Dampingi Tanam Sorgum, Ini Harapan Babinsa Kepada Pok Tani Sinar Oelnaiola

 

Oelamasi, Mwartapedia.com  –  Tanaman Sorgum merupakan tanaman serealia yang dapat dikembangkan untuk menunjang ketahanan pangan. Tanaman ini bisa alternatif pengganti nasi, sorgum mampu juga beradaptasi dan tidak membutuhkan air yang begitu banyak dan lebih tahan penyakit. Sorgum juga dapat dipanen berkali-kali, Hal inilah yang membuat nilai ekonomisnya sangat bermanfaat. 

Hal tersebut yang membuat Babinsa Koramil 1604-02/Camplong Serda Manuel Lopes mendampingi Kelompok Tani Sinar Oelnaiola menanam tanaman sorgum Dusun 01 Desa Sillu Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang, Kamis (18-03-2021). 

Menurut Babinsa Serda Manuel Lopes, pendampingan kepada Kelompok Tani Sinar Oelnaiola ini merupakan bagian dari upaya Kodim 1604/Kupang untuk ikut serta mendukung program ketahanan pangan nasional yang di gagas pemerintah, sehingga kebutuhan dasar sehari- hari masyarakat dapat terpenuhi.    

“Seluruh bagian tanaman sorgum dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri maupun pangan. Biji, batang, daun dapat diturunkan menjadi produk seperti gula, sirup, bioetanol, kerajinan tangan, dan pati,” ujarnya. 

Lanjut dikatakannya, tanaman sorgum juga memiliki keunggulan yaitu lebih tahan terhadap hama dan penyakit dibandingkan dengan tanaman palawija lainnya, karena tanaman ini memiliki kandungan tanin yang tinggi. 

“Budidaya tanaman sorgum dapat dibilang mudah, karena tanaman sorgum ini dapat tumbuh dengan baik walaupun dibudidayakan pada lahan yang kurang subur, air yang terbatas, dan input yang rendah, bahkan di lahan berpasir pun masih dapat tumbuh dengan baik. Tanaman ini tahan terhadap kekeringan, dimana tanaman ini terkenal dengan iklimnya yang kering,” jelas dia.    

Babinsa meminta kepada unsur petani selaku pelaksana produksi yang sangat berperan penting untuk menjaga keberlanjutan pengembangan tanaman sorgum,” harap Serda Manuel. (Pendim1604/Kupang)




Presiden Jokowi Resmikan Bandar Udara Kabir Kabupaten Alor

 

Kalabahi, Mwartapedia.com – Presiden RI Ir. Joko Widodo secara resmi meresmikan dua bandara yakni Bandara Kabir di Kabupaten Alor, Propinsi Nusa Tenggara Timur dan Bandara Toraja di Kabupaten Tanah Toraja, Propinsi Sulawesi selatan. 

Acara pengresmian yang digelar di pelataran bandara Toraja, Kabupaten Tanah Toraja Propinsi Sulawesi Selatan (Kamis, 18/03/2021) dihadiri Komisi 5 DPR RI, Menteri Sekretaris Negara dan Wakil Menteri Kesehatan RI. Gubernur Sulawesi Selatan serta Bupati se-Propinsi Sulawesi Selatan.

Sementara Bupati Alor Drs. Amon Djobo, bersama Wakil Bupati Alor Imran Duru, S.Pd, M.Pd, Wakil Ketua DPRD Alor Drs. Yulius Mantaon, Forkopimda Kabupaten Alor, Para Asisten Sekda Kabupaten Alor, Kepala Bandara Mali dan Camat Pantar serta sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemda Alor mengikuti acara peresmian secara virtual di lobi lantai satu Bupati Alor.

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya menegaskan, dua bandara yang diresmikan dapat dimanfaatkan untuk memperlancar mobilisasi barang dan manusia di Kabupaten Alor maupun di Kabupaten Tanah Toraja.

Dua bandara tersebut lanjut Presiden, juga dapat dimanfaatkan untuk peningkatan pembangunan pariwisata, penciptaan lapangan kerja baru dan peningkatan ekonomi daerah terutama memicu pertumbuhan sentra-sentra ekonomi baru.

