Pemkab Lembata Resmi Pulangkan Pengungsi Desa Jontona

Lewoleba,Mwartapedia,com – Pemerintah Kabupaten Lembata Lewat Plh.Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata (Asisten II) Bidang Administras dan Pembangunan,Kedang Paulus secara resmi melepaskan para pengungsi Desa Jontona, pada Selasa (09/02/2021).

Sebanyak 1.066 Jiwa warga Desa Jontona yang tersebar di 10 titik diantaranya dari rumah para warga yang ada di kota Lewoleba dan juga di posko Eks Rumah Jabatan (Rujab) Bupati dan Kantor Lurah Lewoleba Tengah.

Plh. Sekda lembata, Kedang Paulus dalam keterangan persnya mengatakan Pemerintah Kabupaten Lembata berdasarkan surat dari Badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi No:58.Lap/GK.05/BGV/2021 menerangkan bahwa status gunung Ile Lewotolok Siaga level III tetapi radius jarak untuk warga bukan 4 km namun sudah menurun 3 km. 

“Hasil evaluasi surat dari badan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana tersebut sehingga rapat komando erupsi Ile Lewotolok masyarakat Desa Jontona sudah boleh kembali ke Desanya masing-masing dengan tetap memperhatikan kewaspadaan resiko erupsi dan masih ada longsor abu panas dalam suhu yang tinggi masih bisa terjadi dan jangan lupa menggunakan masker serta alat pelindung diri untuk menutup mata, mulut, hidung dan kulit sekaligus upaya membatasi penyebaran Covid-19 yang kian meningkat”jelasnya.

Sementara persiapan lain yang dilakukan oleh Pemkab Lembata yakni akan memberikan logistik tambahan kepada warga terdamapak erupsi Ile Lewotolok sebanyak 16 Desa dan bantuan air bersih yang akan di distribusikan nanti. 

Pantauan media ini bahwa kepulangan 1.066 jiwa warga Desa Jontona Kecamatan Ile Ape Timur di fasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dengan menggunakan mobil dan melakukan mobilisasi kepada warga Desa Jontona yang berada di rumah warga dalam kota Lewoleba.

Data yang dihimpun oleh media ini bahwa warga Desa Jontona saat kembali akan di jemput oleh pemerintah kecamatan Ile Ape Timur dengan sambutan ritual adat dan tradisi yang mana merupakan kearifan lokal yang tak terpisahkan sebagai orang Lamaholot yang ada di Kabupaten Lembata Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pada kesempatan baik ini juga disampaikan oleh Pemerintah Pemkab bahwa warga yang hendak pulang sudah dipastikan aman karena H -2 pasca pemulangan ini pemerintah sudah melakukan sterilisasi kesehatan seperti penyemprotan disinfektan dan Foging di rumah warga yang ada guna memastikan Masyarakat dalam aman dan memutuskan mata rantai Penyebaran Covid-19.

Proses pemulang warga Desa Jontona dikawal ketat oleh aparat dari TNI dan POLRI untuk memastikan keamanan bagi para warga Desa Jontona dan membantu pelayanan dalam sinergitas bersama Pemerintah Kabupaten Lembata. (Oi)




Wakil Gubernur NTT Berikan Apresiasi Kepada PLN

Kupang,Mwartapedia.com -Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur,  Josef Nae Soi (JNS) menerima audiens dari Kepala PLN Wilayah Nusa Tenggara Timur, Agustinus Jatmiko di ruang kerjanya, Rabu (10/02/2021).

Dalam kesempatan tersebut,  Wagub JNS menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pihak PLN yang memberikan respon cepat atas berbagai permasalahan terkait listrik terutama yang dialami layanan-layanan kesehatan termasuk rumah sakit.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada pihak PLN atas responnya yang cepat sekali,” jelas Wagub. 

Wagub meminta PLN agar memfasilitasi seluruh rumah sakit di Nusa Tenggara Timur terkait instalasi khusus untuk  mengantisipasi keadaan-keadaan darurat, apalagi dengan adanya wabah virus corona yang semakin meningkat.

“Saya harap di rumah sakit-rumah sakit harus ada instalasi khusus untuk penanganan darurat sehingga pihak PLN tidak disalahkan terus,” kata Wagub JNS. 

Sementara itu Kepala PLN  Wilayah Nusa Tenggara Timur, Agustinus Jatmiko mengatakan, Kupang menjadi prioritas PLN NTT dalam pemasangan tambahan instalasi listrik untuk memperkuat sistem kelistrikan.  “Arah Bandara El Tari akan dibangun jalur khusus untuk  keamanan jalur penerbangan,” jelas Jatmiko. 

Lebih lanjut Jatmiko menjelaskan,  pada Bulan Desember 2020 sampai Januari 2021 sekitar 39 jaringan instalasi baru sudah dialiri arus listrik. “Pada Bulan Februari dan setrusnya akan ditambahkan lagi, ” kata Jatmiko. 

Dalam kesempatan itu,  Jatmiko mengundang Wagub Josef untuk membuka dan memberikan arahan pada Rapat Kerja bersama seluruh jajaran PLN wilayah NTT pada 18 Februari 2021. Rapat tersebut akan dilaksanakan secara virtual. “Kami sangat harapkan kehadiran dan arahan bapak dalam kesempatan itu,” pungkas Agustinus Jatmiko. Tampak hadir pada kesempatan tersebut unsur pimpinan PLN. (Biro Humas dan Protokol Petda Provinsi NTT)




Karya Bakti, Bentuk Kepedulian Babinsa Terhadapa Warga Binaan Pasca Bencana Tanah Longsor

Oelamasi,Mwartapedia.com –  Babinsa Koramil 1604-06/Batakte Sertu Ferdinan Boling Sau bersama Bhabinkamtibmas, Sekcam Nekamese, Kades Oemasi bersama masyarakat Dusun 03 RT 007 RW 005 Desa Oemasi melaksanakan kegiatan karya bakti meratakan jalan alternatif di sekitar tanah longsor di Desa Oemasi yang menghubungkan Desa Oemasi, Desa Bone dan Desa sekitarnya, Rabu, (10-2-2021)

Dengan didampingi Babinsa, masyarakat terlihat sangat antusias dan semangat dalam kerja bakti membangun jalan tersebut. 

Di sela-sela kegiatan karya bakti tersebut, Babinsa Sertu Ferdinan Boling Sau tidak lupa mengingatkan kepada warga masyarakat agar mewaspadai musim hujan saat ini, terutama tempat-tempat yang rawan longsor, karena saat hujan lebat, tidak menutup kemungkinan bisa terjadi bencana. 

“Terkait cuaca saat ini masih musim hujan saya menghimbau kepada warga agar lebih waspada terutama warga yang berada di daerah rawan longsor, perhatikan setiap perkembangan lingkungan sekitar apabila terjadi bencana segera lapor ke Babinsa atau perangkat desa,” tutur Babinsa. 

“Di musim penghujan ini kita harus tetap waspada, karena hal-hal buruk lainnya bisa saja sewaktu–waktu menimpa kita terutama terhadap bencana alam,” ujar Sertu Ferdinan. 

Kepedulian Babinsa Koramil 1604-06/Batakte ini merupakan salah satu contoh Bakti TNI sebagai salah satu metode Binter yang melibatkan TNI sebagai komponen utama pertahanan negara dalam membantu penyelenggaraan kegiatan kemanusiaan untuk menangani masalah-masalah sosial dan kemanusiaan. (Pendim1604/Kupang)




Kampung Pesi Lamba Leda Selatan Terancam Longsor.

Matim,Mwartapedia – Kampung Pesi desa Golo Ndari, Kecamatan Lamba Leda Selatan, kabupaten Manggarai Timur (NTT) terancam Longsor,dan akses jalan menuju kampung Tungal tertimbun tanah dan kendaraan roda empat belum bisa lewat seperti disaksikan media ini Rabu, (10/2/2021).

Untuk diketahui bahwa lokasi ini pernah tejadi tanah longsor pada 29 januari 2021 mengancam rumah milik Anastasia Mujur, Rafael Udin,Yohanes Baur, Abraham Tamat.

Rafael Udin,warga terkena dampak bencana tersebut menyampaikan bahwa hal ini sudah disampaikan lewat pemerintah di kantor Desa Golo Ndari.

