Tim Wasev Mabes TNI Laksanakan Peninjauan Progres TMMD ke-119 Kodim 1618/TTU

Kefamenanu,nwartapedia.com – Rombongan Tim Wasev Mabes TNI Mayjen TNI. Alvis Anwar, S.A.P., M.Tr. Han (Wakil Inspektur Jenderal Wairjen TNI) Dan Letkol Inf Amin M. Said S.H., yang di dampingi Langsung oleh  Dansatgas TMMD Dandim 1618/TTU Letkol ARM Laode Irwan Halim S.I.P.,M.Tr.,(Han)., Tiba Di Desa Makun, Kec. Biboki Feotleu, Kab. TTU dalam rangka Peninjauan Progres TMMD yang ke 119, Dalam hal ini Pembangunan Sekolah SMKN Peternakan Feotleu.

Setibanya Di Desa Makun, Senin 04/03/2024., Tim Wasev Mabes TNI Yang di Dampingi Langsung Oleh Dandim 1618/TTU dan rombongan lainya Melihat Langsung secara Detail Progres pembangunan Sekolah ini.

Dalam kunjungan yang penuh makna dan dedikasi, Tim Wasev Mabes TNI Mayjen TNI. Alvis Anwar, S.A.P., M.Tr. Han (Wakil Inspektur Jenderal Wairjen TNI) Di Dampingi Oleh Letkol Inf Amin M. Said S.H., Dan Dansatgas TMMD Dandim 1618/TTU Letkol ARM Laode Irwan Halim S.I.P.,M.Tr.,(Han)., dengan tegas menyampaikan pentingnya program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-119 di Wilayah Kodim 1618/TTU. Program ini bukan sekadar inisiatif biasa, melainkan merupakan wujud nyata dari komitmen Markas Besar TNI untuk mengatasi kesulitan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia.

“Saat ini, TMMD dilaksanakan di 50 lokasi di seluruh Indonesia, dan salah satunya berada di wilayah Kodim 1618/TTU, tepatnya di Desa Makun,” ungkap Tim Wasev Mabes TNI dengan penuh semangat.

Sasarannya sangat jelas, membangun Lima (5)., ruang kelas SMKN Peternakan Feotleu. Namun, pembangunan ini bukanlah tugas yang dapat dijalankan sendiri oleh TNI semata. Kerjasama dengan pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat Desa Makun menjadi kunci keberhasilan pembangunan ini.

“Kita berharap dalam waktu kurang lebih satu bulan, progres pembangunan dapat selesai dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat serta siswa-siswi SMK N Feotleu,” tambah Tim Wasev Mabes TNI, sambil menyoroti pentingnya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desa tersebut.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, TMMD juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan kemanunggalan antara TNI dan masyarakat. Melalui interaksi dan komunikasi yang intens, diharapkan masyarakat dapat tumbuh rasa cinta dan kepercayaan terhadap TNI, serta menjadi bagian aktif dalam membangun bangsa dan negara.

“Saya hadir di Desa ini Desa Makun untuk melakukan pengawasan terhadap progres kegiatan TMMD ke-119 Kodim 1618/TTU, dan memastikan bahwa semua yang direncanakan oleh Bapak Dandim 1618/TTU dapat terlaksana dengan baik,” tegas Tim Wasev Mabes TNI.

Sementara itu, banyak kegiatan teritorial TNI terus berlangsung untuk membantu kesulitan masyarakat sekitar. Seperti TMMD menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen TNI dalam membangun kemanunggalan dengan rakyat, dengan menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari air bersih, Rumah Tidak Layak Huni, hingga peningkatan kesejahteraan dan pendidikan.

Dengan semangat kemanunggalan yang terus berkobar, TMMD ke-119 di Kodim 1618/TTU menjadi tonggak penting dalam membangun kebersamaan dan kemajuan bagi masyarakat desa Makun dan Indonesia secara luas. Ucap Tim Wasev.

(Pendim 1618/TTU).




Wakil Rektor III Undana Dr. Rudi Rohi Prioritaskan Penguatan Soft Skill Mahasiswa dan Konsolidasi Alumni

Kupang, nwartapedia.com  – Kepemimpinan baru di Universitas Nusa Cendana (Undana) mulai menghadirkan arah pembaruan. Setelah resmi dilantik sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Rudi Rohi, S.H., M.Si. langsung menetapkan penguatan kapasitas mahasiswa dan pembentukan jejaring alumni sebagai dua program prioritas.

Pelantikan jajaran wakil rektor yang berlangsung di Aula Lantai III Gedung Rektorat Undana pada Senin (29/6/2026) menjadi awal bagi Dr. Rudi menjalankan tanggung jawab baru di bidang kemahasiswaan dan alumni.

Meski mengaku baru mengetahui penempatan tugasnya saat Surat Keputusan Rektor dibacakan, Dr. Rudi memastikan dirinya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat kualitas lulusan Undana.

