Tim Wasev Mabes TNI Laksanakan Peninjauan Progres TMMD ke-119 Kodim 1618/TTU

Kefamenanu,nwartapedia.com – Rombongan Tim Wasev Mabes TNI Mayjen TNI. Alvis Anwar, S.A.P., M.Tr. Han (Wakil Inspektur Jenderal Wairjen TNI) Dan Letkol Inf Amin M. Said S.H., yang di dampingi Langsung oleh  Dansatgas TMMD Dandim 1618/TTU Letkol ARM Laode Irwan Halim S.I.P.,M.Tr.,(Han)., Tiba Di Desa Makun, Kec. Biboki Feotleu, Kab. TTU dalam rangka Peninjauan Progres TMMD yang ke 119, Dalam hal ini Pembangunan Sekolah SMKN Peternakan Feotleu.

Setibanya Di Desa Makun, Senin 04/03/2024., Tim Wasev Mabes TNI Yang di Dampingi Langsung Oleh Dandim 1618/TTU dan rombongan lainya Melihat Langsung secara Detail Progres pembangunan Sekolah ini.

Dalam kunjungan yang penuh makna dan dedikasi, Tim Wasev Mabes TNI Mayjen TNI. Alvis Anwar, S.A.P., M.Tr. Han (Wakil Inspektur Jenderal Wairjen TNI) Di Dampingi Oleh Letkol Inf Amin M. Said S.H., Dan Dansatgas TMMD Dandim 1618/TTU Letkol ARM Laode Irwan Halim S.I.P.,M.Tr.,(Han)., dengan tegas menyampaikan pentingnya program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-119 di Wilayah Kodim 1618/TTU. Program ini bukan sekadar inisiatif biasa, melainkan merupakan wujud nyata dari komitmen Markas Besar TNI untuk mengatasi kesulitan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia.

“Saat ini, TMMD dilaksanakan di 50 lokasi di seluruh Indonesia, dan salah satunya berada di wilayah Kodim 1618/TTU, tepatnya di Desa Makun,” ungkap Tim Wasev Mabes TNI dengan penuh semangat.

Sasarannya sangat jelas, membangun Lima (5)., ruang kelas SMKN Peternakan Feotleu. Namun, pembangunan ini bukanlah tugas yang dapat dijalankan sendiri oleh TNI semata. Kerjasama dengan pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat Desa Makun menjadi kunci keberhasilan pembangunan ini.

“Kita berharap dalam waktu kurang lebih satu bulan, progres pembangunan dapat selesai dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat serta siswa-siswi SMK N Feotleu,” tambah Tim Wasev Mabes TNI, sambil menyoroti pentingnya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desa tersebut.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, TMMD juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan kemanunggalan antara TNI dan masyarakat. Melalui interaksi dan komunikasi yang intens, diharapkan masyarakat dapat tumbuh rasa cinta dan kepercayaan terhadap TNI, serta menjadi bagian aktif dalam membangun bangsa dan negara.

“Saya hadir di Desa ini Desa Makun untuk melakukan pengawasan terhadap progres kegiatan TMMD ke-119 Kodim 1618/TTU, dan memastikan bahwa semua yang direncanakan oleh Bapak Dandim 1618/TTU dapat terlaksana dengan baik,” tegas Tim Wasev Mabes TNI.

Sementara itu, banyak kegiatan teritorial TNI terus berlangsung untuk membantu kesulitan masyarakat sekitar. Seperti TMMD menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen TNI dalam membangun kemanunggalan dengan rakyat, dengan menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari air bersih, Rumah Tidak Layak Huni, hingga peningkatan kesejahteraan dan pendidikan.

Dengan semangat kemanunggalan yang terus berkobar, TMMD ke-119 di Kodim 1618/TTU menjadi tonggak penting dalam membangun kebersamaan dan kemajuan bagi masyarakat desa Makun dan Indonesia secara luas. Ucap Tim Wasev.

(Pendim 1618/TTU).




Setelah Dua Tahun Terhenti, Perumda Kota Kupang Bersiap Uji Aliran Air di TDM dan Kayu Putih

Kupang, nwartapedia.com — Perumda Air Minum Kota Kupang bersama UPTD Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyiapkan uji coba pengaliran air minum di sejumlah wilayah Kota Kupang.

Persiapan tersebut dibahas dalam pertemuan antara Perumda Air Minum Kota Kupang dan UPTD SPAM Provinsi NTT yang berlangsung di Kantor Perumda Air Minum Kota Kupang, Jumat, 2 Oktober 2026.

Uji coba pengaliran menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan jaringan dan infrastruktur air minum yang sebelumnya telah berhenti digunakan selama kurang lebih dua tahun.

Wilayah yang menjadi sasaran awal uji coba yakni Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM) dan Kelurahan Kayu Putih. Sementara Kelurahan Oebobo masih dalam tahap penjajakan.

Pertemuan tersebut dihadiri Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM., Kepala Bagian Teknik Elsy Evelyn Bengu, ST., M.Eng., Kepala UPTD SPAM Provinsi NTT Erasmus Jogo, SE., MM., bersama tim.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, mengatakan pengujian perlu dilakukan terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi jaringan dan infrastruktur yang akan digunakan kembali.

“Kita berterima kasih kepada Kepala UPTD SPAM Provinsi NTT, Pak Erasmus Jogo bersama tim yang pada pagi hari ini sudah datang di Kantor Perumda Air Minum Kota Kupang, untuk membahas lanjutan dari PKS sebelumnya,” kata Isidorus.

Ia menjelaskan, pertemuan tersebut membahas rencana uji coba pengaliran yang sebelumnya telah berhenti selama sekitar dua tahun.

“Kita memang membutuhkan uji coba pengaliran untuk memastikan apakah infrastruktur air bersih kita ini sudah siap dan masih berfungsi dengan baik atau tidak,” ujarnya.

Hasil uji coba nantinya akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan kesiapan jaringan sebelum kerja sama jual beli air antara UPTD SPAM Provinsi NTT dan Perumda Air Minum Kota Kupang dilanjutkan ke tahap pelayanan.