“Pemerintah desa Golo Ndari sudah berupaya melakukan kegiatan gotong-royong bersama masyarakat tetapi tidak bisa ditindaklanjuti karena peralatan yang digunakan secara manual,”Ungkap Rafael.

Saat itu pula Rafael melakukan konfirmasi lewat via handpone kepada kepala desa Golo Ndari, Siprianus sanar.

Dalam dialok tersebut Siprianus Sanar selaku kepala wilayah menjawab bawah kita sudah melakukan laporan secara resmi kedinas Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah.

“Kami warga pesi desa Golo Ndari berharap agar Pemda Matim secepatnya merespon kejadian tanah longsor dipermukiman warga pesi,}” tutup Rafael.(Afri Tim)




Bupati Sikka Tinjau Bencana di Tanawawo

Maumere,Mwartapedia.comBupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos, M.Si bersama Ketua TP PKK Kabupaten Sikka, Ny. Maria Cahyani Idong didampingi Kadis Perhubungan Kabupaten Sikka, Mauritius Minggo, ST, MT, Sekretaris BPBD Kabupaten Sikka, Avelinus, meninjau bencana banjir di wilayah Kecamatan Tanawawo, Rabu, 10/02/2021.

Bupati Sikka, yang akrab disapa Robi Idong melakukan peninjauan di lokasi banjir bandang akibat hujan lebat selama 2 hari terakhir sehingga mengakibatkan plat Deker sepanjang Panjang 8 m dengan lebar 6 meter, di Desa Renggarasi jebol. Sehingga jalur penghubung desa-desa di wilayah kecamatan Tanawawo putus total.

Di sela-sela peninjauan itu, Bupati Sikka, Robi Idong meminta masyarakat untuk tetap tenang dan selalu siaga menghadapi curah hujan yang cukup tinggi.

Ia juga perintahkan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka untuk berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan BPBD agar  segera perbaiki plat deker secepatnya sehingga akses jalan dari dan ke ibu kota Kecamatan dan ke Kota Kabupaten bisa kembali normal. ” Saya perintahkan untuk segera pasang gorong-gorong agar bisa dilalui kendaraan,” ujar Ketua DPC PDIP Kabupaten Sikka.

Selain di meninjau di Desa Renggarasi, Bupati Sikka, juga meninjau bencana banjir bandang yang mengakibatkan kerusakan beberapa ruas jalan, plat Deker, daerah persawahan di Loworegi, Kampung Watu Leke, Desa Masebewa, Kecamatan Tanawawo. (Kabag Humas Kabupaten Sikka)




Polda NTT Bisa Tingkatkan Kasus Tambang Galian C Ilegal Ke Tahap Penyidikan Bila Kosmas Heng Selalu Mangkir

Kupang,Mwartapedia.com – Sesuai informasi yang beredar bahwa Direktur PT. Bina Citra Teknik Cahaya (BCTC)¸ Kosmas Heng pada tanggal 8 Februari 2021 tidak menghadiri panggilan penyelidikan oleh Polda NTT sesuai Surat Panggilan Ditreskrimsus Polda NTT  itu Nomor : B/91/II/RES.5.3./2021/DITRESKRIMSUS tertanggal 3 Februari 2021 terkait penyelidikan dugaan tindak pidana pertambangan tanpa izin (ilegal) berupa Galian C (batu dan pasir) oleh PT. BCTC di Kali Buntal – Kampung Kembo¸ Desa Golo Lijun – Kecamatan Elar¸ Kabupaten Matim. 

Demikian rilis yang diterima media ini dari Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia Wilayah NTT dan advokat peradi, Meridian Dewanta Dado,SH pada Rabu (10/02/2021).

kepada media ini Meridian mengatakan, dalam Surat Panggilan Ditreskrimsus Polda NTT Nomor : B/91/II/RES.5.3./2021/DITRESKRIMSUS tertanggal 3 Februari 2021 terurai bahwa penyidik Tipidter Ditreskrimsus Polda NTT saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana pertambangan tanpa izin (ilegal) berupa Galian C (batu dan pasir) oleh PT. BCTC di Kali Buntal – Kampung Kembo¸ Desa Golo Lijun – Kecamatan Elar¸ Kabupaten Matim, dan Ditreskrimsus Polda NTT meminta Direktur PT. BCTC¸ Kosmas Heng untuk datang/hadir di Polda NTT pada hari Senin (08/02) dengan membawa serta berbagai dokumen yang diperlukan pihak penyidik Polda NTT, khususnya semua dokumen perizinan terkait pertambangan Galian C (batu dan pasir) yang dilakukan PT. BCTC tersebut.

