Gubernur VBL: Masyarakat NTT Harus Bangga dan Kembangkan Pariwisata Untuk Kesejahteraan

Kupang,mwartapedia.com — Provinsi Nusa Tenggara Timur sangat dikenal memiliki kekayaan alam yang indah dan eksotis serta atraksi budaya yang menarik. Maka sepatutnya masyarakat NTT membanggakan pariwisatanya dan harus dikembangkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Demikian diungkapkan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat diwawancarai Tempo.co dalam Program Teras Negeri secara virtual pada Jumat (30/7).

Dalam wawancara tersebut Gubernur VBL menjelaskan mengenai pengembangan sektor pariwisata melalui pengembangan infrastruktur, akomodasi, promosi melalui media sosial, pengembangan dan pemanfaatan UMKM masyarakat serta pengembangan industri di NTT.

“Provinsi ini sangat indah dan memiliki kekayaan dari sektor pariwisata yang tidak dimiliki di belahan dunia yang lain. Bukan hanya Labuan Bajo namun juga ada destinasi wisata Mulut Seribu di Rote Ndao, Alor dengan wisata taman bawah laut, Kelaba Maja di Sabu Raijua, Fatumnasi di Kabupaten TTS, atraksi budaya Pasola di Sumba, Pantai di Pulau Semau, Koanara di Kabupaten Ende dan masih banyak lagi,” jelas Gubernur.

“Kita juga menggunakan sosial media untuk menjadi sarana promosi kita karena itu pilihan yang tepat dimana dunia saat ini sudah sangat terbuka dalam hal informasi. Agar masyarakat di negara lain bisa mengetahui dan juga menarik banyak wisatawan untuk datang ke sini. Maka dari itu kita akan terus gencar mempromosikan pariwisata di NTT,” jelas Gubernur.

Gubernur juga menjelaskan pentingnya membangun sarana infrastruktur dan akomodasi dalam hal mendukung pembangunan pariwisata.

“Aksesibilitas itu penting karena salah satu kunci untuk bangun pariwisata. Walaupun destinasi wisatanya indah tapi akses jalan buruk maka orang tidak mau berkunjung kesana. NTT beberapa bulan lalu mengalami bencana alam badai seroja dan menimbulkan kerusakan. Tapi saat ini pemerintah pusat sudah tanggap membantu kita dalam perbaikan kerusakan infrastruktur yang ada,” jelas beliau.

Dalam penjelasannya, sektor pariwisata tidak lepas dari suplai chain. “Saat ini kami masih bergantung pada suplai chain yang datang dari luar. Seperti daging dan telur ayam. Maka kami sedang mengembangkan industri dibidang peternakan juga pertanian agar bisa mendukung pariwisata kami sehingga tidak lagi bergantung dari luar. Juga dukungan dari komoditas hasil UMKM. UMKM harus mampu diproteksi oleh pemerintah dengan kebijakan produk harus masuk dalam market pariwisata di daerah kami sendiri,” jelas Gubernur.

“Kami juga berterima kasih kepada Presiden Jokowi dan Kementerian terkait yang memberikan perhatian dan dukungan pada NTT sebagai kawasan food estate di di Kabupaten Sumba tengah dan Kabupaten Belu,” ungkapnya.

Diakhir penjelasannya Gubernur juga meminta kepada masyarakat agar tetap taat pada protokol kesehatan dimasa pandemi Covid 19 serta ikut serta dalam vaksinasi untuk mencegah peningkatan penyebaran virus. (Biro AP/ML_IB).




Gubernur VBL: Masyarakat NTT Harus Bangga dan Kembangkan Pariwisata Untuk Kesejahteraan

Kupang,mwartapedia.com — Provinsi Nusa Tenggara Timur sangat dikenal memiliki kekayaan alam yang indah dan eksotis serta atraksi budaya yang menarik. Maka sepatutnya masyarakat NTT membanggakan pariwisatanya dan harus dikembangkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Demikian diungkapkan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat diwawancarai Tempo.co dalam Program Teras Negeri secara virtual pada Jumat (30/7).

Dalam wawancara tersebut Gubernur VBL menjelaskan mengenai pengembangan sektor pariwisata melalui pengembangan infrastruktur, akomodasi, promosi melalui media sosial, pengembangan dan pemanfaatan UMKM masyarakat serta pengembangan industri di NTT.

“Provinsi ini sangat indah dan memiliki kekayaan dari sektor pariwisata yang tidak dimiliki di belahan dunia yang lain. Bukan hanya Labuan Bajo namun juga ada destinasi wisata Mulut Seribu di Rote Ndao, Alor dengan wisata taman bawah laut, Kelaba Maja di Sabu Raijua, Fatumnasi di Kabupaten TTS, atraksi budaya Pasola di Sumba, Pantai di Pulau Semau, Koanara di Kabupaten Ende dan masih banyak lagi,” jelas Gubernur.

