Sebagai Perekat Kebhinekaan, Pancasila Harus Ditanamkan Dalam Setiap Sendi Kehidupan

Kupang, Wartapedia.com  – Sebagai negara yang sangat majemuk karena terdiri dari berbagai suku, bahasa, RAS dan agama, maka para pendiri bangsa Indonesia menempatkan Pancasila sebagai dasar negara. Hal ini dimaksudkan agar paham radikalisme dan intoleransi tidak mendapat tempat di bumi pertiwi.

Anggota DPD RI, Abraham Paul Liyanto, saat melakukan sosialisasi empat (4) pilar kebangsaan kepada 50 tenaga pengajar  dalam memperingari hari PGRI di Kota Kupang, Kamis (26/11/2020) mengatakan, sebagai anak bangsa seharusnya kita bangga memiliki Pancasila yang mampu menyatukan perbedaan.

“Saya bahkan sering membandingkan ideologi luar, misalnya Indonesia bandingkan dengan Timor Tengah. Di sana satu agama, satu bahasa, satu suku tapi negaranya banyak”, kata Paul Liyanto.

Sementara Indonesia, lanjut Paul, memiliki 714 suku, 1001 bahasa, dan 6 agama, namun hanya terdiri dari 1 Negara Kesatuan yakni NKRI.

“Bayangkan dari 2 juta penduduk Indonesia dan 17 ribuan pulau, 6 Agama, 700 lebih suku, tapi kita bisa bersatu, dan rohnya itu ada di Pancasila”, pungkas Paul.

Lebih lanjut, Paul Liyanto, mengatakan, sebagai penerus bangsa, generasi muda harusnya menanamkan ideologi pancasila dalam setiap sendi kehidupan agar mereduksi paham radikalisme.

“Jadi logikanya jangan kita berdebat soal agama, apa dasar kita, apa dasar di sana (Timor Tengah). Tinggal ‘you‘ pilih, di Timor Tengah cuma 50 juta penduduk tapi 16 negara, beratem lagi terus itu”, kata Paul Liyanto.

Oleh karena itu, sebagai senator, Ia berharap para guru dapat menanamkan nilai – nilai Pancasila kepada anak didik sejak dini.

“Dalam 10 tahun terakhir ini, pemahaman tentang pancasila sebagai roh dari bangsa ini sudah dipahami 50 persen masyarakat. maka sudah harus dimasukan dalam kurikulum, dan harus diatur dalam undang – undang”, ungkap Paul. (ML)




DPP Surosowan Indonesia Bersatu, Apresiasi dan Dukung Komjen Pol Boy Rafli Amar Jadi Kapolri

 

JAKARTA,Wartapedia.com  – Dengan Akan memasuki masa Pensiun, Kapolri Jenderal   Pol Idham Azis terus melakukan Reformasi Birokrasi di tubuh Kepolisian, namun bursa calon Kapolri sudah menggaung diperbincangkan

Ketua Umum DPP Surosowan Indonesia Bersatu Tb Uuy Faisal Hamdan saat ditemui team media di kawasan Senayan, Jakarta pada Jumat (27-11-2020) mengungkapkan

“Kami dari DPP Surosowan Indonesia Bersatu, mengapresiasi dan memberikan dukungan kepada Komjen Pol Boy Rafli Amar yang sekarang menjabat Kepala BNPT. Saya mengenal beliau semenjak menjadi Kapolda Banten, beliau sangat baik dan dekat dengan aktivis pemuda. Salah satu syarat menjadi Kapolri sudah ditangan beliau, Dua kali menjadi Kapolda, yakninya Polda Banten dan Polda Papua, dan sekarang memimpin BNPT dengan pangkat bintang tiga”, ungkap Tb Uuy Faisal Hamdan

Tb Uuy Faisal Hamdan juga menjelaskan sosok Komjen Pol Boy Rafli Amar yang selalu diamati

“Komjen Pol Boy Rafli memulai karier profesinya di Polri sebagai Reserse Polri mulai dari Awal Perwira Pertama sampai Perwira Tinggi. Banyak Kasus yang sudah ditangani, diantaranya kasus bom dan terorisme, seperti yang kita saksikan dulu kasus Bom Bali, beliau berperan penting menangani kasus ini”, jelas Uuy seorang pengacara muda asal Banten ini

Dihubungi secara terpisah Ketua LBH Surosowan, Advokat Alexander Pane, berpendapat

“Kiprah dan sosok Komjen Pol Boy Rafli Amar tidak diragukan lagi, beliau sukses memimpin dimana pun ditempatkan, kami dukung dan beliau yang yang tepat untuk menjadi Kapolri kedepan, karena menurut kami sosok seperti Komjen Boy lah yang bisa diterima disemua kalangan”, ulas Alexander Pane

Sementara itu, Ketua Umum Surosowan Muda Indonesia Megy Aidillova menambahkan

“Mengenal Komjen Pol Boy Rafli Amar semenjak beliau menjadi Kapoltabes Kota Padang (Sumatera Barat) sewaktu beliau masih berpangkat Kombes. Kepedulian beliau amat sangat dirasakan sewaktu gempa besar yang meluluh-lantakan kota Padang pada tahun 2009, beliau mempunyai jiwa sosial yang tinggi, sigap dan cepat tanggap terhadap bencana. Dari segi kemampuan komunikasi pun sama-sama kita ketahui sangatlah mumpuni, dari Kabid Humas Polda Metrojaya, sampai Kadiv Humas Mabes Polri, serta juga merupakan seorang Datuk (Penghulu Adat) di kampung Bukittinggi. Sifat humanis inilah yang membuat masyarakat respon positif terhadap institusi Polri nantinya”, tutur Megy Aidillova yang juga Wasekjen DPP KNPI yang berdarah minang ini. (red)