Tim Wasev Mabes TNI Laksanakan Peninjauan Progres TMMD ke-119 Kodim 1618/TTU

Kefamenanu,nwartapedia.com – Rombongan Tim Wasev Mabes TNI Mayjen TNI. Alvis Anwar, S.A.P., M.Tr. Han (Wakil Inspektur Jenderal Wairjen TNI) Dan Letkol Inf Amin M. Said S.H., yang di dampingi Langsung oleh  Dansatgas TMMD Dandim 1618/TTU Letkol ARM Laode Irwan Halim S.I.P.,M.Tr.,(Han)., Tiba Di Desa Makun, Kec. Biboki Feotleu, Kab. TTU dalam rangka Peninjauan Progres TMMD yang ke 119, Dalam hal ini Pembangunan Sekolah SMKN Peternakan Feotleu.

Setibanya Di Desa Makun, Senin 04/03/2024., Tim Wasev Mabes TNI Yang di Dampingi Langsung Oleh Dandim 1618/TTU dan rombongan lainya Melihat Langsung secara Detail Progres pembangunan Sekolah ini.

Dalam kunjungan yang penuh makna dan dedikasi, Tim Wasev Mabes TNI Mayjen TNI. Alvis Anwar, S.A.P., M.Tr. Han (Wakil Inspektur Jenderal Wairjen TNI) Di Dampingi Oleh Letkol Inf Amin M. Said S.H., Dan Dansatgas TMMD Dandim 1618/TTU Letkol ARM Laode Irwan Halim S.I.P.,M.Tr.,(Han)., dengan tegas menyampaikan pentingnya program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-119 di Wilayah Kodim 1618/TTU. Program ini bukan sekadar inisiatif biasa, melainkan merupakan wujud nyata dari komitmen Markas Besar TNI untuk mengatasi kesulitan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia.

“Saat ini, TMMD dilaksanakan di 50 lokasi di seluruh Indonesia, dan salah satunya berada di wilayah Kodim 1618/TTU, tepatnya di Desa Makun,” ungkap Tim Wasev Mabes TNI dengan penuh semangat.

Sasarannya sangat jelas, membangun Lima (5)., ruang kelas SMKN Peternakan Feotleu. Namun, pembangunan ini bukanlah tugas yang dapat dijalankan sendiri oleh TNI semata. Kerjasama dengan pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat Desa Makun menjadi kunci keberhasilan pembangunan ini.

“Kita berharap dalam waktu kurang lebih satu bulan, progres pembangunan dapat selesai dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat serta siswa-siswi SMK N Feotleu,” tambah Tim Wasev Mabes TNI, sambil menyoroti pentingnya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desa tersebut.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, TMMD juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan kemanunggalan antara TNI dan masyarakat. Melalui interaksi dan komunikasi yang intens, diharapkan masyarakat dapat tumbuh rasa cinta dan kepercayaan terhadap TNI, serta menjadi bagian aktif dalam membangun bangsa dan negara.

“Saya hadir di Desa ini Desa Makun untuk melakukan pengawasan terhadap progres kegiatan TMMD ke-119 Kodim 1618/TTU, dan memastikan bahwa semua yang direncanakan oleh Bapak Dandim 1618/TTU dapat terlaksana dengan baik,” tegas Tim Wasev Mabes TNI.

Sementara itu, banyak kegiatan teritorial TNI terus berlangsung untuk membantu kesulitan masyarakat sekitar. Seperti TMMD menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen TNI dalam membangun kemanunggalan dengan rakyat, dengan menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari air bersih, Rumah Tidak Layak Huni, hingga peningkatan kesejahteraan dan pendidikan.

Dengan semangat kemanunggalan yang terus berkobar, TMMD ke-119 di Kodim 1618/TTU menjadi tonggak penting dalam membangun kebersamaan dan kemajuan bagi masyarakat desa Makun dan Indonesia secara luas. Ucap Tim Wasev.

(Pendim 1618/TTU).




Isidorus Lilijawa Soroti Ancaman Lunturnya Tenun Ngada, Generasi Muda Diminta Bergerak

Kupang, nwartapedia.com — Tradisi tenun ikat Ngada menghadapi tantangan di tengah perubahan zaman. Aktivitas menenun yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kini mulai semakin jarang ditemukan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang sekaligus Ketua Paguyuban IKADA Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM., saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi Kain Tenun Ngada di Museum NTT, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan bertajuk “Melestarikan Warisan Budaya, Memperkuat Identitas dan Jati Diri Masyarakat NTT” itu turut dihadiri Dr. Drs. Watu Yohanes Vianey, M.Hum., Dr. Maria Bernadetha Ringga, S.E., M.M., serta masyarakat dan mahasiswa.

