Yayasan Plan International Adakan Pelatihan Dasar Green Skill 2.0 di Desa Tubuhue

Soe,Mwartapedia.coom – Project Green Skill 2.0 (GS 2.0) merupakan kelanjutan Green Skill 1.0 yang telah dilaksanakan oleh Plan International Indonesia Kerjasama Kinara dan PT. Duta Argo Mandiri Soe pada tahun 2016-2018.Program ini bertujuan untuk mendukung generasi muda di pedesaan, terutama Perempuan-perempuan muda untuk berdaya secara ekonomi dan sosial melalui sumber pendapatan yang berkelanjutan dan pekerjaan yang layak dalam skema ekonomi hijau.

Pelatihan ini adalah pelatihan Dasar yang menyasar 330 orang Kaum muda dengan kisaran 70% dari Peserta adalah Perempuan yang ada di desa-desa dampingan PLAN kurang lebih 23 desa Di wilayah TTS dan TTU.Tenaga Fasilitatornya adalah Fasilitator lokal terlatih dan dilaksanakan secara parallel dalam bulan Desember ini. 

Adapun tujuan dari Pelatihan Dasar Green Skill 2.0 ini adalah untuk memberikan penguatan kapasitas kepada generasi muda di pedesaan terutama kaum Perempuan. Kemudian Outputnya mereka mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan tambahan dari materi-materi yang diberikan oleh fasilitator agar mereka dapat menghasilkan dokumen rencana usaha yang digunakan untuk pengembangan usahanya.

Kegiatan Pelatihan Green Skill 0.2 hari ini berlangsung Dikantor Desa Tubuhue diikuti oleh 18 Orang Peserta yang terdiri dari 7 Orang dari Desa Kesetnana Kecamatan Mollo Selatan Dan 11 Orang dari Desa Tubuhue Kecamatan Amanuban Barat. 

Pelatihan Dasar tersebut berlangsung Hari ini Rabu (9 – 11 /12/2020) dibuka oleh Sekertaris Desa Tubuhue, Petrus Nubatonis mewakili Kepala Desa yang berhalangan hadir. 

Selanjunya arahan dari Perwakilan Kirana,Natalia Caw yang dalam arahannya meminta semua peserta untuk betul-betul serius dan fokus 

“Semua peserta saya minta untuk tetap konsisten dalam mengikuti Pelatihan ini sampai selesai. Kelompok yang ada harus aktif dan kuat sebagai tim dalam bekerja”.Ujarnya mengakhiri arahan.

Pelatihan ini Di Fasilitasi oleh Dua Orang Fasilitator, masing-masing Maraike S.Y. Mella dan Esther Naty. Mereka akan memandu 6 materi antara lain:

Pengantar Gender, Perencanaan Usaha, Dasar-dasar Keuangan, pemetaan Kebutuhan Pasar, Meningkatkan Nilai Mutu dan Perencanaan Pemasaran Serta metode yang digunakan adalah metode pembelajaran dengan proses belajar bersama peserta berbagi pengalaman, Diskusi, praktik dan ceramah.

Untuk Hari ini ada dua materi yang dibahas, yakni Pertama, Pengantar Gender yang difasilitasi oleh, Esther Naty. 

Dalam prosesnya Fasilitatasinya mengawali dengan perkenalan Dan penjelasan tentang tujuan seasi dan free test bagi peserta kemudian peserta dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan jenis kelamin. Selanjutnya masing-masing kelompok diminta memikirkan dan menuliskan harapan keluarga atau orang-orang disekitanya sebagai orang muda. Kemudian ada penjelasan tentang perbedaan gender Seks dan Jenis kelamin lalu didiskusikan secarah bersama. Dan terakhir Fasilitator memberi penjelasan serta bersama Peserta berdiskusi tentang Peran Produktifitas, Peran Reproduktif Dan Pkerjaan Sosial. 

Materi Kedua,tentang Perencanaan Usaha yang dipandu langsung oleh, Maraike S. Y. Mella yang Mengajak semua Peserta berdiskusi lebih kedalam tentang Rencna usaha yang meliputi tujuan Rencana Usaha, Komponen Rencana Usaha seperti tujuan, ringkasan usaha,jenis usaha, alasan /latar belakang Usaha,rantai nilai Usaha, pilihan potensi Usaha, analisis pesaing, analisis internal,analisis pasar/target pembeli, penentuan harga dan biaya, modal, alur pendapatan, dampak Usaha, kebutuhan investasi dan lain-lain. 

Ditempat yang sama, media ini sempat menemui salah seorang peserta Kaum Perempuan, Adelina Saluk yang adalah delegasi Desa Tubuhue untuk diminta tanggapannya seputar Pelatihan Dasar Green Skill 2.0 ini. 

Dirinya sangat bersyukur dan bangga dapat ikut kegiatan ini karena sangat bermanfaat.

“Saya sangat bersyukur dan bangga sekali bisa terlibat sebagai peserta karena akan mendapat pengetahuan yang begitu penting tentang peran Perempuan dalam dunia usaha”.Pungkas Adel dengan senyuman manisnya.(Muty).




