Pakar Politik, Ahmad Atang : Munculnya Christian Widodo Adalah Sebuah Fenomena Politik Baru Kota Kupang
Kupang, mwartapedia.com – Pakar Politik dari Univesitas Muhamadyah Kupang, Dr. Ahmad Atang menanggapi hasil survey yang dilakukan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang yang telah melakukan jajak pendapat publik di Kota Kupang terkait perhelatan pesta politik pada 2024 mendatang.
Hasil survei yang dirilis pada Senin 21 Februari 2022 itu dilakukan terhadap 400 warga di 37 kelurahan/ desa yang tersebar di Kota Kupang memperlihatkan tingkat popularitas dan elektabilitas sejumlah figur yang dinilai mempunyai potensi dan kapasitas memimpin Kupang pada periode 2024-2029.
Saat ditemui tim media ini dikediamamnnya pada Rabu, 23 Februari 2022, Dr. Ahmad Atang mengatakan bahwa munculnya dr. Christian Widodo dalam hasil survei itu memberikan sebuah fenomena politik baru di Kota Kupang.
“Selama ini orang selalu mendiskusikan figur lama kalau bukan Jeriko pasti Yonas dan itukan petarung yang saya kira Jeriko baru lolos di 2018 kemarin begitu juga Yonas sehingga atensi publik lebih merucut kepada dua figur ini,”ungkapnya.
Ahmad Atang menjelaskan bahwa hari ini dengan hasil survei itu menunjukan bahwa ada fenomena dimana publik kemudian mencari figur lain dan mendapatkan perhatian publik salah satunya adalah dr. Christian Widodo.
“Bagi saya ini adalah sesuatu yang menarik karena untuk Christian Widodo dia adalah pemain baru yang sebetulnya muncul baru lima tahunan ini, jadi kita mau melihat soal akar politik sebetulnya dia tidak kuat jika dibandingkan dengan figur yang lain tetapi dengan posisi Ketua Umum PSI NTT dan menjadi Anggota DPRD Provinsi secara langsung maupun tidak dia cukup mampu merebut hati masyarakat,”jelasnya.
Masih menurut Ahmad Atang dari hasil survei yang menempatkan dr. Christian Widodo sebagai salah satu figur alternatif selain dua figur tersebut merupakan suatu tantangan baginya adalah eksistensi partai karena diproses politik lokal terlebih di pilkada sebetulnya ada dua varian yang harus dilihat, pertama otoritas dan elektabilitas.
“Ini yang saya kira posisi Christian ada disitu, ada satu fenomena baru tetapi dia mesti memposisikan diri bahwa PSI harus menjadi peserta pemilu dan dia punya kursi di DPR sehingga jalan bagi Christian menjadi lebih mudah dan garansinya dia sudah punya hasil-hasil survei itu,”ucapnya.
Julukan Milenial Kuda Hitam menurut Ahmad Atang sangat menguntungkan bagi dr. Christian Widodo karena rivalitas antara Yonas dan Jeriko cukup kuat bahkan sampai menjurus kepada pola-pola politik yang keras dan orang akan jenuh dan mencari alternatif lain.
“Bagi saya Christian itu adalah kuda hitam ketika dua kekuatan ini terjadi rivalitas kemudian menciptakan polarisasi publik orang kemudian akan mencari aman dan bagi saya, itu akan menguntungkan Christian Widodo,”ucapnya.
Lebih lanjut kata Ahmad Atang, dr. Chritian Widodo harus sudah bisa memainkan komunikasi publik tentang kota Kupang kedepan supaya bisa menjadi simpati publik.
“Untuk Christian jangan terpengaruh dengan hasil survei tetapi kerja politik terus dilakukan dan yang terpenting dia kelola suasana publik ketika dipermukaan namanya sudah terangkat dan harusnya sudah bermain dilevel gagasan dan isu-isu kota dari sekarang dan mulai memainkan pola-pola pembangunan supaya masyarakat kota Kupang mengenal visi misinya,”lanjutnya.
Ahmad Atang menambahkan, memang icon PSI adalah politik milenial dan dr. Christian Widodo hadir di momentum yang tepat ketika gaung politik milenial itu menjadi salah satu model politik baru dan dia ada di posisi itu maka kerja-kerja politik untuk mendapatkan bonus elektoral melalui kerja nyata.
“Jadi pesan saya, Chrisatian harus berjuang pasti anda bisa lolos dan yang kedua anda harus sudah bisa memainkan komunikasi publik tentang Kota Kupang kedepan supaya meyakinkan publik jangan sampai survei lagi akhirnya tenggelam,”pungkasnya. (MI)