Peringati HANI, Pejabat dan ASN Kota Kupang Tes Urine

Kupang,mwartapedia.com — Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) yang dirayakan beberapa hari lalu, kurang lebih 43 pejabat dan ASN di lingkup Pemerintahan Kota Kupang menjalani tes urine. Kegiatan berlangsung di Aula Garuda, Kantor Wali Kota Kupang, Rabu (30/6). 

Turut serta dalam tes tersebut Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, Sekda Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, SE, M.Si, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, M.Si, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally, SH, M.Si, Kepala Badan Kesbangpol Kota Kupang, Noce Nus Loa, SH, M.Si beserta jajarannya. 

Wakil Wali Kota Kupang yang ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut menyampaikan ini merupakan aksi untuk mendukung upaya pemberantasan bahaya narkoba di Kota Kupang. Lewat tes urine ini Pemkot Kupang ingin menampilkan transparansi dari seluruh jajarannya serta membuktikan kepada publik bahwa para pejabat dan ASN Kota Kupang bebas dari narkoba. 

Wawali memberi apresiasi kepada BNN Kota Kupang dan 6 Kelurahan Bersih dari Narkoba (Bersinar) yang selama ini telah menjaga agar wilayah Kota Kupang bersih dari narkoba. 

Dirinya berharap tidak hanya 6 kelurahan saja tapi seluruh kelurahan yang ada di Kota Kupang bisa menjadi Kelurahan Bersinar, mengingat Kota Kupang merupakan kota yang terbuka dengan mobilisasi warga sudah bertaraf nasional bahkan internasional. Para petugas juga diminta untuk secara rutin memantau tempat-tempat yang rawan dengan peredaran narkoba seperti tempat hiburan malam.

Diakuinya upaya penanganan narkoba sebagaimana penanganan covid 19 harus dimulai dari tingkat mikro, bahkan dari keluarga. Tema HANI Tahun 2021 yakni “War On Drugs” menurutnya sudah sejalan dengan upaya yang sudah dilakukan oleh Pemkot Kupang yang juga sudah berjuang melawan covid hingga hari ini. 

Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) Kota Kupang, Lino R. Pereira, SH yang turut hadir dalam kesempatan tersebut berterima kasih kepada Wali Kota Kupang, Wawali, Sekda dan jajarannya yang pada hari ini sudah ikut serta dalam tes urine dalam rangka peringatan Hari Anti Narkotika Internasional Tahun 2021. 

Menurutnya aksi ini merupakan bentuk dukung Pemkot Kupang dalam upaya memelihara Kota Kupang bersih dari narkoba.

Sekda Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, SE, M.Si usai menerima hasil tes urin yang menyatakan dirinya negatif, mengimbau kepada seluruh jajaran ASN dan PTT di lingkup Pemkot Kupang untuk bersama mendukung upaya pemberantasan narkoba di Kota Kupang, serta selalu menjauhkan diri dari pengaruh buruk narkoba dalam keseharian hidup. 

Dari hasil tes urin terhadap 43 pejabat dan ASN serta PTT di Kota Kupang tersebut, semuanya dinyatakan negatif atau bebas dari narkoba. (PKP_ans/ML/IB).




Wali Kota Kupang Apresiasi Program Serbuan Vaksinasi TNI AL

Kupang,mwartapedia.com — Wali Kota Kupang, Dr. Jefisrtson R. Riwu Kore, MM, MH mengapresiasi program nasional Serbuan Vaksinasi yang diperuntukkan bagi warga. Dukungan tersebut disampaikannya saat menghadiri launching Program Nasional Serbuan Vaksinasi untuk masyarakat desa pesisir dan pelabuhan yang berlangsung di halaman Kantor Syahbandar Tenau Kota Kupang, Selasa (29/6).

Wali Kota Kupang menyampaikan terima kasih kepada Danlantamal VII Kupang yang sudah membantu Pemerintah Kota Kupang dalam melaksanakan kegiatan serbuan vaksinasi masal bagi masyarakat pesisir dan pelabuhan. Hal ini menunjukan bahwa Pemerintah Kota Kupang dan TNI AL mempunyai tekad yang sama untuk memutus rantai covid 19 di Provinsi NTT dan Kota Kupang pada khususnya.

Diakuinya varian baru covid 19 saat ini lebih kuat dari covid 19 sebelumnya. Oleh karena itu Pemerintah Kota Kupang sangat serius dalam menangani kasus covid 19. Wali Kota berharap program serbuan vaksinasi ini tidak hanya diperuntukkan bagi warga di pesisir dan pelabuhan saja, tapi juga bisa diikuti oleh warga dari kelurahan lain di Kota Kupang. 