Salah satu fokus utamanya adalah mendorong keseimbangan antara kemampuan akademik dan keterampilan nonteknis atau soft skill.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki indeks prestasi akademik yang tinggi, tetapi juga harus mampu berkomunikasi, bekerja sama, memimpin, dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Ia berencana memperbanyak program kemahasiswaan yang mengintegrasikan pengembangan ilmu pengetahuan dengan peningkatan karakter, kepemimpinan, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis.

“Mahasiswa harus dipersiapkan menjadi lulusan yang lengkap, bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan yang dibutuhkan di dunia kerja dan kehidupan sosial,” ungkap Dr. Rudi.

Selain pembinaan mahasiswa, Dr. Rudi juga menaruh perhatian terhadap belum optimalnya hubungan antara Undana dan para alumninya.

Ia menilai hingga saat ini belum tersedia organisasi alumni yang mampu menghimpun seluruh lulusan secara terpadu.

Padahal, keberadaan alumni memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan kampus, membuka peluang kerja bagi lulusan baru, hingga memperluas jaringan kerja sama.

Karena itu, dalam waktu dekat pihaknya akan memulai pemetaan data alumni sebagai langkah awal membangun organisasi alumni yang lebih kuat dan terintegrasi.

Menurutnya, jejaring alumni yang solid akan menjadi modal penting bagi Undana untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus memperkuat posisi kampus di tingkat nasional.

Program yang diusung Dr. Rudi juga diharapkan mampu mengubah pola pembinaan mahasiswa yang selama ini lebih berorientasi pada prestasi akademik semata menjadi pembinaan yang menyeluruh.

Dengan perpaduan antara kecerdasan intelektual, kepemimpinan, kemampuan komunikasi, serta dukungan jejaring alumni yang kuat, Undana diharapkan mampu melahirkan lulusan yang lebih kompetitif dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun persaingan global.

Kehadiran Dr. Rudi Rohi sebagai Wakil Rektor III menjadi harapan baru bagi sivitas akademika Undana untuk membangun ekosistem kemahasiswaan yang lebih produktif, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus mempererat hubungan antara kampus dengan para alumni demi mendukung kemajuan Universitas Nusa Cendana di masa depan. **




Serena Francis Buka PMRN Esport Season II 2026, Pemkot Kupang Siapkan Pembinaan Atlet Menuju PON 2028

Kupang, nwartapedia.com  –  Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., secara resmi membuka PMRN Esport Season II Tahun 2026 yang digelar oleh Persatuan Mahasiswa Rote Ndao (PMRN) di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Minggu (5/7/2026).

Turnamen ini menjadi ajang pencarian bibit atlet esports sekaligus bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif di Kota Kupang.

Acara pembukaan dihadiri Ketua PMRN beserta jajaran pengurus, perwakilan sponsor, media partner, komunitas esports, serta ratusan peserta yang akan bertanding pada sejumlah cabang gim, yakni Mobile Legends, PUBG Mobile, Free Fire, eFootball Mobile, dan Rally Fury.

Dalam sambutannya, Serena Francis mengapresiasi PMRN yang dinilai berhasil menghadirkan ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan sportivitas melalui olahraga elektronik.

Menurutnya, penyelenggaraan PMRN Esport Season II membuktikan bahwa organisasi kemahasiswaan mampu memberikan kontribusi nyata dalam membangun kualitas sumber daya manusia, khususnya di kalangan anak muda.

Ia mengaku terkesan dengan kesiapan panitia sejak awal ketika melakukan audiensi bersama Pemerintah Kota Kupang.

Menurutnya, konsep kegiatan yang matang serta keberhasilan menghadirkan dukungan sponsor menjadi bukti profesionalisme panitia dalam menyelenggarakan sebuah event.

“PMRN menunjukkan bahwa anak-anak muda mampu bekerja secara profesional. Mereka datang dengan konsep yang jelas, membawa dukungan sponsor, dan hanya meminta fasilitas tempat serta dukungan pemerintah. Ini menjadi contoh yang baik bagi organisasi kepemudaan lainnya,” ujar Serena.

Ia menambahkan, keterlibatan berbagai mitra seperti Adira Finance, Bank NTT, serta sejumlah media lokal menunjukkan bahwa kegiatan kepemudaan dapat berkembang melalui kolaborasi yang baik antara komunitas, dunia usaha, dan pemerintah.

Serena menilai perkembangan teknologi telah membawa esports menjadi salah satu cabang olahraga modern yang memiliki prospek besar, baik dari sisi prestasi maupun industri kreatif.

Karena itu, Pemerintah Kota Kupang memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan ekosistem esports sebagai wadah pembinaan generasi muda.

Menurutnya, turnamen seperti PMRN Esport Season II bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga media pembentukan karakter, sportivitas, kerja sama tim, serta kreativitas generasi muda.

Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan kompetisi sebagai momentum untuk membangun persahabatan, meningkatkan kemampuan, dan menjauhi berbagai perilaku negatif seperti penyalahgunaan narkoba maupun minuman keras.

“Jadikan esports sebagai tempat bertumbuh, berprestasi, dan memberi inspirasi bagi generasi muda lainnya. Pemerintah Kota Kupang ingin melihat lahir atlet-atlet esports yang mampu mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional,” tegasnya.

Lebih lanjut, Serena menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang bersama Wali Kota Kupang berkomitmen melakukan pembinaan berkelanjutan terhadap atlet-atlet potensial sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Peserta yang menunjukkan performa terbaik selama turnamen akan dipantau dan diarahkan untuk mengikuti program pembinaan agar mampu bersaing pada tingkat regional maupun nasional.

Sementara itu, Ketua Panitia PMRN Esport Season II 2026, Astro Pelle, menjelaskan bahwa turnamen berlangsung pada 5–12 Juli 2026 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang.

Sebanyak 317 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, komunitas gim, hingga masyarakat umum ambil bagian dalam kompetisi yang mempertandingkan lima cabang permainan. Turnamen memperebutkan total hadiah Rp10 juta, piala, medali, serta penghargaan Most Valuable Player (MVP) pada sejumlah kategori.

Astro menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang yang telah memfasilitasi lokasi penyelenggaraan, serta kepada tujuh sponsor dan seluruh media partner yang mendukung suksesnya kegiatan tersebut.

Menurutnya, tingginya antusiasme peserta menjadi bukti bahwa esports terus berkembang sebagai olahraga sekaligus bagian dari industri kreatif yang memiliki prospek besar bagi generasi muda di Nusa Tenggara Timur.

PMRN berharap PMRN Esport Season II 2026 mampu melahirkan atlet-atlet esports yang menjunjung tinggi sportivitas, berprestasi di tingkat nasional, serta membawa harum nama Kota Kupang dan Provinsi Na Tenggara Timur.




Sinergi KADIN NTT, Korem, Polda dan TVRI Perkuat UMKM Melalui Festival Rakyat Nusantara 2026

Kupang, nwartapedia.com  –  Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Korem 161/Wira Sakti, Polda NTT, dan TVRI memperkuat kolaborasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui penyelenggaraan Festival Rakyat Nusantara 2026.

Festival ini akan dirangkaikan dengan kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia serta melibatkan puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) secara gratis.

Komitmen tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Kantor KADIN NTT, Sabtu (4/7/2026).

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua KADIN NTT, Bobby Lianto, didampingi Pejabat Kepala Seksi Personel (Kasipers) Korem 161/Wira Sakti, Kolonel Pedro Suares, serta perwakilan Polda NTT, Hantry.

Turut hadir dalam rapat tersebut tim TVRI yang dipimpin Robert beserta jajaran, Direktur Eksekutif KADIN NTT Mercy Siubelan, dan para pengurus KADIN NTT lainnya.

Fokus pembahasan rapat adalah pembentukan panitia pelaksana sekaligus pemantapan konsep Festival Rakyat Nusantara 2026 yang diharapkan menjadi ruang hiburan masyarakat sekaligus sarana pemberdayaan ekonomi bagi pelaku UMKM di Nusa Tenggara Timur.

Ketua KADIN NTT, Bobby Lianto, mengatakan festival ini dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas, baik oleh masyarakat maupun pelaku usaha kecil.

“Festival Rakyat Nusantara 2026 bukan hanya menghadirkan nonton bareng Piala Dunia, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM untuk memasarkan produk mereka secara gratis. Kami ingin ekonomi masyarakat ikut bergerak melalui kegiatan ini,” ujar Bobby Lianto.

Festival dijadwalkan berlangsung pada 12 hingga 20 Juli 2026 di kawasan depan Kantor TVRI Kupang.

Kegiatan dimulai setiap hari pukul 18.00 WITA dengan pembukaan stan UMKM, kemudian dilanjutkan dengan nonton bareng pertandingan Piala Dunia menggunakan layar videotron.

Untuk mendukung kemeriahan festival, sejumlah tenda akan disiapkan sebagai lokasi bazar UMKM.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai lembaga perbankan, di antaranya Bank NTT, Bank Mandiri, BRI, dan BNI, yang akan menghadirkan UMKM binaan masing-masing.

Kolaborasi antara KADIN NTT, Korem 161/Wira Sakti, Polda NTT, TVRI, dan sektor perbankan diharapkan mampu menciptakan festival yang tidak hanya menjadi pusat hiburan masyarakat selama Piala Dunia berlangsung, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan ekonomi lokal.