Membawakan materi “Tenun Ikat Ngada dalam Perspektif Simbol”, Isidorus menegaskan tenun tidak boleh dipandang hanya sebagai kain atau produk kerajinan.

Menurutnya, setiap motif, warna, dan jalinan benang menyimpan nilai serta menggambarkan cara berpikir dan kehidupan masyarakat Ngada.

“Tenun ikat Ngada adalah simbol dari cara berada, cara berpikir dan cara hidup masyarakat Ngada. Setiap benang yang membentuk motif, setiap jalinan kain yang mewujud warna adalah simbol tentang nilai,” jelasnya.

Isidorus juga mengenang masa kecilnya di Lengkosambi, Riung. Sekitar 30 tahun lalu, masyarakat masih menanam kapas, mengolahnya menjadi benang, dan menenun kain sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Menurut Isidorus, perubahan zaman dan masuknya budaya baru dapat membuat generasi muda semakin jauh dari tradisi lokal.

Jika tidak dilakukan upaya nyata, simbol budaya seperti tenun berisiko hanya menjadi benda peninggalan masa lalu tanpa lagi dipahami maknanya.

Karena itu, ia mendorong revitalisasi budaya melalui empat pendekatan, yaitu pelestarian, pementasan, modifikasi, dan reinvensi tradisi.

“Tradisi kita bukan kita ubah, tapi kita modifikasi dan diversifikasi sesuai dengan kebutuhan kita, dengan tetap melakukan upaya-upaya pelestarian dan menjaga tradisi,” ungkapnya.

Pengembangan tersebut dapat dilakukan melalui museum, sanggar budaya, lembaga adat, pertunjukan budaya, hingga inovasi desain tenun yang tetap mempertahankan akar tradisinya.

Isidorus menilai generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan apakah tradisi tenun Ngada akan terus hidup atau justru semakin ditinggalkan.

Karena itu, generasi muda perlu memahami bukan hanya bentuk dan motif tenun, tetapi juga proses pembuatan, filosofi, nilai, dan sejarah yang ada di baliknya.

Ia berharap tenun Ngada dapat terus digunakan, dikembangkan, dan memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat modern.

“Tenun harus tetap hidup,” menjadi semangat yang ditekankan Isidorus agar warisan budaya Ngada tidak berhenti sebagai simbol masa lalu, tetapi tetap menjadi bagian dari identitas masyarakat NTT dan diwariskan kepada generasi berikutnya. ***




Gempa Flores, Undana Kerahkan 75 Relawan dan Siapkan Bantuan UKT bagi Mahasiswa Terdampak

Kupang, nwartapedia.com — Universitas Nusa Cendana (Undana) mengambil langkah konkret menghadapi dampak gempa bumi di Flores. Sebanyak 75 relawan disiapkan untuk turun ke wilayah terdampak, sementara mahasiswa yang menjadi korban bencana mendapat skema relaksasi akademik dan bantuan UKT.

Keputusan tersebut ditetapkan dalam rapat Undana Disaster Relief Task Force (Satgas Penanganan Bencana) yang dipimpin langsung Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., di Aula Dekanat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Undana, Senin (17/8/2026).

Langkah Undana menyasar lima kabupaten terdampak, yakni Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ende, dan Sikka.

Respons tersebut tidak hanya difokuskan pada pengiriman bantuan logistik, tetapi juga mencakup asesmen lapangan, layanan kesehatan, dukungan kemanusiaan, hingga perlindungan keberlanjutan pendidikan mahasiswa yang terdampak bencana.

Undana membagi mobilisasi relawan dalam dua gelombang utama. Gelombang pertama dijadwalkan berangkat Rabu (19/8/2026) menggunakan kapal feri DLU melalui Ende menuju wilayah Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo.

Tim respon awal dan asesmen cepat ini berjumlah 20 personel, terdiri dari 10 anggota Mapala, lima anggota Menwa, empat dosen pendamping lapangan, dan satu pengemudi. Tim membawa satu kendaraan logistik.

Selanjutnya, gelombang kedua dijadwalkan berangkat Sabtu (22/8/2026) melalui program KKN Tematik Proyek Kemanusiaan.

Sebanyak 55 personel akan dilibatkan, terdiri dari Tim Medis FKKH, dosen, dan mahasiswa relawan dengan perwakilan lima hingga tujuh orang dari setiap fakultas.

Dengan dua gelombang tersebut, total 75 personel Undana disiapkan untuk memperkuat respons kemanusiaan di wilayah terdampak.

Tidak hanya turun ke masyarakat, Undana juga memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa yang terdampak langsung bencana.

Undana menetapkan relaksasi akademik berupa kompensasi dan fleksibilitas jadwal perkuliahan hingga awal September 2026 bagi mahasiswa asal Flores yang terdampak gempa.

