Kasus Retraen, Dipertanyakan Kenapa Polisi Tidak Olah TKP Amankan BB ?



KUPANG,,Wartapedia.com  – Kasus Tindak Pidana Pengeroyokan berencana yang terjadi di Desa Retraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, Propinsi NTT, tepatnya di kebun milik korban, Yoktan Tnunay, Arwadi Tnunay dan Benyamin Tnunay, rupanya menyisakan persoalan baru, terkait tidak dilakukannya olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Pasalnya saat terjadinya peristiwa tindak pidana pengeroyokan oleh para pelaku, Roni subu, Cs, Barang Bukti (BB) berupa sepeda motor milik Yoktan Tnunay, juga dihancurkan para pelaku di lokasi TKP, tidak dipasang Police Line.

Muthiara Ayako, SH, salah satu Kuasa Hukum para korban, akhirnya angkat bicara mempertanyakan, mengapa polisi tidak melakukan olah TKP dan memasang Police Line, guna mengamankan Barang Bukti di lokasi TKP?

“Fakta ini yang perlu kita gugat, mengingat Barang Bukti yang turut serta di hancurkan dalam peristiwa pidana pengeroyokan, yang sudah semestinya mendapat perlindungan hukum dengan pengamanan Police Line, ternyata dibiarkan begitu saja tanpa ada olah TKP”.Tegas Muthiara Ayako kepada media ini, Selasa (3/11/2020).

Selain tidak adanya olah TKP pasca kejadian tersebut lanjut Muthiara, pihaknya juga mendesak polisi untuk segera melakukan penangkapan terhadap para pelaku dan ditahan atas peristiwa tindak pidana pasal 170 dengan ancaman pidana diatas lima (5) tahun, sebagaimana diamanatkan pasal 21 ayat (4) KUHAP.

“Yang jelas kita patut pertanyakan alasan mengapa polisi tidak melakukan olah TKP dan memasang Police Line untuk mengamankan Barang Bukti? Selain itu kita mendesak agar pelaku segera ditahan dan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku”.Harap Ayako.

Sementara itu informasi lain yang diterima media ini menyebutkan, baru – baru ini pihak korban dan keluarganya telah mendatangi Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surya NTT, untuk menyerahkan bukti – bukti kepemilikan tanah miliknya untuk dilakukan upaya hukum selanjutnya.

“Kami sudah serahkan surat – surat bukti kepemilikan tanah termasuk surat pajak tanah kepada pihak LBH Surya NTT. Semoga masalah ini segera diproses agar kami bisa mendapat keadilan”.Pinta Yoktan Tnunay. (ML)




Kembali Salurkan Bantuan, Ida Neno: Terima Kasih Ibu Ria

Oelamasi,Wartapedia.com  –  Ida Neno seorang penerima bantuan sembako yang disalurkan oleh Ibu Ria merasa sangat berterima kasih, dimana pada masa pandemi seperti ini, dirinya merasa masih ada orang yang begitu tulus memberikan bantuan kepada orang yang sangat membutuhkan.

Hal ini diungkapkan oleh Ida Neno saat menerima bantuan yang berlangsung di Dusun 4 Desa Niukbaun, Kecamatan Amarasi Barat (Ambar) Kabupaten Kupang, Kamis (3/12/2020).

Kepada media ini, Ida Neno mengatakan sangat bersyukur dan terharu atas bantuan yang diterima karena  orang yang memberikan bantuan tidak hadir untuk menyerahkan bantuan secara langsung.

“Terima kasih banyak atas bantuan yang sudah kami terima dan saya berdoa semoga kedepan Ibu Ria selalu dilindungi dan diberkati Tuhan,”Ungkapnya sambil meneteskan air mata.

Bantuan sembako yang terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng dan daun teh yang diserahkan oleh Yeti Neno merupakan bantuan yang kesekian kalinya dilakukan oleh Ibu Ria.

Kepada media ini, Yeti Neno mengatakan bantuan yang disalurkan saat ini di prioritaskan kepada warga Dusun 4, hal ini disebabkan karena masih ada ibu-ibu dan bapak-bapak didusun ini yang sangat membutuhkan bantuan seperti ini.

“Saya sendiri berasal dari dusun ini sehingga sangat tahu betul kondisi masyarakat disekitar sini dan  siapa-siapa yang pantas menerima bantuan ini,”Tututrnya.

Dirinya mengatakan jauh sebelum pandemi Covid-19, Ibu Ria sudah menyalurkan bantuan dalam bentuk uang dan sembako dimana bantuan tersebut menyebar di seluruh NTT.

“Bantuan yang disalurkan sudah beberapa tempat dan nanti menjelang hari raya Natal, kami juga akan memyalurkan bantuan bagi warga eks Timtim yang berada di Tuapukan,Pungkasnya. (ML)




Kadis Pariwisata Lembata Dorong Paralayang Bertajuk Lembata New Normal Festival

Lewoleba,Wartapedia.com  – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Lembata Apolonaris Mayan kepada wartawan media wartapedia.com dengan tajuk Lembata new normal festival dengan tetap mengikuti standar protokol kesehatan, Senin (04/12//2020).

Apolonaris mengatakan untuk event nanti tepat tanggal 4-6 Desember 2020, Tidak hanya paralayang tetapi berbagai event yang akan dilaksanakan dimana ada pameran ekonomi kreatif fashion show dan masih banyak lagi.

“kegiatan ini bertujuan untuk mendorong agar masyarakat jangan berlarut dalam suasana covid namun kita dorong event agar masyarakat bangkit dan optimis dalam menggerakkan roda ekonomi meski ditengah badai Pandemi COVID-19 yang ada di kabupaten Lembata,sesuai instruksi presiden Jokowi tentang Pemilihan Ekonomi Nasional,”Ungkapnya.

Apol mrnambahkan berbagai persiapan secara internal maupun eksternal sudah di persiapkan secara baik dalam menyambut event ini,

“Tujuan paling utama kita adalah pemberdayaan Sumber Daya Manusia lokal dan nantinya berefek kepada masyarakat Lembata itu sendiri dan dalam tajuk Pemilihan Ekonomi Nasional,”Kata Apol.

Apol juga saat dikunjungi oleh awak media diruang kerjanya membeberkan bahwa jumlah atlit yang akan datang di kabupaten Lembata pada event Lembata new normal festival sebanyak limah puluh limah orang dengan pesawat yang di persiapkan oleh Danlanud dari pusat.

“Event ini juga mendapat respon positif dari kementerian pariwisata dan seluruh anggaran bersumber dari kementerian pihak dinas hanya sebagai tuan rumah dan fasilitator agar tercapainya tujuan bersama,”Pungkasnya.

Penulis. : Roy

Editor.    : Mery