“Walaupun Surat Panggilan Ditreskrimsus Polda NTT Nomor : B/91/II/RES.5.3./2021/DITRESKRIMSUS tertanggal 3 Februari 2021 terhadap Direktur PT. Bina Citra Teknik Cahaya (BCTC)¸ Kosmas Heng itu hanya merupakan undangan klarifikasi namun tatkala,”Ungkapnya. 

la menambahkan Kosmas Heng terus-menerus dan berulangkali mangkir tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan atas panggilan Polda NTT itu, maka kami dan seluruh masyarakat NTT yang pro terhadap pemberantasan tambang ilegal mendesak Polda NTT agar pada saatnya segera menaikkan status hukum pemeriksaan atas Kosmas Heng ke tahapan pemeriksaan penyidikan. 

“Tatkala penyidik Tipidter Ditreskrimsus Polda NTT telah memberikan waktu bagi Kosmas Heng untuk mengklarifikasi tuduhan, namun Kosmas Heng tak memenuhi panggilan maka penyelidikan oleh Polda NTT tetap harus berlanjut dengan memeriksa saksi-saksi atau-alat-alat bukti lainnya. Kemudian penyidik harus melakukan gelar perkara untuk meningkatkan proses penyelidikan ke tahapan penyidikan sebab aktivitas PT. BCTC di Kali Buntal – Kampung Kembo¸ Desa Golo Lijun – Kecamatan Elar¸ Kabupaten Matim terindikasi merupakan peristiwa pidana, sehingga sangat memenuhi syarat yuridis bagi Polda NTT untuk menerapkan aturan tindak pidana pertambangan tanpa izin (ilegal) terhadap PT. BCTC sesuai Undang-undang (UU) Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara yang pada pokoknya menegaskan bahwa : “Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa Izin Usaha Pertambangan (IUP), Izin Pertambangan Rakyat (IPR) atau Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah),”Ujar Advokat Peradi ini.

Lebih lanjut kata meridian. Kami dan seluruh masyarakat di Provinsi NTT menghendaki agar Kapolda NTT Irjen. Pol. Drs. H. Lotharia Latif, S.H menjadikan proses hukum dugaan tindak pidana pertambangan tanpa izin (ilegal) berupa Galian C (batu dan pasir) oleh PT. BCTC di Kali Buntal – Kampung Kembo¸ Desa Golo Lijun – Kecamatan Elar¸ Kabupaten Matim sebagai tonggak penegakan hukum yang kredibel dan berintegritas demi memulihkan citra aparat Polda NTT yang selama ini terkesan tidak tegas terhadap tindak pidana penambangan tanpa izin, khususnya tambang ilegal Galian C yang marak terjadi di berbagai wilayah Provinsi NTT dari tahun ke tahun,’Tambahnya.

“Bila Kapolda NTT Irjen. Pol. Drs. H. Lotharia Latif, S.H sanggup bersikap tegas terhadap tindak pidana penambangan tanpa izin, khususnya tambang ilegal Galian C yang marak terjadi di berbagai wilayah Provinsi, maka nama beliau akan harum dan selamanya dikenang oleh seluruh masyarakat di Provinsi NTT sebagai sosok yang mampu memberi efek jera bagi para penjahat tambang ilegal, sebab mereka itulah penyebab munculnya berbagai efek negatif yang masif di wilayah Provinsi NTT, berupa pemasukan negara dan daerah dari pajak tambang menjadi nihil, kualitas lingkungan sumber daya alam mengalami degradasi, tanah kehilangan unsur hara dan mineral akibat limbah pertambangan yang merusak struktur tanah, produktivitas tanaman terhambat, tanah menjadi labil sehingga menyebabkan longsor, galian tambang dengan lubang-lubang besar saat hujan tiba mengakibatkan banjir, habitat satwa rusak, serta pada akhirnya masyarakat Provinsi NTT menjadi terabaikan keselamatannya,” Pungkasnya. (ML)