Bagi mahasiswa aktif yang rumah atau kediamannya mengalami kerusakan total, Undana menyiapkan skema Beasiswa Bencana atau bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Kebijakan ini menjadi bentuk perlindungan terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa agar bencana tidak memaksa mereka menghentikan proses perkuliahan.

Rektor Undana menetapkan kebijakan pemotongan remunerasi jajaran pimpinan, mulai dari Rektor hingga Koordinator Program Studi dan Sub Koordinator.

Dana tersebut diarahkan untuk mendukung operasional Posko Undana dan kegiatan tim relawan di daerah terdampak.

Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan, Prof. Dr. Paul G. Tamelan, M.Si., menjelaskan bahwa Undana telah mencairkan Dana Taktis Pengabdian Masyarakat sebesar Rp100 juta.

Dana tersebut digunakan untuk membiayai lima proposal pengabdian KKN berdampak dan proyek kemanusiaan.

Selain dana universitas, gerakan solidaritas juga dihimpun melalui rekening resmi UndanaPeduli.

Per 17 Agustus 2026 pukul 23.00 WITA, dana yang telah terkumpul mencapai Rp53,5 juta.

Posko Utama Undana juga menerima bantuan fisik berupa 125 kilogram beras, 15 dus mi instan, 10 dus air mineral gelas, susu, ikan kaleng, biskuit, paket pampers, dan minyak tolak angin.

Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Prof. Dr. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., Ph.D., mengatakan Undana menerapkan kebijakan local sourcing dalam pengadaan bantuan.

Pasokan sembako akan dibeli langsung dari distributor di Flores. Strategi ini ditujukan untuk menekan biaya logistik sekaligus menjaga agar perputaran ekonomi tetap terjadi di wilayah terdampak.

Sesuai rekomendasi BNPB, Undana menetapkan dua pusat distribusi utama.

Posko Maumere melayani Sikka, Nagekeo, dan Ngada, sedangkan Posko Labuan Bajo melayani Manggarai Barat, Manggarai, dan Manggarai Timur.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Undana memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah di Flores, BNPB, TNI/Polri, tenaga medis, dan Menwa.

Koordinasi tersebut mencakup distribusi logistik, asesmen kebutuhan masyarakat, layanan kesehatan fisik dan mental, serta dukungan bagi warga di lokasi terdampak.

Melalui langkah ini, Undana menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga dapat bergerak langsung ketika masyarakat menghadapi situasi darurat.

Respons tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap agenda Kemdiktisaintek Berdampak, serta apresiasi Undana terhadap perguruan tinggi negeri di wilayah timur Indonesia yang turut mengirimkan relawan dan bantuan untuk masyarakat Flores. **




Renstra UNWIRA, Isidorus Lilijawa Tegaskan Perumda Air Minum Siap Jadi Ruang Belajar Mahasiswa

Kupang, nwartapedia.com  — Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) 2026-2030 menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia kerja.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM, menegaskan bahwa Perumda Air Minum Kota Kupang siap menjadi ruang belajar bagi mahasiswa melalui kegiatan magang dan pengalaman kerja di lapangan.

Hal tersebut disampaikan Isidorus saat menjadi narasumber dalam kegiatan penyusunan Renstra UNWIRA Tahun 2026-2030 pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Kegiatan bertema “Transformasi Menuju UNWIRA yang Unggul, Beridentitas, dan Berdampak” itu diselenggarakan oleh Lembaga Penjamin Mutu (LPM) UNWIRA dan diikuti 36 peserta dari unsur pimpinan universitas, fakultas, lembaga, unit kerja, alumni, mitra, stakeholder, pengguna lulusan, serta narasumber.

Dalam pemaparannya mengenai kontribusi UNWIRA, karakter lulusan, dan kebutuhan masyarakat, Isidorus menekankan bahwa perguruan tinggi perlu membangun hubungan yang lebih kuat dengan dunia kerja.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mendapatkan pembelajaran di ruang kelas. Mereka juga membutuhkan pengalaman langsung agar mampu memahami persoalan, budaya kerja, serta tuntutan profesional.

Karena itu, Perumda Air Minum Kota Kupang membuka kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk belajar melalui program magang.

“Di Perumda kami terbuka pada berbagai anak magang dari berbagai universitas. Seperti dari ITS Surabaya kami terima untuk belajar, begitu juga dengan UNWIRA,” ungkap Isidorus.

Kesiapan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga mahasiswa memiliki pengalaman praktis sebelum memasuki dunia profesional.

Isidorus juga menegaskan bahwa penyusunan Renstra UNWIRA harus mampu memastikan lulusan yang dihasilkan benar-benar relevan dengan kebutuhan NTT.

“Evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa UNWIRA relevan dengan kebutuhan NTT. Karena UNWIRA hadir di NTT, maka harus relevan dengan kebutuhan NTT, untuk memperkuat eksistensi di dunia kerja dan mencetak lulusan yang sesuai dengan kebutuhan daerah 3T,” ujarnya.

