NTT Juara Umum Augerah Pesona Indonesia (API) 2020

 

Labuan Bajo, mwartapedia.com —  Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai  Provinsi yang memiliki luasan lautan melebihi luasan daratan, secara administrasi memilik 21 Kabupaten dan 1 Kota.

Wilayah Administrasi tersebut, secara terpisah berbasis kepulauan, yakni Pulau Timor (Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS, TTU, Belu, Malaka), Pulau Flores (Kabupaten Flores Timur, Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai dan Manggarai Barat) dan Pulau Sumba (Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya) serta Kabupaten Kepulauan Lainnya  yaitu Kabupaten Alor, Kabupaten Lembata, Kabupaten Sabu Raijua dan Kabupaten Rote Ndao.

Sejak  September Tahun 2018, untuk periode 2018-2023, NTT di pimpin oleh Gubernur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakil Gubernur, Josef A. Nae Soi (JNS) dengan spirit NTT Bangkit NTT Sejahtera dengan Pariwisata sebagai Penggerak utama pembangunan di NTT.

Pariwisata sebagai Prime mover pembangunan di NTT memiliki1.378 dengan rincian 636 destinasi wisata alam, 500 destinasi wisata budaya, 101 destinasi wisata minat khusus, 41 destinasi wisata buatan sebagai kekuatan untuk pencapaian kesejahteraan di NTT untuk terus bergerak  maju dengan pendekatan modernisasi dan digitalisasi.

Kondisi hari ini (20/5), Labuan Bajo-NTT menjadi Tuan Rumah Anugerah Pesona Indonesia (API) Award, NTT masuk nomisasi tiga besar dan bersaing dengan Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Aceh. 

Kegiatan API 2020, seleksinya dilaksanakan secara ketat oleh Komite Seleksi API Indonesia Tahun 2020 secara profesional dan Independen, Kajian dan Seleksi, Penentuan dan Penetapan Nominasi melalui Vote dengan periodesasi 1 Agustus sampai dengan 31 Desember 2020 melalui You Tube API 2020, Website API 2020, Android App dan SMS 99386.

Malam Penghargaan API 2020, Master of Ceremony (MC), Riris Sulistiowati dan Bimo mengumumkan NTT sebagai juara umum dengan nominasi yang berhasil meraih juara 1 Pada 5 kategori dan juara 2 pada 3 kategori Dari total 18 Kategori.

“8 nominasi kategori yang dijuarai NTT yaitu; Pertama, Kategori Surga Tersembunyi juara dua diraih oleh Mulut Seribu di kabupaten Rote Ndao, Kategori Makanan Tradisional juara satu diraih oleh daging Se’i provinsi NTT, Kategori Destinasi Belanja juara satu diraih Sentra Tenun Ikat Ina Ndao di Kota Kupang, Kategori Wisata Air juara dua disabet Island Hopping Pulau Meko di Flores Timur, Kategori Dataran Tinggi juara sau diraih Fulan Fehan di kabupaten Belu, kategori Kampung Tradisional, juara satu diraih Kampung Adat Namata di Sabu Raijua, kategori Destinasi Baru, juara dua diraih Pulau Semau di kabupaten Kupang, dan kategori Situs Sejarah, juara satu diraih Liang Bua Ruteng, kabupaten Manggarai”, pungkasnya

“Anugerah Pesona Indonesia  merupakan rangkaian kegiatan tahunan yang diselenggarakan dalam upaya membangkitkan apresiasi masyarakat terhadap pariwisata Indonesia, serta mendorong peran serta berbagai pihak terutama pemerintah daerah untuk lebih berupaya mempromosikan pariwisata di daerahnya masing-masing,” katanya. (Biro administrasi pimpinan setda Provinsi NTT/ML/IB)




Wagub Apresiasi Atas Upaya Kemenlu RI Memulangkan Wilfrida Soik

 

Kupang, mwartapedia.com  —  Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS)  menerima kedatangan Dirjen Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri RI  di Ruang Kerja Wagub, Kamis (20/5). 

Pertemuan tersebut dalam rangka menandatangani Berita Acara Serah Terima WNI/PMI yang terbebas dar Hukuman Mati Walfrida Soik untuk selanjutnya menjadi tanggungjawab Pemerintahan Provinsi NTT. 

Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Koperasi,  Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi NTT Silvy Pekudjawang, Kepala Badan Perlindungan Pekerja migran Indonesia Provinsi NTT Siwa dan perwakilan keluarga Walfida Soik. 

Dalam kesempatan tersebut, Wagub JNS menegaskan, pemerintah Provinsi NTT akan terus memperhatikan dan memantau kondisi Walfida Soik pasca pemulangannya dari Jakarta ke NTT.

 “Saya selaku Pemerintah Provinsi dan mewakili masyarakat NTT berterima kasih kepada Kemeterian Luar Negeri yang telah melakukan segala upaya dan kerja keras membebaskan saudara kita Walfida Soik” jelas Wagub Josef pada kesempatan tersebut. 

Upaya diplomasi yang dilakukan terhadap Wilfrida Soik dilakukan melalui diplomasi perlindungan melalui diplomasi yang dilakukan antar pemerintah, upaya bantuan hukum untuk Wilfrida Soik selama masa persidangan dan bantuan advokasi melalui pemantauan yang dilakukan oleh KPP-PA serta Migrant CARE sebagai NGO yang memberikan perhatian khusus kepada kasus Wilfrida Soik melalui perjalanan advokasi yang panjang terhitung sejak Desember 2010 sampai dengan 2015. 

“Kita nantinya akan  memfasilitasi  pemulangan dari kupang sampai di kampung halamannya serta untuk membantu pemulihan Walfrida Soik selama di kampung halamannya, melalui  Dinas Koperasi Nakertrans Provinsi NTT dan PP2MI, selanjutnya Ke depannya kita berharap banyak saudara-saudara kita juga bisa terbebas dari hukaman mati dan mendapat kebebasan yang sama yang diperoleh saudara Walfrida Soik.,” tambah Wagub JNS. 

Sementera itu, Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kemenlu RI  juga berterima kasih atas semua dukungan doa semua masyarakat NTT dalam upaya Pembebasan atas hukuman mati Walfrida Soik di Pengadilan Malaysia. “Terima kasih Bapak Wagub NTT di waktu yang lalu telah berkunjung di Malaysia untuk melihat saudara kita Walfrida Soik. Tentunya Kebebasan inic tidak terlepas dari doa masyarakat NTT dan keluarga” ujar Andy Rachmianto 

Upaya diplomasi Indonesia dalam kasus Wilfrida Soik secara tidak langsung juga dijalankan melalui multi-track diplomacy yang dilaksanakan melalui 9 jalur. 9 Jalur dari multi-track diplomacy yang secara tidak langsung menjadi pendukung bebasnya Wilfrida Soik antara lain adalah; Pemerintah, Migrant CARE sebagai Professional Conflict Resolution, bisnis, warga negara, edukasi yang dilakukan melalui sosialisasi, aktivis, agama melalui beberapa kegiatan pendukung bebasnya Wilfrida, penggalangan dana dan komunikasi yang berupa adanya opini publik dan jumpa pers media. 

Pada sidang putusan akhir pada 25 Agustus 2015, Wilfrida Soik dinyatakan bebas dari vonis hukuman mati. Keberhasilan ini merupakan kontribusi dari Indonesia melalui pemerintah dan berbagai macam pihak non-pemerintah yang berkaitan dengan pembebasan Wilfrida Soik bersifat tidak langsung. Pembebasan Wilfrida Soik berdasarkan kepada keputusan hukum dari Pengadilan Tinggi yang tidak bisa diganggu gugat. (Biro administrasi pimpinan setda Provinsi NTT/ML/IB).




Upaya Kodim 1604/Kupang Dalam Rangka Meningkatkan Kesiapan Para Babinsa Jajaran

 

Kupang, mwartapedia.com –  Dalam rangka meningkatkan kesiapan para Babinsa jajaran Kodim 1604/Kupang dalam pelaksanaan pembinaan dan pemberdayaan wilayah pertahanan darat, Kodim 1604/Kupang menggelar kegiatan Pembinaan Kesiapan Aparat Kewilayahan (Bin Siap Apwil) dan kemampuan Teritorial (Puan Ter) Triwulan II TA. 2021. 

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Makodim 1604/Kupang Jln. Mohammad Hatta No. 22, Kelurahan Fontein, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Kamis (20/5/2021). 

