Polres Lembata Gelar Pisah Sambut Kapolres Berjalan Lancar

Lewoleba, mwartapedia.com – Acara Penjemputan Kapolres yang berlangsung siang tadi berjalan dengan lancar dan malam hari ini Polres Lembata menggelar acara Pisah sambut Kapolres Lembata di Aula Ballrom Olimpic Resto, Kamis (06/01/2022) malam.

Gelar Pisah Sambut ini dihadiri oleh Bupati Lembata bersama Ibu Ketua TP PPK dan Forkopimda Kabupaten Lembata, Para Undangan, Seluruh PJU Polres serta personel Polres Lembata untuk memberikan penghormatan kepada Kapolres Lembata yang lama dan menyambut Kapolres Lembata yang baru.

Kapolres Lembata yang lama, AKBP Yoce Marten, SH, S.I.K, M.I.K telah bertugas di Kabupaten Lembata selama 1 tahun 7 bulan dan saat ini beliau telah dipindah tugaskan sebagai Kapolres Manggarai sedangkan Kapolres Lembata yang baru, AKBP Dwi Handono Prasanta, S.I.K sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit V Ditintelkam Polda Maluku.

Kapolres Lama, AKBP Yoce Marten, SH. S.I.K, M.I.K dalam sambutannya mengatakan, Semoga kita diberi kesehatan dalam mengikuti  rangkaian acara serah terima jabatan pisah sambut.

Ia juga mengatakan perjalanan Pertama 1 tahun  7 bulan lalu, serah terima jabatan pada 7 Juni 2020, sebanyak itulah saya telah melaksanakan tugas di Polres Lembata. ucapnya.

Lebih jauh lagi Yoce Marten mengatakan, bahwa awalnya mungkin saya akan bertugas di NTB,Timor, Papua, saya merasa orangnya  keras, badannya besar-besar namun Saya baru ketahui memang perawakan, tapi dari sisi pergaulan, Saya merasakan, bahwa semua sangat baik dalam bergaul dengan banyak keanekaragaman yang muncul disini.

Lanjutnya, kami sendiri merasakan suasana kekeluargaan, baik secara kedinasan, maupun kekeluargaan, ternyata jauh dari yang dibayangkan semua sangat ramah dan baik, dengan keanekaragaman  menambah wawasan keberagaman sebagai WNI, dapat bergaul dan berkomunikasi dengan baik.

”Tiga bulan di Kupang tiba-tiba  langsung ke lembata, saya asli Palembang, ke Lembata saat itu pesawat tidak ada, Itulah kesan saya selama bertugas di Kabupaten Lembata Tanah Lepan Batan,Lembata Helero,” ucapnya penuh haru.

Ia juga mengatakan, bahwa selaku pendatang di sini, semua kami rasakan sangat baik. Dinamika di pulau kecil ini Itu dinamika pergaulan, semua kesan jadi kenangan bagi kita ke depan, kerinduan untuk mengulang kegiatan kita di sini. 

“Selaku pribadi dan keluarga memohon maaf atas segala kehilangan yang mungkin terjadi selama  bergaul dan bertugas di Pulau Lembata Negeri Para Petualang, pulau kecil yang memiliki sejuta pesona alamnya,” Ujarnya.

Dalam kesempatan Pisah Sambut ini, Saya bersama istri memohon maaf atas segala khilaf, kedepannya kalau tidak satu tempat, hubungan silaturahmi akan selalu tetap terjaga, Ungkapnya.

“Khusus kepada personel polri, terimakasih sebesar-besarnya atas kerjasamanya, alhamdulilah sekian banyak kejadian dapat kita lalui bersama. Ada guncangan tanpa terduga dilalui dengan baik. Meski Masa pandemi Covid-19 yang belum berakhir dengan kasus waktu itu orang meninggal begitu banyak, 1 hari sampai 5 orang ,namun  semua itu dapat dikendalikan dan diselesaikan dengan baik,” Ucap Yoce Marten.

Ia mengatakan, bahwa tugas saya di Kabupaten Lembata berakhir disini namun saya masih melanjutkan tugas baru di Polres Manggarai, kiranya doa terbaik selalu bersama saya dan keluarga pada tempat yang baru,” tutupnya. (Van/MI).




Polres Lembata Gelar Pisah Sambut Kapolres Berjalan Lancar

Lewoleba, mwartapedia.com – Acara Penjemputan Kapolres yang berlangsung siang tadi berjalan dengan lancar dan malam hari ini Polres Lembata menggelar acara Pisah sambut Kapolres Lembata di Aula Ballrom Olimpic Resto, Kamis (06/01/2022) malam.

Gelar Pisah Sambut ini dihadiri oleh Bupati Lembata bersama Ibu Ketua TP PPK dan Forkopimda Kabupaten Lembata, Para Undangan, Seluruh PJU Polres serta personel Polres Lembata untuk memberikan penghormatan kepada Kapolres Lembata yang lama dan menyambut Kapolres Lembata yang baru.

