan yang lebih besar selain kita melihat jembatan ini berguna untuk masyarakat sekitar.

“Jadi memang pulang ke Kupang itu, bagi saya seperti pulang kerumah sendiri jadi memang kalau ada kebutuhan dirumah maka kita harus rapikan,”pungkasnya. (MI)




Jembatan Bagus, Warga Ucap Terima Kasih Kepada Dokter Christian Widodo

 

Kupang,nwartapedia.comWarga Kali Sembunyi, Kelurahan Nunleu kini tersenyum bahagia, jembatan permanen yang dibangun oleh Anggota DPRD Provinsi Nusa Tengara Timur, Dokter Christian Widodo  kini tuntas dan sudah diresmikan. Akses utama warga kini sudah dilalui dengan mudah.

Sudah sekian lama warga harus menantang maut ketika hendak keluar atau kembali ke kampung. Mereka terpaksa melewati sebatang kayu yang terhubung pada kedua sisi sungai.

Dari pantauan media ini saat peresmian jembatan Solidaritas pada Minggu, 29 Mei 2022, kegembiraan warga terlihat saat menyambut kedatangan Dokter Christian Widodo dan Ibu Jane Suryanto dengan penuh suka cita,.

Salah satu warga, Elisa Tloen mengaku bersyukur kepada Dokter Christian Widodo seorang Anggota DPRD Provinsi NTT yang telah memberikan sumbangan dalam pembangunan jembatan tersebut.

“Kami sangat bersyukur sebab jembatan kami yang dibangun oleh Dokter Christian Widodo sudah bagus dan bisa dilalui dengan baik,”ungkapnya.

 

Elisa juga berterima kasih karena kwalitas jembatan permanen diakui lebih bagus dan layak dari sebelumnya yang hanya menggunakan sebatang kayu.

“Jembatan yang ada sekarang ini bangus, terima kasih banyak untuk Dokter Christian Widodo yang sudah memperhatikan kami rakyat kecil,”ucapnya. 

Menurut Elisa, selama masih menggunakan sebatang kayu, warga didaerah ini sangat kesulitan untuk beraktivitas, mereka juga kerap dibayangi rasa takut apalagi anak-anak saat hujan harus melewati sebatang kayu yang licin dan kadang mereka harus berlari ketika hendak ke sekolah.

“Saya juga takut anak-anak setiap hari berlari diatas kayu saat ke sekolah bahkan kadang mereka sampai berlari untuk menghindari terlambat masuk ke sekolah,”tuturnya.

 

 

Anggota DPRD Provinsi NTT, Dokter Christian Widodo yang juga adalah ketua PSI NTT yang didampingi oleh Ketua Dewan Pembina PSI NTT, Jane Suryanto saat meresmikan jembatan solidaritas mengatakan bahwa pembangunan jembatan di Kali Sembunyi berawal dari laporan seorang mantan Camat tentang jembatan putus akibat dihantam badai seroja.

Setelah mendapat laporan Dokter Christian langsung ke lokasi dan memberikan bantuan dalam bentuk material untuk membangun jembatan yang layak untuk dilalui.

“Melihat kondisi sudah satu tahun warga sekitar menyeberang diatas sebatang kayu, saya rasa sangat berbahaya terlebih bagi anak sekolah, mereka harus bertarung nyawa sehingga ketika saya melihat dan harus dieksekusi segera ada korban,”ungkapnya.

Dengan sigap Dokter Christian Widodo menggunakan dana pribadinya dan bersama warga setempat langsung membangun jembatan solidaritas.

“Saya pikir pakai dana pribadi supaya lebih cepat dan saya yakin kalau kita jalan dengan doa pasti ada terang, selang satu bulan Ibu Jane hubungi saya untuk ikut berpartisipasi makanya Tuhan buka jalan sehingga saya dan Ibu Jane bisa selesaikan semuanya dan hari ini bisa diresmikan,”tutur Dokter Christian. 

Dokter menjelaskan bahwa jembatan Solidaritas ini sangat proporsional dari besi dan alasnya juga dari baja jadi semuanya sangat layak untuk digunakan.

“Pesan saya agar jembatan ini bisa dipergunakan dan dijaga dengan baik, jangan dilewati motor juga lampu di jembatan setiap malam harus tetap menyala dan saya akan memberikan uang pulsa setiap bulannya,”jelasnya.