Kepala UPTD SPAM Provinsi NTT, Erasmus Jogo, mengatakan kerja sama tersebut pada prinsipnya diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air minum masyarakat Kota Kupang.

Menurut Erasmus, air merupakan kebutuhan dasar sehingga pelayanan kepada masyarakat perlu terus diupayakan.

“Karena air itu sangat dibutuhkan dan merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh pemerintah, masyarakat harus terlayani dengan baik. Jadi kita tidak boleh membiarkan masyarakat terlalu lama untuk tidak mendapatkan air bersih,” ujarnya.

Sebelum uji coba pengaliran dilakukan, Perumda Air Minum Kota Kupang juga akan melakukan sejumlah persiapan teknis di lapangan.

Kepala Bagian Teknik Perumda Air Minum Kota Kupang, Elsy Evelyn Bengu, mengatakan pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan melibatkan RT, kelurahan dan forum pelanggan.

Sosialisasi tersebut bertujuan mendapatkan informasi dari masyarakat sekaligus mengetahui minat pelanggan untuk kembali berlangganan layanan Perumda Air Minum Kota Kupang.

“Sosialisasi ke masyarakat ini bertujuan untuk memperoleh informasi dari pelanggan serta mengetahui minat masyarakat untuk berlanggan kembali ke Perumdam,” kata Elsy.

Selain sosialisasi, petugas baca meter akan melakukan pengecekan terhadap meter pelanggan di wilayah yang masuk dalam rencana uji coba.

Pengecekan dilakukan untuk memastikan meter pelanggan masih dalam kondisi baik dan dapat digunakan apabila pelayanan air minum kembali berjalan.

Melalui tahapan tersebut, Perumda Air Minum Kota Kupang bersama UPTD SPAM Provinsi NTT berupaya memastikan kesiapan teknis sebelum pengaliran dilakukan.

Uji coba ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mendukung kembali pelayanan air minum di wilayah yang menjadi sasaran serta memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan air bersih di Kota Kupang. (MI)




SPI Ungkap Kinerja Perumda Air Minum Kota Kupang Meningkat, Nilai Kesehatan Capai 2,90

Kupang, nwartapedia.com  –  Satuan Pengawas Intern (SPI) Perumda Air Minum Kota Kupang mengungkap adanya peningkatan kinerja perusahaan dalam satu tahun terakhir.

Hasil evaluasi menunjukkan Perumda Air Minum Kota Kupang tetap berada dalam kategori sehat dengan nilai kinerja yang meningkat dari 2,88 pada 2025 menjadi 2,90 pada semester pertama 2026.

Capaian tersebut disampaikan Kepala Satuan Pengawas Intern (SPI) Perumda Air Minum Kota Kupang, Marius Robert Seran, SE, MM, dalam konferensi pers bertajuk “Setahun di Jalan, Kolaborasi Kinerja Nyata Perumda Air Minum Kota Kupang” yang berlangsung di Aula Tirta, Selasa, 28 September 2026.

Marius menjelaskan, evaluasi tingkat kesehatan perusahaan dilakukan berdasarkan sejumlah parameter yang mencakup empat aspek utama, yakni keuangan, pelayanan, operasional, serta sumber daya manusia.

Penilaian tersebut mengacu pada standar tingkat kesehatan berdasarkan Keputusan Ketua BPPSPAM Nomor 002/KPTS/K-6/IV/2010.

Dalam standar tersebut, perusahaan dengan nilai di bawah 2,2 masuk kategori sakit, nilai 2,2 hingga 2,8 masuk kategori kurang sehat, sedangkan nilai di atas 2,8 masuk kategori sehat.

“Pada tahun 2025 berdasarkan hasil evaluasi kinerja yang sudah divalidasi, Perumda Air Minum Kota Kupang berada pada kategori sehat dengan nilai 2,88. Untuk semester pertama 2026, berdasarkan capaian yang sudah diperoleh, kita melakukan penilaian kinerja mandiri dan masih berada dalam kategori sehat dengan peningkatan nilai menjadi 2,90,” jelas Marius.

Menurut Marius, salah satu perkembangan yang terlihat dalam evaluasi adalah dari sisi keuangan.

Pada 2025, Perumda Air Minum Kota Kupang masih mencatat kerugian sekitar Rp25 juta. Namun, hingga tahun berjalan 2026, perusahaan telah mencatat laba sekitar Rp137 juta.

Perubahan tersebut turut berpengaruh terhadap kemampuan operasional perusahaan.

Marius menyebut kemampuan operasional perusahaan yang sebelumnya sekitar Rp788 juta pada 2025, meningkat menjadi sekitar Rp1 miliar 58 juta pada 2026.

Menurutnya, peningkatan kemampuan keuangan menjadi salah satu faktor yang dapat memperkuat kapasitas perusahaan dalam menjalankan operasional dan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

Pada aspek pelayanan, SPI juga mencatat pertumbuhan jumlah pelanggan Perumda Air Minum Kota Kupang.

Data evaluasi menunjukkan jumlah sambungan rumah (SR) pada 2025 sebanyak sekitar 17.991 SR. Sementara sampai dengan Agustus 2026 jumlah tersebut telah mencapai sekitar 19.995 SR.

Dengan demikian, terjadi peningkatan lebih dari 1.000 sambungan rumah.

Marius mengatakan pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator positif dalam perkembangan pelayanan Perumda Air Minum Kota Kupang.

“Penambahannya cukup signifikan, di atas 1.000 SR. Selama ini penambahan pelanggan paling sekitar 300 sampai 900, tetapi sampai Agustus sudah ada peningkatan yang cukup besar,” katanya.

Selain pertumbuhan pelanggan, SPI juga mencatat adanya peningkatan jam pelayanan air.

Pada 2025, jam pelayanan tercatat sekitar 11 jam. Sementara pada 2026 meningkat menjadi sekitar 16 jam.

Peningkatan jam pelayanan tersebut berkaitan dengan upaya perusahaan untuk memperbaiki kuantitas dan kontinuitas setra kualitas pengaliran air.

Marius menjelaskan, indikator pelayanan masih dapat berubah karena penilaian tahun 2026 belum mencakup keseluruhan tahun.

