pengungsi Erupsi Gunung Berapi Ile Lewotolok di Swab Secara Masal

 

Lewoleba,Wartapedia.com  –  Pemerintah kabupaten Lembata lewat Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata bersama tim medis melakukan tes swab secara masal kepada pengungsi gunung berapi Ile Lewotolok pada Senin (07/12/2020).

Pantauan media tepat di posko Donbosco keluarhan Lewoleba Tengah kecamatan Nubatukan kabupaten Lembata ratusan warga dari dua desa Aulesa dan desa Waimatan dialkukan swab masal dan tes demam berdarah

Dari data yang diinput  desa Waimatan sebanyak 62 orang, desa Aulesa 128 orang, desa Todanara 38 orang,desa Napasabok 88 orang total yang disawab dari tempat pengungsian dari 22 tempat pengungsian yang disiapkan oleh pemerintah daerah kabupaten Lembata sebanyak 316 orang

Hal ini disampaikan oleh salah satu anggota tim Rosalinda Tuto kepala seksi P2PM Anggota tim kesehatan klaster kesehatan dan sub klaster pengendalian penyakit menyampaikan bahwa kegiataan survelence ditengah bencana diantaranya pemeriksaan masal darah malaria dan swab dimana kita ditengah Pandemi Covid-19 sehingga semua orang perlu dideteksi secara dini karena kita tidak bisa berada di kerumunan 

Saat ini Lembata juga masuk dalam endemik malaria karena para pengungsi saat ini tidur tidak pakai kelambu dan traking Covid-19 kita naik,ini juga atas instruksi namun dinas kesehatan punya tanggung jawab kepada masyarakat dimusim seperti ini dan sudah mengikuti SOP 

Tim yang diturunkan setiap tempat pengungsian sebanyak 5 orang  untuk hari ini hasil dari 316 orang diantaranya pada swab massal non reaktif dan untuk Malaria juga non reaktif, Rosalinda juga menyampaikan kami akan melakukan giat ini sampai kesemua tempat pengungsian hingga tuntas

Salah seorang warga dari desa Aulesa ibu Laurensia mengaku dirinya lega dan senang walau diawal masih takut dan gelisah terhadap dilakukan tes swab dan tes malaria

Kepala desa Aulesa juga memberikan keterangan secara singkat di tempat pelaksanaan giat swab massal masyarakat juga butuh pelayanan kesehatan karena sudah menjadi kewajiban dan apapun alasannya semua haru di periksa sesuai prosedur yang berlaku harapan saya bahwa dalam hasil tes swab ini dapat memberikan motivasi baru dan mendapatkan hasil yang baik karena bukan hanya soal bencana erupsi gunung ile lewotolok namun kita masih ditengah Pandemi dan kasus Lembata masih meningkat untuk itu kita mendorong dinas kesehatan untuk diperiksa secara tuntas 

Penulis. : Roy

Editor.    : Mery




Posko Kesehatan : Siap Bantu Korban Erupsi Gunung Ile Lewotolok

 

Lewoleba,Wartapedia.com – Posko Kesehatan Satgas Tanggap Darurat yang dikoordinir oleh Dandenkes 09.04.01 Kupang Letkol Ckm dr Agus Saptiadi, telah siap melayani Masyarakat terdampak Bencana Alam akibat Erupsi Gunung Api Ile Lewotolok.

Hal ini disampaikan Dandim 1624/Flotim Letkol Czi Imanda Setyawan, di sela sela kegiatannya di Tempat Pengungsian, Minggu (6/12/2020)

Lebih lanjut, dijelaskan kesiapan pelayanan kesehatan kepada para pengungsi dan masyarakat terdampak bencana alam dibawah Komando Dandim 1624/Flotim.

“Kami Tim Kesehatan Gabungan dari Tim Medis Korem 161/Wira Sakti, 4 Anggota Lanal Maumere terdiri dari 1 dokter 3 tenaga keslap, 3 Anggota Kodim 1624/Flotim terdiri dari 1 Bakeslap dan 2 Prabinsa Kecabangan Kesehatan, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata sebagai Tim Kesehatan Lapangan selalu bersinergi, saling bahu membahu untuk membantu masyarakat yang sakit baik akibat bencana alam erupsi gunung api maupun yang sakit biasa,” ungkap Dandim 1624/Flotim.