Bandara Kabir kata Presiden telah diresmikan, namun akan dilengkapi lagi dengan sarana-sarana pendukung lainnya.

Untuk itu, Ia harapkan, bandara Kabir dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan daerah dan masyarakat Kabupaten Alor.

“Bandara Kabir ini dapat dimanfaatkan untuk melayani mobilisasi orang dan barang. Jika kondisi laut kurang bersahabat maka masyarakat dapat memanfaatkan transportasi udara,” tutup Presiden.

Terkait pengresmian Bandara Kabir, Bupati Alor Drs. Amon Djobo saat jumpa pers bersama sejumlah watawan di ruang kerjanya sebagaimana disampaikan Kasubag Komunikasi Pimpinan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Alor Marthen J. Manilau, SH  kepada media, menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI Ir. Joko Widodo, Komisi 5 DPR RI dan Menteri Perhubungan RI serta Gubernur NTT yang telah mendukung pembangunan bandara Kabir, sejak awal pembangunan tahun 2014 hingga selesai pembangunan dan  diresmikan.

Dengan adanya Bandara Kabir, menurut Bupati Djobo akan membantu melancarkan transportasi udara di Kabupaten Alor dan Propinsi NTT secara umum.

Untuk itu Ia menghimbau seluruh masyarakat Kabupaten Alor terutama masyarakat kecamatan Pantar untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta kenyamanan para penumpang yang akan berangkat maupun penumpang yag tiba di Bandara Kabir, termasuk kenyamanan dan keamanan aparatur yang bekerja di Bandara Kabir.

Untuk diketahui, Gubernur NTT Victor B. Laiskodat, SH rencananya akan melakukan penerbangan perdana menggunakan pesawat Susi Air ke Bandara Kabir pada hari sabtu (20/3). (Eka)




Melalui Komsos, Ini Wujud Kedekatan Babinsa Bersama Warga Binaan

 

Oelamasi,Mwartapedia.com  – Kebersamaan dengan warga binaan merupakan tugas pokok Babinsa. Salah satunya dengan melakukan komunikasi sosial (Komsos) untuk menciptakan interaksi serta kekompakan antara Babinsa dan warga binaannya. 

Hal tersebut yang dilakukan oleh Serda Manuel Amaral anggota Babinsa Koramil 1604-02/Camplong melaksanakan komsos dengan masyarakat RT 002 RW 001 Dusun 01 Desa Ekateta Kecamatan Fatuleu Kabupaten, Rabu (17/01/2021). 

Dalam kegiatan komsos tersebut, Babinsa Serda Manuel Amaral mengatakan inilah yang kami lakukan, dalam menjalin rasa keakraban serta kebersamaan yang baik dengan warga untuk membina dalam kamtibmas. 

“Demi mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat diperlukan kerjasama yang baik antara aparat teritorial dengan masyarakat dalam rangka mendukung tugas pokok Babinsa,” ujarnya. 

Di samping itu, Babinsa juga selalu menekankan kepada masyarakat Desa Ekateta untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan jangan terprovokasi dengan pemberitaan dan masalah yang dapat menimbulkan perpecahan antar sesama warga yang belum tentu jelas kebenarannya.  

Dalam kesempatan tersebut, Babinsa juga menyampaikan kepada masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan dan menjaga kesehatan guna memutus penyebaran Covid-19. 

Hal tersebut nampak dari masyarakat yang selalu memakai masker saat kegiatan di luar rumah 

“Tujuan dari kegiatan komsos ini adalah untuk menjalin silaturahmi yang baik dan menjaga serta mempererat hubungan kekeluargaan antara Babinsa dengan masyarakat binaannya sehingga tercipta suasana yang harmonis dan kondusif dalam setiap pelaksanaan tugas babinsa di lapangan,” pungkas Serda Manuel. (Pendim1604/Kupang)




Sengketa Pilkada Malaka Berakhir di MK, Paslon SN – KT Siap Dilantik

 

Kupang,Mwartapedia.com  –  Proses panjang sengketa Pilkada Malaka akhirnya terjawab saat Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) membaca sidang pengungkapan putusan dan  menolak seluruh permohonan pemohon sengketa Pilkada Kabupaten Malaka, yakni pasangan Stefanus Bria Seran-Wandelinus Taolin (SBS-WT). Dengan demikian, pasangan Simon Nahak-Kim Taolin (SN-KT) siap dilantik untuk memimpin Kabupaten Malaka.