Begitu pula dengan aspek operasional, termasuk jumlah air yang didistribusikan, yang masih akan dihitung secara keseluruhan setelah memasuki akhir tahun.

Karena itu, hasil evaluasi semester pertama 2026 belum menjadi hasil akhir kinerja tahunan perusahaan.

Marius menegaskan, SPI memiliki peran melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan di lingkungan Perumda Air Minum Kota Kupang.

Berbagai program dan aktivitas yang dilaksanakan masing-masing bagian dievaluasi secara kelembagaan untuk melihat kesesuaiannya dengan kebijakan serta target perusahaan.

“Semua capaian dari setiap bagian akan kita evaluasi secara kelembagaan berdasarkan ketentuan dan parameter yang ada,” ujarnya.

Menurut Marius, capaian yang diperoleh perusahaan selama satu tahun merupakan hasil dari pelaksanaan kebijakan direktur yang diterjemahkan oleh masing-masing bagian sesuai tugas dan fungsi.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM, dalam sambutannya mengatakan berbagai capaian yang disampaikan SPI merupakan bagian dari perjalanan perusahaan selama satu tahun kepemimpinannya.

Ia menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Perumda Air Minum Kota Kupang.

“Memang satu tahun saya sebagai Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang. Perjalanan ini kita jalani bersama. Karena itu saya selalu mengajak teman-teman untuk sama-sama berada di jalan kolaborasi,” kata Isidorus.

Menurutnya, SPI memiliki posisi penting dalam memastikan setiap pelaksanaan program dan kegiatan perusahaan dapat diawasi serta dievaluasi secara internal.

Ia berharap hasil evaluasi SPI dapat menjadi bahan perbaikan untuk meningkatkan kinerja perusahaan pada tahun berikutnya.

Isidorus juga mengajak seluruh jajaran Perumda Air Minum Kota Kupang untuk terus menjaga kerja sama dan memperkuat rasa memiliki terhadap perusahaan.

“Teman-teman di sini adalah bagian penting dari perusahaan ini. Karena itu kita harus bersama-sama melakukan yang terbaik agar apa yang kita kerjakan bisa dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap berbagai capaian selama tahun pertama dapat menjadi dasar untuk melakukan pembenahan dan peningkatan pelayanan pada tahun kedua dan seterusnya.

Dengan evaluasi yang dilakukan SPI serta kerja bersama seluruh bagian, Perumda Air Minum Kota Kupang diharapkan dapat terus memperkuat kinerja keuangan, pelayanan, operasional dan sumber daya manusia demi peningkatan pelayanan air minum kepada masyarakat. (MI)




Hari Jantung Sedunia, BPJS Kesehatan Catat 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung

Jakarta, nwartapedia.com – Peringatan Hari Jantung Sedunia menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan jantung dan melakukan deteksi dini penyakit kronis.

BPJS Kesehatan mencatat sebanyak 172,3 juta kasus penyakit jantung telah dijamin sepanjang 2015 hingga 2025 dengan total biaya lebih dari Rp100 triliun.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, mengatakan penyakit jantung mengalami peningkatan jumlah kasus dan biaya pelayanan yang signifikan dalam satu dekade terakhir.

“Seiring dengan bertumbuhnya jumlah peserta, pemanfaatan Program JKN untuk membiayai penyakit jantung juga ikut bertambah,” kata Rizzky, Selasa (29/9/2026).

Pada 2015, BPJS Kesehatan mencatat sekitar 4,6 juta kasus penyakit jantung dengan biaya pelayanan mencapai Rp4,4 triliun.

Angka tersebut meningkat menjadi 29,8 juta kasus pada 2025 dengan biaya mencapai Rp17,4 triliun.

Dibandingkan sejumlah penyakit kronis lainnya, seperti gagal ginjal, stroke, dan kanker, penyakit jantung menjadi penyakit yang menyerap biaya terbesar BPJS Kesehatan dalam periode 2015-2025.

Untuk gagal ginjal, BPJS Kesehatan mengeluarkan total Rp83,8 triliun untuk membiayai 81,2 juta kasus. Sementara kanker menghabiskan sekitar Rp66 triliun untuk menjamin sekitar 45 juta kasus.

Pada 2025 saja, BPJS Kesehatan mengeluarkan Rp50,3 triliun untuk membiayai 59,9 juta kasus penyakit katastropik, termasuk penyakit jantung, gagal ginjal, kanker, stroke, dan penyakit lainnya.

Jumlah tersebut mencapai 26,42 persen dari total biaya pelayanan kesehatan yang dibayarkan BPJS Kesehatan.

Dalam memperingati Hari Jantung Sedunia, BPJS Kesehatan mengimbau masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Rizzky mengatakan penyakit jantung dan penyakit kronis lainnya kini tidak hanya menyerang kelompok lanjut usia, tetapi juga semakin banyak ditemukan pada masyarakat usia produktif.

Karena itu, BPJS Kesehatan menggagas Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Muda untuk mendorong pencegahan penyakit kronis pada masyarakat berusia di bawah 45 tahun.

Melalui Prolanis Muda, BPJS Kesehatan melibatkan komunitas masyarakat, fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, serta pemangku kepentingan Program JKN dalam memperkuat upaya promotif dan preventif.

“Mengadopsi pola hidup sehat dan aktif berolahraga adalah investasi terbaik untuk masa depan kesehatan kita lima atau sepuluh tahun mendatang,” ujar Rizzky.

Ia menekankan pentingnya komitmen dan konsistensi masyarakat dalam menjaga kesehatan, termasuk memanfaatkan layanan Skrining Riwayat Kesehatan yang disediakan BPJS Kesehatan.

Skrining Riwayat Kesehatan dapat dilakukan satu kali dalam setahun bagi peserta JKN berusia 15 tahun ke atas.

Layanan tersebut dapat diakses melalui aplikasi Mobile JKN, WhatsApp PANDAWA di nomor 08118165165, situs resmi BPJS Kesehatan, maupun dengan mendatangi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat peserta terdaftar.

Dalam skrining tersebut, peserta akan menjawab sejumlah pertanyaan mengenai pola hidup, riwayat penyakit pribadi, dan riwayat kesehatan keluarga.

