Sengketa Tanah Di Eyang Santri Tim YLBH Masagi Memberi Bantuan Hukum Kepada Ahli Waris

 

Sukabumi,mwartapedia.com -Makom Eyang santri yang bernama KPH.Joyo Kusuma / mangku negara beralamat di desa girijaya kecamatan Cidahu kabupaten Sukabumi, adalah sosok pejuang Nasioanl dan ulama besar, saat ini telah terjadi sengketa tanah.

Pemasangan plang di Eyang santri oleh pengangacara ibu dolim, Keluarga besar eyang santri dari anak, cucu dan cucit, tidak pernah menjual kepada ibu Dolim.Kamis 12 agustus 2021.

Tim kuasa keluarga besar Eyang santri Ferdy Ferdian S.H.,SH. menyampaikan kepada semua pihak yang terkait bahwa plang ini hanya berupa klaim saja bukan merupakan sebuah eksekusi, jadi kami menganggap silahkan saja bahwa ini sebuah eksekusi dan tidak bisa dilakukan untuk memindahkan warga yang ada dilokasi setempat.

Ferdy Ferdian, SH., MH. menambahkan bahwa pada intinya kami dari pihak para ahli waris tidak pernah menjual walaupun dari pihak manapun, kami tegaskan dan kami pastikan sampai hari ini bahwa kami dari pihak ahli waris Eyang santri (KPH.Joyo Kusuma / mangku negara ) tidak pernah menjual kepada siapapun.

Ferdy Ferdian, SH.,MH. menegaskan kembali bahwa seharusnya apabila ada transaksi jual beli harus melibatkan semua pihak atau keturunan Eyang santri ( KPH.Joyo Kusumo / mangku negara ) tetapi sampai hari ini yang kami katahui bahwa diklaim tanah ini dijual oleh satu pihak saja tanpa melibatkan dari ahli waris yang lain.

Menurut hukum ini adalah sebuah cacat hukum tambah Pak Ferdy Ferdian, SH.,MH.

“Kami akan tetap terus melakukan perlawanan,” pungkasnya.

Tim kuasa Andri Yolan, SH. menegaskan ini bukan eksekusi pengadilan tapi klaim sepihak dari pihaknya sdri ibu zolim, mungkin langkah hukumnya kami akan telusuri berkas dari mereka,mulai dari jual beli akta jual belinya dan terbitnya SHM kami kroscek kembali apakah ada melanggar hukum terhadap terbitnya sertifikat yang dimaksud mungkin kami bisa melakukan gugatan kepngadilan negri atau ke PTUM.

Sementara dari keluarga besar keturunan Eyang santri Aman menambahkan bahwa kluarga besar kami tidak pernah menjual tanah leluhur kami kepada siapapun.

Permasalahan ini kita sudah serahkan kepada tim kuasa kami untuk melakukan gugatan hukum di pengadilan. Tutup Aman.

(Toge)




Sengketa Tanah Di Eyang Santri Tim YLBH Masagi Memberi Bantuan Hukum Kepada Ahli Waris

 

Sukabumi,mwartapedia.com -Makom Eyang santri yang bernama KPH.Joyo Kusuma / mangku negara beralamat di desa girijaya kecamatan Cidahu kabupaten Sukabumi, adalah sosok pejuang Nasioanl dan ulama besar, saat ini telah terjadi sengketa tanah.

Pemasangan plang di Eyang santri oleh pengangacara ibu dolim, Keluarga besar eyang santri dari anak, cucu dan cucit, tidak pernah menjual kepada ibu Dolim.Kamis 12 agustus 2021.

Tim kuasa keluarga besar Eyang santri Ferdy Ferdian S.H.,SH. menyampaikan kepada semua pihak yang terkait bahwa plang ini hanya berupa klaim saja bukan merupakan sebuah eksekusi, jadi kami menganggap silahkan saja bahwa ini sebuah eksekusi dan tidak bisa dilakukan untuk memindahkan warga yang ada dilokasi setempat.

Ferdy Ferdian, SH., MH. menambahkan bahwa pada intinya kami dari pihak para ahli waris tidak pernah menjual walaupun dari pihak manapun, kami tegaskan dan kami pastikan sampai hari ini bahwa kami dari pihak ahli waris Eyang santri (KPH.Joyo Kusuma / mangku negara ) tidak pernah menjual kepada siapapun.

Ferdy Ferdian, SH.,MH. menegaskan kembali bahwa seharusnya apabila ada transaksi jual beli harus melibatkan semua pihak atau keturunan Eyang santri ( KPH.Joyo Kusumo / mangku negara ) tetapi sampai hari ini yang kami katahui bahwa diklaim tanah ini dijual oleh satu pihak saja tanpa melibatkan dari ahli waris yang lain.

