Ruang Pasien Indonesia Antar 3 Pasien Asal Kabupaten Sikka

Maumere,Mwartapedia.com – Direktur Ruang Pasien Indonesia (RPI), Mas Bambang melalui Mas Kholil dan Mas Wely mengantar 3 pasien yang dikirim oleh Pemerintah Kabupaten Sikka ke Surabaya, Jawa Timur untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan medis.

Kepulangan 3 pasien diantaranya, Sandro Ahmad, Yakobus Mario Leonardo dan Maria Imakulata Dua Sori diterima secara resmi oleh Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo,S.Sos,M.Si melalui Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sikka, Very Awales di Bandara Frans Seda, Waioti Maumere,Minggu, 14/02/2021.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos,M.Si melalui Kabag Very Awales saat serah terima 3 Pasien itu menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Relawan Kemanusiaan yang tergabung di dalam Ruang Pasien Indonesia, pimpinan Mas Bambang dan seluruh relawan yang telah memberi perhatian yang tulus, ikhlas kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sikka yang menjalani perawatan dan pengobatan di beberapa Rumah Sakit di Surabaya diantaranya Rumah Sakit Dr. Soetomo, Rumah Sakit Angkatan Laut Surabaya dan Rumah sakit lainnya sesuai dengan jenis penyakit pasien masing-masing.

“Saya atas nama Bupati Sikka dan Wakil Bupati Sikka mengucapkan terimakasih atas bantuan dan dukungan baik moril maupun materil dalam rangka pengobatan pasien dan perawatan pasien asal Kabupaten Sikka secara Gratis dan sudah pulih dari sakitnya. Mereka sudah dalam keadaan sehat-sehat,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan pemerintah akan terus membangun kerja sama dan bersinergi dengan Ruang Pasien dan juga lembaga kemanusiaan lainnya termasuk Forum Kebaikan Sesama (FKS) Jakarta pimpinan dr. Ratna.

“Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos,M.Si memiliki jaringan yang cukup luas dengan berbagai pihak untuk mewujudkan cita-cita luhur bagi Masyarakat Kabupaten Sikka dalam upaya pemenuhan hak-hak dasar masyarakat, terutama pengobatan dan perawatan bagi pasien yang membutuhkan pelayanan medis di luar Kabupaten Sikka,” tutupnya. (Kabag Humas Kabupaten Sikka)




Kapolres Matim Himbau Perayaan Valentine Day Tidak Diijinkan Ditengah Pandemi Covid-19

 

Matim,Mwartapedia.com— Himbauan Kapolres Kabupaten Manggarai Timur provinsi Nusa Tenggara Timur dalam rangka peringatan hari kasih sayang (Valentine Day) yang jatuh pada tanggal 14 Februari 2021 ditengah wabah Covid-19 tidak diijinkan  karena melanggar aturan protokol kesehatan.

Himbauan yang di sampaikan oleh Kapolres Manngarai Timur pada Rabu 13 Februari 2021 ini demi keselamatan dari serangan virus Covid-19 yang telah terjadi dinegara kita (NKRI) terutama wilayah Manggarai Timur.

Momen Valentein Day tahun 2021 lebih menjurus sayangi diri kita agar  bisa pemutuskan rantai penyebaran wabah Covid-19 .

AKBP Nugroho A.Siswanto S.H. sebagai  Kapolres kabupaten Mangarai Timur mengeluarkan surat himbauan dengan empat hal yang perlu dipatuhi.

Tidak diijinkan mengadakan pesta peraya,an “VALENTINE DAY” selalu berpedoman dan melaksanakan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus  Covid-19. Tetap menjaga keamanan, ketertiban masyarakat (kamtibmas) dikabupaten Manggarai Timur.

Wajib patuhi dan melaksanakan penerapan lima (5) M.

1. Memakai masker

2. Mencuci tangan

3. Menjaga jarak

4. Menghindari kerumunan

5. Mengurangi mobilisasi.

Apabila Hari Valentine day tetap dilaksanakan oleh masyarakat pada umumnya di kabupaten Manggarai Timur maka mereka melakukan pelanggaran prokes di poin tiga dan empat.