Melalui Festival Rakyat Nusantara 2026, penyelenggara berharap produk-produk UMKM Nusa Tenggara Timur semakin dikenal masyarakat luas, transaksi usaha meningkat, serta terbangun semangat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. ***




Pemkot Kupang Dukung Gerakan BioMom, Wujudkan Kota Kupang sebagai Kota Probiotik Berbasis Keluarga Sehat

Kupang, nwartapedia.com– Pemerintah Kota Kupang menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan edukasi kesehatan usus BioMom sebagai upaya membangun budaya hidup sehat yang dimulai dari keluarga.

Dukungan tersebut disampaikan melalui sambutan Wali Kota Kupang yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Kes, pada pembukaan kegiatan sosialisasi bertajuk “Sehat Dimulai dari Dalam: Gerakan Bersama Menuju Kota Kupang Lebih Sehat” di Aula Universitas Muhammadiyah Kupang, Senin (6/7/2026).

Dalam sambutannya, drg. Retnowati menyampaikan apresiasi kepada BioMom dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Kupang dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan pencernaan sebagai fondasi kesehatan tubuh.

Menurutnya, kesehatan tidak hanya dimulai dari pelayanan medis, tetapi juga dari lingkungan keluarga melalui makanan yang dikonsumsi setiap hari.

“Kesehatan dimulai dari rumah, dari makanan yang kita pilih setiap hari. Hari ini kita belajar bahwa kesehatan usus merupakan salah satu fondasi daya tahan tubuh seseorang, sehingga sangat penting untuk dijaga,” ujarnya.

Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta dalam kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan pribadi, tetapi dapat diteruskan kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat luas.

“BioMom yang kita dapat hari ini jangan berhenti sampai di sini. Sebarkan dan bagikan kepada orang lain agar semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menjaga kesehatan usus,” katanya.

Lebih lanjut, Retnowati menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang memiliki komitmen kuat membangun kota yang sehat dan berdaya saing. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat melalui program BioMom dinilai menjadi langkah strategis dalam menciptakan perubahan perilaku hidup sehat.

“Kami ingin membangun Kota Kupang menjadi kota yang baik dan sehat. Program BioMom yang melibatkan masyarakat sangat penting dalam mendukung tujuan tersebut. Saya berharap BioMom menjadi budaya di setiap rumah tangga,” tambahnya.

Program BioMom di Kupang berlangsung pada 6–10 Juli 2026. Setelah pembukaan di Aula Universitas Muhammadiyah Kupang, kegiatan dilanjutkan di sejumlah posyandu dan puskesmas dengan melibatkan sekitar 500 peserta dari berbagai komunitas masyarakat.

Gerakan ini diselenggarakan oleh GenBio dan dipimpin langsung oleh pendirinya, Swiluva Sigalovada Swilly Sumardy Ma, siswi kelas XI Tzu Chi School PIK yang dikenal sebagai penggagas BioMom, gerakan edukasi kesehatan pencernaan berbasis komunitas.

Swiluva menjelaskan bahwa kesehatan usus masih sering dianggap sebagai persoalan medis yang rumit. Padahal, kebiasaan sederhana di rumah dapat menjadi langkah awal membangun keluarga yang lebih sehat.

“Usus sehat adalah fondasi keluarga sehat. Ayah dan ibu bisa produktif, sementara anak-anak dapat tumbuh dan belajar dengan baik. Kesadaran itulah yang ingin kami bangun melalui BioMom,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan cara membuat water kefir, minuman probiotik hasil fermentasi yang dipercaya membantu menjaga kesehatan pencernaan. Selain praktik pembuatan, peserta juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya bakteri baik, kebersihan selama proses fermentasi, serta pola hidup sehat yang mendukung kesehatan usus.

Pendekatan BioMom mengedepankan penyampaian ilmu kesehatan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami masyarakat.

Edukasi dilakukan melalui pelatihan langsung maupun konten digital yang telah menjangkau jutaan penonton di media sosial.

Selain meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, BioMom juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi keluarga melalui produksi minuman probiotik skala rumah tangga.

“Visi kami sederhana, yaitu menjadikan setiap kota di Indonesia sebagai kota probiotik, di mana masyarakatnya lebih sehat sekaligus memiliki peluang untuk mandiri secara ekonomi,” tutur Swiluva.

Kupang menjadi kota kedua setelah Serang, Banten, yang dipilih sebagai lokasi pelaksanaan gerakan BioMom. Program ini melibatkan Pemerintah Kota Kupang, Dinas Kesehatan Kota Kupang, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, serta berbagai komunitas warga sebagai bentuk kolaborasi membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan pencernaan demi mewujudkan Kota Kupang sebagai Kota Probiotik. (MI)




Hadiri APEKSI 2026, Wali Kota Kupang Christian Widodo Temui Tokoh Diaspora NTT di Medan

Medan, nwartapedia.com  –  Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memanfaatkan momentum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 dengan melakukan bakatumu atau bertemu langsung bersama para tokoh diaspora Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menetap di Kota Medan, Rabu (1/7/2026) malam.