“Kita juga menggunakan sosial media untuk menjadi sarana promosi kita karena itu pilihan yang tepat dimana dunia saat ini sudah sangat terbuka dalam hal informasi. Agar masyarakat di negara lain bisa mengetahui dan juga menarik banyak wisatawan untuk datang ke sini. Maka dari itu kita akan terus gencar mempromosikan pariwisata di NTT,” jelas Gubernur.

Gubernur juga menjelaskan pentingnya membangun sarana infrastruktur dan akomodasi dalam hal mendukung pembangunan pariwisata.

“Aksesibilitas itu penting karena salah satu kunci untuk bangun pariwisata. Walaupun destinasi wisatanya indah tapi akses jalan buruk maka orang tidak mau berkunjung kesana. NTT beberapa bulan lalu mengalami bencana alam badai seroja dan menimbulkan kerusakan. Tapi saat ini pemerintah pusat sudah tanggap membantu kita dalam perbaikan kerusakan infrastruktur yang ada,” jelas beliau.

Dalam penjelasannya, sektor pariwisata tidak lepas dari suplai chain. “Saat ini kami masih bergantung pada suplai chain yang datang dari luar. Seperti daging dan telur ayam. Maka kami sedang mengembangkan industri dibidang peternakan juga pertanian agar bisa mendukung pariwisata kami sehingga tidak lagi bergantung dari luar. Juga dukungan dari komoditas hasil UMKM. UMKM harus mampu diproteksi oleh pemerintah dengan kebijakan produk harus masuk dalam market pariwisata di daerah kami sendiri,” jelas Gubernur.

“Kami juga berterima kasih kepada Presiden Jokowi dan Kementerian terkait yang memberikan perhatian dan dukungan pada NTT sebagai kawasan food estate di di Kabupaten Sumba tengah dan Kabupaten Belu,” ungkapnya.

Diakhir penjelasannya Gubernur juga meminta kepada masyarakat agar tetap taat pada protokol kesehatan dimasa pandemi Covid 19 serta ikut serta dalam vaksinasi untuk mencegah peningkatan penyebaran virus. (Biro AP/ML_IB).




Lembaga AGP : Perbup Nomor 11 Soal Syarat Bakal Calon Kepala Desa Harus Dikawal Ketat

Lebak,mwartapedia.com —  Lembaga Abdi Gema Perak (AGP) dengan tegas mengaku akan mengawal Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 11 tahun 2021 soal persayaratan Calon Kepala Desa di Kabupaten Lebak.

Perbup Nomor 11 tahun 2021 tersebut, perihal persyaratan Calon Kepala desa yang harus menyerahkan fotocopy dokument Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPPD) bagi Kepala Desa maupun mantan Kepala Desa.

Sekertaris DPD LSM Abdi Gema Perak Kabupaten Lebak Anggi Kurniadi menyampaikan dengan tegas, pihaknya akan mengawal kegiatan pilkades serentak di 266 Desa se- Kabupaten Lebak.

Kita akan kawal pemilihan Pilkades bagi seluruh Desa di Kabupaten Lebak. Namun, ada yang menjadi pertanyaan bagi kami, yaitu bagaimana dengan LPPD mantan Kepala Desa yang pernah menjabat 10 atau 15 tahun yang lalu yang kemudian sekarang mencalon kan diri kembali, nah, pertanyaan ini tentu harus di jawab oleh pemerintah melalui DPMD Lebak dengan sejelas- jelasnya. Karena semua harus ada Dasar dan ketentuan aturan yang dibuat oleh pemerintah, “tegas Anggi pada awak media. Kamis, (29/7/2021)

Ia juga mempertanyakan apakah dibenarkan jika pertanggung jawaban atau LPPD itu ditanda tangani oleh BPD periode yang sekarang, bukan oleh BPD yang sebelumnya menjabat.

“Saya rasa ini akan menarik perhatian publik. Namun, tentunya aturan teraebut tidak bisa dan tidak boleh dibuat main- main. Untuk itu, mari kita kawal Perbub ini dengan baik. Mengingat diduga kuat banyak calon dari mantan kepala desa terdahulu yg tidak memiliki LPPD,”katanya.

“Padahal LPPD itu diatur dalam Undang- Undang tentang desa serta 

Permendagri tahun 2015 tentang penyelenggaraan pemerintahan desa.

Sementara sebelum tahun 2015 para Kepala Desa diduga tidak memiliki LPPD.