Mewakili pihak kepolisian Aipda Salahudin Kapospol Benteng Jawa menyampaikan bawah pemutusan rantai wabah Covid-19 dengan mentaati aturan yang sudah dikeluarkan oleh  pemeritah lewat Tim Gugus Tugas penangan Covid-19 juga tim medis serta himbauan dari pihak kepolisian RI.

“Kami selaku pihak kepolisian tentu sudh mengajak masyarakat agar tetap memakai masker terutama ditempat umum, “Ungkapnya.

Harapan Aipda Salahudin agar masyarakat mengikuti himbauan tersebut di hari Valentine Day mendatang.

“Momen ” Valentine day” ditengah wabah Virus Covit-19 adalah sayangi diri kita dan keluarga,”Pungkasnya.

Laporan: AFRI CUNDUL.




Di Tanawawo; Bupati Beri janji, Ketua RT Pimpin Bangun Jembatan Darurat

 

Maumere,mwartapedia.com  – Ketua Rt 001 Wolofeo, Desa Renggarasi, kecamatan Tanawawo, kabupeten Sikka ini bersama masyarakat bergotong royong membangun jembatan darurat yang terbuat dari bambu, Rabu ( 10/02/2021). 

Hujan lebat selama 2 hari terakhir telah mengakibatkan banjir bandang.  plat Deker sepanjang Panjang 8 m dengan lebar 6 meter, di Desa Renggarasi jebol pada Selasa (09/01/2021) pukul12.01Wita .

Sehingga, jalur utama yang menghubungkan dari desa -desa di wilayah kecamatan tanawawo ke ibu kota kecamatan  dan ke kota kabupaten putus total. 

Ketua RT 001 wolofeo, Thomas Toda mengatakan dengan adanya jembatan darurat ini diharapkan untuk sementara dapat memperlancar arus lalu lintas dari desa ke kota serta mempermudah masyarakat dalam beraktifitas. 

“Kami gotong royong membangun jembatan ini, agar jalur transportasi tidak terputus karena jalan ini merupakan akses utama yang menghubungkan antara desa -desa di wilayah kecamatan tanawawo dan ke kota kabupaten sikka,” katanya. 

Thomas pun menambahkan, bahwa Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos, M.Si bersama  Rombongannya yakni Ketua TP PKK Kabupaten Sikka, Ny. Maria Cahyani Idong didampingi Kadis Perhubungan Kabupaten Sikka, Mauritius Minggo, ST, MT, dan Sekretaris BPBD Kabupaten Sikka, Avelinus, pun telah melihat langsung di lokasi pada hari ini. 

“Tadi pagi bapak Roby Idong bersama Rombongan sudah datang dan lihat langsung kondisi, dan langsung dihadapan kami masyarakat, bapak bupati sudah sampaikan kepada Kepala Dinas Perhubungan, Dinas PUPR dan BPBD kabupaten sikka agar  segera memperbaiki plat deker secepatnya sehingga akses jalan dari dan ke ibu kota Kecamatan dan ke Kota Kabupaten bisa kembali normal.” Pungkasnya. 

Kami pun berharap semoga bapak Robi Idong menempatinya, sehingga Deker ini segera di perbaiki dalam waktu dekat mengingat jembatan darurat yang dibangun cuman bisa dilewati kendaraan roda dua saja ” tutupnya. (Eman)




Kapolri Pimpin Apel Kesiapan Bhabinkamtibmas dan Nakes Sebagai Tracer dan Vaksinator COVID-19

Jakarta,Mwartapedia.com – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, pimpin Apel Kesiapan Bhabinkamtibmas dan Tenaga Kesehatan (Nakes) Sebagai Tracer dan Vaksinator COVID-19, bertempat di Lapangan Promoter Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 11 Februari 2021.

Kegiatan ini dihadiri Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin; Kabaharkam Polri, Komjen Pol Agus Andrianto; Kasum TNI, Letjen TNI Ganip Warsito; Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran; Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman; 200 personel Bhabinkamtibmas; 80 personel Nakes Polri; dan 30 personel Brimob.