Pada kesempatan yang sama, kembali Wali Kota mengimbau warga Kota Kupang untuk mentaati protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi.

Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) VII Kupang Laksamana Pertama (Laksma) TNI IG Kompiang Aribawa, CHRMP yang melaunching Program  Nasional Serbuan Vaksinasi menyampaikan saat ini terjadi lonjakan kasus covid hingga mencapai 3 sampai 4 kali lipat. Karena itulah percepatan program vaksinasi nasional terus dilakukan pemerintah guna menciptakan kekebalan komunal dan menekan laju penularan covid 19. Pemerintah menargetkan 1 juta dosis vaksin per hari yang dimulai pada tanggal 26 Juni hingga Juli 2021 mendatang. Selanjutnya pada bulan Agustus nanti target tersebut akan dinaikan dua kali lipat sehingga target pemerintah dalam rangka penyuntikan jumlah besar vaksinasi pada masyarakat dapat terlaksana.

Danlantamal menambahkan pemerintah  pusat telah memberikan tanggung jawab dalam pelaksanaan program percepatan vaksinasi nasional kepada Kemenkes dan TNI-Polri. 40 persen dilaksanakan oleh TNI dan Polri serta  60 persen dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan pemerintah daerah. Melalui  program ini, menurutnya TNI dan Polri terus bergerak untuk mendukung program pemerintah guna dapat mempercepat pencapaian Herd Immunity sehingga dapat terwujud dengan baik agar Indonesia bebas covid 19.

TNI Angkatan Laut dalam hal ini Lantamal VII Kupang sebagai bagian dari organisasi TNI menurutnya siap mendukung penuh program percepatan vaksinasi nasional. Dijelaskannya pekan serbuan vaksin maritim yang dilaksanakan oleh TNI AL kali ini dilaksanakan secara  serentak di Lanal Lanal jajaran Lantamal VII dengan sasaran target para pekerja Pelabuhan Tenau Kota Kupang dan masyarakat umum di sekitar pelabuhan,  karena mereka memiliki resiko dan mobilitas tinggi bekerja di pelabuhan tempat keluar masuknya kapal asing dan domestik. Sebagai salah satu penopang ekonomi, para pekerja pelabuhan harus mendapat vaksin agar sehat dalam bekerja. Ditambahkannya setelah di pelabuhan program pekan vaksin maritim akan dilanjutkan ke desa-desa pesisir dengan KRI atau KAL.

Turut hadir dalam launching program serbuan vaksinasi tersebut, Kabid Dokkes Polda NTT, Kombes Pol. dr. Sudaryono, General Manager PT Pelindo III Tenau Kupang, Agus Setiawan Nazar, Koordinator pada kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur, Deddy Herliyantho dan Camat Alak, Yulianus Willem Pally, SH, serta perwakilan dari TNI Angkatan Udara dan TNI Angkatan Darat. (PKP_emn/Ml/IB)




TNI AL Lantamal VII Laksanakan Serbuan Vaksinasi Masyarakat Maritim Kota Kupang

 

Kupang,mwartapedia.com — – Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) VII Kupang Laksamana Pertama TNI IG. Kompiang Aribawa, CHRMP., memimpin langsung pelaksanaam serbuan vaksinasi masyarakat maritim serentak dengan Lanal-Lanal jajaran Lantamal VII Kupang secara Video Converence (Vicon), bertempat di Kantor KSOP Kupang, Jl. Yos Sudarso, Namosain, Kec. Alak, Kota Kupang, Prov. NTT. Selasa (29/06/2021). 

Kegiatan serbuan vaksinasi masyarakat maritim serentak TNI AL Lantamal VII dengan Lanal-Lanal jajaran Lantamal VII Kupang secara Video Converence (Vicon) yang dipimpin langsung oleh Danlantamal VII Kupang Laksamana Pertama TNI IG. Kompiang Aribawa, CHRMP., dengan mengusung tema Ayo Katong Vaksin, Supaya Katong Bebas Corona. 

Untuk wilayah Lantamal VII sendiri melaksanakan vaksin di tiga tempat yaitu di Kantor KSOP Kupang, Pelabuhan Perikanan Tenau dan perumahan BTN Kolhua. Hal ini bertujuan agar seluruh masyarakat sekitar Pelabuhan dan Pesisir mendapatkan Vaksinasi secara menyeluruh dan merata, guna menekan penyebaran dan jumlah Pasien Positif Covid-19 di wilayah Prov. NTT. 