Proses skrining berlangsung sekitar 5 hingga 10 menit.

“Makin cepat terdeteksi, makin cepat diantisipasi dan ditangani,” kata Rizzky.

Momentum Hari Jantung Sedunia diharapkan dapat mendorong masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan jantung melalui pola hidup sehat, olahraga teratur, deteksi dini, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala. ***




Setahun Kepemimpinan Isidorus Lilijawa, Kolaborasi Perumda Air Minum Kota Kupang Jangkau 21 Desa di NTT

Kupang, nwartapedia.com – Kiprah Perumda Air Minum Kota Kupang di bawah kepemimpinan Direktur Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM., tidak hanya berfokus pada peningkatan pelayanan pelanggan dan kinerja perusahaan.

Melalui kolaborasi dengan Yayasan Solar Chapter, perusahaan daerah ini turut berbagi keahlian untuk mendukung keberlanjutan layanan air bersih di 21 desa di pelosok Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kolaborasi tersebut mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) bagi pengurus komite air di lima desa di Kabupaten Malaka dan 16 desa di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Program kemitraan ini terungkap dalam konferensi pers bertajuk Setahun di Jalan Kolaborasi, Kinerja Nyata Perumda Air Minum Kota Kupang, yang berlangsung di Aula Tirta, Selasa (29/9/2026).

Dalam pemaparan capaian kemitraan selama setahun terakhir, Kepala Bagian Hubungan Langganan Perumda Air Minum Kota Kupang, Ferdy Jermias, S.H, MH menjelaskan bahwa kerja sama yang dibangun perusahaan juga diarahkan untuk memberikan manfaat sosial bagi masyarakat di luar wilayah pelayanannya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penyediaan air bersih di daerah terpencil, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, menugaskan Ferdy Jermias menjadi narasumber dalam kegiatan Kolaborasi Pelatihan Air Minum untuk Masyarakat Desa melalui program Solar Champions bersama Yayasan Solar Chapter.

Dalam kegiatan tersebut, Ferdy membagikan pengetahuan dan pengalaman praktis mengenai pengelolaan serta pemeliharaan infrastruktur air minum kepada para pengurus komite air.

Pelatihan ini bertujuan memperkuat kemampuan pengurus agar fasilitas air bersih yang telah dibangun dapat beroperasi dengan baik dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Yayasan Solar Chapter, yang dikoordinasikan oleh Mustika Wijaya, merupakan organisasi nirlaba yang membantu masyarakat di daerah terpencil memperoleh akses air bersih melalui pemanfaatan energi tenaga surya.

Melalui kemitraan ini, Perumda Air Minum Kota Kupang berkontribusi dalam penguatan kapasitas pengelola, sementara Solar Chapter berperan dalam pembangunan infrastruktur air bersih.

Isidorus Lilijawa menekankan pentingnya semangat berbagi pengetahuan dan pengalaman sebagai bagian dari tanggung jawab sosial.

Saat menugaskan Ferdy Jermias menjadi narasumber, Isidorus berpesan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh besarnya pencapaian untuk diri sendiri, tetapi juga oleh manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.

Baginya, pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki harus dapat dibagikan untuk membantu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Prinsip tersebut menjadi salah satu dasar Perumda Air Minum Kota Kupang dalam membangun kemitraan dengan berbagai pihak.

Perusahaan berharap setiap kolaborasi mampu memberikan dampak positif, baik bagi peningkatan kinerja perusahaan maupun bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Ferdy Jermias menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk terlibat dalam program tersebut.

Ia mengaku bangga dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan air bersih yang lebih dekat dan mudah dijangkau masyarakat di daerah terpencil.

Keterlibatannya sebagai narasumber juga menjadi kesempatan untuk membagikan pengalaman pengelolaan air minum kepada para pengurus komite air desa.

Dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan pengurus, fasilitas air bersih yang telah dibangun diharapkan dapat terus beroperasi dan dikelola secara mandiri oleh masyarakat.

Ferdy juga menyampaikan kebanggaannya karena Perumda Air Minum Kota Kupang turut memberikan kontribusi dalam mendukung akses air bersih bagi masyarakat di pelosok NTT.

Kolaborasi dengan Yayasan Solar Chapter menjadi salah satu wujud komitmen Perumda Air Minum Kota Kupang untuk menghadirkan kinerja nyata yang manfaatnya melampaui kepentingan perusahaan.

Memasuki tahun berikutnya, perusahaan berkomitmen untuk terus membangun kerja sama dengan berbagai pihak, baik dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kinerja internal maupun mendukung kegiatan sosial.

Melalui penguatan kapasitas komite air di 21 desa, Perumda Air Minum Kota Kupang berharap pengetahuan dan pengalaman yang dibagikan dapat membantu masyarakat menjaga keberlanjutan infrastruktur air bersih.

Semangat kolaborasi ini sekaligus menunjukkan bahwa kontribusi perusahaan daerah tidak harus terbatas pada wilayah pelayanannya, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat di pelosok NTT yang membutuhkan dukungan pengelolaan air bersih. (MI)




Warga Penfui Raup Rp600 Ribu dari Bank Sampah, Lurah Dorong Pemilahan dari Rumah

Kupang, nwartapedia.com  – Program bank sampah di Kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, mulai memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Salah satu warga berhasil mengumpulkan Rp600 ribu dari empat kali penimbangan sampah rumah tangga.

Lurah Penfui, Fransisco Dugis, mengatakan pihaknya terus mendorong masyarakat memilah sampah sejak dari rumah guna mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan sementara (TPS).

Menurutnya, Pemerintah Kelurahan Penfui telah bekerja sama dengan Mutiara Bank Sampah di Sikumana selama dua tahun.

Kerja sama tersebut juga didukung Pertamina Patra Niaga dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Warga silakan melakukan pemilahan sampah dari rumah. Setiap dua minggu sekali kami berkoordinasi dengan Mutiara Bank Sampah untuk melakukan pengangkutan dan penimbangan,” ujar Fransisco pada Selasa (29/9/2026).