Apabila hal ini dibiarkan, maka akan menjadi catatan bagi Lembaga Kami untuk melakukan gugatan di kemudian hari,”tegas Anggi. (Red)




Lembaga AGP : Perbup Nomor 11 Soal Syarat Bakal Calon Kepala Desa Harus Dikawal Ketat

Lebak,mwartapedia.com —  Lembaga Abdi Gema Perak (AGP) dengan tegas mengaku akan mengawal Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 11 tahun 2021 soal persayaratan Calon Kepala Desa di Kabupaten Lebak.

Perbup Nomor 11 tahun 2021 tersebut, perihal persyaratan Calon Kepala desa yang harus menyerahkan fotocopy dokument Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPPD) bagi Kepala Desa maupun mantan Kepala Desa.

Sekertaris DPD LSM Abdi Gema Perak Kabupaten Lebak Anggi Kurniadi menyampaikan dengan tegas, pihaknya akan mengawal kegiatan pilkades serentak di 266 Desa se- Kabupaten Lebak.

Kita akan kawal pemilihan Pilkades bagi seluruh Desa di Kabupaten Lebak. Namun, ada yang menjadi pertanyaan bagi kami, yaitu bagaimana dengan LPPD mantan Kepala Desa yang pernah menjabat 10 atau 15 tahun yang lalu yang kemudian sekarang mencalon kan diri kembali, nah, pertanyaan ini tentu harus di jawab oleh pemerintah melalui DPMD Lebak dengan sejelas- jelasnya. Karena semua harus ada Dasar dan ketentuan aturan yang dibuat oleh pemerintah, “tegas Anggi pada awak media. Kamis, (29/7/2021)

Ia juga mempertanyakan apakah dibenarkan jika pertanggung jawaban atau LPPD itu ditanda tangani oleh BPD periode yang sekarang, bukan oleh BPD yang sebelumnya menjabat.

“Saya rasa ini akan menarik perhatian publik. Namun, tentunya aturan teraebut tidak bisa dan tidak boleh dibuat main- main. Untuk itu, mari kita kawal Perbub ini dengan baik. Mengingat diduga kuat banyak calon dari mantan kepala desa terdahulu yg tidak memiliki LPPD,”katanya.

“Padahal LPPD itu diatur dalam Undang- Undang tentang desa serta 

Permendagri tahun 2015 tentang penyelenggaraan pemerintahan desa.

Sementara sebelum tahun 2015 para Kepala Desa diduga tidak memiliki LPPD.

Apabila hal ini dibiarkan, maka akan menjadi catatan bagi Lembaga Kami untuk melakukan gugatan di kemudian hari,”tegas Anggi. (Red)




Lembaga AGP : Perbup Nomor 11 Soal Syarat Bakal Calon Kepala Desa Harus Dikawal Ketat

Lebak,mwartapedia.com —  Lembaga Abdi Gema Perak (AGP) dengan tegas mengaku akan mengawal Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 11 tahun 2021 soal persayaratan Calon Kepala Desa di Kabupaten Lebak.

Perbup Nomor 11 tahun 2021 tersebut, perihal persyaratan Calon Kepala desa yang harus menyerahkan fotocopy dokument Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPPD) bagi Kepala Desa maupun mantan Kepala Desa.

Sekertaris DPD LSM Abdi Gema Perak Kabupaten Lebak Anggi Kurniadi menyampaikan dengan tegas, pihaknya akan mengawal kegiatan pilkades serentak di 266 Desa se- Kabupaten Lebak.

Kita akan kawal pemilihan Pilkades bagi seluruh Desa di Kabupaten Lebak. Namun, ada yang menjadi pertanyaan bagi kami, yaitu bagaimana dengan LPPD mantan Kepala Desa yang pernah menjabat 10 atau 15 tahun yang lalu yang kemudian sekarang mencalon kan diri kembali, nah, pertanyaan ini tentu harus di jawab oleh pemerintah melalui DPMD Lebak dengan sejelas- jelasnya. Karena semua harus ada Dasar dan ketentuan aturan yang dibuat oleh pemerintah, “tegas Anggi pada awak media. Kamis, (29/7/2021)

Ia juga mempertanyakan apakah dibenarkan jika pertanggung jawaban atau LPPD itu ditanda tangani oleh BPD periode yang sekarang, bukan oleh BPD yang sebelumnya menjabat.

“Saya rasa ini akan menarik perhatian publik. Namun, tentunya aturan teraebut tidak bisa dan tidak boleh dibuat main- main. Untuk itu, mari kita kawal Perbub ini dengan baik. Mengingat diduga kuat banyak calon dari mantan kepala desa terdahulu yg tidak memiliki LPPD,”katanya.

“Padahal LPPD itu diatur dalam Undang- Undang tentang desa serta 

Permendagri tahun 2015 tentang penyelenggaraan pemerintahan desa.

Sementara sebelum tahun 2015 para Kepala Desa diduga tidak memiliki LPPD.