Sementara itu ditempat yang sama Ketua Dewan Pembina PSI NTT, Jane Suryanto kepada media mengatakan, tidak ada kebahagiaan yang lebih besar selain kita melihat jembatan ini berguna untuk masyarakat sekitar.

“Jadi memang pulang ke Kupang itu, bagi saya seperti pulang kerumah sendiri jadi memang kalau ada kebutuhan dirumah maka kita harus rapikan,”pungkasnya. (MI)




Peringati HUT Kodam IX/Udayana Ke-65, Kodim 1603/Sikka Gelar Ziarah di TMB

 

Maumere,mwartapedia.com – Komandan Kodim 1603/Sikka, Letkol Inf Muhammad Jafar bertindak selaku pimpinan rombongan ziarah, memimpin jalannya kegiatan Upacara Ziarah Rombongan dalam rangka memperingati HUT Kodam Ke-65 Tahun 2022 bertempat di Taman Makam Bahagia (TMB) Iligetang, Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka. (24/05) pagi tadi.

Kegiatan ziarah diawali dengan upacara dan penghormatan kepada arwah para pahlawan dilanjutkan mengheningkan cipta yang diakhiri dengan peletakan karangan bunga oleh Pimpinan Ziarah dan tabur bunga.

Dandim 1603/Sikka melalui Pasi Intel Dim 1603/Sikka, Kapten Inf Ida Bagus Wiryawan mengatakan, kegiatan ziarah rombongan Kodim 1603/Sikka di Taman Makan Bahagia (TMB) Iligetang merupakan bentuk rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT Ke-65 Kodam IX/Udayana Tahun 2022, selain kegiatan ziarah juga terdapat berbagai kegiatan bakti sosial lainnya.

“Bangsa Yang besar, adalah Bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya”. Untuk itu kita sebagai generasi penerus bangsa harus bisa meneladani semangat dan nilai kepahlawanan dengan menjadikan pahlawan sebagai panutan,” kata Bagus Wiryawan.

Dijelaskan sebagai prajurit TNI AD harus memiliki semangat perjuangan yang tinggi guna meneruskan perjuangan para pahlawan yang terdahulu dan kedepannya tugas TNI semakin berat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Kegiatan ziarah rombongan diikuti segenap Perwira, Bintara, Tamtama, dan ASN serta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XIV Kodim 1603/Sikka. (***)




Peringati HUT Kodam IX/Udayana Ke-65, Kodim 1603/Sikka Gelar Ziarah di TMB

 

Maumere,mwartapedia.com – Komandan Kodim 1603/Sikka, Letkol Inf Muhammad Jafar bertindak selaku pimpinan rombongan ziarah, memimpin jalannya kegiatan Upacara Ziarah Rombongan dalam rangka memperingati HUT Kodam Ke-65 Tahun 2022 bertempat di Taman Makam Bahagia (TMB) Iligetang, Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka. (24/05) pagi tadi.

Kegiatan ziarah diawali dengan upacara dan penghormatan kepada arwah para pahlawan dilanjutkan mengheningkan cipta yang diakhiri dengan peletakan karangan bunga oleh Pimpinan Ziarah dan tabur bunga.

Dandim 1603/Sikka melalui Pasi Intel Dim 1603/Sikka, Kapten Inf Ida Bagus Wiryawan mengatakan, kegiatan ziarah rombongan Kodim 1603/Sikka di Taman Makan Bahagia (TMB) Iligetang merupakan bentuk rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT Ke-65 Kodam IX/Udayana Tahun 2022, selain kegiatan ziarah juga terdapat berbagai kegiatan bakti sosial lainnya.

“Bangsa Yang besar, adalah Bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya”. Untuk itu kita sebagai generasi penerus bangsa harus bisa meneladani semangat dan nilai kepahlawanan dengan menjadikan pahlawan sebagai panutan,” kata Bagus Wiryawan.

Dijelaskan sebagai prajurit TNI AD harus memiliki semangat perjuangan yang tinggi guna meneruskan perjuangan para pahlawan yang terdahulu dan kedepannya tugas TNI semakin berat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Kegiatan ziarah rombongan diikuti segenap Perwira, Bintara, Tamtama, dan ASN serta Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XIV Kodim 1603/Sikka. (***)




Kandasnya KM. Sirimau Diperairan Meko, Nahkoda Kapal Akui Adanya Human Eror

 

Lewoleba,mwartapedia.com – KM. Sirimau yang kandas di perairan Meko, Selasa (17/05) lalu, berhasil di evakuasi dengan menggunakan KM. Ganda Nusantara 14, Kamis (19/05/2022) Pukul 10.57 WITA.

