Dandim 0808/Blitar Meninggal Positif Covid-19

 

Blitar,Mwartapedia.com  –  Kabar duka datang dari Blitar. Dandim 0808/Blitar Letkol ARH Dian Musrianto meninggal dunia dengan status positif Covid-19. Sementara sang istri yang juga positif masih dirawat intensif di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.

Wali Kota Blitar Santoso membenarkan informasi ini. Dandim dinyatakan meninggal dunia pada pukul 15.35 oleh tim medis RS Sopraoen Malang.  Rencananya jenazah akan dibawa ke rumah dinas dulu. Setelah itu dibawa ke Yogyakarta untuk dimakamkan di sana,” 

Menurut Santoso, pada 24 Desember 2020, Dian mengeluh sakit, kurang enak badan. Dian Kemudian menghubungi Kapolkes Blitar untuk mengecek kesehatannya. kemudian Kapolkes melaporkan kondisi Kesehatan Dian ke dokter Polkes Blitar dengan kondisi kesehatan, suhu tubuh 37.8, tekanan darah 100/70 Hg dan hasil laboratorium cek darah : Positif.

Atas petunjuk dokter, Dian dievakuasi ke rumah sakit swasta untuk perawatan intensif. Namun karena keterbatasan ruang isolasi bagi pasien Covid-19, 

Dian sempat dirawat di rumah sakit swasta ini selama tiga hari, kemudian minta pulang. Namun karena kondisi kesehatan belum membaik, Dian kemudian masuk rumah sakit swasta lagi pada tanggal 28 Desember 2020

“Pada tanggal 29 Desember 2020 Letkol Arh Dian Musrianto dirujuk menuju RS Supraoen Malang. Pukul 15.35 WIB (hari ini) Letkol Arh Dian Musrianto oleh Tim Dokter RS Supraoen Malang dinyatakan Meninggal Dunia. (DW/JR)




Ingatkan Masa Pensiun ke Presiden, DPR Sebut Sikap Idham Azis Perwujudan Promoter

 

JAKARTA,Mwartapedia.com  – Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan memuji sikap Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis yang mengingatkan masa pensiunnya akan habis dan meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera memproses penggantinya.

 “Itu merupakan salah satu perwujudan sikap Promoter (Profesional, Modern dan Terpercaya),” kata Arteria kepada wartawan di Jakarta, Rabu (6/1/2021).

 Tidak hanya itu, politisi PDI Perjuangan ini melihat apa yang dilakukan Idham Azis menunjukan bahwa sosok jenderal asal Bugis itu tulus bekerja dan mengabdi kepada negara. Untuk itu, Arteria berharap sikap Idham Azis ini dapat dijadikan contoh bagi pajabat lain.

 “Pak Idham sangat menunjukan sikap tulus bekerja yang hanya mengabdi kepada negara dan bangsa. Karena banyak juga yang mau pensiun malah cawe-cawe, manuver untuk minta di perpanjang,” pungkas Arteria. 

 Seperti diketahui, Kapolri Idham Azis secara resmi mengajukan surat pemberitahuan akan memasuki pensiun pada Februari 2021 mendatang kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 4 Januari 2021 lalu. 

 Dalam surat tersebut, orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu tidak menyebut nama calon pengganti Kapolri. 

“Ya benar, Bapak Kapolri sudah ajukan surat ke Presiden yang isinya pemberitahuan kalau umur beliau sudah 58 tahun dan terhitung tanggal 1 Februari 201 memasuki purna bakti. Ini sesuai UU Polri 2/2002,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono.

 Argo menjelaskan, surat pemberitahuan tersebut diberikan kepada Presiden Jokowi melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno. “Surat tersebut sudah diserahkan kepada Mensesneg Pratikno,” pungkasnya. (DW/JR)




Presiden Jokowi : Pengelola Lahan Harus Mampu Mendorong Ekomoni Masyarakat

Kupang,Mwartapedia.com  – Presiden RI Joko Widodo mengungkapkan, pengunaan dan pengelolaan lahan harus dengan program kegiatan yang produktif agar mampu mendorong ekonomi masyarakat pengelolan. Hal tersebut disampaikannya dalam acara _Penyerahan Surat Keputusan Hutan Sosial, Hutan Adat dan Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) oleh Presiden RI_ pada Kamis 7 Januari 2021.