Sementara itu Dandenkes 09.04.01 selalu mengingatkan ditengah situasi pandemi, akan pentingnya protokol kesehatan.

“Disamping itu juga kami selalu menghimbau kepada semua masyarakat agar tetap mengikuti protokoler kesehatan dengan memakai masker, jaga jarak dan selalu cuci tangan,” ungkapnya.

Selanjutnya disampaikan juga tentang harapan kepada masyarakat jika merasakan sakit.

“Kami juga berharap kerjasama yang baik dari bapak, ibu para pengungsi semua, bila mana ada masyarakat yang sakit, agar segera melapor ke Posko Kesehatan sehingga kita akan segera ambil tindakan, Kami selalu siap setiap saat”, pungkas Dandenkes 09.04.01 (penrem161ws/ML)




Diduga BUMDes Golowuas Bermasalah, Direktur Beberkan Sejumlah Fakta

 

Borong,Wartapedia.com  – Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) di Desa Golowuas, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur yang baru didirikan pada tahun 2018 dengan total anggaran senilai Rp 355 juta diguga bermasalah, pasalnya dalam proses pembentukan Bumdes dan pengadaan barang-barang yang menjadi aset Bumdes berpotensi inprosedural dan menyalahi aturan.

Adapun beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab terjadinya masalah pada  Bumdes Golowuas yakni tidak adanya keterlibatan Pendamping Profesional Desa sejak tahap sosialisasi, Kajian penggalian gagasan, hingga pembentukan/pendirian Bumdes. Selain itu, Pengadaan barang-barang milik Bumdes seperti mesin bubuk kopi, mesin pres kayu dan alat pencetak bata merah diduga bertentangan dengan rekomendasi dari tim pengkaji analisis kelayakan usaha, yang sebelumnya direkomendasikan oleh tim pengkaji adalah pengadaan barang-barang sembako namun barang-barang yang didatangkan justru di luar rekomendasi dari tim pengkaji.

Demikian dikatakan Direktur Bumdes Golowuas, Yakobus Unarto saat dikonfirmasi tim media ini bahwa ia tidak pernah dilibatkan mulai dari tahap sosialisasi, Kajian penggalian gagasan, kajian kelayakan usaha hingga pembentukan atau pendirian Bumdes.

“Saya tidak pernah dilibatkan dalam proses soalisasi maupun kajian gagasan dan kajian kelayakan hingga pendirian Bumdes Golowuas. Saya baru dilibatkan saat memasuki tahap pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangganya” Ungkap Unarto.

Unarto menerangkan ia juga tidak dilibatkan terkait pengadaan barang milik Bumdes seperti Alat Pencetak Bata Merah, Mesin Press, dan Mesin Bubuk Kopi merupakan hasil kesepakatan antara Pemerintah desa Golowuas dengan pihak ketiga.

“Kami hanya disuruh untuk membuat proposal sementara barangnya sudah dipesan oleh pemerintah desa. Soal harganya saya tidak tahu karena pihak desa yang berhubungan langsung dengan pihak ketiga”, kata Unarto.

Lebih lanjut Unarto membeberkan soal kewenangan Pendamping Desa maupun pendamping Profesional yang tidak dilibatkan mulai dari tahap sosialisasi, Kajian penggalian gagasan hingga pendirian Bumdes yang semuanya itu menurutnya merupakan wewenang dari pemerintah desa setempat.

“Bumdes ini dibentuk oleh pemerintah Desa Golowuas. Mereka yang berwewenang ntuk menghadirkan pendamping desa maupun pendamping profesional desa, bukan kami pengurus Bumdes”, Bebernya.

Selain itu, Unarto menjelaskan hingga saat mesin Bubuk Kopi, Alat Pencetak Bata Merah dan Mesin Pres Kayu yang sudah dibeli oleh pemerintah Desa Golowuas belum dilakukan serah terima secara resmi.

