Ketua GNI Deli Serdang dan Ketua GAAS Kota Medan Angkat Suara Terkait Penyerangan Markas Polri

 

Medan, mwartapedia.com  –  GNI (Generasi Negarawan Indonesia) Kab Deli Serdang dan GAAS ( Gerakan Advokat dan Aktivis) Kota Medan mengecam dan mengutuk keras penyerangan di Kompleks Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Jakarta Selatan yang terjadi pada Rabu sore, 31 Maret 2021.

Ahmad Bakri Syahputra S.E Selaku Ketua GNI kab Deli Serdang dan Ketua GAAS Kota Medan menegaskan bahwa pihaknya mengecam dan mengutuk keras segala bentuk tindakan terorisme di negeri ini.

“Apapun motifnya, tindakan terorisme adalah perbuatan tidak terpuji dan tidak dibenarkan oleh agama apapun. Untuk itu, kami mengecam dan mengutuk keras tindakan yang tidak terpuji ini” tegas Ahmad Bakri Syahputra S.E. Rabu, (31/3/21).

Ahmad Bakri Syahputra S.E menuturkan bahwa jika pelaku terhubung dengan jaringan teroris tertentu, maka pihak yang berwenang perlu segera menyelidiki seluruh aktor yang terlibat dalam aksi penyerangan tersebut.

“Kami mendorong pemerintah melalui aparat negara yang berwenang untuk segera mengusut dan membongkar seluruh jaringan para pelaku, dalang, hingga motif aksi teror yang baru-baru ini terjadi”, tuturnya.

Ahmad Bakri Syahputra S.E juga meminta kepada pihak kepolisian agar meningkatkan keamanan dan kewaspadaan, serta menjamin keamanan masyarakat. 

Harapan saya semoga tempat-tempat ibadah segera di jaga untuk mengamankan agar kejadian ini tidak terulang dan melukai korban jiwa. Menjelang ramadan semoga umat muslim khusuk beribadah dan tidak terlalu berlebihan melihat kejadian ini,  biarkan aparat kepolisian yang menangani kasus ini, tutup nya. (ML/IB)




TPDI Sesalkan Bupati Sikka Masih Bermental SATPOL PP Karena Main Pukul Anak Buahnya

 

Kupang, Mwartapedia.com  –  DPRD Sikka dan Kapolres Sikka harus proaktif mencermati kasus dugaan penganiayaan yang dialami oleh Anggota dan Kepala Satpol PP, yang sudah menjadi perbincangan di seluruh Sikka bahkan seluruh NTT. Ini sebuah kejadian yang sangat memalukan, merusak citra kepemimpinan di Sikka, sekarang dan di masa yang akan datang.

Demikian rilis yang diterima dari Petrus Selestinus, S.H Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia(TPDI) dan advokat Peradi, Rabu (31/03/2021).

Sikka sedang berduka, karena setelah mengalami buruknya managemen kelola anggaran hingga mengalami peristiwa “defisit anggaran” yang belum jelas pertanggungjawabannya, kini muncul peristiwa “defisit kapasitas” dan “defisit modung” yang mengancam terjadinya krisis kepemimpinan Sikka, sekarang dan dimasa yang akan datang.

Kapolres Sikka harus bertindak tegas dan bersikap adil terhadap semua orang, apalagi perisitiwa penganiayaan terhadap Satpol PP, sudah diketahui publik sebagai peristiwa yang melibatkan Robi Idong sebagai sebagai “pelaku tunggal” penganiayaan, karena itu Polres Sikka harus proaktif jangan tunggu Laporan Polisi dari pihak korban, akan muncul gelombang protes masyarakat. 

Peristiwa penganiayaan ini bukan persoalan sepele, tetapi ini sudah merusak citra kepemimpinan Institusi Pemda Sikka, karena Robi Idong telah mempertontonkan gaya kepemimpinan yang arogan dan congkak, yang dalam kasus ini demi membela keangkuhan putranya, konon tidak menerima ditindak akibat melanggar protokol covid-19, yakni abai menggunakan masker. 

