Camat Lamba Leda Resmikan Sarana Air Minum PANSIMAS di Desa Goreng Meni

 

Borong,mwartapedia.com — Camat Lamba Leda, Longginus Rohos, S. Sos, meresmikan sarana air minum program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (22/07/2021). 

Peresmian sarana air minum Pamsimas tahun anggaran 2021 ini adalah anggaran murni dari Pansimas sebesar Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah).

 Camat Lamba Leda saat dihubungi media ini  mengatakan bahwa inovasi yang dilakukan ini bisa memberikan manfaat dan dirasakan oleh seluruh masyarakat setempat hingga beberapa tahun ke depan.

“Selaku pemerintah, kami sangat mengapresiasi langkah dan inovasi setiap pimpinan desa dalam membangun kesejahteraan masyarakat dalam bentuk apapun,” ujar Longginus.

Camat Lamba Leda juga berharap, agar nantinya sarana bantuan realisasi air bagi masyarakat setempat bisa dirasakan manfaatnya. 

“Saya mengharapkan pengelolaan sarana air bersih yang ada ini bisa terealisasi dengan baik bagi masyarakat,” Harapnya.

Kepada masyarakat Desa Goreng Meni, Camat Lamba Leda juga menghimbau agar bisa menjaga sarana yang diberikan oleh pemerintah agar bisa bermanfaar bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Saya menghimbau kepada Kepala Desa dan seluruh masyarakatnya agar menjaga dan merawat sarana air bersih yang ada sehingga bermanfaat karrna dengan bantuan yang ada masyarakat mudah mendapatkan air bersih dan meningkatkan kwalitas kesehatan masyarakat,”pungkasnya. (ML/IB)




Camat Lamba Leda Resmikan Sarana Air Minum PANSIMAS di Desa Goreng Meni

 

Borong,mwartapedia.com — Camat Lamba Leda, Longginus Rohos, S. Sos, meresmikan sarana air minum program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (22/07/2021). 

Peresmian sarana air minum Pamsimas tahun anggaran 2021 ini adalah anggaran murni dari Pansimas sebesar Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah).

 Camat Lamba Leda saat dihubungi media ini  mengatakan bahwa inovasi yang dilakukan ini bisa memberikan manfaat dan dirasakan oleh seluruh masyarakat setempat hingga beberapa tahun ke depan.

“Selaku pemerintah, kami sangat mengapresiasi langkah dan inovasi setiap pimpinan desa dalam membangun kesejahteraan masyarakat dalam bentuk apapun,” ujar Longginus.

Camat Lamba Leda juga berharap, agar nantinya sarana bantuan realisasi air bagi masyarakat setempat bisa dirasakan manfaatnya. 

“Saya mengharapkan pengelolaan sarana air bersih yang ada ini bisa terealisasi dengan baik bagi masyarakat,” Harapnya.

Kepada masyarakat Desa Goreng Meni, Camat Lamba Leda juga menghimbau agar bisa menjaga sarana yang diberikan oleh pemerintah agar bisa bermanfaar bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Saya menghimbau kepada Kepala Desa dan seluruh masyarakatnya agar menjaga dan merawat sarana air bersih yang ada sehingga bermanfaat karrna dengan bantuan yang ada masyarakat mudah mendapatkan air bersih dan meningkatkan kwalitas kesehatan masyarakat,”pungkasnya. (ML/IB)




Camat Lamba Leda Resmikan Sarana Air Minum PANSIMAS di Desa Goreng Meni

 

Borong,mwartapedia.com — Camat Lamba Leda, Longginus Rohos, S. Sos, meresmikan sarana air minum program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (22/07/2021). 

Peresmian sarana air minum Pamsimas tahun anggaran 2021 ini adalah anggaran murni dari Pansimas sebesar Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah).

 Camat Lamba Leda saat dihubungi media ini  mengatakan bahwa inovasi yang dilakukan ini bisa memberikan manfaat dan dirasakan oleh seluruh masyarakat setempat hingga beberapa tahun ke depan.

