Mendekati Akhir Program TMMD di Sikka, Satgas TMMD dan Warga Tetap Gotong Royong Bersama


Maumere-Mwartapedia.com – Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-110 TA. 2021 Kodim 1603/Sikka sudah memasuki hari ke-25 yang aman sebentar lagi mendekati akhir program dan progress pengerjaan telah capai 85 persen yakni dengan melakukan kegiatan fisik pembukaan jalan dengan jarak 3,3 Km dan lebar jalan 6 meter. Antusias dan semangat kerjasama dan gotong royong baik anggota TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD dan Warga Masyarakat di lokasi TMMD yang berada di Desa Persiapan Pelibaler, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka. Kamis (25/03/21).

Danramil 1603-05/Bola, Kapten Inf. Imran Tiwa, ditemui media usai memantau pelaksanaan pengerjaan pembukaan jalan oleh alat berat (Eksavator) di lokasi jalan yang sudah tembus di Dusun Kolik, Desa Kloangpopot, Kec. Doreng, Kab. Sikka mengatakan memasuki hari ke-25 pengerjaan program TMMD kali ini sudah capai progress pengerjaan 85 persen mulai dari awal pembukaan jalan dari Dusun Kolik, Desa Persiapan Pelibaler dan saat ini sudah tembus di Dusun Kolik, Desa Kloangpopot di daerah wilayah pantai selatan. 

Yang mana saat ini kita tinggal melakukan pengrapian pada bagian jalan yang sudah dibuka dan dilanjutkan dengan menyelesaikan satu pengerjaan cross way dan dilanjutkan dengan finishing akhir. Sampai dengan saat ini baik anggota TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD beserta masyarakat terus bersemangat dan bekerjasama serta gotong royong dalam proses penyelesaian pengerjaan fisik jalan TMMD Kodim 1603/Sikka.

Pasi Ter Kodim 1603/Sikka, Kapten Arm Edi Hermanto mengatakan, Dalam program TMMD kali ini agar semangat kebersamaan dan gotong royong tetap terjalin dan terus terjaga antara TNI dan Warga di Desa Persiapan Pelibaler dan Desa Kloangpopot, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka. Dengan hadirnya TNI dapat memberikan aspek peran dalam memajukan dan mensejahterakan warga bukan hanya melalui TMMD saja melainkan juga pada bidang aspek lainnya. Pelaksanaan program TMMD tidak hanya mempercepat pembangunan  masyarakat di pedesaan melainkan mendorong agar segenap warga masyarakat untuk tetap mandiri serta memajukan daerahnya sendiri dan tidak kalah dengan daerah lainnya mengingat prospek pengembangan wilayah telah memiliki sarana transportasi berupa jalan. (VA)




Wali Kota Kupang Tinjau 7 Lokasi Proyek Penataan Kota Tahap 2

Kupang,Mwartapedia.com  – Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH pagi tadi, Kamis (25/3) langsung turun meninjau 7 lokasi yang akan dilakukan penataan oleh Kementerian PUPR. Turut hadir Perencana Program Akselerasi Pengembangan Kota Kupang yang ditunjuk Kementerian PUPR RI, Andi Siswanto. Mendampingi Wali Kota, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, M.Si dan Pelaksana Tugas Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Kupang, Max Bunganawa.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk tindak lanjut dari hasil rapat sehari sebelumnya tentang akselerasi pengembangan Kota Kupang tahap ke 2 yang dipimpin oleh Wakil Gubernur NTT, Josef Nai Soi di Kantor Gubernur NTT. Tiga lokasi bundaran yang akan ditata adalah Bundaran El Tari, Bundaran Patung Kirab dan Bundaran Patung Tirosa, sementara 4 gerbang masuk kota, yaitu masing-masing terletak di Bimoku, Belo, Bolok, dan Penfui.

Wali Kota Kupang dalam kesempatan tersebut mengatakan selain penataan bundaran dan pembangunan gerbang masuk kota, beberapa item lain yang akan dikerjakan adalah drainase dan trotoar. Menurutnya, karena tahapan pengerjaannya akan segera dimulai tahun ini, maka Pemerintah Kota Kupang akan segera memastikan kesigapan lokasi. Untuk itu, diperlukan koordinasi kepala wilayah (lurah/camat) di masing-masing lokasi yang akan dilakukan pembangunan tahap 2.