Kapolres Lembata yang lama, AKBP Yoce Marten, SH, S.I.K, M.I.K telah bertugas di Kabupaten Lembata selama 1 tahun 7 bulan dan saat ini beliau telah dipindah tugaskan sebagai Kapolres Manggarai sedangkan Kapolres Lembata yang baru, AKBP Dwi Handono Prasanta, S.I.K sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit V Ditintelkam Polda Maluku.

Kapolres Lama, AKBP Yoce Marten, SH. S.I.K, M.I.K dalam sambutannya mengatakan, Semoga kita diberi kesehatan dalam mengikuti  rangkaian acara serah terima jabatan pisah sambut.

Ia juga mengatakan perjalanan Pertama 1 tahun  7 bulan lalu, serah terima jabatan pada 7 Juni 2020, sebanyak itulah saya telah melaksanakan tugas di Polres Lembata. ucapnya.

Lebih jauh lagi Yoce Marten mengatakan, bahwa awalnya mungkin saya akan bertugas di NTB,Timor, Papua, saya merasa orangnya  keras, badannya besar-besar namun Saya baru ketahui memang perawakan, tapi dari sisi pergaulan, Saya merasakan, bahwa semua sangat baik dalam bergaul dengan banyak keanekaragaman yang muncul disini.

Lanjutnya, kami sendiri merasakan suasana kekeluargaan, baik secara kedinasan, maupun kekeluargaan, ternyata jauh dari yang dibayangkan semua sangat ramah dan baik, dengan keanekaragaman  menambah wawasan keberagaman sebagai WNI, dapat bergaul dan berkomunikasi dengan baik.

”Tiga bulan di Kupang tiba-tiba  langsung ke lembata, saya asli Palembang, ke Lembata saat itu pesawat tidak ada, Itulah kesan saya selama bertugas di Kabupaten Lembata Tanah Lepan Batan,Lembata Helero,” ucapnya penuh haru.

Ia juga mengatakan, bahwa selaku pendatang di sini, semua kami rasakan sangat baik. Dinamika di pulau kecil ini Itu dinamika pergaulan, semua kesan jadi kenangan bagi kita ke depan, kerinduan untuk mengulang kegiatan kita di sini. 

“Selaku pribadi dan keluarga memohon maaf atas segala kehilangan yang mungkin terjadi selama  bergaul dan bertugas di Pulau Lembata Negeri Para Petualang, pulau kecil yang memiliki sejuta pesona alamnya,” Ujarnya.

Dalam kesempatan Pisah Sambut ini, Saya bersama istri memohon maaf atas segala khilaf, kedepannya kalau tidak satu tempat, hubungan silaturahmi akan selalu tetap terjaga, Ungkapnya.

“Khusus kepada personel polri, terimakasih sebesar-besarnya atas kerjasamanya, alhamdulilah sekian banyak kejadian dapat kita lalui bersama. Ada guncangan tanpa terduga dilalui dengan baik. Meski Masa pandemi Covid-19 yang belum berakhir dengan kasus waktu itu orang meninggal begitu banyak, 1 hari sampai 5 orang ,namun  semua itu dapat dikendalikan dan diselesaikan dengan baik,” Ucap Yoce Marten.

Ia mengatakan, bahwa tugas saya di Kabupaten Lembata berakhir disini namun saya masih melanjutkan tugas baru di Polres Manggarai, kiranya doa terbaik selalu bersama saya dan keluarga pada tempat yang baru,” tutupnya. (Van/MI).




Polres Lembata Gelar Pisah Sambut Kapolres Berjalan Lancar

Lewoleba, mwartapedia.com – Acara Penjemputan Kapolres yang berlangsung siang tadi berjalan dengan lancar dan malam hari ini Polres Lembata menggelar acara Pisah sambut Kapolres Lembata di Aula Ballrom Olimpic Resto, Kamis (06/01/2022) malam.

Gelar Pisah Sambut ini dihadiri oleh Bupati Lembata bersama Ibu Ketua TP PPK dan Forkopimda Kabupaten Lembata, Para Undangan, Seluruh PJU Polres serta personel Polres Lembata untuk memberikan penghormatan kepada Kapolres Lembata yang lama dan menyambut Kapolres Lembata yang baru.

Kapolres Lembata yang lama, AKBP Yoce Marten, SH, S.I.K, M.I.K telah bertugas di Kabupaten Lembata selama 1 tahun 7 bulan dan saat ini beliau telah dipindah tugaskan sebagai Kapolres Manggarai sedangkan Kapolres Lembata yang baru, AKBP Dwi Handono Prasanta, S.I.K sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit V Ditintelkam Polda Maluku.

Kapolres Lama, AKBP Yoce Marten, SH. S.I.K, M.I.K dalam sambutannya mengatakan, Semoga kita diberi kesehatan dalam mengikuti  rangkaian acara serah terima jabatan pisah sambut.