Publik Sikka mulai menghubungkan peristiwa saling menyandera untuk salng melindungi antara pimpinan Forkopimda Sikka, karena konon sebelumnya Satpol PP sempat merazia seorang pejabat Polres Sikka dalam operasi yustisi karena sedang dugem di Caffe dan sebagai balasannya Bupati menindak Satpol PP, sehingga kondisi ini akan merusak kohesivitas kerja Forkopimda Sikka.

HARUS ADA TINDAKAN KEPOLISIAN.

KAPOLRES Sikka harus mengambil tindakan kepolisian terhadap Robi Idong, Bupati Sikka, beri dia status tersangka melalui suatu proses penyelidikan dan penyidikan untuk memastikan apakah peristiwa ini merupakan kejahatan atau masuk kategori pembinaan aparat sebagaimana didalilkan oleh Robi Idong. Apa kata dunia kalau masih ada metode pembinaan dengan tangan besi.

DPRD Sikka tidak boleh meremehkan kasus ini, tidak boleh hanya sekedar menyelipkan kasus penganiayaan aparat Satpol PP dan Damkar, sekedar ditanyakan dalam Rapat Pansus 1 LPKJ Akhir Tahun Anggaran 2021, tetapi seluruh Fraksi DPRD harus memiliki kesadaran bersama, mengagendakan Penggunaan Hak Angket, karena menyangkut perilaku buruk, tabiat (modung hemu) dalam kelanjutan kepemimpinan di Sikka.

Jika Kapolres Sikka dan unsur Forkopimda lainnya tidak mengambil sikap untuk mendorong ke arah proses hukum dengan mekanisme keadilan restoratif (restoratif justice), membiarkan Robi Idong dan Keluarganya dihakimi oleh jagad medsos, maka Pemda Sikka akan menghadapi gelombang aksi unjuk rasa menuntut Robi Idong diadili secara hukum dan diimpeach atau dimakzulkan.

DARI DOSA DEFISIT ANGGARAN MENUJU “DEFISIST MODUNG”

Kepemimpinan Sikka era Robi Idong, susul menyusul dirundung musibah, bermula dari peristiwa “defisit mutu bangunan” Puskesmas Waigete” akibat ijonisasi proyek untuk dikorupsi, kemudian kasus aliran dana pembangunan Puskesmas Bola dalam penyidikan Kejaksaan Negeri Sikka, aksi tebar pesona ketika distribusi Dana BLT covid-19, pengadaan travo IGD RS. Hillers dengan mark-up harga Rp. 1,8 miliar dan sekarang aksi aniaya aparat Satpol PP dan Damkar Sikka.

Penganiayaan yang dialami oleh beberapa anggota Satpol PP dan Damkar Sikka, menggambarkan kualitas kepemimpinan Robi Idong sebenarnya sudah mentok sebatas Kepala satpol PP, buktinya sudah menjadi Bupati-pun karakter Komandan Satpol PP masih melekat yaitu menganiaya aparat Satpol PP atas alasan pembinaan.

Praktek memukul aparat bawahan oleh seorang Bupati dilakukan di rumah pribadi Robi Idong, juga menggambarkan perilaku serakah, karena urusan Kantor, urusan Dinas bahkan uruusan Negara ditarik masuk ke wilayah privat sebagaimana Robi Idong menelantarkan Rumah Jabatan Bupati menjadi penghuni maling dan lebih memilih tinggal di rumah pribadi.

Kondisi Sikka saat ini dirundung musibah dari Defisit Kapasitas ke Desifisit Anggaran dan sekarang Devisit Perilaku atau “Devisit Modung”, karena Bupati berani menganiaya Kepala Satpol PP dan anak buahnya sebagai balas dendam atas tindakan tegas Satpol PP menindak putranya karena melanggar protokol covid-19 yaitu lalai menggunakan masker. (ML/IB)




KASAT POL PP Kabupaten Sikka : Pembinaan dari Pimpinan Sebagai Bentuk Koreksi Dalam Tugas Pelayanan

Maumere,Mwartapedia.com  –  Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Kabupaten Sikka, Drs. Adeodatus Buang Da Cunha mengatakan dirinya dan beberapa anggota yang mendapat pembinaan khusus dari Bupati Sikka sebagai bentuk koreksi sehingga dalam melaksanakan tugas tidak sewenang-wenang.

