
Kupang,mwartapedia. com – Sebanyak 155 orang lulus dalam proses seleksi tahap pertama Pemilihan Calon Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Periode 2022-2027. Dari peserta yang lulus seleksi tahap pertama itu terdapat satu nama Mantan Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard, ST,
Saat ditemui media ini di kediamannya, Kamis 10 Februari 2022, Izhak Eduard mengatakan bahwa Pada tahap kedua ini penilaian rekam jejak, masukan masyarakat dan pemilihan makalah, tahap ini tentu yang dinilai oleh masyarakat adalah integritas, kinerja dan perilakunya jadi silakan masyarakat memberikan masukan kepada panitia yang diketuai oleh Ibu Sri Mulyani.
“Jadi rekam jejak saya selama bekerja di Bank NTT menjadi Direktur Umum silakan masyarakat menilai, apa saya pernah melakukan tindakan pidana atau hal-hal yang mencederai jabatan saya, silakan masyarakat memberikan masukan,”ucap Izhak.
Izhak menjelaskan bahwa hal ini bertujuan agar seleksi ini transpararan dan dukungan dari masyarakat ini juga menampilkan dengan bukti dokumen bisa melalui surat dukungan dan rekaman.
“Kalau semua sudah transparan dan sudah terbuka di media sehingga dari laporan itu mereka akan meneliti tentang rekan jejak calon tersebut, bukan kita mau promosi diri atau mau kampanye pilkada tetapi memang persyaratannya harus begitu,”jelas Izhak.
Pensiunan Dirut Bank NTT ini menuturkan bahwa ada hal yang akan diperjuangkan ketika dirinya terpilih sebagai Dewan Komisioner OJK adalah mengatasi kemiskinan, kerena dirinya akan mendorong penguatan OJK terhadap keinginan Presiden untuk kemiskinan ekstrimdan yang kebetulan ada diwilayah Indonesia Timur yaitu NTT, Papua dan Papua Barat.
“Bagaimana kebijakan OJK ini menurut jasa keuangan khususnya jasa perbankan untuk membuat perbankan bisa mengatasi keuangan yang besar terhadap wilayah ini karena kalau kita lihat keluhan presiden sendiri tentang dana pemerintah banyak yang mengendap di Bank Daerah dan lain sebagainya dan ini sangat disayangkan,”ulasnya.
Menurutnya, kebijakan itu harus dibuat sehingga kedepan pemerintah daerah dan pihak-pihak stakeholder daerah ini bisa membuat pemulihan ekonomi dengan jalan adanya industrialisasi dan infrastruktur harus didorong oleh OJK sehingga perbankan didaerah-daerah yang tertinggal ini bisa melakukan pembiayaan seperti itu.
“Contoh yang saya lakukan waktu saya masih Dirut Bank NTT, saya kasih pinjaman daerah dan itu bertujuan untuk infrastruktur dan juga sosialisasi sehingga daerah-daerah seperti NTT ini bisa maju dan menurut saya yaitu harus ada industrialisasi dan ini yang belum dilakukan,”demikian menurut Izhak.
Ia menambahkan, keunggulan daerah yang ada di NTT harus diindustrikan dan tidak bisa lagi produk NTT dikirim mentah-mentah sehingga lapagan kerja bisa tercipta, ekonomi bisa tumbuh dan kemiskinan ini bisa teratasi.
“Kalau mau mengatasi kemiskinan tetapi industri dan lapangan kerja tidak ada kita mau omong apa, karena nanti orang yang maju disana dan kita di NTT bukan lagi tempat untuk menjanjikan lapangan kerja tetapi orang lari ke Malaysia padahal sumber daya alam kita ini melimpah tetapi penetrasi keuangan ini kurang dan disitulah peran OJK bagaimana membawa kebijakan yang mendorong perbankan melihat ini dan dukung pemerintah,”tambahnya.
Selain mengatasi kemiskinan, Dirinya juga akan memperjuangkan penguatan OJK dibidang penyidikan sesuai dengan UU OJK, menurutnya hal ini yang belum kelihatan sehingga banyak kasus seperti Jiwasraya dan Bank NTT banyak kasus yang diam ditempat dan belum dapat diselesaikan.
“Kalau OJK menggunakan kewenangan penyidikan maka saya pikir akan mendorong daerah miskin agar tidak lagi seperti itu dan ini kan miris sekali, Saya mantan Dirut sehingga mengerti substansinya sehingga bisa lewat kewenangan yang besar kita bisa melakukan hal itu,”tuturnya.
Mewakili Indonesia bagian Timur yang lolos pada tahap pertama, dirinya mohon dukungan dari masyarakat untuk memperjuangan nasib di Indonesia bagian timur yang saat ini masih dibawah garis kemiskinan.
“Bukan untuk jabatan saya tetapi karena memperjuangkan nasib masyarakat sehingga dengan kebijakan kita dorong dari sisi OJK penguatan modal karena kita datang dari daerah-daerah susah ibaratnya begitu lahir berkarir di daerah seperti ini kita juga harus memperjuangkan keberpihakan kita kepada masyarakat, jangan kita biarkan ekonomi masyarakat tidak bergerak, kasihan dan saya rasa ini yang akan saya perjuangkan sebagai saya mau mencoba bertarung supaya kalau ada suara wilayah timur kita bisa bersuara,”pungkasnya.