BPS: Nilai Tukar Petani meningkat 0,08 persen Pada Januari 2022

 

Kupang,mwartapedia.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) bulan Januari 2022 didasarkan pada perhitungan NTP dengan tahun dasar 2018  terjadi peningkatan sebesar 0,08 persen pada Januari jika dibandingkan dengan NTP Desember 2021.

Hal ini disampaikan oleh Plt. Kepala Badan Pusat Statistik  Provinsi NTT, Ir. Adi H. Manafe, M.Si saat konferensi pers yang berlangsung secara virtual, Rabu (02/02/2022).

Kepala BPS Provinsi NTT mengatakan bahwa Peningkatan indeks harga ini disebabkan oleh peningkatan harga terima dan peningkatan harga komoditas konsumsi dan BPPBM pada bulan Januari jika dibandingkan dengan harga bulan sebelumnya. 

“Peningkatan ini terjadi pada subsektor Hortikultura dan Perikanan,” ungkapnya.

Menurutnya, Penghitungan NTP ini mencakup 5 subsektor, yaitu subsektor padi & palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan. 

“Pada bulan Januari, NTP NTT sebesar 96,22  dengan NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 95,35 untuk subsektor tanaman  padi-palawija, 100,24 untuk sub sektor hortikultura, 91,97  untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat,107,90 untuk subsektor peternakan dan 95,44 untuk subsektor perikanan.

Sedangkan di daerah perdesaan , Ady menjelaskan bahwa terjadi inflasi 

“Khususnya pada komoditas konsumsi rumah tangga subkategori makanan, minuman dan tembakau,”pungkasnya. (MI)




BPS: Nilai Tukar Petani meningkat 0,08 persen Pada Januari 2022

 

Kupang,mwartapedia.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) bulan Januari 2022 didasarkan pada perhitungan NTP dengan tahun dasar 2018  terjadi peningkatan sebesar 0,08 persen pada Januari jika dibandingkan dengan NTP Desember 2021.

Hal ini disampaikan oleh Plt. Kepala Badan Pusat Statistik  Provinsi NTT, Ir. Adi H. Manafe, M.Si saat konferensi pers yang berlangsung secara virtual, Rabu (02/02/2022).

Kepala BPS Provinsi NTT mengatakan bahwa Peningkatan indeks harga ini disebabkan oleh peningkatan harga terima dan peningkatan harga komoditas konsumsi dan BPPBM pada bulan Januari jika dibandingkan dengan harga bulan sebelumnya. 

“Peningkatan ini terjadi pada subsektor Hortikultura dan Perikanan,” ungkapnya.

Menurutnya, Penghitungan NTP ini mencakup 5 subsektor, yaitu subsektor padi & palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan. 

“Pada bulan Januari, NTP NTT sebesar 96,22  dengan NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 95,35 untuk subsektor tanaman  padi-palawija, 100,24 untuk sub sektor hortikultura, 91,97  untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat,107,90 untuk subsektor peternakan dan 95,44 untuk subsektor perikanan.

Sedangkan di daerah perdesaan , Ady menjelaskan bahwa terjadi inflasi 

“Khususnya pada komoditas konsumsi rumah tangga subkategori makanan, minuman dan tembakau,”pungkasnya. (MI)




BPS: Nilai Tukar Petani meningkat 0,08 persen Pada Januari 2022

 

Kupang,mwartapedia.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) bulan Januari 2022 didasarkan pada perhitungan NTP dengan tahun dasar 2018  terjadi peningkatan sebesar 0,08 persen pada Januari jika dibandingkan dengan NTP Desember 2021.

Hal ini disampaikan oleh Plt. Kepala Badan Pusat Statistik  Provinsi NTT, Ir. Adi H. Manafe, M.Si saat konferensi pers yang berlangsung secara virtual, Rabu (02/02/2022).

Kepala BPS Provinsi NTT mengatakan bahwa Peningkatan indeks harga ini disebabkan oleh peningkatan harga terima dan peningkatan harga komoditas konsumsi dan BPPBM pada bulan Januari jika dibandingkan dengan harga bulan sebelumnya. 

“Peningkatan ini terjadi pada subsektor Hortikultura dan Perikanan,” ungkapnya.

Menurutnya, Penghitungan NTP ini mencakup 5 subsektor, yaitu subsektor padi & palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan. 

“Pada bulan Januari, NTP NTT sebesar 96,22  dengan NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 95,35 untuk subsektor tanaman  padi-palawija, 100,24 untuk sub sektor hortikultura, 91,97  untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat,107,90 untuk subsektor peternakan dan 95,44 untuk subsektor perikanan.

Sedangkan di daerah perdesaan , Ady menjelaskan bahwa terjadi inflasi 

“Khususnya pada komoditas konsumsi rumah tangga subkategori makanan, minuman dan tembakau,”pungkasnya. (MI)




BPS: Nilai Tukar Petani meningkat 0,08 persen Pada Januari 2022

 

Kupang,mwartapedia.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) bulan Januari 2022 didasarkan pada perhitungan NTP dengan tahun dasar 2018  terjadi peningkatan sebesar 0,08 persen pada Januari jika dibandingkan dengan NTP Desember 2021.

Hal ini disampaikan oleh Plt. Kepala Badan Pusat Statistik  Provinsi NTT, Ir. Adi H. Manafe, M.Si saat konferensi pers yang berlangsung secara virtual, Rabu (02/02/2022).

Kepala BPS Provinsi NTT mengatakan bahwa Peningkatan indeks harga ini disebabkan oleh peningkatan harga terima dan peningkatan harga komoditas konsumsi dan BPPBM pada bulan Januari jika dibandingkan dengan harga bulan sebelumnya. 

“Peningkatan ini terjadi pada subsektor Hortikultura dan Perikanan,” ungkapnya.

Menurutnya, Penghitungan NTP ini mencakup 5 subsektor, yaitu subsektor padi & palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan. 

“Pada bulan Januari, NTP NTT sebesar 96,22  dengan NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 95,35 untuk subsektor tanaman  padi-palawija, 100,24 untuk sub sektor hortikultura, 91,97  untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat,107,90 untuk subsektor peternakan dan 95,44 untuk subsektor perikanan.

Sedangkan di daerah perdesaan , Ady menjelaskan bahwa terjadi inflasi 

“Khususnya pada komoditas konsumsi rumah tangga subkategori makanan, minuman dan tembakau,”pungkasnya. (MI)