Ia juga mengatakan perjalanan Pertama 1 tahun  7 bulan lalu, serah terima jabatan pada 7 Juni 2020, sebanyak itulah saya telah melaksanakan tugas di Polres Lembata. ucapnya.

Lebih jauh lagi Yoce Marten mengatakan, bahwa awalnya mungkin saya akan bertugas di NTB,Timor, Papua, saya merasa orangnya  keras, badannya besar-besar namun Saya baru ketahui memang perawakan, tapi dari sisi pergaulan, Saya merasakan, bahwa semua sangat baik dalam bergaul dengan banyak keanekaragaman yang muncul disini.

Lanjutnya, kami sendiri merasakan suasana kekeluargaan, baik secara kedinasan, maupun kekeluargaan, ternyata jauh dari yang dibayangkan semua sangat ramah dan baik, dengan keanekaragaman  menambah wawasan keberagaman sebagai WNI, dapat bergaul dan berkomunikasi dengan baik.

”Tiga bulan di Kupang tiba-tiba  langsung ke lembata, saya asli Palembang, ke Lembata saat itu pesawat tidak ada, Itulah kesan saya selama bertugas di Kabupaten Lembata Tanah Lepan Batan,Lembata Helero,” ucapnya penuh haru.

Ia juga mengatakan, bahwa selaku pendatang di sini, semua kami rasakan sangat baik. Dinamika di pulau kecil ini Itu dinamika pergaulan, semua kesan jadi kenangan bagi kita ke depan, kerinduan untuk mengulang kegiatan kita di sini. 

“Selaku pribadi dan keluarga memohon maaf atas segala kehilangan yang mungkin terjadi selama  bergaul dan bertugas di Pulau Lembata Negeri Para Petualang, pulau kecil yang memiliki sejuta pesona alamnya,” Ujarnya.

Dalam kesempatan Pisah Sambut ini, Saya bersama istri memohon maaf atas segala khilaf, kedepannya kalau tidak satu tempat, hubungan silaturahmi akan selalu tetap terjaga, Ungkapnya.

“Khusus kepada personel polri, terimakasih sebesar-besarnya atas kerjasamanya, alhamdulilah sekian banyak kejadian dapat kita lalui bersama. Ada guncangan tanpa terduga dilalui dengan baik. Meski Masa pandemi Covid-19 yang belum berakhir dengan kasus waktu itu orang meninggal begitu banyak, 1 hari sampai 5 orang ,namun  semua itu dapat dikendalikan dan diselesaikan dengan baik,” Ucap Yoce Marten.

Ia mengatakan, bahwa tugas saya di Kabupaten Lembata berakhir disini namun saya masih melanjutkan tugas baru di Polres Manggarai, kiranya doa terbaik selalu bersama saya dan keluarga pada tempat yang baru,” tutupnya. (Van/MI).




Polres Lembata Gelar Pisah Sambut Kapolres Berjalan Lancar

Lewoleba, mwartapedia.com – Acara Penjemputan Kapolres yang berlangsung siang tadi berjalan dengan lancar dan malam hari ini Polres Lembata menggelar acara Pisah sambut Kapolres Lembata di Aula Ballrom Olimpic Resto, Kamis (06/01/2022) malam.

Gelar Pisah Sambut ini dihadiri oleh Bupati Lembata bersama Ibu Ketua TP PPK dan Forkopimda Kabupaten Lembata, Para Undangan, Seluruh PJU Polres serta personel Polres Lembata untuk memberikan penghormatan kepada Kapolres Lembata yang lama dan menyambut Kapolres Lembata yang baru.

Kapolres Lembata yang lama, AKBP Yoce Marten, SH, S.I.K, M.I.K telah bertugas di Kabupaten Lembata selama 1 tahun 7 bulan dan saat ini beliau telah dipindah tugaskan sebagai Kapolres Manggarai sedangkan Kapolres Lembata yang baru, AKBP Dwi Handono Prasanta, S.I.K sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit V Ditintelkam Polda Maluku.

Kapolres Lama, AKBP Yoce Marten, SH. S.I.K, M.I.K dalam sambutannya mengatakan, Semoga kita diberi kesehatan dalam mengikuti  rangkaian acara serah terima jabatan pisah sambut.

Ia juga mengatakan perjalanan Pertama 1 tahun  7 bulan lalu, serah terima jabatan pada 7 Juni 2020, sebanyak itulah saya telah melaksanakan tugas di Polres Lembata. ucapnya.

Lebih jauh lagi Yoce Marten mengatakan, bahwa awalnya mungkin saya akan bertugas di NTB,Timor, Papua, saya merasa orangnya  keras, badannya besar-besar namun Saya baru ketahui memang perawakan, tapi dari sisi pergaulan, Saya merasakan, bahwa semua sangat baik dalam bergaul dengan banyak keanekaragaman yang muncul disini.

Lanjutnya, kami sendiri merasakan suasana kekeluargaan, baik secara kedinasan, maupun kekeluargaan, ternyata jauh dari yang dibayangkan semua sangat ramah dan baik, dengan keanekaragaman  menambah wawasan keberagaman sebagai WNI, dapat bergaul dan berkomunikasi dengan baik.