Sidang putusan yang dibacakan majelis hakim MK, Kamis (18/03/2021) pagi secara live streaming di Youtube resmi MK. 

Terpantau sebanyak 9 hakim menyatakan menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya.

Dalam sengketa ini pasangan Stefanus Bria Seran-Wandelinus Taolin (SBS-WT sebagai pemohon  dengan termohon KPU Kabupaten Malaka dan pasangan Simon Nahak-Kim Taolin (SN-KT).

Berdasarkan hasil pleno perolehan suara dari 12 kecamatan di Malaka, Paket SN–KT meraup 50.890 suara (50,49%). Sedangkan SBS–WT mengoleksi 49.906 suara (49,51%).

Atas dasar hasil yang diperoleh pihak SBS – WT tidak puas menerima kekalahan akhirnya memilih langkah hukum untuk membuktikan lagi kebenaran siapa sesungguhnya yang akan keluar sebagai pemenang. (JKML




Hidupkan Kreativitas Melalui Program BDR

 Oleh: Heribertus Martinus Moscati, S.Pd. Staf pengajar di SMPN 5 Borong

Kupang,Mwartapedia.com  –  Apa itu BDR?Semua kita pasti sudah tahu jawabannya. Iya. Belajar Dari Rumah. Bisa juga Bekerja Dari Rumah. Atau istilah kerennya Di Rumah Aja. Istilah-istilah ini sudah sangat familiar di telinga kita di masa pandemi Covid-19. Mendengar namanya saja, kita juga pasti sudah tahu artinya. Intinya bahwa setiap pekerjaan yang kita kerjakan, kita dapat menjalankannya cukup dari rumah kita saja sehingga Covid-19 tidak menyebar dan kita masih tetap bisa bekerja.

Pada masa pandemi Covid-19, banyak hal baru yang mau tidak mau harus dihadapi. Banyak perubahan yang terjadi dalam setiap aspek hidup kita. Kita pun, mau tidak mau, suka tidak suka, terpaksa harus menghadapi secara langsung bahkan menjalankan perubahan-perubahan tersebut. Kita pun harus segera beranjak dari suatu tatanan yang selama ini menurut kita normal-normal saja menuju ke suatu hal baru. Sehingga kemampuan beradaptasi menjadi kunci bagi kita di situasi seperti ini.

Dunia pendidikan tidak lepas dari perubahan tersebut. Kurikulum pun terpaksa harus diutak-atik lagi di tengah masifnya penyebaran virus Covid-19. Tujuannya pun berubah, agar roda pendidikan tetap berputar ditambah agar lingkup sekolah tidak menjadi klaster penyebaran virus Covid-19. Kedua hal tersebut harus berjalan bersama. Salah satunya tidak boleh diabaikan. Salah satu solusi pemerintah adalah menciptakan program BDR.

Pengalaman Menjalankan Program BDR

Ada begitu banyak hal yang menyertai jalannya program tersebut. Wajar bahwa terobosan ini juga dinilai beragam, baik untuk sisi positif maupun negatifnya. Setiap satuan pendidikan memiliki cara pandangnya masing-masing. Pemangku kepentingan sektor pendidikan pun merasakan semua hal ini. Niat disertai semangat yang baik akan sangat mendukung program ini. Di samping itu, kondisi geografis wilayah juga cukup berpengaruh. Di wilayah Kabupaten Manggarai Timur, topografi wilayah juga berpengaruh besar pada kualitas akses internet suatu tempat, sementara internet itu sendiri adalah penunjang terpenting lancar tidaknya program BDR.