Apabila hal ini dibiarkan, maka akan menjadi catatan bagi Lembaga Kami untuk melakukan gugatan di kemudian hari,”tegas Anggi. (Red)




Lembaga AGP : Perbup Nomor 11 Soal Syarat Bakal Calon Kepala Desa Harus Dikawal Ketat

Lebak,mwartapedia.com —  Lembaga Abdi Gema Perak (AGP) dengan tegas mengaku akan mengawal Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 11 tahun 2021 soal persayaratan Calon Kepala Desa di Kabupaten Lebak.

Perbup Nomor 11 tahun 2021 tersebut, perihal persyaratan Calon Kepala desa yang harus menyerahkan fotocopy dokument Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPPD) bagi Kepala Desa maupun mantan Kepala Desa.

Sekertaris DPD LSM Abdi Gema Perak Kabupaten Lebak Anggi Kurniadi menyampaikan dengan tegas, pihaknya akan mengawal kegiatan pilkades serentak di 266 Desa se- Kabupaten Lebak.

Kita akan kawal pemilihan Pilkades bagi seluruh Desa di Kabupaten Lebak. Namun, ada yang menjadi pertanyaan bagi kami, yaitu bagaimana dengan LPPD mantan Kepala Desa yang pernah menjabat 10 atau 15 tahun yang lalu yang kemudian sekarang mencalon kan diri kembali, nah, pertanyaan ini tentu harus di jawab oleh pemerintah melalui DPMD Lebak dengan sejelas- jelasnya. Karena semua harus ada Dasar dan ketentuan aturan yang dibuat oleh pemerintah, “tegas Anggi pada awak media. Kamis, (29/7/2021)

Ia juga mempertanyakan apakah dibenarkan jika pertanggung jawaban atau LPPD itu ditanda tangani oleh BPD periode yang sekarang, bukan oleh BPD yang sebelumnya menjabat.

“Saya rasa ini akan menarik perhatian publik. Namun, tentunya aturan teraebut tidak bisa dan tidak boleh dibuat main- main. Untuk itu, mari kita kawal Perbub ini dengan baik. Mengingat diduga kuat banyak calon dari mantan kepala desa terdahulu yg tidak memiliki LPPD,”katanya.

“Padahal LPPD itu diatur dalam Undang- Undang tentang desa serta 

Permendagri tahun 2015 tentang penyelenggaraan pemerintahan desa.

Sementara sebelum tahun 2015 para Kepala Desa diduga tidak memiliki LPPD.

Apabila hal ini dibiarkan, maka akan menjadi catatan bagi Lembaga Kami untuk melakukan gugatan di kemudian hari,”tegas Anggi. (Red)




Korem 161/Wira Sakti Gelar Sosialisasi Teknik Swab Kepada Babinsa

 

Kupang,mwartapedia.com — Dalam rangka mendukung program Pemerintah terkhusus Pemerintah Kota Kupang dalam rangka memberantas dan mencegah penyebaran Virus Covid-19, Korem 161/WS melalui Rumah Sakit Tentara (RST) Wira Sakti menggelar sosialiasi mengenai pelaksanaan dan pengambilan test Swab Antigen kepada Babinsa Kodim 1604/Kupang yang bertempat di Aula Sudirman Makorem 161/WS, Jum’at (30/07/2021).

Kegiatan sosialisasi ini diawali dengan  pengarahan dari Kasi Ops Kasrem 161/WS Letkol Inf Horas Sitinjak, menyampaikan kepada seluruh peserta latihan bahwa “hari ini sesuai perintah Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Si., untuk kita yang di wilayah masing-masing harus bisa dan mampu melaksanakan Swab oleh sebab itu bagi tim yang ditunjuk harus tetap menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Selain itu, Kasi Ops juga meminta peserta latihan turut membantu upaya mencegah laju penularan virus corona dengan mendukung strategi 3T (testing, tracing, treatment).

“Adapun maksud dari mendukung 3T tersebut adalah ; bersedia melakukan testing atau pengecekan kesehatan melalui rapid test dan tes swab jika diperlukan, membuka diri terhadap proses tracing atau penelusuran kontak kasus positif dan segera menjalani treatment atau perawatan dengan benar apabila merasakan gejala Covid-19,” ujar Kasi Ops.

“Sesuai dengan petunjuk dari Bapak Pangdam IX/Udayana, kita harus bisa melaksanakan test Swab kepada teman atau pasien. Namun tetap dilatihkan karena ada ketentuan yang di buat untuk melaksanakan Swab,” tambahnya.

Acara sosialisasi ini dipandu langsung oleh Letda Ckm dr. Muhammad Afif Shofwan Fa’iq dari Rumah Sakit Tentara (RST)Wira Sakti. Dalam pembukaan sosialisasi ini dr. Afif memberikan pembekalan kepada anggota Babinsa Kodim 1604/Kupang tentang “Perang Semesta” TNI lawan Covid-19. 

Disampaikan oleh dr. Afif bahwa “Varian Covid-19 secara umum ciri-cirinya yaitu ; sakit tenggorokan, Anosmia atau kehilangan kemampuan membau dan indara perasa, Demam, Batuk, Sesak nafas dan Sakit kepala. Untuk itu kita selalu menjaga diri dengan alat pelindung diri dan alat pendeteksi. Beberapa Level yang digunakan seperti ; contoh Level 1 yaitu tenaga kesehatan triage sebelum pemeriksaan semua harus menggunakan alat pelindung sesuai ketentuan. Kemudian menyampaikan juga perbedaan rapid antibody, rapid antigen dan PCR Swab Tes. Rapid Antibody yang di ambil sampel darahnya, Rapid Antigen yang di ambil sampel Lendir hidung dan PCR Swab Tes yang diambil lendir hidung dan tenggorokannya. Untuk mengatasi Virus ini adalah dengan cara pencegahan dan pengobatan,” ujar Afif.

“Lindungi diri dan keluarga dengan Vaksinasi Covid-19 jangan lupa! Tetap patuhi protokol kesehatan 5 M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi Kerumunan dan Membatasi mobilitas),” himbaunya. 

Ditempat yang sama Wadan Denkesyah 09-04-01/Kupang Kapten Ckm Sri Waluyo dalam arahan singkatnya “berharap sosialisasi teknik pelaksanaan Swab Antigen Covid-19 ini dapat memberikan pemahaman pada seluruh anggota khususnya yang di ruangan ini yang ditunjuk dari pimpinan. Semua orang belum tentu bisa mengikuti kegiatan ini, oleh karena itu saya yakin Bapak-Bapak yang ada diruangan ini bisa menerapkan apa yang diterima dari dr. Afif. Jikalau bapak sekalian sudah tahu teknik Swab Antigen saya yakin pasti bisa diterapkan,” tandasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan pengambilan sampel Swab Antigen untuk peserta yang hadir dan juga sebagai bentuk upaya antisipasi menekan penyebaran Covid-19, mengingat jumlah positif yang terinfeksi virus Covid-19 di NTT semakin meningkat dan bertambah luas.

Hasil test Swab Antigen tersebut bertujuan untuk mengetahui siapa saja yang berpotensi menyebarkan Virus Covid-19 dilingkungan Korem, sehingga bisa dilakukan pencegahan sedini mungkin agar tidak semakin tersebar luas. Sampel seluruh peserta yang diambil dinyatakan non reaktif/negatif. Hal tersebut merupakan hasil yang diharapkan oleh semua pihak terutama pihak Korem 161/Wira Sakti sendiri, dimana hasil tersebut telah mencerminkan keberhasilan Korem dalam menjalankan protokol kesehatan yang dicanangkan Pemerintah dalam penanganan Virus Covid-19. 

Hadir pada kegiatan tersebut, Kasi Ops Kasrem 161/WS Letkol Inf Horas Sitinjak dan Wadan Denkesyah 09-04-01/Kupang Kapten Ckm Sri Waluyo. (Penrem/ML/IB).




Korem 161/Wira Sakti Gelar Sosialisasi Teknik Swab Kepada Babinsa

 

Kupang,mwartapedia.com — Dalam rangka mendukung program Pemerintah terkhusus Pemerintah Kota Kupang dalam rangka memberantas dan mencegah penyebaran Virus Covid-19, Korem 161/WS melalui Rumah Sakit Tentara (RST) Wira Sakti menggelar sosialiasi mengenai pelaksanaan dan pengambilan test Swab Antigen kepada Babinsa Kodim 1604/Kupang yang bertempat di Aula Sudirman Makorem 161/WS, Jum’at (30/07/2021).

Kegiatan sosialisasi ini diawali dengan  pengarahan dari Kasi Ops Kasrem 161/WS Letkol Inf Horas Sitinjak, menyampaikan kepada seluruh peserta latihan bahwa “hari ini sesuai perintah Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Si., untuk kita yang di wilayah masing-masing harus bisa dan mampu melaksanakan Swab oleh sebab itu bagi tim yang ditunjuk harus tetap menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Selain itu, Kasi Ops juga meminta peserta latihan turut membantu upaya mencegah laju penularan virus corona dengan mendukung strategi 3T (testing, tracing, treatment).

“Adapun maksud dari mendukung 3T tersebut adalah ; bersedia melakukan testing atau pengecekan kesehatan melalui rapid test dan tes swab jika diperlukan, membuka diri terhadap proses tracing atau penelusuran kontak kasus positif dan segera menjalani treatment atau perawatan dengan benar apabila merasakan gejala Covid-19,” ujar Kasi Ops.

“Sesuai dengan petunjuk dari Bapak Pangdam IX/Udayana, kita harus bisa melaksanakan test Swab kepada teman atau pasien. Namun tetap dilatihkan karena ada ketentuan yang di buat untuk melaksanakan Swab,” tambahnya.

Acara sosialisasi ini dipandu langsung oleh Letda Ckm dr. Muhammad Afif Shofwan Fa’iq dari Rumah Sakit Tentara (RST)Wira Sakti. Dalam pembukaan sosialisasi ini dr. Afif memberikan pembekalan kepada anggota Babinsa Kodim 1604/Kupang tentang “Perang Semesta” TNI lawan Covid-19. 

Disampaikan oleh dr. Afif bahwa “Varian Covid-19 secara umum ciri-cirinya yaitu ; sakit tenggorokan, Anosmia atau kehilangan kemampuan membau dan indara perasa, Demam, Batuk, Sesak nafas dan Sakit kepala. Untuk itu kita selalu menjaga diri dengan alat pelindung diri dan alat pendeteksi. Beberapa Level yang digunakan seperti ; contoh Level 1 yaitu tenaga kesehatan triage sebelum pemeriksaan semua harus menggunakan alat pelindung sesuai ketentuan. Kemudian menyampaikan juga perbedaan rapid antibody, rapid antigen dan PCR Swab Tes. Rapid Antibody yang di ambil sampel darahnya, Rapid Antigen yang di ambil sampel Lendir hidung dan PCR Swab Tes yang diambil lendir hidung dan tenggorokannya. Untuk mengatasi Virus ini adalah dengan cara pencegahan dan pengobatan,” ujar Afif.

“Lindungi diri dan keluarga dengan Vaksinasi Covid-19 jangan lupa! Tetap patuhi protokol kesehatan 5 M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi Kerumunan dan Membatasi mobilitas),” himbaunya. 

Ditempat yang sama Wadan Denkesyah 09-04-01/Kupang Kapten Ckm Sri Waluyo dalam arahan singkatnya “berharap sosialisasi teknik pelaksanaan Swab Antigen Covid-19 ini dapat memberikan pemahaman pada seluruh anggota khususnya yang di ruangan ini yang ditunjuk dari pimpinan. Semua orang belum tentu bisa mengikuti kegiatan ini, oleh karena itu saya yakin Bapak-Bapak yang ada diruangan ini bisa menerapkan apa yang diterima dari dr. Afif. Jikalau bapak sekalian sudah tahu teknik Swab Antigen saya yakin pasti bisa diterapkan,” tandasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan pengambilan sampel Swab Antigen untuk peserta yang hadir dan juga sebagai bentuk upaya antisipasi menekan penyebaran Covid-19, mengingat jumlah positif yang terinfeksi virus Covid-19 di NTT semakin meningkat dan bertambah luas.

Hasil test Swab Antigen tersebut bertujuan untuk mengetahui siapa saja yang berpotensi menyebarkan Virus Covid-19 dilingkungan Korem, sehingga bisa dilakukan pencegahan sedini mungkin agar tidak semakin tersebar luas. Sampel seluruh peserta yang diambil dinyatakan non reaktif/negatif. Hal tersebut merupakan hasil yang diharapkan oleh semua pihak terutama pihak Korem 161/Wira Sakti sendiri, dimana hasil tersebut telah mencerminkan keberhasilan Korem dalam menjalankan protokol kesehatan yang dicanangkan Pemerintah dalam penanganan Virus Covid-19. 

Hadir pada kegiatan tersebut, Kasi Ops Kasrem 161/WS Letkol Inf Horas Sitinjak dan Wadan Denkesyah 09-04-01/Kupang Kapten Ckm Sri Waluyo. (Penrem/ML/IB).




Korem 161/Wira Sakti Gelar Sosialisasi Teknik Swab Kepada Babinsa

 

Kupang,mwartapedia.com — Dalam rangka mendukung program Pemerintah terkhusus Pemerintah Kota Kupang dalam rangka memberantas dan mencegah penyebaran Virus Covid-19, Korem 161/WS melalui Rumah Sakit Tentara (RST) Wira Sakti menggelar sosialiasi mengenai pelaksanaan dan pengambilan test Swab Antigen kepada Babinsa Kodim 1604/Kupang yang bertempat di Aula Sudirman Makorem 161/WS, Jum’at (30/07/2021).

Kegiatan sosialisasi ini diawali dengan  pengarahan dari Kasi Ops Kasrem 161/WS Letkol Inf Horas Sitinjak, menyampaikan kepada seluruh peserta latihan bahwa “hari ini sesuai perintah Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Si., untuk kita yang di wilayah masing-masing harus bisa dan mampu melaksanakan Swab oleh sebab itu bagi tim yang ditunjuk harus tetap menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Selain itu, Kasi Ops juga meminta peserta latihan turut membantu upaya mencegah laju penularan virus corona dengan mendukung strategi 3T (testing, tracing, treatment).