Ia menjelaskan, sampah yang telah dipilah akan diangkut dan ditimbang oleh petugas bank sampah. Hasil penimbangan kemudian dicatat sebagai saldo dalam buku rekening masing-masing nasabah.

Pemerintah kelurahan juga mengajak RT dan RW yang belum memiliki unit bank sampah untuk segera membentuk kelompok dan menentukan ketua.

Selanjutnya, pihak kelurahan akan memfasilitasi pertemuan dengan Mutiara Bank Sampah.

Selain pemilahan sampah, pemerintah kelurahan bersama RT dan RW telah menyepakati kegiatan pembersihan lingkungan secara rutin, minimal satu kali setiap bulan.

Sementara itu, Morgan Seran, salah satu warga Penfui yang menjadi nasabah bank sampah, mengaku telah merasakan manfaat ekonomi dari program tersebut.

Morgan mengumpulkan berbagai jenis sampah rumah tangga, seperti kardus, botol plastik, kursi plastik, dan ember rusak untuk dijual melalui bank sampah.

“Biasanya setiap bulan datang timbang. Akhir-akhir ini disepakati tergantung volume sampah. Nanti ketua kelompok koordinasi untuk timbang. Setelah ditimbang, mereka catat,” jelas Morgan.

Ia mengungkapkan, dari empat kali penimbangan sampah, dirinya telah memperoleh Rp600 ribu.

Penghasilan tambahan tersebut membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.

Fransisco berharap semakin banyak masyarakat bergabung menjadi nasabah bank sampah sehingga persoalan sampah dapat ditangani bersama sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga. (MI)




Setahun Dipimpin Isidorus Lilijawa, Perumda Air Minum Kota Kupang Bukukan Laba Rp461,97 Juta

Kupang, nwartapedia.com – Perumda Air Minum Kota Kupang mencatat perkembangan positif dalam kinerja keuangan selama satu tahun kepemimpinan Direktur Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM. Perusahaan berhasil membukukan laba sebesar Rp461.971.402,84 dari total pendapatan Rp15.840.985.731,26.

Capaian tersebut disampaikan dalam konferensi pers bertajuk “Setahun di Jalan Kolaborasi, Kinerja Nyata” yang berlangsung di Aula Kantor Perumda Air Minum Kota Kupang, Selasa (29/9/2026).

Konferensi pers ini menjadi momentum bagi jajaran manajemen untuk memaparkan berbagai capaian perusahaan, mulai dari perbaikan keuangan, peningkatan penerimaan, penguatan pelayanan pelanggan hingga pengembangan sumber daya manusia.

Dalam kegiatan tersebut, Isidorus didampingi Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kota Kupang, Eurike F. Daniela Adoe, S.E., S.ST., serta jajaran manajemen Perumda Air Minum Kota Kupang.

Turut hadir Kepala Bagian Teknik Elsy Evelyn Bengu, ST., M.Eng., Kepala Bagian Hubungan Langganan Ferdi Jermias, S.H., M.H., Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan Desy Setiawati, SE., MM., serta Kepala Satuan Pengawas Intern (SPI) Marius Robert Seran, SE., MM.

Dalam sambutannya, Isidorus menegaskan bahwa berbagai capaian perusahaan selama satu tahun terakhir merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Perumda Air Minum Kota Kupang.

Menurutnya, perjalanan memimpin perusahaan daerah tidak dapat dilakukan seorang diri. Dibutuhkan kolaborasi, komitmen dan rasa tanggung jawab seluruh pegawai untuk mencapai tujuan bersama.

Ia mengibaratkan Perumda Air Minum sebagai rumah kedua yang harus dijaga dan dicintai oleh seluruh pegawai.

Dengan membangun budaya kerja yang solid, Isidorus berharap perusahaan terus berkembang dan mampu memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.

Ia juga menekankan bahwa masa penugasannya selama lima tahun merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan kerja sama seluruh jajaran.

Karena itu, berbagai capaian selama tahun pertama diharapkan menjadi fondasi untuk memperkuat kinerja perusahaan pada tahun kedua dan tahun-tahun berikutnya.

Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan Perumda Air Minum Kota Kupang, Desy Setiawati, menjelaskan bahwa kondisi keuangan perusahaan mengalami perbaikan selama satu tahun terakhir.

Perusahaan berhasil membukukan laba sebesar Rp461.971.402,84 dari total pendapatan Rp15.840.985.731,26 dan total biaya atau pengeluaran sebesar Rp15.379.014.328,42.

Desy menjelaskan bahwa perbaikan tersebut menunjukkan perkembangan yang signifikan dibandingkan kondisi perusahaan pada September 2025 yang masih mencatat kerugian.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan manajemen adalah pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Penagihan untuk mengoptimalkan penagihan piutang pelanggan.

Sebelum Satgas Penagihan dibentuk, penerimaan perusahaan setiap bulan berada pada kisaran Rp1,1 miliar hingga Rp1,2 miliar. Setelah pembentukan Satgas, penerimaan bulanan meningkat menjadi sekitar Rp1,4 miliar hingga Rp1,5 miliar.

Peningkatan penerimaan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung perbaikan kondisi keuangan perusahaan.

Selain meningkatkan penerimaan, Perumda Air Minum Kota Kupang terus melakukan berbagai inovasi untuk memperkuat pengelolaan perusahaan dan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Kupang, Eurike F. Daniela Adoe, menyampaikan apresiasi kepada Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang beserta seluruh jajaran atas berbagai capaian selama satu tahun terakhir.

Menurut Eurike, berbagai perkembangan positif yang dipaparkan menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam pengelolaan perusahaan daerah.

Ia menjelaskan bahwa Bagian Perekonomian Setda Kota Kupang menjalankan fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap badan usaha milik daerah (BUMD).

Dalam menjalankan fungsi tersebut, pihaknya melihat adanya perkembangan positif dalam pengelolaan Perumda Air Minum Kota Kupang.

Eurike secara khusus mengapresiasi koordinasi yang terus dilakukan perusahaan dengan pemerintah daerah serta kedisiplinan dalam menyampaikan laporan untuk kepentingan evaluasi Dewan Pengawas.

