Kapolres Batang Pimpin Pelantikan dan Sertijab Kabaglog dan Kasatsamapta

Batang, mwartapedia.com — AKP Suhadi dan IPTU Slamet Setyadi mengucapkan sumpah jabatan saat upacara pelantikan dan serah terima jabatan pejabat Polres Batang di Mapolres setempat, Senin (9/8/2021). 

Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Sengka melantik pejabat Polres yaitu Kabag Logistik dan Kasat Samapta.

Kabaglog dijabat oleh AKP Suhadi, sedangkan Kasatsamapta dijabat oleh IPTU  Slamet Setyadi menggantikan pejabat lama AKP Farid Amirullah menjadi Kapolsek Kesesi Polres Pekalongan.

“Alih tugas ini dalam rangka penyegaran dan peningkatan kinerja di lingkungan Polda Jateng khususnya Polres Batang,” jelas Kapolres Batang, AKBP Edwin Louis Sengka.

AKBP Edwin Louis Sengka menyampaikan rasa simpati dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pejabat lama bisa menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik, serta mengucapkan selamat untuk pejabat yang baru.

“Atas nama pribadi dan kesatuan Polres Batang mengucapkan terima kasih buat pejabat yang lama, dan selamat kepada pejabat yang baru,” ucap Kapolres.

Kapolres menambahkan, kepercayaan pimpinan untuk menduduki jabatan jangan di sia siakan namun hendaknya di tindak lanjuti dan di tunjukan dengan kerja keras penuh semangat.

“Saya berharap pada pejabat baru bisa melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik, segera menyesuaikan situasi dan kondisi saat ini,” pungkasnya.(ML/IB).




Kapolres Batang Pimpin Pelantikan dan Sertijab Kabaglog dan Kasatsamapta

Batang, mwartapedia.com — AKP Suhadi dan IPTU Slamet Setyadi mengucapkan sumpah jabatan saat upacara pelantikan dan serah terima jabatan pejabat Polres Batang di Mapolres setempat, Senin (9/8/2021). 

Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Sengka melantik pejabat Polres yaitu Kabag Logistik dan Kasat Samapta.

Kabaglog dijabat oleh AKP Suhadi, sedangkan Kasatsamapta dijabat oleh IPTU  Slamet Setyadi menggantikan pejabat lama AKP Farid Amirullah menjadi Kapolsek Kesesi Polres Pekalongan.

“Alih tugas ini dalam rangka penyegaran dan peningkatan kinerja di lingkungan Polda Jateng khususnya Polres Batang,” jelas Kapolres Batang, AKBP Edwin Louis Sengka.

AKBP Edwin Louis Sengka menyampaikan rasa simpati dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pejabat lama bisa menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik, serta mengucapkan selamat untuk pejabat yang baru.

“Atas nama pribadi dan kesatuan Polres Batang mengucapkan terima kasih buat pejabat yang lama, dan selamat kepada pejabat yang baru,” ucap Kapolres.

Kapolres menambahkan, kepercayaan pimpinan untuk menduduki jabatan jangan di sia siakan namun hendaknya di tindak lanjuti dan di tunjukan dengan kerja keras penuh semangat.

“Saya berharap pada pejabat baru bisa melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik, segera menyesuaikan situasi dan kondisi saat ini,” pungkasnya.(ML/IB).




Kapolres Batang Pimpin Pelantikan dan Sertijab Kabaglog dan Kasatsamapta

Batang, mwartapedia.com — AKP Suhadi dan IPTU Slamet Setyadi mengucapkan sumpah jabatan saat upacara pelantikan dan serah terima jabatan pejabat Polres Batang di Mapolres setempat, Senin (9/8/2021). 

Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Sengka melantik pejabat Polres yaitu Kabag Logistik dan Kasat Samapta.

Kabaglog dijabat oleh AKP Suhadi, sedangkan Kasatsamapta dijabat oleh IPTU  Slamet Setyadi menggantikan pejabat lama AKP Farid Amirullah menjadi Kapolsek Kesesi Polres Pekalongan.

“Alih tugas ini dalam rangka penyegaran dan peningkatan kinerja di lingkungan Polda Jateng khususnya Polres Batang,” jelas Kapolres Batang, AKBP Edwin Louis Sengka.

AKBP Edwin Louis Sengka menyampaikan rasa simpati dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pejabat lama bisa menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik, serta mengucapkan selamat untuk pejabat yang baru.