“Selaku pemerintah, kami sangat mengapresiasi langkah dan inovasi setiap pimpinan desa dalam membangun kesejahteraan masyarakat dalam bentuk apapun,” ujar Longginus.

Camat Lamba Leda juga berharap, agar nantinya sarana bantuan realisasi air bagi masyarakat setempat bisa dirasakan manfaatnya. 

“Saya mengharapkan pengelolaan sarana air bersih yang ada ini bisa terealisasi dengan baik bagi masyarakat,” Harapnya.

Kepada masyarakat Desa Goreng Meni, Camat Lamba Leda juga menghimbau agar bisa menjaga sarana yang diberikan oleh pemerintah agar bisa bermanfaar bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Saya menghimbau kepada Kepala Desa dan seluruh masyarakatnya agar menjaga dan merawat sarana air bersih yang ada sehingga bermanfaat karrna dengan bantuan yang ada masyarakat mudah mendapatkan air bersih dan meningkatkan kwalitas kesehatan masyarakat,”pungkasnya. (ML/IB)




Camat Lamba Leda Resmikan Sarana Air Minum PANSIMAS di Desa Goreng Meni

 

Borong,mwartapedia.com — Camat Lamba Leda, Longginus Rohos, S. Sos, meresmikan sarana air minum program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (22/07/2021). 

Peresmian sarana air minum Pamsimas tahun anggaran 2021 ini adalah anggaran murni dari Pansimas sebesar Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah).

 Camat Lamba Leda saat dihubungi media ini  mengatakan bahwa inovasi yang dilakukan ini bisa memberikan manfaat dan dirasakan oleh seluruh masyarakat setempat hingga beberapa tahun ke depan.

“Selaku pemerintah, kami sangat mengapresiasi langkah dan inovasi setiap pimpinan desa dalam membangun kesejahteraan masyarakat dalam bentuk apapun,” ujar Longginus.

Camat Lamba Leda juga berharap, agar nantinya sarana bantuan realisasi air bagi masyarakat setempat bisa dirasakan manfaatnya. 

“Saya mengharapkan pengelolaan sarana air bersih yang ada ini bisa terealisasi dengan baik bagi masyarakat,” Harapnya.

Kepada masyarakat Desa Goreng Meni, Camat Lamba Leda juga menghimbau agar bisa menjaga sarana yang diberikan oleh pemerintah agar bisa bermanfaar bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Saya menghimbau kepada Kepala Desa dan seluruh masyarakatnya agar menjaga dan merawat sarana air bersih yang ada sehingga bermanfaat karrna dengan bantuan yang ada masyarakat mudah mendapatkan air bersih dan meningkatkan kwalitas kesehatan masyarakat,”pungkasnya. (ML/IB)




Tidak Ada Sama Sekali Bansos Untuk Terdampak Covid-19 Dan Isoman Dari Pemkab Bekasi Dan PemPus ke-Desa Satria Jaya

Bekasi,mwartapedia.com — Sejak mewabahnya penyakit virus corona melanda berbagai belahan dunia yang pada gilirannya menimpa wilayah Kabupaten Bekasi sampai di berlakukannya PPKM Darurat oleh Pemerintah Pusat yang diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo guna menanggulangi wabah Virus Corona (Covid-19) menjadi Polemik yang memunculkan berbagai permasalahan terutama kebutuhan untuk bertahan hidup disaat Covid-19 menerpa wilayah mereka. 

Salah satunya Desa Satria Jaya, Kecamatan Tambun Utara di Kabupaten Bekasi, dimana Desa yang memilik Luas +/- 303 Ha, dengan Jumlah Penduduk 26.989 jiwa dengan mengalami terdampak Covid-19 sebanyak kurang lebih 2.857 jiwa, Isoman 620 jiwa dan meninggal karena covid 18 orang, namun sangat di sayangkan tidak ada satupun bantuan sosial berupa senbako maupun segala kebutuhan untuk para terdampak Covid-19 di wilayah tersebut dari Pemda Kabupaten Bekasi sendiri terutama kemudian Pemerintah Provinsi lalu Pemerintah Pusat.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Kades Asta Razan saat di konfirmasi Awak Media di ruangannya (19/07/2021) mengatakan,” Sampai saat ini sama sekali tidak ada bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Bekasi untuk para terdampak Covid-19 termasuk yang Isoman di Desa Satria Jaya,” ungkapnya.

