Ditengah Pandemi Covid-19, Kodim 1604/Kupang Bantu Masyarakat Lewat TMMD

 

Oelamasi,mwartapedia.com — Ditengah merebaknya Covid-19 yang tidak kunjung usai, TNI-AD hadir membantu pemerintah daerah di bidang pembangunan dan sosialisasi melalui TMMD Kodim 1604/Kupang di Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT. (28/06/2021). 

Komandan Kodim 1604/Kupang, Kolonel Arh. Abraham Kalelo selaku Dan Satgas TMMD mengatakan upaya TNI dalam membantu pemerintah dalam bidang akselerasi pembangunan di daerah pedesaan seperti saat ini kita sedang laksanakan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 1604/Kupang di dua Desa dan satu kelurahan di wilayah Kabupaten Kupang.  

Lebih lanjut Dandim mengatakan, tiga lokasi tersebut diantaranya Desa Sahraen terdapat pengerjaan Rehap rumah Pastori Bonamhonis, Rehap Kapelan St. Benediktus Sahraen, Rehap Gereja Imanuel Sahraen dan di Desa Nekmese  terdapat pembangunan 3 ruang kelas dan 1 ruang guru SMP Kristen 1 Amarasi Selatan dilengkapi dengan pembangunan MCK serta di Kelurahan  

Sonraen dilaksanakan kegiatan pembukaan, penyiapan dan pembersihan lahan seluas 80 are untuk lahan untuk tanam singkong. 

Selain pembangunan fisik juga ada kegiatan Non fisik berupa sosialisasi atau penyuluhan kepada masyarakat sekitar dengan bekerjasama instansi terkait yang membidangi kegiatan tersebut seperti penyuluhan tentang Teknologi tepat guna oleh dinas PMD Kabupaten Kupang, Penyuluhan tentang wasbang oleh Kodim 1604/Kupang, penyuluhan tentang kesadaran hukum oleh polres Kupang, penyuluhan tentang rekrutmen TNI oleh Kodim 1604/Kupang, penyuluhan bela negara oleh Kodim 1604/Kupang, penyuluhan peternakan oleh dinas Peternakan Kabupaten Kupang dan penyuluhan COVID-19 oleh dinas kesehatan kabupaten Kupang.

Kegiatan TMMD yang sedang dilakukan merupakan wujud nyata lintas sektoral di daerah dan sangat berguna bagi masyarakat. Meski di tengah pandemi COVID-19, saya berharap target pembangunan bisa terselenggara dengan baik dan terencana, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Marilah kita tetap memelihara semangat kebersamaan untuk membangun kontribusi kesejahteraan masyarakat. Ungkap Dandim Kupang. (ML/IB)




dr. Christian Widodo : Hari Keluarga Nasional Momen Penting Pembangunan Manusia Indonesia

 

Kupang, mwartapedia.com —  Hari ini tanggal 29 Juni diperingati sebagai Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) dimana hari ini merupakan hari yang telah dikhususkan buat keluarga Indonesia untuk meluangkan waktu bersama keluarga tercinta.

HARGANAS juga mendapat perhatian dari seorang Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Partai Solidatitas Indonesia (PSI), dr. Christian Widodo.

Kepada media ini, Senin (29/06), dr. Christian mengatakan bahwa Pembangunan Keluarga menjadi hal yang paling penting bagi Kemajuan bangsa.

“Dalam lingkungan Keluarga, anak akan mempelajari berbagai hal seperti karakter, Disiplin, nilai nilai kebenaran, toleransi, gotong royong dan sebagainya yang akan dijadikan bekal untuk masa depannya kelak dan anak-anak inilah yang nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas,”ungkapnya

Untuk mewujudkannya, lanjut dr. Christian bahwa orang tua perlu membangun pola asuh yang tepat untuk membentuk karakter yang berkualitas di kemudian hari.

“Keluaraga yang sehat, bahagia dan sejahtera adalah cerminan dari suatu bangsa yang maju, oleh karenanya membangun ketahanan keluarga adalah hal yang sangat penting,”lanjutnya.

dr. Christian menambahkan,  selain  Untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang berkualitas, pencegahan stunting menjadi sangat penting.