Dari pengalaman penulis berpartisipasi dalam program ini, juga berdasarkan obrolan santai atau pun berdiskusi dengan beberapa rekan guru sekitar lokasi mengajar penulis, banyak hal yang bisa dipetik, namun tidak sedikit pula keluhan yang muncul baik dari para guru maupun siswa yang terkadang diwakili oleh orang tuanya. Iya. Itu adalah hal yang sangat-sangat wajar terjadi di tempat kita yang dalam banyak hal masih tertinggal, terlebih dalam hal mengakses internet.

Tetapi, kali ini, mari kita kesampingkan dulu hambatan tersebut. Satu hal penting yang bagi penulis merupakan nilai lebih program ini adalah bagaimana sikap dan tanggapan kita akan hal baru yang sangat mendadak tersebut. Mungkin istilah revolusi pendidikan juga cocok untuk konteks ini, sebab hal ini langsung terjadi dengan cepat tanpa pernah bisa diprediksi sebelumnya. Berikut beberapa hal positif program BDR ini dari kacamata penulis.

Pertama, program BDR membuka ruang bagi siapa pun untuk mengenal teknologi secara lebih mendalam. Tidak terbatas pada guru, siswa juga bisa menjadi lebih menguasai teknologi dari para guru. Keadaanlah yang membuat kita harus melakukan atau mempelajari sesuatu. Mungkin kalau tidak ada pandemi Covid-19, kita tetap duduk manis dalam zona nyaman dan enggan untuk mengambil kesempatan untuk maju. Saking nyamannya situasi, kita seringkali tidak menyadari banyaknya teknologi yang ternyata penting. Kita menjadi lupa untuk membuka mata dan telinga untuk perkembangan yang ternyata baik untuk kita.

Banyak sekali hal yang bisa dipelajari guru dan siswa dari situasi seperti ini. Berbagai aplikasi pendidikan dari pemerintah pun menunjukkan bahwa pemerintah tidak menutup mata sehingga hal ini perlu disambut dengan baik walau pun harus berjuang dengan susah payah mencari sinyal internet. 

Kedua, program BDR membuat proses pembelajaran lebih variatif. Belajar tidak harus di sekolah. Belajar juga tidak harus selalu pada jam sekolah. Adanya program BDR membantu salah satu karakteristik Kurikulum 2013, yaitu belajar bisa dilakukan di manapun dan kapan pun. Waktu dan tempat belajar akhirnya tidak menjadi terikat. Dan hal itu sudah nyata sekarang. Para guru pun bisa menerapkan cara baru dalam penyampaian materi. Lagi-lagi, pandemi Covid-19 menarik kita keluar dari zona nyaman di tengah minimnya kreativitas untuk mengembangkan materi. Seandainya pandemi tidak ada, belajar kreatif dan proaktif hanya menjadi teori yang cukup sebatas untuk dihafal saja tanpa pelaksanaan lebih lanjut.

Ketiga, peran orang tua siswa juga menjadi lebih signifikan. Jika pada kondisi sebelumnya, ada orang tua yang membebankan tanggung jawab mendidik anak sepenuhnya di sekolah (secara khusus hal akademis), maka kali ini, mereka harus bersedia menjadi pengontrol pertama para siswa terlebih dalam waktu belajarnya. Tanggung jawab besar ini sudah sepantasnya diemban oleh orang tua siswa terlebih dahulu sebelum anak-anak belajar di sekolah.

Keempat, muatan materi pelajaran menjadi lebih fleksibel.  Adanya kurikulum penyesuaian di masa pandemi setidaknya sudah membuka ruang kreativitas para guru untuk memilah-milah materi yang sesuai dengan kondisi satuan pendidikan setempat. Hal ini sangat penting karena guru sendirilah yang mengenal karakter siswanya dengan baik. Tanpa adanya tuntutan harus menuntaskan semua materi yang diwajibkan kurikulum nasional, hal ini bisa membuat para guru lebih fokus untuk kurikulum yang ditentukan sekolah masing-masing.