Dalam pelaksanaan program tersebut pemerintah telah memberikan tanggung jawab dalam pelaksanaan progam kepada Kemenkes RI dan TNI-Polri. Dimana pembagian 40 persen dilaksanakan oleh TNI-Polri serta 60 persen dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan dalam hal ini adalah pemerintah daerah. 

Karena itulah melalui program serbuan vaksinasi, TNI-Polri terus bergerak untuk mendukung program pemerintah untuk dapat mempercepat pencapaian Herd Immunity, sehingga dapat terwujud dengan cepat dan baik, Indonesia sehat bebas Covid-19. Karena saat ini telah terjadi lonjakan kasus Covid-19 hingga mencapai 3 sampai dengan 4 kali lipat. Karena itulah percepatan program vaksinasi nasional terus dilakukan pemerintah guna menciptakan kekebalan komunal dan menekan laju penyebaran Covid-19. 

Pemerintah menargetkan satu juta dosis vaksin per hari yang dimulai pada tanggal 26 Juni hingga bulan Juli 2021. Selanjutnya, pada bulan Agustus nanti target tersebut akan dinaikkan dua kali lipat sehingga target pemerintah dalam rangka penyuntikan jumlah besar vaksin pada masyarakat dapat terlaksana. 

Dalam sambutannya, Danlantamal VII Kupang Laksamana Pertama TNI IG. Kompiang Aribawa, CHRMP., menyampaikan “TNI Angkatan Laut dalam hal ini Lantamal VII Kupang sebagai bagian dari organisasi TNI mendukung penuh program percepatan vaksinasi nasional yang dicanangkan pemerintah. 

“Melalui program pekan serbuan vaksinasi masyarakat maritim yang dilaksanakan TNI AL dhi Lantamal VII kali ini dilaksanakan secara serentak di Lanal-lanal jajaran Lantamal VII, dengan target sasaran para pekerja pelabuhan Tenau Kupang, pelabuhan perikanan dan masyarakat umum di sekitar pelabuhan khususnya di perumahan BTN Kolhua. Karena mereka memiliki risiko dan mobilitas tinggi bekerja di pelabuhan, tempat keluar masuknya kapal asing dan domestik, karenanya sebagai salah satu penopang ekonomi, para pekerja pelabuhan harus mendapat vaksin agar sehat dalam bekerja setelah dipelabuhan program pekan vaksin maritim akan dilanjutkan ke desa-desa pesisir dengan KRI atau KAL”, Tegas Danlantamal VII Kupang Laksamana Pertama TNI IG. Kompiang Aribawa, CHRMP. 

Adapun jumlah total peserta vaksinasi hari ini sejumlah 551 orang, yang dapat divaksin sejumlah 549 orang dengan rincian di Pelabuhan Tenau 203 orang, Pelabuhan perikanan 190 orang dan perumahan BTN Kolhua 158 orang, ditunda Vaksin 2 orang dan kejadian KIPI nihil. Untuk Vaksin yang digunakan jenis Sinovac, sedangkan peserta Vaksin antara lain dari Pelindo, KSOP, para nelayan pesisir, masyarakat sekitar pelabuhan Tenau dan pelabuhan perikanan Kupang. Sedangkan untuk pelaksana vaksinator dari personel Diskes Lantamal VII 11 orang, RSAL SMJ Kupang 9 orang, RS Bayangkara 2 orang dan Biddokkes 6 orang.

Kegiatan ini selaras dengan perintah harian Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M. dalam kutipan menyampaikan “Jalin Soliditas dengan segenap komponen pertahanan negaradan keamanan negara menuju sinegritas dalam kesemestaan. Jadilah contoh dan teladan dalam mendukung upaya percepatan penanganan wabah Covid-19 serta cepat beradaptasi diri terhadap tatanan kehidupan normal baru atau “the new normal” dilingkungan TNI Angkatan Laut”. 

Hadir dalam Kegiatan serbuan Vaksin Nasional : Danlantamal VII Kupang, Wadan Lantamal VII Kupang, Para Asisten Danlantamal VII Kupang, Dansatrol Lantamal VII Kupang, Kakuwil Lantamal VII Kupang, Danyonmarhanlan VII, Para Kasatker Lantamal VII Kupang, Kabidokes Polda NTT, Kasi Intelrem 161/WS, Kadispers Lanud Eltari Kupang, Walikota Kupang, Kadinkes Prov. NTT, Kadinkes Kota Kupang, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. NTT, Kepala KSOP Kupang, Kepala Bea Cukai Kupang, Kepala Kesehatan Pelabuhan Tenau Kupang dan Camat Alak.