“Atas nama pribadi dan kesatuan Polres Batang mengucapkan terima kasih buat pejabat yang lama, dan selamat kepada pejabat yang baru,” ucap Kapolres.

Kapolres menambahkan, kepercayaan pimpinan untuk menduduki jabatan jangan di sia siakan namun hendaknya di tindak lanjuti dan di tunjukan dengan kerja keras penuh semangat.

“Saya berharap pada pejabat baru bisa melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik, segera menyesuaikan situasi dan kondisi saat ini,” pungkasnya.(ML/IB).




Kapolres Batang Pimpin Pelantikan dan Sertijab Kabaglog dan Kasatsamapta

Batang, mwartapedia.com — AKP Suhadi dan IPTU Slamet Setyadi mengucapkan sumpah jabatan saat upacara pelantikan dan serah terima jabatan pejabat Polres Batang di Mapolres setempat, Senin (9/8/2021). 

Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Sengka melantik pejabat Polres yaitu Kabag Logistik dan Kasat Samapta.

Kabaglog dijabat oleh AKP Suhadi, sedangkan Kasatsamapta dijabat oleh IPTU  Slamet Setyadi menggantikan pejabat lama AKP Farid Amirullah menjadi Kapolsek Kesesi Polres Pekalongan.

“Alih tugas ini dalam rangka penyegaran dan peningkatan kinerja di lingkungan Polda Jateng khususnya Polres Batang,” jelas Kapolres Batang, AKBP Edwin Louis Sengka.

AKBP Edwin Louis Sengka menyampaikan rasa simpati dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pejabat lama bisa menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik, serta mengucapkan selamat untuk pejabat yang baru.

“Atas nama pribadi dan kesatuan Polres Batang mengucapkan terima kasih buat pejabat yang lama, dan selamat kepada pejabat yang baru,” ucap Kapolres.

Kapolres menambahkan, kepercayaan pimpinan untuk menduduki jabatan jangan di sia siakan namun hendaknya di tindak lanjuti dan di tunjukan dengan kerja keras penuh semangat.

“Saya berharap pada pejabat baru bisa melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik, segera menyesuaikan situasi dan kondisi saat ini,” pungkasnya.(ML/IB).




Dinas PMD Provinsi NTT Lakukan Penandatanganan PKS dengan Yayasan Bambu Lestari

Kupang,mwartapedia.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan kerjasama dengan Yayasan Bambu Lestari  (YBL) tentang Desa Wanatani Bambu di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende dan Sikka.

Penandatanganan Kesepahaman Bersama (MOU) antara Gubernur Nusa Tenggara Timur dengan Arif Amir Rabik selaku Presiden Direktur Yayasan Bambu Lestari dilakukan terpisah dengan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara pihak YBL dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTTselaku Instansi Pelaksana. 

Penandatanganan PKS antara Viktorius Manek, S.Sos, M, Si selaku Kepala Dinas PMD Provinsi NTT dengan Arif Amir Rabik selaku Presiden Direktur YBL dilaksanakan pada hari Jumad, 06/08/2021 bertempat di Aula Dinas PMD Provinsi NTT dan disaksikan secara langsung oleh kedua belah pihak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT, Viktorius Manek, S.Sos, M,Si yang ditemui usai penandatanganan PKS ini mengatakan bahwa Tujuan dari penandatanganan PKS ini untuk menjalin kerjasama strategis dan sinergis untuk pengembangan Desa Wanatani Bambu dalam rangka menuju ekonomi hijau atau green economic melalui pemberdayaan perempuan pelopor yang ada di 7 Kabupaten. Selain itu juga Viktor menambahkan bahwa dengan adanya aktivitas ini sebagai bentuk penguatan kelembagaan, terutama pada BUMDES yang menjadi salah satu misi pelayanan dari Dinas ini, serta upaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya perempuan yang ada di lokasi sasaran pengembangan desa Wanatani Bambu.

Dirinya menambahkan, Kewajiban Dinas PMD adalah ketika kaum perempuan dengan bimbingan dari pihak YBL menyiapkan bibit bambu, maka kami akan membeli dengan harga Rp. 2.500 per bibit, dan bibit yang dihasilkan juga adalah yang kelas primer, dan pembayaran akan dilakukan setelah ada Berita Acara Pemeriksaan yang ditandatangani oleh Ketua Kelompok Perempuan Pelopor Desa Bambu, dan diketahui oleh ketua fasilitator Desa dan Kabupaten,” urai Viktor.