Menurutnya, lulusan masa kini harus memiliki kompetensi, kemampuan beradaptasi, literasi digital, kemampuan memecahkan masalah, mampu bekerja dalam tim, menguasai bahasa asing, memiliki jiwa kewirausahaan, serta berkarakter dan beretika.

Selain menyiapkan lulusan, Isidorus mendorong UNWIRA memperkuat riset dan inovasi yang berbasis pada persoalan serta potensi lokal.

Ia menyebut bidang lingkungan, air, pertanian, pariwisata, dan ekonomi masyarakat sebagai sejumlah sektor yang membutuhkan kontribusi perguruan tinggi.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis untuk menghasilkan kajian dan inovasi yang tidak hanya bermanfaat secara akademik, tetapi juga dapat menjadi solusi terhadap persoalan masyarakat.

Menutup pemaparannya, Isidorus memberikan tiga kata kunci sebagai bahan refleksi dalam penyusunan Renstra UNWIRA 2026-2030, yakni menoleh, menatap, dan menunduk.

Menoleh berarti mengevaluasi capaian yang telah dilakukan. Menatap berarti mempersiapkan masa depan, sedangkan menunduk berarti melakukan refleksi dan introspeksi untuk membangun kekuatan dari dalam.

Dengan arah tersebut, Renstra UNWIRA 2026-2030 diharapkan mampu memperkuat hubungan kampus dengan dunia kerja, membuka lebih banyak ruang belajar bagi mahasiswa, serta menghasilkan lulusan yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan NTT. *




Perumda Air Minum Kota Kupang Siap Kelola Air Bersih Perumahan Bello Sejahtera

Kupang, nwartapedia.com — Perumda Air Minum Kota Kupang siap memperluas pelayanan air bersih ke kawasan Perumahan Bello Sejahtera melalui rencana kerja sama dengan PT Pembangunan Sehat Sejahtera atau Sejahtera Grup.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan antara Perumda Air Minum Kota Kupang dan Sejahtera Grup di Kota Kupang, Rabu (19/8/2026).

Pertemuan dihadiri Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM, didampingi Kepala Bagian Hubungan Langganan Ferdi Jermias, SH., MH., dan Kepala Bagian Teknik Elsy Evelyn Bengu, ST., M.Eng.

Sementara dari Sejahtera Grup hadir CEO PT Pembangunan Sehat Sejahtera, Bobby Lianto, MM., MBA.

Dalam pembahasan tersebut, Sejahtera Grup membuka peluang agar pengelolaan air bersih di kawasan Perumahan Bello Sejahtera dapat diserahkan kepada Perumda Air Minum Kota Kupang.

Bobby Lianto menilai kerja sama tersebut dapat menjadi pilihan yang lebih efektif dibandingkan membangun sistem pengelolaan secara mandiri.

Hal ini mempertimbangkan jumlah penghuni perumahan yang saat ini belum terlalu banyak.

Ia juga meminta penjelasan Perumda mengenai mekanisme pengelolaan apabila kerja sama tersebut direalisasikan.

Menanggapi hal itu, Isidorus Lilijawa menjelaskan bahwa Perumda tidak mengambil alih kepemilikan aset yang dimiliki pengembang. Perumda hanya mengambil tanggung jawab terhadap pengelolaan dan pelayanan air bersih di kawasan perumahan.

“Prinsipnya memang kerja sama pengelolaan air bersih di Kota Kupang. Kita tidak mengambil alih kepemilikan, tetapi urusan air bersih di dalam rumah itu diserahkan kepada kita,” jelas Isidorus.

Apabila kerja sama disepakati, Perumda akan mengelola sumber air yang telah tersedia di kawasan Bello Sejahtera, termasuk sumur bor, reservoir, serta jaringan perpipaan yang sudah terpasang.

Perumda juga akan menangani pemasangan Sambungan Rumah (SR) bagi rumah yang belum mendapatkan sambungan air bersih.

Selain itu, pemeliharaan jaringan menjadi bagian dari pelayanan Perumda. Jika terjadi gangguan seperti kerusakan pompa atau kebocoran jaringan, Perumda akan melakukan penanganan dan perbaikan.

Isidorus menegaskan bahwa kerja sama tersebut tidak menggunakan sistem bagi hasil. Seluruh ketentuan mengenai pengelolaan, tanggung jawab, hak dan kewajiban kedua pihak akan diatur dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS).

“Nantinya ada PKS, di mana hak dan kewajiban akan diatur. Kalau sudah disepakati, akan ada draf yang disampaikan kepada pihak grup untuk dipelajari,” katanya.

