Gubernur NTT Harapkan DPD PHRI NTT Mampu Dukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Kupang,mwartapedia.com — Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat meminta agar Dewan Pengurus Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (DPD PHRI) NTT untuk turut mendukung dan berpartisipasi aktif bersama Pemprov dalam membantu pertumbuhan ekonomi NTT. 

Hal tersebut disampaikannya pada saat memberikan sambutan dalam Musyawarah Daerah III DPD PHRI Provinsi NTT di Hotel T-More Kupang, Kamis (29/7).

“Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kita, terutama di sektor pariwisata maka PHRI harus punya langkah-langkah hebat dan sinergi bersama Pemerintah Daerah. Karena itu saya dorong terus untuk kerja sama kelembagaan. Cara kerja kita harus bersinergi dan tidak kerja individual,” ungkap Gubernur.

“Kita dorong pola kerja extraordinary dan juga semangat kerja out of the box, semangat kerja kelembagaan, percepatan digital, serta saling terbuka satu sama lain. Saya mau ke hasil komoditi kita harus dipasarkan di hotel-hotel kita dan juga restoran-restoran. PHRI harus bisa terus menggandeng UMKM kita,” tambahnya.

“Kita harus bangga komoditi kita dipakai orang lain yang berkunjung ke sini. Misalnya Kopi asal NTT harus ada di hotel-hotel dan restoran yang bahan makanannya datang dari masyarakat NTT. Karena itu kita semua harus menjadi market untuk produk-produk yang kita miliki,” jelas beliau.

Dalam sambutannya Gubernur juga meminta agar PHRI bisa mengambil peluang dalam mendukung pariwisata NTT. “PHRI harus bisa mendukung Pemerintah Provinsi NTT dalam pengembangan pariwisata. Pemerintah bangun infrasktruktur dan PHRI turut mendukung pada pengembangan akomodasinya. Misalnya bangun restoran di Timau Amfoang karena banyak pengunjung yang datang, juga restoran dibangun di Semau, serta di Mulut Seribu Rote Ndao dan lain-lain. Alam kita ini eksotiknya tinggi, maka manfaatkan dengan baik hal ini karena banyak pengunjungnya,” paparnya.

Ia juga meminta dukungan dari kerja sama bersama UMKM “Juga dukung pada UMKM kita. Sebagai suplai chain kita. Harus datang dari peternakan, pertanian, dan industri dari daerah kita. Harus mulai bertumbuh ke sana sehingga kita tidak tergantung dari luar,” tegasnya.

Gubernur juga meminta agar pengembangan hotel di kawasan yang eksotis dengan dibangunnya hotel dengan level hotel bintang 4 , 5 dan seterusnya karena banyak pengunjung yang datang ke tempat wisata di daerah tersebut.

Sementara itu, Ketua BPD PHRI NTT, Juvenile Jodjana, mengatakan kurang lebih saat ini ada 455 hotel dan restoran yang tersebar di seluruh NTT dan akan komitmen bersama untuk mendorong ekonomi NTT.

“Kami juga komit untuk segera mensinergikan  program bersama pemprov NTT khususnya bidang pariwisata sebagai prime mover Provinsi NTT. Kami juga pastikan PHRI untuk menggunakan produk-produk UMKM di NTT seperti kelor, gula, kopi, cabe, coklat, dan lainnya,” jelas Jovenile. (Biro AP/ML/IB).




Gubernur NTT Harapkan DPD PHRI NTT Mampu Dukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Kupang,mwartapedia.com — Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat meminta agar Dewan Pengurus Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (DPD PHRI) NTT untuk turut mendukung dan berpartisipasi aktif bersama Pemprov dalam membantu pertumbuhan ekonomi NTT. 

Hal tersebut disampaikannya pada saat memberikan sambutan dalam Musyawarah Daerah III DPD PHRI Provinsi NTT di Hotel T-More Kupang, Kamis (29/7).

“Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kita, terutama di sektor pariwisata maka PHRI harus punya langkah-langkah hebat dan sinergi bersama Pemerintah Daerah. Karena itu saya dorong terus untuk kerja sama kelembagaan. Cara kerja kita harus bersinergi dan tidak kerja individual,” ungkap Gubernur.