Pembukaan sosialisasi Pembinaan Kesiapan Aparat Kewilayahan (Bin Siap Apwil) dan Kemampuan Teritorial (Puan Ter), Kodim 1604/Kupang Bidang Teritorial TW. II TA. 2021, secara resmi dibuka Dandim 1604/Kupang Kolonel Arh Abraham Kalelo, S.Sos, yang diwakili oleh Kasdim 1604/Kupang Letkol Inf Sugeng Prihatin, S.Sos., M.Sc., M.Tr., Hanla,. 

Pada kesempatan tersebut, Dandim 1604/Kupang Kolonel Arh Abraham Kalelo, S.Sos, yang diwakili oleh Kasdim 1604/Kupang Letkol Inf Sugeng Prihatin, S.Sos., M.Sc., M.Tr., Hanla, membuka kegiatan tersebut sekaligus memberikan materi pada acara pembinaan kesiapan aparat kewilayahan dan kemampuan teritorial (Bin Siap Apwil dan Puan Ter) Triwulan II TA. 2021. 

Kupang Letkol Inf Sugeng menyampaikan kegiatan Pembinaan Kesiapan Aparat Kewilayahan dan Kemampuan Teritorial Kodim 1604/Kupang Triwulan II TA. 2021 ini dilaksanakan dalam upaya meningkatkan kemampuan Apkowil yang diselenggarakan setiap triwulan. Untuk itu, agar para Babinsa senantiasa mendengarkan, menyimak, memahami dan mencermati setiap materi yang akan disampaikan oleh narasumber sehingga dapat mengimplementasikan pada saat pelaksanaan tugas di lapangan nanti. 

“Pentingnya sosialisasi ini kepada prajurit Kowil agar kedepan supaya bisa memahami tugas dan fungsinya, sehingga tidak terjadi keraguan dalam mengaplikasikan di lapangan. Babinsa yang merupakan garda terdepan dalam tugas kewilayahan bagi TNI-AD wajib meningkatkan kesiapan kewilayahan dan kemampuan teritorial, selain itu diperlukan kemampuan dan ilmu teritorial dalam tugas sesuai dengan situasi dan kondisi saat ini,” tuturnya. 

“Saya berharap kepada seluruh prajurit Kodim 1604/Kupang agar dapat menunjukan Sikap Teritorial sebagai wujud nyata dari seluruh bentuk tingkah laku seorang prajurit dalam berhubungan dengan segenap lapisan masyarakat serta dapat mewujudkan sikap dan kepribadian TNI-AD dalam menjalin hubungan dengan masyarakat guna mendukung pelaksanaan tugas di wilayah,” harap Kasdim. 

Diakhir materinya, Kasdim 1604/Kupang Letkol Inf Sugeng Prihatin, S.Sos., M.Sc., M.Tr., Hanla, mengatakan bagi para prajurit TNI di haruskan untuk menguasai pengetahuan dalam binsiap apwil dan puanter. Sehingga, ada kesamaan langkah dan tindakan dalam menjalankan tugas di lapangan. 

“Tak ketinggalan, Kasdim 1604/Kupang juga mengingatkan tentang selalu menerapkan protokol kesehatan di wilayah masing-masing karena kita masih di tengah-tengah wabah Covid-19, jangan lengah dan selalu tingkatkan kewaspadaan,” pungkasnya.. 

Pelaksanaan Kegiatan Pembinaan Kesiapan Aparat Kewilayahan dan Kemampuan Teritorial Kodim 1604/Kupang TW. II TA. 2021 tersebut, dalam rangka meningkatkan kesiapan prajurit dalam pelaksanaan pembinaan dan pemberdayaan wilayah pertahanan di Darat. 

Selama pelaksanaan, Kegiatan Pembinaan Kesiapan Aparat Kewilayahan dan Kemampuan Teritorial Kodim 1604/Kupang TW. II TA. 2021 seluruh personel tetap memperlakukan Protokol Kesehatan Covid-19. 

Kegiatan Binsiap Apwil dan Puanter dihadiri oleh Kasdim 1604/Kupang, Pabung Kodim 1604/Kupang, Pgs. Pasi Ter Kodim 1604/Kupang, Kaur Komsos Ter Kodim 1604/Kupang, Danramil jajaran Kodim 1604/Kupang, Staf Makodim 1604/Kupang, beserta Babinsa Kodim 1604/Kupang. (Pendim1604/Kupang/ML/IB)