Wali Kota Kupang Lantik Komisaris dan Direktur PT Sasando Baru

 

Kupang, Mwartapedia.com – Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R Riwu Kore, MM, MH hari ini, Senin (29/3) melantik Komisaris dan Direktur PT Sasando Baru masa bakti 2020-2025 serta sejumlah pejabat administrator dan pengawas di lingkup Pemerintah Kota Kupang. Pelantikan berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang dengan menerapkan protokol yang ketat. 

Jabatan Komisaris Utama PT Sasando Baru dipercayakan kepada Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, SE, M.Si, sementara jabatan Direktur PT. Sasando Baru dipercayakan kepada Simson Albertinus Lawa, SH, MH. Hadir dalam kesempatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Kupang, Drs. Agus Ririmasse, AP, M.Si dan Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally, SH, M.Si selaku saksi-saksi pelantikan serta sejumlah pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang.  

Turut dilantik pada kesempatan tersebut dr. Ivyane Maria Imacullata Luanlaka sebagai Kepala Bidang Pelayanan pada RSUD S. K. Lerik, dr. M. Ihsan sebagai Kepala Bidang Perlindungan Perempuan pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kupang,  Ayub Petra E. Bayang Mauta, SH sebagai Lurah Nunbaun Sabu, Jane Juliana Ndaomanu, S.Sos sebagai Lurah Kayu Putih, Theresia Maria Inacio, AMD sebagai Kepala UPTD Pertamanan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, Elfisbert Ga Loni, SH sebagai Kepala UPTD Penerangan Jalan Umum pada Dinas PUPR Kota Kupang serta Anna Mathelda Laazarus, SE sebagai Kasubag Tata Usaha UPTD Pertamanan pada DLHK Kota Kupang dan Devy Rocky Mbolik, S.ST sebagai Kasubag Tata Usaha UPTD Penerangan Jalan Umum pada Dinas PUPR Kota Kupang. 

Wali Kota Kupang usai pelantikan tersebut kepada media menyampaikan akan ada akselerasi khusus untuk penataan lampu dan taman. Perlu ada penataan yang lebih bagus untuk lampu jalan dan taman. Apalagi ada dua taman besar yang akan dibangun tahun ini dengan nilai ratusan miliar bantuan pemerintah pusat yakni taman Bundaran El Tari dan Bundaran Patung Kirab.

Kepada Direktur dan Komisaris PT Sasando Baru Wali Kota minta untuk mulai membangun perusahaan daerah tersebut mulai dari nol karena aset-aset yang lama hampir tidak ada. Selain itu, ada juga utang yang harus diselesaikan. Wali Kota optimis direktur yang baru merupakan orang profesional yang diharapkan bisa menata PT Sasando Baru jadi lebih baik.

 Sementara itu, ketika diwawancarai, kedua Kepala UPTD yang baru dilantik memastikan akan mengamankan program prioritas dan mempertahankan apa yang sudah diperjuangkan Wali Kota. Kepala UPTD Pertamanan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, Theresia Maria Inacio, AMD mengakui saat ini sudah ada perubahan di Kota Kupang. Dirinya tinggal melanjutkan program Wali Kota saat ini yakni menjadikan Kota Kupang lebih hijau dan tidak gersang seperti anggapan orang luar selama ini. Mantan Kasie Pemerintahan di Kelurahan Kayu Putih itu mengaku tidak mau menargetkan yang muluk-muluk dulu, sebelum melihat kondisi riil di lapangan seperti apa. Namun yang pasti dia siap menyukseskan target Wali Kota untuk menjadikan Kota Kupang lebih bersih dan indah.

Hal senada juga disampaikan Kepala UPTD Penerangan Jalan Umum pada Dinas PUPR Kota Kupang, Elfisbert Ga Loni, SH mengaku belum punya rancangan khusus terkait tugas barunya ini. Dia berencana akan membahas langkah-langkah ke depan dengan rekan-rekan yang selama ini sudah menjalankan tugas ini serta berkonsultasi dengan Kepala Dinas PUPR. 