“Apel Serentak Kesiapan Bhabinkamtibmas dan Tenaga Kesehatan Polri Sebagai Tracer dan Vaksinator COVID-19, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, merupakan wujud keseriusan Polri dalam membantu pemerintah menanggulangi COVID-19 dan mendukung program vaksinasi nasional,” kata Jenderal Pol Listyo Sigit dalam arahannya.

Mantan Kabareskrim Polri itu menjelaskan, berbagai upaya extraordinary memang dilakukan pemerintah secara terpadu dalam rangka percepatan penanganan pandemi COVID-19 dan mewujudkan pemulihan ekonomi nasional.

Hasilnya, berbagai upaya itu telah menunjukkan dampak positif di bidang ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2020 mengalami kontraksi yang cukup dalam, yakni sempat turun -5,3 persen pada kuartal kedua. Kemudian membaik menjadi -3,49 persen di kuartal ketiga dan terus membaik menjadi -2,19 persen di kuartal keempat.

“Bapak Presiden RI telah menekankan bahwa untuk mengatasi pandemi COVID-19, dengan segala dampaknya, seluruh komponen bangsa harus bahu-membahu menerapkan disiplin ketat menjalankan protokol kesehatan, di mana pun dan kapan pun, dengan diiringi konsistensi penegakan disiplin terhadap protokol kesehatan secara humanis dan tegas, tentunya dengan tetap selaras sebagai upaya mewujudkan pemulihan ekonomi nasional,” ungkap Jenderal Pol Listyo Sigit.

Oleh karena itu, Kapolri memerintahkan kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk terus melakukan pengawalan dan pengamanan baik saat pendistribusian, penyimpanan, maupun saat vaksin diberikan kepada masyarakat Indonesia.

Selain itu, Jenderal Pol Listyo Sigit mengungkapkan, dalam rangka mendukung program vaksinasi, Polri telah menyiagakan 13.500 personel tenaga kesehatan, 900 orang di antaranya telah dilatih untuk menjadi vaksinator oleh Bapelkes/BBBK Kementerian Kesehatan, 12.600 personel lainnya akan diberikan pelatihan, dan 40.336 personel Bhabinkamtibmas sebagai tracer untuk melaksanakan deteksi dini dalam mengantisipasi penyebaran COVID-19.

“Arahan Bapak Presiden RI, bahwa selain disiplin protokol kesehatan, juga harus menerapan penguatan 3T: Testing, Tracing, dan Treatment,” katanya.

Menurut Kapolri, vaksinator dan tracer Polri telah diberikan pelatihan dan disiagakan dalam rangka membantu tugas tenaga kesehatan, khususnya pemberian vaksinasi terhadap anggota Polri maupun kepada masyarakat umum, serta berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat dalam upaya tracing sebagai langkah deteksi dini dalam mengantisipasi penyebaran COVID-19 dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia.

“Senantiasa bersinergi dengan seluruh Babinsa serta seluruh petugas dinas kesehatan di wilayah masing-masing,” pesan Jenderal Pol Listyo Sigit kepada para Bhabinkamtibmas dan Nakes.

“Polri berkomitmen siap melaksanakan dan mengawal program vaksinasi nasional serta seluruh kebijakan pemerintah dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional,” tegasnya kemudian.(Afry)




Pemkab Lembata Resmi Pulangkan Pengungsi Desa Jontona

Lewoleba,Mwartapedia,com – Pemerintah Kabupaten Lembata Lewat Plh.Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata (Asisten II) Bidang Administras dan Pembangunan,Kedang Paulus secara resmi melepaskan para pengungsi Desa Jontona, pada Selasa (09/02/2021).

Sebanyak 1.066 Jiwa warga Desa Jontona yang tersebar di 10 titik diantaranya dari rumah para warga yang ada di kota Lewoleba dan juga di posko Eks Rumah Jabatan (Rujab) Bupati dan Kantor Lurah Lewoleba Tengah.