”Tiga bulan di Kupang tiba-tiba  langsung ke lembata, saya asli Palembang, ke Lembata saat itu pesawat tidak ada, Itulah kesan saya selama bertugas di Kabupaten Lembata Tanah Lepan Batan,Lembata Helero,” ucapnya penuh haru.

Ia juga mengatakan, bahwa selaku pendatang di sini, semua kami rasakan sangat baik. Dinamika di pulau kecil ini Itu dinamika pergaulan, semua kesan jadi kenangan bagi kita ke depan, kerinduan untuk mengulang kegiatan kita di sini. 

“Selaku pribadi dan keluarga memohon maaf atas segala kehilangan yang mungkin terjadi selama  bergaul dan bertugas di Pulau Lembata Negeri Para Petualang, pulau kecil yang memiliki sejuta pesona alamnya,” Ujarnya.

Dalam kesempatan Pisah Sambut ini, Saya bersama istri memohon maaf atas segala khilaf, kedepannya kalau tidak satu tempat, hubungan silaturahmi akan selalu tetap terjaga, Ungkapnya.

“Khusus kepada personel polri, terimakasih sebesar-besarnya atas kerjasamanya, alhamdulilah sekian banyak kejadian dapat kita lalui bersama. Ada guncangan tanpa terduga dilalui dengan baik. Meski Masa pandemi Covid-19 yang belum berakhir dengan kasus waktu itu orang meninggal begitu banyak, 1 hari sampai 5 orang ,namun  semua itu dapat dikendalikan dan diselesaikan dengan baik,” Ucap Yoce Marten.

Ia mengatakan, bahwa tugas saya di Kabupaten Lembata berakhir disini namun saya masih melanjutkan tugas baru di Polres Manggarai, kiranya doa terbaik selalu bersama saya dan keluarga pada tempat yang baru,” tutupnya. (Van/MI).




Komandan Korem 161/Wita Sakti Awali Kunker di Kodim 1621/TTS

Soe, mwartapedia.com – Komandan Korem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Iman Budiman, S. E., mengawali Kunjungan Kerja pertamanya di Kodim 1621/TTS, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kamis (06/01/2022).

Komandan Korem 161/WS beserta rombongan tiba di Kodim 1621/TTS diterima dengan tarian adat setempat dan disambut langsung oleh Dandim 1621/TTS Letkol Arm Rony Hermawan, SH., MM., Bupati TTS Egusem Pieter Tahun, ST., MM., Wakapolres TTS Kompol I Gede Aryabawa, Kajari TTS Andareas D. Orney, SH., MH., Ketua Pengadilan Negeri TTS Bapak Wempi WJ Duka, SH., MH.

Dandim 1621/TTS Letkol Arm Rony Hermawan, SH.,MM., mengucapkan selamat datang kepada Komandan Korem 161/WS beserta rombongan dan mengajak seluruh Anggota Kodim 1621/TTS beserta Ibu-ibu Persit Cabang XX Kodim 1621/TTS untuk menyimak dan memperhatikan perkenalan dan pengarahan Komandan Korem 161/Wira Sakti.

Dalam pengarahannya, Komandan Korem 161/WS Brigjen TNI Iman Budiman, S. E., menyampaikan maksud dan tujuannya berkunjung ke Kodim 1621/TTS. 

“Selain untuk bersilaturahmi dan bertatap muka, juga ingin melihat secara langsung kondisi Anggota Kodim 1621/TTS dan Ibu-ibu Persit Cabang XX Kodim 1621/TTS. Lebih lanjut, Komandan Korem 161/WS dalam pengarahannya ada beberapa penekanan kepada seluruh Prajurit dan PNS Kodim 1621/TTS”umgkapnya.

“Saya ingin menyampaikan hal-hal yang khusus saja, 77 tahun yang lalu yaitu pada tanggal 17 Agustus 1945 dengan segala prosesnya Wilayah Sabang sampai Merauke terjadi sebuah kesepakatan untuk menyusun untuk membangun peradaban baru dalam bentuk Negara dan struktur Negara. Kapan peradaban baru ini di bentuk? Mulai Tahun 1945 Struktur Negara tersebut terbentuk dari kesepakatan. Ada 337 Sultan, Raja, Pemuka Agama, Pemuka Suku ; 336 setuju meleburkan Kesultanan/Kepatihannya atau Kerajaannya ke dalam Struktur Negara dan Pemerintahan, hanya 1 yang tidak setuju yaitu Jogjakarta”, tambah Danrem. 