(Dispen Lantamal/ML/IB)




Ditengah Pandemi Covid-19, Kodim 1604/Kupang Bantu Masyarakat Lewat TMMD

 

Oelamasi,mwartapedia.com — Ditengah merebaknya Covid-19 yang tidak kunjung usai, TNI-AD hadir membantu pemerintah daerah di bidang pembangunan dan sosialisasi melalui TMMD Kodim 1604/Kupang di Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT. (28/06/2021). 

Komandan Kodim 1604/Kupang, Kolonel Arh. Abraham Kalelo selaku Dan Satgas TMMD mengatakan upaya TNI dalam membantu pemerintah dalam bidang akselerasi pembangunan di daerah pedesaan seperti saat ini kita sedang laksanakan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 1604/Kupang di dua Desa dan satu kelurahan di wilayah Kabupaten Kupang.  

Lebih lanjut Dandim mengatakan, tiga lokasi tersebut diantaranya Desa Sahraen terdapat pengerjaan Rehap rumah Pastori Bonamhonis, Rehap Kapelan St. Benediktus Sahraen, Rehap Gereja Imanuel Sahraen dan di Desa Nekmese  terdapat pembangunan 3 ruang kelas dan 1 ruang guru SMP Kristen 1 Amarasi Selatan dilengkapi dengan pembangunan MCK serta di Kelurahan  

Sonraen dilaksanakan kegiatan pembukaan, penyiapan dan pembersihan lahan seluas 80 are untuk lahan untuk tanam singkong. 

Selain pembangunan fisik juga ada kegiatan Non fisik berupa sosialisasi atau penyuluhan kepada masyarakat sekitar dengan bekerjasama instansi terkait yang membidangi kegiatan tersebut seperti penyuluhan tentang Teknologi tepat guna oleh dinas PMD Kabupaten Kupang, Penyuluhan tentang wasbang oleh Kodim 1604/Kupang, penyuluhan tentang kesadaran hukum oleh polres Kupang, penyuluhan tentang rekrutmen TNI oleh Kodim 1604/Kupang, penyuluhan bela negara oleh Kodim 1604/Kupang, penyuluhan peternakan oleh dinas Peternakan Kabupaten Kupang dan penyuluhan COVID-19 oleh dinas kesehatan kabupaten Kupang.

Kegiatan TMMD yang sedang dilakukan merupakan wujud nyata lintas sektoral di daerah dan sangat berguna bagi masyarakat. Meski di tengah pandemi COVID-19, saya berharap target pembangunan bisa terselenggara dengan baik dan terencana, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Marilah kita tetap memelihara semangat kebersamaan untuk membangun kontribusi kesejahteraan masyarakat. Ungkap Dandim Kupang. (ML/IB)




dr. Christian Widodo : Hari Keluarga Nasional Momen Penting Pembangunan Manusia Indonesia

 

Kupang, mwartapedia.com —  Hari ini tanggal 29 Juni diperingati sebagai Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) dimana hari ini merupakan hari yang telah dikhususkan buat keluarga Indonesia untuk meluangkan waktu bersama keluarga tercinta.

HARGANAS juga mendapat perhatian dari seorang Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Partai Solidatitas Indonesia (PSI), dr. Christian Widodo.

Kepada media ini, Senin (29/06), dr. Christian mengatakan bahwa Pembangunan Keluarga menjadi hal yang paling penting bagi Kemajuan bangsa.

“Dalam lingkungan Keluarga, anak akan mempelajari berbagai hal seperti karakter, Disiplin, nilai nilai kebenaran, toleransi, gotong royong dan sebagainya yang akan dijadikan bekal untuk masa depannya kelak dan anak-anak inilah yang nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas,”ungkapnya

Untuk mewujudkannya, lanjut dr. Christian bahwa orang tua perlu membangun pola asuh yang tepat untuk membentuk karakter yang berkualitas di kemudian hari.

“Keluaraga yang sehat, bahagia dan sejahtera adalah cerminan dari suatu bangsa yang maju, oleh karenanya membangun ketahanan keluarga adalah hal yang sangat penting,”lanjutnya.

dr. Christian menambahkan,  selain  Untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang berkualitas, pencegahan stunting menjadi sangat penting.