Selain itu, ia menyoroti pertumbuhan pelanggan dan berbagai inovasi yang dikembangkan selama satu tahun kepemimpinan Isidorus Lilijawa.

Pemerintah Kota Kupang terus mendorong Perumda Air Minum untuk mempertahankan berbagai capaian tersebut sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Memasuki tahun kedua kepemimpinan Isidorus Lilijawa, Perumda Air Minum Kota Kupang menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mempertahankan perkembangan positif perusahaan.

Strategi tersebut mencakup upaya mempertahankan profitabilitas, mengoptimalkan penagihan piutang pelanggan, memperluas integrasi kanal pembayaran serta meningkatkan kompetensi pegawai.

Konferensi pers bertajuk “Setahun di Jalan Kolaborasi, Kinerja Nyata” sekaligus menjadi momentum evaluasi dan penguatan komitmen seluruh jajaran Perumda Air Minum Kota Kupang untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik pada tahun-tahun mendatang. (MI




Perpamsi Salurkan Rp214 Juta untuk Lima Perumda Terdampak Gempa Flores, Isidorus: Bukti Nyata Kepedulian

Kupang, nwartapedia.com – Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) menyalurkan bantuan sebesar Rp214 juta kepada lima Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum yang terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penyerahan bantuan berlangsung di Aula Biara Camilian, Maumere, Kabupaten Sikka, Jumat (25/9/2026) petang.

Ketua Pengurus Daerah (PD) Perpamsi NTT, Jony Benny Sulaiman, didampingi Sekretaris PD Perpamsi NTT, Isidorus Lilijawa, S.Fil., M.M., menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan lima Perumda Air Minum.

Kelima penerima bantuan tersebut adalah Perumda Air Minum Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, Ende, dan Sikka. Masing-masing perusahaan memperoleh bantuan sebesar Rp42,8 juta.

Jony Benny Sulaiman menjelaskan, bantuan tersebut berasal dari penggalangan dana secara spontan oleh lebih dari 300 anggota Perpamsi di seluruh Indonesia setelah terjadinya gempa bumi di Flores.

“Puji Tuhan, dana terkumpul Rp214 juta. Kami sepakati untuk dibagi rata kepada lima perusahaan terdampak. Sekecil apa pun, itu adalah bentuk perhatian untuk kita semua,” ungkap Jony yang juga menjabat sebagai Direktur Perumda Air Minum Kabupaten Kupang.

Sekretaris PD Perpamsi NTT sekaligus Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud solidaritas seluruh anggota Perpamsi di Indonesia terhadap perusahaan air minum yang terdampak gempa Flores.

Menurut Isidorus, pengurus Perpamsi NTT hadir di Maumere sebagai perpanjangan tangan pengurus pusat untuk menyalurkan donasi yang telah dihimpun dari berbagai perusahaan air minum di Indonesia.

Ia menegaskan bahwa nilai bantuan bukanlah hal utama. Kepedulian dan kebersamaan seluruh anggota Perpamsi menjadi pesan penting dalam penyaluran bantuan tersebut.

“Ini bukan soal nilai bantuan, tetapi merupakan bukti nyata keberpihakan dan kepedulian seluruh anggota Perpamsi terhadap perusahaan air minum yang terdampak gempa Flores,” ujar Isidorus.

Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan semangat baru bagi lima Perumda penerima untuk memperbaiki jaringan distribusi air bersih dan berbagai fasilitas pelayanan yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Bantuan tersebut juga diharapkan dapat mendukung percepatan pemulihan pelayanan air bersih kepada masyarakat di wilayah terdampak.

“Kami berharap bantuan ini menjadi semangat dan motivasi baru bagi Perumda yang terdampak untuk memperbaiki jaringan yang ada sehingga semakin siap melayani pelanggan,” katanya.

Isidorus turut menyampaikan terima kasih kepada pengurus pusat dan seluruh anggota Perpamsi di Indonesia yang telah berpartisipasi dalam penggalangan dana tersebut.

Sementara itu, Kepala Bagian Hubungan Langganan (Kabag Hublang) Perumda Air Minum Kabupaten Ngada, Charles Wago, mengungkapkan bahwa pihaknya belum dapat memastikan pemanfaatan dana bantuan yang diterima dari Perpamsi.

Menurut Charles, sejumlah kerusakan pada sumber air akibat gempa bumi hingga saat ini masih dapat ditangani melalui anggaran pemerintah daerah.

Namun, ia mengungkapkan bahwa cukup banyak karyawan Perumda Air Minum Ngada yang juga terdampak gempa bumi.

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian manajemen dalam mempertimbangkan pemanfaatan bantuan yang telah diterima.

“Soal pemanfaatan bantuan ini, nanti kami diskusikan,” ujar Charles.

Penyaluran bantuan Rp214 juta ini diharapkan dapat membantu lima Perumda Air Minum di Flores dalam memulihkan fasilitas yang terdampak gempa, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih kepada masyarakat. (MI)




Andre Otta: Lomba Kebersihan Kota Kupang Jadi Stimulasi Penanganan Sampah

Kupang, nwartapedia.com – Lomba Kebersihan Kota Kupang 2026–2027 yang telah resmi dibuka oleh Komunitas Beta Bersih (KBB) beberapa waktu lalu mendapat dukungan dari Satgas Sampah Kota Kupang.

Sekretaris Satgas Sampah Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, yang akrab disapa Andre Otta, mengatakan lomba kebersihan dapat menjadi salah satu bentuk stimulasi untuk mendorong kelurahan meningkatkan kinerja dalam menangani sampah.

Hal tersebut disampaikan Andre Otta kepada media ini, Jumat (25/9/2026), usai membuka kegiatan Rapat Koordinasi Kelompok Kerja (Pokja) Perubahan Iklim Kota Kupang di Hotel Neo Aston.

Menurut Andre, kompetisi kebersihan bukan sekadar mencari kelurahan yang menjadi juara. Lebih dari itu, lomba diharapkan mampu menciptakan persaingan positif sehingga setiap kelurahan termotivasi untuk memperbaiki pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungannya.

“Lomba ini bagian daripada stimulasi yang mendongkrak kinerja masing-masing. Kemudian ada persaingan dalam hal-hal yang sifatnya positif,” ujar Andre.