Klarifikasi Kasat Buang Da Cunha yang dikirim kepada media online, sehubungan dengan pemberitaan yang tidak lengkap disampaikan kepada publik sehingga menimbulkan penahaman yang berbeda-beda.

“Dalam Pansus I DPRD Kabupaten Sikka atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Sikka, meminta penjelasan saya terkait pembinaan yang dilakukan oleh pimpinan kepada dirinya dan anggota Sat Pol PP dan Damkar Kabupaten Sikka. Dirinya sudah menjelaskan bahwa pembinaan dari Bupati selalu pimpinan juga pembina adalah hal yang wajar. Karena kami di pol PP beda dengan instansi lainnya,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa dalam melaksanakan tugas,dirinya dan anggota kadang melakukan kekeliruan bahkan dinilai banyak kalangan represif dan arogan di lapangan, itu adalah hal manusiawi yang patut mendapat koreksi dari pimpinan. “Kami berterima kasih atas koreksi dari pimpinan, agar dalam melaksanakan tugas tidak sewenang-wenang,” tegas Buang.

Berikut petikan surat klarifikasi yang dikirimkan oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Kabupaten Sikka, Drs. Adeodatus Buang Da Cunha yang diterima media online, Rabu, 31/03/2021. Isi klarifikasi sebagai berikut :

Surat klarifikasi hak jawab Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sikka terkait pemberitaan media:

Pertama: bahwa kami menerima pembinaan yang dilakukan Bupati Sikka atas koreksi pelaksanaan tugas kami

Kedua: bahwa kami satuan polisi pamong praja Kabupaten Sikka adalah praja yang berwibawa dan loyal serta berjiwa besar. Kami tidak cengeng, tidak manja, tetap melakukan pelayanan dengan hati nurani. Bahwa dalam melaksanakan tugas, kami kadang melakukan kekeliruan bahkan dinilai banyak kalangan represif dan arogan di lapangan, itu adalah hal manusiawi yang patut mendapat koreksi dari pimpinan. Kami berterima kasih atas koreksi dari pimpinan, agar dalam melaksanakan tugas tidak sewenang-wenang.

Ketiga:  Atas pemberitaan beberapa media, kami mengoreksi sudut pandang tulisan tersebut, karena penjelasan kami di Pansus DPRD Kabupaten Sikka menitikberatkan pada PEMBINAAN bukan pada gerakan memukul. Ada media yang tidak lengkap dalam menulis pemberitaan ini. (Kasat Pol-PP).




Pangdam XII/Tpr dan Forkopimda Kalteng Sambut Kedatangan Wakil Presiden

Palangka Raya,Mwartapedia.com  –   Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad bersama Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah menyambut kedatangan Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. Dr. K. H. Ma’ruf Amin serta rombongan di Bandara Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya, Selasa (30/3/21) 

Berangkat dari Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Wakil Presiden menggunakan pesawat kepresidenan BAe RJ 85. Turut serta mendampingi kunjungan kerja Wakil Presiden diantaranya, Kepala BNPB Doni Monardo, Menhub RI Ir. Budi Karya Sumadi, Wakil Menkes RI dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D., Mohammad Oemar Seswapres, Masduki Badlowi Juru Bicara Wapres dan Dr. Ir. Suprayoga Hadi, MSP, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS.

Usai mendarat di Bandara Tjilik Riwut, Wakil Presiden serta rombongan melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat CN 295 menuju Bandara Haji Muhammad Sidik di Trinsing, Teweh Selatan, Barito Utara. 

Kunjungan Wakil Kepala Negara ini bertujuan untuk meresmikan Bandara Haji Muhammad Sidik dan meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Lapangan Olahraga Tiara Batara, Melayu, Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara. (Pendam XII/Tpr)




Sambut Paskah, TNI Gotong Royong Bersihkan Jalan Menuju Tempat Ibadah

Keerom,Mwartapedia.com  – Untuk memberikan rasa khidmat dan nyaman jelang perayaan paskah, Pos Waris Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY mengadakan kegiatan karya bhakti bersama dengan masyarakat membersihkan jalan menuju ke Gereja Katolik Santos Mikhael di Kampung Banda, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Papua.