“Kita dorong pola kerja extraordinary dan juga semangat kerja out of the box, semangat kerja kelembagaan, percepatan digital, serta saling terbuka satu sama lain. Saya mau ke hasil komoditi kita harus dipasarkan di hotel-hotel kita dan juga restoran-restoran. PHRI harus bisa terus menggandeng UMKM kita,” tambahnya.

“Kita harus bangga komoditi kita dipakai orang lain yang berkunjung ke sini. Misalnya Kopi asal NTT harus ada di hotel-hotel dan restoran yang bahan makanannya datang dari masyarakat NTT. Karena itu kita semua harus menjadi market untuk produk-produk yang kita miliki,” jelas beliau.

Dalam sambutannya Gubernur juga meminta agar PHRI bisa mengambil peluang dalam mendukung pariwisata NTT. “PHRI harus bisa mendukung Pemerintah Provinsi NTT dalam pengembangan pariwisata. Pemerintah bangun infrasktruktur dan PHRI turut mendukung pada pengembangan akomodasinya. Misalnya bangun restoran di Timau Amfoang karena banyak pengunjung yang datang, juga restoran dibangun di Semau, serta di Mulut Seribu Rote Ndao dan lain-lain. Alam kita ini eksotiknya tinggi, maka manfaatkan dengan baik hal ini karena banyak pengunjungnya,” paparnya.

Ia juga meminta dukungan dari kerja sama bersama UMKM “Juga dukung pada UMKM kita. Sebagai suplai chain kita. Harus datang dari peternakan, pertanian, dan industri dari daerah kita. Harus mulai bertumbuh ke sana sehingga kita tidak tergantung dari luar,” tegasnya.

Gubernur juga meminta agar pengembangan hotel di kawasan yang eksotis dengan dibangunnya hotel dengan level hotel bintang 4 , 5 dan seterusnya karena banyak pengunjung yang datang ke tempat wisata di daerah tersebut.

Sementara itu, Ketua BPD PHRI NTT, Juvenile Jodjana, mengatakan kurang lebih saat ini ada 455 hotel dan restoran yang tersebar di seluruh NTT dan akan komitmen bersama untuk mendorong ekonomi NTT.

“Kami juga komit untuk segera mensinergikan  program bersama pemprov NTT khususnya bidang pariwisata sebagai prime mover Provinsi NTT. Kami juga pastikan PHRI untuk menggunakan produk-produk UMKM di NTT seperti kelor, gula, kopi, cabe, coklat, dan lainnya,” jelas Jovenile. (Biro AP/ML/IB).




Gubernur NTT Harapkan DPD PHRI NTT Mampu Dukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Kupang,mwartapedia.com — Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat meminta agar Dewan Pengurus Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (DPD PHRI) NTT untuk turut mendukung dan berpartisipasi aktif bersama Pemprov dalam membantu pertumbuhan ekonomi NTT. 

Hal tersebut disampaikannya pada saat memberikan sambutan dalam Musyawarah Daerah III DPD PHRI Provinsi NTT di Hotel T-More Kupang, Kamis (29/7).

“Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kita, terutama di sektor pariwisata maka PHRI harus punya langkah-langkah hebat dan sinergi bersama Pemerintah Daerah. Karena itu saya dorong terus untuk kerja sama kelembagaan. Cara kerja kita harus bersinergi dan tidak kerja individual,” ungkap Gubernur.

“Kita dorong pola kerja extraordinary dan juga semangat kerja out of the box, semangat kerja kelembagaan, percepatan digital, serta saling terbuka satu sama lain. Saya mau ke hasil komoditi kita harus dipasarkan di hotel-hotel kita dan juga restoran-restoran. PHRI harus bisa terus menggandeng UMKM kita,” tambahnya.

“Kita harus bangga komoditi kita dipakai orang lain yang berkunjung ke sini. Misalnya Kopi asal NTT harus ada di hotel-hotel dan restoran yang bahan makanannya datang dari masyarakat NTT. Karena itu kita semua harus menjadi market untuk produk-produk yang kita miliki,” jelas beliau.

Dalam sambutannya Gubernur juga meminta agar PHRI bisa mengambil peluang dalam mendukung pariwisata NTT. “PHRI harus bisa mendukung Pemerintah Provinsi NTT dalam pengembangan pariwisata. Pemerintah bangun infrasktruktur dan PHRI turut mendukung pada pengembangan akomodasinya. Misalnya bangun restoran di Timau Amfoang karena banyak pengunjung yang datang, juga restoran dibangun di Semau, serta di Mulut Seribu Rote Ndao dan lain-lain. Alam kita ini eksotiknya tinggi, maka manfaatkan dengan baik hal ini karena banyak pengunjungnya,” paparnya.