“Barang-barang itu ada di Kantor desa dan kami anggap itu masih milik pihak ketiga karena belum ada serah terima dari pihak ketiga kepada Bumdes” tutupnya

Perlu dikethui Bumdes tersebut menjadi salah satu dari tiga Bumdes di Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur yang terindikasi bermasalah.

Bubuk Kopi hasil produksi BUMDes Golowuas. (Foto Istimewa)

Lain Pihak Pendamping Profesional Desa Tingkat Kecamatan Elar Selatan, Robertus A. Sesfaos mengatakan ada tiga Bumdes di Kecamatan Elar Selatan diduga bermasalah. Menurutnya, Bumdes yang diduga bermasalah tersebut ada di Desa yang tersebar di Kecamatan Elar Selatan.

“Jujur ya, tiga Bumdes yang diduga bermasalah tersebut kami dari Pendamping Profesional Desa tingkat Kecamatan tidak pernah dilibatkan oleh Pemerintah Desa mulai dari tahap sosialisasi, penggalian gagasan hingga pembentukan/pendirian Bumdesnya “, ujarnya.

Ia mengatakan ,tiga Bumdes yang tidak melibatkan Pendamping Profesional oleh Pemerintah Desa justru saat ini diduga  masalah. Sementara dalam Permendagri Nomor 39 Tahun 2010 tentang Pendirian Bumdes itu sangat jelas, bahwa Pendamping Profesional Desa mulai dari tahap sosialisasi, pembentukan tim pengkaji sekaligus pendirian Bumdes harus dilibatkan.

“Saya dan teman-teman pendamping justru kaget, tiba-tiba ada informasi bahwa ada Bumdes yang bermasalah dan ketiga BUMDes tersebut saat ini sedang berhadapan dengan bermasalah, kami dari Pendamping Profesional tidak pernah diundang, difasilitasi oleh Pemerintah Desa mulai dari tahap sosialisai, pembentukan tim pengkaji hingga pembentukan/pendirian Bumdes”, Pungkas Sesfaos

Hal serupa disampaikan oleh Pendaming Lokal Desa, Marianus Kisman. Menurutnya, tim pengkaji tidak salah, tetapi hasil kerja dari tim pengkaji yang direkomendasikan lain. Hal ini karena seorang Kepala Desa egois dimana dalam perjalanannya terjadi pergantian unit pengelola yang berkaitan dengan Bumdes.

“Di Desa Golo Wuas, rekomendasi oleh tim pengkaji itu pengadaan barang sembako. Namun, dalam perjalanannya ada pergantian. Saya meminta jangan membiasakan seperti itu karena orang di Kabupaten merasa dekat dengan Kepala Desa sehingga dengan gampang kita mengantikan rekomendasi itu dan berakhir dengan masalah”, bebernya.

Kisman menyebutkan, 300 juta lebih Bumdes Golo Wuas sampai saat ini tidak jelas dan Bumdes tersebut berakhir dengan masalah.

Berkaitan dengan Bumdes di Desa Benteng Pau, Kisman mengungkapkan, Pabrik Sendal dan Mesim Pemecah Kemiri itu berdasarkan kajian tetapi anggaran terlalu sedikit.

“Potensi kemirinya ada, hanya mau bergerak anggarannya kurang”, ungkapnya.

Lebih jauh, Kisman menjelaskan, Pendamping Lokal Desa hadir bukan untuk mencelakakan Desa.

“Jika masalah ini diselesaikan di tingkat Tipikor atau di Pengadilan, kami dari Pendamping Lokal Desa akan menjelasakan sesuai yang kami ketahui”, pungkasnya. (Tim)




Melakukan Trial By The Press Terhadap Gories Mere dan Karni Ilyas

Kupang,Wartapedia.com  – Pemberitaan tentang pemanggilan Penyidik Kejaksaan Tinggi terhadap Saksi Gories Mere dan Karni Ilyas dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi  penjualan tanah Toro Lema, Batu Kalo, Labuan Bajo yang diklaim sebagai tanah milik Pemda Manggarai Barat, sudah melenceng dari frame pers bebas dan bertanggung jawab serta keluar dari norma, standar, kriteria dan prosedure cover both side.

Demikian rilis yang diterima dari Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) dan Advokat Peradi, Petrus Selestinus Minggu (6/12/2020).