Menurut hukum ini adalah sebuah cacat hukum tambah Pak Ferdy Ferdian, SH.,MH.

“Kami akan tetap terus melakukan perlawanan,” pungkasnya.

Tim kuasa Andri Yolan, SH. menegaskan ini bukan eksekusi pengadilan tapi klaim sepihak dari pihaknya sdri ibu zolim, mungkin langkah hukumnya kami akan telusuri berkas dari mereka,mulai dari jual beli akta jual belinya dan terbitnya SHM kami kroscek kembali apakah ada melanggar hukum terhadap terbitnya sertifikat yang dimaksud mungkin kami bisa melakukan gugatan kepngadilan negri atau ke PTUM.

Sementara dari keluarga besar keturunan Eyang santri Aman menambahkan bahwa kluarga besar kami tidak pernah menjual tanah leluhur kami kepada siapapun.

Permasalahan ini kita sudah serahkan kepada tim kuasa kami untuk melakukan gugatan hukum di pengadilan. Tutup Aman.

(Toge)




Sengketa Tanah Di Eyang Santri Tim YLBH Masagi Memberi Bantuan Hukum Kepada Ahli Waris

 

Sukabumi,mwartapedia.com -Makom Eyang santri yang bernama KPH.Joyo Kusuma / mangku negara beralamat di desa girijaya kecamatan Cidahu kabupaten Sukabumi, adalah sosok pejuang Nasioanl dan ulama besar, saat ini telah terjadi sengketa tanah.

Pemasangan plang di Eyang santri oleh pengangacara ibu dolim, Keluarga besar eyang santri dari anak, cucu dan cucit, tidak pernah menjual kepada ibu Dolim.Kamis 12 agustus 2021.

Tim kuasa keluarga besar Eyang santri Ferdy Ferdian S.H.,SH. menyampaikan kepada semua pihak yang terkait bahwa plang ini hanya berupa klaim saja bukan merupakan sebuah eksekusi, jadi kami menganggap silahkan saja bahwa ini sebuah eksekusi dan tidak bisa dilakukan untuk memindahkan warga yang ada dilokasi setempat.

Ferdy Ferdian, SH., MH. menambahkan bahwa pada intinya kami dari pihak para ahli waris tidak pernah menjual walaupun dari pihak manapun, kami tegaskan dan kami pastikan sampai hari ini bahwa kami dari pihak ahli waris Eyang santri (KPH.Joyo Kusuma / mangku negara ) tidak pernah menjual kepada siapapun.

Ferdy Ferdian, SH.,MH. menegaskan kembali bahwa seharusnya apabila ada transaksi jual beli harus melibatkan semua pihak atau keturunan Eyang santri ( KPH.Joyo Kusumo / mangku negara ) tetapi sampai hari ini yang kami katahui bahwa diklaim tanah ini dijual oleh satu pihak saja tanpa melibatkan dari ahli waris yang lain.

Menurut hukum ini adalah sebuah cacat hukum tambah Pak Ferdy Ferdian, SH.,MH.

“Kami akan tetap terus melakukan perlawanan,” pungkasnya.

Tim kuasa Andri Yolan, SH. menegaskan ini bukan eksekusi pengadilan tapi klaim sepihak dari pihaknya sdri ibu zolim, mungkin langkah hukumnya kami akan telusuri berkas dari mereka,mulai dari jual beli akta jual belinya dan terbitnya SHM kami kroscek kembali apakah ada melanggar hukum terhadap terbitnya sertifikat yang dimaksud mungkin kami bisa melakukan gugatan kepngadilan negri atau ke PTUM.

Sementara dari keluarga besar keturunan Eyang santri Aman menambahkan bahwa kluarga besar kami tidak pernah menjual tanah leluhur kami kepada siapapun.

Permasalahan ini kita sudah serahkan kepada tim kuasa kami untuk melakukan gugatan hukum di pengadilan. Tutup Aman.

(Toge)




Sengketa Tanah Di Eyang Santri Tim YLBH Masagi Memberi Bantuan Hukum Kepada Ahli Waris

 

Sukabumi,mwartapedia.com -Makom Eyang santri yang bernama KPH.Joyo Kusuma / mangku negara beralamat di desa girijaya kecamatan Cidahu kabupaten Sukabumi, adalah sosok pejuang Nasioanl dan ulama besar, saat ini telah terjadi sengketa tanah.