Nahkoda KM. Sirimau, James Haba saat ditemai sejumlah awak media dianjungan Kapal mengakui adanya Human Error dalam peristiwa kandasnya KM. Sirimau.

James Haba dalam keterangan persnya mengatakan bahwa sebagai nahkoda dirinya mengaku bertanggung jawab penuh atas keselamatan seluruh kru maupun penumpang.

Ia menjelaskan adanya faktor Human Error yang menyebabkan KM. Sirimau Kandas di Perairan Meko diantaranya faktor navigasi dan alam.

“Upaya yang dilakukan dalam situasi darurat tersebut adalah menyelamatkan 784 penumpang

Anda bisa lihatkan, tidak ada korban. Saya utamakan keselamatan manusia dulu, baru kemudian keselamatan kapal. Puji Tuhan Yesus, Kalau saya sudah sebut nama Tuhan Yesus, tidak ada satupun penumpang yang sakit atau menjadi korban. Semua dalam keadaan sehat. Puji Tuhan, saya tidak berani berbohong. Atas nama Tuhan Yesus, tidak ada yang sakit. Semua sehat,” ungkapnya.

Ia menyatakan, kapal juga siap berangkat hari ini, dengan catatan diizinkan oleh kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP).

Meski begitu, Ia pun meminta pihak kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) untuk memastikan terlebih dahulu kondisi kapal pascakandas di Pulau Meko.

Dia juga menyatakan tetap berani melewati jalur pelayaran  yang telah mengandaskan kapalnya di perairan dangkal itu. “Saya tetap berani lewat jalur itu. Dulu dua tahun setengah saya nahkoda KM Bukit Siguntang juga lewat sini. Tetap berani saya lewat. Kalau tidak berani kasihan masyarakat Lewoleba, Larantuka, Kupang, Maumere. Tetapi tentu lebih hati-hati lagi,” tutup James Haba.(TIM).





Kandasnya KM. Sirimau Diperairan Meko, Nahkoda Kapal Akui Adanya Human Eror

 

Lewoleba,mwartapedia.com – KM. Sirimau yang kandas di perairan Meko, Selasa (17/05) lalu, berhasil di evakuasi dengan menggunakan KM. Ganda Nusantara 14, Kamis (19/05/2022) Pukul 10.57 WITA.

Nahkoda KM. Sirimau, James Haba saat ditemai sejumlah awak media dianjungan Kapal mengakui adanya Human Error dalam peristiwa kandasnya KM. Sirimau.

James Haba dalam keterangan persnya mengatakan bahwa sebagai nahkoda dirinya mengaku bertanggung jawab penuh atas keselamatan seluruh kru maupun penumpang.

Ia menjelaskan adanya faktor Human Error yang menyebabkan KM. Sirimau Kandas di Perairan Meko diantaranya faktor navigasi dan alam.

“Upaya yang dilakukan dalam situasi darurat tersebut adalah menyelamatkan 784 penumpang

Anda bisa lihatkan, tidak ada korban. Saya utamakan keselamatan manusia dulu, baru kemudian keselamatan kapal. Puji Tuhan Yesus, Kalau saya sudah sebut nama Tuhan Yesus, tidak ada satupun penumpang yang sakit atau menjadi korban. Semua dalam keadaan sehat. Puji Tuhan, saya tidak berani berbohong. Atas nama Tuhan Yesus, tidak ada yang sakit. Semua sehat,” ungkapnya.

Ia menyatakan, kapal juga siap berangkat hari ini, dengan catatan diizinkan oleh kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP).

Meski begitu, Ia pun meminta pihak kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) untuk memastikan terlebih dahulu kondisi kapal pascakandas di Pulau Meko.

Dia juga menyatakan tetap berani melewati jalur pelayaran  yang telah mengandaskan kapalnya di perairan dangkal itu. “Saya tetap berani lewat jalur itu. Dulu dua tahun setengah saya nahkoda KM Bukit Siguntang juga lewat sini. Tetap berani saya lewat. Kalau tidak berani kasihan masyarakat Lewoleba, Larantuka, Kupang, Maumere. Tetapi tentu lebih hati-hati lagi,” tutup James Haba.(TIM).