“Ini rencana mau diusulin..karena pihak Desa sendiri sudah kewalahan..sebab engga berhenti ini, ya mudah-mudahan covid segera berlalulah, jadi kitanya juga tetang,”imbuhnya dengan nada kesal diduga karena bantuan sosial dari Pemkab dalam hal ini Dinas Sosial tak kunjung ada itikat baik untuk membantu masyarakat Kabupaten Bekasi yang terdampak Covid-19.

Senada dengan Kades Asta Razan, Kasi Pelayanan Desa Satria Jaya, Abdul Hamid Haris saat di jumpai Awak Media di ruangannya (19/07/2021) sore mengungkapkan bahwa,” Sampai hari ini semenjak adanya Covid-19 di wilayah kami itu belum pernah ada bantuan dari Pemerintah, kami hanya menyalurkan bantuan dari tingkat Desa saja, belum ada informasi bantuan dari Pemerintah Daerah atau Dinas Sosial,” ungkapnya.

Ketika ditanyakan tentang adanya penyampaian dari Dinas Sosial melalui sejumlah Media Online yang memberitakan bahwa ada bantuan dari Dinas Sosial, ia mengatakan,” Tidak ada sama sekali,” tegasnya.

Saat ditanyakan tentang ada tidaknya sosialisasu dari Dinas Sisual terkait bantuan untuk terdampak Covid-19 maupun Isoman, Abdul menjawab,”Tidak tahu, tidak ada…kita malah baru tahu beberapa hari yang lalu dari pihak Kecamatan bahwa kita di suruh bikin Proposal untuk bantuan Sembako..kita dapat Informasi hari Kamis 14 Juli dan Jumatnya tanggal 15 Juli 2021 kemarin kita buat pengajuan,..sebelumnya kita kewalahan sekali ngurusin Covid dan tidak ada Sosialisasi maupun bantuan sosial apapun baik dari Dinas Sosial maupun Dinas terkait seperti Dinas Kesehatan,”tandas Kasi Pelayanan Desa Satria Jaya.

“Kalau kamikan sebenarnya kebetulan saya sendirikan Tim Gugus penerima laporan adanya penderita Covid-19 di Desa Satria Jaya…jadi harapan kami sih bagi teman-teman atau warga kami yang saat ini menjalani Isoman itu mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam hal ini Dinas Sosial…minimal Sembako atau bantuan-bantuan lainlah..mudah-mudahan Pemerintah Kabupaten Bekasi bisa mendengarnya,” Pungkas Kasi Pelayanan Desa Satria Jaya Abdul Hamid Haris.

Sebagaimana diketahui banyak wilayah di Kabupaten Bekasi yang masuk dalam katagory zona merah dan bahkan Bupati Kabupaten Bekasi Eka Supriaatmaja beserta sejumlah Pejabat di Pemkab Bekasi, meninggal dunia akibat dari Covid-19, namun anehnya Dinas Sosial yang berperan untuk membagikan sembako maupun lainnya untuk kebutuhan bertahan hidup bagi para terdampak Covid-19 termasuk masyarakat yang menjalani Isoman (Isolasi Mandiri) tidak ada tindakan serius dan fokus yang dilakukan Dinas Sosial Kabupaten Bekasi serta Dinas terkait lainnya, kendati anggaran untuk penanggulangan Covid-19 itu sendiri telah tersedia di Pemkab Bekasi sebagaimana telah di kemukakan oleh Mendagri Tito Karnavian dalam diskusi “Konferensi Pers Evaluasi Pelaksanaan PPKM Darurat”, pada Sabtu (17/7/2021). (Red).