 “Penanganan stunting harus dilakukan dari hulu sampai hilir, bukan saja saat bayi lahir tapi sejak calon orang tua akan menikah, mereka harus dibekali dengan pengetahuan bagaimana mencegah stunting, peran ayah juga penting, di samping itu pemerintah harus memiliki inovasi dan terobosan-terobosan baru dengan pendekatan sosial budaya msayarakat kita,”tambahnya.

dr. Christian juga berharap agar alam rangka peringatan HARGANAS  di masa pandemi Covid-19 dan dengan masalah masalah yang dihadapi bangsa kita saat ini keluarga harus berperan aktif dalam menjaga sikap dan pola hidup yang sehat.

“Harapan saya yang paling relevan dengan situasi bangsa saat ini adalah semua  keluarga  Indonesia terkhusus keluarga- keluarga di NTT agar lebih mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat kepada anggota keluarga, nilai-nilai berbagi kepada sesama dan rasa toleransi antar umat beragama yang tinggi,” pungkas dr. Christian Widodo. (ML/IB)




Percepat Bangun 421 BTS Tower di NTT, Menteri Johnny Plate Minta Pemda Siapkan Lahan

Kupang,mwartapedia.com –Menteri Komunikasi dan Informatika RI Johnny G. Plate saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan BTS di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengatakan Ada 421 BTS tower yang akan dibangun di 421 desa yang diselesaikan pembangunannya tahun 2021 ini hingga tahun depan. Saya harapkan bisa dilakukan dengan lebih cepat. BTS ini dibangun di atas lahan pemerintah daerah kabupaten. Oleh sebab itu koordinasi dengan pemerintah daerah perlu memastikan tersedianya lahan dengan titik koordinat yang tepat untuk kebutuhan perencanaan pembangunan desa, kecamatan dan kabupaten ke depannya. 

“Kita tentukan titik yang tepat dengan rencana pembangunan daerah. Sehingga koneksinya bisa membantu pelayanan pemerintah, bidang pendidikan dan pelayanan kesehatan serta kegiatan masyarakat. Sehingga berjalan dengan dengan jangka panjang seirama dengan pembangunan wilayah. Jangan sampai BTS disediakan tetapi lokasinya jauh dan konektivitasnya tidak mampu mendukung pembangunan daerah,” jelas Johhny di Hotel Aston, Senin (28/6/2021).

Menurutnya, masyarakat harus ambil bagian dalam pelatihan-pelatihan digital untuk dapat ikut serta dalam memanfaatkan teknologi dengan sumber daya manusia yang hebat. 

“Saya berharap di tahun ini masyarakat NTT bisa kut program pelatihan digital masyarakat oleh kemkominfo. Ini penting untuk kembangkan literasi digital ke masyarakat. Kita lakukan secara virtual meeting. Ajak anak-anak kita untuk ikut pelatihannya karena ini gratis untuk semua,” ujar beliau.

“Kami juga berencana membangun pusat data di NTT di Labuan Bajo. Itu untuk menjadi pusat data untuk melayani kawasan Indonesia tengah dan Indonesia Timur melalui jalur selatan di NTT,” tambahnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat juga mengharapkan adanya penguatan SDM di bidang digital dan teknologi informasi.

“Kita harus membangun SDM kita dengan baik untuk paham dan menguasai betul pemanfaatan perkembangan teknologi dan juga melalui model digitalisasi. Sehingga infrastruktur yang telah disiapkan oleh pemerintah pusat dapat dipergunakan untuk kemajuan daerah. Maka data digitalisasi kita harus kuat. dan Saya mau 2 tahun dari sekarang NTT bisa dikenal sebagai Provinsi digital,” ujar Gubernur Viktor.

“Para Bupati harus berpikir cepat dalam pemanfaatan pembangunan BTS ini. Ini adalah kesempatan kita untuk melompat lebih jauh ke depan untuk bisa bersaing di era saat ini. Kita tidak perlu promosi daerah dengan jalan keliling dunia tetapi cukup kita di desa saja tapi memanfaatkan promosi lewat jaringan trknologi internet untuk memperkenalkan produk-produk unggulan di NTT dan juga pariwisata kita,” ujar Gubernur.

Gubernur juga sangat menginginkan agar SDM di desa-desa dapat mengembangkan kemampuan literasi teknologi dengan baik. (BAP/ML/IB).