Direktur PT Sasando Baru, Simson Albertinus Lawa, SH, MH menyampaikan langkah awal yang dilakukannya adalah perubahan manajemen perusahaan, yang menurutnya sudah tiga tahun mati suri karena tidak ada pengurus. Pekerjaan lain yang harus diselesaikannya adalah soal utang baik berupa pajak maupun  operasional usaha juga renovasi gedung kantor. Dia berkomitmen untuk meneruskan program-program yang terhambat terutama bidang bisnis utama PT Sasando sebelumnya yaitu periklanan dengan memperbaiki titik-titik reklame yang menjadi sumber pendapatan. Simson juga berencana akan melakukan diversifikasi usaha baru yang tidak jauh dari bidang publikasi dan media. Karena penetapan anggaran tahun ini sudah dilakukan dan belum ada alokasi anggaran APBD untuk PT Sasando Baru, pihaknya akan berjuang mengupayakan dana sendiri untuk membiayai operasional mereka tahun ini. (ML/IB)




Isu Marak Dugaan Korupsi di Pemkab Cianjur, Menjadi Topik Menarik Diskusi Sejumlah Elemen Masyarakat

Cianjur,Mwartapedia.com – Isu mengenai dugaan korupsi yang mendera Kabupaten Cianjur pada pelaksanaan APBD 2019 makin menarik perhatian segenap elemen masyarakat, Jum’at ( 26/3/2021 ).

Bertempat di kantor Redaksi Berita Cianjur, sejumlah LSM, Ormas dan Organisasi Kemahasiswaan mendatangi Kantor Redaksi Berita Cianjur, Kamis (25/3/2021).Mereka juga mengundang Pusat Kajian Kebijakan Publik, Cianjur Riset Center (CRC), untuk berdiskusi dan membedah dugaan korupsi pelaksanaan APBD 2019. 

Pemberitaan dugaan korupsi senilai Rp1,2 T yang diduga kuat melibatkan Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, membuat geram banyak pihak. Terbukti, hasil dari diskusi tersebut akan dilanjutkan dengan kajian lebih dalam dan merencanakan menggelar aksi.

Organisasi dan lembaga yang hadir pada diskusi tersebut antara lain LSM Pemuda, PMII, Kamubac, Gerakan Pituin Cianjur (GPC), Dupa Institute, Cianjur People Movement (Cepot), serta dihadiri pula sejumlah wartawan.

Saat diskusi, Direktur CRC, Anton Ramadhan membeberkan secara detail terkait alur dugaan kejanggalan dan pelanggaran yang terjadi pada pelaksanaan APBD tahun anggaran 2019. Bahkan Anton juga menunjukkan semua bukti dokumen secara lengkap.

“Saya senang diundang teman-teman aktivis atau pergerakan di Cianjur. Saya buka semua hasil kajian CRC untuk bisa sharing dengan banyak pihak. Awalnya saya diundang teman-teman untuk berdiskusi di tempat yang ditentukan teman-teman aktivis, hanya saya menyarankan di Kantor Berita Cianjur karena banyak dokumen yang harus ditunjukkan,” ujarnya kepada Indonesia Top.

Menanggapi terselenggaranya diskusi tersebut, Ketua LSM Pemuda, Galih Widyaswara mengapresiasi CRC dan Berita Cianjur yang telah menjadi nara sumber. Menurutnya, diskusi tersebut bukan awal dan akhir, namun akan menjadi kegiatan berkelanjutan.

Galih mengatakan,” Diskusi bersama tersebut bertujuan untuk membedah APBD terkait keterbukaan dan pengawalan APBD Cianjur,” katanya. 

Hal tersebut dilakukan demi terciptanya percepatan pembangunan serta keterbukaan publik, agar masyarakat Cianjur cerdas dan mengetahui putaran APBD adalah milik masyarakat.

“Hasil diskusi tadi akan kami kaji lebih lanjut bersama teman-teman pergerakan di Cianjur. Kami juga akan merencanakan aksi tindak lanjut dari hasil diskusi pertama tadi,” ucapnya.

Sementara itu, perwakilan dari LSM Pemuda lainnya, Ridwan mengungkapkan, pihaknya akan mendesak Pemkab Cianjur untuk bisa menjelaskan dugaan korupsi yang terjadi. Bahkan ia pun mendorong agar aparat penegak hukum segera turun tangan.

“Kami sangat mengapresiasi CRC. Setelah dijelaskan CRC dengan bukti dokumen secara detail, kami jadi semakin jelas dan paham dari mana nilai Rp1,2 T yang sudah ramai diberitakan. Dugaan pelanggarannya sudah sangat kuat. Ini tak bisa dibiarkan, harus segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.(IB)




Bos PT. PPB Diduga Aniaya dan Sekap Karyawannya, Wilson Lalengke Desak Diusut Tuntas!

