Pada April 2022 Nilai Tukar Petani NTT Turun 0,88 persen

 

Kupang, mwartapedia.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) bulan April 2022 terjadi penurunan sebesar 0,88 persen jika dibandingkan dengan NTP pada bulan Maret 2022. 

Hal ini disampaikan oleh PLT Badan Pusat Statistik Propinsi Nusa Tenggara Timur, Ir. Adi H. Manafe dalam konferensi pers yang berlangsung secara virtual pada Senin, 9 April 2022.

Adi Manafe mengungkapkan bahwa terjadi penurunan NTP di NTT 0,88 persenpada bulan April jika dibandingkan dengan NTP Maret.

“Penurunan indeks harga ini disebabkan oleh perkembangan indeks harga terima yang negatif dan terjadi peningkatan harga komoditas konsumsi dan barang modal,”ungkapnya.

Dijelaskan bahwa Penurunan indeks ini terjadi pada subsektor tanaman pangan dan perikanan.

Lebih lanjut Adi menambahkan bahwa NTP bulan April 2022 didasarkan pada perhitungan NTP dengan tahun dasar 2018.

“Penghitungan NTP ini mencakup lima subsektor, yaitu subsektor padi dan palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan,”tambahnya.

Pada bulan April, Adi menuturkan NTP NTT sebesar 95,37 dari lima subsektor.

“Untuk NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 92,88 untuk subsektor tanaman padi-palawija (NTP-P), 102,82 untuk sub sektor hortikultura (NTP-H); 93,55 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-TPR); 108,08 untuk subsektor peternakan (NTP-Pt) dan 96,06 untuk subsektor perikanan (NTP-Pi),”ulasnya.

Sedangkan untuk di daerah perdesaan dirinya mengatakan bahwa terjadi inflasi.

“Inflasi pedesaan khususnya pada kelompok komoditas makanan, minuman dan tembakau serta perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga,”pungkasnya. (MI)