Kesigapan yang perlu dilakukan antara lain memperhitungkan adanya tanah milik masyarakat yang mungkin masuk dalam rencana pembangunan. Untuk hal ini, pemerintah akan terus berkoordinasi dan memastikan tidak ada pihak yang dirugikan dari pembangunan ini. 

Wali Kota berharap semua lapisan masyarakat, khususnya di wilayah yang akan dibangun mendukung niat baik pemerintah untuk menata dan mempercantik wajah Kota Kupang.

“Perlu kerja sama dan dukungan semua lapisan masyarakat bersinergi dengan pemerintah agar pembangunan di Kota Kupang berjalan lancar. Kami minta aparat tingkat bawah, RT/RW, camat dan lurah berkoordinasi dan mensosialisasikan hal ini dengan baik kepada masyarakat kita,” ujar mantan anggota DPR RI dua periode ini.

Lebih lanjut, Wali Kota yang dikenal suka blusukan ini mengatakan bahwa rencana pembangunan gerbang masuk kota dan penataan bundaran tersebut akan dimulai tahapannya pada tahun 2021 ini. Khusus gerbang masuk kota, desainnya bukan sekedar memasang plang atau gapura bertuliskan selamat datang semata, namun akan dibangun gerbang besar yang dilengkapi dengan taman area bermain atau rest area yang bisa menjadi tempat rekreasi bagi warga.

“Kita ingin menunjukkan kepada setiap masyarakat/pengunjung atau wisatawan bahwa inilah Kota Kupang, yang indah dan modern. Kita bercita-cita mewujudkan Kota Kupang sebagai kota terindah di kawasan Timur Indonesia, saya optimis kita dapat mewujudkan hal ini,” ujar Jeriko.

Sementara itu, Perencana Program Akselerasi Pengembangan Kota Kupang, Andi Siswanto membenarkan bahwa pemerintah pusat ingin menjadikan Kota Kupang sebagai kota yang indah dan nyaman bagi masyarakatnya. Karena penataan tahap 1 cukup progresif maka Pemerintah Pusat ingin melanjutkan bantuan untuk penataan kota tahap 2. Menurutnya, ini juga karena adanya komitmen pemerintah Kota Kupang yang ingin menata kota ini menjadi kota yang lebih modern dan maju sehingga pemerintah pusat memberi perhatian yang cukup besar kepada Kota Kupang, 

“Saya merasa optimis Kota Kupang bisa lebih indah dari Jakarta, bisa lebih indah dari Labuan Bajo, karena beberapa spot area sangat mendukung, terutama batas kota yang ada di kawasan Bolok,” ujar Andi. 

Sehari sebelumnya, setelah rapat yang dipimpin oleh Wagub Nai Soi, terkait penataan kota tahap 2, Wali Kota mengatakan bahwa penataan kota mencakup 3 lokasi bundaran dan 4 gerbang masuk kota akan didanai dari APBN atau bantuan pemerintah pusat senilai sekitar 125 miliar. Tahapan proyek akan dilaksanakan secara multi years yang pelelangannya akan dimulai bulan Juni tahun ini, dan diperkirakan akan selesai tahun 2022. *PKP_sny




Bupati Alor: Kemajuan Teknologi Telah Menggerus Budaya Gotong Royong

 

Kalabahi,Mwartapedia.com  – Kemajuan teknologi telah menggerus semangat gotong royong yang diwariskan leluhur, orang tua atau pendahulu kita dalam setiap kegiatan pembangunan, baik yang dilakukan oleh masyarakat maupun oleh pemerintah.

Bupati Alor Drs. Amon Djobo mengingatkan hal itu, ketika membuka kegiatan Bulan Bahkti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke –18 Tingkat Kabupaten Alor Tahun 2021 di halaman Kantor Kecamatan Pureman, Kabupaten Alor, Rabu (24/03/2021).

Bupati Amon mengatakan Kemajuan teknologi saat ini membuat orang tidak lagi memikirkan kebersamaan atau gotong royong. Padahal, semangat gotong royong merupakan warisan leluhur yang memberikan kontribusi positif dalam membangun negara, bangsa dan daerah. 

