Pangdam IX/Udayana Ikut Sambut Presiden RI di Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende

Ende,mwartapedia.com – Panglima Kodam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Sonny Aprianto, S. E., M. M., menyambut kedatangan Presiden RI Ir. Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo beserta Rombongan di Provinsi NTT dalam rangka menghadiri Peringatan Hari Lahirnya Pancasila di Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende, Selasa (31/05/2022).

Selain Pangdam, beberapa pejabat lainnya tampak hadir menyambut kedatangan Presiden RI, di antaranya Gubernur NTT Bapak Viktor Bungtilu Laiskodat, Kapolda NTT Irjen Pol. Setyo Budiyanto, S.H., M.H., Danrem 161 /WS Brigjen TNI Iman Budiman, S.E., Danlanud El Tari Marsma TNI Aldrin Petrus Mongan, S.T., M.Hum., M.Han, Danlantamal VII Kupang Laksma Laut (P) Dr. H. Yudho Warsono.

Pgs. Kapenrem 161/WS Mayor Inf Dafrian, S.S., menjelaskan setelah tiba di Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende, Kabupaten Ende pada pukul 17.07 Wita, Presiden RI beserta Rombongan menuju Hotel Grand wisata Kota Ende untuk istirahat.

Adapun kegiatan yang akan dilakukan oleh Presiden bersama dengan sejumlah Pejabat Negara lainnya yakni menghadiri Peringatan Hari Lahirnya Pancasila 01 Juni 2022 dan beberapa tempat yang dikunjungi baik di Kabupaten Ende maupun di Kabupaten Ngada dengan didampingi oleh Pangdam IX/Udayana, Kapolri, Gubernur NTT dan Pejabat lainnya.

(Penrem/MI)




Pangdam IX/Udayana Ikut Sambut Presiden RI di Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende

Ende,mwartapedia.com – Panglima Kodam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Sonny Aprianto, S. E., M. M., menyambut kedatangan Presiden RI Ir. Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo beserta Rombongan di Provinsi NTT dalam rangka menghadiri Peringatan Hari Lahirnya Pancasila di Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende, Selasa (31/05/2022).

Selain Pangdam, beberapa pejabat lainnya tampak hadir menyambut kedatangan Presiden RI, di antaranya Gubernur NTT Bapak Viktor Bungtilu Laiskodat, Kapolda NTT Irjen Pol. Setyo Budiyanto, S.H., M.H., Danrem 161 /WS Brigjen TNI Iman Budiman, S.E., Danlanud El Tari Marsma TNI Aldrin Petrus Mongan, S.T., M.Hum., M.Han, Danlantamal VII Kupang Laksma Laut (P) Dr. H. Yudho Warsono.

Pgs. Kapenrem 161/WS Mayor Inf Dafrian, S.S., menjelaskan setelah tiba di Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende, Kabupaten Ende pada pukul 17.07 Wita, Presiden RI beserta Rombongan menuju Hotel Grand wisata Kota Ende untuk istirahat.

Adapun kegiatan yang akan dilakukan oleh Presiden bersama dengan sejumlah Pejabat Negara lainnya yakni menghadiri Peringatan Hari Lahirnya Pancasila 01 Juni 2022 dan beberapa tempat yang dikunjungi baik di Kabupaten Ende maupun di Kabupaten Ngada dengan didampingi oleh Pangdam IX/Udayana, Kapolri, Gubernur NTT dan Pejabat lainnya.

(Penrem/MI)




Warga Tionghoa Serahkan Sumbangan Uang Tunai Bagi Penderita Lumpuh

 

Kupang,mwartapedia.com – Warga Tionghoa  menyerahkan sumbangan uang tunai sebesar sebelas juta rupiah (Rp.11 juta) bagi penderita lumpuh, Aldo Lusi (20) pasien rujukan dari Kabupaten Ngada. Penyerahan sumbangan berlangsung di Kelurahan Kuanino, Kecamatan Kota Raja, Minggu (29/5/2022).