Pertemuan yang berlangsung di salah satu restoran di Jalan Kapten Pattimura, Medan, tersebut berlangsung hangat dalam suasana penuh kekeluargaan.

Agenda silaturahmi itu dilakukan secara spontan di sela-sela kesibukan Christian Widodo menghadiri Rakernas APEKSI XVIII yang berlangsung pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026.

Kehadiran orang nomor satu di Kota Kupang itu disambut antusias oleh para tokoh masyarakat NTT di Sumatera Utara.

Momen bakatumu tersebut menjadi simbol eratnya ikatan persaudaraan warga NTT di perantauan sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dengan diaspora.

“Saya sangat bahagia dan senang sekali pada kesempatan ini bisa bakatumu, bertemu dan bertatap muka langsung dengan bapak dan ibu tokoh-tokoh NTT yang berpengaruh di Kota Medan ini,” ujar Christian Widodo.

Dalam kesempatan itu, Christian juga memaparkan berbagai program strategis Pemerintah Kota Kupang yang saat ini sedang dijalankan.

Salah satunya adalah penerapan Peraturan Wali Kota mengenai pembatasan jam operasional hiburan malam sebagai upaya menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang terus membangun tata kelola pemerintahan yang terbuka dengan memberikan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun saran demi meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Kami Pemerintah Kota Kupang terus berbenah dan terbuka menerima masukan serta kritik yang membangun dari seluruh warga kota,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Forum Pemuda NTT, Josafath MR Duka, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut memiliki makna strategis karena mampu mempererat hubungan antara Pemerintah Kota Kupang dengan masyarakat NTT yang berada di perantauan.

Menurutnya, kekompakan diaspora NTT merupakan modal sosial yang sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah, memperluas jaringan kerja sama, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda NTT di berbagai daerah.

Sejumlah tokoh NTT yang hadir dalam acara tersebut di antaranya Brigjen TNI Josafath MR Duka, Sarmento, Felix Giwa Djaha, Yohanis Wulang, Bob Solokana, serta tokoh perempuan NTT di Medan, Adolfina Koamesakh.

Hadir pula Ketua Forum Pemuda NTT Wilayah Sumatera Utara, Devis Abuimau Karmoy, bersama Sekretaris Agustinus Lancang.

Dalam agenda silaturahmi itu, Christian Widodo turut didampingi Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry Edward Pelt, Asisten I Setda Kota Kupang Hengky G. Malelak, serta Plt. Kepala Bappeda Kota Kupang Wildrian Ronald Otta.

Pertemuan hangat di tengah pelaksanaan Rakernas APEKSI 2026 tersebut menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan masyarakat NTT tetap terjaga meski berada di berbagai daerah di Indonesia.

Selain mempererat tali kekeluargaan, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Kupang dan diaspora NTT sebagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan daerah serta mempromosikan potensi Kota Kupang di tingkat nasional. **




Festival Fulan Fehan IV Perkuat Pariwisata Belu, KADIN NTT Dorong Masuk Kalender Wisata Dunia

Atambua, nwartapedia.com – Festival Fulan Fehan IV bertema “Dance for Friendship” kembali membuktikan diri sebagai salah satu festival budaya terbesar di Nusa Tenggara Timur.

Digelar di kawasan wisata Fulan Fehan, Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Sabtu (27/6/2026), festival ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga memperkuat posisi Belu sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia.

Kemeriahan festival semakin terasa dengan kehadiran sejumlah tamu kehormatan, di antaranya Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Wakil Menteri Dalam Negeri, perwakilan Menteri Kebudayaan Timor Leste, Wali Kota Darwin Peter Styles, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, para kepala daerah di NTT, serta tamu dari berbagai wilayah di Indonesia dan luar negeri.

Ketua Umum KADIN NTT, Dr. Cand. Bobby Lianto, M.M., MBA., bersama jajaran KADIN NTT juga hadir mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Menurutnya, Festival Fulan Fehan telah berkembang jauh melampaui festival budaya daerah dan kini layak disejajarkan dengan festival bertaraf internasional.

“Keunikan festival ini tidak dimiliki daerah lain. Pertunjukan seni, musik, dan tari dipadukan dengan panorama alam Fulan Fehan yang luar biasa indah. Ini menjadi kekuatan besar untuk menarik wisatawan dunia,” ujar Bobby.

Rangkaian Festival Fulan Fehan dimulai sejak 25 Juni 2026 melalui kegiatan adat Ukun Naran Bunaq di Kampung Adat Duarato. Sehari berikutnya digelar Parade Tenun dan Fashion Show di Plaza Pelayanan Publik Atambua sebelum mencapai puncak acara di hamparan padang savana Fulan Fehan.

Bobby mengatakan perpaduan budaya, alam, dan keramahan masyarakat Belu menjadi modal besar untuk mengembangkan sektor pariwisata sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.

Ia juga menilai kehadiran delegasi dari Australia, termasuk Wali Kota Darwin, membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang pariwisata, perdagangan, dan investasi.