Plh. Sekda lembata, Kedang Paulus dalam keterangan persnya mengatakan Pemerintah Kabupaten Lembata berdasarkan surat dari Badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi No:58.Lap/GK.05/BGV/2021 menerangkan bahwa status gunung Ile Lewotolok Siaga level III tetapi radius jarak untuk warga bukan 4 km namun sudah menurun 3 km. 

“Hasil evaluasi surat dari badan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana tersebut sehingga rapat komando erupsi Ile Lewotolok masyarakat Desa Jontona sudah boleh kembali ke Desanya masing-masing dengan tetap memperhatikan kewaspadaan resiko erupsi dan masih ada longsor abu panas dalam suhu yang tinggi masih bisa terjadi dan jangan lupa menggunakan masker serta alat pelindung diri untuk menutup mata, mulut, hidung dan kulit sekaligus upaya membatasi penyebaran Covid-19 yang kian meningkat”jelasnya.

Sementara persiapan lain yang dilakukan oleh Pemkab Lembata yakni akan memberikan logistik tambahan kepada warga terdamapak erupsi Ile Lewotolok sebanyak 16 Desa dan bantuan air bersih yang akan di distribusikan nanti. 

Pantauan media ini bahwa kepulangan 1.066 jiwa warga Desa Jontona Kecamatan Ile Ape Timur di fasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dengan menggunakan mobil dan melakukan mobilisasi kepada warga Desa Jontona yang berada di rumah warga dalam kota Lewoleba.

Data yang dihimpun oleh media ini bahwa warga Desa Jontona saat kembali akan di jemput oleh pemerintah kecamatan Ile Ape Timur dengan sambutan ritual adat dan tradisi yang mana merupakan kearifan lokal yang tak terpisahkan sebagai orang Lamaholot yang ada di Kabupaten Lembata Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pada kesempatan baik ini juga disampaikan oleh Pemerintah Pemkab bahwa warga yang hendak pulang sudah dipastikan aman karena H -2 pasca pemulangan ini pemerintah sudah melakukan sterilisasi kesehatan seperti penyemprotan disinfektan dan Foging di rumah warga yang ada guna memastikan Masyarakat dalam aman dan memutuskan mata rantai Penyebaran Covid-19.

Proses pemulang warga Desa Jontona dikawal ketat oleh aparat dari TNI dan POLRI untuk memastikan keamanan bagi para warga Desa Jontona dan membantu pelayanan dalam sinergitas bersama Pemerintah Kabupaten Lembata. (Oi)




Wakil Gubernur NTT Berikan Apresiasi Kepada PLN

Kupang,Mwartapedia.com -Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur,  Josef Nae Soi (JNS) menerima audiens dari Kepala PLN Wilayah Nusa Tenggara Timur, Agustinus Jatmiko di ruang kerjanya, Rabu (10/02/2021).

Dalam kesempatan tersebut,  Wagub JNS menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pihak PLN yang memberikan respon cepat atas berbagai permasalahan terkait listrik terutama yang dialami layanan-layanan kesehatan termasuk rumah sakit.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada pihak PLN atas responnya yang cepat sekali,” jelas Wagub. 

Wagub meminta PLN agar memfasilitasi seluruh rumah sakit di Nusa Tenggara Timur terkait instalasi khusus untuk  mengantisipasi keadaan-keadaan darurat, apalagi dengan adanya wabah virus corona yang semakin meningkat.

“Saya harap di rumah sakit-rumah sakit harus ada instalasi khusus untuk penanganan darurat sehingga pihak PLN tidak disalahkan terus,” kata Wagub JNS. 

Sementara itu Kepala PLN  Wilayah Nusa Tenggara Timur, Agustinus Jatmiko mengatakan, Kupang menjadi prioritas PLN NTT dalam pemasangan tambahan instalasi listrik untuk memperkuat sistem kelistrikan.  “Arah Bandara El Tari akan dibangun jalur khusus untuk  keamanan jalur penerbangan,” jelas Jatmiko. 