Pemasangan plang di Eyang santri oleh pengangacara ibu dolim, Keluarga besar eyang santri dari anak, cucu dan cucit, tidak pernah menjual kepada ibu Dolim.Kamis 12 agustus 2021.

Tim kuasa keluarga besar Eyang santri Ferdy Ferdian S.H.,SH. menyampaikan kepada semua pihak yang terkait bahwa plang ini hanya berupa klaim saja bukan merupakan sebuah eksekusi, jadi kami menganggap silahkan saja bahwa ini sebuah eksekusi dan tidak bisa dilakukan untuk memindahkan warga yang ada dilokasi setempat.

Ferdy Ferdian, SH., MH. menambahkan bahwa pada intinya kami dari pihak para ahli waris tidak pernah menjual walaupun dari pihak manapun, kami tegaskan dan kami pastikan sampai hari ini bahwa kami dari pihak ahli waris Eyang santri (KPH.Joyo Kusuma / mangku negara ) tidak pernah menjual kepada siapapun.

Ferdy Ferdian, SH.,MH. menegaskan kembali bahwa seharusnya apabila ada transaksi jual beli harus melibatkan semua pihak atau keturunan Eyang santri ( KPH.Joyo Kusumo / mangku negara ) tetapi sampai hari ini yang kami katahui bahwa diklaim tanah ini dijual oleh satu pihak saja tanpa melibatkan dari ahli waris yang lain.

Menurut hukum ini adalah sebuah cacat hukum tambah Pak Ferdy Ferdian, SH.,MH.

“Kami akan tetap terus melakukan perlawanan,” pungkasnya.

Tim kuasa Andri Yolan, SH. menegaskan ini bukan eksekusi pengadilan tapi klaim sepihak dari pihaknya sdri ibu zolim, mungkin langkah hukumnya kami akan telusuri berkas dari mereka,mulai dari jual beli akta jual belinya dan terbitnya SHM kami kroscek kembali apakah ada melanggar hukum terhadap terbitnya sertifikat yang dimaksud mungkin kami bisa melakukan gugatan kepngadilan negri atau ke PTUM.

Sementara dari keluarga besar keturunan Eyang santri Aman menambahkan bahwa kluarga besar kami tidak pernah menjual tanah leluhur kami kepada siapapun.

Permasalahan ini kita sudah serahkan kepada tim kuasa kami untuk melakukan gugatan hukum di pengadilan. Tutup Aman.

(Toge)




Bupati Rote Ndao Resmikan Kampung Merah Putih Satgas Pam Pulau Terluar XXIV di Pos Pulau Ndana

Kupang,mwartapedia.com —  Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia tahun 2021, Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu, S.E, meresmikan Kampung Merah Putih Satgas Pam Pulau Terluar Wilayah Timur Pos Pulau Ndana di Desa Oeseli, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Sabtu (14/08/2021).

Dalam meresmikan Kampung Merah Putih tersebut Bupati Rote Ndao didampingi Komandan Lanal Pulau Rote Letkol Laut (P) M. Noordin Mutaqien,S.E, Dandim 1627/RN Educ permadi Eko P.B., Kepala BNN Kabupaten Rote Ndao Dr.(Cand) Raden Bogie Setia Perwira Nusa, SH.,S.HI.,M.H.,M.Si.,M.AP, Dansatgas Pulau Terluar Wilayah Timur Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.Han, Wakapolres Rote Ndao dan Tokoh Agama serta Tokoh Masyarakat.

Kampung Merah Putih yang dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air tersebut dibentuk atas inisiasi dan gagasan Satgas Pam Pulau Terluar Pos Pulau Ndana dan mendapat dukungan dari Lanal Pulau Rote, BNNK Rote Ndao, beserta segenap instansi di Kabupaten Rote Ndao.

Komandan Satgas Pulau Terluar Wilayah Timur Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.han menyampaikan bahwa Kampung Merah Putih tersebut merupakan cikal bakal Kampung Bahari Nusantara yang kelak akan dibina secara berkelanjutan oleh TNI AL melalui Lanal Pulau Rote.

Sejak tanggal 20 Juli 2021, lanjutnya, kami bersama masyarakat desa Oeseli bahu membahu mempersiapkan dengan mewarnai seluruh bangunan serta pohon dengan nuansa merah putih, selain itu juga menghias dengan menancapkan umbul umbul serta bendera merah putih untuk menambah semangat serta semarak kemerdekaan Republik Indonesia yang kami cintai.