Media telah melakukan Trial By The Press entah atas kepentingan siapa, membuat framing berita yang hanya menonjolkan nama Gories Mere dan Karni Ilyas, yang dipanggil Penyidik Kejaksaan Tinggi NTT sebagai Saksi menjelang penetapan statusTersangka dan pelimpahan perkara ke Pengadilan, dalam kasus dugaan korupsi dengan narasi “terseret” kasus jual beli tanah aset negara di Labuan Bajo, NTT.

Pemberitaan dengan gaya memframing pada sosok tertentu, tidak fokus pada isu utama dan tidak substantif dengan pilihan narasi “terseret, terlibat” dll. kasus korupsi memberi gambaran seolah-olah Gories Mere dan Karni Ilyas terlibat dalam Tindak Pidana Korupsi yang sedang disidik Kejaksaan Tinggi NTT.

Padahal berdasarkan fakta di lapangan, Gories Mere dan Karni Ilyas tidak pernah menguasai atau memiliki sebagian atau seluruh tanah yang diklaim sebagai milik Pemda Manggarai Barat, sehingga dengan demikian Gories Mere dan Karni Ilyas dipastikan tidak memiliki pengetahuan signifikan sebagai saksi fakta dalam membantu Penyidik Kejaksaan Tinggi NTT.

Kejaksaan Tinggi NTT Tidak Fair

Pemberitaan media yang bernuansa menggiring pembaca ke arah Gories Mere dan Karni Ilyas seakan-akan berada dalam barisan pelaku dugaan korupsi atau setidak-tidaknya menggiring pembaca pada suatu penilaian bahwa Gories Mere dan Karni Ilyas merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi yang katanya bulan Desember ini akan diumumkan siapa tersangka pelakunya.

Media dan oknum Penyidik Kejaksaan Tinggi NTT tidak lagi obyektif dalam pemberitaan kasus dugaan korupsi tanah Pemda Mabar, bahkan telah terjebak dalam framing berita yang bersifat sensasional, bombastis dengan tujuan  mendiskreditkan nama baik, kehormatan dan harga diri Gories Mere dan Karni ilyas sebagai Tokoh Penegak Hukum dan Tokoh Pers. 

Ini jelas merupakan Trial By The Press dan digolongkan sebagai Perbuatan Melawan Hukum yang dilakukan oleh oknum Kejaksaan Tinggi NTT dan beberapa oknum Media yang pada gilirannya akan menghadapkan oknum Kejaksaan Tinggi NTT dan beberapa oknum Wartawan pada tuntutan dimintai pertanggungjawaban pidana pencemaran nama baik dan tuntutan Ganti Rugi.

Kejaksaan Tinggi NTT dan Pers wajib meluruskan berita yang diframing untuk diarahkan kepada Gories Mere dan Karni Ilyas, apapun alasannya membuat framing berita adalah tindakan tidak bertanggung jawab dan memiliki konsekuensi hukum. Padahal Penyidik diharuskan oleh pasal 7 KUHAP untuk melakukan penyidikan menurut hukum yang bertangung jawab dan Media oleh UU Pers diharuskan memegang teguh prinsip Pers yang bebas dan bertanggung jawab. (M()




KPK Harus Kawal Proses Hukum, Menteri Edhy Prabowo dan JuliariI P. Batubara Hingga Eksekusi Mati

 

Kupang,Wartapedia.com  – Ketua KPK Firli Bahuri jauh-jauh hari sudah berkomitmen akan menuntut pelaku korupsi anggaran penanganan pandemi COVID-19 dengan hukuman mati. Firli Bahuri bahkan menambahkan bahwa ini tidak main-main, kalau ada yang kena OTT, maka KPK tidak hanya menuntut hukuman mati tetapi mengeksekusinya (tanggal 29 Juli 2020 di Gedung Transmedia).

Demikian rilis yang diterima dari Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) dan Advokat Peradi,  Petrus Selestinus pada Sabtu (5/12/2020).