 “Penanganan stunting harus dilakukan dari hulu sampai hilir, bukan saja saat bayi lahir tapi sejak calon orang tua akan menikah, mereka harus dibekali dengan pengetahuan bagaimana mencegah stunting, peran ayah juga penting, di samping itu pemerintah harus memiliki inovasi dan terobosan-terobosan baru dengan pendekatan sosial budaya msayarakat kita,”tambahnya.

dr. Christian juga berharap agar alam rangka peringatan HARGANAS  di masa pandemi Covid-19 dan dengan masalah masalah yang dihadapi bangsa kita saat ini keluarga harus berperan aktif dalam menjaga sikap dan pola hidup yang sehat.

“Harapan saya yang paling relevan dengan situasi bangsa saat ini adalah semua  keluarga  Indonesia terkhusus keluarga- keluarga di NTT agar lebih mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat kepada anggota keluarga, nilai-nilai berbagi kepada sesama dan rasa toleransi antar umat beragama yang tinggi,” pungkas dr. Christian Widodo. (ML/IB)




Percepat Bangun 421 BTS Tower di NTT, Menteri Johnny Plate Minta Pemda Siapkan Lahan

Kupang,mwartapedia.com –Menteri Komunikasi dan Informatika RI Johnny G. Plate saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan BTS di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengatakan Ada 421 BTS tower yang akan dibangun di 421 desa yang diselesaikan pembangunannya tahun 2021 ini hingga tahun depan. Saya harapkan bisa dilakukan dengan lebih cepat. BTS ini dibangun di atas lahan pemerintah daerah kabupaten. Oleh sebab itu koordinasi dengan pemerintah daerah perlu memastikan tersedianya lahan dengan titik koordinat yang tepat untuk kebutuhan perencanaan pembangunan desa, kecamatan dan kabupaten ke depannya. 

“Kita tentukan titik yang tepat dengan rencana pembangunan daerah. Sehingga koneksinya bisa membantu pelayanan pemerintah, bidang pendidikan dan pelayanan kesehatan serta kegiatan masyarakat. Sehingga berjalan dengan dengan jangka panjang seirama dengan pembangunan wilayah. Jangan sampai BTS disediakan tetapi lokasinya jauh dan konektivitasnya tidak mampu mendukung pembangunan daerah,” jelas Johhny di Hotel Aston, Senin (28/6/2021).

Menurutnya, masyarakat harus ambil bagian dalam pelatihan-pelatihan digital untuk dapat ikut serta dalam memanfaatkan teknologi dengan sumber daya manusia yang hebat. 

“Saya berharap di tahun ini masyarakat NTT bisa kut program pelatihan digital masyarakat oleh kemkominfo. Ini penting untuk kembangkan literasi digital ke masyarakat. Kita lakukan secara virtual meeting. Ajak anak-anak kita untuk ikut pelatihannya karena ini gratis untuk semua,” ujar beliau.

“Kami juga berencana membangun pusat data di NTT di Labuan Bajo. Itu untuk menjadi pusat data untuk melayani kawasan Indonesia tengah dan Indonesia Timur melalui jalur selatan di NTT,” tambahnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat juga mengharapkan adanya penguatan SDM di bidang digital dan teknologi informasi.

“Kita harus membangun SDM kita dengan baik untuk paham dan menguasai betul pemanfaatan perkembangan teknologi dan juga melalui model digitalisasi. Sehingga infrastruktur yang telah disiapkan oleh pemerintah pusat dapat dipergunakan untuk kemajuan daerah. Maka data digitalisasi kita harus kuat. dan Saya mau 2 tahun dari sekarang NTT bisa dikenal sebagai Provinsi digital,” ujar Gubernur Viktor.

“Para Bupati harus berpikir cepat dalam pemanfaatan pembangunan BTS ini. Ini adalah kesempatan kita untuk melompat lebih jauh ke depan untuk bisa bersaing di era saat ini. Kita tidak perlu promosi daerah dengan jalan keliling dunia tetapi cukup kita di desa saja tapi memanfaatkan promosi lewat jaringan trknologi internet untuk memperkenalkan produk-produk unggulan di NTT dan juga pariwisata kita,” ujar Gubernur.

Gubernur juga sangat menginginkan agar SDM di desa-desa dapat mengembangkan kemampuan literasi teknologi dengan baik. (BAP/ML/IB).




Wagub NTT: Pemimpin Harus Mampu Wujudkan Semangat Perubahan

 

Kupang,mwartapedia.com — Wakil Gubernur NTT,  Josef Nae Soi (JNS)  menegaskan, pemimpin harus mampu mewujudkan semangat perubahan lewat tindakan. Pemimpin  harus bisa gerakan orang yang dipimpinnya untuk bekerja sama. 