Bupati Lembata Pimpin Rapat Bersama Forkopimda Bahas Skema Penanganan Pengungsi

Lewoleba,Wartapedia.com  –  Rapat Analisa dan Evaluasi (ANEV) yang dipimpin langsung oleh Bupati Lembata, didampingi Forkopimda, Rabu (9/12/2020), disampaikan sebagai berikut dalam point yang dibahas diantaranya adalah Skema penanganan pengungsi dalam masa pandemi Covid -19.

Buoati Lembata, Eliatser Yentji Sunur, S.T, M.T mengatakan Setiap Posko penanganan pengungsi wajib memperhatikan protokol kesehatan. Komando diminta untuk senantiasa mengedukasi warga pengungsi untuk disiplin terhadap protokol kesehatan. 

“Setiap pengungsi wajib dirapid test dan apabila ditemukan ada yang reaktif maka segera dilakukan swab test termasuk seluruh keluarga yang menampung dan warga yang kontak erat. Selanjutnya dipusatkan kembali pada ruangan tersendiri untuk mengantisipasi penyebaran lebih lanjut apabila hasil swabnya dinyatakan positif,”Ungkapnya.

Dengan tegas dirinya menambahkan untuk penangan Covid–19 bagi warga pengungsi sifatnya tegas dan tidak tawar menawar,mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku selama ini dalam penanganan covid-19.

“Komando tanggap darurat diminta untuk tidak tolerir  terhadap penegakan protokol kesehatan sesuai pedoman penanganan Covid-19 yang berlaku,”Tegasnya.

Untuk Pengawasan dan pengendalian penangan pengungsi, Bupati Lembata menerapkan aturan sebagai berikut.

1. Inspektur diminta agar secara simultan melakukan pengawasan,pengendalian dan pendampingan terhadap pelaksanaan tugas setiap bidang/bagian/seksi Komando Tanggap Darurat baik dari aspek keuangan maupun logistik.

2 .Seluruh logistik yang berkaitan dengan kebutuhan hunian pengungsi,makanan siap saji,kebutuhan mandi/cuci,obat-obatan agar segera didistribusikan dalam kesempatan pertama kepada para pengungsi sesuai kebutuhan dan tidak mengendap berlama-lama di gudang logistik. Untuk hal ini, manajemen logistik dan pergudangan agar diperbaiki,disederhanakan dan tidak mengabaikan aspek administrasi. 

3. Komando tanggap darurat agar melakukan edukasi/sosialisasi/himbauan kepada seluruh donatur, agar bantuan logistik tidak langsung disalurkan kepada pengungsi namun perlu melapor kepada Komando Tanggap Darurat untuk dilakukan pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terutama selama masa pandemi Covid-19 ini.

4. Camat Ile Ape dan Ile Ape Timur diperintahkan untuk membuka posko pengendalian pada pintu masuk wilayah masing-masing, dan mengerahkan seluruh staf berkantor di lokasi posko dan mengatur jadwal jaga pada posko tersebut selama 24 jam, mengawasi dan mencatat setiap pengunjung yang masuk/keluar  ke wilayah kecamatan masing-masing serta melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Bupati secara berkala.

5. Komando Tanggap Darurat agar mengedukasi warga serta mengajak warga pada 10 desa di Kecamatan Ileape yang tidak termasuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) II untuk kembali ke desa masing-masing dan melaksanakan aktivitas sebagaimana biasa sesuai rekomendasi Kepala Badan Geologi, cq. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Nomor : 761.Lap/45/BGL.V/2020 tanggal 29 November 2020 perihal Peningkatan Tingkat Aktivitas Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata Provinsi Nusa Tenggara Timur. 

“Komando Tanggap Darurat agar menyusun jadwal dan Tim Khusus untuk membantu menyiapkan makanan dan minuman pengungsi dan petugas selama masa tanggap darurat,”Pungkasnya.

Penulis.  : Roy

Editor.     : Mery




Danlantamal VII Bersama Rombongan Peduli Kemanusiaan Erupsi Gunung Berapi Ile Lewotolok Tiba di Lembata

Lewoleba,Wartapedia.com  – Pemerintah daerah kabupaten Lembata bersama Forkopimda Kabupaten Lembata melaksanakan penjemputan Komandan Danlantamal VII Kupang Laksma TNI IG Kompiang Arigawa bersama rombongan yang dipimpin oleh Danlantamal VII Kupang Laksma TNI I.G. Kompiang Arigawa yang berlangsung di Jeti Apung ex Harnus, kabupaten lembata, rabu (8/12/2020).

Komandan Lantamal VII dalam kunjungan ini mengatakan tujuan dalam kunjungan kerja ini  adalah melihat dan memantau  secara langsung korban bencana erupsi gunung berapi Ile Lewotolok Kabupaten Lembata

Dalam misi kemanusiaan ini sejumlah petinggi TNI-AL memberikan bantuan kepada warga terdampak pasca taburan vilkanik gunung berapi ile lewotolok yang diserahkan kepada bupati Lembata Eliatser Yentji Sunur selaku pemerintah kabupaten Lembata secara simbolis

Rombongan  melihat situasi para pengungsi yang berada ditenda-tenda dan langsung bertolak ke titik lokasi letusan gunung pada Minggu 29/11/2020 pekan lalu di kecamatan Ile Ape Timur dan kecamatan Ile Ape.