Dalam kesempatan tersebut Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.han selaku Komandan Satgas Pengamanan Pulau Terluar Wilayah Timur Pos Pulau Ndana, mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak, media, penggiat usaha, instansi daerah dan rekan rekan yang mendukung sehingga Kampung Merah Putih ini dapat terwujud, dan tentunya kepada Komandan Lanal Pulau Rote yang akan menjadikan kampung ini sebagai kampung bahari nusantara yang akan mengisi kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan positif di kampung ini, dibawah binaan TNI AL khususnya Lanal Pulau Rote.

Disampaikan juga bahwa dalam acara peresmian kampung merah putih tersebut Satgas Pengamanan Pulau Terluar Pos Pulau Ndana juga membagikan 500 masker dan bendera merah putih kepada masyarakat dan anak anak. Kemudian tes urine, pelatihan kader bela negara oleh Ka BNNK Rote Ndao selaku instruktur kader belanegara, penyuluhan UMKM kepada petenun tradisional merah putih oleh Bank NTT, dan sosialisasi pajak oleh DJP Rote Ndao. Dalam acara kaderisasi bela negara, Satgas Pam Pulau Terluar memberikan pengenalan permainan outbond untuk menambah semangat dan kesemarakan kaderisasi. Ke depan diharapkan masyarakat yang telah menerima pembekalan belanegara, dapat menjadi contoh dalam kehidupan bermasyarakat sehari hari. 

Dalam kegiatan tersebut satgas pengamanan pulau terluar pulau ndana menerima 2 penghargaan sekaligus dari bupati rote ndao, dan pemberian gelar nama adat kepada Dansatgas Pam Puter Pulau Ndana Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.Han mendapat gelar nama adat dari Raja Rote Ndao yaitu “Tou nusa deak” yang artinya ksatria dari pulau terluar.

“Semoga Kampung Merah Putih di ujung selatan NKRI ini dapat menginspirasi dan menjadi contoh semangat kemerdekaan dan perjuangan ditengah Pandemi Covid-19,” pungkas Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.Han.

(Dispen Lantamal VII/ML/IB)




Bupati Rote Ndao Resmikan Kampung Merah Putih Satgas Pam Pulau Terluar XXIV di Pos Pulau Ndana

Kupang,mwartapedia.com —  Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia tahun 2021, Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu, S.E, meresmikan Kampung Merah Putih Satgas Pam Pulau Terluar Wilayah Timur Pos Pulau Ndana di Desa Oeseli, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Sabtu (14/08/2021).

Dalam meresmikan Kampung Merah Putih tersebut Bupati Rote Ndao didampingi Komandan Lanal Pulau Rote Letkol Laut (P) M. Noordin Mutaqien,S.E, Dandim 1627/RN Educ permadi Eko P.B., Kepala BNN Kabupaten Rote Ndao Dr.(Cand) Raden Bogie Setia Perwira Nusa, SH.,S.HI.,M.H.,M.Si.,M.AP, Dansatgas Pulau Terluar Wilayah Timur Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.Han, Wakapolres Rote Ndao dan Tokoh Agama serta Tokoh Masyarakat.

Kampung Merah Putih yang dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air tersebut dibentuk atas inisiasi dan gagasan Satgas Pam Pulau Terluar Pos Pulau Ndana dan mendapat dukungan dari Lanal Pulau Rote, BNNK Rote Ndao, beserta segenap instansi di Kabupaten Rote Ndao.

Komandan Satgas Pulau Terluar Wilayah Timur Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.han menyampaikan bahwa Kampung Merah Putih tersebut merupakan cikal bakal Kampung Bahari Nusantara yang kelak akan dibina secara berkelanjutan oleh TNI AL melalui Lanal Pulau Rote.

Sejak tanggal 20 Juli 2021, lanjutnya, kami bersama masyarakat desa Oeseli bahu membahu mempersiapkan dengan mewarnai seluruh bangunan serta pohon dengan nuansa merah putih, selain itu juga menghias dengan menancapkan umbul umbul serta bendera merah putih untuk menambah semangat serta semarak kemerdekaan Republik Indonesia yang kami cintai.

Dalam kesempatan tersebut Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.han selaku Komandan Satgas Pengamanan Pulau Terluar Wilayah Timur Pos Pulau Ndana, mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak, media, penggiat usaha, instansi daerah dan rekan rekan yang mendukung sehingga Kampung Merah Putih ini dapat terwujud, dan tentunya kepada Komandan Lanal Pulau Rote yang akan menjadikan kampung ini sebagai kampung bahari nusantara yang akan mengisi kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan positif di kampung ini, dibawah binaan TNI AL khususnya Lanal Pulau Rote.