Viktor juga menambahkan bahwa masa pembibitan sampai ke persiapan panen berkisar sekitar 7 tahun, dan itu menurut Viktor masih menjadi tanggung jawab dari Dinas PMD. Sedangkan untuk penanaman anakan akan bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Masih menurut Viktor, dengan adanya aktivitas ini, maka akan memiliki dampak baik bagi kelestarian lingkungan, karena saat ini masih banyak lahan kritis yang ada di Nusa Tenggara Timur.

“Jadi bukan saja dampak ekonomi yang akan dirasakan, tetapi juga kita bisa berkontribusi bagi kelestarian lingkungan, khususnya di Nusa Tenggara Timur,” pungkasnya.

Sementara itu, Arif Amir Rabik selaku Presiden Direktur Yayasan Bambu Lestari mengatakan bahwa dirinya memilih NTT karena banyak jenis bambu berkualitas baik yang dimiliki NTT saat ini, antara lain jenis Betung dan Pering di Pulau Flores, dan juga jenis Salako atau sering disebut Timor Black yang ada di Pulau Timor.

Menurut Arif jenis bambu yang ada di NTT ini sangat baik untuk masa depan NTT.

Senada dengan Kepala Dinas, Arif mengatakan bahwa proses rehabilitasi lahan kritis di NTT masih belum maksimal, sehingga salah satu solusinya ialah dengan menanam bambu, dan budaya ini bisa menjadi model atau contoh bagi Provinsi lain di Indonesia.

(Dinas PMD Prov NTT/ML/IB).




Dinas PMD Provinsi NTT Lakukan Penandatanganan PKS dengan Yayasan Bambu Lestari

Kupang,mwartapedia.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan kerjasama dengan Yayasan Bambu Lestari  (YBL) tentang Desa Wanatani Bambu di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende dan Sikka.

Penandatanganan Kesepahaman Bersama (MOU) antara Gubernur Nusa Tenggara Timur dengan Arif Amir Rabik selaku Presiden Direktur Yayasan Bambu Lestari dilakukan terpisah dengan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara pihak YBL dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTTselaku Instansi Pelaksana. 

Penandatanganan PKS antara Viktorius Manek, S.Sos, M, Si selaku Kepala Dinas PMD Provinsi NTT dengan Arif Amir Rabik selaku Presiden Direktur YBL dilaksanakan pada hari Jumad, 06/08/2021 bertempat di Aula Dinas PMD Provinsi NTT dan disaksikan secara langsung oleh kedua belah pihak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT, Viktorius Manek, S.Sos, M,Si yang ditemui usai penandatanganan PKS ini mengatakan bahwa Tujuan dari penandatanganan PKS ini untuk menjalin kerjasama strategis dan sinergis untuk pengembangan Desa Wanatani Bambu dalam rangka menuju ekonomi hijau atau green economic melalui pemberdayaan perempuan pelopor yang ada di 7 Kabupaten. Selain itu juga Viktor menambahkan bahwa dengan adanya aktivitas ini sebagai bentuk penguatan kelembagaan, terutama pada BUMDES yang menjadi salah satu misi pelayanan dari Dinas ini, serta upaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya perempuan yang ada di lokasi sasaran pengembangan desa Wanatani Bambu.

Dirinya menambahkan, Kewajiban Dinas PMD adalah ketika kaum perempuan dengan bimbingan dari pihak YBL menyiapkan bibit bambu, maka kami akan membeli dengan harga Rp. 2.500 per bibit, dan bibit yang dihasilkan juga adalah yang kelas primer, dan pembayaran akan dilakukan setelah ada Berita Acara Pemeriksaan yang ditandatangani oleh Ketua Kelompok Perempuan Pelopor Desa Bambu, dan diketahui oleh ketua fasilitator Desa dan Kabupaten,” urai Viktor.

Viktor juga menambahkan bahwa masa pembibitan sampai ke persiapan panen berkisar sekitar 7 tahun, dan itu menurut Viktor masih menjadi tanggung jawab dari Dinas PMD. Sedangkan untuk penanaman anakan akan bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Masih menurut Viktor, dengan adanya aktivitas ini, maka akan memiliki dampak baik bagi kelestarian lingkungan, karena saat ini masih banyak lahan kritis yang ada di Nusa Tenggara Timur.