 




Gubernur Minta Bupati/Walikota Berupaya Keras Mencegah Peningkatan Kematian Pasien Covid-19

 

Kupang, Mwartapedia.com  – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 dan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi NTT dengan para Bupati/Walikota se-NTT secara virtual di Ruang Rapat Gubernur, Selasa (9/2). Rapat yang dimoderatori Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing, dan dihadiri Kepala Badan  Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT, Thomas Bangke serta Kepala Biro Humas dan Protokol NTT, Marius Ardu Jelamu. 

Karo Humas dan Protokol NTT, Marius Ardu Jelamu yang ditemui usai rapat evaluasi tersebut menjelaskan, Gubernur Viktor menyampaikan beberapa arahan dalam kesempatan tersebut. 

Gubernur menekankan agar perlu dilakukan berbagai upaya untuk mencegah pertambahan angka kematian akibat virus corona.

“Kita harus berupaya keras untuk mencegah terjadinya peningkatan kematian (pasien positif covid, red).  Siapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan di berbagai rumah sakit. Perlu dilakukan pengontrolan dan pengawasan sejak seseorang dinyatakan reaktif rapid antigen. Apalagi kalau sudah positif, Tim Satuan Tugas (Satgas) harus berupaya keras untuk menyelamatkan nyawa manusia,” tutur Marius mengutip Gubernur Viktor.

Lebih lanjut Marius menjelaskan Gubernur Viktor meminta Satgas yang sudah terbentuk sampai pada tingkat RT/RW agar lebih memperhatikan upaya  treatment atau pengobatan setelah dilakukan tracing atau penelusuran terhadap riwayat kontak orang yang terpapar virus corona.

“Ketika diputuskan isolasi mandiri, Satgas harus memastikan keadaan rumah pasien. Layak atau tidak untuk dilakukan isolasi mandiri. Kalau di dalamnya ada lansia, orang-orang dengan penyakit bawaan dan anak-anak, yang bersangkutan diarahkan untuk lakukan lakukan isolasi terpusat. Pemerintah kabupaten/kota harus siapkan tempat untuk isolasi terpusat. Untuk isolasi mandiri di rumah, Satgas juga harus lakukan pengontrolan termasuk memastikan asupan vitamin. Jangan lepaskan begitu saja,” jelas Gubenur Viktor.

Marius  mengungkapkan, karena ini sudah menjadi bencana non alam Gubernur meminta agar Satgas menyampaikan secara terbuka nama-nama pasien penderita covid-19. Alamat dan tempat tinggal mereka di mana. Walaupun dalam kode etik medis, hal ini tidak diperbolehkan namun karena situasi darurat pandemi, mau tidak mau kita ambil langkah ini. Tujuannya semata-mata untuk memudahkan dalam melakukan penelusuran, pengontrolan dan pengawasan.

“Ini situasi darurat pandemi,  kita harus waspada penuh. Supaya Satgas yang ada di RT/RW mudah untuk melakukan pengawasan terhadap pasien yang lakukan isolasi mandiri. Satgas juga harus lakukan sosialisasi agar para tetangga bisa memberikan dukungan moral dan motivasi kepada penderita dan keluarganya.Tidak boleh mencela apalagi menjauhkan mereka.  Juga bisa dikontrol agar penderita, tidak jalan ke mana-mana dan tularkan virus ke orang lain. Intinya solidaritas antara warga harus dibangun untuk bersama-sama atasi wabah ini,” jelas Gubernur Viktor seperti diutarakan Marius Jelamu.

Gubernur Viktor, lanjut Marius, juga menghimbau masyarakat untuk sementara agar tidak boleh makan di restoran atau rumah makan. Kalau membeli makan, silahkan bawa pulang ke rumah. Begitupun dengan upacara dan pesta pernikahan dan pesta lainnya ditunda dulu sampai bulan Mei. Sambil Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota terus melakukan upaya vaksinasi yang dimulai dari tenaga medis. 