“Adapun maksud dari mendukung 3T tersebut adalah ; bersedia melakukan testing atau pengecekan kesehatan melalui rapid test dan tes swab jika diperlukan, membuka diri terhadap proses tracing atau penelusuran kontak kasus positif dan segera menjalani treatment atau perawatan dengan benar apabila merasakan gejala Covid-19,” ujar Kasi Ops.

“Sesuai dengan petunjuk dari Bapak Pangdam IX/Udayana, kita harus bisa melaksanakan test Swab kepada teman atau pasien. Namun tetap dilatihkan karena ada ketentuan yang di buat untuk melaksanakan Swab,” tambahnya.

Acara sosialisasi ini dipandu langsung oleh Letda Ckm dr. Muhammad Afif Shofwan Fa’iq dari Rumah Sakit Tentara (RST)Wira Sakti. Dalam pembukaan sosialisasi ini dr. Afif memberikan pembekalan kepada anggota Babinsa Kodim 1604/Kupang tentang “Perang Semesta” TNI lawan Covid-19. 

Disampaikan oleh dr. Afif bahwa “Varian Covid-19 secara umum ciri-cirinya yaitu ; sakit tenggorokan, Anosmia atau kehilangan kemampuan membau dan indara perasa, Demam, Batuk, Sesak nafas dan Sakit kepala. Untuk itu kita selalu menjaga diri dengan alat pelindung diri dan alat pendeteksi. Beberapa Level yang digunakan seperti ; contoh Level 1 yaitu tenaga kesehatan triage sebelum pemeriksaan semua harus menggunakan alat pelindung sesuai ketentuan. Kemudian menyampaikan juga perbedaan rapid antibody, rapid antigen dan PCR Swab Tes. Rapid Antibody yang di ambil sampel darahnya, Rapid Antigen yang di ambil sampel Lendir hidung dan PCR Swab Tes yang diambil lendir hidung dan tenggorokannya. Untuk mengatasi Virus ini adalah dengan cara pencegahan dan pengobatan,” ujar Afif.

“Lindungi diri dan keluarga dengan Vaksinasi Covid-19 jangan lupa! Tetap patuhi protokol kesehatan 5 M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi Kerumunan dan Membatasi mobilitas),” himbaunya. 

Ditempat yang sama Wadan Denkesyah 09-04-01/Kupang Kapten Ckm Sri Waluyo dalam arahan singkatnya “berharap sosialisasi teknik pelaksanaan Swab Antigen Covid-19 ini dapat memberikan pemahaman pada seluruh anggota khususnya yang di ruangan ini yang ditunjuk dari pimpinan. Semua orang belum tentu bisa mengikuti kegiatan ini, oleh karena itu saya yakin Bapak-Bapak yang ada diruangan ini bisa menerapkan apa yang diterima dari dr. Afif. Jikalau bapak sekalian sudah tahu teknik Swab Antigen saya yakin pasti bisa diterapkan,” tandasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan pengambilan sampel Swab Antigen untuk peserta yang hadir dan juga sebagai bentuk upaya antisipasi menekan penyebaran Covid-19, mengingat jumlah positif yang terinfeksi virus Covid-19 di NTT semakin meningkat dan bertambah luas.

Hasil test Swab Antigen tersebut bertujuan untuk mengetahui siapa saja yang berpotensi menyebarkan Virus Covid-19 dilingkungan Korem, sehingga bisa dilakukan pencegahan sedini mungkin agar tidak semakin tersebar luas. Sampel seluruh peserta yang diambil dinyatakan non reaktif/negatif. Hal tersebut merupakan hasil yang diharapkan oleh semua pihak terutama pihak Korem 161/Wira Sakti sendiri, dimana hasil tersebut telah mencerminkan keberhasilan Korem dalam menjalankan protokol kesehatan yang dicanangkan Pemerintah dalam penanganan Virus Covid-19. 

Hadir pada kegiatan tersebut, Kasi Ops Kasrem 161/WS Letkol Inf Horas Sitinjak dan Wadan Denkesyah 09-04-01/Kupang Kapten Ckm Sri Waluyo. (Penrem/ML/IB).




Korem 161/Wira Sakti Gelar Sosialisasi Teknik Swab Kepada Babinsa

 

Kupang,mwartapedia.com — Dalam rangka mendukung program Pemerintah terkhusus Pemerintah Kota Kupang dalam rangka memberantas dan mencegah penyebaran Virus Covid-19, Korem 161/WS melalui Rumah Sakit Tentara (RST) Wira Sakti menggelar sosialiasi mengenai pelaksanaan dan pengambilan test Swab Antigen kepada Babinsa Kodim 1604/Kupang yang bertempat di Aula Sudirman Makorem 161/WS, Jum’at (30/07/2021).