Ia juga meminta dukungan dari kerja sama bersama UMKM “Juga dukung pada UMKM kita. Sebagai suplai chain kita. Harus datang dari peternakan, pertanian, dan industri dari daerah kita. Harus mulai bertumbuh ke sana sehingga kita tidak tergantung dari luar,” tegasnya.

Gubernur juga meminta agar pengembangan hotel di kawasan yang eksotis dengan dibangunnya hotel dengan level hotel bintang 4 , 5 dan seterusnya karena banyak pengunjung yang datang ke tempat wisata di daerah tersebut.

Sementara itu, Ketua BPD PHRI NTT, Juvenile Jodjana, mengatakan kurang lebih saat ini ada 455 hotel dan restoran yang tersebar di seluruh NTT dan akan komitmen bersama untuk mendorong ekonomi NTT.

“Kami juga komit untuk segera mensinergikan  program bersama pemprov NTT khususnya bidang pariwisata sebagai prime mover Provinsi NTT. Kami juga pastikan PHRI untuk menggunakan produk-produk UMKM di NTT seperti kelor, gula, kopi, cabe, coklat, dan lainnya,” jelas Jovenile. (Biro AP/ML/IB).




Gubernur NTT Harapkan DPD PHRI NTT Mampu Dukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Kupang,mwartapedia.com — Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat meminta agar Dewan Pengurus Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (DPD PHRI) NTT untuk turut mendukung dan berpartisipasi aktif bersama Pemprov dalam membantu pertumbuhan ekonomi NTT. 

Hal tersebut disampaikannya pada saat memberikan sambutan dalam Musyawarah Daerah III DPD PHRI Provinsi NTT di Hotel T-More Kupang, Kamis (29/7).

“Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kita, terutama di sektor pariwisata maka PHRI harus punya langkah-langkah hebat dan sinergi bersama Pemerintah Daerah. Karena itu saya dorong terus untuk kerja sama kelembagaan. Cara kerja kita harus bersinergi dan tidak kerja individual,” ungkap Gubernur.

“Kita dorong pola kerja extraordinary dan juga semangat kerja out of the box, semangat kerja kelembagaan, percepatan digital, serta saling terbuka satu sama lain. Saya mau ke hasil komoditi kita harus dipasarkan di hotel-hotel kita dan juga restoran-restoran. PHRI harus bisa terus menggandeng UMKM kita,” tambahnya.

“Kita harus bangga komoditi kita dipakai orang lain yang berkunjung ke sini. Misalnya Kopi asal NTT harus ada di hotel-hotel dan restoran yang bahan makanannya datang dari masyarakat NTT. Karena itu kita semua harus menjadi market untuk produk-produk yang kita miliki,” jelas beliau.

Dalam sambutannya Gubernur juga meminta agar PHRI bisa mengambil peluang dalam mendukung pariwisata NTT. “PHRI harus bisa mendukung Pemerintah Provinsi NTT dalam pengembangan pariwisata. Pemerintah bangun infrasktruktur dan PHRI turut mendukung pada pengembangan akomodasinya. Misalnya bangun restoran di Timau Amfoang karena banyak pengunjung yang datang, juga restoran dibangun di Semau, serta di Mulut Seribu Rote Ndao dan lain-lain. Alam kita ini eksotiknya tinggi, maka manfaatkan dengan baik hal ini karena banyak pengunjungnya,” paparnya.

Ia juga meminta dukungan dari kerja sama bersama UMKM “Juga dukung pada UMKM kita. Sebagai suplai chain kita. Harus datang dari peternakan, pertanian, dan industri dari daerah kita. Harus mulai bertumbuh ke sana sehingga kita tidak tergantung dari luar,” tegasnya.

Gubernur juga meminta agar pengembangan hotel di kawasan yang eksotis dengan dibangunnya hotel dengan level hotel bintang 4 , 5 dan seterusnya karena banyak pengunjung yang datang ke tempat wisata di daerah tersebut.