 

Jakarta,Mwartapedia.com  – Komisaris PT. Pratama Prima Bajatama (PPB), bernama Deddy Setiawan Tan, diduga kuat telah melakukan tindak pidana penganiayaan dan penyekapan terhadap orang lain sebagaimana diatur dalam Pasal 351 KUHP dan Pasal 333 KUHP. Penganiayaan dan penyekapan itu dilakukan Bos Deddy, sebut saja demikian, terhadap karyawannya sendiri bernama Rico Pujianto, pada 10 hingga 12 Oktober 2020 lalu, di kantor perusahaan besi baja itu di Jl. Raya Narogong km 13 Pangkalan Tiga, Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.

Akibat penganiayaan dan penyekapan tersebut, korban mengalami memar-memar dan trauma serta terlihat selalu ketakutan dan letih sepanjang hari. Kasus penganiayaan dan penyekapan bos terhadap karyawannya ini telah dilaporkan ke Polisi [1].

“Bos Deddy membentak, meninju, menampar dan memukuli saya berkali-kali di depan istrinya, Ibu Ing, dan kawan-kawan saya. Bahkan Bos Deddy sempat masuk ke ruangan kantornya yang hanya berjarak 8 meter dari tempat saya duduk, dan berteriak keras sambil mencari samurainya, ‘mana samurai gua, biar gua matiin sekalian’. Rupanya, samurai tersebut sudah disembunyikan istri Bos Deddy, takut terjadi hal-hal yang fatal. Jika ketemu samurai itu, mungkin saya sudah mati,” ungkap Rico menceritakan peristiwa mengerikan yang dialaminya itu kepada Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, saat mengadukan nasibnya, di Sekretariat PPWI, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.

Korban juga menjelaskan bahwa Bos Deddy memerintahkan kawan-kawannya agar tidak melihat ke arahnya yang sedang disiksa dan dipukuli, sehingga mereka hanya menunduk takut, tidak berani melihat kejadian mengenaskan yang sedang berlangsung di depan mata mereka. Bahkan, kata Rico, Bos Deddy menyuruh salah satu karyawan, Dindon, untuk mematikan CCTV agar kejadian penganiayaan yang sedang berlangsung tidak terekam kamera pengawas.

Kemarahan Bos Deddy, menurut penuturan korban yang merupakan warga Semarang, Jawa Tengah ini, bermula dari kecurigaan sang Bos yang menuduh pemuda lajang berusia 33 tahun itu telah menilap uang hasil penjualan besi wiremesh. Sebagai informasi, Rico Pujianto bersama 5 orang rekannya merupakan sales wiremesh yang diproduksi oleh PT. PPB. Rico ditugaskan untuk memasarkan wiremesh (besi rangkaian yang digunakan untuk konstruksi jalan beton) di wilayah Jawa Tengah. Rico telah bekerja di perusahaan ini selama 2,5 tahun.

Dalam proses penjualan wiremesh itu, kata Rico, pada periode bulan-bulan menjelang dia dianiaya dan disekap, sekitar 30 persen produk wiremesh dari PT. PPB ditolak oleh pelanggan karena berkarat, tidak memenuhi standar kualitas yang diinginkan. Barang tolakan tersebut dititipkan Rico di sebuah bengkel las milik temannya, Slamet Riyadi, di Desa Karangcegak, Kecamatan Sumbang, Purwokerjo, Jawa Tengah. Rico menitipkan barang tersebut karena ketiadaan biaya angkut kembali ke gudang PT. PPB di Bantar Gebang, Bekasi, yang mencapai puluhan juta rupiah.

Atas kekurangan setoran hasil penjualan, karena sebagian barang (wiremesh) ditolak pelanggan, itulah kemudian Bos Deddy menuduh Rico telah menggelapkan uangnya sehingga sang Bos gelap mata dan penuh emosi melakukan kekerasan fisik dan non-fisik terhadap karyawannya, Rico Pujianto. Akibat pemukulan yang dialami korban, disamping mentalnya yang terluka, wajahnya juga memar dan luka di sana-sini. Ancaman pembunuhan dengan samurai juga membuatnya penuh ketakutan dan trauma.

“Saya dituduh melakukan penggelapan dan penipuan uang perusahaan. Tanpa mau mendengarkan penjelasan saya, Bos Deddy memukul dan menampar berulang kali, disaksikan istri Bos Deddy yang bernama Ibu Ing dan teman-teman. Pak Deddy melarang teman-teman untuk melihat peristiwa pemukulan, sehingga teman-teman saya semuanya menunduk takut dan tidak berani melihat. Teman saya bernama Riki Kusnadi berada di sebelah kiri, tidak ada seorangpun yang berani menyaksikan peristiwa penganiyaan dan pemukulan itu,” urai Rico yang menemui Wilson Lalengke bersama ayahnya, Alex, pada Senin, 22 Maret 2021 lalu.