Demikian dikatakan Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY Letkol Inf Taufik Hidayat di Pos Kotis Pir IV Distrik Mannem, Senin (29/3/2021).

“Kegiatan gotong royong yang melibatkan masyarakat setempat sengaja dilakukan oleh Pos Waris, selain untuk menjaga kebersihan lingkungan kegiatan ini juga untuk  memelihara dan memperkuat hubungan silaturahmi antara masyarakat dengan anggota Pos” ujar Dansatgas.

Dengan adanya kegiatan tersebut akan tercipta lingkungan yang bersih dan indah, selain itu juga akan tercipta suasana keakraban, kebersamaan, kerukunan, keharmonisan dan rasa persaudaraan yang baik antara masyarakat dengan anggota Pos sehingga stabilitas keamanan di wilayah perbatasaan dapat terjaga.

Masyarakat menyambut dengan baik kegiatan karya Bhakti tersebut, terlihat dari banyaknya masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong.

Matius May (47) salah satu masyarakat yang ikut dalam kegiatan gotong royong tersebut mengucapkan terima kasih karena telah mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyambut Paskah sehingga perayaan dapat berjalan dengan khidmat dan lancar.

“Saya mewakili masyarakat Kampung Banda sangat berterima kasih kepada anggota Pos Waris, karena sudah ikut  membatu menyiapkan perayaan hari Paskah, semoga tuhan selalu memberkati anggota Pos Waris” ucap Matius.(Pen Satgas Yonif Mekanis 512/QY)




Ini Harapan Babinsa Koramil 1604-04/Amarasi Latih Linmas

 

Oelamasi,Mwartapedia.com  – Guna menanamkan serta meningkatkan kemampuan dalam membentuk kedisiplinan Linmas, Babinsa Koramil 1604-04/Amarasi Serda Silverius Reku bersama Bhabinkantibmas memberikan pelatihan peraturan Baris berbaris (PBB) dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada sejumlah Linmas di Halaman dikantor Desa Kotabes Kecamatan Amarasi Kabupaten Kupang, Selasa (30 Maret 2020). 

Babinsa Serda Silverius Reku mengatakan sebagai anggota Linmas (Pelindung Masyarakat) harus memiliki jiwa disiplin sebagai modal awal dalam melakukan tugasnya sebagai Linmas. 

“Selain tugasnya membantu masyarakat binaan, Babinsa juga melatih anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) dalam rangka memberikan pembinaan keterampilan dan pembinaan fisik serta mental para anggota Linmas untuk mengasah kemampuan yang selama ini ia miliki,” tuturnya. 

Kegiatan pembekalan ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan Linmas sehingga mempunyai jiwa disiplin dan profesional. 

“Dengan pemberian pembekalan materi peraturan baris berbaris (PBB) dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas diharapkan bisa menjadi bekal dasar kedisiplinan  anggota Linmas, hal ini sangat bermanfaat dalam mengatasi perkembangan situasi yang sangat dinamis di lingkungan kerja masing–masing,” terang Babinsa. 

“Pembinaan Linmas merupakan salah satu kegiatan pembinaan perlawanan wilayah (Binwanwil) dimana Babinsa memiliki tugas menjalin kemitraan dengan para anggota Linmas sebagai upaya mata dan telinga terhadap segala perkembangan yang terjadi di wilayah binaannya,” ujarnya. 

“Kita selenggarakan pelatihan ini untuk mendidik dan melatih disiplin para anggota Linmas, mereka adalah mitra Babinsa, sehingga diharapkan ke depannya dapat diimplementasikan dalam kerja mereka di lingkungan masyarakat,” harap Babinsa. 

Serda Silverius menambahkan dengan pelatihan ini diharapkan kedepannya Linmas sebagai salah satu unsur pemerintahan desa mampu menjadi contoh dalam setiap pelaksanaan tugasnya. (Pendim1604/Kupang)




Pangdam XVIII/Kasuari: Tanah Papua adalah Tanah yang Diberkati

Manokwari.Mwartapedia.com – Tanah Papua ini penuh dengan batu karang. Kita bisa hidup di sini karena ini tanah yang diberkati. Kami juga berkebun di Kodam, kami memang sedang membuat kegiatan ketahanan pangan. Dalam situasi pandemi Covid-19, krisis kesehatan ini harus kita minimalisir, kita harus hentikan agar jangan berubah dari krisis kesehatan menjadi krisis ekonomi, masyarakat kita tidak makan, masyarakat kita tidak punya uang. Nah hari ini saya lihat ada sesuatu yang luar biasa, Tuhan hadir. 