“Jadi bukan saja dampak ekonomi yang akan dirasakan, tetapi juga kita bisa berkontribusi bagi kelestarian lingkungan, khususnya di Nusa Tenggara Timur,” pungkasnya.

Sementara itu, Arif Amir Rabik selaku Presiden Direktur Yayasan Bambu Lestari mengatakan bahwa dirinya memilih NTT karena banyak jenis bambu berkualitas baik yang dimiliki NTT saat ini, antara lain jenis Betung dan Pering di Pulau Flores, dan juga jenis Salako atau sering disebut Timor Black yang ada di Pulau Timor.

Menurut Arif jenis bambu yang ada di NTT ini sangat baik untuk masa depan NTT.

Senada dengan Kepala Dinas, Arif mengatakan bahwa proses rehabilitasi lahan kritis di NTT masih belum maksimal, sehingga salah satu solusinya ialah dengan menanam bambu, dan budaya ini bisa menjadi model atau contoh bagi Provinsi lain di Indonesia.

(Dinas PMD Prov NTT/ML/IB).




Dinas PMD Provinsi NTT Lakukan Penandatanganan PKS dengan Yayasan Bambu Lestari

Kupang,mwartapedia.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan kerjasama dengan Yayasan Bambu Lestari  (YBL) tentang Desa Wanatani Bambu di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende dan Sikka.

Penandatanganan Kesepahaman Bersama (MOU) antara Gubernur Nusa Tenggara Timur dengan Arif Amir Rabik selaku Presiden Direktur Yayasan Bambu Lestari dilakukan terpisah dengan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara pihak YBL dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTTselaku Instansi Pelaksana. 

Penandatanganan PKS antara Viktorius Manek, S.Sos, M, Si selaku Kepala Dinas PMD Provinsi NTT dengan Arif Amir Rabik selaku Presiden Direktur YBL dilaksanakan pada hari Jumad, 06/08/2021 bertempat di Aula Dinas PMD Provinsi NTT dan disaksikan secara langsung oleh kedua belah pihak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT, Viktorius Manek, S.Sos, M,Si yang ditemui usai penandatanganan PKS ini mengatakan bahwa Tujuan dari penandatanganan PKS ini untuk menjalin kerjasama strategis dan sinergis untuk pengembangan Desa Wanatani Bambu dalam rangka menuju ekonomi hijau atau green economic melalui pemberdayaan perempuan pelopor yang ada di 7 Kabupaten. Selain itu juga Viktor menambahkan bahwa dengan adanya aktivitas ini sebagai bentuk penguatan kelembagaan, terutama pada BUMDES yang menjadi salah satu misi pelayanan dari Dinas ini, serta upaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya perempuan yang ada di lokasi sasaran pengembangan desa Wanatani Bambu.

Dirinya menambahkan, Kewajiban Dinas PMD adalah ketika kaum perempuan dengan bimbingan dari pihak YBL menyiapkan bibit bambu, maka kami akan membeli dengan harga Rp. 2.500 per bibit, dan bibit yang dihasilkan juga adalah yang kelas primer, dan pembayaran akan dilakukan setelah ada Berita Acara Pemeriksaan yang ditandatangani oleh Ketua Kelompok Perempuan Pelopor Desa Bambu, dan diketahui oleh ketua fasilitator Desa dan Kabupaten,” urai Viktor.

Viktor juga menambahkan bahwa masa pembibitan sampai ke persiapan panen berkisar sekitar 7 tahun, dan itu menurut Viktor masih menjadi tanggung jawab dari Dinas PMD. Sedangkan untuk penanaman anakan akan bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Masih menurut Viktor, dengan adanya aktivitas ini, maka akan memiliki dampak baik bagi kelestarian lingkungan, karena saat ini masih banyak lahan kritis yang ada di Nusa Tenggara Timur.

“Jadi bukan saja dampak ekonomi yang akan dirasakan, tetapi juga kita bisa berkontribusi bagi kelestarian lingkungan, khususnya di Nusa Tenggara Timur,” pungkasnya.

Sementara itu, Arif Amir Rabik selaku Presiden Direktur Yayasan Bambu Lestari mengatakan bahwa dirinya memilih NTT karena banyak jenis bambu berkualitas baik yang dimiliki NTT saat ini, antara lain jenis Betung dan Pering di Pulau Flores, dan juga jenis Salako atau sering disebut Timor Black yang ada di Pulau Timor.