Penganiayaan yang dimulai sejak pukul 13.00 wib kemudian terhenti setelah Direktur kepercayaan Bos Deddy bernama Winoto, SH mendekati Bos berusia 55 tahun itu untuk menenangkannya. Winoto yang merupakan mantan anggota DPRD Bekasi itu akhirnya tergerak untuk mendekati bos-nya ini setelah melihat gelagat yang kurang baik saat sang bos mencari samurai yang menurut Bos Deddy akan digunakan untuk membunuh Rico. Winoto berhasil menenangkan Deddy, dan berhentilah penganiayaan atas Rico hari itu.

Penganiaan berhenti, namun berlanjut dengan proses penyekapan atau perampasan kemerdekaan Rico. Handphone-nya disita. Dia tidak diizinkan menghubungi bapak dan ibunya serta anggota keluarga lainnya. Teman-teman kerjanya dilarang meminjamkan handphone kepada Rico walau sekedar untuk menghubungi keluarganya. Bahkan, seorang satpam bernama Azis diperintahkan untuk menjaga dan mengawasi Rico. Kemanapun korban beranjak, semisal saat minta izin untuk ke toilet, sang satpam mengikuti dan menungguinya di depan toilet. Jika lalai, Azis terancam dipecat si Bos Deddy.

Malamnya, cerita Rico melanjutkan, sekitar pukul 20.30 wib, Rico bersama beberapa karyawan ditugaskan ke Purwokerto untuk melihat besi wiremesh karatan yang oleh Rico dititipkan di sebuah bengkel temannya. Rico, masih dengan pengawasan ketat sang satpam Azis, ditempatkan di bak mobil fuso selama perjalanan ke Purwokerto. “Semula, Bos Deddy menginstruksikan ke satpam agar selama dalam perjalanan, saya ditempatkan di bak mobil fuso belakang dan diikat dengan tali. Namun, karena merasa kasihan, satpam tidak mengikat saya,” ujar Rico sedih.

Setiba di Purwokerto pada esok harinya, Minggu subuh, 11 Oktober 2020, team yang terdiri atas 3 mobil fuso dan mobil pribadi, dengan dikawal oleh Bos Deddy langsung menuju bengkel las penitipan barang tolakan. Karena hari masih gelap-gulita, sekira pukul 04.00 wib, keadaan bengkel masih sepi, orang tua Slamet Riyadi yang menunggui bengkel masih tidur, pagar tertutup rapat. Tidak ingin menunggu lama, pintu pagar yang terkunci dibuka paksa gemboknya menggunakan gunting besar oleh Galuh, salah satu karyawan yang ikut rombongan, atas perintah Winoto dan Bos Deddy. Besi wiremesh rongsokan yang ditimbun di bengkel itupun dimuat ke dalam mobil-mobil fuso dan dibawa kembali ke gudang di Bekasi.

Kasus penganiayaan dan penyekapan ini telah dilaporkan ke Polres Bekasi [2]. Saat ini, berkas laporan telah diambil alih penanganannya oleh Polda Metro Jaya. Ayah korban, Alex, sangat berharap agar Bos PT. Pratama Prima Bajatama, Deddy Setiawan Tan dan para cecunguknya itu segera ditangkap dan diproses hukum. “Saya meminta PPWI untuk membantu kami agar kasus yang dialami anak saya ini bisa segera diproses. Para pihak yang terlibat dalam penganiayaan dan penyekapan anak saya, Rico Pujianto segera ditindak sesuai hukum yang berlaku,” pinta Alex.

Merespon kasus tersebut, Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, menyatakan bahwa pihaknya sangat prihatin dan menyayangkan atas perilaku brutal oknum komisaris perusahaan terhadap karyawannya yang sudah memberi dia keuntungan dalam bisnisnya. “Saya heran, terbuat dari apa hati manusia, si pemilik PT Pratama Prima Bajatama itu yaa? Tanpa kerja keras karyawan, Anda tidak mungkin mendapatkan keuntungan dalam usaha dan bisnis. Semestinya Anda hargai dan sayangi karyawan supaya usahanya lebih berkah, lebih memberi manfaat bagi Anda dan orang lain. Bukan malah menyiksa karyawan,” kata Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini menyesalkan perilaku hewani oknum Deddy Setiawan Tan itu.