Hal ini dikatakan Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr.(Han) saat acara Penanaman Perdana Kelapa Sawit Program Peremajaan Sawit Rakyat oleh Koperasi Produsen Sawit Arfak Sejahtera dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Papua Barat, Senin (29/3/2021) di Kampung Mimboi, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat.

Pada acara ini dihadiri perwakilan dari pemerintah dan negara yakni Staf Kepresidenan RI Mayjen TNI (Purn) Ero Kusnara S.I.P., Staf Wakil Presiden KH. Iman Azis, dari Kementerian Pertanian Syaiful Bahri, perwakilan pemerintah Papua Barat yaitu Asisten II yang mewakili Gubernur Provinsi Papua Barat, juga dari pemerintah Kabupaten, yakni Bupati Kabupaten Manokwari, serta para pemilik kelapa sawit.

“Kita membangun tanah Papua, bagaimana kita membangun ketahanan pangan mulai dari keluarga, kemudian desa, kabupaten, negara dan sebagainya. Hari ini ada satu contoh berupa salah satu kegiatan penanaman perdana Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Kelapa sawit ini sudah terbengkalai hampir 38 tahun, tadi sambutan dari bapak Gubernur, tahun 1982 sampai dengan tahun 1985 ditanam. Hari ini puji Tuhan, Tuhan punya rencana, kita diberikan rezeki untuk mengelola, apalagi tadi 1 hektar mendapat bantuan 25 juta,” kata Pangdam.

“Tadi saya monitor 1 hektar dapat menghasilkan 4 ton per bulan. Dengan harga sekarang, dapat menghasilkan uang sebesar 11 juta per bulan, melebihi gaji saya, PNS Tentara, dan Polisi. Jadi luar biasa pak petani. Kalau ini serius, bapak akan punya uang untuk mengelola kelapa sawit ini,” ucapnya.

Dirinya juga berjanji akan membantu keamanan dan kelancaran kegiatan peremajaan kepala sawit tersebut.

“Kita membantu putra daerah khususnya di Kabupaten Manokwari ini. Dalam kegiatan peremajaan kepala sawit, kita akan dampingi bapak-bapak. Saya punya Babinsa, Danramil, Dandim dia akan membantu membina dan mengawasi. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan tidak ada gangguan-gangguan, khususnya masalah keamanan. Kita berharap tidak ada konflik. Kita harus bangun tanah Papua ini dengan tenang,” tutup Pangdam.

Dalam kegiatan tersebut juga diberikan hibah dana Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dari Pemerintah Pusat sebesar 25 Juta kepada 1022 petani, yang diserahkan oleh Staf Wakil Presiden, KH. Iman Azis.

(Pendam XVIII/Ksr)




Tokoh Masyarakat Papua, Ajak Masyarakat Dukung Pemerintah

 

Papua,Mwartapedia.com– Tokoh politik di Papua Thaha Alhamid yang juga Sekjen Presidium Dewan Papua (PDP), mengajak warga yang ada di ujung timur Indonesia itu untuk terus mendukung kebijakan pemerintah dalam mempercepat pembangunan disegala bidang.

“Mari kita dukung hal yang baik untuk bangun Papua,” kata Thaha dalam rilisnya  Senin (29/3/2021).

Kata dia, pemerintah pusat sangat memperhatikan kemajuan untuk masyarakat di Bumi Cenderawasih, sehingga hal itu patut untuk didukung.

“Banyak program atau kebijakan pembangunan di Papua yang dilakukan oleh pemerintah seperti pemberian Otonomi Khusus (Otsus), yang semua tahu bahwa kebijakan ini dibuat karena situasi politik di Papua,” katanya.