Sementara itu, Ketua BPD PHRI NTT, Juvenile Jodjana, mengatakan kurang lebih saat ini ada 455 hotel dan restoran yang tersebar di seluruh NTT dan akan komitmen bersama untuk mendorong ekonomi NTT.

“Kami juga komit untuk segera mensinergikan  program bersama pemprov NTT khususnya bidang pariwisata sebagai prime mover Provinsi NTT. Kami juga pastikan PHRI untuk menggunakan produk-produk UMKM di NTT seperti kelor, gula, kopi, cabe, coklat, dan lainnya,” jelas Jovenile. (Biro AP/ML/IB).




Jurnalis Pewarna Banten Berterimakasih Atas Pemberian Beras Dari Kapolresta Kota Tangerang

 

Tangerang,mwartapedia.com — Sesuai dengan komitmen pemerintah untuk membantu kalangan keluarga yang terdampak pandemi dalam masa PPKM Darurat Covid-19.

Maka melalui Kapolresta Tangerang membagikan sembako (beras) kepada jurnalis dari jaringan Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia – Provinsi Banten.

Menurut Kapolresta Tangerang Kombes Pol.Wahyu Sri Bintoro, SIK, S.H, MSi, giat ini sebagai kepedulian bagi para jurnalis yang selama ini bersama-sama dengan Polresta Tangerang.

‘ Kegiatan ini untuk membantu para wartawan yang terdampak PPKM Darurat Covid-19 dan sebagai perhatian kami kepada teman-teman jurnalis dari jaringan Pewarna yang selama ini membantu tugas kepolisian di wilayah hukum Polresta Tangerang, ujar Kombes Pol. Wahyu Sri Bintoro – Kapolresta Tangerang.

Sementara Ketua Pewarna Provinsi Banten, Philip S Buulolo  mengapresiasi dan berterima kasih langkah positif yang di lakukan oleh Kapolresta Tangerang.

Ini karya nyata yang bisa di contoh dan perlu di lanjutkan oleh setiap institusi lainya.

Kapolesta Tangerang –  Tigaraksa telah berkarya dengan baik, membagikan sembako dan obat -obatan, juga menyelenggarakan vaksinasi yang terus menerus dan tidak berhenti setiap hari,”ujar Philip 

Kapolresta Tangerang Kombes Pol.Wahyu Sri Bintoro berharap semoga dapat membantu para wartawan dari Pewarna.

“Semoga packet sembako ini bisa membantu kawan-kawan jurnalis Pewarna ya, nanti jika ada bantuan dalam bentuk lain kami menginformasikan melalui sekretariat Pewarna Banten ya,”ucapnya.

Marlon salah satu dari jurnalis Pewarna Banten, mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polresta Tangerang.

“Terima kasih kepada pak Kapolres dan jajaran, kami jurnalis Pewarna telah di bantu dan diperhatikan, jadi tidak sia-sia semua dukungan dan karya kami di setiap ada giat Polres, bantuan dan kerjasama yang lain kami tunggu,”ujar Marlon. (ML/IB).




Jurnalis Pewarna Banten Berterimakasih Atas Pemberian Beras Dari Kapolresta Kota Tangerang

 

Tangerang,mwartapedia.com — Sesuai dengan komitmen pemerintah untuk membantu kalangan keluarga yang terdampak pandemi dalam masa PPKM Darurat Covid-19.

Maka melalui Kapolresta Tangerang membagikan sembako (beras) kepada jurnalis dari jaringan Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia – Provinsi Banten.

Menurut Kapolresta Tangerang Kombes Pol.Wahyu Sri Bintoro, SIK, S.H, MSi, giat ini sebagai kepedulian bagi para jurnalis yang selama ini bersama-sama dengan Polresta Tangerang.

‘ Kegiatan ini untuk membantu para wartawan yang terdampak PPKM Darurat Covid-19 dan sebagai perhatian kami kepada teman-teman jurnalis dari jaringan Pewarna yang selama ini membantu tugas kepolisian di wilayah hukum Polresta Tangerang, ujar Kombes Pol. Wahyu Sri Bintoro – Kapolresta Tangerang.

Sementara Ketua Pewarna Provinsi Banten, Philip S Buulolo  mengapresiasi dan berterima kasih langkah positif yang di lakukan oleh Kapolresta Tangerang.