Selanjutnya, Kepunggawaannya/ Kesatrianya mulai bergabung kedalam BKR. Kemudian, kenapa para Sultan dan Raja ini setuju meleburkan, menghilangkan peradaban Monarki dalam bentuk Kesultanan dan Kerajaan kedalam Struktur Negara? karena dijanjikan bahwa 

1. Rakyat, Tanah dan segala isinya akan dilindungi.

2. Akan dicerdaskan.

3. Akan disejahterakan.

4. Akan diikutsertakan dalam ketertiban dunia atau Hak Azazi mereka semua akan di jamin.

“Seberapa penting peran Babinsa di lapangan, tolong tanamkan dalam-dalam kenapa tema yang tertulis di bak air Pompa Hidram itu Negara Hadir untuk Rakyat, jadi betapa pentingnya anda (Babinsa) mewakili Negara”, ungkap Brigjen Budiman.

Brigjen Budiman menambahkan, NTT memiliki kasus Stunting tertinggi di Indonesia dan sebagian di Papua akibat Gizi buruk baik ibunya maupun anaknya.

“Penyebabnya adalah kurangnya protein, kurangnya cairan dan lain-lain sehingga masyarakat kita di NTT khususnya Soe ini menunggu untuk dihadirkan dan disediakan oleh Negara dengan cara beternak atau pelihara ayam untuk menyediakan kebutuhan Gizi secara langsung bersama masyarakat,”pungkas Danrem.

Hadir dalam kegiatan ini seluruh Prajurit dan PNS Kodim 1621/TTS dan Ibu-ibu Persit Cabang XX Kodim 1621/TTS.

(Penrem/MI)




Komandan Korem 161/Wita Sakti Awali Kunker di Kodim 1621/TTS

Soe, mwartapedia.com – Komandan Korem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Iman Budiman, S. E., mengawali Kunjungan Kerja pertamanya di Kodim 1621/TTS, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kamis (06/01/2022).

Komandan Korem 161/WS beserta rombongan tiba di Kodim 1621/TTS diterima dengan tarian adat setempat dan disambut langsung oleh Dandim 1621/TTS Letkol Arm Rony Hermawan, SH., MM., Bupati TTS Egusem Pieter Tahun, ST., MM., Wakapolres TTS Kompol I Gede Aryabawa, Kajari TTS Andareas D. Orney, SH., MH., Ketua Pengadilan Negeri TTS Bapak Wempi WJ Duka, SH., MH.

Dandim 1621/TTS Letkol Arm Rony Hermawan, SH.,MM., mengucapkan selamat datang kepada Komandan Korem 161/WS beserta rombongan dan mengajak seluruh Anggota Kodim 1621/TTS beserta Ibu-ibu Persit Cabang XX Kodim 1621/TTS untuk menyimak dan memperhatikan perkenalan dan pengarahan Komandan Korem 161/Wira Sakti.

Dalam pengarahannya, Komandan Korem 161/WS Brigjen TNI Iman Budiman, S. E., menyampaikan maksud dan tujuannya berkunjung ke Kodim 1621/TTS. 

“Selain untuk bersilaturahmi dan bertatap muka, juga ingin melihat secara langsung kondisi Anggota Kodim 1621/TTS dan Ibu-ibu Persit Cabang XX Kodim 1621/TTS. Lebih lanjut, Komandan Korem 161/WS dalam pengarahannya ada beberapa penekanan kepada seluruh Prajurit dan PNS Kodim 1621/TTS”umgkapnya.

“Saya ingin menyampaikan hal-hal yang khusus saja, 77 tahun yang lalu yaitu pada tanggal 17 Agustus 1945 dengan segala prosesnya Wilayah Sabang sampai Merauke terjadi sebuah kesepakatan untuk menyusun untuk membangun peradaban baru dalam bentuk Negara dan struktur Negara. Kapan peradaban baru ini di bentuk? Mulai Tahun 1945 Struktur Negara tersebut terbentuk dari kesepakatan. Ada 337 Sultan, Raja, Pemuka Agama, Pemuka Suku ; 336 setuju meleburkan Kesultanan/Kepatihannya atau Kerajaannya ke dalam Struktur Negara dan Pemerintahan, hanya 1 yang tidak setuju yaitu Jogjakarta”, tambah Danrem. 

Selanjutnya, Kepunggawaannya/ Kesatrianya mulai bergabung kedalam BKR. Kemudian, kenapa para Sultan dan Raja ini setuju meleburkan, menghilangkan peradaban Monarki dalam bentuk Kesultanan dan Kerajaan kedalam Struktur Negara? karena dijanjikan bahwa 

1. Rakyat, Tanah dan segala isinya akan dilindungi.

2. Akan dicerdaskan.

3. Akan disejahterakan.

4. Akan diikutsertakan dalam ketertiban dunia atau Hak Azazi mereka semua akan di jamin.

“Seberapa penting peran Babinsa di lapangan, tolong tanamkan dalam-dalam kenapa tema yang tertulis di bak air Pompa Hidram itu Negara Hadir untuk Rakyat, jadi betapa pentingnya anda (Babinsa) mewakili Negara”, ungkap Brigjen Budiman.

Brigjen Budiman menambahkan, NTT memiliki kasus Stunting tertinggi di Indonesia dan sebagian di Papua akibat Gizi buruk baik ibunya maupun anaknya.