Wagub NTT: Pemimpin Harus Mampu Wujudkan Semangat Perubahan

 

Kupang,mwartapedia.com — Wakil Gubernur NTT,  Josef Nae Soi (JNS)  menegaskan, pemimpin harus mampu mewujudkan semangat perubahan lewat tindakan. Pemimpin  harus bisa gerakan orang yang dipimpinnya untuk bekerja sama. 

“Latihan kepemimpinan ini punya dua tujuan. Pertama sebagai ASN, saudara harus bisa gerakan orang untuk bekerja sama. Tapi lebih dari itu saudara juga harus bisa menarik orang untuk bekerja. Latihan ini orientasinya adalah supaya kita bisa bekerja,” kata Wagub JNS saat memberikan sambutan dan membuka kegiatan Pelatihan Administrator Angkatan VI Lingkup Pemerintah Provinsi NTT dan Pelatihan Dasar (Latsar)  Calon PNS Golongan II Angkatan 47 dan Golongan III Angkatan 132,133 dan 134 Lingkup Pemerintah Sumba Timur,  Alor, Rote Ndao,  Sikka dan Nagekeo di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) NTT, Senin (28/6).

Acara yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat tersebut dihadiri oleh Kadis Perhubungan NTT,  Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTT,  Kepala BPSDMD NTT,  para widyaiswara,  perwakilan dari peserta serta undangan lainnya. 

Menurut Wagub JNS, ada perbedaan antara bekerja (work) dan menggarap (labore). Kerja itu suatu proses untuk hasilkan output dan outcome serta mendatangkan kepuasan bagi diri dan orang yang dilayani. Sementara garap hanya pentingkan kehadiran, datang dan pulang waktu. 

“ASN sebagai seorang pemimpin tidak hanya gerakan orang dengan kata-kata tapi harus mampu menarik orang dengan  teladan. Latihan ini tidak hanya sekedar hasilkan pengetahuan,  keterampilan dan sikap, tapi bagaimana seni untuk rampungkan ketiganya jadi satu untuk hasilkan output dan outcome, “jelas Wagub JNS. 

Lewat sebuah permainan,  mantan anggota DPR tiga periode itu mengajak peserta pelatihan untuk bekerja sama dan membangun kolaborasi. Pemimpin harus bisa samakan persepsi dari semua bawahannya. 

“Pemimpin itu harus punya seni. Masuk lewat pintu dia atau mereka,  tapi keluar lewat pintu saya atau kita. Pulang dari sini, anda harus lebih hebat dari teman-teman yang tidak ikut pelatihan. Dalam bangun kerja sama  dan kolaborasi tidak boleh kita silih atau saling gesek,  silih gosok dan silih gasak,” jelas Wagub  Nae Soi. 

Di akhir arahannya, Wagub Nae Soi mendorong para peserta untuk jadi pemimpin yang punya cinta dan perhatian terhadap bawahannya. Harus punya perhatian (care), berbagi atau kebersamaan (share)  dan kejujuran (fair). 

“Pemimpin itu harus punya integritas. Saudara boleh hebat dan pintar,  tapi tanpa integritas,  tidak ada maknanya. Latihan kepemimpinan ini bukan hanya seremonial atau syarat untuk naik pangkat dan sebagainya.  Tapi lebih dari itu supaya saudara punya kompetensi yang sampai kapanpun akan selalu membanggakan yakni komit dan konsisten dalam bekerja, “pungkas Wagub JNS. 

Sementara itu,  Kepala BPSDMD NTT,  Petrus Keron dalam laporannya mengungkapkan pelatihan kepemimpinan administrator bertujuan untuk untuk tingkatkan kompentensi sebagai pemimpin yang inovatif, berkarakter, serta mampu mendesain dan meningkatkan kinerja organisasi.  Sementara latsar PNS bertujuan untuk tanamkam nilai-nilai dasar sebagai PNS agar mampu terima mandat dan jalankan peran sebagai pelayan publik. 

“Peserta Pelatihan Administrator berjumlah 40 orang. Dengan waktu pelatihan selama 91 hari. Sementara latsar berjumlah 159 orang dengan lama waktu pelatihan selama 51 hari,” ungkap Petrus Keron. (BAP/ML/IB)