Lebih lanjut Jatmiko menjelaskan,  pada Bulan Desember 2020 sampai Januari 2021 sekitar 39 jaringan instalasi baru sudah dialiri arus listrik. “Pada Bulan Februari dan setrusnya akan ditambahkan lagi, ” kata Jatmiko. 

Dalam kesempatan itu,  Jatmiko mengundang Wagub Josef untuk membuka dan memberikan arahan pada Rapat Kerja bersama seluruh jajaran PLN wilayah NTT pada 18 Februari 2021. Rapat tersebut akan dilaksanakan secara virtual. “Kami sangat harapkan kehadiran dan arahan bapak dalam kesempatan itu,” pungkas Agustinus Jatmiko. Tampak hadir pada kesempatan tersebut unsur pimpinan PLN. (Biro Humas dan Protokol Petda Provinsi NTT)




Karya Bakti, Bentuk Kepedulian Babinsa Terhadapa Warga Binaan Pasca Bencana Tanah Longsor

Oelamasi,Mwartapedia.com –  Babinsa Koramil 1604-06/Batakte Sertu Ferdinan Boling Sau bersama Bhabinkamtibmas, Sekcam Nekamese, Kades Oemasi bersama masyarakat Dusun 03 RT 007 RW 005 Desa Oemasi melaksanakan kegiatan karya bakti meratakan jalan alternatif di sekitar tanah longsor di Desa Oemasi yang menghubungkan Desa Oemasi, Desa Bone dan Desa sekitarnya, Rabu, (10-2-2021)

Dengan didampingi Babinsa, masyarakat terlihat sangat antusias dan semangat dalam kerja bakti membangun jalan tersebut. 

Di sela-sela kegiatan karya bakti tersebut, Babinsa Sertu Ferdinan Boling Sau tidak lupa mengingatkan kepada warga masyarakat agar mewaspadai musim hujan saat ini, terutama tempat-tempat yang rawan longsor, karena saat hujan lebat, tidak menutup kemungkinan bisa terjadi bencana. 

“Terkait cuaca saat ini masih musim hujan saya menghimbau kepada warga agar lebih waspada terutama warga yang berada di daerah rawan longsor, perhatikan setiap perkembangan lingkungan sekitar apabila terjadi bencana segera lapor ke Babinsa atau perangkat desa,” tutur Babinsa. 

“Di musim penghujan ini kita harus tetap waspada, karena hal-hal buruk lainnya bisa saja sewaktu–waktu menimpa kita terutama terhadap bencana alam,” ujar Sertu Ferdinan. 

Kepedulian Babinsa Koramil 1604-06/Batakte ini merupakan salah satu contoh Bakti TNI sebagai salah satu metode Binter yang melibatkan TNI sebagai komponen utama pertahanan negara dalam membantu penyelenggaraan kegiatan kemanusiaan untuk menangani masalah-masalah sosial dan kemanusiaan. (Pendim1604/Kupang)




Kampung Pesi Lamba Leda Selatan Terancam Longsor.

Matim,Mwartapedia – Kampung Pesi desa Golo Ndari, Kecamatan Lamba Leda Selatan, kabupaten Manggarai Timur (NTT) terancam Longsor,dan akses jalan menuju kampung Tungal tertimbun tanah dan kendaraan roda empat belum bisa lewat seperti disaksikan media ini Rabu, (10/2/2021).

Untuk diketahui bahwa lokasi ini pernah tejadi tanah longsor pada 29 januari 2021 mengancam rumah milik Anastasia Mujur, Rafael Udin,Yohanes Baur, Abraham Tamat.

Rafael Udin,warga terkena dampak bencana tersebut menyampaikan bahwa hal ini sudah disampaikan lewat pemerintah di kantor Desa Golo Ndari.

“Pemerintah desa Golo Ndari sudah berupaya melakukan kegiatan gotong-royong bersama masyarakat tetapi tidak bisa ditindaklanjuti karena peralatan yang digunakan secara manual,”Ungkap Rafael.

Saat itu pula Rafael melakukan konfirmasi lewat via handpone kepada kepala desa Golo Ndari, Siprianus sanar.