Lalu, wacana pemekaran daerah otonom baru (DOB) yang terus digaungkan meskipun mendapat pro dan kontra, seharusnya hal itu dipandang sebagai jalan tengah untuk mempercepat rentang kendali pemerintahan, dengan tujuan masyarakat yang belum tersentuh pemerataan pembangunan bisa tersentuh dan maju seperti daerah lainnya di Indonesia.

Thaha juga meminta agar keberpihakan kepada orang asli Papua (OAP) dalam berbagai bidang pekerjaan mendapatkan porsi yang tepat, terutama kaum muda sebagai generasi emas.

“Termasuk pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 adalah salah satu contoh konkret kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Papua ditunjuk jadi tuan rumah bukanlah yah gampang tetapi mempunyai maksud dan tujuan untuk pembangunan dibidang olahraga, baik infrastruktur dan SDM-nya,” katanya.

“Maka itu, anak-anak muda Papua juga harus memanfaatkan kesempatan emas yang ada saat ini. Sekolahlah yang tinggi untuk meraih cita-cita,” pungkasnya.(ML/IB)




AKPARNUS Sumut Kecam Pengeboman Gereja Katedral, Muhazir Siagian: Itu Prilaku Hina dan Tidak Berprikemanusiaan

Medan,Mwartapedia.com  – LPK AKPARNUS Sumatera Utara Mengutuk aksi bom bunuh diri didepan Gereja Katedral di Makassar sebagai bentuk prilaku yang tidak berprikemanusiaan.

Pagi ini,ledakan bom didepan gereja katedral di Makassar,diduga bom tersebut terjadi atas bom bunuh diri yang menewaskan beberapa orang.

Atas kejadian itu, Wakil direktur LPK AKPARNUS Sumatera Utara, Muhazir siagia, Senin,  29 Maret 2021 mengecam keras bagi pelaku tindakan teror, dan Meminta POLRI untuk segera melakukan tindakan yang terlibat dalam aksi yang tidak  berprikemanusiaan itu.

“LPK AKPARNUS Sumut mengutuk keras atas tindakan teror pengeboman yang terjadi di Gereja Katedral Makassar. Saat situasi pandemi yang tak kunjung usai dan sangat menyulitkan masyarakat, masih ada saja orang yang melakukan aksi tidak terpuji seperti itu. Itu sangat hina dan tidak berprikemanusiaan. Semoga para pelaku bisa segera ditangkap dan segera diusut tuntas oleh pihak kepolisian”. Ujar Muhazir Siagian, yang juga Wakil Direktur LPK AKPARNUS itu menghimbau

LPK AKPARNUS menghimbau kepada masyarat untuk tidak takut dan harus melawan seluruh  teror yang dihadapkan masyarkat.

“Segala bentuk teror yang berusaha menakut- nakuti masyarakat hari ini harus berani kita untuk melawan. Kita berharap kepada masyarakat untuk tidak takut terhadap segala upaya terorisme dan tetap berhati- hati serta terus siaga “ tutur Muhazir Siagian.

Ahmad Bakri Syahputra S.E Selaku Ketua Generasi Negarawan Indonesia Kab. deli Serdang menghimbau masyarakat agar tidak panik yang berlebihan, biar kanlah aparat kepolisian yang menangani kasus ini. Harapan saya mari lah kita segera membuat doa bersama agar kita bisa mendoakan negara ini aman, damai, tentram dan terhindar dari terorisme, tutup nya. (ML). 




Wali Kota Kupang Lantik Komisaris dan Direktur PT Sasando Baru

 

Kupang, Mwartapedia.com – Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R Riwu Kore, MM, MH hari ini, Senin (29/3) melantik Komisaris dan Direktur PT Sasando Baru masa bakti 2020-2025 serta sejumlah pejabat administrator dan pengawas di lingkup Pemerintah Kota Kupang. Pelantikan berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang dengan menerapkan protokol yang ketat. 

Jabatan Komisaris Utama PT Sasando Baru dipercayakan kepada Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, SE, M.Si, sementara jabatan Direktur PT. Sasando Baru dipercayakan kepada Simson Albertinus Lawa, SH, MH. Hadir dalam kesempatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Kupang, Drs. Agus Ririmasse, AP, M.Si dan Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally, SH, M.Si selaku saksi-saksi pelantikan serta sejumlah pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang.  