Tidak Ada Sama Sekali Bansos Untuk Terdampak Covid-19 Dan Isoman Dari Pemkab Bekasi Dan PemPus ke-Desa Satria Jaya

Bekasi,mwartapedia.com — Sejak mewabahnya penyakit virus corona melanda berbagai belahan dunia yang pada gilirannya menimpa wilayah Kabupaten Bekasi sampai di berlakukannya PPKM Darurat oleh Pemerintah Pusat yang diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo guna menanggulangi wabah Virus Corona (Covid-19) menjadi Polemik yang memunculkan berbagai permasalahan terutama kebutuhan untuk bertahan hidup disaat Covid-19 menerpa wilayah mereka. 

Salah satunya Desa Satria Jaya, Kecamatan Tambun Utara di Kabupaten Bekasi, dimana Desa yang memilik Luas +/- 303 Ha, dengan Jumlah Penduduk 26.989 jiwa dengan mengalami terdampak Covid-19 sebanyak kurang lebih 2.857 jiwa, Isoman 620 jiwa dan meninggal karena covid 18 orang, namun sangat di sayangkan tidak ada satupun bantuan sosial berupa senbako maupun segala kebutuhan untuk para terdampak Covid-19 di wilayah tersebut dari Pemda Kabupaten Bekasi sendiri terutama kemudian Pemerintah Provinsi lalu Pemerintah Pusat.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Kades Asta Razan saat di konfirmasi Awak Media di ruangannya (19/07/2021) mengatakan,” Sampai saat ini sama sekali tidak ada bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Bekasi untuk para terdampak Covid-19 termasuk yang Isoman di Desa Satria Jaya,” ungkapnya.

“Ini rencana mau diusulin..karena pihak Desa sendiri sudah kewalahan..sebab engga berhenti ini, ya mudah-mudahan covid segera berlalulah, jadi kitanya juga tetang,”imbuhnya dengan nada kesal diduga karena bantuan sosial dari Pemkab dalam hal ini Dinas Sosial tak kunjung ada itikat baik untuk membantu masyarakat Kabupaten Bekasi yang terdampak Covid-19.

Senada dengan Kades Asta Razan, Kasi Pelayanan Desa Satria Jaya, Abdul Hamid Haris saat di jumpai Awak Media di ruangannya (19/07/2021) sore mengungkapkan bahwa,” Sampai hari ini semenjak adanya Covid-19 di wilayah kami itu belum pernah ada bantuan dari Pemerintah, kami hanya menyalurkan bantuan dari tingkat Desa saja, belum ada informasi bantuan dari Pemerintah Daerah atau Dinas Sosial,” ungkapnya.

Ketika ditanyakan tentang adanya penyampaian dari Dinas Sosial melalui sejumlah Media Online yang memberitakan bahwa ada bantuan dari Dinas Sosial, ia mengatakan,” Tidak ada sama sekali,” tegasnya.

Saat ditanyakan tentang ada tidaknya sosialisasu dari Dinas Sisual terkait bantuan untuk terdampak Covid-19 maupun Isoman, Abdul menjawab,”Tidak tahu, tidak ada…kita malah baru tahu beberapa hari yang lalu dari pihak Kecamatan bahwa kita di suruh bikin Proposal untuk bantuan Sembako..kita dapat Informasi hari Kamis 14 Juli dan Jumatnya tanggal 15 Juli 2021 kemarin kita buat pengajuan,..sebelumnya kita kewalahan sekali ngurusin Covid dan tidak ada Sosialisasi maupun bantuan sosial apapun baik dari Dinas Sosial maupun Dinas terkait seperti Dinas Kesehatan,”tandas Kasi Pelayanan Desa Satria Jaya.