Kegiatan sosialisasi ini diawali dengan  pengarahan dari Kasi Ops Kasrem 161/WS Letkol Inf Horas Sitinjak, menyampaikan kepada seluruh peserta latihan bahwa “hari ini sesuai perintah Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Si., untuk kita yang di wilayah masing-masing harus bisa dan mampu melaksanakan Swab oleh sebab itu bagi tim yang ditunjuk harus tetap menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Selain itu, Kasi Ops juga meminta peserta latihan turut membantu upaya mencegah laju penularan virus corona dengan mendukung strategi 3T (testing, tracing, treatment).

“Adapun maksud dari mendukung 3T tersebut adalah ; bersedia melakukan testing atau pengecekan kesehatan melalui rapid test dan tes swab jika diperlukan, membuka diri terhadap proses tracing atau penelusuran kontak kasus positif dan segera menjalani treatment atau perawatan dengan benar apabila merasakan gejala Covid-19,” ujar Kasi Ops.

“Sesuai dengan petunjuk dari Bapak Pangdam IX/Udayana, kita harus bisa melaksanakan test Swab kepada teman atau pasien. Namun tetap dilatihkan karena ada ketentuan yang di buat untuk melaksanakan Swab,” tambahnya.

Acara sosialisasi ini dipandu langsung oleh Letda Ckm dr. Muhammad Afif Shofwan Fa’iq dari Rumah Sakit Tentara (RST)Wira Sakti. Dalam pembukaan sosialisasi ini dr. Afif memberikan pembekalan kepada anggota Babinsa Kodim 1604/Kupang tentang “Perang Semesta” TNI lawan Covid-19. 

Disampaikan oleh dr. Afif bahwa “Varian Covid-19 secara umum ciri-cirinya yaitu ; sakit tenggorokan, Anosmia atau kehilangan kemampuan membau dan indara perasa, Demam, Batuk, Sesak nafas dan Sakit kepala. Untuk itu kita selalu menjaga diri dengan alat pelindung diri dan alat pendeteksi. Beberapa Level yang digunakan seperti ; contoh Level 1 yaitu tenaga kesehatan triage sebelum pemeriksaan semua harus menggunakan alat pelindung sesuai ketentuan. Kemudian menyampaikan juga perbedaan rapid antibody, rapid antigen dan PCR Swab Tes. Rapid Antibody yang di ambil sampel darahnya, Rapid Antigen yang di ambil sampel Lendir hidung dan PCR Swab Tes yang diambil lendir hidung dan tenggorokannya. Untuk mengatasi Virus ini adalah dengan cara pencegahan dan pengobatan,” ujar Afif.

“Lindungi diri dan keluarga dengan Vaksinasi Covid-19 jangan lupa! Tetap patuhi protokol kesehatan 5 M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi Kerumunan dan Membatasi mobilitas),” himbaunya. 

Ditempat yang sama Wadan Denkesyah 09-04-01/Kupang Kapten Ckm Sri Waluyo dalam arahan singkatnya “berharap sosialisasi teknik pelaksanaan Swab Antigen Covid-19 ini dapat memberikan pemahaman pada seluruh anggota khususnya yang di ruangan ini yang ditunjuk dari pimpinan. Semua orang belum tentu bisa mengikuti kegiatan ini, oleh karena itu saya yakin Bapak-Bapak yang ada diruangan ini bisa menerapkan apa yang diterima dari dr. Afif. Jikalau bapak sekalian sudah tahu teknik Swab Antigen saya yakin pasti bisa diterapkan,” tandasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan pengambilan sampel Swab Antigen untuk peserta yang hadir dan juga sebagai bentuk upaya antisipasi menekan penyebaran Covid-19, mengingat jumlah positif yang terinfeksi virus Covid-19 di NTT semakin meningkat dan bertambah luas.

Hasil test Swab Antigen tersebut bertujuan untuk mengetahui siapa saja yang berpotensi menyebarkan Virus Covid-19 dilingkungan Korem, sehingga bisa dilakukan pencegahan sedini mungkin agar tidak semakin tersebar luas. Sampel seluruh peserta yang diambil dinyatakan non reaktif/negatif. Hal tersebut merupakan hasil yang diharapkan oleh semua pihak terutama pihak Korem 161/Wira Sakti sendiri, dimana hasil tersebut telah mencerminkan keberhasilan Korem dalam menjalankan protokol kesehatan yang dicanangkan Pemerintah dalam penanganan Virus Covid-19. 

Hadir pada kegiatan tersebut, Kasi Ops Kasrem 161/WS Letkol Inf Horas Sitinjak dan Wadan Denkesyah 09-04-01/Kupang Kapten Ckm Sri Waluyo. (Penrem/ML/IB).