Untuk mewujudkan komitmennya itu, Firli Bahuri menyatakan telah membentuk 15 (lima belas) satuan petugas (satgas) untuk mencegah dan memberantas korupsi dana anggaran Pandemi COVID-19. Hasilnya memang beberapa pekan terakhir terjadi OTT Bupati, Wakil Bupati, Menteri dan pejabat terkait lainnya yang mengkorupsi uang negara di tengah Pandemi COVID-19.

Komitmen Firli Bahuri untuk menghukum mati koruptor dana Pandemi COVID-19, bukanlah pepesan kososng, tetapi ada landasan hukumnya dalam ketentuan Pasal 2 ayat (1) dan ayat (2) UU RI No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU RI No. 31 Tahun 1999, Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 

Pasal 2 ayat (1) berbunyi “setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian begara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dstnya.

Pasal 2 ayat (2) UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999, Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dikatakan bahwa : “dalam hal tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dalam keadaan tertentu, pidana mati dapat dijatuhkan”.

KOMITMEN, PERISTIWA PIDANA DAN LANDASAN HUKUM TERPENUHI

Penjelasa resmi pasal 2 ayat (2) di atas, bahwa yang dimaksud dengan “keadaan tertentu” dimaksudkan sebagai pemberatan bagi pelaku tindak pidana korupsi apabila tindak pidana tersebut dilakukan pada waktu negara dalam keadaan bahaya sesuai dengan UU yang berlaku, pada waktu terjadi bencana alam nasional, sebagai pengulangan tindak pidana korupsi atau pada waktu negara dalam keadaan krisis ekonomi.

Koruptor sepertinya tidak peduli dengan kondisi dimana seluruh dunia menghadapi Bencana atau Pandemi COVID-19 yang membawa banyak negara termasuk Indonesia berada dalam kondisi krisis ekonomi. Tindak Pidana Korupsi yang menyebabkan Menteri Edhy Prabowo, Juliary Peter Batubara dkk. di OTT terjadi pada saat negara berada dalam bencana Pandemi COVID-19 dan krisis ekonomi.

Oleh karena itu Firli Bahuri dan KPK jangan kendor dan tunjukan komitmennya, karena landasan hukum untuk menghukum mati koruptor sudah ada, peristiwa pidananya sudah ada, kondisi negara dalam keadaan Pandemi VOVID-19 dan Krisis Ekonomi nyata ada, maka membawa tersangka ke persidangan hingga Pengadilan memvonis  mati dan mengeksekusinya, ditunggu oleh 270 juta rakyat Indonesia.

(ML)




20 unit MCK Bantuan Pangdam IX/Udayana. Ini progresnya

 

Lewoleba,Wartapedia.com  – Tim Denzibang 1/IX Kupang terus mengerjakan pembangunan MCK Lapangan di Posko Pengungsi Satgas Tanggap Darurat Penanganan dampak Erupsi Gunung Ile Lewotolok pada hari ke empat Minggu (6/12/2020).

Dari total 20 unit MCK Lapangan bantuan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak,M.Sc, Hari ini dibangun di Posko Aula Kel. Lewoleba Tengah sebanyak 3 (tiga) unit, dan di Posko Kel Lewoleba Timur sebanyak 3 (tiga) unit.

Hal tersebut disampaikan oleh Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya melalui Dandim 1624/Flotim Letkol Czi Imanda Setyawan, dalam rilis tertulisnya, Minggu (6/12/2020)

Pembuatan MCK Lapangan ini dikerjakan oleh Tim Denzibang 1/IX Kupang.

“Tim Denzibang 1/IX  terdiri anggota Denzibang 1/IX dan Anggota Kodim 1624/Flotim,” jelasnya.

Dandenzibang 1/IX Kupang Letkol Czi Hanif Tupen menyampaikan sebaran titik pembangunan 20 MCK bagi para Pengungsi.