Untuk itu, lanjut Lalengke, PPWI mendesak Polri untuk mengusut kasus ini secepat-cepatnya. Jangan biarkan manusia yang diduga bermental rakus, kasar dan suka menyiksa sesamanya itu berkeliaran di luar. “Jangan karena dia banyak uang, polisi aji mumpung memanfaatkan situasi dan menjadikannya ATM sebagaimana kebiasaan oknum polisi selama ini [3], yang akhirnya keadilan bagi korban dikorbankan. Harus ditangkap segera orang ini, pasal pidananya jelas, penganiayaan, intimidasi, ancaman pembunuhan, dan penyekapan serta perampasan kemerdekaan seseorang,” tegas lulusan pasca sarjana bidang Applied Ethics dari Utrecht University, Belanda, dan Linkoping University, Swedia itu.

Berdasarkan data yang didapatkan di lapangan, kata Lalengke lagi, perusahaan itu diduga keras melakukan penggelapan pajak, praktek leasing kendaraan bermotor, dan beberapa pelanggaran perundangan lainnya [4]. “Dari data dan informasi yang kita dapatkan, bos PT. Pratama Prima Bajatama itu terindikasi kuat telah melakukan penggelapan pajak dengan nilai miliaran rupiah. Modusnya adalah menjual produk dengan 2 kategori: produk ber-PPN dan barang tidak ber-PPN. Pembayaran barang ber-PPN dilakukan melalui transfer rekening antar bank, sementara pembayaran barang non-PPN dilakukan secara tunai. Merugikan negara ini orang, harus diusut semua dugaan tindak kejahatannya,” pungkas Lalengke yang merupakan trainer bagi ribuan anggota TNI, Polri, guru, dosen, mahasiswa, wartawan, LSM, ormas dan masyarakat umum di bidang jurnalistik itu. (APL/Red)

Catatan:

[1] Pekerja Pabrik Disekap Bos di Bekasi, Ketahuan Setelah Keluarga Mencari; https://gobekasi.id/pekerja-pabrik-disekap-bos-di-bekasi-ketahuan-setelah-keluarga-mencari/

[2] BOS PERUSAHAAN BESI BAJA DI BEKASI DIDUGA SIKSA KARYAWAN; https://www.youtube.com/watch?v=fREmwDmFQSY 

[3] Pak Kapolri, Ada Oknum Penyidik di Bareskrim Nyambi Jadi Pemalak; https://pewarta-indonesia.com/2020/11/pak-kapolri-ada-oknum-penyidik-di-bareskrim-nyambi-jadi-pemalak/ 

[4] Rekaman permintaan konfirmasi kepada Winoto terkait praktek leasing yang dilakukan PT Pratama Prima Bajatama ada pada redaksi. (ML)




Ferdinand Hutahaean Kecam Pernyataan Veronica Koman di Medsos

Jakarta,Mwartapedia.com  –  Politisi Ferdinand Hutahaean mengecam pernyataan Veronica Koman yang mengatakan bahwa anak- anak di Papua Barat di “paksa nasionalis” oleh pemerintah.

Dalam pernyataannya itu, Veronica Koman menuding pemerintah lewat aparat keamanan TNI-Polri memaksakan anak-anak di Papua Barat untuk setia kepada NKRI. Hal itu disampaikan Veronica Koman lewat kicauannya di Twitter, seperti dilihat pada Sabtu 27 Maret 2021.

Dalam cuitannya tersebut, Veronica membagikan sebuah foto aparat TNI-Polri memakaikan ikat kepala merah putih kepada sejumlah anak-anak di Papua Barat.

Menanggapi peristiwa tersebut, Veronica Koman mengatakan, bahwa itu merupakan tindakan pemaksaan nasionalisme dari aparat terhadap anak-anak di Papua Barat.

“Forcing Indonesian nationalism to Indigenous West Papuan children. (red and white = Indonesian flag). (Memaksakan nasionalisme Indonesia kepada anak-anak Pribumi Papua Barat. (merah putih = bendera Indonesia),” kata Veronica Koman lewat cuitannya di Twitter.

Menanggapi kicauan Veronica Koman tersebut, Ferdinand Hutahaean dengan nada emosi menilai bahwa Veronica telah mempelintir makna dalam foto tersebut.

Hal itu, kata Ferdinand, terlihat jelas dari raut wajah anak-anak dalam foto tersebut yang tampak bahagia dan tidak menangis.

“Anak-anak Papua Barat di foto itu sama sekali tak nampak merasa dipaksa memakai ikat kepala merah putih” ujar Ferdinand.

“Hei pengkhianat, anak-anak itu bahagia dan tertawa mengenakan ikat kepala merah putih, tidak takut dan tidak menangis. TIDAK ADA PAKSAAN!,” geram Ferdinand Hutahaean ke Veronica Koman.