Menurut Isidorus, rencana pengelolaan air bersih di Perumahan Bello Sejahtera juga sejalan dengan harapan Pemerintah Kota Kupang dalam mendorong pengelolaan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) secara lebih jelas dan terarah.
Ia menyambut positif kepercayaan Sejahtera Grup kepada Perumda Air Minum Kota Kupang.

Menurutnya, jika kerja sama tersebut terealisasi, Perumda tidak hanya mendapatkan tambahan wilayah pelayanan, tetapi juga berpotensi meningkatkan jumlah Sambungan Rumah dan cakupan pelayanan air bersih di Kota Kupang.

“Kami sangat senang jika Pak Bobby memberikan kepercayaan kepada Perumda Kota Kupang untuk mengelola air bersih. Tentunya kami sangat bersyukur, baik dari sisi cakupan kita bertambah maupun jumlah SR, dan tentunya berdampak pada persentase cakupan yang meningkat. Itu sangat penting bagi kami,” ungkap Isidorus.

Pembahasan ini menjadi langkah awal menuju kerja sama pengelolaan air bersih di Perumahan Bello Sejahtera. Selanjutnya, kedua pihak akan menyusun dan mempelajari draf PKS sebelum menentukan kesepakatan kerja sama.

Jika terealisasi, kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian pelayanan air bersih bagi penghuni Perumahan Bello Sejahtera sekaligus mendukung perluasan cakupan layanan Perumda Air Minum Kota Kupang. *




BPS NTT Perkuat Kolaborasi dengan Media, Dorong Penyebaran Data Statistik yang Akurat

Kupang, nwartapedia.com  — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkuat kolaborasi dengan media massa untuk meningkatkan penyebarluasan informasi statistik yang akurat, objektif, berkualitas, dan mudah dipahami masyarakat.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan diskusi BPS NTT bersama insan media dalam rangka meningkatkan pemahaman publik terhadap informasi statistik sekaligus mendukung terwujudnya Zona Integritas menuju tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani.

Kegiatan berlangsung di Kantor BPS NTT, Rabu (19/8/2026), dan dihadiri sejumlah insan media.

Statistisi Ahli Madya sekaligus Ketua Tim Pembina Statistik Sektoral dan Diseminasi BPS NTT, Indra Achmad Souri, S.Si., M.Si., mengatakan media memiliki posisi strategis sebagai mitra BPS dalam menyampaikan informasi statistik kepada masyarakat.

Menurutnya, data yang benar perlu disampaikan dengan cara yang sederhana agar dapat dipahami masyarakat dari berbagai latar belakang.

“Media adalah mitra literasi. Mari kita mencatat dengan benar, memberitakan dengan benar, dan membangun kebijakan berdasarkan keadaan yang benar,” ujar Indra dalam diskusi tersebut.

Informasi Keliru Bisa Menyebar Lebih Cepat

Indra mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan media sosial membuat informasi dapat menyebar dengan sangat cepat. Kondisi tersebut menjadi tantangan apabila informasi yang beredar tidak berdasarkan data dan fakta.

Satu informasi yang keliru, kata dia, dapat menyebar lebih cepat dibandingkan proses klarifikasinya.

Karena itu, media diharapkan melakukan verifikasi terhadap informasi sebelum disampaikan kepada masyarakat, khususnya informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi dan sosial.

BPS juga membuka ruang kolaborasi dengan media agar informasi statistik tidak hanya dipublikasikan dalam bentuk angka, tetapi dapat diolah menjadi informasi yang menarik sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Perhatian

Salah satu agenda penting yang dibahas dalam diskusi adalah pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Indra menjelaskan, Sensus Ekonomi merupakan kegiatan nasional yang bertujuan memotret kondisi dan aktivitas ekonomi masyarakat secara menyeluruh.

Pendataan tersebut mencakup berbagai kegiatan usaha, termasuk usaha kecil, usaha rumah tangga, usaha mandiri, hingga aktivitas ekonomi yang berkembang seiring kemajuan teknologi digital.

Menurutnya, pemetaan aktivitas ekonomi sangat penting karena banyak kegiatan usaha masyarakat yang selama ini belum sepenuhnya tergambarkan dalam data statistik.

“Kalau aktivitas ekonomi masyarakat tidak kita petakan, kita tidak bisa memperoleh gambaran ekonomi secara lengkap,” katanya.

Pelaku Usaha Diminta Tidak Takut Memberikan Data

BPS NTT juga mengajak pelaku usaha untuk tidak khawatir ketika didatangi petugas Sensus Ekonomi 2026.

Masyarakat diminta memastikan identitas dan perlengkapan petugas sebelum memberikan informasi yang dibutuhkan dalam proses pendataan.

Indra menegaskan bahwa partisipasi masyarakat sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan.

Data tersebut nantinya dapat digunakan untuk menggambarkan struktur ekonomi dan karakteristik usaha masyarakat sehingga pemerintah memiliki dasar yang lebih kuat dalam merancang berbagai program dan kebijakan.