Ini karya nyata yang bisa di contoh dan perlu di lanjutkan oleh setiap institusi lainya.

Kapolesta Tangerang –  Tigaraksa telah berkarya dengan baik, membagikan sembako dan obat -obatan, juga menyelenggarakan vaksinasi yang terus menerus dan tidak berhenti setiap hari,”ujar Philip 

Kapolresta Tangerang Kombes Pol.Wahyu Sri Bintoro berharap semoga dapat membantu para wartawan dari Pewarna.

“Semoga packet sembako ini bisa membantu kawan-kawan jurnalis Pewarna ya, nanti jika ada bantuan dalam bentuk lain kami menginformasikan melalui sekretariat Pewarna Banten ya,”ucapnya.

Marlon salah satu dari jurnalis Pewarna Banten, mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polresta Tangerang.

“Terima kasih kepada pak Kapolres dan jajaran, kami jurnalis Pewarna telah di bantu dan diperhatikan, jadi tidak sia-sia semua dukungan dan karya kami di setiap ada giat Polres, bantuan dan kerjasama yang lain kami tunggu,”ujar Marlon. (ML/IB).




Jurnalis Pewarna Banten Berterimakasih Atas Pemberian Beras Dari Kapolresta Kota Tangerang

 

Tangerang,mwartapedia.com — Sesuai dengan komitmen pemerintah untuk membantu kalangan keluarga yang terdampak pandemi dalam masa PPKM Darurat Covid-19.

Maka melalui Kapolresta Tangerang membagikan sembako (beras) kepada jurnalis dari jaringan Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia – Provinsi Banten.

Menurut Kapolresta Tangerang Kombes Pol.Wahyu Sri Bintoro, SIK, S.H, MSi, giat ini sebagai kepedulian bagi para jurnalis yang selama ini bersama-sama dengan Polresta Tangerang.

‘ Kegiatan ini untuk membantu para wartawan yang terdampak PPKM Darurat Covid-19 dan sebagai perhatian kami kepada teman-teman jurnalis dari jaringan Pewarna yang selama ini membantu tugas kepolisian di wilayah hukum Polresta Tangerang, ujar Kombes Pol. Wahyu Sri Bintoro – Kapolresta Tangerang.

Sementara Ketua Pewarna Provinsi Banten, Philip S Buulolo  mengapresiasi dan berterima kasih langkah positif yang di lakukan oleh Kapolresta Tangerang.

Ini karya nyata yang bisa di contoh dan perlu di lanjutkan oleh setiap institusi lainya.

Kapolesta Tangerang –  Tigaraksa telah berkarya dengan baik, membagikan sembako dan obat -obatan, juga menyelenggarakan vaksinasi yang terus menerus dan tidak berhenti setiap hari,”ujar Philip 

Kapolresta Tangerang Kombes Pol.Wahyu Sri Bintoro berharap semoga dapat membantu para wartawan dari Pewarna.

“Semoga packet sembako ini bisa membantu kawan-kawan jurnalis Pewarna ya, nanti jika ada bantuan dalam bentuk lain kami menginformasikan melalui sekretariat Pewarna Banten ya,”ucapnya.

Marlon salah satu dari jurnalis Pewarna Banten, mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polresta Tangerang.

“Terima kasih kepada pak Kapolres dan jajaran, kami jurnalis Pewarna telah di bantu dan diperhatikan, jadi tidak sia-sia semua dukungan dan karya kami di setiap ada giat Polres, bantuan dan kerjasama yang lain kami tunggu,”ujar Marlon. (ML/IB).




Jurnalis Pewarna Banten Berterimakasih Atas Pemberian Beras Dari Kapolresta Kota Tangerang

 

Tangerang,mwartapedia.com — Sesuai dengan komitmen pemerintah untuk membantu kalangan keluarga yang terdampak pandemi dalam masa PPKM Darurat Covid-19.

Maka melalui Kapolresta Tangerang membagikan sembako (beras) kepada jurnalis dari jaringan Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia – Provinsi Banten.

Menurut Kapolresta Tangerang Kombes Pol.Wahyu Sri Bintoro, SIK, S.H, MSi, giat ini sebagai kepedulian bagi para jurnalis yang selama ini bersama-sama dengan Polresta Tangerang.