Ferdinand pun dengan nada sangat marah menyebut Veronica Koman sebagai penghianat NKRI.(ML)




Wujud Belasungkawa, Babinsa Sampaikan Duka Cita Dengan Tetap Terapkan Prokes

Kupang,Mwartapedia.com  –  Sebagai bentuk kepedulian dan wujud belasungkawa terhadap salah satu warga binaannya yang meninggal, Babinsa Kelurahan TDM/Kayu Putih Sertu Alexander Tanesib anggota Koramil 1604-01/Kupang Kodim 1604/Kupang menghadiri pemakaman Almarhum Bernad Daniel Tenis bertempat di RT 019 RW 005 Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Oebobo Kota Kupang, Senin (29/08/2021). 

Dalam acara pemakaman tersebut, dipimpin oleh Pendeta Adriana Malese Adonis yang turut dihadiri oleh Ketua RW 005 Bapak Frans Adu dan Ketua RW 006 Bapak Abdullah. 

Babinsa Sertu Alexander Tanesib menyampaikan ungkapan belasungkawanya kepada keluarga almarhum, mati kita bersama-sama mendoakan agar almarhum diberikan tempat yang layak disisi Tuhan Yang Maha Esa, dan juga kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan dan keikhlasan merelakan kepergian beliau. 

“Sebagai seorang Babinsa, dirinya dituntut untuk selalu peka dan peduli terhadap kesulitan dan kedukaan yang dialami oleh warga binaannya, yang dilakukanya kali ini merupakan bentuk simpati dan kepeduliannya terhadap warga binaannya yang sedang mengalami kedukaan,” ujarnya. 

Selain mengucapkan ikut berbela sungkawa, Babinsa juga memberikan dukungan moril kepada keluarga sebagai sarana untuk berinteraksi menjalin silaturahmi dengan warga masyarakat di wilayah desa binaan. 

“Dengan kehadiran Bhabinsa pada saat ada warga desa binaan yang meninggal dunia diharapkan dapat meringankan beban psikologis keluarga yang ditinggalkan, Semoga diberi ketabahan dan kekuatan serta mendoakan jenazah agar diampuni segala dosanya dan diterima seluruh amal ibadahnya”, sambung Tofan. 

Sertu Alexander juga menyampaikan dan menghimbau kepada seluruh warga yang hadir, agar dapat menerapkan protokol kesehatan yaitu dengan menggunakan masker, mecuci tangan dan menjaga jarak. Meskipun suasana kita lagi berduka, kita tetap harus menjaga kesehatan diri kita masing-masing guna memutus mata rantai penyebaran dari Covid-19. (Pendim1604/Kupang)




Wujud Belasungkawa, Babinsa Sampaikan Duka Cita Dengan Tetap Terapkan Prokes

Kupang,Mwartapedia.com  –  Sebagai bentuk kepedulian dan wujud belasungkawa terhadap salah satu warga binaannya yang meninggal, Babinsa Kelurahan TDM/Kayu Putih Sertu Alexander Tanesib anggota Koramil 1604-01/Kupang Kodim 1604/Kupang menghadiri pemakaman Almarhum Bernad Daniel Tenis bertempat di RT 019 RW 005 Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Oebobo Kota Kupang, Senin (29/08/2021). 

Dalam acara pemakaman tersebut, dipimpin oleh Pendeta Adriana Malese Adonis yang turut dihadiri oleh Ketua RW 005 Bapak Frans Adu dan Ketua RW 006 Bapak Abdullah. 

Babinsa Sertu Alexander Tanesib menyampaikan ungkapan belasungkawanya kepada keluarga almarhum, mati kita bersama-sama mendoakan agar almarhum diberikan tempat yang layak disisi Tuhan Yang Maha Esa, dan juga kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan dan keikhlasan merelakan kepergian beliau. 

“Sebagai seorang Babinsa, dirinya dituntut untuk selalu peka dan peduli terhadap kesulitan dan kedukaan yang dialami oleh warga binaannya, yang dilakukanya kali ini merupakan bentuk simpati dan kepeduliannya terhadap warga binaannya yang sedang mengalami kedukaan,” ujarnya. 

Selain mengucapkan ikut berbela sungkawa, Babinsa juga memberikan dukungan moril kepada keluarga sebagai sarana untuk berinteraksi menjalin silaturahmi dengan warga masyarakat di wilayah desa binaan. 

“Dengan kehadiran Bhabinsa pada saat ada warga desa binaan yang meninggal dunia diharapkan dapat meringankan beban psikologis keluarga yang ditinggalkan, Semoga diberi ketabahan dan kekuatan serta mendoakan jenazah agar diampuni segala dosanya dan diterima seluruh amal ibadahnya”, sambung Tofan. 