“Leluhur pendahulu kita termasuk di dalamnya TNI dan POLRI yang bekerja dengan semangat gotong royong merintis jalan, membuat jembatan, walaupun dengan dana yang kecil tetapi mereka berhasil melaksanakannya hingga saat ini kita masih menikmatinya,”Ungkapnya.

Informasi yang diperoleh media ini dari Kasubag Komunikasi Pimpinan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Alor Marthen J. Manilau bahwa, Bupati Alor dua periode ini menegaskan, perjalanan panjang pembangunan hingga saat ini telah menghasilkan berbagai kemudahan fasilitas dan dana yang memungkinkan namun nilai gotong royong telah memudar pada setiap kegiatan pembangunan, apalagi dikala pandemi Covid-19 melanda dunia termasuk di Kabupaten Alor.

Menyikapi fenomena tersebut, Ia secara tegas mengingatkan semua peserta BBGRM terutama para camat, kepala desa dan lurah untuk memberi arti dan nilai pada momen BBGRM bahwa gotong royong harus tetap dilaksanakan dalam setiap aktifitas pembangunan sehingga secara nyata dapat menghasilkan pembangunan yang berkelanjutan.

“Kepada kita semua yang hadir saat ini, usai pencanangan ini, saya tabuh gong. Kurang lebih waktu satu bulan, terhitung pecanangan hari ini, semua kita setelah kembali dari sini, masing- masing pulang dan kerja. Kegiatan-kegiatan nyata harus teman-teman lakukan di wilayah kerja masing dengan mengikuti pentunjuk Protokol Kesehatan Penangan Covid 19,” kata Djobo mengingatkan.

Terkait pencanangan BBGRM ke 18 tahun 2021,  Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Alor, Muhammad Bere, SH dalam laporannya mengatakan, BBGRM tahun 2021 bertemakan “Dengan Semangat Gotong Royong Apapun Kita Pasti Bisa, Demi Mewujudkan Alor Kenyang, Alor Sehat dan Alor Pintar”, dilaksanakan selama satu bulan bertujuan untuk mengingatkan seluruh komponen bangsa bahwa Budaya Gotong Royong adalah Budaya Bangsa Indonesia yang melahirkan semangat Kemerdekaan Indonesia dan semangat membangun  serta semangat memelihara hasil-hasil pembangunan. (ML)




Pemkot Gelar FGD Tentang Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air

Kupang,Mwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang melalui Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kota Kupang menggelar Focus Group Discussion (FGD) penyusunan rencana pengelolaan sumber daya air berbasis konservasi tanah dan air tahun 2021. Kegiatan yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota, Kamis (25/3) itu dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, M.Si. FGD menghadirkan Dirjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Dr. M. Saparis Soedarjanto, S.Si, MT sebagai nara sumber. 

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, M.Si dalam sambutannya menyampaikan kondisi wilayah Kota Kupang yang merupakan daerah berbatuan dan kering oleh karena musim kemarau lebih panjang daripada musim hujan, jelas sangat mempengaruhi ketersediaan air. Di musim kemarau sumber-sumber mata air di wilayah Kota Kupang mengalami penurunan debit air yang drastis. Sementara di musim hujan sering terjadi banjir oleh karena besarnya air larian akibat hujan dengan intensitas tinggi yang turun dalam waktu yang pendek. 

Menurutnya salah satu yang mempengaruhi fenomena ini karena merosotnya kemampuan daerah resapan air menampung dan menyimpan air. Juga dipengaruhi dengan faktor-faktor utama lainnya seperti merosotnya luas kawasan hutan di bagian hulu, perluasan areal permukiman dan rendahnya kawasan ruang terbuka hijau. Di Kota Kupang sendiri terdapat 6 daerah aliran sungai (DAS), yang 5 diantaranya berhulu di Kabupaten Kupang dan hanya 1 DAS yang hulu-hilir nya dalam wilayah Kota Kupang. 