“Kalau kamikan sebenarnya kebetulan saya sendirikan Tim Gugus penerima laporan adanya penderita Covid-19 di Desa Satria Jaya…jadi harapan kami sih bagi teman-teman atau warga kami yang saat ini menjalani Isoman itu mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam hal ini Dinas Sosial…minimal Sembako atau bantuan-bantuan lainlah..mudah-mudahan Pemerintah Kabupaten Bekasi bisa mendengarnya,” Pungkas Kasi Pelayanan Desa Satria Jaya Abdul Hamid Haris.

Sebagaimana diketahui banyak wilayah di Kabupaten Bekasi yang masuk dalam katagory zona merah dan bahkan Bupati Kabupaten Bekasi Eka Supriaatmaja beserta sejumlah Pejabat di Pemkab Bekasi, meninggal dunia akibat dari Covid-19, namun anehnya Dinas Sosial yang berperan untuk membagikan sembako maupun lainnya untuk kebutuhan bertahan hidup bagi para terdampak Covid-19 termasuk masyarakat yang menjalani Isoman (Isolasi Mandiri) tidak ada tindakan serius dan fokus yang dilakukan Dinas Sosial Kabupaten Bekasi serta Dinas terkait lainnya, kendati anggaran untuk penanggulangan Covid-19 itu sendiri telah tersedia di Pemkab Bekasi sebagaimana telah di kemukakan oleh Mendagri Tito Karnavian dalam diskusi “Konferensi Pers Evaluasi Pelaksanaan PPKM Darurat”, pada Sabtu (17/7/2021). (Red).



Tidak Ada Sama Sekali Bansos Untuk Terdampak Covid-19 Dan Isoman Dari Pemkab Bekasi Dan PemPus ke-Desa Satria Jaya

Bekasi,mwartapedia.com — Sejak mewabahnya penyakit virus corona melanda berbagai belahan dunia yang pada gilirannya menimpa wilayah Kabupaten Bekasi sampai di berlakukannya PPKM Darurat oleh Pemerintah Pusat yang diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo guna menanggulangi wabah Virus Corona (Covid-19) menjadi Polemik yang memunculkan berbagai permasalahan terutama kebutuhan untuk bertahan hidup disaat Covid-19 menerpa wilayah mereka. 

Salah satunya Desa Satria Jaya, Kecamatan Tambun Utara di Kabupaten Bekasi, dimana Desa yang memilik Luas +/- 303 Ha, dengan Jumlah Penduduk 26.989 jiwa dengan mengalami terdampak Covid-19 sebanyak kurang lebih 2.857 jiwa, Isoman 620 jiwa dan meninggal karena covid 18 orang, namun sangat di sayangkan tidak ada satupun bantuan sosial berupa senbako maupun segala kebutuhan untuk para terdampak Covid-19 di wilayah tersebut dari Pemda Kabupaten Bekasi sendiri terutama kemudian Pemerintah Provinsi lalu Pemerintah Pusat.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Kades Asta Razan saat di konfirmasi Awak Media di ruangannya (19/07/2021) mengatakan,” Sampai saat ini sama sekali tidak ada bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Bekasi untuk para terdampak Covid-19 termasuk yang Isoman di Desa Satria Jaya,” ungkapnya.

“Ini rencana mau diusulin..karena pihak Desa sendiri sudah kewalahan..sebab engga berhenti ini, ya mudah-mudahan covid segera berlalulah, jadi kitanya juga tetang,”imbuhnya dengan nada kesal diduga karena bantuan sosial dari Pemkab dalam hal ini Dinas Sosial tak kunjung ada itikat baik untuk membantu masyarakat Kabupaten Bekasi yang terdampak Covid-19.

Senada dengan Kades Asta Razan, Kasi Pelayanan Desa Satria Jaya, Abdul Hamid Haris saat di jumpai Awak Media di ruangannya (19/07/2021) sore mengungkapkan bahwa,” Sampai hari ini semenjak adanya Covid-19 di wilayah kami itu belum pernah ada bantuan dari Pemerintah, kami hanya menyalurkan bantuan dari tingkat Desa saja, belum ada informasi bantuan dari Pemerintah Daerah atau Dinas Sosial,” ungkapnya.