Sertu Alexander juga menyampaikan dan menghimbau kepada seluruh warga yang hadir, agar dapat menerapkan protokol kesehatan yaitu dengan menggunakan masker, mecuci tangan dan menjaga jarak. Meskipun suasana kita lagi berduka, kita tetap harus menjaga kesehatan diri kita masing-masing guna memutus mata rantai penyebaran dari Covid-19. (Pendim1604/Kupang)




Program TMMD ke-110 TA.2021 Kodim 1603/Sikka Hampir Selesai

 

Maumere,Mwartapedia.com  – TNI Manunggal Membangun Desa atau yang biasa disingkat TMMD adalah suatu wujud operasi bhakti TNI, yang merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI bersama Pemerintah Daerah (Pemda) dalam memajukan dan mensejahterwkan warga masyarakat baik dalam bidang infrastruktur, ekonomi dan sosial budaya. Program TMMD ke-110 TA. 2021 Kodim 1603/Sikka dilaksanakan di Desa Persiapan Pelibaler, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka dan saat ini hampir mendekati akhir pelaksanaan program. Minggu (28/03/21).

Semula daerah di Desa Persiapan Pelibaler,  tidak terdapat fasilitas transportasi berupa jalan, dimana warga apabila bepergian dengan membawa hasil bumi harus memikul dan melewati jalan-jalan setapak dan mengintari pegunungan, terkadang menggunkan bantuan hewan yakni Kuda. 

Tidak hanya sampai disitu apabila terdapat warga yang sakit, mereka harus memikul atau menggotong dari perkampungan tersebut menuju ke jalan raya untuk dibawa dan di evakuasi menuju puskesmas terdekat. Apabila dimusim hujan warga pun harus menyebrangi kali atau daerah aliran sungai (DAS). 

Maka dengan demikian wargapun melakukan pengajuan untuk pembukaan jalan pada daerah terisolir yakni di Desa Persiapan Pelibaler melalui sistem Bottom Up Planning dan akhirnya terkabulkan dan disahkan baik itu melalui Pemerintah Daerah dan juga DPRD Kabuoaten Sikka dengan menggadeng TNI AD yakni Kodim 1603/Sikka dalm program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-110 TA. 2021 Kodim 1603/Sikka pun mulai digelar yakni dimulai dengan pelaksanaan pra TMMD dan gong pembukaan pada tanggal 2 Maret 2021 dengan masa pengerjaan program selama 1 bulan. 

Kegiatan TMMD yakni membuka jalan dari Dusun Kolik, Desa Persiapan Pelibaler menuju Dusun Kolik, Desa Kloangpopot dengan jarak 3,3 Km dan lebar jalan 6 meter serta pengerjaan 3 titik cross way yang dialiri air saat musim penghujan serta daerah aliran sungai (DAS). Kini program TMMD mendekati akhir penghujung dalam program penbukaan jalan bagi warga yang terisolir. Partisipasi dan Antosias warga setempat sangat tinggi dimana terlihat dari rasa semangat kebersamaan dan gotong royong dalam pengerjaan jalan tersebut.

Dikatakan Danramil 1603-05/Bola selaku Komadan SST Satgas TMMD, Kapten Inf. Imran Tiwa, “Program TMMD ini dibuka tanggal 2 Maret 2021 dan direncanakan akan berakhir pada tanggal 31 Maret 2021, dan yang sudah dikerjakan sudah mencapai 97 Persen. Pengerjaan jalan dengan jarak 3,3 Kilo Meter yang menghubungkan 3 Kecamatan yakni Kecamatan Bola, Kecamatan Doreng, dan Kecamatan Mapitara. 

“Pembukaan jalan ini sangat membantu warga yakni pertama komunikasi tingkat desa dan kecamatan, kedua untuk segera mengevakuasi warga yang sakit, ketiga membuka isolasi warga yang ada dan berdiam di desa ini. Anggota personel TMMD yang diturunkan kali ini tergabung dalam satgas TMMD yakni TNI/POLRI dan warga masyarakat,”Ungkapnya.

Beberapa warga serta pemilik lahan saat ditemui mengaku senang dan berterima kasih kepada Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat dalam pelaksanaan program TMMD kali ini. Beberpa warga diataranya yakni Bapak Lazarus Hero (Pemilik Lahan) 

“Waktu kami kecil sampai dengan saat ini tidak ada kendaraan yang masuk, jadi kami korban dan ikhlas serta sukarela memberikan lahan tanah ini untuk dibuka jalan. Jadi saya senang dan terima kasih Tentara-Tentara datang buka jalan untuk kami sehingga kendaraan bisa masuk di kampung kami.”Tuturnya.