Menurut Arif jenis bambu yang ada di NTT ini sangat baik untuk masa depan NTT.

Senada dengan Kepala Dinas, Arif mengatakan bahwa proses rehabilitasi lahan kritis di NTT masih belum maksimal, sehingga salah satu solusinya ialah dengan menanam bambu, dan budaya ini bisa menjadi model atau contoh bagi Provinsi lain di Indonesia.

(Dinas PMD Prov NTT/ML/IB).




Dinas PMD Provinsi NTT Lakukan Penandatanganan PKS dengan Yayasan Bambu Lestari

Kupang,mwartapedia.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan kerjasama dengan Yayasan Bambu Lestari  (YBL) tentang Desa Wanatani Bambu di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende dan Sikka.

Penandatanganan Kesepahaman Bersama (MOU) antara Gubernur Nusa Tenggara Timur dengan Arif Amir Rabik selaku Presiden Direktur Yayasan Bambu Lestari dilakukan terpisah dengan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara pihak YBL dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTTselaku Instansi Pelaksana. 

Penandatanganan PKS antara Viktorius Manek, S.Sos, M, Si selaku Kepala Dinas PMD Provinsi NTT dengan Arif Amir Rabik selaku Presiden Direktur YBL dilaksanakan pada hari Jumad, 06/08/2021 bertempat di Aula Dinas PMD Provinsi NTT dan disaksikan secara langsung oleh kedua belah pihak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT, Viktorius Manek, S.Sos, M,Si yang ditemui usai penandatanganan PKS ini mengatakan bahwa Tujuan dari penandatanganan PKS ini untuk menjalin kerjasama strategis dan sinergis untuk pengembangan Desa Wanatani Bambu dalam rangka menuju ekonomi hijau atau green economic melalui pemberdayaan perempuan pelopor yang ada di 7 Kabupaten. Selain itu juga Viktor menambahkan bahwa dengan adanya aktivitas ini sebagai bentuk penguatan kelembagaan, terutama pada BUMDES yang menjadi salah satu misi pelayanan dari Dinas ini, serta upaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya perempuan yang ada di lokasi sasaran pengembangan desa Wanatani Bambu.

Dirinya menambahkan, Kewajiban Dinas PMD adalah ketika kaum perempuan dengan bimbingan dari pihak YBL menyiapkan bibit bambu, maka kami akan membeli dengan harga Rp. 2.500 per bibit, dan bibit yang dihasilkan juga adalah yang kelas primer, dan pembayaran akan dilakukan setelah ada Berita Acara Pemeriksaan yang ditandatangani oleh Ketua Kelompok Perempuan Pelopor Desa Bambu, dan diketahui oleh ketua fasilitator Desa dan Kabupaten,” urai Viktor.

Viktor juga menambahkan bahwa masa pembibitan sampai ke persiapan panen berkisar sekitar 7 tahun, dan itu menurut Viktor masih menjadi tanggung jawab dari Dinas PMD. Sedangkan untuk penanaman anakan akan bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Masih menurut Viktor, dengan adanya aktivitas ini, maka akan memiliki dampak baik bagi kelestarian lingkungan, karena saat ini masih banyak lahan kritis yang ada di Nusa Tenggara Timur.

“Jadi bukan saja dampak ekonomi yang akan dirasakan, tetapi juga kita bisa berkontribusi bagi kelestarian lingkungan, khususnya di Nusa Tenggara Timur,” pungkasnya.

Sementara itu, Arif Amir Rabik selaku Presiden Direktur Yayasan Bambu Lestari mengatakan bahwa dirinya memilih NTT karena banyak jenis bambu berkualitas baik yang dimiliki NTT saat ini, antara lain jenis Betung dan Pering di Pulau Flores, dan juga jenis Salako atau sering disebut Timor Black yang ada di Pulau Timor.

Menurut Arif jenis bambu yang ada di NTT ini sangat baik untuk masa depan NTT.

Senada dengan Kepala Dinas, Arif mengatakan bahwa proses rehabilitasi lahan kritis di NTT masih belum maksimal, sehingga salah satu solusinya ialah dengan menanam bambu, dan budaya ini bisa menjadi model atau contoh bagi Provinsi lain di Indonesia.

(Dinas PMD Prov NTT/ML/IB).