Mewakili warga Tionghoa  Ir. Theodorus Widodo saat menyerahkan sumbangan yang didampingii oleh tim mengatakan bahwa keberadaan Aldo di Kota Kupang diperoleh dari sahabatnya.

“Ketika ketemu dengan Om Rusni saya langsung mengajak kawan-kawan  untuk memberikan bantuan secara spontanitas,”ungkapnya.

Theodorus Widodo yang akrab disapa Theo Widodo mengharapkan agar bantuan yang diberikan dapat berguna untuk pengobatan Aldo.

“Saya berharap dengan sedikit bantuan yang kami berikan ini agar dapat bermanfaat dan dipergunakan dengan baik,”demikian ucap Theo Widodo.

Sementara itu, Paulina Suka, ibu dari Aldo mengatakan, anaknya tersebut lahir di Ngada 16 tahun yang lalu dengan keadaan normal tetapi pada tahun 2016 buah hatinya mengalami kecelakaan yang menyebabkan kondisinya seperti sekarang.

“Pada usia 16 tahun Aldo mengalami kecelakaan dan saat itu kami bawa ke rumah sakit, Menurut dokter tulang terjepit, karena kekurangan biaya kami pulang kerumah dan melakukan pengobatan dengan menggunakan obat kampung,”tuturnya.

Ia menambahkan, selama empat tahun menggunakan obat kampung, Aldo sempat membaik karena bisa berjalan tetapi pada tahun 2021 Aldo mengalami lumpuh.

“Sejak tahun 2021 Aldo mengalami  lumpuh hanya bisa berdiam di tempat tidur. Pada bulan Desember 2021 kami dirujuk ke Kupang, namun selama lima bulan di Kupang Aldo tetap tidak mengalami perkembangan,”ucapnya.

Paulina juga mengucapkan terima kasih kepada warga Tionghoa  atas dukungan dan donasi yang telah diberikan untuk pengobatan putra sulungnya di Kupang.

“Terima kasih kepada warga Tionghoa di Kupang yang telah memberikan bantuan dan perhatian kepada kami selama berada di Kupang,”ujarnya.

Ditempat yang sama, Petrus Kanisius Siga Tage tim medis asal dari Ngada yang selama ini menangani Aldo selama di Kupang dan juga adalah Dosen Prodi Ners di Universitas Citra Bangsa  (UCB) menuturkan, selama Aldo berada di Kupang pihaknya melakukan koordinasi dengan beberapa donatur untuk meringankan penderitaan Aldo dan keluarga.

“Saya bersama teman-teman mengumpulkan donasi dan puji Tuhan sampai dengan saat ini sudah terkumpul 40 juta lebih dan semuanya digunakan untuk membeli obat diluar BPJS, perawatan luka dan kebutuhan hidup di kost,”ujarnya.

Menurutnya, saat ini pihaknya memprioritaskan kesembuhan pada luka yang dialami oleh Aldo.

“Karena sudah empat tahun tidak ditangani dengan baik sehingga menggangu syaraf dan saya yakin untuk syaraf tidak ada tindakan tetapi saat ini lukanya mengalami perubahan,”ujarnya.

Ia menambahkan sampai dengan saat ini pihaknya masih membutuhkan donatur untuk membantu beban penderitaan Aldo dan keluarga.

“Bagi para donatur bisa langsung menghubungi saya, Petrus Kanisius Siga Toge nomor handpone 081281412044,”tutupnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Propinsi NTT,dr. Christian Widodo,  Ketua Dewan Pembina  PSI NTT, Jane Sutyanto. Komisaris Utama BPR Christa Jaya, Chris Liyanto dan Aci Pemilik Swalayan Rukun Jaya. (MI).




