Kupang, nwartapedia.com – Universitas Nusa Cendana (Undana) mengambil langkah strategis dalam menekan penyebaran rabies di Nusa Tenggara Timur melalui kerja sama transfer teknologi bersama pakar internasional. Bersama Center for Animal Disease Control Universitas Miyazaki (CADIC), Jepang, Undana menggelar Rabies Diagnostic Training Program untuk meningkatkan kemampuan deteksi virus rabies pada hewan.
Program pelatihan tersebut resmi dibuka oleh Rektor Undana, Jefri S. Bale, pada Senin (9/3) di Gedung Dekanat Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Undana (FKKH).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya akademik dalam merespons ancaman rabies sebagai penyakit zoonosis yang berdampak langsung pada kesehatan manusia.
Dekan FKKH Undana, Christina Olly Lada, menegaskan bahwa penguatan kapasitas diagnostik merupakan langkah penting dalam strategi pengendalian rabies di NTT.
“Kami sangat mengapresiasi kontribusi mitra dari Jepang dalam penguatan penelitian kesehatan hewan. Dengan peningkatan kemampuan diagnostik, respons penanganan rabies di lapangan diharapkan menjadi lebih cepat dan akurat,” ujarnya.
Pelatihan ini menghadirkan sejumlah pakar dari Jepang, di antaranya Direktur CADIC Universitas Miyazaki Ayako Yoshida, pakar Veterinary Public Health Kentaro Yamada, serta peneliti dari Japan Institute for Health Security, Akitoyo Hotta. Para peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga praktik langsung teknik diagnostik rabies di laboratorium.
Menurut Prof. Yoshida, pengalaman Jepang dalam pengendalian penyakit hewan diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan para peneliti dan tenaga kesehatan hewan di Indonesia, khususnya di NTT.
Sementara itu, Rektor Undana Prof. Jefri Bale menegaskan bahwa kolaborasi internasional tersebut harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pelatihan ini bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi komitmen bersama untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat dalam pengendalian rabies yang masih menjadi tantangan besar di NTT,” tegasnya.
Program pelatihan yang berlangsung hingga 13 Maret 2026 ini juga melibatkan Laboratorium Veteriner Dinas Peternakan Provinsi NTT sebagai mitra praktik. Melalui penguatan kapasitas laboratorium dan sumber daya manusia, Undana diharapkan dapat menjadi pusat rujukan diagnostik rabies guna mendukung terwujudnya NTT bebas rabies di masa mendatang. *