“Jangan takut ketika petugas datang. Silakan tanyakan perlengkapan dan identitas tugasnya. Kalau sudah benar, tolong jawab semua pertanyaan dengan benar,” jelasnya.

Data Menentukan Arah Kebijakan

Lebih lanjut, Indra menjelaskan bahwa statistik tidak hanya berbicara mengenai angka, tetapi menjadi instrumen penting untuk memahami kondisi masyarakat.

Data mengenai usaha masyarakat, misalnya, dapat membantu pemerintah mengetahui sektor yang berkembang, sektor yang membutuhkan dukungan, hingga kebutuhan permodalan dan pengembangan usaha.

Dengan data yang lengkap, kebijakan pemerintah diharapkan dapat lebih tepat sasaran.

“Data ini bukan untuk mencari siapa yang salah, tetapi untuk memahami kondisi ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Tiga Pilar Ekonomi Jadi Perhatian

Dalam pemaparan tersebut, BPS NTT juga menyinggung sejumlah sektor yang memiliki peranan penting dalam perekonomian, di antaranya pertanian, aktivitas usaha dan sektor pemerintahan.

Kondisi ekonomi masyarakat di daerah, menurut Indra, perlu dipahami berdasarkan karakteristik masing-masing wilayah.

NTT memiliki potensi ekonomi yang beragam sehingga membutuhkan data yang mampu menggambarkan kondisi setiap wilayah secara objektif.

Data tersebut penting agar berbagai potensi ekonomi dapat dikembangkan sekaligus menjadi dasar dalam menentukan kebijakan pembangunan.

BPS NTT Komitmen Berikan Pelayanan Andal

Selain meningkatkan kualitas data, BPS NTT menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang andal.

Komitmen tersebut sejalan dengan upaya BPS mewujudkan Zona Integritas menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

BPS NTT berharap keterlibatan media dan masyarakat dapat semakin memperkuat budaya penggunaan data dalam kehidupan publik.

Indra menutup dengan mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun ekosistem informasi yang sehat.

“Dengan data yang benar, pemberitaan yang benar, dan kebijakan yang berdasarkan keadaan yang sebenarnya, kita bisa membangun ekonomi dan masyarakat yang lebih baik,” pungkasnya




Peduli Korban Gempa Flores, BRI Salurkan Bantuan Pangan di Manggarai dan Manggarai Timur

Manggarai, nwartapedia.com — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Flores terus ditunjukkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program BRI Peduli.

BRI melalui Branch Office (BO) Ruteng menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur pada 16–17 Agustus 2026.

Bantuan yang disalurkan berupa nasi box, mie instan, telur, dan air mineral. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat pascabencana.

Branch Office Head BRI Ruteng, Akarius Armayadi P., mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian BRI sekaligus komitmen perusahaan untuk hadir bersama masyarakat dalam situasi sulit.

“Melalui BRI Peduli, kami berupaya hadir dan memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak bencana gempa di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya kebutuhan pangan, di tengah kondisi pascabencana,” ujar Akarius.

Akarius menambahkan, BRI terus memantau kondisi masyarakat di lokasi terdampak serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“BRI akan terus berupaya menyalurkan bantuan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Kami berharap dukungan ini dapat membantu masyarakat dalam menghadapi masa tanggap darurat dan proses pemulihan pascabencana,” tambahnya.

Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari komitmen BRI Peduli dalam menjalankan kegiatan sosial dan kemanusiaan, khususnya membantu masyarakat yang membutuhkan akibat bencana.

BRI berharap bantuan pangan tersebut dapat meringankan beban masyarakat terdampak gempa di Manggarai dan Manggarai Timur serta mendukung kebutuhan mereka selama proses tanggap darurat dan pemulihan pascabencana. **




KADIN NTT Bergerak Cepat Bantu Korban Gempa di Tujuh Kabupaten

Kupang, nwartapedia.com — Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur (NTT) bergerak cepat membantu masyarakat terdampak gempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Melalui tujuh Dewan Pengurus KADIN Daerah di Kabupaten Nagekeo, Sikka, Ende, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat, KADIN NTT melakukan pemantauan kondisi lapangan sekaligus menyalurkan bantuan tanggap darurat.

Begitu gempa terjadi, Ketua Umum KADIN NTT Bobby Lianto langsung berkoordinasi dengan para ketua KADIN daerah untuk memantau kondisi masyarakat, melakukan survei, melaporkan perkembangan, serta mengeksekusi bantuan awal.

Bantuan yang diprioritaskan meliputi sembako, terpal, uang tunai, serta kebutuhan mendesak lainnya bagi masyarakat yang harus mengungsi dan berkumpul di sejumlah titik, termasuk lapangan terbuka.

