IKB Laismanekat TTS Surabaya Adakan Pendataan Bagi Warga TTS Yang Tinggal di Surabaya
Kupang, mwartapedia.com – Ikatan Keluarga Besar Laismanekat Timur Tengah Selatan Surabaya dibentuk pada tanggal 8 Desember 2019 yang diprakarsai oleh para perantau asal dari Kabupaten TTS, Provinsi Nusa Tenggata Timur mengadakan pendataan bagi warga TTS yang saat ini sedang merantau di Surabaya.
Demikian disampaikan oleh Ketua IKB Laismanekat TTS Surabaya, Samri Nubatonis saat dihubungi media ini pada Rabu, (23/02/2022).
Kepada media ini. Samri Nubatonis mengatakan bahwa pendataan ini bertujuan untuk mempermudah warga TTS yang ada di kota Surabaya dalam kepengurusan identitas jika warga TTS mengalami suatu musibah.
“Sering kami mengalami kesulitan ketika warga Kabupaten TTS yang ada di Kota Surabaya dan sekitarnya ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti sakit dan masuk rumah sakit maka kami harus menggunakan identitasnya untuk bisa dimasukan ke rumah sakit atau jika meninggal dunia maka kami harus mengupayakan untuk proses memakamkan, “ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa ada banyak kesulitan yang selama ini dialami oleh IKB Laismanekat TTS Surabaya sejak tahun 2014 sampai sekarang.
“Selain itu, ada juga warga TTS di Surabaya yang anaknya tidak bisa sekolah karena orang tua tidak ada identitas sehingga anak tersebut tidak memiliki akte kelahiran sehinggga sekolahnya maksimal di tingkat sekolah dasar dan untuk ke tingkat sekolah menengah sudah mengalami kesulitan,”tambahnya.
Untuk itu, Samri minta kepada Pemerintah Kabupaten TTS agar dapat membantu IKB Laismaneka TTS Surabaya guna memperlancar proses kepengurusan identitas bagi warga TTS yang ada diwilayah surabaya.
“Kami minta tolong kepada Pemda TTS kalau bisa bantu kami supaya warga kabupaten TTS yang ada di wilayah Surabaya dan sekitarnya memiliki identitas,”harapnya.
Ia menambahkan IKB Laismanekat TTS Surabaya juga ingin mengikuti perhelatan pesta demokrasi 2024 mendatang agar semua warga TTS di Kota Surabaya dan sekitarnya bisa memberikan hak pilihnya.
“Harapan kami agar dengan memiliki identitas agar pada pemilu tahun 2024 mendatang warga kabupaten TTS yang ada di Surabaya bisa menyumbangkan suaranya untuk memilih calon pemimpin baik pada tingkat Kabupaten, Provinsi maupun Pusat,”harap Samri Nubatonis.
Sementara itu, Sekretaris Umum IKB Laismanekat TTS Surabaya sekaligus Ketua Umum panitia pendataan identitas, Retha Baineo S.AP, bersama Amos Tanesi menjelaskan bahwa untuk saat ini IKB Laismanekat TTS Surabaya melakukan pendataan bagi warga TTS di Surabaya karena pada bulan April pihaknya akan mendatangkan Capil dari Soe (TTS) untuk melayani kepengurusan identitas bagi warga TTS khusunya yang berada di Surabaya.
“Sistem pendataan kami disini dengan cara mengeluarkan formulir secara manual dan diisi seusai dengan kebutuhan para pendaftar dan untuk saat ini pedataan sudah mencapai 500 orang yang belum memiliki identitas berupa KTP, KK, Akte Kelahiran dan akte Nikah,”terangnya.
Untuk membantu memperlancar kepengurusan identitas warga TTS, Retha sangat mengharapkan bantuan dari semua pihak guna memperlancar proses ini.
“Saya sangat mengharapkan kerjasama dari warga TTS yang saat ini tinggal di Surabaya untuk datang mendaftarkan dirinya dan juga kepada Pemda TTS agar dapat membantu kami dalam kepengurusan identitas agar semuanya bisa berjalan dengan lancar,”pungkasnya. (MI)