Dalam dialok tersebut Siprianus Sanar selaku kepala wilayah menjawab bawah kita sudah melakukan laporan secara resmi kedinas Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah.

“Kami warga pesi desa Golo Ndari berharap agar Pemda Matim secepatnya merespon kejadian tanah longsor dipermukiman warga pesi,}” tutup Rafael.(Afri Tim)




Bupati Sikka Tinjau Bencana di Tanawawo

Maumere,Mwartapedia.comBupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos, M.Si bersama Ketua TP PKK Kabupaten Sikka, Ny. Maria Cahyani Idong didampingi Kadis Perhubungan Kabupaten Sikka, Mauritius Minggo, ST, MT, Sekretaris BPBD Kabupaten Sikka, Avelinus, meninjau bencana banjir di wilayah Kecamatan Tanawawo, Rabu, 10/02/2021.

Bupati Sikka, yang akrab disapa Robi Idong melakukan peninjauan di lokasi banjir bandang akibat hujan lebat selama 2 hari terakhir sehingga mengakibatkan plat Deker sepanjang Panjang 8 m dengan lebar 6 meter, di Desa Renggarasi jebol. Sehingga jalur penghubung desa-desa di wilayah kecamatan Tanawawo putus total.

Di sela-sela peninjauan itu, Bupati Sikka, Robi Idong meminta masyarakat untuk tetap tenang dan selalu siaga menghadapi curah hujan yang cukup tinggi.

Ia juga perintahkan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka untuk berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan BPBD agar  segera perbaiki plat deker secepatnya sehingga akses jalan dari dan ke ibu kota Kecamatan dan ke Kota Kabupaten bisa kembali normal. ” Saya perintahkan untuk segera pasang gorong-gorong agar bisa dilalui kendaraan,” ujar Ketua DPC PDIP Kabupaten Sikka.

Selain di meninjau di Desa Renggarasi, Bupati Sikka, juga meninjau bencana banjir bandang yang mengakibatkan kerusakan beberapa ruas jalan, plat Deker, daerah persawahan di Loworegi, Kampung Watu Leke, Desa Masebewa, Kecamatan Tanawawo. (Kabag Humas Kabupaten Sikka)




Polda NTT Bisa Tingkatkan Kasus Tambang Galian C Ilegal Ke Tahap Penyidikan Bila Kosmas Heng Selalu Mangkir

Kupang,Mwartapedia.com – Sesuai informasi yang beredar bahwa Direktur PT. Bina Citra Teknik Cahaya (BCTC)¸ Kosmas Heng pada tanggal 8 Februari 2021 tidak menghadiri panggilan penyelidikan oleh Polda NTT sesuai Surat Panggilan Ditreskrimsus Polda NTT  itu Nomor : B/91/II/RES.5.3./2021/DITRESKRIMSUS tertanggal 3 Februari 2021 terkait penyelidikan dugaan tindak pidana pertambangan tanpa izin (ilegal) berupa Galian C (batu dan pasir) oleh PT. BCTC di Kali Buntal – Kampung Kembo¸ Desa Golo Lijun – Kecamatan Elar¸ Kabupaten Matim. 

Demikian rilis yang diterima media ini dari Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia Wilayah NTT dan advokat peradi, Meridian Dewanta Dado,SH pada Rabu (10/02/2021).

kepada media ini Meridian mengatakan, dalam Surat Panggilan Ditreskrimsus Polda NTT Nomor : B/91/II/RES.5.3./2021/DITRESKRIMSUS tertanggal 3 Februari 2021 terurai bahwa penyidik Tipidter Ditreskrimsus Polda NTT saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana pertambangan tanpa izin (ilegal) berupa Galian C (batu dan pasir) oleh PT. BCTC di Kali Buntal – Kampung Kembo¸ Desa Golo Lijun – Kecamatan Elar¸ Kabupaten Matim, dan Ditreskrimsus Polda NTT meminta Direktur PT. BCTC¸ Kosmas Heng untuk datang/hadir di Polda NTT pada hari Senin (08/02) dengan membawa serta berbagai dokumen yang diperlukan pihak penyidik Polda NTT, khususnya semua dokumen perizinan terkait pertambangan Galian C (batu dan pasir) yang dilakukan PT. BCTC tersebut.