‘ Kegiatan ini untuk membantu para wartawan yang terdampak PPKM Darurat Covid-19 dan sebagai perhatian kami kepada teman-teman jurnalis dari jaringan Pewarna yang selama ini membantu tugas kepolisian di wilayah hukum Polresta Tangerang, ujar Kombes Pol. Wahyu Sri Bintoro – Kapolresta Tangerang.

Sementara Ketua Pewarna Provinsi Banten, Philip S Buulolo  mengapresiasi dan berterima kasih langkah positif yang di lakukan oleh Kapolresta Tangerang.

Ini karya nyata yang bisa di contoh dan perlu di lanjutkan oleh setiap institusi lainya.

Kapolesta Tangerang –  Tigaraksa telah berkarya dengan baik, membagikan sembako dan obat -obatan, juga menyelenggarakan vaksinasi yang terus menerus dan tidak berhenti setiap hari,”ujar Philip 

Kapolresta Tangerang Kombes Pol.Wahyu Sri Bintoro berharap semoga dapat membantu para wartawan dari Pewarna.

“Semoga packet sembako ini bisa membantu kawan-kawan jurnalis Pewarna ya, nanti jika ada bantuan dalam bentuk lain kami menginformasikan melalui sekretariat Pewarna Banten ya,”ucapnya.

Marlon salah satu dari jurnalis Pewarna Banten, mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polresta Tangerang.

“Terima kasih kepada pak Kapolres dan jajaran, kami jurnalis Pewarna telah di bantu dan diperhatikan, jadi tidak sia-sia semua dukungan dan karya kami di setiap ada giat Polres, bantuan dan kerjasama yang lain kami tunggu,”ujar Marlon. (ML/IB).




Gubernur VBL: Masyarakat NTT Harus Bangga dan Kembangkan Pariwisata Untuk Kesejahteraan

Kupang,mwartapedia.com — Provinsi Nusa Tenggara Timur sangat dikenal memiliki kekayaan alam yang indah dan eksotis serta atraksi budaya yang menarik. Maka sepatutnya masyarakat NTT membanggakan pariwisatanya dan harus dikembangkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Demikian diungkapkan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat diwawancarai Tempo.co dalam Program Teras Negeri secara virtual pada Jumat (30/7).

Dalam wawancara tersebut Gubernur VBL menjelaskan mengenai pengembangan sektor pariwisata melalui pengembangan infrastruktur, akomodasi, promosi melalui media sosial, pengembangan dan pemanfaatan UMKM masyarakat serta pengembangan industri di NTT.

“Provinsi ini sangat indah dan memiliki kekayaan dari sektor pariwisata yang tidak dimiliki di belahan dunia yang lain. Bukan hanya Labuan Bajo namun juga ada destinasi wisata Mulut Seribu di Rote Ndao, Alor dengan wisata taman bawah laut, Kelaba Maja di Sabu Raijua, Fatumnasi di Kabupaten TTS, atraksi budaya Pasola di Sumba, Pantai di Pulau Semau, Koanara di Kabupaten Ende dan masih banyak lagi,” jelas Gubernur.

“Kita juga menggunakan sosial media untuk menjadi sarana promosi kita karena itu pilihan yang tepat dimana dunia saat ini sudah sangat terbuka dalam hal informasi. Agar masyarakat di negara lain bisa mengetahui dan juga menarik banyak wisatawan untuk datang ke sini. Maka dari itu kita akan terus gencar mempromosikan pariwisata di NTT,” jelas Gubernur.

Gubernur juga menjelaskan pentingnya membangun sarana infrastruktur dan akomodasi dalam hal mendukung pembangunan pariwisata.

“Aksesibilitas itu penting karena salah satu kunci untuk bangun pariwisata. Walaupun destinasi wisatanya indah tapi akses jalan buruk maka orang tidak mau berkunjung kesana. NTT beberapa bulan lalu mengalami bencana alam badai seroja dan menimbulkan kerusakan. Tapi saat ini pemerintah pusat sudah tanggap membantu kita dalam perbaikan kerusakan infrastruktur yang ada,” jelas beliau.

Dalam penjelasannya, sektor pariwisata tidak lepas dari suplai chain. “Saat ini kami masih bergantung pada suplai chain yang datang dari luar. Seperti daging dan telur ayam. Maka kami sedang mengembangkan industri dibidang peternakan juga pertanian agar bisa mendukung pariwisata kami sehingga tidak lagi bergantung dari luar. Juga dukungan dari komoditas hasil UMKM. UMKM harus mampu diproteksi oleh pemerintah dengan kebijakan produk harus masuk dalam market pariwisata di daerah kami sendiri,” jelas Gubernur.