“Penyebabnya adalah kurangnya protein, kurangnya cairan dan lain-lain sehingga masyarakat kita di NTT khususnya Soe ini menunggu untuk dihadirkan dan disediakan oleh Negara dengan cara beternak atau pelihara ayam untuk menyediakan kebutuhan Gizi secara langsung bersama masyarakat,”pungkas Danrem.

Hadir dalam kegiatan ini seluruh Prajurit dan PNS Kodim 1621/TTS dan Ibu-ibu Persit Cabang XX Kodim 1621/TTS.

(Penrem/MI)




Komandan Korem 161/Wita Sakti Awali Kunker di Kodim 1621/TTS

Soe, mwartapedia.com – Komandan Korem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Iman Budiman, S. E., mengawali Kunjungan Kerja pertamanya di Kodim 1621/TTS, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kamis (06/01/2022).

Komandan Korem 161/WS beserta rombongan tiba di Kodim 1621/TTS diterima dengan tarian adat setempat dan disambut langsung oleh Dandim 1621/TTS Letkol Arm Rony Hermawan, SH., MM., Bupati TTS Egusem Pieter Tahun, ST., MM., Wakapolres TTS Kompol I Gede Aryabawa, Kajari TTS Andareas D. Orney, SH., MH., Ketua Pengadilan Negeri TTS Bapak Wempi WJ Duka, SH., MH.

Dandim 1621/TTS Letkol Arm Rony Hermawan, SH.,MM., mengucapkan selamat datang kepada Komandan Korem 161/WS beserta rombongan dan mengajak seluruh Anggota Kodim 1621/TTS beserta Ibu-ibu Persit Cabang XX Kodim 1621/TTS untuk menyimak dan memperhatikan perkenalan dan pengarahan Komandan Korem 161/Wira Sakti.

Dalam pengarahannya, Komandan Korem 161/WS Brigjen TNI Iman Budiman, S. E., menyampaikan maksud dan tujuannya berkunjung ke Kodim 1621/TTS. 

“Selain untuk bersilaturahmi dan bertatap muka, juga ingin melihat secara langsung kondisi Anggota Kodim 1621/TTS dan Ibu-ibu Persit Cabang XX Kodim 1621/TTS. Lebih lanjut, Komandan Korem 161/WS dalam pengarahannya ada beberapa penekanan kepada seluruh Prajurit dan PNS Kodim 1621/TTS”umgkapnya.

“Saya ingin menyampaikan hal-hal yang khusus saja, 77 tahun yang lalu yaitu pada tanggal 17 Agustus 1945 dengan segala prosesnya Wilayah Sabang sampai Merauke terjadi sebuah kesepakatan untuk menyusun untuk membangun peradaban baru dalam bentuk Negara dan struktur Negara. Kapan peradaban baru ini di bentuk? Mulai Tahun 1945 Struktur Negara tersebut terbentuk dari kesepakatan. Ada 337 Sultan, Raja, Pemuka Agama, Pemuka Suku ; 336 setuju meleburkan Kesultanan/Kepatihannya atau Kerajaannya ke dalam Struktur Negara dan Pemerintahan, hanya 1 yang tidak setuju yaitu Jogjakarta”, tambah Danrem. 

Selanjutnya, Kepunggawaannya/ Kesatrianya mulai bergabung kedalam BKR. Kemudian, kenapa para Sultan dan Raja ini setuju meleburkan, menghilangkan peradaban Monarki dalam bentuk Kesultanan dan Kerajaan kedalam Struktur Negara? karena dijanjikan bahwa 

1. Rakyat, Tanah dan segala isinya akan dilindungi.

2. Akan dicerdaskan.

3. Akan disejahterakan.

4. Akan diikutsertakan dalam ketertiban dunia atau Hak Azazi mereka semua akan di jamin.

“Seberapa penting peran Babinsa di lapangan, tolong tanamkan dalam-dalam kenapa tema yang tertulis di bak air Pompa Hidram itu Negara Hadir untuk Rakyat, jadi betapa pentingnya anda (Babinsa) mewakili Negara”, ungkap Brigjen Budiman.

Brigjen Budiman menambahkan, NTT memiliki kasus Stunting tertinggi di Indonesia dan sebagian di Papua akibat Gizi buruk baik ibunya maupun anaknya.

“Penyebabnya adalah kurangnya protein, kurangnya cairan dan lain-lain sehingga masyarakat kita di NTT khususnya Soe ini menunggu untuk dihadirkan dan disediakan oleh Negara dengan cara beternak atau pelihara ayam untuk menyediakan kebutuhan Gizi secara langsung bersama masyarakat,”pungkas Danrem.

Hadir dalam kegiatan ini seluruh Prajurit dan PNS Kodim 1621/TTS dan Ibu-ibu Persit Cabang XX Kodim 1621/TTS.