Bantuan yang diberikan berupa sembako dan juga pakaian layak pakai dan profil thank serta barang lainnya,tak hanya itu Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMTI) juga turut berpartisipasi atas misi kemanusiaan yang terjadi pada korban vulkanik gunung Ile Lewotolok di kabupaten Lembata dengan menggunakan kapal perang KRI.PANDRONG 801 yang tiba di pelabuhan laut Lewoleba siang tadi.

Lebih jauh Komandan Lantamal VII Kupang mengatakan dalam misi tiba dikabupaten Lembata adalah sebagai wujud dan misi untuk peduli terhadap kejadian yang menimpa warga kecamatan Ile Ape Timur dan kecamatan Ile Ape di kabupaten Lembata, pimpinan AL saat ini peduli terhadap bencana di seluruh Indonesia salah satunya di propinsi NTT dimana gerakan peduli bencana terhadap saudara-saudara kita yang sudah berjalan kurang lebih 9 hari.

“Saat ini kami sudah menggerakkan pasukan diantaranya dari Lanal Maumere untuk bisa membantu pemerintah dalam rangka percepatan menanggapi bencana erupsi untuk para pengungsi dari rumah mereka ke posko yang sudah disiapkan oleh pemerintah daerah kabupaten”ujarnya.

Sementara itu Bupati Lembata Eliatser Yentji Sunur menambahkan bahwa menyampaikan terimakasih kepada keluarga besar AL yang memberikan perhatian tentunya kita wujudkan dengan segala tanggung jawab,

“Saya menghimbau kepada warga pengungsi agar tetap menjaga situasi dan kondisi karena kita sudah memasuki musim hujan dimana sangat rentan demam berdarah, Malaria,diare,semua harus aktif untuk dilayani oleh tim medis dan kesehatan pengungsi harus dijamin,”Pungkasnya.

Penulis.  : Roy

Editor.     : Mery




Kerjasama PSMTI NTT dan Lantamal VII Salurkan Bantuan Bagi Korban Erupsi Ile Lewotolok

Kupang,Wartapedia.com  – Aksi Kemanusiaan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMTI) Nusa Tenggara Timur  memberikan bantuan kemanusiaan bagi korban erupsi gunung berapi Ile Lewotolok bekerjasama dengan Lantamal VII atau TNI AL untuk diserahkan langsung kepada Bupati Lembata dan ketua DPR kabupaten Lembata pada Senin (07/12/2020).

Pada kesempatan tersebut ketua PSMTI  NTT Bapak Hengky Lianto bersama rombongan keluarga besar PSMTI NTT yang terdiri dari keluarga besar marga Tionghoa seluruh NTT yang berada di Kota Kupang menyerahkan bantuan kemanusiaan yang ditujukan kepada para korban erupsi dari gunung Ille Lewotolok di kabupaten Lembata.

“Kami dari PSMTI NTT  mengumpulkan sejumlah bantuan kemanusiaan dan setelah mendapat informasi dari rekan PSMTI yang berada di Lewoleba bahwa mereka membutuhkan yang paling banyak adalah spon atau kasur tempat tidur,  kursi roda, terpal dan untuk  selama di pengungsian mereka maka PSMTI NTT menyiapkan pengiriman barang tersebut bekerja sama dengan Lantamal VII yang dipimpin oleh komandan Lantamal VII, Laksamana I.G. Kompiang Arigawa menggunakan kapal  perang KRI.Pandring membawa bantuan dari PSMTI NTT dan juga dari TNI AL untuk dibawa langsung menuju ke Lembata,”Ujarnya.

Ditambahkan, kerjasama ini dilaksanakan antara lain PSMTI NTT  menyiapkan bantuan sedangkan TNI AL membantu membawa barang-barangnya  selain itu  TNI AL juga memberikan bantuan sembako dan lain-lain.

“Kami dari PSMTI NTT mengucapkan terima kasih kepada TNI AL dan kedepan kami akan selalu siap untuk terus  melakukan kerjasama peduli kemanusiaan seperti ini,”Ungkapnya.

Kegiatan yang berlangsung yaitu penyerahan dari ketua PSMTI NTT  kepada komandan Lantamal dan dari Komandan menyerahkan kepada komandan kapal KRI yang akan diterima nanti oleh bapak Bupati Lembata di Lembata.

Ditempat yang sama Komandan Lantamal VII menyampaikan terima kasih kepada PSMTI NTT yang telah mrngambil bagian bekerjasama untuk memberikan bantuan kepada pengungsian korban erupsi gunung Ile Lewotolok.

“Kami TNI AL telah menyiapkan posko peduli kemanusiaan di Lantamal VII jadi barang siapapun yang ingin membantu pengungsi di Lembata bisa datang ke pos  untuk pengirimannya bantuannya,”Pungkasnya. (ML)