Ia menjelaskan, kelurahan yang mampu menunjukkan kinerja terbaik nantinya dapat diberikan penghargaan maupun hadiah tertentu. Bentuk apresiasi tersebut dinilai penting sebagai motivasi agar kelurahan terus meningkatkan pelayanan dan kebersihan lingkungan.

Andre mencontohkan, sejumlah dukungan yang diberikan kepada kelurahan berprestasi sebelumnya dapat berupa fasilitas yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Karena itu, menurutnya, prestasi dalam lomba kebersihan dapat menjadi salah satu pintu bagi kelurahan untuk memperoleh dukungan program sesuai dengan kemampuan dan kebijakan pemerintah.

Dorong Kolaborasi dengan Komunitas

Andre juga mengapresiasi keterlibatan Komunitas Beta Bersih yang secara konsisten mendorong gerakan kebersihan di Kota Kupang.

Ia berharap komunitas-komunitas lainnya juga dapat ikut berkolaborasi dengan pemerintah dalam menciptakan berbagai bentuk stimulasi positif bagi masyarakat.

“Ajakan dari kami untuk komunitas-komunitas selain Beta Bersih mungkin bisa bersama pemerintah, di luar daripada yang dilaksanakan Beta Bersih, ataupun mungkin mengolaborasikan untuk menambahkan jumlah hadiah dan stimulasi sosial yang lain,” katanya.

Menurut Andre, keterlibatan masyarakat sangat penting karena persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama.

“Kita yang tinggal di kota, kita yang lihat sampahnya. Kemudian kalau kita tidak bergerak dan kita berharap sampah itu hilang sendiri, kita tidak mempunyai apa-apa,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat untuk mengambil bagian dalam menjaga kebersihan Kota Kupang, baik melalui kegiatan sosial, kompetisi kebersihan maupun gerakan lingkungan lainnya.

Bank Sampah Terus Didorong

Selain lomba kebersihan, Satgas Sampah Kota Kupang juga terus mendorong pembentukan dan pengembangan Bank Sampah di setiap kelurahan.

Andre mengatakan, pengembangan Bank Sampah menjadi salah satu upaya untuk mendorong masyarakat agar mulai memilah dan mengelola sampah dari sumbernya.

“Kalau Bank Sampah itu didorong dari setiap kelurahan,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah juga dapat memperkuat gerakan tersebut melalui berbagai kebijakan, termasuk kebijakan fiskal dan pelayanan publik.

Dengan adanya Lomba Kebersihan Kota Kupang 2026–2027 yang resmi dibuka Komunitas Beta Bersih, Satgas Sampah berharap muncul semangat persaingan positif antarkelurahan sehingga upaya menjaga kebersihan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama masyarakat Kota Kupang. (MI)




Perubahan Iklim di Kota Kupang, Norman Riwu Kaho Tekankan Pentingnya Adaptasi dan Mitigasi

Kupang, nwartapedia.com  – Perubahan iklim menjadi salah satu tantangan pembangunan Kota Kupang yang membutuhkan langkah penanganan secara terpadu.

Ancaman kekeringan, berkurangnya kemampuan lingkungan menyimpan air, serta tingginya emisi gas rumah kaca menjadi sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian dalam perencanaan pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikan Norman Riwu Kaho, Tim Penulis Climate Action Plan (CAP) sekaligus anggota Kelompok Kerja (Pokja) Perubahan Iklim Kota Kupang, saat membawakan materi Rencana Aksi Adaptasi Perubahan Iklim dalam Rapat Kerja Pokja Perubahan Iklim melalui Program CAPACities di Hotel Neo Aston Kupang, Jumat (25/9/2026).

Dalam pemaparannya, Norman menekankan pentingnya memperkuat strategi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim berdasarkan kondisi lingkungan serta data yang telah dihimpun Pemerintah Kota Kupang.

Menurutnya, dokumen rencana aksi perubahan iklim harus menjadi dasar dalam merumuskan program pembangunan yang mampu menjawab persoalan lingkungan dan meningkatkan ketahanan masyarakat.

Norman menjelaskan bahwa salah satu tantangan adaptasi perubahan iklim di Kota Kupang adalah menjaga ketersediaan sumber daya air.

Berdasarkan analisis yang dipaparkannya, sejumlah aliran sungai mengalami perbedaan debit yang signifikan antara musim hujan dan musim kemarau.

Bahkan, terdapat aliran sungai yang hanya terisi ketika hujan berlangsung dan kembali mengering setelah hujan berhenti.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya meningkatkan kemampuan daerah aliran sungai dalam menyerap dan menyimpan air.

Selain persoalan air, Norman menyoroti tingginya emisi gas rumah kaca dari aktivitas penggunaan energi.

Berdasarkan data inventarisasi yang disampaikan dalam rapat kerja, sektor energi menyumbang sekitar 82 persen emisi gas rumah kaca di Kota Kupang.

Kontribusi tersebut menunjukkan bahwa strategi mitigasi perubahan iklim perlu memberikan perhatian besar pada penggunaan energi, khususnya dalam sektor transportasi, industri, konstruksi, dan rumah tangga.

Norman mencontohkan meningkatnya kebutuhan kendaraan pribadi yang turut mendorong konsumsi energi.

Menurutnya, pengembangan transportasi umum, peningkatan konektivitas antarkawasan, serta penyediaan fasilitas bagi pejalan kaki dan pesepeda dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

Ia juga mengingatkan bahwa pengelolaan sampah tetap menjadi persoalan lingkungan yang harus ditangani secara berkelanjutan, termasuk dengan mengurangi praktik pembakaran sampah.

Norman menegaskan pentingnya mengevaluasi kembali target penurunan emisi dan program adaptasi yang telah tercantum dalam dokumen rencana aksi perubahan iklim Kota Kupang.

Menurutnya, perkembangan data dan hasil inventarisasi emisi perlu menjadi dasar untuk menyesuaikan target serta menentukan program prioritas.

Evaluasi tersebut diharapkan menghasilkan rencana aksi yang lebih terukur, baik dari sisi pelaksanaan kegiatan maupun dampaknya terhadap lingkungan.