“Latihan kepemimpinan ini punya dua tujuan. Pertama sebagai ASN, saudara harus bisa gerakan orang untuk bekerja sama. Tapi lebih dari itu saudara juga harus bisa menarik orang untuk bekerja. Latihan ini orientasinya adalah supaya kita bisa bekerja,” kata Wagub JNS saat memberikan sambutan dan membuka kegiatan Pelatihan Administrator Angkatan VI Lingkup Pemerintah Provinsi NTT dan Pelatihan Dasar (Latsar)  Calon PNS Golongan II Angkatan 47 dan Golongan III Angkatan 132,133 dan 134 Lingkup Pemerintah Sumba Timur,  Alor, Rote Ndao,  Sikka dan Nagekeo di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) NTT, Senin (28/6).

Acara yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat tersebut dihadiri oleh Kadis Perhubungan NTT,  Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTT,  Kepala BPSDMD NTT,  para widyaiswara,  perwakilan dari peserta serta undangan lainnya. 

Menurut Wagub JNS, ada perbedaan antara bekerja (work) dan menggarap (labore). Kerja itu suatu proses untuk hasilkan output dan outcome serta mendatangkan kepuasan bagi diri dan orang yang dilayani. Sementara garap hanya pentingkan kehadiran, datang dan pulang waktu. 

“ASN sebagai seorang pemimpin tidak hanya gerakan orang dengan kata-kata tapi harus mampu menarik orang dengan  teladan. Latihan ini tidak hanya sekedar hasilkan pengetahuan,  keterampilan dan sikap, tapi bagaimana seni untuk rampungkan ketiganya jadi satu untuk hasilkan output dan outcome, “jelas Wagub JNS. 

Lewat sebuah permainan,  mantan anggota DPR tiga periode itu mengajak peserta pelatihan untuk bekerja sama dan membangun kolaborasi. Pemimpin harus bisa samakan persepsi dari semua bawahannya. 

“Pemimpin itu harus punya seni. Masuk lewat pintu dia atau mereka,  tapi keluar lewat pintu saya atau kita. Pulang dari sini, anda harus lebih hebat dari teman-teman yang tidak ikut pelatihan. Dalam bangun kerja sama  dan kolaborasi tidak boleh kita silih atau saling gesek,  silih gosok dan silih gasak,” jelas Wagub  Nae Soi. 

Di akhir arahannya, Wagub Nae Soi mendorong para peserta untuk jadi pemimpin yang punya cinta dan perhatian terhadap bawahannya. Harus punya perhatian (care), berbagi atau kebersamaan (share)  dan kejujuran (fair). 

“Pemimpin itu harus punya integritas. Saudara boleh hebat dan pintar,  tapi tanpa integritas,  tidak ada maknanya. Latihan kepemimpinan ini bukan hanya seremonial atau syarat untuk naik pangkat dan sebagainya.  Tapi lebih dari itu supaya saudara punya kompetensi yang sampai kapanpun akan selalu membanggakan yakni komit dan konsisten dalam bekerja, “pungkas Wagub JNS. 

Sementara itu,  Kepala BPSDMD NTT,  Petrus Keron dalam laporannya mengungkapkan pelatihan kepemimpinan administrator bertujuan untuk untuk tingkatkan kompentensi sebagai pemimpin yang inovatif, berkarakter, serta mampu mendesain dan meningkatkan kinerja organisasi.  Sementara latsar PNS bertujuan untuk tanamkam nilai-nilai dasar sebagai PNS agar mampu terima mandat dan jalankan peran sebagai pelayan publik. 

“Peserta Pelatihan Administrator berjumlah 40 orang. Dengan waktu pelatihan selama 91 hari. Sementara latsar berjumlah 159 orang dengan lama waktu pelatihan selama 51 hari,” ungkap Petrus Keron. (BAP/ML/IB)




TPDI: Bareskrim POLRI Perlu Menetapkan Budiman Gandi Suparman Sebagai DPO Agar Segera Tangkap dan Tahan

Kupang,mwartapedia.com — Bareskrim Mabes Polri, perlu menetapkan tersangka Budiman Gandi Suparman (BGS) dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan segera melakukan Penangkapan dan Penahanan, karena pada tanggal 11 Juni 2021, ketika hendak dilakukan Penyerahan Tahap II oleh Dittipideksus Bareskrim Polri, BGS kembali mangkir tanpa alasan sah.

Demikian rilis yang diterima dari Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) dan Advokat Peradi, Petrus Selestinus, SH, Senin (28/6/2021).