“Dari 20 unit MCK Lapangan, 5 unit MCK Lapangan di titik pengungsian Kantor Bupati Lama sudah selesai 100 %, sedangkan masing masing 3 unit di Posko Aula Kel Lewoleba Tengah dan Aula Kel Lewoleba Timur, saat ini baru 50 %, sisanya di dalam tahap pabrikasi baja ringan” pungkas Dandenzibang 1/IX Kupang.(penrem161ws)




Sinergitas Dompet Dhuafa,Rumah Syahmil Qur’an,Beta Hijrah, Literasi Merdeka Adonara Waiwerang dalam misi kemanusian

Lewoleba,Wartapedia.com  – Pantauan media wartapedia.com hari ini Minggu 06/0/12/2020 tepat di gedung aula BKD Kabupaten Lembata gerakan kemanusian dari Dompet Dhuafa,Beta Hijrah,Rumah Syahmil Qur’an, Literasi Merdeka Adonara Waiwerang kunjungi pengungsi

Tak hanya berkunjung kami hadir untuk menghibur serta memberikan bantuan kepada warga terdampak korban vulkanik gunung berapi ile lewotolok dengan membawakan beberapa item barang diantaranya 

1.Literasi merdeka : 2 karung pakaian layak pakai dan sejumlah Tikar tidur,makanan Snack 

2.Rumah Syahmil Qur’an dan Beta Hijrah : 2 karung pakian layak pakai dan makanan pendamping

3.Dompet Dhuafa : Makanan Pendamping Air Susu Ibu,Taman Ceria,2 dos pakaian layak pakai, peralatan Bayi, 

4.siaga Peduli : 2 dos masker 

Disini kami hadir untuk membagi kasih dan sayang dimana Evoria dalam menyambut team kami  dengan haru pilu dan gembira semua berada padu menjadi satu 

Pengakuan warga kami sangat senang dan kami bahagia karena teman-teman bisa hadir bersama kami dalam situasi pandemi COVID-19 dan juga situasi yang kami alami dimana pasca letusnya vilkanik gunung berapi ile lewotolok yang melanda dua kecamatan yakni kecamatan ile ape dan ile ape timur

Tak hanya itu team relawan bergegas menggagas ide berlian untuk menghibur warga dengan membawakan boneka Jhoni sebagai wujud ingin melihat kegembiraan dan senyum yang akan keluar dari derita jeritan warga Pengungsi korban vulkanik gunung berapi ile lewotolok

Tak akan berhenti team relawan akan bertahan untuk terus menjawab kebutuhan warga Terdampak dan tentunya kami selalu bersinergi dengan pemerintah daerah kabupaten Lembata dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan terhadap masyarakat warga terdampak korban vulkanik gunung berapi ile lewotolok

Saat boneka Jhoni datang ke lokasi itu anak-anak mulai riang dan gembira serta senyuman yang terbungkus saat pasca kejadian ini kini membawa senyuman yang berarti bagi kami dan team

Untuk sore hari team akan bergerak ke Donbosco makanan tambahan bersama Dompet Dhuafa,Siaga Peduli,BMH,semoga apa yang kami berikan menjadi manfaat besar bagi para penerima.

Penulis. : Roy/ Editor.: Meri




Pemkab Lembata Gesit Tanggapi Bencana Gunung Berapi Ile Lewotolok

Lewoleba,Wartapedia.com  – Gesit Tanggap Darurat Oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata Kepada Warga Terdampak korban Vulkanik Gunung Berapi ile Lewotolok

Pemerintah daerah kabupaten Lembata dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kepada warga terdampak korban vulkanik gunung berapi ile lewotolok kepada media ini sekda Paskalis Ola Tapobali menjelaskan bahwa semua barang yang ada di gudang akan didistribusikan dengan standar pendataan yang baik dan benar agar tercover dengan baik

Paskalis Ola Tapobali menjelaskan dalam wawancara singkat bersama media ini bahwa tidak ada unsur pemerintah yang mau menyengsarakan masyarakat dalam situasi seperti ini ia berharap dukungan dari berbagai pihak dan elemen jika warga terdampak korban vulkanik gunung berapi ile lewotolok yang berada di rumah hunian warga atau pengungsi mandiri yang belum terdata dan mendapatkan bantuan maka segera laporkan kepada kami sehingga kami distribusikan logistik sesuai kebutuhan yang dibutuhkan oleh mereka 