Hal inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Kota Kupang dalam mencari solusi terkait pengelolaan sumber daya air termasuk ketersediaan air pada zona permukaan air tanah di daerah aliran sungai yang ada di Kota Kupang. Untuk itu diakuinya, Pemerintah Kota Kupang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak baik yang memiliki otoritas seperti pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah lainnya yang terkait, maupun dukungan dari stakeholders baik para akademisi, praktisi hukum, LSM dan kelompok pecinta lingkungan untuk duduk bersama menentukan langkah terbaik dalam pengelolaan sumber daya air di wilayah Kota Kupang. 

Dia berharap FGD ini dapat memberikan sumbangsih pikiran, ide, saran dan solusi dari para narasumber yang berkompeten di bidangnya beserta institusi terkait pengelolaan sumber daya air. Selain itu peran dan koordinasi yang baik antara pemerintah dan para stakeholder diharapkan dapat memberikan masukan terkait kebijakan yang akan diambil dalam penyusunan rencana pengelolaan sumber daya air berbasis konservasi tanah dan air di kota kupang sesuai undang-undang no 37 tahun 2014,  dalam rangka mendukung pembangunan Kota Kupang yang berkelanjutan.

Kepala Bagian Sumber Daya Alam Setda Kota Kupang, Maria Magdalena Detaq, S.IP dalam laporannya menyampaikan tujuan dari FGD ini adalah untuk memetakan isu-isu dan program strategis serta keterlibatan multi stakeholder dalam pelaksanaan konservasi air dan tanah (KAT) dari hulu hingga hilir. FGD ini juga bertujuan untuk mendorong pihak-pihak yang berotoritas baik pusat, provinsi dan daerah otonomi untuk mengambil keputusan dalam melaksanakan rencana program KAT bagi Kota Kupang dengan menggunakan DAS sebagai unit analisis. Tujuan lainnya adalah untuk menyusun rencana umum tindak lanjut penyelenggaraan KAT secara terpadu yang mengikat semua stakeholder dalam sistem perencanaan, pelaksanaan, pembinaan dan pemberdayaan serta pengendalian dalam aksi bersama dan bersinergi. 

Selain Dirjen Dirjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, nara sumber dalam FGD tersebut antara lain Kepala Balai Wilayah Sungai NT II, Ir. Agus Sosiawan, ME, Kepala Balai PDASHL Benenain – Noelmina Kupang, Ir. Halim Majid, MM, Perwakilan Bappelitbangda Provinsi NTT, Sherly Willa Huky, ST, MT serta perwakilan dari Forum DAS NTT, Dr. Ir Ludji Mikael Riwu Kaho, M.Si.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut para pimpinan perangkat daerah terkait lingkup Pemerintah Provinsi NTT, Kota dan Kabupaten Kupang serta para camat dan lurah yang wilayahnya dilintasi oleh DAS. *PKP_ans/ech




Babinsa Lakukan Sosialisasi dan Edukasi Protokol Kesehatan di SMP Negeri 10 Fatuleu Satap

 

Oelamasi, Mwartapedia.com  – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1604-02/Camplong Serda Yohanes Pereira melaksanakan sosialisasi dan edukasi  kepada siswa dan siswi di SMP Negeri 10 Fatuleu Satap di Desa Naunu Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang, Rabu (24/03/2021). 

Dalam kesempatan tersebut, Babinsa Serda Yohanes Pereira menghimbau dan mengajak para siswa-siswi SMP Negeri 10 Fatuleu Satap agar tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah ketika proses belajar mengajar di sekolah berlangsung, seperti menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak, terutama dalam beraktivitas di lingkungan sekolah. Hal itu penting guna menghindari timbulnya Cluster baru dikalangan pelajar. 

Sebelumnya, Babinsa juga telah menyampaikan kepada pihak sekolah untuk terus waspada dan meningkatkan pengawasan kepada para murid di SMP Negeri 10 Fatuleu Satap, dalam penerapan protokol kesehatan di sekolah, serta menyediakan fasilitas cuci tangan dan sabun di sekolah.    

Adapun sosialisasi yang diberikan kepada siswa dan siswi berupa ajakan untuk selalu membiasakan pola hidup sehat seperti cuci tangan, pakai masker dan selalu jaga jarak. 

Saat proses belajar mengajar di sekolah, kita wajib mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah, hal ini dilakukan guna mencegah penyebaran dan memutus mata rantai Covid-19. 