Padahal Penyerahan Tahap II, atas tersangka BGS dan Barang Bukti kepada Kejaksaan Agung RI, merupakan bukti telah selesainya tanggung jawab Penyidik, dan selanjutnya untuk masuk ke Penuntutan ke Pengadilan, meminta pertanggungjawaban secara pidana atas tuduhan “Memasukan Keterangan Palsu ke dalam Akta Otentik” sepenuhnya menjadi wewenang JPU.

Penyerahan Tahap II tersangka BGS, telah tertunda 2 (dua) kali, yaitu pertama ketika hendak dilakukan pada tanggal 7 Mei 2021, BGS mangkir dan kemudian disusul pada tanggal 11 Juni 2021 di Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, namun lagi-lagi tersangka BGS tidak nongol batang hidungnya, tanpa alasan meskipun telah dipanggil secara patut.

UPAYA PAKSA DAN NYATAKAN BURON.

Faktanya BGS telah dua kali mangkir, meskipun dipanggil secara patut untuk Penyerahan Tahap II. Itu berarti BGS  dengan sengaja telah menghambat kinerja Penyidik Dittipideksus dan Jaksa Penuntut Umum, setelah hasil penyidikan diteliti dan dinyatakan sudah lengkap pada 28 April 2021, oleh Jampidum Kejagung RI. 

Sikap BGS tidak memenuhi panggilan untuk Penyerahan Tahap II, diduga untuk menghindarkan dari pertanggungjawaban pidana terhadap sangkaan melanggar pasal 263 atau 264 atau 266 jo. pasal 55 KUHP, sehingga terhadap BGS harus dilakukan upaya paksa berupa diumumkan namanya dalam DPO, ditangkap dan ditahan demi proses penuntutan.

Penahanan terhadap tersangka BGS, sangat beralasan, selain karena BGS telah mempersulit Penyerahan Tahap II, juga karena BGS diancaman dengan pasal pidana yang ancaman pidananya di atas 5 tahun penjara, disamping pertimbangan rasa keadilan ratusan ribu anggota KSP Intidana yang menunggu kepastian hukum.

BGS MENEBAR FITNAH KEPADA POLRI.

Pernyataan tersangka BGS di media pasca mangkir dari Penyerahan Tahap II tanggal 11 Juni 2021, bahwa dirinya telah dizolimi karena kasus pemalsuan Akta Otentik yang dituduhkan itu sudah di SP3, jelas sebagai pernyataan bohong dan bagian dari tipu muslihat BGS demi memfitnah Bareskrim Polri agar lari dari tanggung jawab pidana.

Jalannya proses pidana atas Laporan Polisi No. : LP/ A/0612/X/2020/Bareskrim, tanggal 27 Oktober 2020, membuktikan bahwa kinerja Penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri, sangat “profesional” dan patut kita “apresiasi”. 

Ini prestasi Dittipideksus, Bareskrim Polri yang membanggakan karena, meskipun BGS, berusaha menutup-nutupi perbuatan pidana yang disangkakan dengan berbagai Akta Otentik, namun Penyidik berhasil menemukan alat bukti peristiwa pidana “Memasukan Keterangan Palsu ke Dalam Akta Otentik” berupa Surat, Keterangan Saksi, Keterangan Ahli, Petunjuk dll.

Oleh karena itu demi kepentingan puluhan ribu Anggota KSP Intidana yang saat ini dalam keadaan ketidakpastian hukum, maka terhadap tersangka BGS perlu segera ditetapkan dalam DPO, ditangkap dan ditahan, agar Penyerahan Tahap II, ke  JPU, tidak lagi mengalami hambatan. (ML/IB)




Bayi Lahir Tanpa Anus di Manggarai Barat Butuh Uluran Tangan

Labuan Bajo,mwartapedia.com —  Setiap orangtua tentu menginginkan bayi yang lahir dari rahim ibundanya selalu sehat dan sempurna. Namun, di luar kemampuan manusia, ada saja penyakit langka yang mungkin mengganggu kesehatan dan tumbuh kembang si bayi.

Salah satunya dialami oleh Edelberta Suriani dan Yohanes Surdi, orangtua kandung dari anak Beatrix Indah (10 bulan), bayi perempuan yang lahir tanpa lubang anus  asal RT 008, RW 004,  Desa Compang Longgo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi  Nusa Tenggara Timur (NTT).

Putri kesayangan mereka lahir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  Komodo Labuan Bajo tanggal 31 Agustus 2020 lalu, dan  sejak itu mereka tidak tahu kalau putrinya tidak memiliki lubang anus.