“Kami juga berterima kasih kepada Presiden Jokowi dan Kementerian terkait yang memberikan perhatian dan dukungan pada NTT sebagai kawasan food estate di di Kabupaten Sumba tengah dan Kabupaten Belu,” ungkapnya.

Diakhir penjelasannya Gubernur juga meminta kepada masyarakat agar tetap taat pada protokol kesehatan dimasa pandemi Covid 19 serta ikut serta dalam vaksinasi untuk mencegah peningkatan penyebaran virus. (Biro AP/ML_IB).




Gubernur VBL: Masyarakat NTT Harus Bangga dan Kembangkan Pariwisata Untuk Kesejahteraan

Kupang,mwartapedia.com — Provinsi Nusa Tenggara Timur sangat dikenal memiliki kekayaan alam yang indah dan eksotis serta atraksi budaya yang menarik. Maka sepatutnya masyarakat NTT membanggakan pariwisatanya dan harus dikembangkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Demikian diungkapkan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat diwawancarai Tempo.co dalam Program Teras Negeri secara virtual pada Jumat (30/7).

Dalam wawancara tersebut Gubernur VBL menjelaskan mengenai pengembangan sektor pariwisata melalui pengembangan infrastruktur, akomodasi, promosi melalui media sosial, pengembangan dan pemanfaatan UMKM masyarakat serta pengembangan industri di NTT.

“Provinsi ini sangat indah dan memiliki kekayaan dari sektor pariwisata yang tidak dimiliki di belahan dunia yang lain. Bukan hanya Labuan Bajo namun juga ada destinasi wisata Mulut Seribu di Rote Ndao, Alor dengan wisata taman bawah laut, Kelaba Maja di Sabu Raijua, Fatumnasi di Kabupaten TTS, atraksi budaya Pasola di Sumba, Pantai di Pulau Semau, Koanara di Kabupaten Ende dan masih banyak lagi,” jelas Gubernur.

“Kita juga menggunakan sosial media untuk menjadi sarana promosi kita karena itu pilihan yang tepat dimana dunia saat ini sudah sangat terbuka dalam hal informasi. Agar masyarakat di negara lain bisa mengetahui dan juga menarik banyak wisatawan untuk datang ke sini. Maka dari itu kita akan terus gencar mempromosikan pariwisata di NTT,” jelas Gubernur.

Gubernur juga menjelaskan pentingnya membangun sarana infrastruktur dan akomodasi dalam hal mendukung pembangunan pariwisata.

“Aksesibilitas itu penting karena salah satu kunci untuk bangun pariwisata. Walaupun destinasi wisatanya indah tapi akses jalan buruk maka orang tidak mau berkunjung kesana. NTT beberapa bulan lalu mengalami bencana alam badai seroja dan menimbulkan kerusakan. Tapi saat ini pemerintah pusat sudah tanggap membantu kita dalam perbaikan kerusakan infrastruktur yang ada,” jelas beliau.

Dalam penjelasannya, sektor pariwisata tidak lepas dari suplai chain. “Saat ini kami masih bergantung pada suplai chain yang datang dari luar. Seperti daging dan telur ayam. Maka kami sedang mengembangkan industri dibidang peternakan juga pertanian agar bisa mendukung pariwisata kami sehingga tidak lagi bergantung dari luar. Juga dukungan dari komoditas hasil UMKM. UMKM harus mampu diproteksi oleh pemerintah dengan kebijakan produk harus masuk dalam market pariwisata di daerah kami sendiri,” jelas Gubernur.

“Kami juga berterima kasih kepada Presiden Jokowi dan Kementerian terkait yang memberikan perhatian dan dukungan pada NTT sebagai kawasan food estate di di Kabupaten Sumba tengah dan Kabupaten Belu,” ungkapnya.

Diakhir penjelasannya Gubernur juga meminta kepada masyarakat agar tetap taat pada protokol kesehatan dimasa pandemi Covid 19 serta ikut serta dalam vaksinasi untuk mencegah peningkatan penyebaran virus. (Biro AP/ML_IB).