Hadirnya kami disini untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh pelajar di SMP Negeri 10 Fatuleu Satap agar selalu mematuhi dalam menerapkan protokol kesehatan (Prokes) guna mencegah mewabahnya Covid-19 di lingkungan sekolah,” ujar Serda Yohanes. 

“Melalui himbauan langsung ke sekolah, diharapkan dapat merangkul adik-adik kita ini. Agar tertib dan disiplin mematuhi protokol kesehatan, untuk mencegah semakin berkembangnya virus corona di lingkungan sekolah,” terangnya.  

“Lanjut disampaikannya, peran para guru dalam mengawasi di sekolah sangat diharapkan dan dukungan orang tua untuk membimbing anaknya pun sangat penting,” pungkas Babinsa. (Pendim1604/Kupang)




Tim Wasev Mabesad Didampingi Dandim 1603/Sikka Selaku Dansatgas TMMD, Tinjau Lokasi TMMD

 

Maumere,Mwartapedia.com  – Setelah menggelar rapat dalam rangka program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-110 Kodim 1603/Sikka TA. 2021, Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) dengan Ketua Tim Kolonel Inf. Parlindungan Hutagalung, SAP (Pamen Denmabesad) dan Letkol. Arm. Budi Wahyono, S.H. (Pabandya 2/BIN Anev dan Data Statistik Spaban I/Ren Sterad) didampingi bersama Dandim 1603/Sikka selaku Dansatgas TMMD, Letkol. Inf. M. Zulnalendra Utama, S.I.P., Meninjau dan mengecek secara langsung pelaksanaan kegiatan program TMMD yakni pembukaan jalan sepanjang 3,3 Km dan lebar 6 meter, serta pengecekan pengerjaan lanjutan pembukaan jalan dan pengerjaan cross way bertempat di Desa Persiapan Pelibaler, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka.

Sebelumnya Tim Wasev Mabesad yang didampingi Dandim 1603/Sikka tiba di lokasi TMMD diterima langsung oleh Pasi Ter Dim 1603/Sikka, Danramil 1603-05/Bola, Kapolsek Bola, Pihak Pemerintah Desa dan Kecamatan, Tokoh Adat dan Tokoh Masyaralat, Selanjutnya kegiatan penjemputan dan penerimaan secara seremonial adat terhadap Tim Wasev Mabesad oleh Tokoh Adat. Selasa (23/03/21).

Tim Wasev Mabesad didampingi Dandim 1603/Sikka langsung menuju Posko Satgas TMMD guna mendapatkan penjelasan secara singkat oleh Dandim 1603/Sikka selaku Dansatgas TMMD tentang tahapan-tahapan pelaksanaan program TMMD ke-110 Kodim 1603/Sikka TA. 2021 mulai dari tahapan perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan tahap akhir baik program fisik dan non-fisik. 

Kegiatan program TMMD kali ini Kodim 1603/Sikka melalui mekanisme Buttom Up Planning. Setelah mendapatkan penjelasan singkat di Posko Satgas TMMD, Tim Wasev didampingi Dandim 1603/Sikka meninjau dan mengecek secara langsung lokasi fisik pengerjaan pembukaaan jalan sekaligus pengerjaan cross way oleh anggota Satgas TMMD bersama warga masyarakat.

Ketua Tim Wasev Mabesad, Kolonel Inf. Parlindungan Hutagalung, SAP, mengatakan atas nama Kepala Staf Angkatan Darat dan Jajaran TNI AD mengucapkan limpah terima kasih sekaligus apresiasi yang setinggi-tingginya baik kepada pemerintah daerah Kabupaten Sikka, terutama pada pihak pemerintahan Desa, Kecamatan, serta segenap dan seluruh lapisan elemen warga masyarakat dan segenap anggota gabungan Satgas TMMD Kodim 1603/Sikka dalam partisipasi, dedikasi, dukungan serta gotong royong yang tinggi dalam menyukseskan pelaksanaan kegiatan Program TMMD ke-110 Kodim 1603/Sikka TA. 2021 dalam pengerjaan fisik pembukaan jalan dan pengerjaan cross way serta kegiatan pendukung lainnya berupa kegiatan non-fisik TMMD bertempat di Desa Persiapan Pelibaler (VA).