Disampaikan juga bahwa dalam acara peresmian kampung merah putih tersebut Satgas Pengamanan Pulau Terluar Pos Pulau Ndana juga membagikan 500 masker dan bendera merah putih kepada masyarakat dan anak anak. Kemudian tes urine, pelatihan kader bela negara oleh Ka BNNK Rote Ndao selaku instruktur kader belanegara, penyuluhan UMKM kepada petenun tradisional merah putih oleh Bank NTT, dan sosialisasi pajak oleh DJP Rote Ndao. Dalam acara kaderisasi bela negara, Satgas Pam Pulau Terluar memberikan pengenalan permainan outbond untuk menambah semangat dan kesemarakan kaderisasi. Ke depan diharapkan masyarakat yang telah menerima pembekalan belanegara, dapat menjadi contoh dalam kehidupan bermasyarakat sehari hari. 

Dalam kegiatan tersebut satgas pengamanan pulau terluar pulau ndana menerima 2 penghargaan sekaligus dari bupati rote ndao, dan pemberian gelar nama adat kepada Dansatgas Pam Puter Pulau Ndana Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.Han mendapat gelar nama adat dari Raja Rote Ndao yaitu “Tou nusa deak” yang artinya ksatria dari pulau terluar.

“Semoga Kampung Merah Putih di ujung selatan NKRI ini dapat menginspirasi dan menjadi contoh semangat kemerdekaan dan perjuangan ditengah Pandemi Covid-19,” pungkas Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.Han.

(Dispen Lantamal VII/ML/IB)




Bupati Rote Ndao Resmikan Kampung Merah Putih Satgas Pam Pulau Terluar XXIV di Pos Pulau Ndana

Kupang,mwartapedia.com —  Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia tahun 2021, Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu, S.E, meresmikan Kampung Merah Putih Satgas Pam Pulau Terluar Wilayah Timur Pos Pulau Ndana di Desa Oeseli, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Sabtu (14/08/2021).

Dalam meresmikan Kampung Merah Putih tersebut Bupati Rote Ndao didampingi Komandan Lanal Pulau Rote Letkol Laut (P) M. Noordin Mutaqien,S.E, Dandim 1627/RN Educ permadi Eko P.B., Kepala BNN Kabupaten Rote Ndao Dr.(Cand) Raden Bogie Setia Perwira Nusa, SH.,S.HI.,M.H.,M.Si.,M.AP, Dansatgas Pulau Terluar Wilayah Timur Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.Han, Wakapolres Rote Ndao dan Tokoh Agama serta Tokoh Masyarakat.

Kampung Merah Putih yang dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air tersebut dibentuk atas inisiasi dan gagasan Satgas Pam Pulau Terluar Pos Pulau Ndana dan mendapat dukungan dari Lanal Pulau Rote, BNNK Rote Ndao, beserta segenap instansi di Kabupaten Rote Ndao.

Komandan Satgas Pulau Terluar Wilayah Timur Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.han menyampaikan bahwa Kampung Merah Putih tersebut merupakan cikal bakal Kampung Bahari Nusantara yang kelak akan dibina secara berkelanjutan oleh TNI AL melalui Lanal Pulau Rote.

Sejak tanggal 20 Juli 2021, lanjutnya, kami bersama masyarakat desa Oeseli bahu membahu mempersiapkan dengan mewarnai seluruh bangunan serta pohon dengan nuansa merah putih, selain itu juga menghias dengan menancapkan umbul umbul serta bendera merah putih untuk menambah semangat serta semarak kemerdekaan Republik Indonesia yang kami cintai.

Dalam kesempatan tersebut Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.han selaku Komandan Satgas Pengamanan Pulau Terluar Wilayah Timur Pos Pulau Ndana, mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak, media, penggiat usaha, instansi daerah dan rekan rekan yang mendukung sehingga Kampung Merah Putih ini dapat terwujud, dan tentunya kepada Komandan Lanal Pulau Rote yang akan menjadikan kampung ini sebagai kampung bahari nusantara yang akan mengisi kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan positif di kampung ini, dibawah binaan TNI AL khususnya Lanal Pulau Rote.

Disampaikan juga bahwa dalam acara peresmian kampung merah putih tersebut Satgas Pengamanan Pulau Terluar Pos Pulau Ndana juga membagikan 500 masker dan bendera merah putih kepada masyarakat dan anak anak. Kemudian tes urine, pelatihan kader bela negara oleh Ka BNNK Rote Ndao selaku instruktur kader belanegara, penyuluhan UMKM kepada petenun tradisional merah putih oleh Bank NTT, dan sosialisasi pajak oleh DJP Rote Ndao. Dalam acara kaderisasi bela negara, Satgas Pam Pulau Terluar memberikan pengenalan permainan outbond untuk menambah semangat dan kesemarakan kaderisasi. Ke depan diharapkan masyarakat yang telah menerima pembekalan belanegara, dapat menjadi contoh dalam kehidupan bermasyarakat sehari hari. 