“Tujuannya untuk menghindari kerumunan. Kita belajar dari kasus positifnya Kepala Satgas Nasional sekaligus Kepala BNPB Letjen Doni Monardo yang tertular virus saat makan. Karena saat makan bersama di warung, kita mengobrol dan membuka masker. Bupati/Walikota harus tegakkan protokol kesehatan secara tegas. Begitupun terkait penguburan orang yang meninggal bukan karena covid, Gubernur menyetujui usulan dari Bupati Sabu Raijua agar dilaksanakan tidak boleh lebih dari 24 jam untuk menghindari kerumunan orang. Harap masyarakat memahami ini untuk mencegah penularan covid-19,” jelas Marius.

Gubernur juga menghimbau kepada masyarakat terutama para penyintas atau yang sudah sembuh dari Covid untuk melakukan donor plasma. 

“Hal ini sangat membantu saudara/i kita yang sedang menderita akibat terpapar virus corona, ” ungkap Gubernur VBL. 

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur meminta kepada para Bupati/Walikota untuk tidak ragu-ragu melakukan refocusing anggaran APBD untuk penanganan covid dan pemulihan ekonomi. Bupati/Walikota harus segera duduk bersama dengan DPRD untuk membicarakan hal ini.

“Gubernur memberikan apresiasi kepada Bupati/Walikota yang mempunyai inisiatif untuk membeli alat PCR sendiri serta menyiapkan tabung oksigen dari dana APBD nya. Gubernur juga memberikan apresiasi kepada para Walikota dan Bupati yang terus berupaya untuk melakukan pemulihan ekonomi di wilayahnya walaupun dalam keadaan pandemi covid-19. Pertumbuhan ekonomi NTT pada triwulan IV-2020 sebesar 1,85 persen dibanding triwulan III-2020 dan mengalami kontraksi 2,27 dibanding periode yang sama tahun 2019,” jelas Marius.

Gubernur juga mengharapkan agar para Bupati/Walikota memberikan perhatian serius terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Melakukan antisipasi secara cermat. 

“Lakukan pembersihan lingkungan dan fogging secara rutin. Tidak boleh membiarkan air tergenang di selokan atau got-got. Tindakan fogging sangat penting untuk membangkitkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungannya,” jelas Marius mengutip Gubernur Viktor.

Dalam kesempatan tersebut Wakil Walikota Kupang dan para Bupati melaporkan berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah kota/kabupaten se-NTT untuk mencegah penularan virus corona meluas di daerahnya.

(Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)




Ciptakan Situasi Kondusif, Babinsa Bantu Masyarakat Buat Tangga Teras

 

Oelamasi, Mwartapedia.com  – Guna mewujudkan kemanunggalan TNI-Rakyat, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1604-06/Batakte Serma Patrai membantu warga binaan membuat tangga teras rumah dan penimbunan tanah pada bagian anak tangga di rumah milik Bapak Yonathan Koa sebagai Kaur Umum Desa Tunfeu Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang, Senin (8-1-2021). 

Babinsa Serma Patrai mengatakan sebagai satuan kewilayahan yang selalu berhubungan dengan masyarakat, khususnya Babinsa adalah rekan masyarakat, juga sekaligus mitra dalam menciptakan situasi yang kondusif dalam kehidupan di suatu desa. 

“Bukan hanya itu saja, Babinsa juga harus menjalin silaturahmi, mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan gotong royong untuk meningkatkan rasa peduli dan simpati, serta saling tolong menolong terhadap sesama masyarakat,” ujarnya. 

“Jadi jangan sungkan ataupun merasa tidak enak untuk meminta bantuan kepada kami selaku Babinsa,” ucap Serma Patrai. 

Sedangkan pemilik rumah, Bapak Yonathan Koa selaku Kaur Umum Desa Tunfeu menyampaikan terima kasih kepada TNI khususnya Babinsa yang telah bersedia membantunya. 