Pernyataan ini disampaikan oleh sekda Paskalis Ola Tapobali Minggu 06/12/2020 dimana ini merupakan instruksi Bupati Lembata eliatser Yentji Sunur, masyarakat yang terdampak harus mendapatkan perhatian khusus agar mereka nyaman dalam situasi ini,sampai saat ini kita belum mengetahui situasi bencana hingga menunggu penyampaian resmi oleh BMKG Nasional

Hari ini kami tuntaskan semua pendistribusian logistik dirinya menyatakan untuk pengungsi terpusat oleh pemerintah daerah kabupaten Lembata dan di rumah warga akan kami perhatikan semuanya 

Untuk semua relawan akan kami panggil ketua relawan untuk rapat bersama dalam mensinergikan teman-teman relawan dalam aksi kemanusiaan bersama pemerintah daerah kabupaten Lembata lebih jauh Paskalis Ola Tapobali mengatakan team relawan yang membawa logistik silahkan melapor kepada posko utama sebagai lembaga pemerintah dan selanjutnya untuk di bagikan oleh rekan-rekan relawan dan kepada pemerintah dengan lanjutan laporan oleh team relawan sebagai data Pemerintah Untuk dipertanggung jawabkan secara baik.

Saat ini di gudang gerai maritim milik pemerintah daerah kabupaten Lembata bertempat di kelurahan Lewoleba Utara kecamatan Nubatukan kabupaten Lembata sedang dilakukan pendistribusian ke rumah warga dengan menggunakan mobil milik pemerintah dan mobil yang hendak disewakan pemerintah 

Bantuan logistik yang diantar berdasarkan data penyebaran pengungsi baik yang mandiri maupun terpusat sesuai kebutuhan yang diantarkan

penulis: Roy

Editor.  : Meri




Komunitas Oi Ethiofals Generation Terpanggil Dalam Gerakan Kemanusiaan Peduli Lembata

Lewoleba,Wartapedia.com  – Pemuda Adonara Timur Desa Lamahala Jaya Komunitas Oi Ethiofals generation trrpanggil dalam gerakan  sosial peduli korban Gunung Berapi Ile Lewotolok Kabupaten Lembata

Pantaun wartaPedia.com hari ini Sabtu (05/12/2020) aksi Gerakan Sosial Yang Dilaksanakan Oleh Kumpulan Pemuda dari  Desa Lamahala Jaya, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur  “Anak-anak  Komunitas Oi Ethiofals Generation “terpanggil dalam aksi kemanusiaan dimana  Menurunkan Bantuan Sosial Langsung  Ke Titik-titik Pengungsian.

Tak hanya itu rombongan komunitas Oi yang di pimpin oleh Cheng Ratu Loli Menyisir area Perkebunan,kedatangan komunitas ini mengejutkan warga yang saat ini piluh dalam duka dimana  erupsi gunung berapi ile lewotolok saat itu Minggu 29/11/2020 mengamuk diatas permukaan bibirnya.

Rombongan ETHIOFALS LAMAHALA JAYA membawa Bantuan Sosial tiba di lokasi dipandu langsung oleh Sekelompok Relawan Anak-anak pramuka  guna memediasi para pemberi BANSOS ETHIOFALS LAMAHALA JAYA untuk dapat bertemu langsung dengan Keluarga Pengungsi Erupsi gunung berapi ile lewotolok.

Komunitas ETHIOFALS LAMAHALA JAYA SEBAGAI PENYALUR BANSOS di dampingi  Kapospol bersama Anggota Pospol Ile Ape,dengan titik penyebaran bansos diantaranya sebanyak 25 pondok dan 40 KK asal desa Waowala,desa Tanjung Batu,desa Lewotolok,desa Lamawara,desa Bungamuda dengan sasaran tempat pengungsi Parek-Walang Kecamatan Ile ape dan sekitarnya.

Hadir dalam giat baksos tersebut IPDA Hadijanto praden selaku Kapoplsub sektor ile ape dan relawan dari gudep Smansa ile ape dibawah koordinator Syamsul Sadri Usman paokuma

Komunitas Oi Ethiofals Adonara timur desa lamahala jaya berharap agar situasi ini cepat kembali pulih sehingga sumua masyarakat ile ape dari dua kecamatan ini bisa kembali beraktivitas dengan normal kami juga lewat media ini mengucapkan terimakasih atas dukungan serta kerjasama dalam pemberitaan ini.