(Penrem/MI)




Komandan Korem 161/Wita Sakti Awali Kunker di Kodim 1621/TTS

Soe, mwartapedia.com – Komandan Korem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Iman Budiman, S. E., mengawali Kunjungan Kerja pertamanya di Kodim 1621/TTS, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kamis (06/01/2022).

Komandan Korem 161/WS beserta rombongan tiba di Kodim 1621/TTS diterima dengan tarian adat setempat dan disambut langsung oleh Dandim 1621/TTS Letkol Arm Rony Hermawan, SH., MM., Bupati TTS Egusem Pieter Tahun, ST., MM., Wakapolres TTS Kompol I Gede Aryabawa, Kajari TTS Andareas D. Orney, SH., MH., Ketua Pengadilan Negeri TTS Bapak Wempi WJ Duka, SH., MH.

Dandim 1621/TTS Letkol Arm Rony Hermawan, SH.,MM., mengucapkan selamat datang kepada Komandan Korem 161/WS beserta rombongan dan mengajak seluruh Anggota Kodim 1621/TTS beserta Ibu-ibu Persit Cabang XX Kodim 1621/TTS untuk menyimak dan memperhatikan perkenalan dan pengarahan Komandan Korem 161/Wira Sakti.

Dalam pengarahannya, Komandan Korem 161/WS Brigjen TNI Iman Budiman, S. E., menyampaikan maksud dan tujuannya berkunjung ke Kodim 1621/TTS. 

“Selain untuk bersilaturahmi dan bertatap muka, juga ingin melihat secara langsung kondisi Anggota Kodim 1621/TTS dan Ibu-ibu Persit Cabang XX Kodim 1621/TTS. Lebih lanjut, Komandan Korem 161/WS dalam pengarahannya ada beberapa penekanan kepada seluruh Prajurit dan PNS Kodim 1621/TTS”umgkapnya.

“Saya ingin menyampaikan hal-hal yang khusus saja, 77 tahun yang lalu yaitu pada tanggal 17 Agustus 1945 dengan segala prosesnya Wilayah Sabang sampai Merauke terjadi sebuah kesepakatan untuk menyusun untuk membangun peradaban baru dalam bentuk Negara dan struktur Negara. Kapan peradaban baru ini di bentuk? Mulai Tahun 1945 Struktur Negara tersebut terbentuk dari kesepakatan. Ada 337 Sultan, Raja, Pemuka Agama, Pemuka Suku ; 336 setuju meleburkan Kesultanan/Kepatihannya atau Kerajaannya ke dalam Struktur Negara dan Pemerintahan, hanya 1 yang tidak setuju yaitu Jogjakarta”, tambah Danrem. 

Selanjutnya, Kepunggawaannya/ Kesatrianya mulai bergabung kedalam BKR. Kemudian, kenapa para Sultan dan Raja ini setuju meleburkan, menghilangkan peradaban Monarki dalam bentuk Kesultanan dan Kerajaan kedalam Struktur Negara? karena dijanjikan bahwa 

1. Rakyat, Tanah dan segala isinya akan dilindungi.

2. Akan dicerdaskan.

3. Akan disejahterakan.

4. Akan diikutsertakan dalam ketertiban dunia atau Hak Azazi mereka semua akan di jamin.

“Seberapa penting peran Babinsa di lapangan, tolong tanamkan dalam-dalam kenapa tema yang tertulis di bak air Pompa Hidram itu Negara Hadir untuk Rakyat, jadi betapa pentingnya anda (Babinsa) mewakili Negara”, ungkap Brigjen Budiman.

Brigjen Budiman menambahkan, NTT memiliki kasus Stunting tertinggi di Indonesia dan sebagian di Papua akibat Gizi buruk baik ibunya maupun anaknya.

“Penyebabnya adalah kurangnya protein, kurangnya cairan dan lain-lain sehingga masyarakat kita di NTT khususnya Soe ini menunggu untuk dihadirkan dan disediakan oleh Negara dengan cara beternak atau pelihara ayam untuk menyediakan kebutuhan Gizi secara langsung bersama masyarakat,”pungkas Danrem.

Hadir dalam kegiatan ini seluruh Prajurit dan PNS Kodim 1621/TTS dan Ibu-ibu Persit Cabang XX Kodim 1621/TTS.

(Penrem/MI)




Tiba di Lembata, Kapolres Diterima Dengan Prosesi Adat dan Pedang Pora

Lembata, mwartapedia.com – Kapolres Lembata yang baru AKBP, Dwi Handono Prasanto, S.I.K didampingi istri tiba di Bandara Wunopito Kabupaten Lembata, Kamis (06/01/2022).

Kedatangan orang nomor satu di jajaran Polres Lembata ini dijemput oleh Bupati Lembata, Dr. Thomas Ola, SE,. M.Si bersama ibu Ketua TP PKK Kabupaten Lembata bersama pimpinan Forkopimda, beserta PJU Polres Kabupaten Lembata.