Di Kabupaten Sikka, Ketua KADIN Sikka Hari Japira turun langsung menyalurkan bantuan sembako dan uang tunai kepada masyarakat terdampak. Bantuan juga diberikan kepada korban yang menjalani perawatan di rumah sakit serta disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Sikka.

Sementara di Kabupaten Manggarai, bantuan KADIN disalurkan ke sejumlah lokasi pengungsian. Ketua KADIN Manggarai, Boni, turun langsung ke wilayah Reo dan mengunjungi tiga titik pengungsian.

Bantuan serupa juga dilakukan KADIN Kabupaten Ende. Ketua KADIN Ende, Haji Heri Jufri, membawa bantuan langsung ke sejumlah lokasi terdampak.

Perjalanan menuju lokasi sempat terkendala akibat sejumlah ruas jalan tertutup material longsor dan terputus akibat gempa. Dengan dukungan alat berat dan kerja keras tim di lapangan, rombongan KADIN akhirnya dapat menembus akses tersebut untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus menyerahkan bantuan.

Langkah tanggap darurat juga dilakukan KADIN di Kabupaten Nagekeo dan sejumlah wilayah lainnya yang terdampak gempa.

Bobby Lianto mengatakan, tim tanggap cepat KADIN NTT telah melakukan bantuan awal di sejumlah wilayah. Namun, kondisi di lapangan masih menghadapi berbagai kendala, terutama di Kabupaten Nagekeo.

Berdasarkan laporan Ketua KADIN Nagekeo, Sambu Airelius, ketersediaan bahan makanan dan minuman masih menjadi persoalan karena sejumlah toko dan tempat usaha ikut terdampak gempa.

Kondisi tersebut membuat pasokan kebutuhan dasar bagi masyarakat menjadi terbatas.

“Di Nagekeo masih ada kendala dalam hal suplai makanan dan minuman karena toko-toko yang terdampak gempa. Ini menjadi perhatian kami,” kata Bobby.

Untuk memperkuat dukungan bagi masyarakat terdampak, Bobby Lianto juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Novyan Bakrie.

KADIN NTT mengupayakan dukungan tambahan berupa lampu tenaga surya, genset, serta berbagai kebutuhan lainnya yang dapat digunakan masyarakat selama masa tanggap darurat.

Bobby menegaskan KADIN NTT akan terus berada di tengah masyarakat dan siap menjadi salah satu ujung tombak dalam kegiatan sosial maupun penanganan bencana di NTT.

Menurutnya, momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia harus menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan juga diwujudkan melalui kepedulian dan gotong royong.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan KADIN daerah dan berbagai pihak untuk memastikan bantuan dapat diberikan secara cepat dan tepat kepada masyarakat yang membutuhkan,” tegas Bobby.

KADIN NTT bersama jajaran KADIN daerah akan terus memantau perkembangan kondisi di wilayah terdampak dan berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memperkuat bantuan selama masa tanggap darurat. ***




BRI Peduli Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Korban Gempa di Nagekeo

Nagekeo, nwartapedia.com — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program BRI Peduli menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Bantuan tersebut disalurkan oleh BRI Branch Office (BO) Bajawa pada 15 dan 16 Agustus 2026 di Posko Tanggap Bencana Kabupaten Nagekeo. Bantuan berupa sembako dengan total nilai mencapai Rp20 juta.

Sembako yang disalurkan terdiri dari berbagai kebutuhan pokok, di antaranya beras, minyak goreng, mi instan, roti, air mineral, serta kebutuhan lainnya.

Bantuan diterima oleh Satgas Penanggulangan Bencana Kabupaten Nagekeo untuk selanjutnya disalurkan guna mendukung kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.

Branch Office Head BRI Bajawa, Justinus Hasudungan Lumban Batu, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian BRI terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

“Melalui BRI Peduli, kami berupaya hadir dan memberikan dukungan bagi masyarakat yang terdampak bencana. Bantuan kebutuhan pokok ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat,” ujar Justinus.

Selain Nagekeo, BRI juga menyiapkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Ngada. Bantuan berupa sembako dan air minum tersebut direncanakan disalurkan pada 17 Agustus 2026.

Justinus menegaskan, BRI akan terus memantau kondisi di lapangan serta berkoordinasi dengan pihak terkait agar bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.

“BRI akan terus berupaya menyalurkan bantuan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Kami berharap dukungan ini dapat membantu masyarakat dalam menghadapi masa tanggap darurat dan proses pemulihan pascabencana,” tambahnya.

BRI berharap bantuan melalui BRI Peduli dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak gempa sekaligus mendukung upaya penanganan bencana yang dilakukan oleh Satgas Penanggulangan Bencana di Nagekeo dan Ngada.