Salah satu peluang yang didorong adalah pembukaan jalur kunjungan kapal pesiar ke Nusa Tenggara Timur sehingga mampu mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara.

Selain itu, Bobby berharap Festival Fulan Fehan ditetapkan sebagai agenda wisata tahunan yang dipromosikan secara konsisten di tingkat nasional maupun internasional agar wisatawan dapat memasukkan Belu sebagai destinasi utama setiap tahunnya.

Ia turut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Belu di bawah kepemimpinan Bupati Willybrodus Lay beserta seluruh masyarakat yang telah sukses menyelenggarakan festival dengan baik.

Menurut Bobby, antusiasme para tamu dari dalam dan luar negeri menjadi bukti bahwa Festival Fulan Fehan memiliki daya tarik yang kuat dan berpotensi menjadi ikon pariwisata Nusa Tenggara Timur.

Dalam waktu dekat, Bobby Lianto bersama sejumlah kepala daerah di NTT dijadwalkan menghadiri kegiatan Darwin Fusion pada 9–11 Juli 2026 di Australia.

Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kerja sama antara NTT dan Kota Darwin, termasuk mendukung program Friendship City antara Kota Kupang dan Darwin.

Melalui sinergi tersebut, KADIN NTT berharap promosi pariwisata, investasi, dan perdagangan dapat semakin berkembang sehingga Festival Fulan Fehan menjadi pintu masuk bagi wisatawan internasional untuk mengenal kekayaan budaya dan keindahan alam Nusa Tenggara Timur. ***




DPMPTSP Kota Kupang Imbau Pelaku Usaha Segera Laporkan LKPM melalui OSS, Pendampingan Dibuka di Mal Pelayanan Publik

Kupang, nwartapedia.com – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kupang mengimbau seluruh pelaku usaha di Kota Kupang agar segera menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) melalui sistem Online Single Submission (OSS) sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah.

Periode pelaporan LKPM berlangsung mulai 1 hingga 15 Juli 2026. Untuk pelaku usaha Non-UMK, laporan yang wajib disampaikan adalah LKPM Triwulan II Tahun 2026 yang mencakup periode kegiatan April hingga Juni 2026. Sementara itu, pelaku usaha UMK diwajibkan menyampaikan LKPM Semester I Tahun 2026 untuk periode Januari hingga Juni 2026.

Kepala DPMPTSP Kota Kupang menegaskan bahwa penyampaian LKPM merupakan kewajiban setiap pelaku usaha sebagai bentuk kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

Selain itu, laporan tersebut menjadi sumber data penting bagi pemerintah dalam memantau perkembangan realisasi investasi, mengukur pencapaian target investasi, serta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi dunia usaha.

“Diharapkan seluruh pelaku usaha dapat menyampaikan LKPM secara tepat waktu, lengkap, dan benar. Data yang dilaporkan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan iklim investasi serta memberikan kemudahan berusaha di daerah,” ujarnya.

Untuk mendukung kelancaran pelaporan, DPMPTSP Kota Kupang menyediakan layanan konsultasi dan pendampingan bagi pelaku usaha yang mengalami kesulitan dalam pengisian maupun penyampaian LKPM melalui sistem OSS.

Layanan pendampingan tersebut dilaksanakan di Mal Pelayanan Publik Kota Kupang setiap hari kerja pukul 09.00 hingga 15.00 WITA selama masa pelaporan berlangsung.

Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pelaku usaha sekaligus memberikan kemudahan dalam memenuhi kewajiban pelaporan investasi.

DPMPTSP juga mengimbau pelaku usaha agar tidak menunda pelaporan hingga batas akhir untuk menghindari kendala teknis pada sistem. Pasalnya, keterlambatan atau tidak menyampaikan LKPM dapat dikenakan sanksi administratif sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

Melalui kepatuhan dalam pelaporan LKPM, pemerintah berharap dapat menghasilkan data investasi yang akurat, transparan, dan akuntabel. Data tersebut akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan strategis guna mendorong peningkatan investasi, memperkuat iklim usaha, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di Kota Kupang. *




Tangis Ibunda Dokter Icha Pecah di Pemakaman, Sebut Putrinya Alami Tekanan Psikologis Sebelum Meninggal

Kupang, nwartapedia.com  – Suasana haru menyelimuti rumah duka Baunata, Kota Kupang, Senin (29/6/2026). Tangis keluarga pecah saat prosesi pemakaman almarhumah Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau yang akrab disapa Dokter Icha.

Dalam sambutannya, sang ibunda, Nur Azizah, SKM, M.Kes, menyampaikan curahan hati mengenai kondisi psikologis putrinya sebelum meninggal dunia.

Dengan linangan air mata, Nur Azizah mengungkapkan bahwa putrinya diduga mengalami tekanan psikologis yang berat setelah menangani seorang pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Leona, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Menurut penuturannya, sebelum mengambil tindakan medis, Dokter Icha telah berkonsultasi dengan dokter spesialis yang dinilai memiliki kompetensi sesuai standar pelayanan kesehatan.