Dalam kegiatan tersebut satgas pengamanan pulau terluar pulau ndana menerima 2 penghargaan sekaligus dari bupati rote ndao, dan pemberian gelar nama adat kepada Dansatgas Pam Puter Pulau Ndana Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.Han mendapat gelar nama adat dari Raja Rote Ndao yaitu “Tou nusa deak” yang artinya ksatria dari pulau terluar.

“Semoga Kampung Merah Putih di ujung selatan NKRI ini dapat menginspirasi dan menjadi contoh semangat kemerdekaan dan perjuangan ditengah Pandemi Covid-19,” pungkas Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.Han.

(Dispen Lantamal VII/ML/IB)




Bupati Rote Ndao Resmikan Kampung Merah Putih Satgas Pam Pulau Terluar XXIV di Pos Pulau Ndana

Kupang,mwartapedia.com —  Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia tahun 2021, Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu, S.E, meresmikan Kampung Merah Putih Satgas Pam Pulau Terluar Wilayah Timur Pos Pulau Ndana di Desa Oeseli, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Sabtu (14/08/2021).

Dalam meresmikan Kampung Merah Putih tersebut Bupati Rote Ndao didampingi Komandan Lanal Pulau Rote Letkol Laut (P) M. Noordin Mutaqien,S.E, Dandim 1627/RN Educ permadi Eko P.B., Kepala BNN Kabupaten Rote Ndao Dr.(Cand) Raden Bogie Setia Perwira Nusa, SH.,S.HI.,M.H.,M.Si.,M.AP, Dansatgas Pulau Terluar Wilayah Timur Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.Han, Wakapolres Rote Ndao dan Tokoh Agama serta Tokoh Masyarakat.

Kampung Merah Putih yang dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air tersebut dibentuk atas inisiasi dan gagasan Satgas Pam Pulau Terluar Pos Pulau Ndana dan mendapat dukungan dari Lanal Pulau Rote, BNNK Rote Ndao, beserta segenap instansi di Kabupaten Rote Ndao.

Komandan Satgas Pulau Terluar Wilayah Timur Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.han menyampaikan bahwa Kampung Merah Putih tersebut merupakan cikal bakal Kampung Bahari Nusantara yang kelak akan dibina secara berkelanjutan oleh TNI AL melalui Lanal Pulau Rote.

Sejak tanggal 20 Juli 2021, lanjutnya, kami bersama masyarakat desa Oeseli bahu membahu mempersiapkan dengan mewarnai seluruh bangunan serta pohon dengan nuansa merah putih, selain itu juga menghias dengan menancapkan umbul umbul serta bendera merah putih untuk menambah semangat serta semarak kemerdekaan Republik Indonesia yang kami cintai.

Dalam kesempatan tersebut Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.han selaku Komandan Satgas Pengamanan Pulau Terluar Wilayah Timur Pos Pulau Ndana, mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak, media, penggiat usaha, instansi daerah dan rekan rekan yang mendukung sehingga Kampung Merah Putih ini dapat terwujud, dan tentunya kepada Komandan Lanal Pulau Rote yang akan menjadikan kampung ini sebagai kampung bahari nusantara yang akan mengisi kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan positif di kampung ini, dibawah binaan TNI AL khususnya Lanal Pulau Rote.

Disampaikan juga bahwa dalam acara peresmian kampung merah putih tersebut Satgas Pengamanan Pulau Terluar Pos Pulau Ndana juga membagikan 500 masker dan bendera merah putih kepada masyarakat dan anak anak. Kemudian tes urine, pelatihan kader bela negara oleh Ka BNNK Rote Ndao selaku instruktur kader belanegara, penyuluhan UMKM kepada petenun tradisional merah putih oleh Bank NTT, dan sosialisasi pajak oleh DJP Rote Ndao. Dalam acara kaderisasi bela negara, Satgas Pam Pulau Terluar memberikan pengenalan permainan outbond untuk menambah semangat dan kesemarakan kaderisasi. Ke depan diharapkan masyarakat yang telah menerima pembekalan belanegara, dapat menjadi contoh dalam kehidupan bermasyarakat sehari hari. 

Dalam kegiatan tersebut satgas pengamanan pulau terluar pulau ndana menerima 2 penghargaan sekaligus dari bupati rote ndao, dan pemberian gelar nama adat kepada Dansatgas Pam Puter Pulau Ndana Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.Han mendapat gelar nama adat dari Raja Rote Ndao yaitu “Tou nusa deak” yang artinya ksatria dari pulau terluar.

