Lapas kelas IIB Waikabubak Lakukan Pemberdayaan Kepada WBP

Waikabubak,mwartapedia.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Waikabubak melakukan pemberdayaan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk mengembangkan potensi yang ada dalam diri masing-masing WBP. Hal ini dilakukan guna membina karakter dan merubah mindzet WPB agar lebih kreatif dalam menghadapi era globalisasi. 

“Kami lakukan kegiatan pembinaan agar WBP dapat merubah pola pikir atau cara berpikir dalam 

menghadapai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin hari semakin maju pesat. Sehingga kita harus kembangkan minat dan bakat mereka agar dapat diterapkan,” kata Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Waikabubak, Yohanis Varianto kepada media ini, di ruang kerjanya, Kamis (24/03/2022).

Menurut Varianto, melalui  pemberdayaan dengan potensi yang ada saat ini akan berdampak bagi WBP yang kemudian nantinya bisa diterapkan kepada masyarakat khususnya Pulau Sumba. 

Sebab, kata Varianto, apa yang didapatkan selama menjadi WBP di Lapas Kelas IIB Waikabubak tentu mempunyai nilai tersendiri. 

Ia menjelaskan, pengembangan pola pembinaan kepada WBP bertujuan untuk suatu waktu jika WBP ini sudah berakhir masa tahanannya, mereka sudah memiliki keahlihan sesuai dengan minat dan bakat mereka masing-masing, sehingga mereka dapat menjadikan modal dasar untuk menata kehidupan mereka dalam keluarga kedepannya dengan baik. 

“Saat ini kami memberikan mereka modal dasar untuk membeli bahan yang digunakan untuk membuat karya tangan dan kedepan kami akan bekerjasama dengan Bank membuatkan buku rekening atau buku tabungan untuk setiap WBP. Dari hasil karya tangan mereka selain untuk pembayaran pajak, hasil keuntungan disimpan di buku tabungan masing-masing WBP untuk masa depan mereka. Sehingga pada saat sudah selesai masa tahanan dan pulang ke keluarga, mereka lakukan pengembangan ekonomi keluarga sesuai keahliannya agar dapat menambah penghasilan,” jelasnya. 

Saat ini, kata Varianto, pihaknya sedang membangun Galeri Lapas Kelas IIB Waikabubak tempat penjualan hasil karya tangan para WBP, pihaknya akan terus melakukan pembinaan WBP di bidang pertanian, peternakan, meubeler dan perbengkelan motor. 

Dirinya berharapkan agar WBP dapat belajar dengan baik selama proses masa tahanan berlangsung agar benar-benar memiliki keahlihan pada bidang yang dipelajari. 

Pihaknya berniat dan berkomitmen untuk setiap WBP yang sudah memiliki keahlian khusus akan diberikan sertifikat kahlihan untuk menjadi modal pengembangan diri dalam dunia kerja setelah bebas dari masa tahanan. 

“Pengembangan pola pembinaan  ini difokuskan bebeberapa bidang, untuk bidang pertanian difokuskankan pada pembinaan ekonomi kreatif dibidang horti kultura, bidang peternakan difokuskan pembinaan pola pengembangan usaha pemeliharaan bebek dan ayam pedaging, perbenkelan motor dan meubeler,” jelas Varianto. 

Selain menjalan pembinaan  kemandirian dilakukan, di damping itu pembinaan kerohanian juga terus ditingkatkan pihak Lapas Kelas IIB Waikabubak kepada WBP. 

Lebih lanjut, pihaknya berniat untuk berinovasi dengan mendesain suasana lingkungan wilayah lapas berbasis wisata yang sekarang ini sedang dibangun infastruktur penunjang untuk mewujudkan inovasi pembinaan termasuk didalamnya pelatihan tenun ikat kain Sumba dan sejumlah hasil kreatif lokal lainnya yang siap dipajangkan pada Galeri Pemasaran Rutan Kelas IIB Waikabubak. (YT).