Namun, Nur Azizah mengklaim putrinya justru mendapat tekanan dari pihak luar yang dinilai tidak memiliki kewenangan dalam menentukan tindakan medis.

Ia menyebut putrinya pulang dalam keadaan menangis karena merasa takut setelah menerima ancaman yang disebut dapat menghentikan praktik dokter maupun operasional rumah sakit.

Ia juga mengaku putrinya mendapat intimidasi dari oknum yang memperkenalkan diri sebagai anggota DPRD yang membidangi sektor kesehatan.

Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi di hadapan banyak pasien sehingga membuat Dokter Icha mengalami tekanan mental yang sangat berat.

Sejak peristiwa dugaan intimidasi itu terjadi, kata Nur Azizah, kondisi putrinya berubah drastis.

Dokter Icha disebut langsung menangis histeris dan diopname usai kejadian akhirnya dipulangkan karena sudah tidak sanggup melanjutkan pekerjaannya akibat tekanan psikologis yang dialaminya.

“Anak saya pulang dalam keadaan menangis. Saya berusaha menenangkan dan menjelaskan bahwa menghentikan praktik dokter maupun pelayanan rumah sakit memiliki mekanisme, aturan, dan tahapan yang jelas. Saya katakan agar dia tidak takut. Tetapi rasa takut itu ternyata sangat membekas,” ujar Nur Azizah.

Nur Azizah mengatakan, sebagai orang tua, dirinya bersama sang suami terus berusaha menguatkan putrinya agar tidak larut dalam rasa takut.

Namun, menurutnya, tekanan yang dialami Dokter Icha sudah begitu berat hingga memengaruhi kondisi mentalnya.

“Dia berkata kepada saya, ‘Mama, saya tidak kuat lagi karena kejadian tersebut di depan banyak pasien.’ Sebagai seorang ibu, saya tidak pernah membayangkan harus kehilangan anak yang saya besarkan dengan penuh kasih sayang dalam keadaan seperti ini,” ucapnya sambil menahan tangis.

Nur Azizah berharap peristiwa yang menimpa putrinya menjadi perhatian seluruh pihak, khususnya pemerintah, agar tenaga kesehatan memperoleh perlindungan hukum dan perlindungan profesi saat menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Saya akan memperjuangkan agar tenaga kesehatan mendapat perlindungan hukum dan perlindungan dalam menjalankan profesinya. Jangan sampai ada lagi tenaga kesehatan yang mengalami intervensi atau intimidasi saat memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat, tenaga kesehatan, kerabat, serta para pejabat yang telah memberikan dukungan dan perhatian kepada keluarga selama masa duka.

Kronologi Kasus

Untuk diketahui, Dokter Icha yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Leona, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), meninggal dunia pada Jumat (26/6/2026).

Peristiwa yang menjadi sorotan publik bermula ketika Dokter Icha menangani seorang pasien berusia 19 tahun yang dirujuk dari RSUD Kefamenanu ke RS Leona pada Sabtu (13/6/2026) akibat gigitan ular.

Pasien tersebut diketahui merupakan keluarga salah satu anggota DPRD Kabupaten TTU.

Saat memberikan penanganan, Dokter Icha disebut telah melakukan pemeriksaan dan berkonsultasi dengan dokter spesialis sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Berdasarkan hasil konsultasi, pasien belum direkomendasikan menerima serum anti-bisa ular tertentu.

Selain itu, Rumah Sakit Leona juga dilaporkan tidak memiliki stok anti-venom yang diminta pihak keluarga pasien. (MI)




Menkes RI Turunkan Tim Investigasi ke NTT, Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha

Kupang, nwartapedia.com  – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) bergerak cepat menyikapi kasus meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau Dokter Icha.

Atas arahan langsung Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, tim investigasi resmi diterjunkan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengusut dugaan intimidasi yang diduga dialami almarhumah saat menjalankan tugas sebagai dokter.

Tim investigasi tiba di NTT pada Senin (29/6/2026) dan langsung memulai proses penyelidikan bersama Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), serta aparat penegak hukum.

Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam mengungkap fakta di balik kasus yang menjadi perhatian publik tersebut.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, membenarkan bahwa investigasi telah dimulai.

“Ya benar, hari ini tim dari Kemenkes RI sudah tiba di NTT dan mulai melakukan investigasi bersama Pemprov NTT, Pemkab TTU, dan aparat penegak hukum,” ujarnya.

Selain melakukan investigasi, Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes RI, dr. Yuli Farianti, juga menghadiri misa pemakaman Dokter Icha.

Ia menegaskan bahwa kasus tersebut mendapat perhatian langsung dari Menteri Kesehatan RI sehingga seluruh proses investigasi akan dilakukan secara menyeluruh, objektif, dan transparan.