“Semoga Kampung Merah Putih di ujung selatan NKRI ini dapat menginspirasi dan menjadi contoh semangat kemerdekaan dan perjuangan ditengah Pandemi Covid-19,” pungkas Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.Han.

(Dispen Lantamal VII/ML/IB)




Pasar di Kota Kupang Akan Sediakan Display Info Harga

Kupang,mwartapedia.com — Sejumlah pasar di Kota Kupang akan menyediakan display info harga barang komoditas. PD Pasar Kota Kupang dengan dukungan Bank Indonesia akan menyediakan display atau fasilitas layar monitor yang menampilkan informasi harga di beberapa pasar di Kota Kupang. 

Demikian salah satu poin yang disepakati dalam high level meeting (HLM) dan rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Triwulan III Tingkat Kota Kupang yang berlangsung secara virtual, Kamis  (12/8). 

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore,MM,MH, menyambut baik rencana tersebut. Menanggapi rekomendasi tersebut Wali Kota memerintahkan kepada PD Pasar Kota Kupang dan Dinas perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang untuk secara rutin melakukan pemantauan harga di pasar, sehingga info kenaikan harga diketahui lebih dini dan bisa segera diambil langkah antisipasi. 

Pada kesempatan yang sama Wali Kota berterima kasih kepada semua stakeholder dan mitra yang selama ini telah memberi dukungan yang luar biasa serta terlibat langsung dalam upaya membangun dan menata Kota Kupang khususnya dalam pengendalian inflasi. 

Menindaklanjuti rekomendasi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, kepada semua pihak yang terlibat dalam TPID, Wali Kota mengimbau agar bisa menjadi catatan untuk bersama-sama Pemkot Kupang mengawal upaya pengendalian inflasi di Kota Kupang.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja dalam presentasinya menyampaikan pada Juli 2021, Kota Kupang mengalami inflasi sebesar 0,14% (mtm), lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 0,88% (mtm). Inflasi terutama didorong oleh kenaikan harga ikan kembung akibat hasil tangkapan nelayan yang menurun, serta kenaikan harga daging babi di tengah wabah ASF yang masih berlanjut. Di sisi lain, berbagai jenis komoditas hortikultura seperti tomat dan sawi putih terus melanjutkan penurunan harga pasca Badai Siklon Seroja. 

Secara tahunan, inflasi Kota Kupang pada Juli 2021 tercatat sebesar 1,55% (yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 1,52% (yoy). Dampak Siklon Seroja terhadap inflasi ternyata lebih rendah dibandingkan perkiraan semula. Namun bila dilihat lebih rinci per kelompok, inflasi kelompok makanan, minuman dan tembakau masih tercatat sangat tinggi sebesar 4,76% (yoy), sehingga perlu menjadi perhatian. 

Selain display harga, pada rapat tersebut BI juga mengajukan sejumlah rekomendasi untuk upaya pengendalian inflasi di Kota Kupang. Di antaranya adalah mendorong untuk membentuk kluster komoditas penyumbang inflasi seperti kluster bawang merah, cabai merah, cabai rawit, juga mendorong  pembuatan green house untuk menjamin produksi sayuran agar dapat berproduksi sepanjang tahun. BI juga mendorong akselerasi pembangunan pabrik pakan ternak untuk menekan biaya produksi ternak ayam. 

Menurut Nyoman 70 persen biaya daging dipengaruhi oleh harga pakan ternak yang dipasok dari luar daerah, karena itu untuk menekan harga ternak, NTT khususnya Kota Kupang perlu memiliki pabrik pakan ternak tersendiri. 

BI juga mendorong bantuan kapal ke masyarakat terutama tonase besar untuk meningkatkan produksi dan produktivitas nelayan (1 sampai 10 GT).  BI juga mendorong perlunya kerja sama antara daerah untuk menjamin pasokan kita komoditas yang biasa dipasok dari luar. 

Dalam rapat tersebut sejumlah stakeholder terkait seperti Bulog dan Satgas Pangan Provinsi NTT memastikan ketersediaan stok pangan untuk Kota Kupang masih cukup hingga 2-3 bulan ke depan. Sementara pihak Pelindo III Kupang juga memastikan proses bongkar muat dan distribusi barang di Pelabuhan Tenau Kupang masih berjalan normal.