Ia juga mendorong agar hasil inventarisasi emisi dimanfaatkan dalam penyusunan kebijakan dan pengalokasian anggaran pembangunan daerah.

Dengan demikian, setiap program yang dilaksanakan memiliki sasaran yang jelas dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kemampuan masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim.

Rapat Kerja Pokja Perubahan Iklim Kota Kupang melalui Program CAPACities menjadi forum untuk mengevaluasi pelaksanaan rencana aksi sekaligus merumuskan langkah penanganan berbagai persoalan lingkungan.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah bersama akademisi, organisasi masyarakat sipil, lembaga keagamaan, dan mitra pembangunan diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan program adaptasi dan mitigasi.

Norman menekankan bahwa perencanaan perubahan iklim harus didukung data yang akurat serta diterjemahkan menjadi program nyata sesuai kebutuhan daerah.

Hasil pembahasan dalam rapat kerja ini diharapkan menjadi masukan bagi penyempurnaan Rencana Aksi Perubahan Iklim Kota Kupang, terutama dalam memperkuat ketahanan air, mengendalikan emisi gas rumah kaca, dan menjaga keberlanjutan lingkungan bagi masyarakat. (MI)

 




Andre Ota: Aksi Perubahan Iklim Kota Kupang Harus Masuk Program Pembangunan 2027

Kupang, nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang mendorong agar berbagai program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi diwujudkan melalui kegiatan nyata yang terintegrasi dalam pembangunan daerah.

Penegasan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bappeda Kota Kupang sekaligus Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Perubahan Iklim, Andre Ota, saat membuka Rapat Kerja Pokja Perubahan Iklim Kota Kupang melalui Program CAPACities yang diselenggarakan Catholic Relief Services (CRS) di Hotel Neo Aston Kupang, Jumat (25/9/2026).

Andre mengatakan, kegiatan tersebut berlangsung pada momentum yang tepat karena Pemerintah Kota Kupang sedang mempersiapkan penyusunan anggaran tahun 2027.

Menurutnya, berbagai rekomendasi yang dihasilkan dalam rapat kerja dapat menjadi bahan pertimbangan untuk memperkuat program prioritas pembangunan, khususnya dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan terima kasih kepada CRS yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Waktunya sangat tepat karena kita sementara menyusun anggaran murni 2027,” ungkap Andre.

Ia menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran menjadi tantangan dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan. Karena itu, setiap usulan kegiatan harus disusun berdasarkan kebutuhan prioritas dan diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Andre menegaskan, rekomendasi Pokja Perubahan Iklim harus dapat diterjemahkan menjadi program dan kegiatan pada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar memiliki dasar perencanaan serta peluang memperoleh dukungan anggaran.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Kupang telah menetapkan sejumlah prioritas pembangunan, termasuk alokasi anggaran Rp500 juta bagi setiap kelurahan.

Dengan adanya alokasi tersebut, berbagai usulan kegiatan lingkungan hidup diharapkan dapat diselaraskan dengan kebutuhan masyarakat dan program pembangunan yang telah direncanakan.

Ia menilai pengelolaan sumber daya air perlu mendapat perhatian serius, mengingat ketersediaan air merupakan kebutuhan mendasar masyarakat.

Upaya konservasi sumber air, pemanfaatan air hujan, serta peningkatan daya serap tanah menjadi bagian dari langkah adaptasi yang perlu dikembangkan secara berkelanjutan.

Selain persoalan air, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perlindungan lingkungan juga perlu diintegrasikan ke dalam program pembangunan.

Andre menekankan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menghambat upaya penanganan perubahan iklim. Sebaliknya, kondisi tersebut harus mendorong pemerintah memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak.

Melalui kolaborasi, sumber daya yang dimiliki pemerintah, masyarakat, akademisi, dan lembaga mitra dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan program secara bersama-sama.

Sementara itu, Program Manager CAPACities Indonesia, Fransiska Falentina Sugi, mengatakan bahwa pelaksanaan rencana aksi perubahan iklim membutuhkan koordinasi yang kuat serta mekanisme pemantauan yang jelas.

Menurutnya, dokumen rencana aksi yang telah disusun bersama harus dilengkapi dengan langkah pelaksanaan, jadwal kegiatan, dan pembagian tanggung jawab.

Fransiska mencontohkan persoalan kekeringan yang saat ini membutuhkan respons terkoordinasi, mulai dari pemanfaatan data kondisi sumber air hingga penentuan langkah penanganan bagi masyarakat terdampak.

Ia berharap Pokja Perubahan Iklim mampu menghubungkan berbagai informasi yang tersedia menjadi program nyata yang dapat dilaksanakan oleh masing-masing instansi.

Fransiska juga mendorong agar informasi iklim dan kebencanaan dapat disampaikan secara lebih luas kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim.

Fransiska menjelaskan bahwa rapat kerja Pokja Perubahan Iklim dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan untuk mengevaluasi kemajuan rencana aksi, membahas persoalan yang muncul, serta merumuskan langkah penanganan berikutnya.

Melalui Program CAPACities, CRS mendukung penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan kapasitas masyarakat, serta pengembangan kemitraan dan peluang pendanaan untuk pelaksanaan aksi iklim.

Hasil evaluasi tersebut diharapkan menjadi masukan dalam penyempurnaan rencana aksi perubahan iklim sekaligus mendukung penyesuaian dokumen perencanaan pembangunan Kota Kupang.

Fransiska menekankan bahwa setiap rekomendasi perlu disertai kejelasan mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan, waktu pelaksanaan, dan pihak yang bertanggung jawab.

Dengan demikian, perkembangan pelaksanaan program dapat dievaluasi dalam pertemuan Pokja berikutnya.

Rapat kerja ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah Pemerintah Kota Kupang, akademisi, organisasi masyarakat sipil, lembaga gereja, hingga perwakilan masyarakat.

Melalui forum tersebut, Pemerintah Kota Kupang bersama CRS berupaya memperkuat sinergi multipihak agar program ketahanan iklim dapat terintegrasi dalam kebijakan pembangunan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (MI)