Adapula warga yakni Bapak Lukas Hemu, mengatakan “Kami dulu kalau mau bawa hasil kami harus jalan berkilo-kilo bahkan menggukan bantuan tenaga hewan yakni Kuda. Tidak itu saja kalau ada warga yang sakit di kampung ini kami harus ramai-ramai menggotong atau memikul warga yang sakit tersebut sampai di jalan raya itupun jalan 5 sampai dengan 6 Km. 

“Tapi saat ini kampung kami sudah dibuka jalan dengan program TMMD baik itu hasil bumi maupun orang sakit langsung diangkut menggunakan kendaraan baik roda empat maupun roda dua. Untuk itu saya berterima kasih kepada Tentara-Tentara dan juga segenap insan pers media (wartawan).”Ujarnya.

Selain itu terdapat seorang warga yang hedak kembali dari pasar geliting yakni Ibu Yunitha Gkeko, menuturkan Dulu itu ada jalan tapi jalan setapak yang hanya dapat dilalui dengan jalan kaki, namun saat ini sudah digusur dan di buka jalan. Kalau dulu kita jalan kaki mengintari pegunungan ini hampir belasan kilo meter dan bahkan hampir 2 jam untuk pergi cari air kalau musim kemarau tiba. 

‘Saat ini kami senang karena sudah dibuka jalan dan dapat dilewati kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Dulu kalau ada yang sakit banyak warga pikul atau gotong ke jalan tapi sekarang sudah bisa diangkut langsung dengan kendaraan. Kami senang dan ucapkan terima kasih kepada Tentara dan segenap pendukung lainnya.”jelasnya.

Juga dituturkan oleh salah seorang warga yakni Bapak Tarsisius Nong Manis (Pemilik Lanah) mengatakan “Dulunya itu memang betul yang disampaikan semuanya dipikul dan dijunjung mulai dari hasi bumi sampai dengan orang sakit dan itu berjalan kami menempuh jarak sampai 2 kilo meter baru dapat kendaraan, namun sekarang yang namanya dipikul atau junjung sudah tidak ada lagi karena kami sudah ada jalan yang langsung dibawa dan diangkut menggunakan kendaraan. 

“Oleh sebab itu dengan pembukaan jalan ini akan memberikan dampak bagi kami warga disini akan mengalami perubahan yang signifikan. Dengan program TMMD ini sangat luar biasa bagi kami untuk itu kami berterima kasih dan apresiasi kepada pemerintah serta anggota DPRD, dan terlebih kepada Kodim 1603/Sikka dengan dibukanya jalan ini kami merasa senang dan sangat terbantu.”Pungkasnya. (VA).




Ketua Gerakan Pemuda Ansor NTT Mengutuk Tragedi Katedral Makasar

 

Kupang, Mwartapedia.com  –  Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Provinsi  Nusa Tenggara Timur (NTT) mengutuk dan rasa simpati atas peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Makassar pada hari ini tanggal 8 Maret 2021 sekitar pukul 9.45.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor NTT, Ajhar Jowe saat ditemui..edia ini, Minggu (28/03/2021).

Kepada media ini, Ajhar mengatakan dirinya sangat mengutuk dan mengecam keras para pelaku bom bunuh diri yang sudah terjadi di Gereja Katedral Makasar.

“Kami mengutuk dan mengecam keras tindakan yang tidak manusiawi yang berlangsung di Gereja Katedral Makasar yang mana pada saat itu saudara kita yang beragama nasrani sedang menjalankan ibadah,” Ungkapnya.

Menurutnya tindakan yang telah dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab tersebut hanya akan merusak toleransi umat beragama.

“Saya mengajak pemuda dan seluruh elemen pemuda di NTT agar tetap menjaga kerukunan umat beragama untuk tetap kuat, tetap Soleh dan melawan pelaku kejahatan yang dengan mengatasnamakan agama,”Tambahnya.

Dirinya mengajak para pemuda di seluruh NTT untuk tetap menjaga toleransi umat beragama yang selama ini sudah terjalin dengan baik agar tetap.mempertahankan budaya yang ada

 “Saya mengajak kita agar tetap menjaga toleransi umat beragama, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan tetap mengamalkan Pancasila Undang-Undang Dasar 1945 dan Bhineka Tunggal Ika,”Ungkapnya. (ML)