“Saya tidak ingin hanya sekedar membagikan Surat Keputusan bagi masyarakat. Harus dipastikan juga lahan digunakan menjadi kegiatan produktif dan jangan ditelantarkan tetapi terus dikembangkan sehingga bermanfaat bagi ekonomi masyarakat dan juga ramah lingkungan,” tegas Presiden Jokowi.

“Setelah terima SK saya minta dirumuskan aspek usahanya. Jangan sampai sudah pegang SK lalu dipindahtangankan ke orang lain. Saya juga akan awasi terus. Manfaatkan juga untuk menanam tanaman yang produktif memiliki nilai ekonomi. Setiap daerah berbeda-beda banyak sekali dengan komoditi unggulan, juga bisa untuk agroforestry dan bisnis ekowisata. Saya sudah lihat beberapa kota dan provinsi sudah mulai lakukan dan ada hasilnya yang tentunya menguntungkan dan adapun juga agrosilvopastura serta bisnis bioenergi dan bisnis hasil kayu”, panjangnya.

“Pada hari ini diserahkan 2.929 SK Perhutanan Sosial di seluruh Indonesia yang luasnya 3.442.000 Ha dan semoga bermanfaat bagi kurang lebih 651.000 KK.Selain itu diserahkan juga 35 SK Hutan Adat seluas 37.500 Ha dan 58 SK TORA seluas 72.000 Ha di 17 Provinsi,”kata Jokowi.

Dikatakannya, Sejak 5 tahun terakhir pemerintah memberi perhatian khusus pada redistribusi aset, ini dikarenakan berkaitan dengan mengatasi masalah kemiskinan dan ketimpangan ekonomi khususnya di pedesaan. Redistribusi ini juga jawaban atas banyaknya sengketa agraria. 

“Saya kalau turun ke daerah itu banyak sekali konflik. Baik itu antara masyarakat dan perusahaan atau antara masyarakat dan pemerintah. Karena itu pemerintah akan terus mendorong redistribusi aset ini baik melalui kebijakan perhutanan sosial dan reforma agraria,” tambahnya.

Jokowi juga meminta agar semua elemen bergerak dengan terobosan dan kebijkan yang dengan berkonsolidasi dengan baik mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga kabupaten dan kota serta desa sehingga program seperti ini punya dampak signifikan bagi rakyat tanpa mengganggu ekosistem dan lingkungan.

Ia juga berkeinginan agar kelompok usaha masyarakat dibantu untuk akses permodalan dengan KUR dan usahakan dengan dana desa. Juga selain permodalan, kelompok usaha juga harus didampingi mengenai manajemen dan penggunaan teknologi.

Untuk diketahui, data penyerahan SK untuk masyarakat Provinsi NTT adalah Hutan Sosial seluas 41.300 Ha untuk 14.700 KK, Redistribuai tanah seluas 1.100 Ha untuk 1.250 KK, dan alokasi redistribusi tanah seluas 3.900 Ha.

Dalam acara yang dilangsungkan secara virtual tersebut juga diikuti oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bersama para anggota masyarakat Penerima SK di Aula Fernadez Kantor Gubernur NTT. (Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)




Gubernur NTT: Sosialisasikan Vaksin Dengan Baik Pada Masyarakat

Kupang, Mwartapedia.com  – Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat menghadiri acara _Pembukaan Pelatihan Tata Laksana Vaksinasi Covid -19 Di Puskesmas dan Rumah Sakit Di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Provinsi Kalimantan Utara_ secara Virtual di Ruang Rapat Gubernur hari ini, Kamis 07/01/2021.

Gubernur Viktor mengatakan, pelaksanaan pelatihan tersebut sangatlah penting karena melalui pemerintah masyarakat memberikan kepercayaan dalam menangani Covid-19, agar dapat diselesaikan lewat vaksinasi ini. 

Ia juga mengatakan kepada para Vaksinator bahwa pelatihan ini merupakan kesempatan yang langkah terjadi. “Ini kesempatan yang baik karena dalam setahun kita dihadapkan dengan pandemi sebesar ini, para vaksinator sudah menjadi bagian dalam menentukan kualitas pelayanan secara global,” ujarnya.