Rapat yang dipandu oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius R. Lega, SH diikuti oleh General Manager PT. Pelindo III Kupang, Agus Nazar, perwakilan dari Pertamina, Bulog, Angkasa Pura dan BPS Kota Kupang. Turut serta pula sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait, antara lain Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perhubungan dan Direksi PD Pasar Kota Kupang. (PKP_ans/Ml/IB).




Pasar di Kota Kupang Akan Sediakan Display Info Harga

Kupang,mwartapedia.com — Sejumlah pasar di Kota Kupang akan menyediakan display info harga barang komoditas. PD Pasar Kota Kupang dengan dukungan Bank Indonesia akan menyediakan display atau fasilitas layar monitor yang menampilkan informasi harga di beberapa pasar di Kota Kupang. 

Demikian salah satu poin yang disepakati dalam high level meeting (HLM) dan rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Triwulan III Tingkat Kota Kupang yang berlangsung secara virtual, Kamis  (12/8). 

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore,MM,MH, menyambut baik rencana tersebut. Menanggapi rekomendasi tersebut Wali Kota memerintahkan kepada PD Pasar Kota Kupang dan Dinas perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang untuk secara rutin melakukan pemantauan harga di pasar, sehingga info kenaikan harga diketahui lebih dini dan bisa segera diambil langkah antisipasi. 

Pada kesempatan yang sama Wali Kota berterima kasih kepada semua stakeholder dan mitra yang selama ini telah memberi dukungan yang luar biasa serta terlibat langsung dalam upaya membangun dan menata Kota Kupang khususnya dalam pengendalian inflasi. 

Menindaklanjuti rekomendasi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, kepada semua pihak yang terlibat dalam TPID, Wali Kota mengimbau agar bisa menjadi catatan untuk bersama-sama Pemkot Kupang mengawal upaya pengendalian inflasi di Kota Kupang.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja dalam presentasinya menyampaikan pada Juli 2021, Kota Kupang mengalami inflasi sebesar 0,14% (mtm), lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 0,88% (mtm). Inflasi terutama didorong oleh kenaikan harga ikan kembung akibat hasil tangkapan nelayan yang menurun, serta kenaikan harga daging babi di tengah wabah ASF yang masih berlanjut. Di sisi lain, berbagai jenis komoditas hortikultura seperti tomat dan sawi putih terus melanjutkan penurunan harga pasca Badai Siklon Seroja. 

Secara tahunan, inflasi Kota Kupang pada Juli 2021 tercatat sebesar 1,55% (yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 1,52% (yoy). Dampak Siklon Seroja terhadap inflasi ternyata lebih rendah dibandingkan perkiraan semula. Namun bila dilihat lebih rinci per kelompok, inflasi kelompok makanan, minuman dan tembakau masih tercatat sangat tinggi sebesar 4,76% (yoy), sehingga perlu menjadi perhatian. 

Selain display harga, pada rapat tersebut BI juga mengajukan sejumlah rekomendasi untuk upaya pengendalian inflasi di Kota Kupang. Di antaranya adalah mendorong untuk membentuk kluster komoditas penyumbang inflasi seperti kluster bawang merah, cabai merah, cabai rawit, juga mendorong  pembuatan green house untuk menjamin produksi sayuran agar dapat berproduksi sepanjang tahun. BI juga mendorong akselerasi pembangunan pabrik pakan ternak untuk menekan biaya produksi ternak ayam. 

Menurut Nyoman 70 persen biaya daging dipengaruhi oleh harga pakan ternak yang dipasok dari luar daerah, karena itu untuk menekan harga ternak, NTT khususnya Kota Kupang perlu memiliki pabrik pakan ternak tersendiri. 

BI juga mendorong bantuan kapal ke masyarakat terutama tonase besar untuk meningkatkan produksi dan produktivitas nelayan (1 sampai 10 GT).  BI juga mendorong perlunya kerja sama antara daerah untuk menjamin pasokan kita komoditas yang biasa dipasok dari luar. 

Dalam rapat tersebut sejumlah stakeholder terkait seperti Bulog dan Satgas Pangan Provinsi NTT memastikan ketersediaan stok pangan untuk Kota Kupang masih cukup hingga 2-3 bulan ke depan. Sementara pihak Pelindo III Kupang juga memastikan proses bongkar muat dan distribusi barang di Pelabuhan Tenau Kupang masih berjalan normal.

Rapat yang dipandu oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius R. Lega, SH diikuti oleh General Manager PT. Pelindo III Kupang, Agus Nazar, perwakilan dari Pertamina, Bulog, Angkasa Pura dan BPS Kota Kupang. Turut serta pula sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait, antara lain Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perhubungan dan Direksi PD Pasar Kota Kupang. (PKP_ans/Ml/IB).