Ketika ditanyakan tentang adanya penyampaian dari Dinas Sosial melalui sejumlah Media Online yang memberitakan bahwa ada bantuan dari Dinas Sosial, ia mengatakan,” Tidak ada sama sekali,” tegasnya.

Saat ditanyakan tentang ada tidaknya sosialisasu dari Dinas Sisual terkait bantuan untuk terdampak Covid-19 maupun Isoman, Abdul menjawab,”Tidak tahu, tidak ada…kita malah baru tahu beberapa hari yang lalu dari pihak Kecamatan bahwa kita di suruh bikin Proposal untuk bantuan Sembako..kita dapat Informasi hari Kamis 14 Juli dan Jumatnya tanggal 15 Juli 2021 kemarin kita buat pengajuan,..sebelumnya kita kewalahan sekali ngurusin Covid dan tidak ada Sosialisasi maupun bantuan sosial apapun baik dari Dinas Sosial maupun Dinas terkait seperti Dinas Kesehatan,”tandas Kasi Pelayanan Desa Satria Jaya.

“Kalau kamikan sebenarnya kebetulan saya sendirikan Tim Gugus penerima laporan adanya penderita Covid-19 di Desa Satria Jaya…jadi harapan kami sih bagi teman-teman atau warga kami yang saat ini menjalani Isoman itu mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam hal ini Dinas Sosial…minimal Sembako atau bantuan-bantuan lainlah..mudah-mudahan Pemerintah Kabupaten Bekasi bisa mendengarnya,” Pungkas Kasi Pelayanan Desa Satria Jaya Abdul Hamid Haris.

Sebagaimana diketahui banyak wilayah di Kabupaten Bekasi yang masuk dalam katagory zona merah dan bahkan Bupati Kabupaten Bekasi Eka Supriaatmaja beserta sejumlah Pejabat di Pemkab Bekasi, meninggal dunia akibat dari Covid-19, namun anehnya Dinas Sosial yang berperan untuk membagikan sembako maupun lainnya untuk kebutuhan bertahan hidup bagi para terdampak Covid-19 termasuk masyarakat yang menjalani Isoman (Isolasi Mandiri) tidak ada tindakan serius dan fokus yang dilakukan Dinas Sosial Kabupaten Bekasi serta Dinas terkait lainnya, kendati anggaran untuk penanggulangan Covid-19 itu sendiri telah tersedia di Pemkab Bekasi sebagaimana telah di kemukakan oleh Mendagri Tito Karnavian dalam diskusi “Konferensi Pers Evaluasi Pelaksanaan PPKM Darurat”, pada Sabtu (17/7/2021). (Red).



Tidak Ada Sama Sekali Bansos Untuk Terdampak Covid-19 Dan Isoman Dari Pemkab Bekasi Dan PemPus ke-Desa Satria Jaya

Bekasi,mwartapedia.com — Sejak mewabahnya penyakit virus corona melanda berbagai belahan dunia yang pada gilirannya menimpa wilayah Kabupaten Bekasi sampai di berlakukannya PPKM Darurat oleh Pemerintah Pusat yang diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo guna menanggulangi wabah Virus Corona (Covid-19) menjadi Polemik yang memunculkan berbagai permasalahan terutama kebutuhan untuk bertahan hidup disaat Covid-19 menerpa wilayah mereka. 

Salah satunya Desa Satria Jaya, Kecamatan Tambun Utara di Kabupaten Bekasi, dimana Desa yang memilik Luas +/- 303 Ha, dengan Jumlah Penduduk 26.989 jiwa dengan mengalami terdampak Covid-19 sebanyak kurang lebih 2.857 jiwa, Isoman 620 jiwa dan meninggal karena covid 18 orang, namun sangat di sayangkan tidak ada satupun bantuan sosial berupa senbako maupun segala kebutuhan untuk para terdampak Covid-19 di wilayah tersebut dari Pemda Kabupaten Bekasi sendiri terutama kemudian Pemerintah Provinsi lalu Pemerintah Pusat.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Kades Asta Razan saat di konfirmasi Awak Media di ruangannya (19/07/2021) mengatakan,” Sampai saat ini sama sekali tidak ada bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Bekasi untuk para terdampak Covid-19 termasuk yang Isoman di Desa Satria Jaya,” ungkapnya.