“Tentunya para Vaksinator saya ingin menyampaikan bahwa kesempatan ini tidak gampang sebab bapak/ibu saudara-saudara telah diberikan kesempatan untuk menjadi bagian didalam menentukan kualitas pelayanan secara global”, lanjut Gubernur.

Ia juga menambahkan bahwa pelatihan ini harus diikuti dengan disiplin yang tinggi karna berhubungan langsung dengan keselamatan manusia. “Kita akan menunjukkan kualitas pelayanan kita terhadap negara-negara lain. Kita menunjukkan bahwa kita mampu mengendalikan bisnis ini secara baik”, pungkas Gubernur.

Ia mengharapkan agar pelatihan ini tidak hanya secara seremoni, tetapi diikuti secara serius dan tanggung jawab.

“Sebagai Gubernur Nusa Tenggara Timur, saya mengharapkan Puskesmas dan Rumah Sakit yang telah disiapkan untuk vaksinasi tidak terjadi hal – hal yang tidak kita inginkan. Kita tahu bahwa banyak orang yang masih belum memahami bahkan tidak mengerti tentang Vaksin ini, sebab itu para Vaksinator dan pemerintah harus menjelaskan dan sosialisasikan kepada masyarakat bagaimana manfaat dari vaksin ini agar masyarakat dapat memahami dengan baik dan dapat membawa dirinya untuk divaksin, kata Gubernur.” 

Ia juga mengharapkan agar seluruh vasilitator mampu memberikan pelatihan secara baik agar nantinya dilapangan tidak bias. 

“Kepada vaksinator yang akan masuk pada pelatihan, Gubernur  mengatakan bahwa ini merupakan kesempatan untuk membuktikan bahwa anda salah satu dari manusia di dunia yang melakukan perubahan peradaban,” ujarnya.

“Ini bukan semata – mata melakukan vaksin tetapi anda salah satu manusia yang ikut berperan dalam sejarah perubahan peradaban di dunia dimana kita terjebak dalam ketakutan besar dengan bencana yang membuat kita sekian tahun terpenjara dengan penyakit ini. dengan adanya vaksin ini tentunya ada harapan bagi kita untuk mampu menyelesaikan penyakit ini dengan baik. Didukung dengan tenaga – tenaga yang terampil mau melayani dengan hati, keberanian yang luar biasa untuk menempatkan diri sebagi pejuang dan pahlawan kemanusiaan. Sesuai dengan janji Presiden, paling lambat satu tahun seluruh masyarakat Indonesia sudah selesai Divaksin,” panjangnya.

Ia menambahkan, semua pihak harus bersama mendorong terus bahwa Indonesia dibandingkan dengan negara lain masih tetap dalam kondisi yang baik apalagi Nusa Tenggara Timur.  “Di Nusa Tenggara Timur walaupun sekitar dua ribuan yang terjangkit Virus ini dan tingkat kematian sekitar 57 orang memang sangat memprihatinkan tetapi jika dibandingkan dengan daerah lain Nusa Tenggara Timur termasuk dalam pengendalian resisi secara baik,” kata Gubernur.

“Khusus Nusa Tenggara Timur kami terus berupaya agar masyarakat tetap stabil dalam keadaan yang baik, aspek kesehatan mereka tetap terjaga sehingga proses kehidupan sosial dapat dilanjutkan untuk mengejar ketertinggalan ekonomi.” Harap Gubernur.

Diakhir sambutannya Gubernur memberikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang terlibat dalam acara pelatihan ini dapat berguna bagi semua, bangsa dan untuk dunia ini.

Sementara itu Ketua Panitia mengatakan, peserta yang mengikuti pelatihan ini berjumlah 500 orang, dibagi dalam 5 kelas terdiri dari 1 kelas berjumlah 100 orang, dan semua pelatihan dilaksanakan secara daring. Peserta dari Nusa Tenggara Timur berjumlah 200 orang terbagi menjadi 2 kelas, Provinsi Nusa Tenggara Barat 172 orang  dibagi dalam 2 kelas, Kalimantan Utara sebanyak  103 orang dibagi 1 kelas. Kegiatan ini dilakukan bertujuan agar dapat melaksanakan tata laksana vaksinasi covid 19 di puskesmas dan rumah sakit dengan baik. Iya juga menambahkan bahwa pelatihan ini akan dilaksanakan selama 3 hari mulai hari kamis hingga sabtu 9 Desember 2020. (Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)