Setelah tiba di Bandara, Kapolres dan istri disambut dengan sapaan adat dan ditandai dengan pengalungan selendang oleh Bupati Lembata. Setelah mengikuti prosesi adat, selanjutnya menuju ke Mapolres Lembata , setibanya di Mapolres Lembata, Kapolres dan istri disambut dengan tradisi pedang pora oleh sejumlah perwira Polres Lembata.

Untuk diketahui, Kapolres Lembata yang baru AKBP, Dwi Handono Prasanto, S.I.K sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit V Ditintelkam Polda Maluku.

Kapolres Lembata yang lama, AKBP, Yoce Marten, S.I.K., M.I.K dalam sambutannya mengungkapkan permohonan maafnya kepada seluruh personil Polres Lembata.

“Saya minta maaf kepada seluruh personil Polres Lembata jika dalam perbuatan saya tidak berkenan dihati saudara-saudari di Kabupaten Lembata ini, mohon sudi kiranya dimaafkan,”ucap AKBP. Yoce Marten.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh personil Polres Lembata yang telah bekerja keras dalam menjalankan tugas menjaga kamtibmas selama bertugas di tempat ini, sehingga beberapa kegiatan besar di Kabupaten Lembata berjalan aman dan kondusif.

“Dengan adanya kerjasama personil Polres dengan Instansi lain di Kabupaten Lembata ini masih berjalan aman terkendali dan kondusif. Oleh sebab itu, harapan kami tetap jaga kekompakan, solid, sinergitas bersama pospol yang ada dengan instansi terkait,” tutup Kapolres lama AKBP, Yoce Marten, S.I.K., M.I.K.

Sementara itu, Kapolres yang baru AKBP, Dwi Handono Prasanto mengucapkan terima kasih karena telah diterima di Kabupaten Lembata ini dengan baik.

AKBP, Dwi Handono Prasanto juga mengatakan, bahwa sesuai perintah dari pimpinan kami untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab diwilayah ini.

“Maka saya mengajak semua lapisan masyarakat, pemerintah daerah, serta TNI-POLRI untuk mari kita sama-sama bergandengan tangan dalam membangun daerah ini,” tutup Kapolres Baru AKBP, Dwi Handono Prasanto.(Van/MI).




Tiba di Lembata, Kapolres Diterima Dengan Prosesi Adat dan Pedang Pora

Lembata, mwartapedia.com – Kapolres Lembata yang baru AKBP, Dwi Handono Prasanto, S.I.K didampingi istri tiba di Bandara Wunopito Kabupaten Lembata, Kamis (06/01/2022).

Kedatangan orang nomor satu di jajaran Polres Lembata ini dijemput oleh Bupati Lembata, Dr. Thomas Ola, SE,. M.Si bersama ibu Ketua TP PKK Kabupaten Lembata bersama pimpinan Forkopimda, beserta PJU Polres Kabupaten Lembata.

Setelah tiba di Bandara, Kapolres dan istri disambut dengan sapaan adat dan ditandai dengan pengalungan selendang oleh Bupati Lembata. Setelah mengikuti prosesi adat, selanjutnya menuju ke Mapolres Lembata , setibanya di Mapolres Lembata, Kapolres dan istri disambut dengan tradisi pedang pora oleh sejumlah perwira Polres Lembata.

Untuk diketahui, Kapolres Lembata yang baru AKBP, Dwi Handono Prasanto, S.I.K sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit V Ditintelkam Polda Maluku.

Kapolres Lembata yang lama, AKBP, Yoce Marten, S.I.K., M.I.K dalam sambutannya mengungkapkan permohonan maafnya kepada seluruh personil Polres Lembata.

“Saya minta maaf kepada seluruh personil Polres Lembata jika dalam perbuatan saya tidak berkenan dihati saudara-saudari di Kabupaten Lembata ini, mohon sudi kiranya dimaafkan,”ucap AKBP. Yoce Marten.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh personil Polres Lembata yang telah bekerja keras dalam menjalankan tugas menjaga kamtibmas selama bertugas di tempat ini, sehingga beberapa kegiatan besar di Kabupaten Lembata berjalan aman dan kondusif.

“Dengan adanya kerjasama personil Polres dengan Instansi lain di Kabupaten Lembata ini masih berjalan aman terkendali dan kondusif. Oleh sebab itu, harapan kami tetap jaga kekompakan, solid, sinergitas bersama pospol yang ada dengan instansi terkait,” tutup Kapolres lama AKBP, Yoce Marten, S.I.K., M.I.K.

Sementara itu, Kapolres yang baru AKBP, Dwi Handono Prasanto mengucapkan terima kasih karena telah diterima di Kabupaten Lembata ini dengan baik.

AKBP, Dwi Handono Prasanto juga mengatakan, bahwa sesuai perintah dari pimpinan kami untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab diwilayah ini.

“Maka saya mengajak semua lapisan masyarakat, pemerintah daerah, serta TNI-POLRI untuk mari kita sama-sama bergandengan tangan dalam membangun daerah ini,” tutup Kapolres Baru AKBP, Dwi Handono Prasanto.(Van/MI).