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Babinsa karena telah membantu warga binaannya, saya berharap wujud kerjasama yang baik antara TNI dan rakyat ini agar terus terjalin dengan erat, demi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya. (Pendim1604/Kupang)




Peringati Hari Pers Nasional, Wartawan di NTT Bagi 2.000 Telur untuk Nakes

 

Kupang, Mwartapedia.com– Hari Pers Nasional (HPN) 2021 diperingati oleh puluhan wartawan di NTT dengan cara melakukan donasi ribuan telur kepada tenaga kesehatan. Kegiatan ini sebagai bentuk dukungan pekerja media terhadap tenaga kesehatan di NTT yang terus bekerja memerangi Covid-19.

Pembagian telur nakes ini dipusatkan pada dua rumah sakit yakni Boromeus Oebelo Kupang dan rs Dedari Kupang. Kegiatan ini digelar tepat di hari Pers Nasional 2021, Selasa (9/2/2021).

Koordinator kegiatan, Andiyos Manu mengatakan, peningkatan kasus Covid-19 di NTT khususnya di kota Kupang terus menunjukan tren yang meningkat. Dalam situasi ini, peranan tenaga kesehatan sangatlah penting sebagai garda terdepan melawan virus yang pertama kali muncul di kota Wuhan, China itu.

“Ini adalah bentuk dukungan terhadap tenaga kesehatan yang selama ini menjadi benteng utama memerangi pandemi Covid-19,” kata Andyos kepada wartawan.

“Mungkin jumlahnya tidak banyak, tapi sekali lagi ini juga sebagai bentuk kampanye kepada masyarakat bahwa selama ini kita telah menempatkan sahabat-sahabat kita, tenaga kesehatan di zona yang dengan selalu dibayangi dengan kematian. Karena itu selain terus mentaat prokes kita juga mendukung nakes dengan cara seperti ini,” sambung Andyos.

Pemimpin redaksi media Selatanindonesi.com yang turut terlibat dalam kegiatan itu mengungkapkan bahwa kegiatan bantuan telur tersebut adalah upaya para jurnalis di NTT  memberikan semangat dan dukungan terhadap tenaga kesehatan.

Ia menyebut bantuan tersebut diberikan dari keterbatasan para wartawan. Selain itu, kata Lorens, ada juga pihak luar yang mendukung kegiatan itu dengan cara ikut memberikan bantuan telur.

“Jangan melihat dari berapa jumlah yang disumbangkan, tepi ketulusan hati para jurnalis di situasi pandemi ini. Semoga dukungan kecil dan sederhana ini dapat membantu teman-teman nakes yang berjuang di garda terdepan melawan virus Corona,” ungkap Launres. (ML)




Korban Bencana Alam di Lamba Leda Dapat Bantuan Tahap 11 dari Pemda Matim

 

Matim,Mwartapedia.com — Korban bencana alam di kecamatan Lamba Leda Kabupaten Manggarai Timur (NTT) menerima bantuan tahap kedua melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang berlangusng  di kantor desa Compang Mekar pada Selasa (09/02/2021).

Jumlah penerima,19 kk warga kampung Wantal,4 kk kampung Laci dan 1 kk warga kampung Rana Dakang.

Bantun tersebut diserahkan secara simbolis antara PLT (BPBD), Mikael Jaur dan Kades Compang Mekar, Belasius Kasbun.

Mewakili Pemda Matim PLT  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Mikael Jaur menyampaikan secara singkat bahwa bantuan ini bersifat darurat saja walaupun tidak sesuai kerugian korban.

“Hal ini tentu warga korban  memaklumi dengan kondisi bencana yang cukup besar yaitu Covid-19 walaupun kami selaku Pemerintah Daerah tetap berupaya sesuai kebutuhan korban,”ungkap Mikael.

Lanjut Mikael, Saya menyampaikan terima kasih kepada sekertaris kecamatan  Lamba Leda Agustinus Supratman dimana kejadian yang dialami korban bencana Alam cepat ditangapi dan langsung berkordinasi kedaerah.

Camat Lamba leda ALbertus Rangkak juga menyampaikan terima kasih kepada Pemda Kabupaten Matim atas bantuan tersebut.

Pada kesempatan itu pula penyerahan bantuan darurat didampingi Sekcam Lamba Leda, Babinsa Serma Muktar serta perangkat BPBD desa aparat Compang Mekar.

Akhir pertemuan Pemdes Compang Mekar mengantar bantuan kesetiap anak kampung yang terdampak bencana tersebut. (Afry Cundul)