“Ini rencana mau diusulin..karena pihak Desa sendiri sudah kewalahan..sebab engga berhenti ini, ya mudah-mudahan covid segera berlalulah, jadi kitanya juga tetang,”imbuhnya dengan nada kesal diduga karena bantuan sosial dari Pemkab dalam hal ini Dinas Sosial tak kunjung ada itikat baik untuk membantu masyarakat Kabupaten Bekasi yang terdampak Covid-19.

Senada dengan Kades Asta Razan, Kasi Pelayanan Desa Satria Jaya, Abdul Hamid Haris saat di jumpai Awak Media di ruangannya (19/07/2021) sore mengungkapkan bahwa,” Sampai hari ini semenjak adanya Covid-19 di wilayah kami itu belum pernah ada bantuan dari Pemerintah, kami hanya menyalurkan bantuan dari tingkat Desa saja, belum ada informasi bantuan dari Pemerintah Daerah atau Dinas Sosial,” ungkapnya.

Ketika ditanyakan tentang adanya penyampaian dari Dinas Sosial melalui sejumlah Media Online yang memberitakan bahwa ada bantuan dari Dinas Sosial, ia mengatakan,” Tidak ada sama sekali,” tegasnya.

Saat ditanyakan tentang ada tidaknya sosialisasu dari Dinas Sisual terkait bantuan untuk terdampak Covid-19 maupun Isoman, Abdul menjawab,”Tidak tahu, tidak ada…kita malah baru tahu beberapa hari yang lalu dari pihak Kecamatan bahwa kita di suruh bikin Proposal untuk bantuan Sembako..kita dapat Informasi hari Kamis 14 Juli dan Jumatnya tanggal 15 Juli 2021 kemarin kita buat pengajuan,..sebelumnya kita kewalahan sekali ngurusin Covid dan tidak ada Sosialisasi maupun bantuan sosial apapun baik dari Dinas Sosial maupun Dinas terkait seperti Dinas Kesehatan,”tandas Kasi Pelayanan Desa Satria Jaya.

“Kalau kamikan sebenarnya kebetulan saya sendirikan Tim Gugus penerima laporan adanya penderita Covid-19 di Desa Satria Jaya…jadi harapan kami sih bagi teman-teman atau warga kami yang saat ini menjalani Isoman itu mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam hal ini Dinas Sosial…minimal Sembako atau bantuan-bantuan lainlah..mudah-mudahan Pemerintah Kabupaten Bekasi bisa mendengarnya,” Pungkas Kasi Pelayanan Desa Satria Jaya Abdul Hamid Haris.

Sebagaimana diketahui banyak wilayah di Kabupaten Bekasi yang masuk dalam katagory zona merah dan bahkan Bupati Kabupaten Bekasi Eka Supriaatmaja beserta sejumlah Pejabat di Pemkab Bekasi, meninggal dunia akibat dari Covid-19, namun anehnya Dinas Sosial yang berperan untuk membagikan sembako maupun lainnya untuk kebutuhan bertahan hidup bagi para terdampak Covid-19 termasuk masyarakat yang menjalani Isoman (Isolasi Mandiri) tidak ada tindakan serius dan fokus yang dilakukan Dinas Sosial Kabupaten Bekasi serta Dinas terkait lainnya, kendati anggaran untuk penanggulangan Covid-19 itu sendiri telah tersedia di Pemkab Bekasi sebagaimana telah di kemukakan oleh Mendagri Tito Karnavian dalam diskusi “Konferensi Pers Evaluasi Pelaksanaan PPKM Darurat”, pada Sabtu (17/7/2021). (Red).