“Walaupun Surat Panggilan Ditreskrimsus Polda NTT Nomor : B/91/II/RES.5.3./2021/DITRESKRIMSUS tertanggal 3 Februari 2021 terhadap Direktur PT. Bina Citra Teknik Cahaya (BCTC)¸ Kosmas Heng itu hanya merupakan undangan klarifikasi namun tatkala,”Ungkapnya. 

la menambahkan Kosmas Heng terus-menerus dan berulangkali mangkir tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan atas panggilan Polda NTT itu, maka kami dan seluruh masyarakat NTT yang pro terhadap pemberantasan tambang ilegal mendesak Polda NTT agar pada saatnya segera menaikkan status hukum pemeriksaan atas Kosmas Heng ke tahapan pemeriksaan penyidikan. 

“Tatkala penyidik Tipidter Ditreskrimsus Polda NTT telah memberikan waktu bagi Kosmas Heng untuk mengklarifikasi tuduhan, namun Kosmas Heng tak memenuhi panggilan maka penyelidikan oleh Polda NTT tetap harus berlanjut dengan memeriksa saksi-saksi atau-alat-alat bukti lainnya. Kemudian penyidik harus melakukan gelar perkara untuk meningkatkan proses penyelidikan ke tahapan penyidikan sebab aktivitas PT. BCTC di Kali Buntal – Kampung Kembo¸ Desa Golo Lijun – Kecamatan Elar¸ Kabupaten Matim terindikasi merupakan peristiwa pidana, sehingga sangat memenuhi syarat yuridis bagi Polda NTT untuk menerapkan aturan tindak pidana pertambangan tanpa izin (ilegal) terhadap PT. BCTC sesuai Undang-undang (UU) Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara yang pada pokoknya menegaskan bahwa : “Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa Izin Usaha Pertambangan (IUP), Izin Pertambangan Rakyat (IPR) atau Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah),”Ujar Advokat Peradi ini.

Lebih lanjut kata meridian. Kami dan seluruh masyarakat di Provinsi NTT menghendaki agar Kapolda NTT Irjen. Pol. Drs. H. Lotharia Latif, S.H menjadikan proses hukum dugaan tindak pidana pertambangan tanpa izin (ilegal) berupa Galian C (batu dan pasir) oleh PT. BCTC di Kali Buntal – Kampung Kembo¸ Desa Golo Lijun – Kecamatan Elar¸ Kabupaten Matim sebagai tonggak penegakan hukum yang kredibel dan berintegritas demi memulihkan citra aparat Polda NTT yang selama ini terkesan tidak tegas terhadap tindak pidana penambangan tanpa izin, khususnya tambang ilegal Galian C yang marak terjadi di berbagai wilayah Provinsi NTT dari tahun ke tahun,’Tambahnya.

“Bila Kapolda NTT Irjen. Pol. Drs. H. Lotharia Latif, S.H sanggup bersikap tegas terhadap tindak pidana penambangan tanpa izin, khususnya tambang ilegal Galian C yang marak terjadi di berbagai wilayah Provinsi, maka nama beliau akan harum dan selamanya dikenang oleh seluruh masyarakat di Provinsi NTT sebagai sosok yang mampu memberi efek jera bagi para penjahat tambang ilegal, sebab mereka itulah penyebab munculnya berbagai efek negatif yang masif di wilayah Provinsi NTT, berupa pemasukan negara dan daerah dari pajak tambang menjadi nihil, kualitas lingkungan sumber daya alam mengalami degradasi, tanah kehilangan unsur hara dan mineral akibat limbah pertambangan yang merusak struktur tanah, produktivitas tanaman terhambat, tanah menjadi labil sehingga menyebabkan longsor, galian tambang dengan lubang-lubang besar saat hujan tiba mengakibatkan banjir, habitat satwa rusak, serta pada akhirnya masyarakat Provinsi NTT menjadi terabaikan keselamatannya,” Pungkasnya. (ML)