KADIN Bekasi Dukung Program Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19

 

Bekasih,mwartapedia.com — Pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 butuh sinergitas segala sektor bukan hanya pelaku usaha. Pemulihan ekonomi tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, seluruh sektor harus bersinergi bersama-sama, mulai pelaku, pemerintah dan sektor lainnya. Karena itu, Kadin Kabupaten Bekasi mengambil peran untuk menjalin hubungan komunikasi dan kemitraan yang baik antar pihak.  

Hal tersebut disampaikan Humas Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kabupaten Bekasi, Doni Ardon menanggapi pandangan aktivis PMII Kabupaten Bekasi Abdul Muhaimin tentang KADIN Kabupaten Bekasi.

Doni mengatakan, konsentrasi KADIN Kabupaten saat ini masih seputar pemulihan ekonomi pasca Covid-19 dan pemetaan masalah yang selama ini belum terselesaikan di Kabupaten Bekasi.

“Menuju pemulihan itu, situasi pandeminya tentu harus diselesaikan dulu sehingga tidak ada hambatan dalam perjalanannya,” kata Doni. Setelah itu, persiapan-persiapan dilakukan sebagai solusi terhadap penyelesaian masalah. 

“Webinar Dialog Media yang kita gelar seminggu yang lalu merupakan bagian strategi kita mengurai permasalahan kewirausahaan di Kabupaten Bekasi satu persatu,” ungkapnya. 

“Termasuk mengundang kehadiran Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia  (KADIN), Arsjad Rasjid datang ke kawasan industri Jababeka untuk mendorong upaya KADIN Kabupaten Bekasi menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bekasi. 

Kehadiran orang nomor 1 di KADIN Indonesia itu, lanjut Doni bersamaan dengan kunjungan Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo dalam kegiatan vaksinasi gratis yang digelar Polri, Rabu (04/08/2021). 

Persoalan kendala UMKM ditegaskannya merupakan ranah Pemerintah Kabupaten Bekasi selaku pemangku kebijakan. 

“Tetapi KADIN Kabupaten Bekasi sudah membahasnya dengan Pemkab Bekasi melalui Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Iyan Priyatna dan Insya Allah ada program pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dipersiapkan, digelontorkan berupa permodalan, ini harus dimanfaatkan,” ucapnya. (ML/IB).




KADIN Bekasi Dukung Program Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19

 

Bekasih,mwartapedia.com — Pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 butuh sinergitas segala sektor bukan hanya pelaku usaha. Pemulihan ekonomi tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, seluruh sektor harus bersinergi bersama-sama, mulai pelaku, pemerintah dan sektor lainnya. Karena itu, Kadin Kabupaten Bekasi mengambil peran untuk menjalin hubungan komunikasi dan kemitraan yang baik antar pihak.  

Hal tersebut disampaikan Humas Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kabupaten Bekasi, Doni Ardon menanggapi pandangan aktivis PMII Kabupaten Bekasi Abdul Muhaimin tentang KADIN Kabupaten Bekasi.

Doni mengatakan, konsentrasi KADIN Kabupaten saat ini masih seputar pemulihan ekonomi pasca Covid-19 dan pemetaan masalah yang selama ini belum terselesaikan di Kabupaten Bekasi.

“Menuju pemulihan itu, situasi pandeminya tentu harus diselesaikan dulu sehingga tidak ada hambatan dalam perjalanannya,” kata Doni. Setelah itu, persiapan-persiapan dilakukan sebagai solusi terhadap penyelesaian masalah. 

“Webinar Dialog Media yang kita gelar seminggu yang lalu merupakan bagian strategi kita mengurai permasalahan kewirausahaan di Kabupaten Bekasi satu persatu,” ungkapnya. 

“Termasuk mengundang kehadiran Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia  (KADIN), Arsjad Rasjid datang ke kawasan industri Jababeka untuk mendorong upaya KADIN Kabupaten Bekasi menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bekasi. 

Kehadiran orang nomor 1 di KADIN Indonesia itu, lanjut Doni bersamaan dengan kunjungan Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo dalam kegiatan vaksinasi gratis yang digelar Polri, Rabu (04/08/2021). 

Persoalan kendala UMKM ditegaskannya merupakan ranah Pemerintah Kabupaten Bekasi selaku pemangku kebijakan. 

“Tetapi KADIN Kabupaten Bekasi sudah membahasnya dengan Pemkab Bekasi melalui Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Iyan Priyatna dan Insya Allah ada program pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dipersiapkan, digelontorkan berupa permodalan, ini harus dimanfaatkan,” ucapnya. (ML/IB).