Dr. Yuli datang bersama Ketua Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) periode 2024–2028, drg. Arianti Anaya, serta jajaran Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah NTT untuk melihat langsung kondisi di lapangan.

Dalam proses penyelidikan, Inspektorat Kemenkes akan menelusuri seluruh rangkaian peristiwa yang diduga bermula dari insiden di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu pada 13 Juni 2026.

Tim akan mengumpulkan keterangan para saksi serta mendalami seluruh informasi terkait dugaan intimidasi terhadap Dokter Icha.

Dr. Yuli mengajak seluruh tenaga kesehatan yang mengetahui kejadian tersebut agar memberikan keterangan secara jujur tanpa rasa takut.

Menurutnya, keterbukaan semua pihak sangat penting untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh tenaga kesehatan di Indonesia agar tidak ragu melaporkan tindakan intimidasi, perundungan, maupun intervensi saat menjalankan profesi.

Kemenkes, kata dia, telah menyediakan saluran pengaduan resmi dengan jaminan kerahasiaan identitas pelapor.

Menurutnya, peristiwa yang menimpa Dokter Icha menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap tenaga kesehatan harus menjadi perhatian bersama.

Ia menegaskan hak tenaga medis untuk bekerja tanpa tekanan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Di hadapan keluarga dan para pelayat, dr. Yuli juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Dokter Icha.

Ia mengenang almarhumah sebagai dokter muda yang memiliki dedikasi tinggi dalam melayani masyarakat, khususnya di Kabupaten Timor Tengah Utara.

Kasus ini mencuat setelah keluarga almarhumah menyebut adanya dugaan intimidasi yang dilakukan oleh tiga anggota DPRD TTU saat Dokter Icha menangani pasien korban gigitan ular berbisa di IGD RS Leona Kefamenanu pada 13 Juni 2026.

Dugaan tersebut kini menjadi bagian dari investigasi yang sedang dilakukan Kementerian Kesehatan bersama aparat penegak hukum.

Pemerintah berharap hasil investigasi dapat mengungkap fakta secara menyeluruh sekaligus memperkuat sistem perlindungan bagi tenaga kesehatan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. ***




Pemkot Kupang Raih Penghargaan Tertinggi BKN, Bukti Komitmen Bangun ASN Profesional

Kupang, nwartapedia.com  – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang kembali mengharumkan nama Nusa Tenggara Timur (NTT) di tingkat nasional setelah meraih Penghargaan Tertinggi Badan Kepegawaian Negara (BKN), Adhi Manawa Nugraha Utama, atas keberhasilannya membangun manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional, berbasis merit, dan berorientasi pada pengembangan karier pegawai.

Penghargaan bergengsi tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dari Kepala Kantor Regional X BKN Denpasar, Satya Pratama, dalam seremoni yang berlangsung di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen, dedikasi, dan kontribusi terbaik Pemerintah Kota Kupang dalam menerapkan kebijakan yang mendukung pengembangan karier ASN, sekaligus menghadirkan sistem kepegawaian yang modern, transparan, dan berpihak kepada aparatur.

Prestasi ini menjadi semakin membanggakan karena Kota Kupang menjadi satu-satunya pemerintah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang menerima penghargaan tersebut.

Selain Kota Kupang, penghargaan serupa juga diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Badung dan Pemerintah Kabupaten Jembrana.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Kupang yang terus berupaya membangun birokrasi profesional dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh ASN Pemerintah Kota Kupang. Ini bukan hasil kerja satu orang, tetapi buah dari komitmen bersama dalam membangun birokrasi yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujarnya.

Menurutnya, filosofi “To Govern is To Serve” atau memerintah adalah melayani menjadi dasar dalam setiap kebijakan Pemerintah Kota Kupang untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang berkualitas.

Ia menegaskan bahwa ASN yang memiliki kesempatan berkembang melalui sistem merit dan penghargaan atas kinerja akan mampu memberikan pelayanan publik yang lebih baik.

“Pembangunan karier ASN bukan sekadar urusan internal birokrasi, tetapi menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ke depan, Pemerintah Kota Kupang akan terus memperkuat sistem merit, meningkatkan kompetensi ASN, serta mempercepat transformasi birokrasi berbasis digital agar mampu menjawab tantangan pembangunan dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Christian Widodo menambahkan, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus menghadirkan pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas demi mewujudkan Kota Kupang sebagai rumah bersama yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Adhi Manawa Nugraha Utama merupakan penghargaan tertinggi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang diberikan kepada pemerintah daerah dengan kinerja terbaik dalam pengelolaan karier ASN, penerapan sistem merit, penguatan kompetensi aparatur, serta transformasi layanan kepegawaian berbasis digital.

Penghargaan ini sekaligus menegaskan komitmen Pemkot Kupang dalam mewujudkan birokrasi yang modern dan berorientasi pada pelayanan publik. **