Melalui program BRI Peduli, BRI berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dan memberikan kontribusi sosial, terutama dalam situasi tanggap darurat akibat bencana. **




BRI Maumere Salurkan 200 Kotak Nasi untuk Korban Gempa Flores

Maumere,nwartapedia.com  — Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, BRI melalui Branch Office (BO) Maumere menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada warga yang berada di lokasi pengungsian dan fasilitas kesehatan di wilayah Maumere, Nusa Tenggara Timur.

Bantuan tersebut berupa 200 kotak nasi yang disalurkan kepada masyarakat terdampak di Camp Pengungsi Lingkar Luar dan RSUD TC Hillers Maumere pada Sabtu (15/8/2026).

Pemimpin Branch Office BRI Maumere, Risky Darmawan, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen BRI melalui program BRI Peduli untuk hadir dan memberikan dukungan kepada masyarakat, khususnya dalam kondisi tanggap darurat.

“BRI turut prihatin atas kondisi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Flores. Melalui BRI Peduli, kami berupaya memberikan bantuan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya pada masa tanggap darurat,” ujar Risky.

Menurutnya, bantuan disalurkan ke sejumlah titik yang membutuhkan, termasuk camp pengungsian dan rumah sakit.

Selain bantuan kemanusiaan, BRI juga terus memperhatikan keberlangsungan layanan perbankan bagi masyarakat di wilayah Maumere. Operasional dan layanan perbankan tetap menjadi perhatian dengan mengedepankan kondisi serta aspek keselamatan di lapangan.

“Di tengah situasi tanggap darurat, kami juga terus memantau kondisi operasional dan kebutuhan layanan perbankan masyarakat. BRI berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan kepada nasabah dengan mengedepankan keselamatan pekerja, nasabah, dan masyarakat,” jelas Risky.

Risky menambahkan, BRI akan terus memantau kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Penyaluran bantuan selanjutnya akan disesuaikan dengan kebutuhan serta perkembangan situasi di wilayah terdampak.

“Kami akan terus berkoordinasi dan melihat kebutuhan di lapangan. Apabila masih terdapat kebutuhan masyarakat yang perlu didukung, BRI akan terus berupaya menyalurkan bantuan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan tersebut,” tambahnya.

Melalui program BRI Peduli, BRI berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, termasuk dalam situasi bencana dan kondisi darurat. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga terdampak sekaligus menjadi bentuk kepedulian BRI terhadap masyarakat di wilayah operasionalnya. **




PSI NTT Instruksikan Pengurus dan Legislator Bergerak Bantu Korban Gempa Flores

Kupang, nwartapedia.com  — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) NTT menginstruksikan seluruh jajaran pengurus dan anggota legislatif di Nusa Tenggara Timur untuk bergerak cepat membantu masyarakat terdampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores pada hari Sabtu tanggal 15 Agustus 2026 dinihari.

Instruksi tersebut disampaikan Sekretaris DPW PSI NTT sekaligus Ketua Fraksi PSI dan Sekretaris Komisi II, Junaidin Mahasan, S.Pd.I., kepada media, Sabtu (15/8/2026).

Junaidin meminta seluruh pengurus PSI mulai dari tingkat DPW, DPD, DPC hingga jajaran kecamatan dan desa/kelurahan untuk turun langsung membantu masyarakat di wilayah terdampak.

“Ini bukan saatnya berbicara tentang perbedaan politik. Ini saatnya hadir bersama rakyat,” tegas Junaidin.

Ia juga meminta seluruh anggota legislatif PSI menggunakan jaringan konstituen masing-masing untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat, seperti makanan dan air bersih, obat-obatan, perlengkapan kesehatan, selimut, terpal, tenda, pakaian serta kebutuhan bayi, anak, perempuan dan kelompok rentan.

Selain itu, para anggota legislatif dan pengurus PSI diminta berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, Basarnas, tenaga kesehatan dan relawan agar penyaluran bantuan tepat sasaran serta tidak terjadi tumpang tindih.

Junaidin juga meminta laporan kondisi lapangan disampaikan secara cepat dan akurat, termasuk lokasi pengungsian, jumlah warga terdampak, kebutuhan mendesak dan akses wilayah yang mengalami kerusakan.

Ia menekankan agar seluruh relawan dan pengurus mengutamakan keselamatan serta tidak melakukan aktivitas di lokasi yang masih berbahaya.

“Selalu mengikuti arahan petugas serta informasi resmi BMKG dan pemerintah,” ujarnya.

Junaidin mengatakan dirinya juga akan turun langsung ke wilayah terdampak untuk melihat kondisi masyarakat dan memastikan kebutuhan bantuan.

“Besok saya akan langsung ke TKP didampingi teman-teman pengurus DPD dari beberapa wilayah terdampak,” katanya.

PSI NTT berharap seluruh jajaran partai dapat bergerak bersama membantu masyarakat Flores yang terdampak bencana dan memastikan bantuan benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan. (MI)