”Putri saya lahirnya di RSUD Komodo Labuan Bajo, 31 Agustus 2020. Pada saat itu, saya tidak tahu kalau kondisinya seperti ini, dan kami sempat rawat inap selama tiga malam di RSUD Komodo Labuan Bajo saat itu,” kisah Yohanes di kediamannya di Desa Compang Longgo, Minggu (27/6/2021).

Yohanes baru mengetahui hal itu, ketika dirinya membersihkan kotoran saat anaknya buang air besar (BAB) melalui kemaluan.

“Kami tahu, anak kami mengalami  kelainan saat saya membersihkan fesesnya. Saat itulah, saya kaget, sampai keluarga besar pun menangis karena prihatin dengan kondisi putri saya yang selama ini fesesnya keluar melalui kemaluannya,” ungkap Yohanes.

Setelah itu, ia bersama istrinya Edelberta Suryani ( 36) pergi  ke RSUD Komodo Labuan Bajo untuk mengetahui kondisi kesehatan anaknya. Oleh dokter poli umum yang memeriksa anaknya kala itu mengarahkan keluarga untuk bertemu dengan dokter bedah, sambil menyarankan untuk dioperasi. Karena keterbatasan biaya, sampai hari ini, orangtua atau keluarga masih  menunda pelaksanaan operasi putrinya.

Setelah mendengar saran dari dokter saat itu, dalam perjalanan pulang ke rumah, Yohanes selalu berpikir soal biaya operasi anaknya. “Sejak saat itu, saya terus berusaha untuk mencari uang dan sampai saat ini belum juga dapat,” tuturnya mengharukan.

”Setiap kali dia ( Beatrix,red ) membuang air besar dia selalu menangis, apa lagi kalau fesesnya kasar, dia  (Beatrix,red) mengeluarkan keringat bahkan sampai muntah”, kisahnya.

Yohanes berharap, bantuan dari semua pihak termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat, baik dalam bentuk doa maupun finansial, sehingga anaknya bisa dilakukan operasi dalam waktu dekat ini. (ML/IB)




10 Warga Wairita Keracunan Ikan Buntal, 3 Meninggal, 7 Masih Dirawat

 

                          Dok.SuaraSikka.com

Maumere,mwartapedia.com — Sepuluh warga Wairita di Kabupaten Sikka dikabarkan keracunan ikan buntal. Tiga di antaranya meninggal dunia, sementara 7 masih dirawat.

Peristiwa ini terjadi Dusun Daranatar,
Desa Hoder, Kecamatan Waigete, sekitar pukul 18.00.Wita.

Seperti dilansir dari SuaraSikka.com, Maria Sepe, salah satu anggota keluarga menjelaskan seorang warga bernama Klementinus Oskar pada Sabtu (26/6) malam pergi melaut.

Dia berhasil mendapatkan banyak ikan, termasuk seekor ikan buntal. Ikan yang berhasil ditsngkap ini kemudian dibersihkan dan dimasukkan ke dalam kulkas.

Pada Minggu (27/6) pagi tadi sekitar 20 orang duduk berkumpul di rumah Bernadus Simon. Mereka bercengkerama sambil menenggak minuman tradisionil yang biasa disebut moke.

Hingga pukul jam 14.00 Wita, mereka masih melanjutkan minum-minum. Karena kekurangan makanan tambahan, didatangkan ikan buntal yang sudah dimasak.

Sekitar 2 jam kemudian, mulai muncul reaksi pada salah seorang warga.

“Dia mengaku tangannya keram-keram, dan bibir mulai rasa gatal dan bengkak. Ada warga yang kasih minum air kelapa. Tapi tidak ada perubahan,” cerita Maria Sepe.

Tidak lama berselang, beberapa orang yang sempat makan ikan buntal mulai merasakan hal yang sama. Bahkan ada yang sudah mulai muntah-muntah. Situasi pun mulai panik.

Melihat kondisi yang semakin parah, akhirnya warga yang lain berinisiatif membawa mereka ke IGD RSUD TC Hillers Maumere.

Setelah tiba di rumah sakit, 3 orang tidak bisa tertolong lagi. Mereka yang meninggal yakni Bernadus Simon 43 tahun, Andreas Sirilus 20 tahun, dan Anselmus Labas Lodan 39 tahun. Tiga orang yang meninggal ini langsung dibawa ke kamar jenazah.

Saat ini 7 orang sedang dirawat intensif di IGD. Mereka terbagi dalam dua ruangan.

Sementara ini personil Dinkes Sikka bersama Kapolsek Waigete tengah menuju tempat kejadian untuk mendapatkan sampel muntahan ikan buntal. (ML/IB)