Turut dilantik pada kesempatan tersebut dr. Ivyane Maria Imacullata Luanlaka sebagai Kepala Bidang Pelayanan pada RSUD S. K. Lerik, dr. M. Ihsan sebagai Kepala Bidang Perlindungan Perempuan pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kupang,  Ayub Petra E. Bayang Mauta, SH sebagai Lurah Nunbaun Sabu, Jane Juliana Ndaomanu, S.Sos sebagai Lurah Kayu Putih, Theresia Maria Inacio, AMD sebagai Kepala UPTD Pertamanan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, Elfisbert Ga Loni, SH sebagai Kepala UPTD Penerangan Jalan Umum pada Dinas PUPR Kota Kupang serta Anna Mathelda Laazarus, SE sebagai Kasubag Tata Usaha UPTD Pertamanan pada DLHK Kota Kupang dan Devy Rocky Mbolik, S.ST sebagai Kasubag Tata Usaha UPTD Penerangan Jalan Umum pada Dinas PUPR Kota Kupang. 

Wali Kota Kupang usai pelantikan tersebut kepada media menyampaikan akan ada akselerasi khusus untuk penataan lampu dan taman. Perlu ada penataan yang lebih bagus untuk lampu jalan dan taman. Apalagi ada dua taman besar yang akan dibangun tahun ini dengan nilai ratusan miliar bantuan pemerintah pusat yakni taman Bundaran El Tari dan Bundaran Patung Kirab.

Kepada Direktur dan Komisaris PT Sasando Baru Wali Kota minta untuk mulai membangun perusahaan daerah tersebut mulai dari nol karena aset-aset yang lama hampir tidak ada. Selain itu, ada juga utang yang harus diselesaikan. Wali Kota optimis direktur yang baru merupakan orang profesional yang diharapkan bisa menata PT Sasando Baru jadi lebih baik.

 Sementara itu, ketika diwawancarai, kedua Kepala UPTD yang baru dilantik memastikan akan mengamankan program prioritas dan mempertahankan apa yang sudah diperjuangkan Wali Kota. Kepala UPTD Pertamanan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, Theresia Maria Inacio, AMD mengakui saat ini sudah ada perubahan di Kota Kupang. Dirinya tinggal melanjutkan program Wali Kota saat ini yakni menjadikan Kota Kupang lebih hijau dan tidak gersang seperti anggapan orang luar selama ini. Mantan Kasie Pemerintahan di Kelurahan Kayu Putih itu mengaku tidak mau menargetkan yang muluk-muluk dulu, sebelum melihat kondisi riil di lapangan seperti apa. Namun yang pasti dia siap menyukseskan target Wali Kota untuk menjadikan Kota Kupang lebih bersih dan indah.

Hal senada juga disampaikan Kepala UPTD Penerangan Jalan Umum pada Dinas PUPR Kota Kupang, Elfisbert Ga Loni, SH mengaku belum punya rancangan khusus terkait tugas barunya ini. Dia berencana akan membahas langkah-langkah ke depan dengan rekan-rekan yang selama ini sudah menjalankan tugas ini serta berkonsultasi dengan Kepala Dinas PUPR. 

Direktur PT Sasando Baru, Simson Albertinus Lawa, SH, MH menyampaikan langkah awal yang dilakukannya adalah perubahan manajemen perusahaan, yang menurutnya sudah tiga tahun mati suri karena tidak ada pengurus. Pekerjaan lain yang harus diselesaikannya adalah soal utang baik berupa pajak maupun  operasional usaha juga renovasi gedung kantor. Dia berkomitmen untuk meneruskan program-program yang terhambat terutama bidang bisnis utama PT Sasando sebelumnya yaitu periklanan dengan memperbaiki titik-titik reklame yang menjadi sumber pendapatan. Simson juga berencana akan melakukan diversifikasi usaha baru yang tidak jauh dari bidang publikasi dan media. Karena penetapan anggaran tahun ini sudah dilakukan dan belum ada alokasi anggaran APBD untuk PT Sasando Baru, pihaknya akan berjuang mengupayakan dana sendiri untuk membiayai operasional mereka tahun ini. (ML/IB)