Jadi, kreativitas, niat, semangat, kerja keras, dan juga kerja sama berbagai unsur sektor pendidikan tetap menjadi salah satu kunci jalannya proses BDR, sehingga roda pendidikan tidak berhenti berputar sementara mata rantai penyebaran virus Covid-19 tetap bisa ditekan. Kesulitan mengakses internet juga sebaiknya tidak dipandang sebagai hal yang sangat mengganjal tetapi sebagai pelecut untuk bekerja lebih bersemangat dan lebih kreatif lagi.

Ketepatan untuk mananggapi situasi pandemi menjadi kunci penting. Kerja keras 3 unsur, yakni guru, siswa, dan orang tua, serta dukungan penuh pemerintah akan menjadi sebuah struktur yang rapi serta solid untuk menopang jalannya pendidikan kita. Intinya bahwa, kreativitas tidak boleh mati di tengah kesulitan-kesulitan yang ada. Ada pepatah mengatakan, Ibarat Oase di Padang Pasir, kreativitas yang tetap hidup itu akan melawan berbagai macam kesulitan dan tantangan. Proses yang baik tentunya akan diikuti pula oleh hasil yang baik pula pada saatnya. (ML).




Kembangkan Obat dari Faloak dan Percepat Ijin Edar Sophia, Gubernur Ajak BPOM Bersinergi

Kupang, Mwartapedia.com  –  Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL)  Menerima Audiensi dari  Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) NTT, Tamran Ismail, S.Si, MP di ruang kerja Gubernur, Rabu (17/03).

Gubernur VBL dalam kesempatan tersebut mengajak BPOM NTT bersinergi terkait fasilitasi Pengembangan Riset Faloak  untuk menyembuhkan penyakit Hepatitis C dan Ijin Edar Sophia dalam Negeri.

“Saat ini Tim peneliti sementara melakukan penelitian tentang Faloak. Untuk itu (BPOM,red)  diharapkan dapat memback up atau mendukung riset tersebut. Selanjutnya Pemerintah bersama masyarakat mengembangkan tanaman tersebut, karena bermanfaat untuk penyembuhan Penyakit Hepatitis C yang sampai saat ini belum ada vaksinnya. Tentunya ini keuntungan bagi NTT dalam berkontribusi bagi Negara untuk mengatasi penyakit tersebut”jelas Gubernur Viktor. 

“Kemudian terkait Sophia, saat ini kita telah mendapatkan ijin laboratorium layak konsumsi. Tinggal proses administrasi ijin edar khusus minuman hasil fermentasi produk lokal dimana prosedurnya lintas kementrian termasuk Badan POM RI, tentunya pak Amran dapat bersama tim kami untuk mewujudkannya”. Ujar Gubernur.

Gubernur Laiskodat mengungkakan sejumlah fakta terkait minuman lokal hasil fermentasi yang dikemas menjadi sebuah brand dan bernilai ekonomi.

“Dalam mengkonsumsi minuman tersebut, kita akan atur peredarannya agar tidak mengakibatkan mabuk karena konsumsi yang berlebihan. Untuk itu perlu Tata Kelola dan Tata Niaga untuk Pengembangan Minuman Sophia di NTT dan Indonesia,” ujar Gubernur Viktor.

Sementara itu Kepala Balai POM NTT menyambut baik harapan Gubernur terkait Pengembangan Faloak dan Sophia serta memfasilitasi sejumlah UMKM yang tersebar di kabupaten/Kota di NTT

“Bapak Gubernur, prinsipnya kami siap bersinergi dalam memfasilitasi kepentingan daerah sesuai dengan regulasi yang ada. Saat ini juga terkait perijinan, sudah ada sistem OSS (Online Single Submission) sehingga dalam proses registrasi, data mesti terkoneksi dan konsisten agar tidak terjadi penolakan  yang menyebabkan pengulangan tahapan proses pengurusan ijin,” jelas Amran.

Turut hadir dalam audiens tersebut, Staf Khusus Gubernur, Prof. Dr. Intiyas Utami, SE., M.Si., Ak., CA., CMA., QIA, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Drs. Ec. Muhamad Nasir Abdullah, MM. (Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT).