Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Laksanakan Komsos Jaga Kondusifitas Lingkungan

Oelamasi,Wartapedia.com  – Babinsa Desa Apren Koramil 1604-04/Amarasi Sertu Verson Luis Manu bersama Bhabinkamtibmas Desa Apren Bripka Muhlis Saleh Ola melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) dengan Kepala Desa Apren Bapak Yorim Rensini, Kepala Urusan Pemerintah (Kaur Pem) Desa Apren Naomi Bureni bertempat di Kantor Desa Apren Kecamatan Amarasi Kabupaten Kupang, Jum’at (4-12-2020). 

Dalam Komsos tersebut, Babinsa Sertu Verson Luis Manu bersama Bhabinkamtibmas Bripka Muhlis Saleh Ola menanyakan perihal keamanan dan ketertiban yang berkembang serta kebersihan lingkungan di wilayah . 

Babinsa Sertu Verson Luis Manu mengatakan koordinasi dan kerjasama yang baik antara Babinsa dan Bhabinkamtibmas, selalu dilaksanakan bersama guna mewujudkan sinergitas demi kepentingan ketertiban masyarakat. 

“Komsos tersebut merupakan salah satu pelaksanaan metode pembinaan teritorial (Binter) yang bertujuan untuk meningkatkan kebersamaan TNI dan POLRI bersama rakyat,” ujarnya. 

Ia menyarankan agar perangkat desa melaporkan setiap kejadian secara cepat jika menemukan hal-hal yang menonjol. 

“Selaku Babinsa dan Babinkamtibmas, kita bekerjasama dengan seluruh lapisan masyarakat untuk saling tukar segala informasi apabila ada permasalahan kamtibmas yang timbul di masyarakat sehingga nantinya kedepan akan mempermudah dalam melakukan koordinasi guna menangani permasalahan yang timbul di wilayah binaanya,” tutur Babinsa. 

“Bapak Yorim Rensini selaku Kepala Desa Apren mengapresiasi dengan kekompakan Babinsa dan Bhabinkamtibmas karena selama ini selalu melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa dan selalu hadir dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan Desa Apren,” ungkapnya. 

Sementara itu, Danramil 1604-04/Amarasi Kapten Inf Lalu Juli Ibnu Fajar memerintahkan masing-masing Babinsa untuk giatkan komunikasi sisial (Komsos) dan koordinasi dengan instansi terkait tentang menjaga kondusifitas lingkungan rangka pembinaan teritorial (Binter). 

“Fungsi dari komsos itu sendiri selain menciptakan situasi yang aman terhadap lingkungannya juga sebagai wahana silaturahmi kepada masyarakat yang manfaatnya juga tidak bisa dipandang sebelah mata,” ujarnya 

Danramil menambahkan, kegiatan komsos tersebut dilaksanakan guna melakukan koordinasi guna penanganan segala macam permasalahan yang ada dalam masyarakat. Kegiatan komsos ini untuk mempermudah dalam melakukan koordinasi mencari solusi atau mencari jalan keluar untuk segala persoalan dan permasalahan yang mungkin akan terjadi di tengah-tengah masyarakat. (Pendim1604/Kupang)




Ahmad Yohan Anggota DPR-RI Salurkan Bantuan Bagi Warga Pengungsi Ile Lewotolok

Lewoleba,Wartapedia.com  – Ahmad yohan (AYO) Anggota DPR-RI Partai Amanat Nasional ( PAN ) Salurkan Bantuan Untuk warga terdampak Pengungsi di Kabupaten Lembata

Kepada media wartaPedia hari ini Sabtu (05/12/2020) Gazali Iskandar salah satu staf ahli Ahmad yohan mengatakan saat ini kami membawa barang dengan menggunakan kapal laut KM.TRI SAKTI dengan rute Larantuka – Lewoleba hingga tiba di kabupaten Lembata dengan membawakan

(10) Ton beras,(4)Ton Gula,(1)Ton Minyak Goreng,2000 Dos Mie instan,dan 2.500 alat Rapid Test,Gazali menjelaskan saat ini Ahamad yohan tidak sempat hadir namun dirinya menyampaikan pesan salam hangat selaku anak lewotanah putra dari lamakera ini dan berharap agar seluruh logistik bantuan harus tepat sasaran dengan menyingkronkan data warga terdampak yang berada di rumah warga masyarakat kota Lewoleba yang tersebar dan didata secara baik.

                    Staf ahli Ahmad yohan,
                         Gazali Iskandar

Tak hanya itu lebih jauh Ahmad yohan kepada media ini menyatakan pesan salam rindu dan hangat untuk warga masyarakat Lembata dan terlebih kepada warga terdampak pasca taburan erupsi gunung berapi ile lewotolok Kabupaten Lembata bahwa ini merupakan ujian dan harus bersabar menerima cobaan ini

Ahmad yohan juga mengutus tiga staf ahli yakni vinsent Ledor,Gazali Iskandar untuk bertahan di kota Lewoleba untuk melakukan proses pendistribusian kepada warga terdampak pasca taburan vilkanik gunung berapi ile lewotolok di kabupaten Lembata dan ini merupakan termin pertama yang diberikan dan masih akan ada bantuan lagi jika kondisi ini belum pulih dalam waktu yang panjang

Kami juga mempunyai posko induk yang berada di kecamatan Nubatukan wangatoa kelurahan selandoro rumah bapak Muhamad  Ali yang sudah disiapkan untuk menjadi posko “AYO PEDULI KORBAN ERUPSI GUNUNG BERAPI ILE LEWOTOLOK”

Hal senada juga disampaikan oleh Laurensius Ola ketua komisi I partai amanat Nasional (PAN) gabungan fraksi dari partai Perindo dengan nama amanat persatuan menyampaikan ucapan terimakasih yang mendalam kepada bapak Ahmad yohan selaku anggota DPR-RI yang sudah memberikan support kepada pemerintah kabupaten Lembata dalam meringankan beban para pengungsi  erupsi gunung berapi ile lewotolok

Dirinya juga menjelaskan bahwa Ahmad yohan adalah putra Lamaholot yang menjadi anggota DPR-RI yang ada di pusat yang mempunyai kepedulian terhadap kejadian ini karena Ahmad yohan juga bagian dari keluarga para pengungsi letupan erupsi gunung berapi ile lewotolok yang ada di dua kecamatan ile ape dan ile ape timur 

Selaku kader partai ia terpanggil dalam misi kemanusiaan dirinya menyampaikan saat kejadian ini saya juga turun kelapangan untuk melakukan evakuasi korban dari desa lamawara dan beberapa desa lainnya.(Roy)




Aktivis: Mari Kita Hormati Proses Hukum Yang Sedang Berlangsung Terhadap Kasek SMKN 1 Wae Rii

 

Ruteng,Wartapedia.com – Polemik yang terjadi di SMKN 1 Wae Rii, Desa Bangka Kenda, Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai, telah berlangsung lama dan sangat menyita perhatian publik.

Terkait polemik yang sungguh menyita perhatian publik ini, mendapat tanggapan dari Aktivis Bernadus J. Brahi yang merupakan Anggota LSM Lembaga Advokasi Demokrasi dan Investigasi Kebijakan Umum(LADIKUM), Sabtu(5/12/2020).

Pria yang biasa disapa Dus ini, menjelaskan bahwa sebaiknya semua pihak harus bisa menahan diri dalam melihat, mengamati serta berusaha mencari solusi atas persoalan ini.

Kami berpegangan demikian dengan memperhatikan fakta bahwa persoalan SMKN 1 Wae Rii ini sudah masuk ke rana Hukum.

Persoalan ini bergulir sejak adanya Aksi Solidaritas oleh Forum Guru Komite SMKN I Wae Rii 13 Juli 2020.

Menyikapi Aksi Solidaritas dari Forum Guru Komite ini, pada tanggal 25 Juli 2020 Anggota DPRD dari Komisi V berkunjung ke SMKN l Wae Rii.

Tujuan mereka hadir untuk mendengar dan melihat secara langsung dari dekat penyampaian dari para pihak terkait persoalan ini, serta mereka akan mengambil data untuk dibahas bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi NTT.

Berkembang lagi situasi pada tanggal 31 Agustus 2020, Belasan Guru yang tergabung dalam Forum Guru Komite SMKN I Wae Rii melaporkan Kepala Sekolah Yustina Maria D.Romas ke Polres Manggarai atas tuduhan dugaan melakukan Korupsi Dana Komite tahun anggaran 2019/2020.

Melihat polemik yang terus berkembang maka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Linus Lusi SP. Mpd mengunjungi SMKN I Wae Rii tepatnya Jumat 4 September 2020.

Pada saata itu Kadis PPO NTT meminta agar “Forum Guru Komite menarik kembali laporan mereka dipolres Manggarai terhadap Kepala Sekolah SMKN I Wae Rii, dan meminta Kasek SMKN I Wae Rii mengaktifkan kembali 15 guru yang dipecat”.

Hasil pengamatan kami atas permintaan Kadis PPO NTT sampai sekarang belum dijalankan oleh kedua belah pihak.

Faktanya sekarang ini, Kepala Sekolah SMKN l Wae Rii terus menjalankan proses hukum yang dilaporkan oleh ke-15 guru komite tersebut, yang tergabung dalam Forum Guru Komite SMKN 1 Wae Rii.

Disisi lain ke-15 guru komite yang dipecat tersebut sampai saat ini belum diaktifkan kembali.

Dengan melihat situasi dan kondisi yang berkembang saat ini kami dari LSM LADIKUM berpendapat, mari kita melihat persoalan ini dengan utuh, untuk tidak mengorbankan salah satu pihak.

“Mari kita hormati proses hukum yang sedang berjalan terhadap Kepala Sekolah SMKN 1 Wae Rii, serta pihak terkait lainya dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah, sambil tidak mengambil langkah-langkah penyelesaian diluar keputusan hukum itu sendiri”.

Biarkan proses hukum berjalan karena disitu akan memperoleh jawaban kebenaran atas laporan yang dibuat oleh Forum Guru Komite SMKN I Wae Rii tersebut.

Tentunya keputusan hukum nantinya bisa menjawab semua polemik yang telah berlangsung, sehingga tidak menimbulkan penafsiran yang liar dimasyarakat, tutur Dus.

Tentu ini menjadi masukkan semua pihak yang peduli dengan polemik di SMKN 1 Wae Rii, Khususnya bagi Pemerintah Propinsi NTT dalam hal ini Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Serta Kepada Lembaga DPRD NTT.

Semua kita menginginkan agar terjadi penyelesaian yang baik atas polemik ini, tetapi karna ini sudah masuk keranah hukum, maka mari kita sama-sama menghormati proses hukum yang sedang berlangsung, tutup Dus. (MK)




Pengungsi Pasca Bencana Erupsi Gunung berapi Ile Lewotolok Jalani Rapid Test Massal

 

Lewoleba,Wartapedia.com  – Suasana pelaksanaan rapid test bagi pengungsi Gunung Ile Lewotolok, Sabtu 05/12/2020 pada titik kumpul posko utam yang terletak di kelurahan Lewoleba Tengah kecamatan Nubatukan kabupaten Lembata tepatnya di pelataran eks kantor bupati lama.

Jumlah Pengungsi Ile Lewotolok saat ini mencapai angka yang fantastis hinggaSemibilan Ribu Delapan (9.008) orang.kepada media ini Kepala Bagian Humas Setda Lembata, Petrus Demong mengatakan, ribuan pengungsi Gunung Ile Lewotolok sejak Sabtu (5/12) pagi tadi menjalani rapid test secara massal. Hal ini merupakan kebijakan Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur segera dilakukan sebagai upaya pencegahan serta memutuskan mata rantai penularan virus corona paska erupsi gunung berapi itu.

Pengambilan rapid test secara massal dilaksanakan diareal tenda pengungsian secara mobile oleh petugas medis yang sudah disiapkan.

Dengan pengungsi berjumlah 9.028 orang, diperkirakan pelaksanaan rapid test massal bisa memakan waktu hingga 1 minggu. Jika hasil rapid test menunjukkan status reaktif, maka yang bersangkutan langsung menjalani swab test.

Kabag Humas Setda Lembata Petrus Demong menjelaskan rapid test massal secara rutin dilakukan selama persediaan alat bantu kesehatan masih ada.

Rapid test bagi pengungsi merupakan kebijakan terbaru Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur. Kebijakan ini untuk mencegah peningkatan kasus Covid-19 sekaligus mengantisipasi munculnya klaster baru di lokasi pengungsian.

Bupati Lembata beralasan ribuan orang yang mengungsi berasal dari Kecamata Ile Ape dan Ile Ape Timur, yang termasuk zona merah penyebaran Covid-19 di kabupaten yang terletak di Pulau Lembata itu.

Elisabeth, seorang pengungsi asal Desa Waimatan mengaku rapid test massal merupakan kebijakan tepat untuk mengeliminir penularan virus corona.

Dia mengaku sangat senang bisa menjalani pengambilan darah, sehingga dia tahu kondisi dan status kesehatannya.

Saat ini Kabupaten Lembata merupakan salah satu daerah terpapar Covid-19 di Propinsi NTT. Hingga saat ini tracking kasus terkonfirmasi positip mencapai 33 kasus dengan kalsifikasi meningkat. 

Penulis : Roy

Editor : Mery




Aksi Satgas Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Ile Lewotolok.

 

Lewoleba,Wartapedia.com  – Perkembangan Situasi Terakhir Penanganan Erupsi Gunung Ile Lewotolok, Kab. Lembata Nusa Tenggara Timur, sampai dengan Kamis, 03 Desember 2020 Pkl.11.27 Wita, Aktivitas vulkanologi Gunung Ile Lewotolok masih  terjadi erupsi namun tinggi kolom abu tidak teramati.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 5 mm dan durasi ±  18 detik. Saat ini Gunung Ile Lewotolok berada pada Status *Level III (Siaga).* 

Demikian disampaikan Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya, dalam rilis tertulisnya, Kamis (3/12/2020)

Lebih lanjut, disampaikan berbagai kegiatan Satgas Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Ile Lewotolok,

dibawah Komando Korem 161/Wira Sakti,yang dikoordinir Dandim  1624/Flotim, terdiri dari Danden Zibang 1/IX Kupang, Danden Bekang Kupang dan Dandenkesyah 09.04.01 Kupang.

Terkait dengan logistik dan pendistribusian logistik dikoordinir oleh Dandenbekang bersama instansi terkait lainnya.

“Dandenbekang Kupang melaksanakan peninjauan titik lokasi penempatan dapur lapangan guna memperlancar distribusi logistik makanan kepada para pengungsi, dan telah ditetapkan titik lokasi dapur lapangan berdampingan dengan dapur umum Satgas Tanggap Darurat, ” jelas Danrem 161/Wira Sakti

Untuk bidang kesehatan dikoordinasikan oleh Dandenkes 09.04.01 Kupang bersama dengan tenaga kesehatan di daerah.

“Dandenkesyah 09.04.01 Kupang, melaksanakan pemantauan lapangan, Posko Kesehatan,Tenda tempat penampungan Pengungsi, dengan hasil bahwa data Tenaga Kesehatan, dukungan obat obatan dan suplemen untuk Pengungsi kurang mencukupi,” ungkap Danrem 161/Wira Sakti.

Sarana dan prasarana dilakukan oleh Dandenzibang 1/IX Kupang bersama dinas terkait 

“Danden Zibang 1/IX Kupang, melaksanakan pemantauan dan penentuan titik lokasi pembuatan MCK darurat lapangan di areal Posko Pengungsian, dengan hasil telah ditentukan 4 titik pembuatan MCK darurat dan saat ini dikerjakan 1 titik diareal lokasi  Posko Utama di bagian belakang,” imbuh Danrem 161/Wira Sakti.

Sedangkan, Bantuan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak,M.Sc untuk pembuatan MCK darurat lapangan yang diserahkan melalui Aslog Kasdam IX/UDY telah diterima langsung oleh Danden Zibang 1/IX Kupang, dan telah dibelanjakan material MCK darurat. 

Dijelaskan juga kegitan dua Unit Helikopter BNPB BKO Korem 161/Wira Sakti.

“Helikopter jenis B 117 dengan kapasitas daya Tampung 5 orang standby di Bandara Larantuka, dan Helikopter jenis Chinook CH 447/ N 303 AJ untuk pengangkutan Logistik BNPB  ke wilayah Lembata, masih standby di Bandara Maumere

Rencana besok Jumat, 04 Desember 2020 Pkl 07.00 Wita melakukan penerbangan ke Bandara Eltari Kupang untuk angkut Logistik Bantuan BNPB ke Lembata,” jelas Danrem 161/Wira Sakti

Sementara itu, disampaikan juga tentang hasil Rapat Evaluasi penanganan Pengungsi Korban Erupsi Gunung Ile Lewotolok yang di pimpin Bupati Lembata selaku Penanggung Jawab Satgas Tanggap Darurat Korban Bencana Erupsi Ile Lewotolok 

“Pengembalian Pengungsi  warga Desa sejumlah 10 desa yang tidak terdampak erupsi mulai besok Jumat/Tgl 04 Des’ 2020 dan Penjemputan sisa warga desa yang terdampak sejumlah 16 Desa, pelaksanaannya mengikuti Kepala Desa masing- masing.”, pungkas Danrem 161/Wira Sakti. (penrem161ws)




Kasus Retraen, Dipertanyakan Kenapa Polisi Tidak Olah TKP Amankan BB ?



KUPANG,,Wartapedia.com  – Kasus Tindak Pidana Pengeroyokan berencana yang terjadi di Desa Retraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, Propinsi NTT, tepatnya di kebun milik korban, Yoktan Tnunay, Arwadi Tnunay dan Benyamin Tnunay, rupanya menyisakan persoalan baru, terkait tidak dilakukannya olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Pasalnya saat terjadinya peristiwa tindak pidana pengeroyokan oleh para pelaku, Roni subu, Cs, Barang Bukti (BB) berupa sepeda motor milik Yoktan Tnunay, juga dihancurkan para pelaku di lokasi TKP, tidak dipasang Police Line.

Muthiara Ayako, SH, salah satu Kuasa Hukum para korban, akhirnya angkat bicara mempertanyakan, mengapa polisi tidak melakukan olah TKP dan memasang Police Line, guna mengamankan Barang Bukti di lokasi TKP?

“Fakta ini yang perlu kita gugat, mengingat Barang Bukti yang turut serta di hancurkan dalam peristiwa pidana pengeroyokan, yang sudah semestinya mendapat perlindungan hukum dengan pengamanan Police Line, ternyata dibiarkan begitu saja tanpa ada olah TKP”.Tegas Muthiara Ayako kepada media ini, Selasa (3/11/2020).

Selain tidak adanya olah TKP pasca kejadian tersebut lanjut Muthiara, pihaknya juga mendesak polisi untuk segera melakukan penangkapan terhadap para pelaku dan ditahan atas peristiwa tindak pidana pasal 170 dengan ancaman pidana diatas lima (5) tahun, sebagaimana diamanatkan pasal 21 ayat (4) KUHAP.

“Yang jelas kita patut pertanyakan alasan mengapa polisi tidak melakukan olah TKP dan memasang Police Line untuk mengamankan Barang Bukti? Selain itu kita mendesak agar pelaku segera ditahan dan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku”.Harap Ayako.

Sementara itu informasi lain yang diterima media ini menyebutkan, baru – baru ini pihak korban dan keluarganya telah mendatangi Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surya NTT, untuk menyerahkan bukti – bukti kepemilikan tanah miliknya untuk dilakukan upaya hukum selanjutnya.

“Kami sudah serahkan surat – surat bukti kepemilikan tanah termasuk surat pajak tanah kepada pihak LBH Surya NTT. Semoga masalah ini segera diproses agar kami bisa mendapat keadilan”.Pinta Yoktan Tnunay. (ML)




Kembali Salurkan Bantuan, Ida Neno: Terima Kasih Ibu Ria

Oelamasi,Wartapedia.com  –  Ida Neno seorang penerima bantuan sembako yang disalurkan oleh Ibu Ria merasa sangat berterima kasih, dimana pada masa pandemi seperti ini, dirinya merasa masih ada orang yang begitu tulus memberikan bantuan kepada orang yang sangat membutuhkan.

Hal ini diungkapkan oleh Ida Neno saat menerima bantuan yang berlangsung di Dusun 4 Desa Niukbaun, Kecamatan Amarasi Barat (Ambar) Kabupaten Kupang, Kamis (3/12/2020).

Kepada media ini, Ida Neno mengatakan sangat bersyukur dan terharu atas bantuan yang diterima karena  orang yang memberikan bantuan tidak hadir untuk menyerahkan bantuan secara langsung.

“Terima kasih banyak atas bantuan yang sudah kami terima dan saya berdoa semoga kedepan Ibu Ria selalu dilindungi dan diberkati Tuhan,”Ungkapnya sambil meneteskan air mata.

Bantuan sembako yang terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng dan daun teh yang diserahkan oleh Yeti Neno merupakan bantuan yang kesekian kalinya dilakukan oleh Ibu Ria.

Kepada media ini, Yeti Neno mengatakan bantuan yang disalurkan saat ini di prioritaskan kepada warga Dusun 4, hal ini disebabkan karena masih ada ibu-ibu dan bapak-bapak didusun ini yang sangat membutuhkan bantuan seperti ini.

“Saya sendiri berasal dari dusun ini sehingga sangat tahu betul kondisi masyarakat disekitar sini dan  siapa-siapa yang pantas menerima bantuan ini,”Tututrnya.

Dirinya mengatakan jauh sebelum pandemi Covid-19, Ibu Ria sudah menyalurkan bantuan dalam bentuk uang dan sembako dimana bantuan tersebut menyebar di seluruh NTT.

“Bantuan yang disalurkan sudah beberapa tempat dan nanti menjelang hari raya Natal, kami juga akan memyalurkan bantuan bagi warga eks Timtim yang berada di Tuapukan,Pungkasnya. (ML)




Kadis Pariwisata Lembata Dorong Paralayang Bertajuk Lembata New Normal Festival

Lewoleba,Wartapedia.com  – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Lembata Apolonaris Mayan kepada wartawan media wartapedia.com dengan tajuk Lembata new normal festival dengan tetap mengikuti standar protokol kesehatan, Senin (04/12//2020).

Apolonaris mengatakan untuk event nanti tepat tanggal 4-6 Desember 2020, Tidak hanya paralayang tetapi berbagai event yang akan dilaksanakan dimana ada pameran ekonomi kreatif fashion show dan masih banyak lagi.

“kegiatan ini bertujuan untuk mendorong agar masyarakat jangan berlarut dalam suasana covid namun kita dorong event agar masyarakat bangkit dan optimis dalam menggerakkan roda ekonomi meski ditengah badai Pandemi COVID-19 yang ada di kabupaten Lembata,sesuai instruksi presiden Jokowi tentang Pemilihan Ekonomi Nasional,”Ungkapnya.

Apol mrnambahkan berbagai persiapan secara internal maupun eksternal sudah di persiapkan secara baik dalam menyambut event ini,

“Tujuan paling utama kita adalah pemberdayaan Sumber Daya Manusia lokal dan nantinya berefek kepada masyarakat Lembata itu sendiri dan dalam tajuk Pemilihan Ekonomi Nasional,”Kata Apol.

Apol juga saat dikunjungi oleh awak media diruang kerjanya membeberkan bahwa jumlah atlit yang akan datang di kabupaten Lembata pada event Lembata new normal festival sebanyak limah puluh limah orang dengan pesawat yang di persiapkan oleh Danlanud dari pusat.

“Event ini juga mendapat respon positif dari kementerian pariwisata dan seluruh anggaran bersumber dari kementerian pihak dinas hanya sebagai tuan rumah dan fasilitator agar tercapainya tujuan bersama,”Pungkasnya.

Penulis. : Roy

Editor.    : Mery




Kanwil Kemenkumham NTT Kembali Harmonisasikan Dua Ranperda Kabupaten TTS

Kupang,Wartapedia.com  – Perancang Peraturan Perundang-undangan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Propinsi Nusa Tenggara Timur, Yunus P.S Bureni, SH. M.Hum mewakili Kakanwil menerima kunjungan Wakil Ketua 1 DPRD TTS, Relygius L. Usfunan dan Ketua Bapemperda DPRD TTS dan Anggota Bapemperda serta Rombongan Pemerintah Daerah Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS), Selasa (01/12/2020).

Kunjungan ini dalam rangka Pengharmonisasian, Pemantapan dan Pembulatan Konsepsi dua Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten TTS tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten TTS. 

Bertempat diruang Multi fungsi Kanwil Kemenkumham NTT, rapat ini dipimpin oleh Bureni serta Para Perancang Perundang- undangan Risky, Norita Ratukore dan Nova Porsiana. 

Yunus mengucapkan terima kasih buat DPRD TTS, Bapemperda dan Pemerintah Daerah Kabupaten TTS 

“Terima kasih buat DPR, Bapemperda dan Pemda TTS yang telah melibatkan Perancang Peraturan Perundang-undangan pada Kanwil Kemenkumham dalam proses Harmonisasi Kedua Ranperda ini”Ujar Ahli Madya Perancang ini.

Dirinya juga menambahkan  “Pengharmonisasian merupakan salah satu dari rangkaian Proses Pembuatan Peraturan Perundang-undangan agar tidak terjadi tumpang tindih aturan termasuk Perda. Oleh karena itu kami berharap dapat menghasilkan Ranperda yang berkualitas dalam rangka penguatan Kelembagaan perangkat daerah yang ada dalam lingkup Pemerintah Daerah TTS,”.Ungkapnya.

Selanjutnya selaku Perancang, Alumni Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana Kupang tahun 2007 tersebut menyampaikan masalah yang ditemukan dari Ranperda yang diajukan tersebut 

“Tentang Ranperda Pengelolaan Keuangan Daerah TTS ada dua hal yang sesuai Ketentuan PP No 12 Tahun 2019 Perihal Pengelolaan Keuangan Daerah Mendelegasikan untuk harus diatur secara lebih detail yakni RKA dan Piutang Daerah belum dirumuskan secara mendetail. Kemudian ada pula materi yang secara norma masih perlu dilakukan penyesuaian seperti kewenangan Kepala SKPKD selaku PPKD melakukan pungutan Pajak Daerah dalam draf tidak termuat sehingga menjadi perhatian agar tidak bertentangan dengan aturan tersebut.Untuk itu maka khusus Ranperda tentang Pengelolaan Keuangan Daerah TTS Kami menilai belum Harmonis,”Tutur Peneliti Sosial itu. 

Pada Kesempatan yang sama Ketua Bapemperda DPRD TTS, Jason Benu,S.Pt angkat bicara “Untuk Ranperda Pembentukan BPBD TTS dalam Pengharmonisasian oleh Kanwil Kemenkhum ham NTT dinyatakan Harmoni secara Prosedural dengan perbaikan subtansi dan teknis atas draf yang diajukan. Karena itu Ranperda tentang BPBD dapat dilanjutkan pada tahapan-tahapan selanjutnya hingga penetapan sebagai Perda,”.Ungkap Anggota Fraksi Nasdem DPRD TTS tersebut. (Ima)




Babinsa Ajak Mahasiswa KKN Jaga Keamanan, Ketertiban dan Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan

 

Kupang,Wartapedia.com  – Guna mengoptimalkan tindakan keamanan di wilayah binaan, Babinsa Koramil 1604-01/Kupang Kodim 1604/Kupang Sertu Alexander Tanesib melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) bersama mahasiswa KKN, bertempat di Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Oebobo Kota Kupang, Rabu (2-12-2020). 

Komsos dilakukan dengan mahasiswa KKN dari Universitas Nusa Cendana. Dalam komsos tersebut membahas tentang keamanan, ketertiban dan penegakan disiplin protokol kesehatan kepada masyarakat guna antisipasi terjadinya penularan Covid-19 di Kelurahan Kayu Putih. 

Babinsa Sertu Alexander Tanesib mengajak mahasiswa KKN untuk menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. Ia juga menjelaskan bagaimana langkah-langkah dan tata cara pencegahan Covid-19. 

“Mari kita bersama-sama menjaga kondisi dan situasi kamtibmas di tengah masyarakat Kelurahan Kayu Putih. Bila situasi dan kondisi aman, maka kehidupan di tengah masyarakat menjadi nyaman. Namun bila situasi dan kondisi tidak aman, maka kita semua juga yang akan merasakannya,” ujarnya. 

Kita mengajak mahasiswa untuk tidak berhenti mensosialisasikan dan memberikan himbauan kepada masyarakat tentang tata cara yang efektif dalam melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 itu. 

Lanjut dikatakannya, untuk melakukan sosialiasi tersebut dapat  dilakukan dengan menyambangi rumah ke rumah atau menyebarkan kepada masyarakat dalam bentuk selebaran himbauan yang berisi cara pencegahannya dan gejala-gejala yang ditimbulkan oleh Covid-19 tersebut. 

“Sebagai mahasiswa yang melakukan KKN di sini harus menghormati kearifan lokal. Karena hal ini sangat penting untuk mendukung kegiatan selama di Kelurahan Kayu Putih,” tandas dia. 

Babinsa menambahkan, jika dalam pengumpulan data di lapangan nantinya para mahasiswa mengalami hambatan atau kesulitan, agar berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk juga langsung kepadanya. 

“Kami juga berpesan agar mahasiswa yang melaksanakan tugas harus bisa menempatkan diri dan tetap menjaga keamanan dan kerukunan. Karena saat ini sedang terjadi Covid-19, maka semua pihak harus tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19 dan agar selalu berkoordinasi dengan aparat terkait,” tutur Sertu Alexander. 

“Harapan kita, dengan instensnya melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya Kelurahan Kayu Putih. Semoga dapat dijauhkan dari penyebaran Covid-19 serta dari segala bentuk bahaya yang lainnya,” pungkasnya. (Pendim1604/Kupang/ML)