Jangan lihat dari apa yang kalian terima namun ini adalah bentuk upaya cinta kasih kami dalam nuansa taan tou sebagai orang Lamaholot yang dibalut dengan kearifan lokal dalam cinta persahabatan, persaudaraan sejati.

Penulis : Roy/

Editor : Meri




Danrem 161/WS: Personel tambahan Tim Balak Aju Kodam IX/Udayana, Tiba di Lembata

 

Lewoleba,Wartapedia.com  – Personel tambahan Tim Balak Aju Kodam IX/Udayana beserta perlengkapannya di Pelabuhan Feri Waijarang, Lembata Hari ini Sabtu (5/12/2020).

Tim tambahan sejumlah 17 anggota ini untuk memperkuat Tim Balak Aju Kodam IX/Udayana yang telah ada untuk membantu Penanganan Pengungsi Erupsi Gunung Api Ile Lewotolok.

Hal tersebut disampaikan Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya dalam riis tertulisnya, Sabtu (15/12/2020)

Lebih lanjut dijelaskan perlengkapan tambahan yang dibawa oleh Tim ini untuk membantu Penanganan Pengungsi.

“Adapun perlengkapan tambahan yang baru tiba ini adalah 1 (satu) unit truk, 1 (satu) unit pick up, 1 (satu) tenda dapur lapangan, 3 (tiga) set alat dapur/masak lapangan, 3 (tiga) buah tenda serbaguna dan 13 (tiga belas) Velbeth,” jelas Danrem 161/Wira Sakti.

Dandim 1624/Flotim Letkol Czi Imanda Setyawan bersama Dandenkes 09.04.01 Kupang Letkol Ckm dr Agus Saptiadi, Dandenbekang IX-44-01 Letkol Cba David W dan Dandenzibang 1/IX Letkol Czi Hanif Tupen, terus membantu pemerintah daerah dalam Penanganan Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Api Ile Lewotolok.

 Dinas Kesehatan dikoordinir oleh Dandenkes 09.04.01 Kupang Letkol Ckm dr Agus Saptiadi dan Kadis Kesehatan Lembata Dr Lucia Sandra Gunadi Anggrijatno memberikan pelayanan kepada pengungsi di Posko Utama, Jl Trans Lembata, Kel Lewoleba Tengah, Kec.Nubatukan Kab Lembata.

“Kali ini kami memberikan pelayanan kepada para pengungsi guna memastikan para pengungsi dalam keadaan sehat, berupa pembagian logistik siap pakai, pengecekan kesehatan dan juga Rapid Test,” ujar Dandenkes 09.04.01 Kupang.

Sarana Prasarana dalam hal ini MCK terus dikebut oleh Tim Denzibang 1/IX Kupang

“Secepatnya kami kerjakan prasarana MCK ini agar segara dapat dimanfaatkan oleh para pengungsi,” ungkap Dandenzibang 1/IX

Aktifitas memasak juga telah berjalan dibawah koordinasi dari Denbekang IX-44-01 Kupang.

“Tim kami bekerjasama dengan Tim Dapur Umum Satgas mulai memberikan bantuan masak makanan untuk para pengungsi, sekaligus distribusinya sehingga setiap pengungsi dapat dilayani dengan baik,” ungkap Dandenbekang IX-44-01.

Sementara itu Dandim  1624/Flotim Letkol Czi Imanda Setyawan juga menambahkan berbagai kegiatan yang dilaksanakan TNI dalam Satuan Tanggap Darurat.

“Anggota TNI melaksanakan senam pagi bersama para pengungsi di Posko Desa Tapolangu Kec Nubatukan, Kab Lembata, Apel bersama Basarnas dalam rangka kesiapan pengembalian pengungsi ke desa yang tidak terdampak, Bersama BPBD Lembata mengambil logistik di Lokasi Harnus untuk dibawa ke Posko Utama, Bersama Polri memantau dan mengawasi para pengungsi agar tidak abai protokol kesehatan, Evakuasi 35 masyarakat Desa Jontona, dll,” pungkas Dandim 1624/Flotim. (penrem161ws)