Warga Tionghoa Serahkan Sumbangan Uang Tunai Bagi Penderita Lumpuh

 

Kupang,mwartapedia.com – Warga Tionghoa  menyerahkan sumbangan uang tunai sebesar sebelas juta rupiah (Rp.11 juta) bagi penderita lumpuh, Aldo Lusi (20) pasien rujukan dari Kabupaten Ngada. Penyerahan sumbangan berlangsung di Kelurahan Kuanino, Kecamatan Kota Raja, Minggu (29/5/2022).

Mewakili warga Tionghoa  Ir. Theodorus Widodo saat menyerahkan sumbangan yang didampingii oleh tim mengatakan bahwa keberadaan Aldo di Kota Kupang diperoleh dari sahabatnya.

“Ketika ketemu dengan Om Rusni saya langsung mengajak kawan-kawan  untuk memberikan bantuan secara spontanitas,”ungkapnya.

Theodorus Widodo yang akrab disapa Theo Widodo mengharapkan agar bantuan yang diberikan dapat berguna untuk pengobatan Aldo.

“Saya berharap dengan sedikit bantuan yang kami berikan ini agar dapat bermanfaat dan dipergunakan dengan baik,”demikian ucap Theo Widodo.

Sementara itu, Paulina Suka, ibu dari Aldo mengatakan, anaknya tersebut lahir di Ngada 16 tahun yang lalu dengan keadaan normal tetapi pada tahun 2016 buah hatinya mengalami kecelakaan yang menyebabkan kondisinya seperti sekarang.

“Pada usia 16 tahun Aldo mengalami kecelakaan dan saat itu kami bawa ke rumah sakit, Menurut dokter tulang terjepit, karena kekurangan biaya kami pulang kerumah dan melakukan pengobatan dengan menggunakan obat kampung,”tuturnya.

Ia menambahkan, selama empat tahun menggunakan obat kampung, Aldo sempat membaik karena bisa berjalan tetapi pada tahun 2021 Aldo mengalami lumpuh.

“Sejak tahun 2021 Aldo mengalami  lumpuh hanya bisa berdiam di tempat tidur. Pada bulan Desember 2021 kami dirujuk ke Kupang, namun selama lima bulan di Kupang Aldo tetap tidak mengalami perkembangan,”ucapnya.

Paulina juga mengucapkan terima kasih kepada warga Tionghoa  atas dukungan dan donasi yang telah diberikan untuk pengobatan putra sulungnya di Kupang.

“Terima kasih kepada warga Tionghoa di Kupang yang telah memberikan bantuan dan perhatian kepada kami selama berada di Kupang,”ujarnya.

Ditempat yang sama, Petrus Kanisius Siga Tage tim medis asal dari Ngada yang selama ini menangani Aldo selama di Kupang dan juga adalah Dosen Prodi Ners di Universitas Citra Bangsa  (UCB) menuturkan, selama Aldo berada di Kupang pihaknya melakukan koordinasi dengan beberapa donatur untuk meringankan penderitaan Aldo dan keluarga.

“Saya bersama teman-teman mengumpulkan donasi dan puji Tuhan sampai dengan saat ini sudah terkumpul 40 juta lebih dan semuanya digunakan untuk membeli obat diluar BPJS, perawatan luka dan kebutuhan hidup di kost,”ujarnya.

Menurutnya, saat ini pihaknya memprioritaskan kesembuhan pada luka yang dialami oleh Aldo.

“Karena sudah empat tahun tidak ditangani dengan baik sehingga menggangu syaraf dan saya yakin untuk syaraf tidak ada tindakan tetapi saat ini lukanya mengalami perubahan,”ujarnya.

Ia menambahkan sampai dengan saat ini pihaknya masih membutuhkan donatur untuk membantu beban penderitaan Aldo dan keluarga.

“Bagi para donatur bisa langsung menghubungi saya, Petrus Kanisius Siga Toge nomor handpone 081281412044,”tutupnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Propinsi NTT,dr. Christian Widodo,  Ketua Dewan Pembina  PSI NTT, Jane Sutyanto. Komisaris Utama BPR Christa Jaya, Chris Liyanto dan Aci Pemilik Swalayan Rukun Jaya. (MI).